Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Amalan Cerdas

Kirim Pahala dalam Literatur Salafi Wahabi, Ternyata Oke Juga

Dalil Kirim Pahala atau Hadiah Pahala yang Diajukan Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Taymiyah, Ibnu Qoyyim dan Imam Al-Syaukani.

Kirim Pahala dalam Literatur Salafi Wahabi, Ternyata Oke Juga. Berikut ini adalah kajian soal Kirim Pahala atau Menghadiahkan Pahala dalam Literatur Salafi – Wahabi. Kajian tentang kirim pahala ini sekaligus menjawab ocehan kaum Wahabi dari berbagai variant Wahabi yg ada di Indonesia yg meledek amalan “Kirim Pahala”.

Salah satu hal yang berkaitan dengan permasalahan orang meninggal adalah menghadiahkan pahala untuk mayit, atau sering juga diistilahkan KIRIM PAHALA. Dalam syari’ah Islam ada beberapa amaliah yang dapat membantu orang yang telah meninggal. Amaliah yang dilakukan bisa berupa do’a atau selainnya, termasuk doa kirim pahala.

Kirim pahala adalah suatu amalan yang telah ulama kita lakukan sejak zaman dahulu sampai sekarang. Sangat aneh jika kirim pahala (menghadiahkan pahala) untuk mayit itu dianggap bid’ah sesat, brodosa dan masuk neraka.

kirim pahala al fatihah untuk mayit - Kirim Pahala dalam Literatur Salafi Wahabi, Ternyata Oke Juga
Kaum Wahabi meledek amalan Kirim Pahala dari bacaan ayat Al-Qur’an. Padahal Imam Wahabi Syaikh Muhammad BAW juga membenarkan sampainya kirim pahala.

Dan lebih aneh lagi setelah kita telusuri ulama-ulama kenamaan yang menjadi rujukan kaum wahabi Indonesia dalam berdalil ternyata juga membolehkan amalan kirim pahala untuk mayit. Hal ini sebagaimana ajaran ulama-ulama rujukan Wahabi berikut ini:

1. Muhammad bin Abdul Wahhab

وأخرج سعد الزنجاني عن ابي هريرة مرفوعا: من دخل المقابر ثم قرأ فاتحة الكتاب, وقل هو الله أحد, وألهاكم التكاثر, ثم قال: إني جعلت ثواب ما قرأت من كلامك لأهل المقابر من المؤمنين والمؤمنات, كانوا شفعاء له ألى الله تعالى. وأخرج عبد العزيز صاحب الخلال بسند عن أنس مرفوعا: من دخل المقابر, فقرأ سورة يس, خفف الله عنه وكان له بعدد من فيها حسنات
(محمد بن عبد الوهاب ” مؤسسة الفرقة الوهابية ” في كتابه أحكام تمني الموت)

“Sa’ad al-Zanjani meriwayatkan hadits dari Abu Hurairoh ra secara marfu’: “Barang siapa mendatangi kuburan lalu membaca surah al-Fatihah, Qul Huwallahu Ahad dan al-Hakumuttakatsur, kemudian mengatakan: “Ya Allah, aku hadiahkan pahala bacaan al-Qur’an ini bagi kaum beriman laki-laki dan perempuan di kuburan ini…” Maka mereka akan menjadi penolongnya kepada Allah”.

Abdul Aziz – murid dari al-Imam al-Khollal -, meriwayatkan hadist dari sanadnya dari Anas bin Malik ra secara marfu’: Barangsiapa mendatangi kuburan, lalu membaca Surat Yasin, maka Allah akan meringankan siksa mereka. Dan ia akan memperoleh pahala sebanyak orang-orang yang ada di kuburan itu.” (Muhammad bin Abdul Wahhab, Ahkam Tamanni al-Maut, hal. 75)

Kalau sudah begini, beranikah para pengikut wahabi mengatakan sesat terhadap Syaikh Imamnya sendiri, Muhammad bin Abdul Wahhab ?

BACA JUGA:  Empat Guru Lecehkan NU, Ajari Siswa Tinggalkan Amalan NU

2. Ibnu Taimiyah

Dalam kitabnya, Ibnu Taimiyah, soko guru yang menjadi inspirator kemunculan faham wahabi, ia menjelaskan bahwa sampainya kirim pahala dar bacaan ayat Al-Qur’an yang dihadiahkan pada mayit.

وسئل: عمن هلل سبعين ألف مرة، وأهداه للميت يكون براءة للميت من النار حديث صحيح أم لا؟ وإذا هلل الإنسان وأهداه إلى الميت يصل إليه ثوابه، أم لا؟ فأجاب: إذا هلل الإنسان هكذا: سبعون ألفاً، أو أقل، أو أكثر، وأهديت إليه، نفعه الله بذلك، وليس هذا حديثا صحيحاً، ولا ضعيفاً. والله أعلم. مجموع فتاوى ابن تيمية

“Syaikh Ibnu Taimiyah ditanya (oleh seseorang) tentang orang yang membaca tahlil 70.000 kali dan menghadiahkannya kepada mayit agar menjadi tebusan baginya dari neraka. Apakah hal ini hadits shahih atau tidak? Dan apabila sseorang membaca tahlil lalu dihadiahkan kepada mayit, apakah pahalanya sampai atau tidak?” Beliau menjawab, “Apabila seseorang membaca tahlil sekian; 70.000 atau kurang, dan atau lebih. Lalu dihadiahkan kepada mayit, maka hadiah tersebut bermanfaat baginya. Dan ini bukan hadits shahih dan bukan hadits dha’if. Wallahu a’lam (Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, juz 24 hal. 323)

قال شيخ الأسلام تقيالدّين احمد بن تيمية في فتاويه، الصّيحح أن الميّت ينتفع بجميع العبادات البدنية من الصّلاة والصّوم والقراءة كما ينتفع بالعبادات الماليّة من الصّدقة ونحوها باتّفاق الأئمّة وكمالودعي له واستغفرله – حكم الشريعة الإسلاميّة فى مأتم الأربعين ٣٦

“Syaikhul Islam Ibn Taimiyah mengatakan dalam kitab Fatawa-nya bahwa pendapat yang benar dan sesuai dengan kesepakatan para imam adalah… Bahwa mayit dapat memperoleh manfaat dari semua ibadah badaniyyah seperti shalat, puasa, membaca alQur’an. Ataupun ibadah maliyah seperti sedekah dan lain-lainnya. Hal yang sama juga berlaku untuk orang yang berdo’a dan membaca istighfar untuk mayit. (Hukm al-Syari’ah al-Islamiyah fi Ma’tam al-Arba’in, 36)

3. Ibn Qayyim al-Jawziyyah:

Ada sebuah ayat yang sering digunakan oleh golongan pengingkar amalan kirim pahala. Yang mana menurut mereka ayat ini sebagai dasar bahwa pahala seseorang itu tidak bisa diberikan kepada orang lain. Dan ia hanya akan mendapatkan pahala dari amal yang dikerjakannya sendiri.

أم لم ينبّأ بما في صحف موسى، وإبراهيم الّذي وفى، ألاّتزر وازرة وزرأخرى، وأن ليس للإنسان إلاّماسعى – النجم ٣٦-٣٩

BACA JUGA:  Firanda Berdusta, Berhujjah dengan Hujjah Dusta dan Palsu (1)

“Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnaan janji? (yaitu) bahwa seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwa seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (QS Al-Najm 36-39)

Namun menurut Ibn Qayyim al-Jawziyah, ulama kenamaan yang menjadi rujukan wahabi, beliau mengutip pendapat Abi al-Wafa’ Ibn ‘Aqil menjelaskan sebagai berikut:

الجواب الجيّد عندي أن يقال الإنسان بسعيه وحسن عشرته اكتسب الأصدقاء وأولد الأولاد ونكح الأزواج وأسدى الخير وتودّد إلى النّاس فتر حّموا عليه وأهدوا له العبادات وكان ذلك أثرسعيه – الرّوح ١٤٥

“Jawaban yang paling baik (tentang QS al-Najm 39) menurut saya, bahwa manusia dengan usahanya sendiri dan juga karena pergaulannya yang baik dengan orang lain, ia akan memperoleh banyak teman, melahirkan keturunan, menikahi perempuan, berbuat baik serta menyintai sesama. Maka semua teman, keturunannya dan keluarganya tentu akan menyayanginya kemudian menghadiahkan pahala ibadahnya (ketika telah meninggal dunia). Maka hal itu pada hakikatnya merupakan hasil usahanya sendiri.” (al-Ruh, 143)

4. Imam Al-Syaukani

وقال في شرح الكنز إن للإنسان أن يجعل ثواب عمله لغيره صلاة كان أو صوما أو حجا أو صدقة أو قراءة قرآن ذلك من جميع أنواع البر ويصل ذلك إلى الميت وينفعه ثم أهل السنة انتهى والمشهور من مذهب الشافعي وجماعة من أصحابه أنه لا يصل إلى الميت ثواب قراءة القرآن وذهب أحمد بن حنبل وجماعة من العلماء وجماعة من أصحاب الشافعي إلى أنه يصل كذا ذكره النووي في الأذكار وفي شرح المنهاج لابن النحوي لا يصل إلى الميت عندنا ثواب القراءة على المشهور والمختار الوصول إذا سأل الله إيصال ثواب قراءته وينبغي الجزم به لأنه دعاء فإذا جاز الدعاء للميت بما ليس للداعي فلأن يجوز بما هو له أولى ويبقى الأمر فيه موقوفا على استجابة الدعاء وهذا المعنى لا يختص بالقراءة بل يجري في سائر الأعمال والظاهر أن الدعاء متفق عليه أنه ينفع الميت والحي القريب والبعيد بوصية وغيرها وعلى ذلك أحاديث كثيرة

“Disebutkan dalam Syarh al-Kanz bahwa boleh bagi seseorang untuk mengirim pahala amal kepada orang lain, shalat kah, atau puasa, atau haji, atau shadaqah, atau Bacaan Alqur’an, dan seluruh amal ibadah lainnya, dan itu boleh untuk mayyit dan itu sudah disepakati dalam Ahlussunnah waljamaah.

BACA JUGA:  Kisah Nyata: Nalar dan Akal Sehat Menuntun Dia Keluar dari Salafi

Dijelaskan dalam Syarh Al Minhaj oleh Ibn Annahwiy : “Tidak sampai pahala bacaan Alqur’an dalam pendapat kami yang masyhur, dan maka sebaiknya adalah pasti sampai bila berdoa kepada Allah untuk memohon penyampaian pahalanya itu, dan selayaknya ia meyakini hal itu karena merupakan doa, karena bila dibolehkan doa untuk mayyit, maka menyertakan semua amal itu dalam doa tuk dikirmkan merupakan hal yang lebih baik.

Dan ini boleh untuk seluruh amal, dan doa itu sudah Muttafaq alaih (tak ada ikhtilaf) bahwa doa itu sampai dan bermanfaat pada mayyit bahkan pada yang hidup, keluarga dekat atau yang jauh, dengan wasiat atau tanpa wasiat, dan dalil ini dengan hadits yang sangat banyak” ( Naylul Awthar lil Imam Assyaukaniy Juz 4 hal 142, Al Majmu’ Syarh Muhadzab lil Imam Nawawiy Juz 15 hal 522 ).

Dalil Kirim Pahala yang Diajukan Imam Al-Syaukani

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Kami telah menurunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (Q.s. an-Nisa’: 174-75).

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. 2 : 186).

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan. Dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)” (QS. 27 : 62).

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. 40 : 60).

Beranikah pengikut Wahabi menyesatkan para Ulamanya terkait Kirim Pahala ?

Kalau sudah begini, beranikah para pengikut wahabi mengatakan sesat terhadap Ulama mereka sendiri? Masihkan akan terus mengatakan bahwa menghadiahkan pahala atau kirim pahala untuk mayit itu adalah BID’AH, SESAT, Berdosa dan masuk neraka? Wallohu a’lam….

R Desi Alya Akp (Wahabi N Ews)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

19 thoughts on “Kirim Pahala dalam Literatur Salafi Wahabi, Ternyata Oke Juga”

  1. Admin@

    Maaf mau minta klarifikasi, dalam tulisan No 4, Imam Syaukani. Di situ tertulis sbb: Dijelaskan dalam Syarh Al Minhaj oleh Ibn Annahwiy . Yang ingin saya minta klrifikasinya adalah tentang Al Minhaj tsb, bukankah kitab ini karya Imam Nawawi? Maaf, ini bukan kritik atau tepatnya saya minta sekedar penjelasan atau munkin salah ketik?

    1. Syukron koreksinya Mas Yanto…

      Tetapi memang tulisan itu tidak salah ketik, alias sudah benar seperti itu.

      Bahwa kitab Minhaj (Minhaj al-Thalibin) adalah benar karya Imam Nawawi. Hebatnya kitab tersebut sudah disyarah ( diperjelas keterangannya ) oleh para Ulama sesudahnya agar Ummat Islam lebih mudah memahaminya. Salah satunya adalah Syarah karya Ibnu An Nahwiy.

      Kitab al-Minhaj merupakan sebuah kitab fiqh karya al-Nawawi yang sangat penting dalam Mazhab Syafi’i, sehinggga para ulama yang hidup sesudah al-Nawawi membuat syarahnya, supaya pengikut Madzhab Syafi’i dapat memahaminya dengan mudah dan benar.

      Lebih 20 kitab syarah Minhaj ditulis oleh banyak Ulama, diantaranya adalah:

      1.Al-Bahr al-Mawaj ila Syarh al-Minhaj, karya Shafiuddin Ahmad bin al-‘Imad al-Aqfahasy

      2.Al-Diibaj ila Syarh al-Minhaj, karya Muhammad bin Abdullah al-Zarkasyi

      3.Tashhih al-Minhaj, karya Sirajuddin Umar bin Ruslan al-Bulqainy

      4.Dar al-Taj fi I’rab Masykal al-Minhaj, karya al-Suyuthi

      5.Al-Bahr al-Mawaj, karya Muhammad bin Fakhruddin al-Abar al-Maaridiny

      6.Al-Najm al-Wahaj ila Syarh al-Minhaj, karya Jamaluddin Muhammad bin Musa al-Damiry

      7.Syarh al-Minhaj, karya Taqiyuddin Abu Bakar bin Ahmad bin Syahbah

      8.Badayah al-Muhtaj ‘ala Syarh al-Minhaj, karya Ibnu Syahbah al-Asaady

      9.Irsyad al-Mihtaj ila Syarh al-Minhaj, karya Ibnu Syahbah al-Asaady

      10.Hadi al-Raghibin ila Syarh Minhaj al-Thalibin, karya Muhammad bin Abdullah bin Qadhi ‘Ajilun

      11.Tuhfah al-Muhtaj ila Syarh al-Minhaj, karya Ibnu Hajar al-Haitamy

      12.Nihayah al-Muhtaj ila Syarh al-Minhaj, karya Muhammad bin Ahmad al-Ramly

      dan masih banyak lagi….

      1. Alhamdulillah, terimaka kasih Ustadz Admin. Penjelasannya sangat bermanfaat untuk mmbuka cakrawala pengetahuan saya. Semoga Ummati tetap langgeng dan istiqomah di jalan dakwah Aswaja, aaamiiiin.

  2. Ajaran wahabi yg Bathil emang tdk layak untuk diikuti .
    kalau pedangdut ada pacar dunia akhirat, Wahabi adalah fitnah dunia akhirat
    Wahabi merasa benar sendiri mungkin dengan cingkrang celana yg dibalut dg cingkrang pemahaman atau dg jidad hitam bekas benturan karpet sujud merupakan jalan kepada surga. Kesombongan inilah yg akan menghapus amalan sebagaimana kayu bakar dilalap api.

    Dg jargon Kembali Alquran dan sunnah dg tanpa beban mengkafirkan ikhwan muslim.
    Tetapi kalau direnungkan sesungguhnya Jargon kembali ke Alquran dan Sunnah hanyalah buaian bak impian.

    Bagaimana tidak Pemahaman Alquran mereka ala Khowarij dan Sunnah mereka bisa dikatakan sunnah Muhammad ibnu Wahab .

    renungkan

    1. Maaf mas qudsy, jidat ana juga ada hitamnya, tapi ana adalah aswaja (NU) tulen, Insyaallah dunia akhirat…amiiiin…

  3. Masih di dalam Nailul Awthar, juga disebutkan oleh imam asy-Syaukani perihal pendapat-pendapat di kalangan madzhab Syafi’iyyah, yang mana pendapat yang masyhur adalah “TIDAK SAMPAI”, namun pendapat yang MUKHTAR di kalangan Syafi’iyyah adalah “SAMPAI” jika disertai dengan berdo’a kepada Allah Ta’ala agar menyampaikan pahala bacaan tersebut.

    Lebih lengkapnya silakan dibaca kitab Nailul Awthar di link ini:
    http://maktabah.jundumuhammad.net/read.php?vcid=1&vbid=1&vtocid=3948

    1. Terima kasih Ust Jundu , semakin jelas dg tambahan antum. Intinya adalah do’a kita untuk menyampaikan pahala kepada si mayyit. Pasti Allah berkenan menyampaikannya. Karena Allah menerima do’a yg baik2 dari para hambanya yg sholih2, amin………… x3

  4. Alhamdulillah, sukron atas diterbitkannya artikel di atas.

    Ana pun sdh punya keyakinan yg mantab tentang sampainya do’a-do’a hadiah pahala atau transfer pahala atau kirim pahala untuk si Almarhum. Allah Subhanahu wa ta’ala akan menerima do’a-do’a para hambanya yg sholih yg ditujukan untuk para Almarhum muslim muslimat semuanya.

    Situs website Ummati Press dan Situs2 lainnya yg seperti ini benar2 bermanfaat buat ana dan keluarga ana sejak tahun 2010 sampai sekarang.

    Syukron Mas Admin Ummati bisa semakin berkembang menjadi website yg lebih baik lagi, amin amin amin…. Alohumma amin.

  5. Artikel2 bagus,yang memberi penerangan kepada umat.
    Teruslah berjuang wahai sodaraku,lawan hujjah dengan hujjah & kesabaran. Bukan dengan cemoohan & caci maki kpd mereka yang merasa paling benar sendiri. Biarlah mereka (wahabi) seperti itu,kita ndak boleh terbawa dgn paradigma mereka.
    Kita adlh aswaja,yg menjaga sikap & sifat2 luhur & mulia Rosululloh SAW hingga salafus sholeh,yg dgn susah payah berjuang menuntun & menyatukan umat Islam dari kejahiliahan & perpecahan..
    Kalau boleh ana ijin copas,untk di share .

      1. Suwun mbah..
        Alhamdulillah,dah ketemu sama web ini…syukur2 kolaborasi & bersinergi sama web aswaja lainnya,untuk membendung gerakan wahabi yg kian gencar..saling mengisi & melengkapi,yang penting bisa nangkal mereka bil qalam..
        (Biarin ndak papa aku disebut TBC,asal ndak SArAF..hehehe……)

  6. @admin
    ada waktu gk buat admin tuk buatin e-book artikel Ummati, ane fikir sangat membantu. meskipun ane jarang komen tapi ane tetep ngikutin postingan2x ummati. syukron. O ya. ust ahmad syahid kok gk pernah komen lagi y?

    1. Mas amr,
      Untuk waktu dekat ini kami belum bisa membuat ebook artikel2 di sini. Sebab kami masih kewalahan dalam membenahi SEO Website ini, ini sangat menyita waktu karena kami masih try and error, maklum otodidak dalam memanage ini website.

      Rencana ke depan kami akan membuat ebook artikel2 di website ini, juga artikel2 yg ada di website-website Aswaja yang lain. Insyaallah nanti bisa donlot gratis, sabar ya?

  7. maaf ustadz bukankah lebih baik pasang foto ulama? jikapun harus wanita kalau bisa yang rapat menutup aurat. web ini sudah masyhur jadi biar pengunjungnya lebih nyaman.

    boleh tidak ditampilkan komentar saya

    salam aswaja

  8. Alhamdulillah, bagus, tp ada baiknya kt tdk mencemooh dr penampilan mereka spt isbal dsb, yg memang ada dalil syar’i nya, krn sy pun ktk ngaji kitab kl ga slh safinah atau sulam taufiq ada menerangkan hal tsb. yg pd akhirnya kt sm saja mencemooh syariat yg dibw nabi kt, meskipun kt anggap dali2 trsbt hanya berupa anjuran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker