Sosok & Tokoh

KH Alawi al-Bantani Tentang Waspada Wahabi

Wawancara dengan KH Alawi al-Bantani Soal Surat Edaran Waspada Wahabi Jabar

Ratusan ribu manusia dan beberapa kota di Suriah hancur akabat dari aksi terorisme. Selidik demi selidik ternyata para teroris itu memeiliki faham agama Wahabi.

 

 

Athian Ali

Islam-Institute, BANDUNG – Ajaran Wahabi dikenal sebagai ajaran yang melahirkan aksi terorisme di seluruh dunia. Negara muslim yang paling merasakan kengerian akibat aksi teroris adalah Suriah dan Irak. Ratusan ribu manusia dan beberapa kota di Suriah hancur akabat dari aksi terorisme. Selidik demi selidik ternyata para teroris itu memeiliki faham agama Wahabi.

Berikut ini adalah wawancara Wartawan Salafynews.com dengan salah satu tokoh NU Jawa Barat KH Alawi Al-Bantani (Kontributor Lembaga Takmir Masjid PBNU) untuk mempertanyakan merebaknya surat edaran yang disinyalir dari Kemenag Jawa Barat tentang Himbauan dan waspada terhadap aliran Wahabi serta gerakan radikal yang dipelopori oleh Ustad Athian Ali. Berikut hasil wawancara tersebut dengan beliau :

SFA : Wartawan Salafynews, KH Alawi al-Bantani: KH

SFA: Telah Beredar SE (Surat Edaran) dari Kemenag Jabar tentang Waspada terhadap Ajaran Wahabi dan Pengumpulan dana yang disinyalir buat ISIS oleh Ust Athian Ali yang juga mengacu dari surat Edaran MUI Jabar bagaimana menurut Anda?

KHA: Kebenarannya tidak perlu disangkal atau dianggap Hoax. Kita semua paham sekali tentang sifat dan karakter Wahabi ini. Jangankan SE, al-Quran dan al-Hadits yang jelas-jelas shahih saja tafsirnya sering dipalsukan. Rekan-rekan NU di Jabar meyakini keshahihan SE tersebut. Penolakan yang ada dikarenakan adanya tekanan dari pihak Eksekutif agar SE tersebut tidak berkembang luas di masyarakat. Tentang adanya pengumpulan dana untuk para calon teroris yang berasal dari Bandung, bisa jadi benar dan bisa juga betul. Semuanya bisa terjadi. Oleh karena itu gerakan ekstrim Wahabi yang memakai kedok ANNAS (Aliansi Anti Syiah Nasional) yang diketuai Athian Ali ini dalam pengawasan pihak berwajib. Dan sekali lagi pihak di atas yang memainkan bidak caturnya.

BACA :  Para Blogger Pendobrak Kepalsuan

SFA: Tapi hal Tersebut Sudah dibantah oleh Kepala Kemenag Jabar Bapak Achmad Bukhori Bahwa surat edaran itu Palsu?

KHA: Adapun bantahan dari bapak Ahmad Buchori adalah bantahan sepihak tidak mewakili kebenaran dilapangan yang sebenarnya, itu menurut para kyai-kyai kami.

SFA: Kalau Menurut anda dan NU Bagaimana sepak terjang Ust Athian Ali ini?

KHA: Menurut NU Jabar, gerakan Athian Ali ini adalah gerakan takfiri yang sangat berbahaya. Karena gerakan ini selalu menggiring dan menghasut masyarakat awam agar meyakini kesesatan yang dianggapnya sebagai sebuah kebenaran. Dan harus diketahui pula bahwa Athian Ali dkk-nya adalah orang-orang yang paling gencar memvonis orang-orang NU sebagai ahli neraka, penyembah kuburan, kaum musyrik dan celaan-celaan yang tak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Saksi serta buktinya adalah warga NU di Bandung.

BACA :  Salafy - Wahabi: Menuduh HAMAS Penipu Ummat!
banner gif 160 600 b - KH Alawi al-Bantani Tentang Waspada Wahabi

SFA: Ada hubungan apa antara ANNAS dan Ust Athian Ali ?

KHA: ANNAS adalah salah satu gerakan Takfirisme yang didanai dari beberapa pengusaha baik dari dalam dan luar negeri. Ideologi Wahabi ini sangat berbahaya sekali, gerakan ANNAS ini diketuai oleh Athian Ali, ini merupakan gerakan yang dapat memecah-belah persatuan dalam beragama dan bermadzhab di Indonesia yang sebelumnya damai dan aman ini.

SFA: Kenapa Seringkali Ust Athian Ali mengaku sebagai perwakilan dari NU?

KHA: Athian Ali jelas bukan orang NU, dia orang PERSIS yang berfaham wahabi.

SFA: Apa Bahayanya Gerakan Wahabi dan ANNAS Bagi NKRI?

KHA: Amat Jelas sangat, betapa berbahayanya gerakan ANNAS dan gerakan-gerakan intoleran lainnya bagi NKRI. Kita tidak bisa menutup mata dari kebenaran yang nyata. Siapa yang mengebom Bali?  Cirebon?  Hotel JW Marriot? yang menduduki masjid-masjid NU secara de facto dan de jure? siapa yang anti hormat bendera? anti NKRI? anti Pancasila? dan ingin dirikan Negara khilafah? Apakah orang-orang Hindu, Kristen, Budha, NU, Muhammadiyah?  Jawabannya jelas dan pasti bukan mereka semua, tapi orang-orang Wahabi. Yang jelas sekarang bahwa ada dua surat yang beredar di Masyarakat, menurut saya surat edaran dari yang saya share di facebook itu benar atau salah yang jelas bahwa gerakan ekstrimisme yang dilakukan oleh Athian Ali dengan menggunakan ANNAS adalah sebuah bentuk gerakan yang bisa menghancurkan toleransi beragama di Indonesia, karena kalau kita melihat kasus di Suriah, Libya, Irak Semuanya peperangan itu muncul berawal dari gerakan Khilafah dan Wahabi yang ingin membuat Negara di dalam Negara “Khilafah” dengan menggunakan Isu sektarian.

KHA: Itu biar urusan saya sama Athian Ali lah, yang jelas Jawa Barat tidak boleh berkembang aliran Takfirisme yang dibawa oleh Athian Ali dan ANNAS untuk Goyang NKRI, NU, Muhammadiyah.

Terima kasih pak Kyai Alawi atas kesempatannya bisa memberikan klarifikasi tentang Surat Edaran yang tersebar di masyarakat. Beliau adalah salah satu tokoh NU di Jawa Barat yang ikut mengamankan masjid-masjid NU dari kelompok ekstrimis ini.

Pada bulan maret 2012 Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan Ghani, Senin (26/3/2012), menjelaskan, Jawa Barat termasuk kawasan yang cukup banyak menghadapi tantangan penetrasi ideologi garis keras ke dalam masjid. Untuk itu, revitalisasi masjid dan penguatan organisasi kemasjidan hingga ke tingkat bawah menjadi sangat dibutuhkan, untuk penyelamatan masjid-masjid NU.

“Itu adalah usaha LTMNU untuk mengamankan masjid NU untuk kemaslahatan bersama,” tandas Manan. Wallahu A’lam Bisshowab… (AL/SFA)

Waspadalah terhadap Aliran dan Faham yang memicu lahirnya aksi Terorisme

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker