Berita Fakta

Kisah Nyata: Subhanallah…, Santri ‘Nakal’ Itu Akhirnya Jadi Wali!

Manaqib Kiyai Kholil Bisri Rembang  (Teronggosongized)

Oleh: Yahya C. Staquf

FRAGMEN I: SANTRI MBELING DI LIRBOYO

Sewaktu mondok di Lirboyo, partner mbeling terdekat Kyai Kholil adalah Gus Mik (Kyai Hamim Jazuli). Pernah, ditengah pelajaran Madrasah, Santri Kholil yang tempat duduknya didekat jendela, disapa Gus Mik dari luar.

“Keluar, Gus!” kata Gus Mik, setengah berbisik.

“Ada apa?”

“Nonton bioskop… ada filem bagus!”

Santri Kholil ragu,

“Masih pelajaran ini…”

“Lompat saja!”

Ketika guru menghadap papan tulis, Santri Kholil melompat keluar dari jendela. Santri-santri lain tak berani menegur tingkah gus-gus itu.

Jauh di belakang hari, ketika Gus Mik sudah melejit reputasinya sebagai seorang wali keramat yang khoriqul ‘aadah, ditengah-tengah Konbes NU di Pondok Pesantren Ihya ‘Ulumuddin, Kesugihan, Cilacap, seorang kyai Kediri yang dulunya juga anggota geng santri mbeling di Lirboyo mendatangi Kyai Kholil di penginapan.

“Dapat salam dari Gus Mik, Gus”.

“Lhah, dia nggak ikut Konbes?”

“Datang sih…”

“Mana orangnya? Kok nggak nemuin aku?”

“Nggak mau. Sampeyan tukang nggasak (tukang meledek) sih… kalau sampeyan ledek, bisa-bisa badar (gagal) kewaliannya…”

***

FRAGMEN II: WALI ANYAR (WALI BARU)

banner 2 2 - Kisah Nyata: Subhanallah..., Santri 'Nakal' Itu Akhirnya Jadi Wali!

Suatu kali, Mbah Lim (Kyai Muslim Rifa’i Imam Puro, Klaten) yang terkenal wali, datang mengunjungi Gus Mus. Seorang pendhereknya (santri yang mengikutinya) diutus untuk memberi tahu Kyai Kholil.

“Mbah Lim ada di rumah Gus Mus, ‘Yai”, kata si pendherek, “panjenengan dimohon menemui…”

“Nggak mau! Sama-sama walinya kok!”

Setelah dilapori, Mbah Lim segera beranjak menemui Kyai Kholil. “Sesama wali” berangkulan sambil tertawa-tawa.

“Wali anyar… wali anyar…”, kata Mbah Lim, “bodong ‘ki… bodong ‘ki…”

***

FRAGMEN III: VOTING

Konbes NU di Bandarlampung kebingungan memilih Rais ‘Aam baru. Kyai Achmad Shiddiq telah wafat, Kyai Ali Yafie mengundurkan diri. Kyai Yusuf Hasyim, calon terkuat, didelegitimasi keponakannya sendiri.

“Pak Ud itu bukan ulama, tapi zu’ama”, kata Gus Dur, “beliau termasuk santri korban revolusi… ngajinya kocar-kacir!”

Konbes pun kehilangan arah.

Dikerumuni wartawan, Kyai Kholil melontarkan statement,

“Istikhoroh saja!”

“Bagaimana caranya?” wartawan bertanya.

“Pilih 40 orang kyai ahli riyadloh (tirakat). Beri kesempatan mereka beristikhoroh. Sesudah itu, saling mecocokkan isyaroh yang didapat masing-masing…”

Wartawan tak puas,

“Kalau diantara 40 kyai itu hasil istikhorohnya berbeda-beda bagaimana?”

Jawaban Kyai Kholil mantap:

“Ya divoting!”

terong gosong

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

99 thoughts on “Kisah Nyata: Subhanallah…, Santri ‘Nakal’ Itu Akhirnya Jadi Wali!”

  1. Postingan di atas jadi mengingatkan saya sewaktu dulu saya masih sekolah SMA di Rembang. Kiyai Kholil kalau khutbah Jum’at OK banget dan menjadi favorite saya di antara khotib-khotib yg hebat-hebat di Rembang, seperti di antaranya KH Wahab Chafidz, KH Mizan Asrori, dll.

    Saya juga ingat sering mampir di Pesantrennya Kiyai Kholil ikut makan nasi senampan dimakan rame-rame dg lauk sambal terong yg dicos pakai cuilan genteng yg dibakar, rasanya nikmat sekali, he he he…. minumnya pake air ledeng yg jernih.

    Saya yakin KH Kholil Bisri itu seorang Wali, sosok tersebut memang luar biasa setahu saya selama sekolah di Rembang. Beliau memang termasuk legenda seperti ayahnya Kiyai Bisri Musthofa yg juga seorang Wali yg menulis kitab tafsir Al-Qur’an judulnya “Al-Ibriz” dengan bahasa Jawa. Kapan ya kitab tafsir tsb diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, kandungan kitab tsb sangat luar biasa kandungan ilmunya.

    Matur nuwun atas postingannya, barokallohu fik.

  2. Buset..enak banget jadi Aswaja ya…!!!!
    Walaupun nakal bisa jadi wali…
    walaupun sering ngisapin rokok yang di harankan tetap bisa jadi wali…
    Mungkin bisa jadi wali namanya “Wali Rokok”
    Kayak cerita Sunan Kali Jaga..Cuma jagain tongkat di sungai,,tanpa sholat dan ibadah yang lain, trus jadi wali…
    Ayo dah di lanjut postingannya,, yang lebih lucu, biar makin asyik bacanya..
    Pokoke Ummati TOP MARKOTOP…

    1. @RONGGOLAWE/Budi/bapaknya anak genius 2th ……….itulah penilaian / pesangkaan dari orang keblinger macam nt yang dilihat dari sisi negativenya terus ……….kalau itu semua kehendak Alloh apa nt tetep mau menyangkal ????? seperti Iblis dulu menolak syujud pada Nabi Adam ……….coba nt maknai tuh kenapa Nabi Adam harus di sujudi , kan dia bukan Alloh , kan Musyrik spt kata2 kesayangan/faforit nt ya nggak Nggol ????

    2. Budi penyakit virus wahabinya kambuh nih, ngiri aja lihat oarng jadi wali? Kalau di kalangan tokoh penganut wahabi, dijamin tidak ada satu sosok pun yg dikenal sebgai wali. Apa sebabnya? Tidak lain adalah wahabi menolak tasawuf atau laku ihsan yg di mana dari perjalanan menata hati inilah Allah akan mengangkat derajat/maqom seorang hamb jadi wali-NYA/kekasih-NYA.

      Intinya, di kalangan tokoh-tokoh Wahabi sejak zaman Syekh Muhammad ibnu Abdul Wahhab sampai zaman Syaikh Alu Syaikh tidak ada satu pun sosok yg dikenal sebagai Wali. Ajarannya sesat kok mana ada yg dijadikan Wali, paling-paling yg ada juga Wali syetan.

      Saya secara pribadi sangat mengetahui beliau adalah sosok yg sangat luhur, mencintai dan dicintai oleh masyarakatnya di Kota Rembang. Saya yakin tidak ada Pro-kontra tentang Sosok ini di kota Rembang tentang derajat keluhuran akhlak Kiyai Kholil Bisri ini. Bisa dicek langsung di kota Rembang bagi yg tidak percaya untuk membuktikannya.

      1. Wkwkkwkwkw,,MUI ente yang kebanyakan Aswaja yang bilang rokok haram mas,,kenapa? MUI ente berarti keblinger dong,,sana tuch protes sama MUI ente yang kebanyakan Aswaja,,tapi biasalah itu jangankan MUI, nabi aja kalian tolak dan selisihi apalagi MUI kalian,{Mbah2 Ubanan tapi Imut},,,,

  3. Komentar teman-teman ASWAJA membuat saya menyadari memang ternyata tidak ada di kalangan tokoh-tokoh Wahabi yg dikenal sebagai Wali Allah, padahal seharusnya Wali itu benar-benar ada sebab Allah dan Rasul-NYA sering menyebutkan tentang keberadaan para Wali itu.

    Pertanyaan saya baik kepada teman-teman ASWAJA ataupun Wahabi, kenapa di kalangan tokoh-tokoh Wahabi sejak kemunculannya sampai hari ini tidak ada yg dikenal sebagai Wali Allah? Kalau kata Mas Aryopati karena Wahabi Anti Tasawuf, bisakah teman-teman menjelaskannya lebih detail lagi? Sebelum dan sesudahnya saya sampaikan banyak terimakasih, saya tunggu penjelasannya baik dari pengikut Wahabi ataupun ASWAJA.

    1. @UmmuAiman …..sedikit pengetahuan dari ana yang Namanya Wali Alloh itu derajat yang nggak bisa diminta dan semua itu hanya kehendakNya lah seorang manusia dapat derajat tsb ,Dalam hadits qudsi, “Allah berfirman yang artinya: “Para Wali-Ku itu ada dibawah naungan-Ku, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang wali, kecuali jika Allah memberikan Taufiq HidayahNya” bahkan untuk kita kenal dgn seorang wali pun tidak mudah disamping para wali Alloh itu sendiri “tersembunyi “banyak juga hadist lain yang menerangkan hal tersebut …… dari ‘Umar bin Khathab ra bahwa Rasulullah saw
      “Sesungguhnya diantara hamba-hambaku itu ada manusia manusia yang bukan termasuk golongan para Nabi, bukan pula syuhada tetapi pada hari kiamat Allah ‘Azza wa Jalla menempatkan maqam mereka itu adalah maqam para Nabi dan syuhada.”Seorang laki-laki bertanya : “siapa mereka itu dan apa amalan mereka?”mudah-mudahan kami menyukainya. Nabi bersabda: “yaitu Kaum yang saling menyayangi karena Allah ‘Azza wa Jalla walaupun mereka tidak bertalian darah, dan mereka itu saling menyayangi bukan karena hartanya, dan demi Allah sungguh wajah mereka itu bercahaya, dan sungguh tempat mereka itu dari cahaya, dan mereka itu tidak takut seperti yang ditakuti manusia, dan tidak susah seperti yang disusahkan manusia,” kemudian beliau membaca ayat : ” Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Yunus [10]:62 )namun sayang saudara2 kita dari golongan wahabi mendengar ilmu ini ( tasawuf) aja alergi bahkan mereka berkata ini bukan dari islam ………bagaimana mereka bisa mengenal Alloh lebih dekat bahkan mencintainya bagai kekasih ????? demikian @UmmuAiman …..semoga bermanfaat ……salam

  4. saya rasa yang paling berhak dan paling kompeten menjawab pertanyaan Ummu Aiman adalah para pengikut Wahabiyah , namun karena Ummu Aiman menanyakan Hal itu kepada semuanya , maka meskipun saya orang Luar ( bukan pengikut Wahabisme )saya ingin ikutan jawab , bolehkan…?
    pertanyaan Ummu Aiman : kenapa di kalangan tokoh-tokoh Wahabi sejak kemunculannya sampai hari ini tidak ada yg dikenal sebagai Wali Allah ?.

    jawaban saya :
    1. Aqidah Wahabiyah adalah Aqidah Tasybih dan Tajsim yang jelas-jelas Allah dan Rosulnya larang , sehingga sehebat apapun Ibadah yang mereka lakukan tetap saja tidak akan membuat seorangpun dari mereka menjadi wali Allah , bahkan mereka lebih dekat dengan kekufuran , karena Ijma` Ulama Al- Mujassim Kafir.
    2. Tauhid yang mereka yakini adalah Tauhid Bathil , seolah Allah dimata mereka ada dua yaitu 1. Allah yang tidak wajib disembah mereka jelaskan dalam Tauhid Rububiyah dan 2. Allah yang Wajib disembah yang mereka jelaskan dalam Tauhid Uluhiyah.
    salah satu dari dua hal diatas saja sudah cukup menjadikan mereka sebagai Hamba Hawa nafsu , bagaimana mungkin mereka menjadi Wali Allah…?
    ditambah
    3. mereka menolak Tashowuf sebagai intisari Ajaran Islam Hanya gara gara (soal Istilah bukan Prinsip) karena penolakan inilah bagaimana mungkin mereka Menjadi Wali Allah sedangkan Ilmunya mereka Tolak.

    wallahu A`lam Bishowab.

    1. Hehehehehe,,itukhan ukuran fikiran ente mas, hingga gak akan ada salafy wahabi yang jadi Wali..
      Mas…kita ikutin Imam 4 mazhab aja mas, tinggian mana deh ilmu para imam itu dengan Kyai yang ngisap barang haram ini mas{Kiyai Kholil Bisri Rembang},,Gak ada tuch para Imam di bilang Wali Allah,,mungkin karena para Imam itu gak ada yang belajar Tashawuf ya..?

      1. ya mana wali Allah dari golongan Wahabi ? bisa budi sebutin satu nama saja …?

        budi jika Imam 4 Madzhab Bukan Wali Allah maka siapa Wali Allah itu…?
        dan ada seorang ulama yang bermimpi ketemu Nabiyullah Khidir as , ulama ini bertanya pada nabi khidir , siapakah Asyafi`i dijawab oleh nabi khidir huwa minal Awtad (awtad adalah gelar maqom tertentu dalam kewalian.

        dan pada setiap Zaman Waliyullah itu akan selalu ada. (hanya tidak dari golongan Wahabiyah.)

        1. Mas..siapa sich yang mengakui Kyai di atas sebagai Wali?,,dasar pijakannya apa? Kok enak baget ya dan begitu mudah jadi Wali,,,Jangan-jangan Habib Mundzir juga Wali,,,Banyak banget yang jadi Wali,,Mungki mas Mamo entar lagi juga jadi Wali tuch,,

          1. jumlah wali jika dibandingkan dengan jumlah Muslimin seluruh dunia ya sangat-sangat sedikit , silahkan budi berkonsultasi dengan mbah rhedy abu jamal.

  5. Mbah ikut nimbrung nih.
    Wali Alloh hanya ada dua kelompok lho:
    1. Wali mastur: yaitu auliya yang tersembunyi dari masyarakat umum dan tidak ada masyarakat umum yang bisa mengenalnya.
    2. Wali mashyur: yaitu auliya yang bisa dikenal oleh masyarakat, sebagai contoh Syekh Abdul Qadir al Jilani, Syekh Abil Hasan Ali asy Syadzili dll.

    Makanya kita yang awam ini sangat sulit mengetahui seseorang itu wali apa bukan karena seorang wali juga seperti kita juga. Mereka juga makan, minum, menikah atau bahkan juga bekerja keras seperti kita.

  6. Makanya kita jangan sekali-kali mencela atau mencaci wali, benar-benar bahaya lho. Orang yang suka mencaci wali seringkali meninggal su’ul khatimah. Bukti kebanaran hadist qudsi: Barangsiapa memusuhi waliku maka Aku nyatakan perang kepadanya banyak sekali dan saya banyak mendengar kisah seperti itu dijaman ini. Kisah yg saya dengar bukan dongeng tetapi dari seseorang yang jujur dan benar serta kokoh dalam tauhid dan iman.

  7. @ baihaqi
    dikalangan wahabi memang gak ada wali, kalau wali syetan banyak terutama di arab saudi yaitu dinasti saud yang masih keturunan muawiyah yang yahudi kalo di indonesia juga banyak pengikut2nya- gampang aja melihatnya- celana cingkrang, jidat hitam, jenggot awut2tan menyeramkan, menganggap diri paling benar, paling nyunnah.

    1. jundumuhammad @.
      Istilah yang simpel namun mengandung makna yang luas dan dalam : sebenarnya manakala kita selalu istiqomah di dalam menjalankan suatu ‘amal , ” yang diridhoi Alloh ‘Azza Wa Jalla ” , maka pada saat itulah sebenarnya kita telah menjadi Wali.

      ” yang diridhoi Alloh ‘Azza Wa Jalla ” . syukron atas pencerahannya.

    2. Terimakasih Mas Jundu Muhammad, saya pun ikut menggaris bawahi yg digarisbawahi oleh Mas Syahid: “istiqomah menjalankan amal yang diridhoi Alloh ‘Azza Wa Jalla, maka pada saat itulah sebenarnya kita telah menjadi Wali”.

      Juga terimakasih untuk link downloadnya.

  8. Assalamu ‘alaikum …… blog yg sangat membantu membentengi aqidah umat dari perpecahan yg dipelopori oleh salafy/wahaby…… semoga blog aswaja ini slalu dnaungi rahmat dan keberkahan dari Allah Azza wa Jalla …

  9. Kelihatannya para pengikut Wahabi sudah pada ngeri, mereka pada gak berani tampil di sini, takut ditelanjangi aqidah sesatnya oleh anak-anak ASWAJA. Memang kasihan mereka para Wahabi itu, merasa paling lurus tauhidnya kok sama anak-anak ASWAJA malah dibongkar kesesatan tauhidnya. Ya pantas aja kalau ustadz mereka ngeri dan ngajakin teman-temannya kabur, he he he….

  10. kami memang tidak menyematkan gelar WALI kepada orang2 yang kami kagumi dalam ilmu dan amalnya, seperti Al Albani, Ibnu Baaz, Ibnu Utsaimin dan lain2. namun bukan berarti kami mengingkari tingginya kedudukan mereka.

    adapun gelar WALI yang kalian sematkan pada orang yang kalian kagumi, semisal Kiyai Kholil Bisri Rembang di atas, itu adalah hak kalian, karena itu adalah penilaian subyektif kalian.

    simpel, orang yang segolongan kalian gelari WALI, sedangkan yang berlawanan golongan kalian olok2. itu hal yang tidak mengherankan dan kami tidak perlu iri dengan penilaian subyektif kalian itu.

    1. @ajam …….“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)“. (QS Al Isra [17]: 72 )

      “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS Al Hajj [22]:46 )

      Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).” (QS Ar Ruum [30]:53 ) lunakan hati nt Jam …..

    2. He he he… Ajam gak pede nyebut tokoh-tokoh Wahabi sebagi WALI ALLAH, takut diketawain cicak-cicak di dinding, he he he….

      Bukan hanya cicak2 di dinding yg akan ketawa, bahkan kecoak liar pun akan ikut tertawa kalau ada pengikut Wahabi menyebut tokohnya sebagai WALI ALLAH. Nyebutnya nggak Pede sih?

  11. Lebih baik salah menganggap orang atau ulama sebagai wali daripada salah menghina ulama, ternyata dia wali. Berabe deh. Tp ada juga loh orang yg berani menghina dan mencela ulama asyariyah dan sufi. Kalau sekedar mengkritik atau menyanggah sebuah pendapat dalam kerangka ilmiyah sih tidak apa. tp kalau ada yg berani menyesatkan dan mengkufurkan, udah parah deh. Semoga kita semua tidak ada yg seperti itu.

  12. Sungguh kasihan para masyarakat NU yg tak pernah merdeka cara berfikirnya,menyanjung orang-orang dengan mudah dgn isttilah wali.Cukup kebohongan legenda walisongo yg menipu peradaban agama tanah jawa,jangan tambah lagi dengan legenda2 perwalian manusia biasa lain berikutnya.Katanya orang islam dan golongannya aswaja.Ajaran siapa yang saudara amalkan,agama apa yang saudara pelajari.Syirik,khurafat dan bidah merajalela.Alquran dan sunnah sajalah yg kan dipelajari.Buanglah jauh-jauh pemahaman tasyauf,thariqat itu.Dan jangan jadikan pedoman ihyaulumiddin karya Ghazali yang lebih 1000 hadist dhaif dan 1000 hadist bathil didalamnya.Yakinlah tak ada kebenaran pemahaman adanya berkah-berkah melalui kiayi-kiayi itu.mereka juga hamba yg lemah dan tak akan bisa membantu diri mereka sendiri dipengadilan Allah kelak.Istigfar saudara!!!

    1. @.salaf Junior

      masih junior aja sudah banyak bicara , kalo serius tunjukkan jati dirimu dan tunjukkan kebenaran Omongan sesat mu itu…? yuk kita diskusikan , satu persatu sampai tuntas…? atau anda cuma sekedar tongkosong berbunyi sember…?

    2. @salaf yunior
      assalamualaikum,maaf ane mo tanya kpd nt yg mengatakan,:
      Dan jangan jadikan pedoman ihyaulumiddin karya Ghazali yang lebih 1000 hadist dhaif dan 1000 hadist bathil didalamnya.
      siapakah muhaddist sezaman dgnnya yg mengatakan hal TSB ?

  13. @salaf junior, kasihan ente, padahal sy ada buat koment yg sebenarnya buat wahabi, agar wahabi sadar dan tidak salah bertindak atau berucap terhadap wali Allah. Pantaslah anda terhijab dari kebenaran, sedangkan anda berprasangka jelek kepada ulama. Tahukah ente, imam ghozali telah disepakati oleh para ulama sebagai pembaharu agama, dan disaksikan sebagai wali. Anda belajar agama sama siapa? Sama teroris kah? Kasihan ente, semoga dapat hidayah dan guru agama yg benar.

  14. @salafy junior

    Wah wah luar biasa nt. Nt itu berani ngomong begitu berarti menunjukkan betapa dangkalnya ilmu nt soal Islam.
    Kasihan sekali dan sungguh sangat kasihan sekali, baru tahu seujung kaki semut aja tentang Islam sudah koar-koar seperti itu.

    Ironis sekali, nt gunakan dalil-dalil ayat suci untuk memuaskan nafsu nt sendiri.

    1. Yah begitulah wahabi, merasa paling benar sendiri,paling suci sendiri, paling memahami qur’an dan sunnah sendiri selain mereka kafir, syirik, bid’ah wajib dibunuh makanya teroris2 itu dari kalangan mereka anehnya lagi jika amerika dan israel membunuh umat islam Palestina, irak dll, mereka diam saja malah pro israel itu juga maklum aja faham wahabi kan sama dengan yahudi.

  15. @SALAFY JUNIOR

    Bagaimana nt ngomong seperti itu, nah komen nt itu sangat terang benderang menunjukkan nt sombong. Perlu nt tahu, kecerdasan otak itu bisa menjadi sumber kesombongan, dan bagaimana nt mengaku paling qur’ani tetapi sikap sombong menyelimuti diri nt sendiri?

    Lucu sekali…………….

  16. @salafy junior

    Seberapa luas pengetahuan anda tentang al ghazali dan ulama-ulama ahli tasawuf? Apa nt ga tahu bahwa ada banyak ahli hadist kelas dunia yang menjadi tokoh tasawuf? Apa nt ga tahu bahwa ada banyak ahli fiqh kelas dunia yang menjadi guru-guru tasawuf?

  17. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

    Telah meninggal dalam su’ul khotimah, sebuah hati yang dimiliki oleh jasad @Salafy Yunior. Semoga arwahnya hati @Salafy Junior mendapat ganjaran yang setimpal.

  18. @Salaf yunior adalah cermin rusaknya pikiran mayoritas pengikut salafy wahabi, berkat didikan sesat wahabisme. Seorang ulama seperti Imam Ghozali pun dianggapnya sesat, padahal Imam ghozali adalah seorang Muhaddits yg hafal 300.000 hadits. Coba bandingkan dg Albani hafal 100 hadits pun tidak malah dia seorang yang sukses merusak pikiran kaum muslimin. Keilmuan Albani tidak ada seujung kukunya Imam Ghozali, inilah faktanya:

    1. mas aryo , albani 10 Haidstpun dia tidak hafal , nah kalo si junior semua Hadist diluar kepalanya makanya ngomongnya kelewatan , kalo diajak debat pasti Kabur , seperti yang antum bilang : ( cermin rusaknya pikiran mayoritas pengikut salafy wahabi, berkat didikan sesat wahabisme.)

  19. Mereka yang tersesat pada jalan yang lurus adalah mereka yang salah memahami firman Allah ta’ala yang artinya
    “Artinya : Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa”. (QS Yunus [10]:62-63 ).

    Bagi mereka Wali Allah adalah siapa saja yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Taâala dan bertaqwa kepadaNya dengan mengerjakan segala yang diperintahkan oleh Nya Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan segala yang dilarangNya.

    Mereka mengecilkan makna arti dari Wali Allah sehingga akhirnya mereka bisa tidak menghormati Wali Allah karena mereka mengaku-aku bahwa merekapun telah termasuk orang yang beriman dan bertaqwa sebagaimana (QS Yunus [10]:63 )

    Mereka tidak mengerti bagaimana indikator seorang telah termasuk orang beriman dan bertaqwa yang sebenarnya.

    Sungguh orang yang beriman dan bertaqwa adalah orang-orang yang telah menunjukkan ke-sholeh-an atau ke-ihsan-an mereka.

    Rasulullah mengatakan “Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan Akhlak.” (HR Ahmad)..

    Hal ini telah kami sampaikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/14/2011/03/10/ulama-yang-sholeh/ dan http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/14/2011/03/05/pengikut-salafush-sholeh-sebenarnya/

  20. wong wis mati ra sah dibahas…… mau wali atau tidak, g penting…. Yang penting liat aja pemikiran dan amalannya sewaktu hidup..kalo lurus ( sesuai qur’an dan sunnah ),y mudah-mudahan blio benar2 baik trus masuk surga… lha kalo tidak, ya didoakan aja, mudah- mudahan dosanya diampuni, sambil kita jelaskan kepada masyarakat agar tidak mengikuti kesalahannya… Gitu aja kok repoot….

  21. Ada 2 pihak yang sama-sama TIDAK tepat dalam menilai kata Auliya/wali

    PIHAK SATU: pihak ini terlalu gampang mem wali kan seseorang, begitu ada ulama yang punya karomah ini itu aja dah dianggap wali.

    PIHAK DUA: pihak ini malah anti dengan wali dan begitu mudah mendefinisikan arti wali.

    Kalau kedua pihak ini bertemu dan berdebat pasti seru he he he, padahal seorang wali jelas jauh dari sekedar perdebatan atau berkaromah.

    Kata seorang wali yang mbah temui, karomah itu sesungguhnya adalah cobaan dan ada adab/tatakrama di dalam kepemilikan karomah. So, wali yang kita tahu suka ngumbar karomah itu sejatinya bukan wali yang benar-benar wali, bisa jadi cuman pengamal ilmu hikmah doang.

  22. Assalamualaikum…
    ngapunten nunut komen… ^_^
    sebagai orang kediri dan ikut Aswaja , sedikit banyak saya tau ponpes Alfalah (Ponpes milik Gus Mik), dan ponpes Lirboyo (Madrasah Hidayatul Mubtadiien) yang pernah saya singgahi untuk Tholabul ‘ilm.
    oh ya, mgkn just info ” Hukum asal dari merokok adalah Makruh”
    Thanks buat artikelnya… bagus.. 🙂
    buat rekan2 kalau berdebat, debatlah yg Baik. Pakailah adabut takallum.

    Sholli ‘ala sayyidina Muhammad….!

  23. Alhamdulillah.. semoga kita tetap istoiqomah dengan ilmu yang telah kita dapatkan dari guru2 kita. Semoga amal mereka senantiasa terjaga. Bagi yang sudah mangkat kita doakan bersama agar diberi kemudahan dan keampunan dari segala dosa. Bagi yang masih hidup semoga makin luas ilmunya dan makin bermanfaat ilmunya terhadap agama ini. Amiinn.. Cuma kita ASWAJA saja yang jelas menuntut ilmunya dan bersambung sanad guru2 kita dengan Imam2 besar sampai kepada Rasulullah SAW. Amiin. Semoga kita DIAKUI menjadi UMATNYA NABI MUHAMMAD SAW.

  24. dari mana nt wahabi2 bljr sejarah bahwa sunan kali jaga hanya menjaga sungai dan tak solat,sungguh biadab tuduhan2 kau ni,kelak dikubur kau akan tau,tobat dan sahadat lg kau.itulah gara2 terkena doktrin kapir2 wahabi,yahudi

  25. Saya merasa kasihan kepada saudara2 saya yang menganut faham salafi/wahabi, kitab acuan mereka aja mereka tidak faham, padahal ibnu taimiyah dalam Majmu Fatawanya Jilid 4 Hal.379 Ibnu Taimiyah mengakui keberadaan wali qutb, autad dan abdal.
    Wahabi/salafi adalah sebuah generasi yang terputus dengan mata rantai orang tua dan para pendahulunya.

  26. Laila imut :
    wong wis mati ra sah dibahas…… mau wali atau tidak, g penting…. Yang penting liat aja pemikiran dan amalannya sewaktu hidup..kalo lurus ( sesuai qur’an dan sunnah ),y mudah-mudahan blio benar2 baik trus masuk surga… lha kalo tidak, ya didoakan aja, mudah- mudahan dosanya diampuni, sambil kita jelaskan kepada masyarakat agar tidak mengikuti kesalahannya… Gitu aja kok repoot….

    SIP……

  27. fairuz07SIP@

    Nah kan, benar kan Nte Wahabi? Kalau koment seperti ini, mau mengelak bukan WAHABI, mana mungkin? Mana mungkin?

    Dan sudah seperti biasa, kalau teman-teman Wahabinya sudah mulai terdesak dalam diskusi, pasti deh ada saja salah satunya yg bikin ulah seperti Fairuz orang Wahabi ini.

  28. Kerajaan arab saudi para pemimpinnya adalah “wahhabi”, mereka mewariskan kerajaan pada anak turunnya…apakah jaman Nabi Muhammad saw dan sahabat ada yg seperi itu? Menurunkan memimpin pada anak turunnya? Ga usah menuduh orang lain kafir,sirik, bid’ah….tolong orang wahhabi instropeksi diri…arab saudi pro amerika dan israel…semua jg tau itu…mana orang wahhabi yang menentang arab saudi akan pro nya pd amerika dan israel…..mana???? Gajah di pelupuk mata tidak keliatan, semut di seberang benua keliatan…

  29. Alhamdulillah, jk kt prnh bergaul dgn para Wali Allah, sunngguh elok akhlaknya, jawaban salamnya begitu ikhlas hinnga menyentuh kalbu, bicaranya selalu padat berisi hikmah ajaran Islam, Iman dan Ihsan, jalannya mirip Nabi yg dikisahkan oleh Hadits, salah satu dri Wali Allah yg sy kenal adalah Almarhum Abuya Tgk.Umar Husein, hinngga saat ini dayah thariqah beliau ttp komit menggembleng ummat untuk sadar yang mana Rumah Sejati mereka.

  30. Sebaiknya kita tidak tersulut oleh mereka, sehingga kita ikut2an tenggelam dalam fitnah menfitnah. “Dzaharal Fitan” kata Rasulullah telah terbukti, yang berarti qiyamat semakin dekat. Kita lakukan saja yang terbaik untuk agama ini, sambil kita memohon keselamatan kepada Allah dari fitnah dunia dan akherat. Semoga kita semua selamat dunia akherat, Aamiin.

    1. Saya setuju akhi, sebaiknya kita sampaikan saja faktanya, adapun kalau mereka kebakaran jenggot biarin aja, wajar itu, gak usah terpancing oleh koment2 yg bernada kecewa. Siapa yg tidak akan kecewa kalau sekte yg dianggapnya paling benar sendiri dibongkar kesesatannya, pastilah reaksinya akan kecewa, marah, dongkol dll. Tapi lama2 kalau mereka suatu saat punya waktu buat merenungkan fakta yg tersaji di sini, insyaallah mereka akan dapat hidayahNYA, amin.

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker