Sosok & Tokoh

KH Maruf Amin Tidak Melarang Ucapan Selamat Natal

KH Maruf Amin Sebagai Rois Aam PBNU Tidak Melarang Ucapan Selamat Natal ...

 

Walaupun pihak yang mengharamkan ucapan Selamat Natal itu merasa mempunyai landasan dalil yang kuat, namun untuk lebih memperkuat klaim pengharaman itu, mereka tidak segan-segan mencatut nama besar tokoh agama. Atau mencatut nama besar ormas Islam.

Bolehkah Umat Islam Mengucapkan Ucapan Selamat Natal? Seperti biasa pada setiap tahun, menjelang Hari Raya Natal 25 Desember, media online pasti ramai dengan pemberitaan tentang boleh tidaknya umat Islam mengucapkan Selamat Hari Raya Natal kepada umat Kristiani. Selalu ada saja pihak yang mempermasalahkan Ucapan Selamat Natal.

Pihak yang mempermaslahkan Ucapan Selamat Natal akan selalu mengharamkannya. Walaupun pihak yang mengharamkan ucapan Selamat Natal itu merasa mempunyai landasan dalil yang kuat, namun untuk lebih memperkuat klaim pengharaman itu, mereka tidak segan-segan mencatut nama besar tokoh agama, atau mencatut nama besar ormas Islam.

BACA :  Islam Nusantara Bukan Madzhab Baru

Hal ini termasuk masalah khilafiyah yang selalu dipermasalhkan setiap tahun menjelang Natal. Dengan adanya khilafiyah atau perbedaan tersebut, sayangnya ada sebagian  media online yang mencatut nama Tokoh dari PBNU, Ormas Islam terbesar di dunia. Bahwa Tokoh tersebut, Rois Aam PBNU KH Maruf Amin menyatakan umat Islam di larang  mengucapkan Selamat Natal kepada umat Kristiani.

BACA :  Bom Brussel & Pakistan: PBNU Minta PBB Dan OKI Bersikap Tegas

Untuk menyikapi hal tersebut Sekjen PBNU H. Faisal Ziani mengeluarkan pernyataan sebagai berikut:

Pesan tabayyun sekjen PBNU:

banner gif 160 600 b - KH Maruf Amin Tidak Melarang Ucapan Selamat Natal

Assalamu alaikum wr wb

Menyikapi berkembangnya link berita ataupun meme yang menyebutkan bahwa adanya Larangan dari Rois Aam PBNU terkait ucapan memberi selamat atas perayaan hari besar keagamaan. Dengan ini disampaikan,

saya baru saja telpon Rois Aam PBNU KH Maruf Amin, beliau menyatakan TIDAK PERNAH mengatakan melarang antar umat beragama memberikan pernyataan Selamat atas perayaan hari besar antar agama.

Jika umat Kristiani menyampaikan Selamat Hari Idul Fithri & sebaliknya Umat Islam menyampaikan Selamat Hari Natal kpd umat Kristiani, ataupun pada Hari Besar Unat Hindu, Budha, itu adalah bagian dari toleransi sebagaimana diajarkan oleh Nabi SAW utk saling menghormati & menghargai tanpa saling mengganggu kepercayan & keyakinan masing2.

BACA :  Abu Aqila Pemfitnah Grand Syekh Al Azhar Dilaporkan ke Polisi

Islam mengajarkan nilai toleransi & moderasi (tawassuth, tasamukh, tawazun) agar terbangun ukhuwwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan) yg melahirkan sebuah harmoni kehidupan.

Demikian, klarifikasi utk menjadikan jernih dan jelas masalah ini.

Kami meminta kpd aparat keamanan utk menindak tegas pihak2 yg menebarkan fitnah dan adu domba yg dpt menimbulkan perpecahan bangsa.

Terimakasih.

Wassalam.

Ahmad Helmy Faishal Zaini

(AL/MFA)

Save

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker