Ulama Aswaja

KH Noer Ali Akhirnya Diakui Sebagai Pahlawan Indonesia

KH. Noer Alie lahir sebagai anak keempat dari sepuluh bersaudara pasangan H. Anwar bin H. Layu dan Hj. Maimunah binti Tarbin pada tahun 1914 di Desa Ujung Malang, Onderdistrik Babelan, Distrik Bekasi, Regentschap ( Kabupaten ) Meester Cornelis, Residensi Batavia, sebelum diganti menjadi Desa Ujung Harapan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, atas usulan Menteri Luar Negeri Adam Malik pada tahun 1970-an ketika berkunjung ke Pesantren Attaqwa.

Beliau terkenal dengan julakan Singa Bekasi, dan julukan tersebut memang layak di berikan kepada KH Noer Ali. Beliau selain dikenal sebagai seorang Ulama besar, beliau dikenal juga sebagai Mujahid dengan semangat Nasionalisme yang membara dalam dadanya, sehingga mampu mengobarkan semangat Perjuangan  kepada masyarakat untuk melawan penjajah Belanda yang sejak lama menjajah tanah air Indonesia.

Dengan Wibawanya yang besar, beliau memimpin lasykar Rakyat Bekasi melawan Belanda, pernah bergabung dan menjadi Komandan Batalyon III Barisan Hizbulloh. KH Noer Ali namanya sangat dikenal oleh rakyat dan ditakuti Belanda karena keberanian dan jiwa patriotnya.

*****

Beliau lahir di Desa Ujung Malang Bekasi tanggal 15 juli 1914 ayah beliu seorang petani bernama Anwar bin Layu dan  ibunya bernama Hj Maimunah. Cita cita yang dimilki oleh KH Noer Ali sejak masa kanak-kanak adalah “membangan dan menciptakan perkampungan Surga”, sungguh suatu cita-cita yang sangat mulia yang terucap dari KH Noer Ali kecil. Beliau belajar mengaji al Qur’an pada ayahnya dan kakaknya, dalam usia lima tahun sudah mampu menghafal surat-surat pendek alam Al Qur’an.

Salah satu kelebihan KH. Noer Alie sudah nampak sejak kecil yang kelak akan mempengaruhi kepemimpinannya. Di antaranya yaitu ketika main ia tidak mau tampil di belakang, tidak mau diiringi, ia selalu ingin tampil di depan sebagai orang yang pertama meskipun jumlah temannya belasan hingga puluhan. Ketika memainkan permainan anak-anak pun ia tidak mau kalah. Di hampir semua permainan ia selalu tampil sebagai pemenang, seperti cor, bengkat, peletokan, layang-layang, teprak, dan perang-perangan.

BACA :  Habib Luthfi bin Yahya: Umat Islam Siap Membela NKRI

Semasa kecil KH Noer Alie sudah memperlihatkan semangat belajar yang sangat baik. Pada usia delapan tahun KH. Noer Alie dikhitan dan belajar kepada guru Maksum di kampung Bulak. Pelajaran yang diberikan lebih dititik-beratkan pada pengenalan dan mengeja huruf Arab, menghafal dan membaca Juz Amma, ditambah menghafal dasar-dasar rukun Islam dan rukun Iman, tarikh para Nabi, akhlak dan Fiqih. Karena sejak kecil telah terbiasa belajar dengan orangtua dan kakak-kakaknya, KH Noer Alie pun tidak merasa kesulitan mencerna pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh gurunya.

Setelah tiga tahun belajar pada guru Maksum, pada tahun 1925 KH. Noer Alie belajar pada guru Mughni di Ujung Malang. Di sini ia mendapat pelajaran Alfiah ( Sya’ir tata bahasa Arab), al-Qur’ân, Tajwid, Nahwu, Ilmu Tauhid, dan Ilmu Fiqih. Seiring dengan perkembangan usia dan pelajaran yang telah didapat, keinginantahuannya terhadap dunia luar pun semakin kuat. Mula-mula ia dan kawan-kawannya bermain ke kampung-kampung di sekitarnya. Sampai pada keingintahuannya untuk melihat rumah gedung tuan tanah, tingkah laku tuan tanah dan aparatnya.

**************

Menginjak usia 7 tahun Kh Noer Ali mengaji kepada Guru Maksum bekasi dan Guru Mughni, banyak sekali ilmu yang didapat dari kedua gurunya tersebut yang mendasari jiwanya dengan ruh-ruh keislaman, beranjak remaja KH Noer Ali belajar kepada ulama besar di Betawi bernama Guru Marzuki. Di samping mempelajari ilmu-ilmu agama, Guru Marzuki juga  mengajari ilmu-ilmu beladiri, sehingga Beliau terkenal angat mumpuni dalam ilmu beladiri, bahkan beliau dikenal sebagai sosok yang tidak mempan ditembus peluru. Sehingga Penjajah belanda pun kesulitan menangkap KH Noer Ali, yang sering menghilang dan tidak dapat dilihat oleh mata awam  hingga masyarakat pun memberi gelar KH Noer Ali sebagai ”belut Putih” yang sangan licin.

BACA :  Ayo, Nonton Live Dialog Buya Yahya VS Ustadz Ahmad Thoharoh di TV Cirebon
banner gif 160 600 b - KH Noer Ali Akhirnya Diakui Sebagai Pahlawan Indonesia

Dengan semangat belajar yang tinggi KH Noer Ali dengan berat Hati mengutarakan keinginannanya kepada ayahnya bahwa dirinya akan Menuntut Ilmu di Mekkah Al Mukarromah. KH Noer Ali menyadari betul siapa ayahnnya yang hanya seorang Petani dan tidak mungkin memilki banyak uang  untuk belajar Di Mekkah. Karena didorong rasa semangat belajar anaknya yag tinggi, ayahnya pun tak ingin mematahkan semangatnya, maka Ayahnya pun berusaha keras untuk mendapatkan Uang agar anaknya dapat belajar di Mekkah walaupun harus meminjam dan dibayar dengan dicicil selama bertahun-tahun. Dengan harapan kelak anaknya dapat menjadi orang yang berguna di masyarakat.

Tahun 1934 Kh Noer Ali akhirnya melanjutkan belajar Di Mekkah  di madrash Darul ‘Ulum, guru-guru beliau antara lain Syeck Ali al maliki, Syech Umar Turki, Syeck umar Hamdan, Syech Ahmad Fathani dll. Di Mekkah beliau bertemu dengan pelajar asal indonesia seperti KH Masturo, KH Sybro Malisi, KH Hasbulloh dan masih banyak lagi. Hingga beliau memperakarsai membentuk himpunan Pelajar Betawi dan  Himpunan Pelajar Indonesia karena jiwa Nasionalisme dan prihatin melihat Bangsa Indonesia masih dijajah oleh Belanda.  Bersama dengan rekan-rekannya KH Noer Ali aktif melakukan pertemuan-pertemuan untuk mencari solusi dan dukungan bagaimana mengusir penjajah Belanda dari Bumi Indonesia.

Setelah enam tahun belajar di Mekkah KH Noer Ali mendirikan Pondok pesantren Attaqwa di ujung harapan Bekasi. Di samping mengajar di pesantren KH Noer Ali juga mengajak umat untuk angkat senjata melawan Penjajah Belanda. Walaupun dengan senjata yang sangat sederhana namun banyak dari rakyat yang begabung dengan KH Noer Ali untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Apalagi nama KH Noer Ali sudah sangat terkenal dengan kesaktiannya. Suatu Ketika beliau ditangkap Belanda hanya pasrah saja dan tidak melakukan perlawanan, KH Noer Ali digiring masuk ke dalam Truk Tentara Belanda.  Ditengah jalan KH noer Ali memohon kepada Alloh minta perlindungan, Bukan main kagetnya tentara Belanda yang mengawal KH Noer Ali di dalam Truk, KH Noer Ali menghilang begitu saja dalam pandangan mata tentara Belanda. Membuat Nyali Tentara Belanda semakin Ciut. “Pimpinannnya saja sakti gimana dengan tentara KH Noer Alinya?” kata tentara Belanda. jatulah mental-mental tentara belanda dalam  menghadapi Lasykar-lasykar yang dipimpin KH Noer Ali.

BACA :  Fakta Imam Suyuti di Balik Tuduhan Sesat Oleh Kaum Salafi Wahabi

Dan suatu ketika KH noer Ali dan para lasykarnya bergerilya ke dalam hutan, para lasykar terlihat sangat kelaparan karena berperang Gerilya dengan Pasukan Belanda. Saat itu KH Noer Ali sholat, selesai sholat minta kepada Alloh agar diberikan makanan untuk para lasykar tersebut. Maka dengan mengulum dan melemparkan secarik kertas ke tanah tiba-tiba terbentang dihadapannya Nasi dan lauk pauknya, Subhanalloh…..

Dan Ketika masa perjuangan dengan Penjajah berakhir KH Noer Ali kembali berjuang  di bidang Dakwah dan pendidikan  di Pondok Pesantren At Taqwa  yang ia bangun di Bekasi.  Walaupun beliau Seorang Ulama besar beliau masih saja haus akan ilmu, dan beliau mengaji kepada Habib Ali Al habsyi Kwitang Jakarta untuk bertabaruk.

Tanggal 3 may 1992 KH Noer Ali wafat dalam usia 78 tahun. Masyarakat dan para ulama merasa sangat kehilangan sosok ulama dan pejuang yang telah banyak berjasa bagi negara. Maka tahun 2006 Pemerintah memberikan gelar pahlawan Nasional Kepada Kh Noer Ali dan Namanya pun di abadikan menjadi nama jalan KH Noer Ali di kalimalang bekasi. Kini Pondok pesantrennya “Pesantren At Taqwa” pun berkembang dengan pesat.

S  o  u  r  c  e

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

1 thought on “KH Noer Ali Akhirnya Diakui Sebagai Pahlawan Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker