Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Kisah Nyata - Kisah Unik

Kisah Nyata: Jama’ah Umrah Dianiaya dan Dipenjara Polisi Arab Saudi

Kisah Nyata: Jama’ah Umrah asal Edinburg, Skotlandia dianiaya dan dipenjara polisi Arab Saudi, hanya karena tersandung saat Tawaf ….

 

 

 

Islam-Institte, RIYADH  – Seorang ayah dari tiga orang anak asal Edinburg, Skotlandia, saat ini telah dipaksa mendekam di penjara Saudi setelah sebelumnya dipukuli habis-habisan oleh petugas kepolisian akibat “kesalah pahaman” saat tengah melaksanakan ritual ibadah umrah di kota Mekkah. EdinburgNews pada hari Senin (07/03) melaporkan hal ini.

Kausar Uddin, 47, dari Sighthill melakukan perjalanan ke Mekkah bulan lalu dengan istri, tiga anaknya dan kelompok dari Masjid Blackhall guna mengambil bagian dalam ibadah Umrah, haji kecil bagi umat Islam. Namun saat akan melakukan ibadah di akhir hari Senin, 22 Februari lalu, Kausar Uddin terperangkap dalam dorong-mendorong akibat banyaknya orang dalam masjid paling suci ummat Islam itu, Masjid al-Haram.

Keluarga dan saksi mata mengatakan bahwa Kausar tersandung dan berusaha meraih orang yang berdiri paling dekat dengannya, yang ternyata adalah seorang polisi. Dalam hitungan detik, segerombolan polisi Saudi datang kemudian dengan tiba-tiba memukuli Kausar habis-habisan dengan tongkat hingga bersimbah darah.

BACA JUGA:  Al-Sudais: Eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr Kebahagian Bagi Dunia

Keluarga mengatakan Kausar kemudian dibawa ke Rumah Sakit, kemudian ke kantor polisi, dan passportnya disita.

Terjebak di negara asing tanpa tahu harus berbuat apa, istri Kausar,Alaya, dan tiga anak mereka, Kaulsom 17th, Al-Ebrahim 17th, dan Al-Esmail 8th, menemukan diri mereka tidak dapat menghubungi suami dan ayah mereka serta tidak mampu memastikan pembebasannya.

Berhari-hari terjebak dalam situasi mengerikan di Saudi, istri Kausar kemudian menghubungi teman suaminya, Mr Raza. Mr Raza, seorang akuntan dari Craiglockhart, segera menelepon ke Kantor Luar Negeri dan anggota parlemen Edinburg, Joanna Cherry, dalam upaya untuk mendapatkan bantuan.

Dengan bantuan merekalah keluarga Kausar bisa kembali pulang ke Edinburgh pada tanggal 28 Februari lalu. Sebelum pulang, teman dari temannya yang bisa berbahasa Arab berhasil membuat keluarga Kausar menjenguknya walau dibatasi waktu hanya 5 menit. Keluarga menyebut Kausar terlihat sangat lelah dan sakit.

BACA JUGA:  Kisah Nyata: Usai Ikuti Acara Shalawatan, Tiga Lesbian Tobat

Akhir minggu, Kausar merhasil menelepon keluarganya( diduga menyuap petugas). Dari suaranya yang terdengar gelisah ketakutan, Kausar mengungkap bahwa keadaan tidak membaik. Ia telah diadili pada hari Senin, 29 Februari tanpa perwakilan hukum yang tepat dan dijatuhi hukuman 35 hari di balik jeruji besi dengan tuduhan menyerang seorang polisi – meskipun petugas yang bersangkutan ternyata mencabut tuduhan.

Terdengar terguncang, ia menggambarkan kondisi penjara. Ia terjebak di sebuah ruangan dengan 500 tahanan lainnya. Katanya, tidak ada ruang untuk tidur. keluhan tentang perasaan sakit diabaikan begitu saja. Melengkapi tragedinya, ia diberitahu bahwa hukumannya bisa saja diperpanjang hingga dua tahun penjara. Inilah yang membuat pihak keluarga menjadi sangat marah. Mereka menyebut bahwa hal itu hanyalah sebuah upaya untuk menakut-nakuti Kausar agar ia mau membayar suap dalam jumlah besar untuk keluar.

Temannya, Raza, mengatakan, “Ia menelepon untuk mengatakan, ‘Guys Saya perlu kalian untuk mengeluarkan saya dari sini. Saya benar-benar dalam kondisi tidak baik. Mereka tidak tertarik pada apa pun yang saya katakan. Masalahnya hanya uang! Hanya uang yang bisa mengeluarkan saya dari sini. Karena saya tahu apa yang mereka kejar, dan itu adalah uang.

BACA JUGA:  Waspadai Gerakan Impor Konflik Timur Tengah ke Indoneia

Keluarga Kausar hingga saat ini masih dalam kebingungan dan terguncang. Kausar adalah tulang punggung keluarga, sementara nasibnya masih belum jelas. Putri Kausar dalam wawancara dengan media setempat menyebut ibunya hampir-hampir putus asa dan menangis tiap hari. keluarga ini tidak menyangka tindakan sangat tak berperi-kemanusiaan yang ditunjukkan pemerintah Saudi disaat mereka hanya berkeinginan untuk melakukan ibadah Umrah.

Teman dan keluarga menggambarkan Kausar sebagai seorang laki-laki religius dan santai, serta sangat mencintai keluarganya. Mereka bersikeras “tidak mungkin” ia menyerang seseorang. Kini mereka meminta kepada Kementerian Luar Negeri serta politisi untuk mengambil tindakan mendesak dan membawa ayah tiga anak itu pulang ke Edinburgh.   (AL/ARN)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker