Ketika Ulama Wahabi Dianggap Sebagai Ulama Sunni

6 comments 1528 views

Ulama Wahabi berdebat dengan Ulama Sunni – Bisa dibaca dalam sejarah Wahabi. Ketika orang-orang Wahabi memasuki Hijaz dan membantai Umat Islam dengan alasan bahwa mereka telah syirik (musyrik). Kaum Wahabi yang memiliki kemiripan dengan kaum Khowarij, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Nabi shollallaah ‘alaih wa sallam dalam sabdanya. Bahwa “Orang-orang Khawarij akan membunuh orang-orang yang beriman, dan membiarkan para penyembah berhala.”

Mereka juga membunuh seorang ulama terkemuka. Mereka menyembelih Syaikh Abdullah al-Zawawi, guru para ulama madzhab al-Syafi’i, sebagaimana layaknya menyembelih kambing. Padahal usia beliau sudah di atas 90 tahun. Mertua Syaikh al-Zawawi yang juga sudah memasuki usia senja, juga mereka sembelih.

ulama wahabi, wahabi ikut siapa

Kemudian mereka memanggil sisa-sisa ulama yang belum dibunuh untuk diajak berdebat tentang tauhid Uluhiyah, Rububiyah dan Asma Allah dan sifat-sifat-Nya. Ulama yang setuju dengan pendapat mereka, akan dibebaskan. Sedangkan ulama yang membantah pendapat mereka akan dibunuh atau dideportasi dari Hijaz. Di antara ulama yang diajak berdebat oleh mereka adalah Syaikh Abdullah al-Syanqithi, salah seorang ulama kharismatik yang dikenal hapal Sirah Nabi shollallaah ‘alaih wa sallam.

Sedangkan dari pihak ulama Wahabi yang mendebatnya, di antaranya seorang ulama mereka yang tuna netra dan buta hati. Kebetulan perdebatan berkisar tentang teks-teks al-Qur’an dan hadits yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah. Mereka bersikeras bahwa teks-teks tersebut harus diartikan secara literal dan tekstual, dan tidak boleh diartikan secara kontekstual dan majazi.

Ulama Wahabi menjerit didebat Ulama Sunni

Si ulama Wahabi tuna netra itu juga mengingkari adanya majaz dalam al-Qur’an. Bahkan lebih jauh lagi, ia menafikan majaz dalam bahasa Arab, karena taklid buta pada pendapat Ibn Taimiyah dan Ibn al-Qayyim. Lalu Syaikh Abdullah al-Syanqithi berkata kepada si ulama Wahabi yg tuna netra itu:

“Apabila Anda berpendapat bahwa majaz itu tidak ada dalam al-Qur’an, maka sesungguhnya Allah Subhaanahu wa ta’aala telah berfirman dalam al-Qur’an:
وَمَنْ كَانَ فِيْ هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي اْلآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيْلاً

“Dan Barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).” (QS. al-Isra’ : 72).

Berdasarkan ayat di atas, apakah Anda berpendapat bahwa setiap orang yang tuna netra di dunia, maka di akhirat nanti akan menjadi lebih buta dan lebih tersesat, sesuai dengan pendapat Anda bahwa dalam al-Qur’an tidak ada majaz?”

Mendengar sanggahan Syaikh al-Syanqithi, ulama Wahabi yang tuna netra itu pun menjerit dan memerintahkan agar Syaikh al-Syanqithi dikeluarkan dari majlis perdebatan. Kemudian si tuna netra itu meminta kepada Ibn Saud agar mendeportasi al-Syanqithi dari Hijaz. Akhirnya ia pun dideportasi ke Mesir. Kisah ini dituturkan oleh al-Hafizh Ahmad al-Ghumari dalam kitabnya, Ju’nat al-’Aththar.

Kisah keberanian ulama Wahabi untuk berdebat dengan para ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah ini hanya terjadi pada awal-awal berdirinya Kerajaan Arab Saudi. Kini para ulama Wahabi tidak pernah lagi berani untuk berdebat dengan para ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah. Baik di Timur Tengah maupun di Tanah Air. Setelah mereka tahu bahwa mereka tidak akan pernah menang berdebat dengan para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Tapi, di zaman sekarang ulama Wahabi berani berdebat dengan ulama Syi’ah. Dan ulama Wahabi sekarang mengatasnamakan dirinya sebagai ulama Sunni saat berdebat dengan ulama Syiah. Hal ini bisa banyak dilihat di You Tube. Dan bagi orang-orang awam percaya bahwa ulama Wahabi tersebut adalah ulama Sunni. Dan inilah fitnah besar yang melanda di tengah umat Islam zaman sekarang. banyak muslim awam tertipu, menganggap ulama Wahabi sebagai ulama Sunni. Wallohu a’lam.

 

Oleh: Anas Malik

https://www.facebook.com/groups/121096461353552/permalink/143436122452919/

author
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
6 Respon
  1. author

    bandot5 tahun ago

    dagelan a la wahabi….kasian ulama wahabi yang buto,di akhirat bakalan lebih buta lagi dan lebih tersesat….apes banget hidupnya…

  2. author

    hadi5 tahun ago

    karena mereka hanya mempelajari islam secara terbatas. begitu disodorkan Dalil yg belum mereka ketahui sebelumnya mereka menjadi bungkam.

  3. author

    Santri Kluthuk5 tahun ago

    Kita harus jadi muslim yang baik. Kepada lain aqidah saja Rosululloh melarang untuk mencelanya,palagi dgn sesama muslim..?
    Biarlah pemahaman mereka (wahabi) seperti itu,yang penting kita tetap istiqomah dgn ulama2 yg tidak ‘terinfeksi’ oleh virus dari ghozwul fikri.
    Biarkan saja wahabi seperti itu,toh pada saatnya kelak akan terbukti mana yg benar.
    Yg penting bagi kita tidak perlu mencelanya,karna kehadiran wahabi pula membangkitkan semangat untuk lebih giat mempelajari kitab2 klasik yg mungkin sudah mulai terlupakan oleh sebagian kaum muda aswaja… asal jgn kitab yg sudah kena ‘edit’ fihak mereka.
    Salam ukhuwah..

    • author

      waho4 tahun ago

      assalaamualaikum,.

      ya bener kita jangan berkata yg buruk pada mereka, kita tunjukan kearifan dan kebijakan pada mereka yg cepet sewotnya.

  4. author

    bagus bageur5 tahun ago

    bener mas santri kluthuk anda sangat bijak…saya setuju…tapi kalo mereka memerangi kita dengan kejam(lewat tulisan dan ucapan mereka) terpaksa kita ktia nglawan meskipun kita kena resikonya..jangan biarkan mereka meTBCkan,menyesatkan,bahkan mengkafirkan kita,orang tua kita gurur-guru kita ulama-ulama kita,tetangga kita muslimin seindonesia bahakan dunia( yang tidak sepaham dengan mereka) seenak perut mereka..,siapa mereka?? kita sudah cukup tolerir dengan mereka sekarang apa mereka tolerir dengan semua ritual ibadah yang kita lakuin yang menurut mereka tidak sesuai sunnah…kalo mereka ramah didepan kita aku yakin 1000% kita balas ramah..wajar dong kita marah karena mereka suka banget mencaci kita..
    SALAM UKHUWAH

    • author

      waho4 tahun ago

      assalamualaikum, Bener tuh , sekarang orang2 udah pada berani menta’wil hadist2 terjemah tanpa disiplin ilmu, ini kan gara virus mereka juga yg pada gaptek nahwu.

Tinggalkan pesan "Ketika Ulama Wahabi Dianggap Sebagai Ulama Sunni"