Salafi Wahabi

Keteladanan Seorang Syeikh Wahabi

Syeikh WahabiIni adalah kisah yang mengungkap sikap keteladanan dari seorang Syekh Wahabi. Tokoh ini namanya cukup terkenal, tapi mengenai kisah nyata ini kami baru mengetahuinya. Seperti kita maklumi, bahwa di kalangan Wahabi, yang namanya kesyirikan memang menjadi agenda penting untuk memeranginya. Padahal Nabi Saw pernah mengungkap keyakinannya, bahwa ummatnya tidak perlu dikuatirkan akan kemusyrikannya. Beliau bersabda: “Aku tidak takut kalaian akan menjadi musrik. Tapi yang aku takutkan kalian akan berlomba-lomba dalam memperebutkan dunia (harta).” (Hadits Riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad). Kalau Nabi Saw tidak kuatir akan kemusyrikan ummatnya, tidak demikian dengan orang-orang wahabi. Merka sangat berlebihan dalam ‘menjaga’  ummat Islam agar tidak terjerumus ke dalam kesyirikan. Dilihat sepintas, ini memang terpuji. Tapi ingat, sikap over akting ini telah menimbulkan suasana panas di tengah ummat Islam. Mari kita simak kisahnya ini lebih lengkap….

arabic man - Keteladanan Seorang Syeikh Wahabi

Kisah Insyafnya Seorang Ulama Wahabi

Oleh: KH. Idrus Ramli*

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin--ulama Wahabi kontemporer yang sangat populer–mempunyai seorang guru yang sangat alim dan kharismatik di kalangan kaum Wahhabi, yaitu Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di, yang dikenal dengan julukan Syaikh Ibnu Sa’di. Ia memiliki banyak karangan, di antaranya yang paling populer adalah karyanya yang berjudul, Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, kitab tafsir setebal 5 jilid, yang mengikuti manhaj pemikiran Wahhabi. Meskipun Syaikh Ibnu Sa’di, termasuk ulama Wahabi yang ekstrim, ia juga seorang ulama yang mudah insyaf dan mau mengikuti kebenaran, dari manapun kebenaran itu datangnya.

Suatu ketika, al-Imam al-Sayyid ‘Alwi bin Abbas al-Maliki al-Hasani (ayahanda Abuya al-Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki) sedang duduk-duduk di serambi Masjid al-Haram bersama halaqah pengajiannya. Sementara di bagian lain serambi Masjidil Haram tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di juga duduk-duduk. Sementara orang-orang di Masjidil Haram larut dalam ibadah shalat dan tawaf yang mereka lakukan. Pada saat itu, langit di atas Masjidil Haram penuh dengan mendung yang menggelantung, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan yang sangat lebat. Tiba-tiba air hujan itu pun turun dengan lebatnya. Akibatnya, saluran air di atas Ka’bah mengalirkan airnya dengan derasnya. Melihat air begitu deras dari saluran air di atas kiblat kaum Muslimin yang berbentuk kubus itu, orang-orang Hijaz seperti kebiasaan mereka, segera berhamburan menuju saluran itu dan mengambil air tersebut, dan kemudian mereka tuangkan ke baju dan tubuh mereka, dengan harapan mendapatkan berkah dari air itu.

Melihat kejadian tersebut, para polisi pamong praja Kerajaan Saudi Arabia, yang sebagian besar berasal dari orang Baduwi daerah Najd itu, menjadi terkejut dan mengira bahwa orang-orang Hijaz tersebut telah terjerumus dalam lumpur kesyirikan dan menyembah selain Allah SWT. Akhirnya para polisi pamong praja itu berkata kepada orang-orang Hijaz yang sedang mengambil berkah air hujan yang mengalir dari saluran air Ka’bah itu,

“Jangan kalian lakukan wahai orang-orang musyrik. Itu perbuatan syirik. Itu perbuatan syirik.”

banner 2 2 - Keteladanan Seorang Syeikh Wahabi

Mendengar teguran para polisi pamong praja itu, orang-orang Hijaz itu pun segera berhamburan menuju halaqah al-Imam al-Sayyid ‘Alwi al-Maliki al-Hasani dan menanyakan prihal hukum mengambil berkah dari air hujan yang mengalir dari saluran air di Ka’bah itu. Ternyata Sayyid ‘Alwi membolehkan dan bahkan mendorong mereka untuk melakukannya. Akhirnya untuk yang kedua kalinya, orang-orang Hijaz itu pun berhamburan lagi menuju saluran air di Ka’bah itu, dengan tujuan mengambil berkah air hujan yang jatuh darinya, tanpa mengindahkan teguran para polisi baduwi tersebut. Bahkan mereka berkata kepada para polisi baduwi itu,

“Kami tidak akan memperhatikan teguran Anda, setelah Sayyid ‘Alwi berfatwa kepada kami tentang kebolehan mengambil berkah dari air ini.”

Akhirnya, melihat orang-orang Hijaz itu tidak mengindahkan teguran, para polisi baduwi itu pun segera mendatangi halqah Syaikh Ibnu Sa’di, guru mereka. Mereka mengadukan perihal fatwa Sayyid ‘Alwi yang menganggap bahwa air hujan itu ada berkahnya. Akhirnya, setelah mendengar laporan para polisi Baduwi, yang merupakan anak buahnya itu, Syaikh Ibnu Sa’di segera mengambil selendangnya dan bangkit menghampiri halqah Sayyid ‘Alwi dan duduk di sebelahnya. Sementara orang-orang dari berbagai golongan, berkumpul mengelilingi kedua ulama besar itu. Dengan penuh sopan dan tata krama layaknya seorang ulama, Syaikh Ibnu Sa’di bertanya kepada Sayyid ‘Alwi:

“Wahai Sayyid, benarkah Anda berkata kepada orang-orang itu bahwa air hujan yang turun dari saluran air di Ka’bah itu ada berkahnya?”

Sayyid ‘Alwi menjawab: “Benar. Bahkan air tersebut memiliki dua berkah.”

Syaikh Ibnu Sa’di berkata: “Bagaimana hal itu bisa terjadi?”

Sayyid ‘Alwi menjawab: “Karena Allah SWT berfirman dalam Kitab-Nya tentang air hujan:

ونزلنا من السماء ما ء مباركا

“Dan Kami turunkan dari langit air yang mengandung berkah.” (QS. 50:9).

Allah SWT juga berfirman mengenai Ka’bah:

إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا

“Sesungguhnya rumah yang pertama kali diletakkan bagi umat manusia adalah rumah yang ada di Bekkah (Makkah), yang diberkahi (oleh Allah).” (QS. 3:96).

Dengan demikian air hujan yang turun dari saluran air di atas Ka’bah itu memiliki dua berkah, yaitu berkah yang turun dari langit dan berkah yang terdapat pada Baitullah ini.”

Mendengar jawaban tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di merasa heran dan kagum kepada Sayyid ‘Alwi. Kemudian dengan penuh kesadaran, mulut Syaikh Ibnu Sa’di itu melontarkan perkataan yang sangat mulia, sebagai pengakuannya akan kebenaran ucapan Sayyid ‘Alwi:

“Subhanallah (Maha Suci Allah), bagaimana kami bisa lalai dari kedua ayat ini.”

Kemudian Syaikh Ibnu Sa’di mengucapkan terima kasih kepada Sayyid ‘Alwi dan meminta izin untuk meninggalkan halqah tersebut. Namun Sayyid ‘Alwi berkata kepada Syaikh Ibnu Sa’di:

“Tenang dulu wahai Syaikh Ibnu Sa’di. Aku melihat para polisi Baduwi itu mengira bahwa apa yang dilakukan oleh kaum Muslimin dengan mengambil berkah air hujan yang mengalir dari saluran air di Ka’bah itu sebagai perbuatan syirik. Mereka tidak akan berhenti mengkafirkan orang dan mensyirikkan orang dalam masalah ini sebelum mereka melihat orang yang seperti Anda melarang mereka. Oleh karena itu, sekarang bangkitlah Anda menuju saluran air di Ka’bah itu, lalu ambillah air di situ di depan para polisi baduwi itu, sehingga mereka akan berhenti mensyirikkan orang lain.”

Akhirnya mendengar saran Sayyid ‘Alwi tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di segera bangkit menuju saluran air di Ka’bah. Ia basahi pakaiannya dengan air itu, dan ia pun mengambil air itu untuk diminumnya dengan tujuan mengambil berkahnya. Melihat tingkah laku Syaikh Ibnu Sa’di ini, para polisi Baduwi itu pun pergi meninggalkan Masjidil Haram dengan perasaan malu.

Semoga Allah SWT merahmati Sayyidina al-Imam ‘Alwi bin ‘Abbas al-Maliki al-Hasani. Amin….

Kisah ini disebutkan oleh Syaikh Abdul Fattah Rawwah, dalam kitab Tsabat (kumpulan sanad-sanad keilmuannya). Beliau termasuk salah seorang saksi mata kejadian itu.

*Penulis adalah Pengurus Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Jember.
Sumber: http://www.azahera.net/showthread.php?t=2408

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

23 thoughts on “Keteladanan Seorang Syeikh Wahabi”

  1. BENARKAH Muhammad Alwi Al Maliki
    SEORANG MUHADDITSUL HARAMAIN ?
    [Majalah Al-Furqon Gresik, Edisi 5 Thn. III hal. 2]

    ————————————————————————

    Pengagum Alwi Al Maliki memprotes :…Untuk masalah ini silahkan ustadz
    baca kitab XXX oleh Muhadditsul Haramain Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki,
    ana tunggu jawaban Ustadz Aunur Rofiq.
    (0815 4803 0XXX )

    Redaksi Al Furqon Menjawab : …Kami tidak memiliki kitab yang
    disarankan tersebut. Sejauh ini kami belum mengetahui ada yang
    menggelari Muhammad Alwi Al Maliki dengan Muhadditsul Haramain kecuali
    orang-orang yang fanatik kepadanya atau semadzab. Simak perkataan Syaikh
    Abdul Aziz bin Baz, Mufti Arab Saudi terdahulu ketika memberi muqoddimah
    kitab hiwar ma’a Maliki fi Raddi Mungkaraatihi (Dialog dengan Al Maliki,
    Bantahan Kemungkaran dan kesesatannya) karya Syaikh Abdullah bin Mani’,
    anggota Kibar Ulama Saudi, kata beliau: “…saya telah mencermati
    kemungkaran-kemungkaran di kitab karangan Muhammad Alwi maliki dan dalam
    muqodimah kitabnya yang tercela yang dinamakan Ad Dzakho’ir Al
    Muhammadiyyah. Dalam buku itu dia menisbatkan sifat-sifat ilahiyyah
    kepada Rasulullah, semisal: “Rasulullah memegang kunci-kunci langit dan
    bumi, beliau berhak membagi tanah di surga, mengetahui perkara ghaib,
    ruh, dan lima perkara yang hanya diketahui Allah, makhluk diciptakan
    karena beliau, malam kelahirannya lebih agung ketimbang lailatul qadar,
    dan tidak ada sesuatu yang terjadi kecuali karena beliau”. Contohnya dia
    mengakui qosidah-qosidah yang dia nukil dari kitab Ad Dzakho’ir yang
    berisi istighotsah dan meminta perlindungan kepada nabi, sebab beliau
    adalah tempat berlindung ketika terjadi musibah. Karena kemana lagi
    berlindung kalau bukan kepadanya, dan masih banyak lagi…Dan sungguh
    menggelisahkan saya munculnya kemungkaran yang jelek ini, bahkan
    sebagiannya jelas-jelas bentuk kekufuran nyata dari Muhammad Alwi Al
    Maliki.

    Sebagaimana banyak ulama merasa sesak dengan banyaknya kesesatan dan
    kesyirikan yang dia tulis dibukunya, terutama Lembaga Ulama-Ulama Besar.
    Oleh karena itu Lembaga tersebut menerbitkan keputusan no. 86 tgl
    11/11/1401 H, berupa pengingkaran kepada dakwah Al Maliki yang mengajak
    kepada syirik, bid’ah, kemungkaran, kesesatan dan menjauhkan dari
    petunjuk salaf umat ini berupa akidah yang selamat dan peribadatan yang
    benar kepada allah dalam uluhiyyah dan rububiyyah-Nya”.(lihat Muqoddimah
    kitab Syaikh Abdullah bin Mani’ ini).

    Al Maliki juga menulis juga menulis kitab lain yaitu Mafahim Labudda An
    Tushohhah (Namun patut disayangkan kitab ini telah telah diterjemahkan
    oleh penerbit berinisial PZZ,dengan judul yang kami singkat PYHD, Namun
    Al Alhamdulillah Majalah Al Furqon edisi 8/tahun III/Rabiul Awwal 1425
    hal 19 telah memberikan bantahan singkatnya yang diterjemahkan dari
    kitab Syaikh Shalih bin Abdul Azis Alu Syaikh ). Kitab ini tidak jauh
    beda dengan kitab yang pertama tadi. Oleh karena itu dibantah oleh
    Syaikh Shalih bin Abdul Azis alu Syaikh ( MenAg Saudi Arabia sekarang )
    dalam kitab Hadzihi Mafahimuna. Dalam kitab tersebut Syaikh Shalih
    membongkar kedok Al Maliki yang katanya ahli hadits itu. Ternyata dia
    bukan ahli hadits. Dengan indikasi ini, kami yakin kitab yang disarankan
    untuk dibaca isinya kurang lebih sama. Maka silahkan membaca dua kitab
    tersebut agar memahami kebenaran yang sesungguhnya. Semoga Allah
    menunjuki kita semua ke jalan kebenaran. (Majalah Al Furqon Gresik,
    Edisi 5 Thn. III hal. 2, dengan judul asli “Tuduhan tak Berdasar” )

    ::: KESIMPULAN :::
    Kitab penuh penyimpangan aqidah karya Muhammad alwi al maliki :
    1. Ad Dzakho’ir Al Muhammadiyyah
    2. Mafahim Labudda An Tushohhah

    Kitab bantahan atas kesesatan Muhammad alwi al maliki
    1. Hiwar ma’a Maliki fi Raddi Mungkaraatihi wa Dholalatihi
    ( Membantah kitab Ad Dzakho’ir…)

    Karya Syaikh Abdullah al mani’
    Anggota Kibar Ulama Saudi
    2. Hadzihi Mafahimuna

    (Membantah kitab Mafahim Labudda …)

    Karya Syaikh Shalih bin Abdul Azis Alu Syaikh
    MenAg Arab Saudi sekarang

  2. @dewa:

    Biasalah itu, wahabi menganggap sesat Sayyid Dr. Muhammad Alawy Alamaliky itu sebabnya ya karena kebodohan agama ulama2 wahabi Saudi. Buktinya ketika menghadapi debat langsung dengan Dr Muhammad Alawy, mereka (para ulama Wahabi) tak berkutik. Dalilnya mentah oleh dalil oleh dr Muhammad Alawy, mereka tidak berhasil menghukum mati sang doktor karena mereka keok dalam berargumentasi berdasar Al-Qur’an dan Hadits.

    Kalau faktanya seperti itu, siapa yang sebenarnya sesat? Para Ulama Wahabi atau sang doktor sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki Al-Hasani? Please deh gunakan otakmu, jangan hanya taklid aja sama ulama 2 Wahabi Saudi yang kredibilitasnya sangat-sangat payah itu….?!!!

  3. assalamualaikum wr. wb.

    kepada akhi dewa, alhamdulillah antum telah memberikan nasehat dan informasi mengenai alwi al maliki…

    untuk informasi saja, ada baiknya berita2 semacam ini perlu dikaji ulang… apakah Syaikh As Sa’di memang pernah berdialog dengan alwi almaliki al hasani perlu sumber yg jelas.. jangan sampai kedepan menjadi berita yang tidak memiliki sumber yg mendukung seperti cerita Syaikh Bin Baz kalah berdebat dengan Alwi Al maliki.. padahal seluruh dunia mengetahui bahwa syaikh bin baz tidak pernah hiwar dengan alwi al maliki, tetapi menyuruh syaikh abdullah al mani’ untuk hiwar adn akhirnya menerbitkan buku bantahan terhadap alwi almaliki sekaligus fatwa karena Alwi Al maliki tidak mau ruju’ dan bertaubat…. (silahkan mencari informasi berita ini di situs2 berbahasa asing baik arab maupun english)

    berita hiwarnya Syaikh bin baz dgn Alwi al maliki ini pernah masuk di majalah sabili yg dikemukakan (dengan tidak ilmiah) oleh Prof Said Aqil Siraj.. akhirnya banyak mendapat cemoohan dr berbagai pihak…karena iberita ini tidak valid alias hoax..

    ke depan berita2 seperti ini sangat bagus untuk disebarkan, namun jangan sampai berita yg dikabarkan tidak memiliki pondasi sumber yg jelas..

    1. @abdullah

      al-Imam al-Sayyid ‘Alwi bin Abbas al-Maliki al-Hasani adalah ayahanda Abuya al-Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki. Namanya Mirip tapi beda, sebab sang anak namanya Muhammad Alawy, Alawy bin Ababs adalah Ayahnya.

      Nah, yang pernah berdialog dg Syaikh Al-sa’di adalah Sayid Alawy bin Abbas yaitu sang Ayah dari Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawy. Kalau yang pernah diadili oleh Para Ulama Wahabi itu adalah sang Anak, yaitu Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawy tersebut. Akan tetapi karena beliau mampu mementahkan argumentasi para Ulama yang mengadilinya dalam suatu forum, maka selamatlah beliau dari ancaman hukuman mati. Kisah nyata ini benar-benar terjadi, bukan karangan bukan HOAX kayak persangkaan Abdullah. Sebab kejadiannya belum lama, sekitar tahun 80-an. Pasti masih banyak saksi hidup, sebab forum tersebut dilipu televisi Arap Saudi.

      Mari kita kirimkan pahala Surat Al-fatihah, ila hadliroti Sayyid Alawy bin Abas wa waladihi sayyid Muhammad bin Alawy Alamaliki, Al Faatihah…..

      terima kasih….

      1. Bang Pasaribu, Al Faatiha…… Aminnn…

        Mantab, Bang. Oke abnget, peristiwa dialog tsb memang bukan HOAX seperti kata si Abdullah, berita tersebut adalah valid bisa dilacak kebenarannya.

        Bang Pasaribu, ada dimana sekarang? Pulang ke Medan ya, he he he…. maaf bercanda biar gak stress.

    2. Abdullah bin Wahabi juga dewa wisnu yang masih hindu@.

      jangankan debat dengan Sayyid Muhammad bin Alwi al-maliki dengan mas wong, mas Arumi mas mamo , mas Pras, mas diant mas salik dan lainnya, Bin Baz sama Al-mani`bahkan All Wahabi Salafi bisa keok, kalo gak percaya Coba suruh nongol di Blog ini pasti pada ngaciir kaya yang udah-udah.

      selamat mencoba kalo memang kalian benar dan Punya Nyali.

      1. Mas Syahid, Wahabinya pada gak berani koment pada takut sama Mas Syahid. Di-KO melulu sama Mas Syahid sih, jadinya pada ngeri mereka, takut kena pukulan stratght kiri kanan, he he he….

        Tulisan Majalah Al-Furqan yg diCOPAS si Dewa itu perlu diberi pelajaran Mas Syahid. Mereka itu komplotan pembohong, kasihan pembacanya kena kibulan agen-agen Wahabi seperti Al-Furqon itu.

        Saya pernah baca bukunya Syaikh Abdullah bin Sulaiman bin Mani’ yang mengkritik Sayyid Muhammad Allawy, wowww! kasar dan brutal tidak pantas orang seperti itu disebut Ulama, pantasnya disebut PENCACI-MAKI rendahan saja.

        Sangat berbeda dengan sayyid Muhammad Alawy yang santun. Saya baca buku beliau Mafahim Yujibu an Tushohhah, wih hebat Mas, dapat sambutan gegap gempita dari para Ulama seluruh dunia, saya hitung ada 30 Ulama memberikan kata pengantar/sambutan. Walaupun buku tersebut isinya tentang kritik kepada paham Wahabi, tapi bahasanya sangat santun. Seharusnya seperti itulah sikap seorang Ulama. Kecuali saya masih boleh mencaci karena bukan ulama, Kik kiki kik….

        1. Alhamdulillah Mas wong sudah OL lagi, selamat bergabung kembali mas wong , mudah-mudahan Wahabi / salafinya pada berani muncul lagi , biar mereka juga merasakan Hook kanan kiri mas Wong dan teman teman aswaja lainnya, mohon maaf kalo saya sedikit mendominasi, sebab seringkali Wahabi / salafi kalo dilayanin santai, congkaknya minta ampun seolah cuma mereka yang tahu dalil padahal padahal padahal (ikut gaya mas mamo dikit bolehkan?)

          soal buku hiwar ma`al maliki yang diterbitkan Wahabi itu sebenarnya dusta belaka , semacam dialog imaginer , yang dibungkus dikemas seolah itu adalah dialog nyata , mas wong pasti sudah tahu soal ini.

          belum lama ini saya juga baca kitab mafahim karya Beliau Subhanallah bahasanya santun Banget , benar-benar menunjukkan Kwualitas penulisnya sebagai Tauladan dan Rohmatan lil qori`in wal- mualifin waduaah wannas ajma`in

          saya nyesel mas, baru bacanya kemaren kemaren , padahal kitab itu tiga belas tahun yang lalu saya sudah punya dikasih langsung dari penulisnya , saya kira waktu itu ,itu kitab biasa aja ternyata dan ternyata Bener-bener banyak Faham yang Wajib diluruskan , terbukti sekarang banyak yang terpengaruh Faham yang tidak sesuai dengan Ahlu Sunnah Wal-jama`ah.

          semoga keikut sertaan kita semua di Blog ini, Khususnya Admin Ummati sebagai Pelopor dan Fasilitator sedikit dapat melanjutkan perjuangan Ulama Ahlu Sunnah pada Umumnya , wabil khusus yang tercinta Assayyid Muhammad Bin Al-wi al-maliki Nawwarollahu qobroh wa`aada alaina Barokatah wa Ulumahu, wajazallahu anil muslimin Khoirol jaza , lana walakumul Jannah Insya Allah, amien.

  4. Wah, selama ini saya belum pernah baca yang ini. Hmmm, sangat bagus bisa menjadi pukulan berat bagi orang-orang Wahabi yg gemar menuduh musyrik kepada sesama muslim. Ini buktinya tuduhannya amat sangat meleset, bisa dilihat dari kisah nyata ini.

    Anehnya, walaupun ini kisah nyata masih dibantah sama si Dewa dan Abdullah, benar-benar gatholoco mereka ini. Nggak mempan dikasih fakta yg gambalang seperti itu. Pengaruh virus Wahabi memang bisa membuat keras hati siapa saja kecuali yg dapat hidayah Allah SWT.

    1. udah kayak gitu namanya gonta ganti mas Arumi…..ada pepatah SALAH SATU SIFAT SOMBONG NGGAK MAU MENERIMA KEBENARAN ………padahal sombong adalah…..padahal…..padahal……padahal…….( takut ditanyain dalil mas)

  5. All kaum muslimin, ini ada hadits penting yang saya Copas dari pengantar kisah di atas. Silahkan direnungkan khususnya Para Wahabiyyun, semoga bisa insyaf tidak hoby memusyrikkan orang-orang yang bersyahadatain.

    Nabi Saw bersabda: “Aku tidak takut kalaian akan menjadi musrik. Tapi yang aku takutkan kalian akan berlomba-lomba dalam memperebutkan dunia (harta).” (Hadits Riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad)

    Jadi yg dikuatirkan oleh Rasul Saw adalah kelakuan agen-agen Wahabi yang berebut uang real dari Saudi. Silahkan direnungkan, monggo….

    1. Wahabi Insyaf @. salam kenal

      Hadist yang antum bawakan ini mudah mudahan akan menginspirasi kawanan Wahabi/salafi untuk berfikir ulang akan aqidah dan faham mereka, meskipun Hadist tersebut akan meruntuhkan Banyak faham dan keyakinan wahabi / salafi selama ini, mudah-mudahan mas ya ?.

      1. udah pernah di sampaikan Mas ….tapi dasar hati dah membatu kali ya mereka ada yang jawab ” APA DGN HADIST TSB ANDA JADI MENGHALALKAN KEMUSYRIKAN ?”….jadi yang ada dalam otak mereka prasangka buruk terus…..bukannya sadar malah dicari cari kelemahan argumen ……..Yaa Alloh berilah hidayahMu agar mereka sadar dgn apa yang mereka pikirkan dan mereka perbuat …..Amiin

        1. mas mamo, orang kalo udah tersesat kok otaknya gak jalan ya ? hati mereka membatu , mungkin juga hatinya sudah mati.

          mudah mudahan aja mas ketidak munculan mereka akhir-akhir ini, menandakan mereka sedang berfikir dan dapet taufiq. amien.

  6. Benarkah kisah tersebut… ?

    Simak keterangan dari “TETANGGA DEKAT” Syaikh ‘Abdul Fattah Rawwah di distrik al-Hujun, Makkah. Karena kalo di copy paste kepanjangan, maka silahkan ke:

    http:// qiblati.com/bantahan-syubhat-%E2%80%98alawi-al-maliki-dan-%E2%80%98abdurrahman-bin-sa%E2%80%99di.html

    kalo nda bisa di buka bisa ke:

    http://muslimunnes.blogspot.com/2011/09/bantahan-syubhat-alawi-al-maliki-dan.html

    baca dengan sabar,,, lapang,,, dan ikhlas ya..?? 😆

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker