Berita Afrika

Presiden Gambia: Kini Gambia Jadi Negara Republik Islam

Penduduk Gambia berjumlah sekitar 1,8 juta jiwa, 95% warganya menganut agama Islam.

Presiden Gambia, Yahya Jammeh memproklamirkan negaranya Sebagai Republik Islam. Yahya Jammeh telah menjadi presiden Gambia, negara kecil di Afrika Barat ini selama 21 tahun. 

Yahya Jammeh telah menjadi presiden Gambia, negara kecil di Afrika Barat ini selama 21 tahun. Langkah Jammeh menarik Gambia dari perkumpulan negara persemakmuran pada 2013. Menurut Yahya Jammeh, organisasi itu merupakan bentuk dari neo-kolonial.

Yahya Jammeh, Presiden Gambia, memproklamirkan negaranya Sebagai Republik Islam

Islam-Institute, BANJUL GAMBIA – Yahya Jammeh, Presiden Gambia yang sudah 20 tahun lebih jadi presiden, memproklamirkan negaranya sebagai Republik Islam. Gambia adalah negara kecil, penduduknya mayoritas Muslim. Di bawah pimpinannya saat ini kultur dan ajaran Islam berkembang dengan baik, dan dia mengatakan bahwa langkah menjadikan Gambia sebagai Negara Republik Islam dilakukan untuk memutuskan ikatan dengan masa kolonial.

BACA :  Al Shabab Bantai 147 Mahasiswa, Situs Islam Radikal 'Tutup Mata' !

Yahya Jammeh mengatakan kepada TV pemerintah bahwa proklamasi tersebut sejalan dengan “nilai-nilai identitas religius” Gambia.

banner gif 160 600 b - Presiden Gambia: Kini Gambia Jadi Negara Republik Islam

“Sejalan dengan identitas agama dan nilai-nilai negara, saya menyatakan Gambia sebagai negara Islam,” ungkap Yahya Jammeh di televisi negara sebagaimana dikutip the Guardian, Sabtu (12/12) .

“Karena Muslim adalah mayoritas di negeri ini, Gambia tidak bisa lagi untuk melanjutkan warisan kolonial,” tambah Presiden Yahya Jammeh.

BACA :  3 Pilot Rusia Diduga Diculik Militan Ansar Dine - Al-Qaeda di Mali

Penduduk Gambia mayoritas menganut agama Islam.

Namun begitu, Presiden Jammeh menyatakan bahwa tidak ada aturan dalam berpakaian yang akan diterapkan dan warga negara yang menganut agama selain Islam. Mereka tetap diijinkan menjalankan agamanya secara bebas.

Menurut pernyataan tersebut, penduduk Gambia berjumlah sekitar 1,8 juta jiwa. Dan sekitar 95% warganya menganut agama Islam. Wilayah negara bekas jajahan kolonial Inggris ini, ekonomimnya bersandar pada sektor wisata.

BACA :  Perancis Kepergok Angkut Amunisi dan Dolar untuk Boko Haram

Akhir-akhir ini hubungan Gambia dengan negara Barat memburuk. Uni Eropa sementara menarik bantuan dana untuk Gambia pada tahun lalu karena dianggap memiliki catatan HAM yang buruk.

Yahya Jammeh telah menjadi presiden Gambia, negara kecil di Afrika Barat ini selama 21 tahun. Langkah Jammeh menarik Gambia dari perkumpulan negara persemakmuran pada 2013. Menurut Yahya Jammeh, organisasi itu merupakan bentuk dari neo-kolonial. (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker