Inspirasi Islam

Ketika Ulama Sunni – Syi’ah Ingin Bertemu Setiap Bulan Suci

Syaikh al-Azhar Ingin Para Ulama Sunni dan Syi’ah Bertemu Setiap Bulan Suci. Seruan itu telah disampaikan Syaikh Ahmad al-Tayyib untuk memperkuat tradisi perdamaian dan kerukunan di antara sesama muslim.

Pada pertengahan tahun ini para Ulama Sunni dan Syi’ah diminta bertemu setiap bulan suci, telah menjadi harapan indah bagi upaya persatuan Islam dunia. Hal ini seperti yang diminta oleh Grand Syaikh Al-Azhar, Kairo, Mesir, Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Al-Tayyib pada bulan Juli tahun ini. Syaikhul Azhar menghimbau kepada para ulama Ahlussunnah dan Syi’ah supaya turut berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh al-Azhar pada setiap bulan suci Ramadhan.

Seruan itu telah disampaikan Syaikh Ahmad al-Tayyib untuk memperkuat tradisi perdamaian dan kerukunan di antara sesama muslim. Dia juga mengeluarkan fatwa haram saling bunuh antara Sunni dan Syi’ah.

“Tujuan penyelenggaraan pertemuan-pertemuan di bulan suci Ramadhan ini ialah menangkal fitnah bernuansa mazhab dan sektarianisme serta menghentikan pertumpahan darah di kawasan dan menyelamatkan umat dari konspirasi,” ungkapnya, sebagaimana pernah dilansir al-Youm7 dan dikutip Fars News, Rabu (22/7/15).

Pada waktu itu, dalam wawancara dengan saluran 1 TV Mesir Syekh Ahmad Al-Tayyib pernah mengingatkan bahwa dialog antara Sunni dan Syiah lebih penting dan urgen daripada dialog antara Islam dan Kristen. Hal ini karena konflik yang dipicu oleh isu-isu sektarian Sunni – Syi’ah merupakan urusan intern umat Islam yang lebih mendesak untuk segara diupayakan jalan keluarnya. Tidak ada cara lain kecuali dibicarakan dengan semangan persaudaraan Islam.

BACA JUGA:  Surat Al-Maidah 51, Penjelasan Ahli Tasfsir Indonesia

“Jika orang-orang Islam berdialog dengan ateis Barat dan Kristen Barat, bukankah lebih mendesak untuk dialog pula antara umat Islam Sunni dan umat Islam Syi’ah, khususnya? Syi’ah adalah muslimin, dan keislamanan mereka adalah keislaman Ahlussunnah. Tidak ada perbedaan antara keduanya kecuali dalam beberapa masalah furu’ yang sederhana,” ungkap Syaikhul Azhar, seperti dikutip beberapa media berbahasa Arab termasuk media online “Alalam”.

Gerakan pendekatan dan saling kenal antara Sunni dan Syi’ah sebenarnya telah dipelopori oleh rektor al-Azhar Almarhum Syaikh Mahmoud Syaltut dan ulama besar Syi’ah Syaikh Taqiyuddin Al-Qummi dengan mendirikan “Darut Taqrib Baina al-Madzahib al-Islamiyyah” (Lembaga Pendekatan Antar Mazhab Islam).

Tak Ada Pilihan Umat Islam Selain Bersatu

Sementara itu, Konferensi Internasional Persatuan Islam yang ke 29 digelar di Teheran sejak hari Minggu (27/12/2015), yang dihadiri oleh ulama-ulama baik ulama Ahlussunnah dan Syi’ah dari berbagai belahan dunia. Hal utama yang didiskusikan dalam konferensi adalah mengupayakan solusi atas krisis yang dihadapi oleh negara-negara berpenduduk Muslim.

BACA JUGA:  Islam Moderat Bersemi di Arab Saudi, Akan Jadi Aswaja NU pada Waktunya?

Ikut berbicara pada acara pembukaaan, Presiden Iran Dr. Hassan Rouhani menyerukan persatuan di antara negara-negara Muslim. Untuk mengatasi krisis di dunia Islam tak ada pilihan kecuali mengupayakan terus persatuan Islam sampai menjadi kenyataan.

“Tema konferensi ini adalah ‘Tantangan Dunia Islam’, dan berbagai kemelut yang kita hadapi disebabkan karena kurangnya persatuan di antara ummat Islam, yang dimanfaatkan oleh kekuatan adidaya untuk mendeskreditkan Islam sebagai agama yang penuh kekerasan,” ungkap Presiden Rouhani menunjukkan rasa prihatinnya.

Dia menambahkan bahwa kelompok-kelompok ekstrimis telah mencoreng wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Segala tindakan kaum ekstrimis menyudutkan Islam di mata dunia, hal ini hanya menguntungkan gerakan Zionis internasional.

Tidak ada lagi pilihan bagi kita selain bersatu. Kita harus mengagalkan siapa pun yang hendak menjadikan Islam sebagai agama horor,” seru presiden Rouhani, seperti dilansir Almanar (28/12/2015).

Presiden Iran Hassan Rouhani menekankan pentingnya untuk mengakhiri kebiadaban yang dilakukan oleh teroris semacam ISIS, yang menggunakan nama ‘Islam’ tetapi menyerang Umat Islam.

BACA JUGA:  Tuduhan Sebagai Syi'ah, Fitnah Baru Wahabi Terhadap Umat Islam

Konferensi ini digelar bersamaan dengan perayaan ‘minggu persatuan’ di Iran. Sunni merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw pada tanggal 12, sementara Syi’ah meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw lahir pada tanggal 17. Untuk itu, Iran menetapkan minggu persatuan sebagai bentuk solidaritas, sehingga perayaan ini dimulai sejak Kamis (24/12/2015) lalu.

Konferensi yang digelar selama tiga hari berturut-turut, dan berakhir pada Selasa (29/12/2015). Tokoh-tokoh cendekiawan Muslim, menteri agama, perwakilan dari akadmisi dan pegiat budaya dari Iran dan negara-negara lainnya juga turut hadir.

Diharapkan, dengan adanya konferensi ini, solidaritas di sunia Islam lebih menguat. Dengan begitu, terjalin kedekatan dan keselarasan dalam menghadapi isu-isu agama yang beragam. Ancaman terhadap dunia Islam yang timbul dari pemahaman takfiri dan sikap sekterian, masalah Palestina, juga menjadi fokus dalam acara ini.

Mimpi Persatuan Islam mudah-mudahan bisa segera jadi kenyataan, amin….

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Ketika Ulama Sunni - Syi'ah Ingin Bertemu Setiap Bulan Suci
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker