Anak Cucu Nabi

Ketika Sejuta Pecinta Rasulullah Tumpah-ruah di Monas

Ketika Sejuta Pecinta Rasulullah Saw Tumpah Ruah Di Monas

Oleh: Qodrat Arispati

Perhelatan akbar peringatan Maulid Nabi yang digelar oleh Majelis Rasulullah SAW pada 26 Februari memang sudah lewat. Tapi kenangan akan peristiwa itu sungguh tidak mudah dihapus dari kenangan. Ya, padahal sudah berlalu 3 hari yang lewat. Yang paling membekas dalam ingatan saya adalah tentang begitu banyaknya kaum muslimin membanjiri hampir seluruh areal Monas yang sedemikian luas. Diperkirakan oleh salah seorang kru Majelis Rasulullah yang saya tanya, dia menyebut kurang lebih satu juta Kaum Muslimin yang hadir.

Sejak awal ketika saya turun dari kendaraan, saya sudah dibikin terkaget-kaget karena sedemikian melimpah jumlah Muslimin memadati jalanan menuju pintu gerbang selatan. Ini baru satu pintu, belum pintu-pintu yang lain. Jalan Raya disulap menjadi tempat parkir oleh pihak kepolisian. Saya terus mendekat ke pintu gerbang, dengan jalan bergerak sedikit demi sedikit akhirnya barhasil masuk ke dalam areal Monas. Jam menunjukkan pukul 7.45 pagi. Ternyata di dalam sudah dipenuhi oleh hadirin yang duduk rapi, menanti kedatangan Habib Munzir. Dan benar saja, sebentar kemudian beliau datang disambut dengan berdirinya ratusan ribu hadirin.  

Saya sejak dari rumah berniat ingin berada di depan panggung, agar bisa meliput dari dekat. Akhirnya harus mengurungkan niat dan puas duduk jauh dari panggung sekitar 500 meter. Untung pengeras suara yang di pasang di segala penjuru mampu menjangkau seluruh hadirin dengan jelas.

Dan acara segera dimulai ketika  Bapak Presiden Susilo Bammbang Yudhoyono tiba, dengan pembacaan zikir tahlil dan ratib al-Haddad yang dipimpin oleh seorang habib sepuh tapi bersura lantang dan fasih, penuh antusias di tengah beratus-ratus ribu kaum muslimin.  Dan ketika saya menengok ke belakang, di sana sudah dipenuhi oleh hadirin sampai di bawah pohon-pohon taman Monas. Padahal ketika tadi lewat di situ sepuluh menit yang lalu masih kosong. Sementara hadirin yang rata-rata anak muda itu terus mengalir dari berbagai arah. Karena jauhnya, mereka tampak dalam pandangan kecil-kecil berjalan beduyun-duyun.

BACA JUGA:  Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw

Setelah pembacaan tahlil dan ratib al-Haddad selesai maka disambung dengan pembacaan Dhiya’ul lami’  sebuah kitab maulid karya  Habib Umar bin Hafiz dari Yaman, beliau adalah guru mulia dari Habib Munzir. Pembacaannya dipimpin oleh Habib Munzir sendiri, dan kasidahnya dilantunkan dengan suara merdu oleh Tim Hadrah Majelis Rasulullah SAW. Acara pembacaan Maulid dhiya’ul Lami’ selesai langsung disambung dengan tausiah oleh Habib Munzir Almusawa.

******

Acara yang diberi judul “Maulid Akbar Majelis Rasulullah SAW  dan zikir Yaa Allah 1000 x, serta Do’a Untuk Bangsa Bersama Presiden Republik Indonesia‘ ini benar-benar dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono, dan ratusan ribu jamaah Majelis Rasulullah SAW yang kompak mengenakan pakaian putih-putih. Tampak pula sekitar 30-an wanita yang mengenakan baju muslim bercadar warna hitam tampak berjalan kesana kemari. Mereka adalah kru nisa yang mengatur jamaah wanita Majelis Rasulullah SAW.

Meskipun cuaca cukup panas terik, tapi tidak mengurangi semangat para jamaah untuk mengikuti dzikir akbar ini. Mereka terus-menerus bersalawat sambil tangannya memegang payung. Bahkan ada yang menutup kepalanya pakai Koran atau jaket agar terlindung dari siraman panas matahari. Cukup membanggakan bagi hadirin, sebab Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut menghadiri zikir nasional yang digelar  dalam rangka Memperingati  Maulid Nabi Muhammad SAW  di Taman Silang Monas. Presiden tiba di tempat sekitar pukul 08.00 WIB dan acara pun segera dimulai.

BACA JUGA:  Habib Hadramaut Bungkam Raja Saudi Soal Syirik

Menurut kabar yang beredar di antara hadirin ternyata ada puluhan ribu jamaah yang datang berbondong-bondong menggunakan bus dari arah Bekasi, Tangerang, bogor dan sudut-sudut luar Jakarta mengikuti zikir ini.

Setelah pembacaan zikir tahlil dan shalawat Dhiya’ul Laami’, acara dilanjutkan dengan sambutan dan tausyiah dari pimpinan Majelis Rasulullah SAW, Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa. Habib Munzir mengisahkan sejarah Maulid Nabi dengan suara jelas pada permulaannya. Beliau menceritakan keajaiban menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW.  Tapi lama-lama beliau bercerita dengan suara makin melemah dan terbata-bata ketika menceritakan keutamaan Nabi SAW bersama para Sahabat. Tausyiah diikuti dengan khusyuk oleh jamaah, isak tangis terdengar di antara gema takbir dan tahmid. Ya, bagaimana hadirin tak ikut menangis ketika sosok yang dicintainya itu menangis?

Di akhir tausiah Habib Munzir mengajak hadirin untuk berzikir dan berdo’a Yaa Allah 1000 X. Zikir dan Do’a bersama itu dipimpin sendiri oleh Al Habib Munzir bin Fuad AlMusawa. “Di tengah-tengah kami hadir pemimpin bangsa muslimin terbesar di dunia, beri beliau kedamaian, ketenangan, kekuatan,” demikian beliau mulai membuka do’anya. Habib Munzir juga mengucap do’a meminta Tanah Air dilimpahi kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Juga agar dijauhkan dari segala musibah dan bencana. Tak hanya itu, Presiden didoakan diberi kekuatan mendamaikan bangsa dan dilimpahkan umur panjang dalam keluhuran.

BACA JUGA:  Pro-kontra Maulid Nabi SAW

******

Ada yang agak  aneh dalam acara ini. Biasanya seorang presiden akan bicara lebih dulu memberikan sambutan acara. Tapi kali ini memang beda, pak Presiden menolak berbicara lebih dulu dan mempersilahkan Habib Munzir  memberikan tausiahnya lebih duluan. Maka begitu habib Munzir selesai bertausiah dan memimpin zikir Yaa Allah 1000X, barulah Pak presidan yang bebicara. Saat mempersilahkan kepada  Presiden untuk bebicara, Habib Munzir memuji sikap tawadhu’ dari sang Presiden itu.

Saat Presiden SBY berdiri menyampaikan sambutan, jamaah bertepuk tangan dengan riuh. “Atas rahmat dan ridho-Nya. Kita masih diberi nikmat kesempatan, nikmat kekuatan dan nikmat kesehatan, insya Allah untuk terus melanjutkan ibadah kita, karya kita, dan pengabdian kita,” kata Bapak Presiden SBY.

Setelah presiden memberikan sambutannya, acara diakhiri dengan pembacaan doa penutup oleh KH Ma’ruf Amin dari petinggi NU Pusat. Namun setelah hadirin dibubarkan, banyak juga yang kemudian menghampiri panggung dan melakukan shalawat dan zikir terakhir bersama Presiden SBY dan Habib Munzir.

Juga turut hadir di acara ini sejumlah menteri, mereka adalah  Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadarma Ali, dan Mensesneg Sudi Silalahi. Mereka kompak memakai baju koko putih seperti baju yang dikenakan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  (Qodrat Arispati – Ummati Press).

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

30 thoughts on “Ketika Sejuta Pecinta Rasulullah Tumpah-ruah di Monas”

  1. sholu ala nabiy ,,,

    ana datang jam 7.10 masuk dari statsiun gambir dapat tempat di belakang, walaupun ga bisa melihat jelas habibana di panggung tp bersyukur kelimpahan keberkahan maulid
    walaupun anak dan hareem kepanasan ga apa2 yg penting semua dapat berkah maulid akbar

    subhanallah memang kl lihat jamaah yg datang,
    semenjak masuk jalan raya, jamaah yg menuju monas ga putus2 apalagi mulai di jalan salemba sd monas jalanan dah penuh jamaah sampe tersendat lalu lintas

    thanks for share

  2. Shollu alaih wa ala alih….
    rupanya Abu Nabil ikut berpanas-panasan juga, ya? Semoga kelak di padang Mahsyar tidak lagi merasakan panasnya sebagaimana dido’akan demikian oleh Habibana Munzir, amin….
    Sukron atas tambahan infonya.

    1. Kami juga Ustaz, semoga kelak di sorga kita dikumpulkan bersama keluarga Nabi SAW, amin….
      Oh ya Ustaz, terimakasi kunjungannya.

  3. Ping-balik: Jadwal Pengajian Habib Munzir Bulan Maret 2010 « UMMATI PRESS
  4. Ping-balik: Debat Seru Tentang Maulid di Facebook « UMMATI PRESS
  5. Saya kira bukan pecinta Rasulullah tetapi mengkhianatai Rasulullah, sebab apa? Nabi melarangnya untuk dintai/disembah sebagaimana orag2 yahudi dan Nasroni berlebih-lebihan terhadap isa bin Maryan. kok malah mereka langgar itu sebenarnya bukan mengagungkan nabi SAW tetapi sebaliknya justru malah merendahkannya sebab sebab tidak mentaatunya ;paham tak?
    Inilah dasar mereka cara beragama dan keberagamaan seperti Man tasabbaha bi kaumin fahuwa minhum” persis cara kaum yahudi dan Nasroni termasuk pengikut aliran Pagan

    1. abdul hak sama ronggo lawe nih semakin menjadi jadi , menebar fitnah dan provokasi.

      mas admin , untuk menghindari saling hujat saya menyarankan agar komentar yang tidak ilmiyah tidak nyambung dan bersifat fitnah serta provokatif sebaiknya di delet saja saya khawatir kawan-kawan Aswaja bahkan saya sendiri melontarkan kata-kata yang tidak pantas.

      jika kelompok Wahabi/Salafi ingin berdiskusi atau berdebat sekalian silahkan , jangan cuma cletukan cletukan murahan dan ini sudah sangat keterlaluan , menyamakan Aswaja dengan Yahudi dan Nasrani yang jelas – jelas kafir.

      saya tantang Abdul Hak , Ronggo lawe atau Wahabi/Salafi lainnya untuk diskusi atau debat yang ilmiyah, jangan cuma bisa mencela dan memvonis.
      dan maaf bukannya saya tidak bisa membalas celaan cemoohan dan vonis kalian , saya hanya tidak mau mengotori lisan dan hanya menambah dosa saja, silahkan pilih topik apa yang mau dibahas.

      1. wijhatul haq @

        Saya kira antum sudah tobat, eh nggak tahunya kok malah menjadi-jadi naguwurnya. Saya kepingin antum yang ilmiyah dong kalau komentar, biar bisa didiskusikan.

        Kalau komentar seperti itu gemana membahasnya, tidak ada cara cara lain kecuali membalas vonis antum. Tapi kami mulai sekarang menahan diri, agar tidak terbawa arus ngawur gaya Wahabi. Gaya antum itu namanya menutup diskusi ilmiyah, bakankah kalian sedikit-sedikit pakai istilah ilmiyah? Terus mana ilmiyahnya kok nggak kelihatan samasekali? Yang kalian hadapi adalah orang-orang ilmiyah, seperti Mas Ahmad Syahid, Mutiara Zuhud, Wong Kolutan, dll. Selama ini komentar kami terbawa arus ngawur antum yang Wahabi Style, astaghfirullahal ‘adzim….

        Antum mana ilmiyahnya, kok nggak kelihatan sih? Cuma sok ‘gagah’ doangan, he he he….

        Lihat Mas Syahid menantangmu diskusi ilmiyah, bisa nggak antum diskusi ilmiya? Kalau nggak bisa mundurlah, biar digantikan ustadz-ustadz antum, mungkin mereka mampu berdiskusi secara ilmiyah?

        Mas Syahid, kalau menurut saya, komentar Dul Hak nggak usah didelete, biarin aja Mas. Itu menunjukkan Wahabi nggak bermutu, cuma ngaku-ngaku ilmiyah doangan….

  6. Arumi @.

    begitulah mas Arumi jika orang – orang jahil anti madzhab , seolah ilmunya sudah melebihi para Imam Madzhab , padahal Ilmu mereka masih terukur paling baru baca sepuluh duapuluh buku saja kok ya ngomongnya sudah ngawur , atau memang karena Ilmu mereka yang minim sehingga ngomongnya ngawur ?

    padahal kita semua tahu perbedaan pendapat dalam hal Furu` , sebagaimana perbedaan pendapat yang terjadi dikalangan Imam Mujtahid adalah Rahmat dari Allah SWT untuk Ummat yang dirahmati ini , sebab mereka tidak berbeda pendapat dalam hal dasar-dasar Agama ( Ushuluddin ), mereka hanya berbeda pandangan mengenai masalah Furu` ( Cabang ) ketika tidak ada Nash Qoth`i atau adanya beberapa analogi ( Qiyas ).

    celakanya Wahabi/Salafi ini tidak mau Taqlid kepada salah satu Madzhab yang empat , mereka hanya mengakui jika mereka itu Ittiba` kepada Salaf , pengakuan mereka ini juga patut dipertanyakan , sebab ada beberapa perbedaan prinsip dengan Salaf , seperti pembagian Tauhid menjadi tiga , Salafusholihin tidak ada yang membagi Tauhid menjadi tiga karena memang dari berbagai sisi pembagian tauhid ini Fasid ( rusak )dan itu terbukti dari pembagian ini menjadikan orang mudah menuduh Syirik dan Kafir kepada Ahli tauhid.

    dan memang kalo mo dibahas panjang ya mas ? saya hanya menginginkan Wahabi / salafi bisa berdiskusi dengan Baik jangan cuma bisa menebar vonis dan celaan murahan itupun jika mereka mau.

  7. 1). Acara Peringatan Maulud Nabi SAW ini tidak dkenal dalam islam generasi salaful ummah berarti hal ini sesuatu yang baru dalam agama, maka ini termasuk dalam kategori bid’ah maka sabaiknya kita umat islam wajib meninggalkannya serta memperingati dan menasehatinya sebagai amal amal ma’ruf nahi mungkar serta mencegahnya dengan tangan kita kalau mampu sedangkan kalau tidak mampu dengan tangan, kita gunakan dengan lisan, dengan lisan kita tidak mampu kemudian dengan hati kita dan inilah selemah-lemah iman. Sabda Nabi SAW, “man ra’aamingkum mungkaran ……ila akhir…”

    2). Pembacaan dzikir, dan tahlil dengan cara-cara demikian juga tidak dikenal pada genarasi pilihan dan para pemimpin kaum muslimin (para imam), maka amaliyah seperti itu termasuk tergolong sesuatu yang baru hal syari’at Nabi saw. Maka termasuk amalan yang tertolak dengan Sabvda beliau, Man amila amalan laisa alaihi amruna fahuwa roddun”. Yang artinya; barangsiapa yang beramal dalam suatau amalan (agama) tidak ada dalam perintah kami maka tertolak.
    Ini termasuk dalam amalan bid’ah, Nabi dengan tegasnya bahwa semua bid’ah (sesuatu yang baru dalam agama) atau dolalah dan neraka tempatnya. Maka secara otomatis wajib bagi kaum muslimin untuk menyegahya dari kemungkaran ini meskipun dipandang baik oleh manusia dari sisis agama, social masyarakat maupun kebaikan-kabaikan lainnya serta kepantasan umum (public) ideal moral.

    3). Dengan cara-cara dan kekreatifan mereka dalam mudifikasi dalam amaliyah ibadah khusus ini, maka ini termasuk kelancangan dan berlebihan dalam ibadah kepada Allah, tentunya inilah sesuatu hal yang muhdas (baru) dalam syari’at-Nya maka dari itu kita harus hati-hati terhadap ahal-hal yang baru apalagi menentukan julmlah dsb, sebagaimana sabda Nabi SAW, … “fa’alaikum bisunnatiy wasunnatil khulafa’urrasidiin… ila akhir…”. Yang artinya; Wajib atas kalian berpegang atas sunnahku dan sunnah khulafaur-Raasyidiin yang mendapatkan petunjuk sesudahku. Pegangi dan gigitlah dengan gigi geraham kuat-kuat. Hati-hatilah kalian dengan perkara-perkara bid’ah ( yang baru). Karena setiap perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.

    4). Dan ini kesunya yang mereka lakukan adalah dalam rangka ibadah secara otomatis ini adalah ibadah mahdoh (khusus) tentunya perlu adanya hujjah atau dalil yang jelas sebagaimana kaidah ushul fikih “setiap ibadah/peribadatan dari hokum asal adalah haram kecuali adanya dalil/perintah, sedangkan semua mu’amalah (hubungan social) itu dari hokum asal diperbolehkan kecuali adanya larangan.” Dan seandanya itu baik atau membawa kemaslahatan tentunya Nabi SAW dan para sahabatnya, serta para imam kaum muslimin akanmelakukanya. Oleh karenanya dalam agama ini baik dan benar itu ukurannya bukan keumumannya masyarakat luas akan tetapi baik dan benar dalam agama ini standard kebenaranya adalah dalil. Agar kita mumat islam ini mendapat keselamatan fitdunya wal akhirat. Sedangkan kalau kita kebenaran ini kita ukur dengan banyaknya peminat tentunya kita dan para penyembah agama paganisme tidak ada bedanya sedangkan yang membedakanya adalah sebauah nama padahal, Al-hakiikotu laa tughoiyiru asmaa’ maka,”hakikat itu tidak akan merubah nama, atau sebaliknya. Apapun nama kalau hakikat (pokok) nya sesat dan bid’ah maka subtansinya sawa’ung kanaa. Contoh seperti LDII sudah berganti berapa kali namanya tetapi dasar inti ajarannya tetap maka tetaplah menglkafitkan selain kelompaoknya bahkan dianggap najis. Dangan dasar innamal musyrikuuna yatanajjas… ini adalah salah besar.

    5). Dengan menangisnya para hadirin itu bukannya sebauh pembenaran keyakinan dankecintaanya terhadap beliau (Nabi saw). Bahkan tidak sedikit para penyembah salib atau para penyembah berhala mereka lebih kusyu’ dan menangis senggu-gukkan inilah bentuk ekspresi jiwa serta sugesti yang diasah secara terus-menerus atau tidak mak ini bukannya sebagai bentuk kebenaran yang mereka yakini dan bukanlah ini sebuah dalil tetapi hanyalah kebenaran yang bersifat duga’an-duga’an dan sebgaimana kiyakinan- kayakiban selainnya (islam).

    Sebagai bentuk kecintaan kepada rasulullah tidaklah dengan cara yang bid’ah atau tidak nabi saw perintahkan (contahkan) maka ini kecintaan yang salah alamat/kamuflase). Oleh karena itu kecintaan yang sesungguhnya adalah melaksanakan sunnahnya bukannya sebaliknya sebagaimana di atas.
    Maka dari itu kita wajib mengetahui esensi amal sholeh dengan dua syarat harus terpenuhi yang pertama. Beramal iklhas karena Allah semata dan yang kedua; mengikuti contoh (harus ada tuntunannya) dan apabila dua syarat di atas tidak tepenuhi maka amal kita tidak diterima. Itulah esensi amala sholih.

    6). Sebagaimana tausyiyah maka itu tidaklah mengapa bahkan diwajibkan setiap muslim saling mengingatkan sebagaiama Sabdanya; addiiinu nasihah 3X kulnaa liman, koola lilllahi, walikitaabihi, walirasuulihi, wali a’im matil muslimiin wa aamatihim….(QS. Surat al Asyr) juga menerangkan.
    Kemudian masalah dzikir 1000 X maka ini adalah sesuatu hal yang baru dalam syari’at sebagaimana penjelasan di atas dan dzikir berjama’ah juga demikian ini perlu adanya dalil secara khusus. Dan amalan-amalan di atas tentunya tidak terpenuhinya dua syarat sedangkan dakwah ada kemaksiatan dan kebid’ahan tentunya diperbolehkan bahkan diwajibkan.

    7). Itulah bentuk ketawadu’an oleh Bapak persiden kita, sebab awal mulanya dari acara ini adalah berangkat dari para tokoh agama yang bertaraf nasional, dan suasana meng identikan keagamaan yang sacral, dan wajar sekali Bapak bersiden kita bukannya kapasitasnya terhadap hal ini tentunya beliau kurang menjiwai meskipun kepala Negara.

    Dengan sikap Bapak persiden demikian tidaklah menunjukan atau menguragi kehormatan dan kelemahannya tetapi inilah sikap persiden sebagai pribadi bukan sebagai kepala Negara.
    Yang perlu dgaris bawahi adalah sikap Bapak kita persiden ini tidaklah sebagai dalil(pembenaran) amaliyah Habib Munzir sehingga dengan sikap ini seolah-olah mengesankan bahwa Bapak persiden kita aja ta’zim, endepe-depe kepada Sang Habib Munzir dengan kesholihannya serta amaliyah yang iya amalakan menjadi suatu dasar (dalil0 kebenaran ajaran sang Habib tentunya tidaklah demikian bahwa apapun yang diamalkan apabila tidak berdasarkan dalil , dan siapapun orangnya yang mengamalkan apabila menyelisihi sunnahnya maka itulah sebuah kemasiatan kepada Allah tentunya secara otomatis berdosa kepada-Nya.

    Sebab apa? Setiap bid’ah pastilah bermaksiat, tetapi tidak semua maksiat itu bid’ah, maka orang pelaku bida’ah tidak bisa (berat) diharapkan tobatnya sedangkan pelaku maksiat tidaklah demikian sebab mereka sadar betul atas perbuatanya yang terlarang sedangkan pelaku bid’ah, mereka meyakini bahwa kebid’ahaannya itu adalah syari’at dan kebaikan. Inilah bahaya dan fitnah bagi kita semuanya kaum muslimin. Kita berlindung kepada Allah dari mereka.

    8). Dengan sambutan Bapak bersiden kita, kemudian dengan cara tepuk tangan ini tentunya para ahli agama harus mengingatkan bahwa cara-cara seperti itu adalah cara-cara yahudi dan kretin kalau kita tahu mendiam maka dosa apabila kita mempunyai kem,epuan untuk mengingatkan apabila tidak sebagaimana keterngan di atas ad’aful iman dan minimal hati kita menhgingkarinya. . agar kita umat islam tidak dimurkai Allah SWT. Sebagaimana, firman-Nya; man tasabbaha bikaumin fahuwa minhum. Barangsiapa menyerupai mereka maka ia termasuk golongan mereka, tentnya kita wajib menyelisinyanya dalam aktifitas, budaya dsb.

    8 & 9). Dengan kedatangannya Bapak ma’ruf Amin dan bapak Suryadarma Ali di tempat acara mauled Nabi SAW , itu bukanlah sebauh dalil pembenaran acara tersebaut dalam tinjauan Syara’ tetapi, kedantangan beliau-belaiau ini atas dasar undangan Legal Formal dan melibatkan tamu pejabat pemerintah/pemimin Negara, mungkin kita terlepas dari su’zhon mapun khusnuzhon kepda beliau-beliau bahwa itu bukanlah dia melegalkan acara maulid Nabi SAW itu baik dan bukan bid’ah lain halnya kalau tidak diiringi/diselingi dengan ibadah ritual seperti dzikir, doa berjama’ah, selawat dan bacaan Allahu Akbar 1000X , tentunya hanya sebatas tausyiah maka itu tidak mengapa justru itulah ibadah yang mulya sebagaimana tugas seorang Nabi dan Rasul.

    Dan yang terakhir saya mengingatkan kembali khususnya kepada diri saya pribadi dan pada umumnya kepada kaum muslimin, sebagamana firman Allah azza wajalla,
    Katakanlah; jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu,” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    1. Abdan Rahman@ …..kuncinya cuman satu……biasanya orang islam model nt pastilah nggak punya GURU ……apalagi guru yang bersilsilah sampai ke Rosululloh …..gurunya buku2 yang BARU yang cetakan BARU …… tapi mereka group ngeyel walau dikasih berpuluh puluh dalil n hadist ……belajarlah yang betul saudaraku ……islam RAHMATAN LIL ALLAMIIN……bukannya cukup dgn satu atau dua buku yang anda beli……..carilah GURU yang benar biar nt nggak tersesat …….salam

      1. Kok tahu2nya mengklim orag gak punya guru, kata imam syafi’i belajar tanpa guru itu berarti gurunya setan,…
        jadinya persis kaum sufikan..?

        haei saudaruku anda jangan tertipu dalam melihat satu permasalahan ini secara persial jadinya nanta anda cenderung memasakan orang lain seperti anda! maka dari itu anda memahami agama ini tidak cukup dengan salah satu kelompok/paham misalnya hanya di satu lingkungan anda saja nantinya anda tidak berkembang dan melahirkan ekstruimisme terhadap pihak yang tidak sepaham,

        maka saya saran kepada anda.
        Belajarlah anda tentang ilmu ini kepada ahlinya misalkan belajar tentang tauhid kepada ahlinya, fikih, hadist juga demikian dan kepada kepercayaan2 yang lain jega kepada ahlinya,
        Baik islam bhuda, krestin, filsafat, sufi, maupun selainnya agar anda memandang suatu permaslahan agar lebih bijak/ilmiah, obyektif serta lebih dapat/mudah dipertanggung jawabkan baik secara akademik mapun moral, sukron

  8. Abdan Rahman @

    Oh, rupanya muncul satu lagi Mujtahid Wahabi di sini, namanya Abdan Rahman (Yusuf Ibrahim).

    Setelah sebelumnya sang Mujtahid Wahabi Jatim H. Mahrus Ali yang mempelopori shalat ditanah tanpa alas dan memakai sandal (awas sandalnya kena tai, he he he….), kini lahir mujtahid ABDAN RAHMAN yang tidak lain adalah pengagum Mahrus Ali. Hati-hati para hadirin disesatkan olehnya. Waspadalah terhadap penularan virus Wahabi yang coba disebarkan oleh ‘mujtahid’ salafy wahabi. Ilmu seuprit berlagak jadi mujtahid, oh wahabi…. salafy khowarij! Paling gemar menebar isu-isu bid’ah, kafir musyrik, tahayul khurafat, padahal Wahabi sendiri pelaku semua itu tapi tetap belagu sok tahu. Kalau mereka kepepet dalam diskusi mau ngaku saudara sesama muslim, tapi kalau sedang di atas angin mereka menuding-nuding saudaranya sebagai musyrik, kafir dan ahlu bid’ah. Wah…. wah… Wah(abi)…!

  9. memang mamerangi bid’ itu tuidak sumudah memerangi org kafir musyrik/maksiat sebab apa? karena mereka membenarkan kebid’ahan dengan dalih nama agama (Al Qur’an & As sunnah) tetapi mereka lebih mengedepankan parasaan dan hawa nafsunya, dan berpaling vdari pemahaman yang benar,!

    1. kLO ngomong pakai dalil yang ilmiah donk, sebutkan sumbernya, klo bagi kami gampang, Ibnu taimiyah dan muhammad abdul wahab bukan nabi yang pasti benar, ingat setiap manusia diberi akal dan nafsu sendiri sendiri, yang pasti kami mengikuti Nabi dan para sahabat yang benar benar beriman sebelum fathul mekah kalau bisa…..

  10. Mas Salik@

    Wahabi emang lucu-lucu and terkenal dungu, contohnya seperti yang ditunjukin Mas Salik itu: mbah bejo + abdan rahman = istidlal fakih. Lihat gemana kebodohan yang nyata seperti itu, geli aku dengan kedunguan orang ini. Khas banget sifat dungu Wahabinya. Lihat itu avatarnya sama-sama hijau, ha ha haha ha ha ha ha ah aha ha….!

    thank you Mas Salik.

  11. kapan lisan kita bisa berhati-hati ketika bicara terhadap saudara sesama muslim???

    padahal semua perkataan kita akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah.

    Apakah kita semua yakin Allah ridho terhadap apa yang kita tuturkan???

    Apakah kita semua sudah merasa paling selamat, paling benar, paling pintar, paling tawaduk, hingga kita bisa “ngomong seenaknya “, “mengolok-olok” saudara seaqidah, bercanda keterlaluan… astagfirullah. Allah Maha Melihat. Allah Maha Mendengar.

  12. Sekali kali kita perlu untuk memandang segala sesuatu dari banyak segi atau sudut pandang sehingga pemamahaman tidak terkungkung cuman satu arah, Ingat Ilmu Alloh itu luas sekali < lha Wong Alloh yang memiliki Sifat Ilmu. jadi jangan terpaku satu arah aja…………

  13. Kami disini cuman mengetengahkan dalil akal saja, dengan melihat perkembangan zaman yang begini “repot”, kalau maulid dilarang atau ditiadakan , kami yakin dan haqqul yakin umat islam terutama orang awam akan melupakan kapan kelahiran Nabi dan sejarahnya, dan seandainya tanggal 12 rabiul awwal tidak diliburkan/ merah untuk diperingati, Insya Alloh akan banyak umat islam lupa akan sejarah nabinya, bisa bisa lebih ingat tahun baru masehi dan natal nya orang kristen……….begitu saja dalil akal kami, semoga Alloh selalu memberikan cahaya Nya kedalam hati kami………

    1. betul mas salafy totok , penghancuran situs-situs sejarah Islam yang dilakukan sekte Wahabi, akan membuka celah bagi musuh Islam untuk menebar keraguan bahwa tidak ada Bukti jika Nabi Muhammad pernah ada , jika Sahabat Rosulallah pernah ada namun al-hamdulillah Allah akan tetap menjaga cahaya Islam sehingga ada yang disambar petir ketika akan menghancurkan Kubbatul Khodro , mungkin m. abdul wahhab tidak tahu jika hari ini tidak sedikit sarjana Kristen yang mulai meragukan keberadaan Isa al-masih , karena tidak ada bukti peninggalannya , dia tidak sadar jika penghancuran yang dia lakukan lambat laun akan berakibat buruk terhadap Islam itu sendiri.

  14. Wahabi= Strategi musuh Islam untuk menghancurkan kecintaan umat muslimin kpd Nabi SAW, klo udah cinta kan apa aja mau di lakukan, apalagi kpd Nabi SAW..
    itu yg musuh2 Islam takutkan

  15. dasar presiden jaman sekarang udah gaul …..
    uuuuuuuuuuuuuuuu SBY no HABIB munzir bin fuad al musawa YES……
    karena koruptor………… ( susilo bambang yudhoyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker