Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Inspirasional

Kenapa Tak Kau kirim Paket Do’a dan Tahlil untuk Ibu….

Tak Kau kirim Paket Do’a dan Tahlil untuk Ibu….

 

mother - Kenapa Tak Kau kirim Paket Do'a dan Tahlil untuk Ibu....
Ibu …. CC BY by asim chaudhuri(anurupa_chowdhury_yahoo.co.in
 
 
Setelah sekian tahun kau hidup
betapa indahnya masa-masa naungan Ayah-Bunda
kau diasuh dengan asuhan yang terbaik dari keduanya,
dididik, dicukupkan semua kebutuhanmu,
diajari bermacam kata
dan di antara keduanya kau merasakan kehangatan cinta …
 
 
Bundamu mendekapmu,
ia menitikkan air mata saat kau dilahirkan …
ia begitu bahagia….
saat menatap wajahmu pertama kali di pangkuannya,
senyumnya begitu tulus …
Kemudian Bundamu mendekapmu,
ia menitikkan air mata saat tubuhmu panas,
badanmu lemah, ia khawatir saat engkau sakit …
ia menangis tersedu melihat sakitmu  yang semakin parah …
ia menjagamu dengan sepenuh jiwanya..
berapapun waktu dan biaya tak dipedulikannya …  
ingatlah tangisan Bundamu saat itu …
rasakanlah kepedihan hati Bundamu saat itu…
kini, ketika kau dewasa…
Bundamu pun merasakan perih,
melihat buah hatinya membentaknya,
hati Bundamu terluka,
melihat buah hati yang dilindunginya durhaka…
 
Mengapa hanya karena masalah sepele kau membentak Bundamu..???
Mengapa hanya karena keinginanmu yang tak terpenuhi
kau mendiamkan Bundamu …???
Mengapa saat Bundamu lemah kau tinggalkan ia demi kepentinganmu …???
Mengapa kau bentak Bundamusaat ia bertutur halus kepadamu …???
Tak ingatkah kau akan belaian cintanya saat kau terlelap tidurketika kau masih belia?
Tak ingatkah kau akan tutur halusnyasaat kau berulah dengan kenakalanmu???
Tak ingatkah kau akan setiap bulir keringatnya
saat ia menggendongmu kemanapun ia pergi …
 
 
sungguh, bila kau tidak dicintai Bundamu,
kau tidak akan menjadi manusia saat ini!
mungkin kau sudah menjadi janin-janin malangyang mati diaborsi!
mungkin kau tidak akan ada di sini saat ini!
Lalu mengapa kau tak mau tundukbersimpuh di hadapan Bundamu???
Apakah benar kau mencintai Bundamu???
 
Renungkanlah satu hari, di hari itu,
kau pulang dari peraduan nasibmu…
sampai di halaman rumah,
kau jumpai kerumunan tetangga berwajah sendu …
berkumpul di ruang tamumu…
kau masuk ke dalam penuh dengan tanda tanya,
ada apa ini?
 
 
Di ruangan itu,
kau melihat sebuah dipan dibentangkan,
di atasnya terbujur sesosok tubuh manusia,
ia terbungkus kain putih bersih di sekujur tubuhnya,
tertutuprapat …
Kau melangkahkan kakimu dengan gemetar,
mendekat dan terus mendekat …
Tak ada yang berkata-kata…
semua hening tanpa suara…
Kau arahkan pandanganmu kewajah sosok mayat itu,
sambil kedua tanganmu menyingkapikatan kain kafan di wajahnya…
Ketika kafan terbuka,
ketika wajah keriput itu terlihat …
kini kau tahu… ?
 
 
itulah wajah yang tersenyum tulus
saat kau lahir dengan tangisanmu,
itulah wajah yang cemberut
saat kau berulah dengan kenakalanmu,
itulah wajah yang mencium dahimu
saat pertama kau beranjak sekolah,
itulah wajah yang tertawa gembira
saat melihatmu melangkahkan kaki-kaki kecilmu…
itulah wajah yang pernah menangis karena bentakanmu…
itulah wajah yang basah dengan air mata untuk mendoakan kebaikan bagimu …
itulah wajah yang tak kau pedulikan saat sakit dideritanya…
 
 
ya, ITULAH WAJAH BUNDAMU …
Kini dia tak lagi bisa memelukmu,
tangannya kaku…
Kini tak lagi ia bisa menggendongmu,
kaki-kaki tuanya pun kaku …
Kini dia tak bisa lagi menciummu,
dia tak bisa lagi menghardikmu,
dia tak bisa lagi mengomelimu,
di tak bisa lagi cerewet padamu …
Puaskah engkau kini???!!!
 
Tak bisa lagi kau mencium telapak kakinya …
tak ada lagi untaian doa mustajab yang bisa kau pinta …
tak ada lagi senyum gembira saat kau pulang ke rumah itu …
Kini kau campakkan jasad Bundamu di liang itu sendiri…
Kini kau timbun jasad rahim yang mengandungmu …
Kau tumpahkan tanah-demi-tanah menimbun jasad lelah Bundamu …
Kau pendam jasad Bunda yang dulu menimang-nimangmu …
 
Tak ada lagi tangan seorang Bunda untuk kau cium,
tak ada lagi doa Bunda yang bisa kau pinta …
Tak ada… tak ada… tak ada. . .
Kenapa kau tak ingin mendo’akan ibumu… ibumu… ibumu dan ayahmu…?
BACA JUGA:  HAMBA YANG PALING DIBENCI ALLAH, SIAPAKAH MEREKA?

Oleh: Imron Rosadi

 

Arabic Keyboard

key1 - Kenapa Tak Kau kirim Paket Do'a dan Tahlil untuk Ibu....
key2 - Kenapa Tak Kau kirim Paket Do'a dan Tahlil untuk Ibu....


Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

46 thoughts on “Kenapa Tak Kau kirim Paket Do’a dan Tahlil untuk Ibu….”

  1. Sepintas tidak menarik, tapi saat kubaca mataku jadi berkaca-kaca, sungguh…. Oh, Ibu…. Emakku, maafkan anakmu yang durhaka ini belum mampu membalas cionta kasihmu.

  2. Baru kali ini saya bisa menangis terkenang akan bunda di alam barunya. Hanya air mata penyesalan tanpa guna, kini cuma do’a tahlil yang bisa kupersembahkan kepadamu bunda, maafkan anakmu.

  3. Maaf, kami tidak bermaksud membuat para sobat bersedih. Postingan ini juga berawal dari perihnya hati kami membaca tulisan itu, maka kami sharing aja di sini. Berarti hati kita sama, mudah tersentuh oleh keharuan. Itu menunjukkkan kita masih punya hati, bersyukurlah Sobat.

    1. Ardi ardi bikin comment kock malah bikin tertawa, sebagai tanda kutip kamu tu tau bidah hasanah gak sih, masa Adzan kock di suruh lebih dari 2x, mungkin kamu memang perlu belajar lagi, heheeh.
      maaf saya juga masih belajar

      1. he,, mas mamo,, konsisten napa sama pendapat antum,, masalahnya disini ada 2 pendapat berbeda,, yang satu boleh adzan 20x yang satu lagi bilang hal itu bid’ah,,, koment saya tentang hal itu juga ga dijawab ma ummati,, ga tau tuh kenapa… he,, jadi antum ikut yang mana?????????

        1. ana ikut guru ana yang jelas sanadnya sampai ke Nabi yaaa….komen adzan …ya kalau 20x ada larangan dari nash ya jelas bid’ah antum punya dalilnya apa yang nglarang ????? kalau ngga ada emang knapa ???? ummati ga jawab pasti lah malas lah komen nt ngga berbobot …he..he…sorry ya ….

          1. he,, mamo,,mamo,, apa ada larangan adzan untuk shalat jenazah atau ied,,,,???? kalo ga ada kenapa ga da yang beranni adazan pas shalat jenazah atau pas shalat ied,,,??

            waduh,, bisa rusak agama ini kalo ngikutin paham antum ini,,, semuanya boleh di tambah-tambahin,,, asal baik,,, asal ada maslahatnya,,, mas hati-hati,,, nanti banyak ritual-ritul ibadah yang baru gara-gara cara pandang antum itu,,, hehe,,

            males.. ato lagi debat sama admin pembela ahlussunnah,,, jadi lum di jaqwab?? he,,,
            balik lagi ke yang tadi,,
            antum bilang boleh kan.. adzan lebih dari 2x,,, coba antum berani ga,,
            jum’ah besok usul sama mesjid jami’ di daerah antum buat ngadain adzan 3x,, toh kalo memang antum benar,,, antum gakan rugi kan,,, hehe,, justru ini sebagai pembuktian seberapa konsisten antum sama pendapat antum,, ato antum takut,,, iya??? he. kita liat gimana tanggapan para ulama tentang hal yang akan dilakukan mas mamo,,ini,,, he

          2. he…he…yang rusak itu otak nt….hasan….hasan…..namanya aja yang baik …..he…he…. orang2 yang kayak nt ini yang merusak agama ….sok sok an jadi ulama ilmu nt masih cetek ngaji dulu nyang bener tentunya cari gurunya yg bener juga emang nt udah kelas mujtahid apa ????? udah lagaknya ky ulama …..nggak kaget sih orang wahabi kayak nt belajarnya dari buku ….yang jelas gurunya SYETAN …..

  4. @ardi, apa yang kami lakukan sesuai contoh dari Sayidina Usman. Azan lebih dari 2 kali tidak dilakukan karena belum ada kemaslahatannya. Menurut para ulama mengikuti contoh azan Sayidina Usman sudah cukup. Para ulama sangat berhati-hati dengan perkara ini. Bid’ah hasanah tentu tidak boleh bertentangan dengan syariat dan ada kemaslahatannya. Pertanyaan anda tanpa sadar ditujukan kepada Sayidina Usman. Hati-hati…

  5. Ada sebuah contoh yg menarik tentang bid’ah ini, kalau kita bandingkan dengan pengumpulan Al quran pada masa khulafaur rasyidin. Saat ini Al quran bukan saja dicetak berbentuk mushaf kitab, tapi juga ada terjemahannya, dibuat berwarna, bahkan sekarang dicetak secara digital pada cd atau berupa file komputer. Lihatlah, pengumpulan Al quran telah menjadi bid’ah hasanah, dan karena banyak kemaslahatannya sesuai kondisi zaman, maka bid’ah itu menjadi berkembang seperti yg saya sebutkan dan itu semua merupakan hasil ijtihad para ulama panutan kita. Mungkin banyak yg tak setuju disebut bid’ah, tetapi sebagai gambaran, apa yg banyak kita lakukan juga merupakan hasil ijtihad ulama kita. Siapakah kita, berani membuat bid’ah, walaupun bid’ah hasanah. Semua tak lain adalah mengikuti para ulama panutan. Ibu…., I love you. Doaku untukmu selalu.

  6. mas,, kata siapa ga ada maslahatnya,, buktinya,,, masih ada aja pas adzan jum’ah yang masih pada tidur,,, coba kalo adzannya mpe lima kali mungkin bisa bangun,,,, he,,
    justru kalangan antum lah yang selalu berdalil dengan pebuatan khalifah ustman untuk mendukung praktek bid’ah hasanah kalian,, apakah kalian sama mulianya dengan khalifah ustman yang telah dijamin oleh nabi tentang kebenarannnya,,,, ??

    dalam masalah dunia justru hal-hal baru untuk mendukung ibadat kita itu dianjurkan mas,,, jadi jangan jadikan pengumpulan al-qur’an itu sebagai dalil untuk praktek bid’ah hasanah antum,,,

    ulama itu sama dengan sahabat ga mas,,, apalagi sahabat yang telah dijamin tentang kebenarnnnya oleh nabi??? sehingga boleh semaunya membuat hal-hal baru dalam ibadah,,, hati-hati mas,, apalagi ulama sekarang banyak yang keblinger,, mas bahkan ada yang berani nambah shalat baru,,, seperti yang sudah saya sebutkan dulu,, he,,
    ba
    sekarang ini zaman sudah kacau mas,,, dilingkungan saya saja ada santri-santri yang ngaco yang ngebuat al-qur’an jadi maenan duniawinya,, buat nonjokin orang buat melet cewe,, dan masih banyak lagi.. padahal mereka itu lulusan dari pesantren ternama didaerah saya,,, mas

    1. hassan komen nt kayaknya nggak nyambung dgn artikel di atas deh ……sebaiknya nt ngebaca artikel DIALOG ULAMA WAHABI VS ANAK BAU KENCUR ….komen apa coba ???? kalau nt kelas mujtahid dan bisa komen di artikel tsb ana ngakuin lah nt diatas Abu Hanzah yang belajarnya bersanad ke Syaikh Nashir al Albani ulama panutan nt……he…he….hassan semoga nt ngga BAU KENCUR …..

  7. he,, mamo,, emang koment antum nyambung apa sama hal yang ane omongin???
    kalo ga bisa jawab jujur ja mas mamo… jangan bertele-tele begitu,,,
    makin ketauan aja ceteknya,,, he,,
    mas,,, lebih rusakan mana sama yang seenaknya bikin ibadat-ibadat baru yang ga di contohin ma rasulullah??? mpe ngebolehin adzan 20x,,,,,
    hati-hati mas,, jangan memvonis gitu,, bahaya lho.. mas tau hasan al bashri ulama yang terkenal itu,, sanad ilmunya nyambung ke rasulullah s.a.w pa ga???

    1. he hasan, komen kalian pengikut wahabi yg gak pernah nyambung disemua artikel UMATI dan semua situs2 anti wahabi lainnya. saya tau hasan al bashri yg sanatnya nyambung ke nasiruddin al bani itu, yaitu ente sendiri (hasan).
      ente tau tidak Nasiruddin Al Bani udah mendiang, ente pernah bertemmu langsung dgn beliau belum atau cuma berguru ke pengikutnya juga.

  8. Mas Hasan, ulama emang nggak sama dengan sahabat, tapi sama-sama gak maksum. Mas, saya ngikuti ulama yg saya yakini keilmuan dan sanadnya. Saya tidak bisa mengambil hukum langsung dari Al quran dan Sunnah, juga para sahabat, bahkan fikih para Imam juga saya pelajari dari ulama. Mas Hasan, jangan bilang ulama sembarang buat bidah, apalagi kebanyakan ulama keblinger, he2x itu dukun kali. Makanya cari ulama yg bener. Yg saya pelajari dari ulama saya, bidah itu terbagi 2, yg hasanah dan yg dholalah. Kalau antum dapat dari ustad antum bidah itu terbagi 2 jg, yg dunia dan masalah agama. Pemahaman ulama kita beda mas soal bidah… Ada yg kita sepakati dan ada yg tidak. Terserah antum percaya yg mana. Jadi jgn suruh orang buat bidah. Tuduhan membuat ibadah-ibadah baru itu fitnah, yg anda lihat itu adalah beberapa perbedaan tatacara ibadah atau perbedaan pemahaman ulama kita tentang melaksanakan ibadah dan hukum-hukum agama. Misalnya bertawasul, doa setelah sholat, berzikir dgn suara keras, ucapan sholawat nabi, dsb. Sayangnya ada kelompok yg menyatakan bahwa hanya pendapatnyalah yang benar dan menganggap dirinya paling sesuai dgn salaf, lalu menyesatkan kelompok lain bahkan kelompok mayoritas sebagai sesat, bidah dan bukan pengikut salaf. Padahal kelompok yg dianggap sesat itu memahami masalah agama ini dgn metode yg diwariskan sejak zaman salaf. Masalah santri yg seperti itu tidak ada hubungannya dengan ajaran ulama. Emang ada ulama ngajarkan seperti itu? Ustad dukun kali. Kurang nyambung mas

  9. Saya tambah lagi buat Mas Hasan. Masalah kemaslahatan bukan kita yg menentukan mas tapi para ulama (sahabat juga ulama). Kan sy bilang, kita ikut ulama bukan kita yg nentuin. Terus yg namanya bidah hasanah itu bukan ibadah-ibadah baru mas, tetapi cara pelaksanaan ibadah yg tidak ada contoh langsung dari nabi. Misalnya sholat tarawih, cara pelaksanaan ibadah dgn berjamaah tiap malam bulan puasa tidak ada langsung contoh dari nabi, tapi sholat tarawih bukan ibadah baru. Gitu lo mas. Misal tahlil, apa yg kita baca semua bukan ibadah baru, tp cara melaksanakannya yg tidak dicontohkan lgsg oleh nabi. Dan ulama panutan kita memahami bahwa tidak semua yg tidak dicontohkan nabi itu terlarang.

  10. hasan n all wahabi @.
    tolong jelaskan bagaimana kalian memahami dalil tentang Bid`ah , hingga kalian menganggap tidak ada Bid`ah Hasanah.

  11. ahmad syahid@

    Mas, njenengan itu gemana to? hassan & all wahabi itu kan burung beo? Mana bisa paham bid’ah, namanya juga burung? Di blog ini sudah banyak sekali bicara tentang bid’ah, baik artikel ataupun komentar pengunjung. Semestinya kalau pengikut wahabi bukan burung tentunya bisa paham. Sayangnya karena mereka itu burung beo, dijelasin sampai ngeden juga nggak paham-paham, he he he….

    Intinya itu kalau menurut sudut pandang mereka tentang bid’ah, kalau mereka konsisten dengan definisi mereka, imbasnya kan otomatis memvonis Imam Syafi’i dll sebagai ahli bid’ah. Ya kan? Apa wahabi-wahabi itu nggak bisa mikir atau introspeksi siapa diri mereka siapa Imam Syafi’i? Itulah sebabnya sangat tepat kalau kaum tanduk syetan ini disebut ndableg bahasa Jawanya atau dungu kalau bahasa Padang-nya. Atau summum bukmun umyun bahasa arabnya. Maaf, ini bukan vonis hanya menunjukkan tentang fenomena kaum wahabi aja…..

    1. munib muslih @.
      ya mas, saya sebenarnya kasihan aja ngeliat wahabi/salafi kok ya ga ngerti ngerti toh , saya menduga hal ini terjadi karena metodologi yang mereka gunakan tidak tepat atau memang cuma beo kali ya ?

  12. @mamo
    mas,, dari awal tu antum yang ga pernah jawab pertanyaan ane,, jadi jawab dulu deh,, atau antum ga pernah baca sejarah islam yaa,, hehe,, ketauan kan,,

    @dianth
    mas,, tapi para sahabat itu telah mengalami hidup bersama nabi,, mereka lah yang langsung mendapat pengajaran dari nabi,, dan kita bisa melihat bagaimana reaksi abu bakar dan sahabat zaid bin tsabit ketika umar bin khattab mengusulkan untuk membukukan al qur’an,, betapa khawatir dan takutnya mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak diajarkan oleh nabi,, walaupun pada pandangan kami perbuatan itu bukanlah suatu bid’ah,,, tapi lihatlah mereka,, itulah aqidah mereka,, sekarang apakah antum dan para kalangan antum pernah seperti mereka ketika menjalankan ritual ibadat-ibadat yang tak dijalankan oleh nabi,,,?

    hehe.. mas saya cuma menyampaikan saja,, di daerah saya, ulama yang ngaku para ulama NU, itu pada seneng banget yang kaya gitu,, mpe guru besarnya pun punya amalan buat melet cewe,, terserah mau percaya ato ga,, saya cuma menyampaikan saja,, saya bersyukur banget kalo antum tidak suka hal-hal yang begituan,,

    mas,,, apakah kalo saya cuma mengkhususkan untuk berpuasa pada setiap kamis kliwon dan tahajud pada malamnya,, itu bukan bid’ah??? terus masalah adzan lebih dari 2x gimana masih bilang ga ada maslahatnya?? jadi termasuk bid’ah bukan?

    @ahmadsyahid
    ana mau tau gimana pemahaman antum tentang hadist
    “Siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami yang hal tersebut bukan dari agama ini maka perkara itu ditolak.”

    @munib muslih
    mas,, imam syafi’i pernah ga,, ikut makan-makan pas malam kematian tetangganya???

    1. hasan @.

      memahami sebuah persoalan katakanlah soal perkara baru dalam agama ” Bid`ah ” dan persoalan agama lainnya tidak bisa difahami secara parsial, anda harus menginventarisir seluruh dalil berkenaan dengan masalah tersebut , sehingga pemahaman anda soal itu akan pas tidak malu-maluin.

      silahkan paparkan metodologi yang anda gunakan dalam memahami masalah Bid`ah hingga kita tahu metode apa sebenarnya yang anda gunakan hingga pemahaman anda kok nyeleneh.

  13. Hassan ……kan udah ana jawab adzan lebih 2x kan …….ya capek laaah ???? he…he…ya kalau nt mau adzan 20 x silahkan ……emang ada yang nglarang apa ???

    1. @mamo…

      mas,,, kalo mang ga apa-apa yawdh silahkan lakuin,,, ana tunggu,,,
      jangan cuma berani ngomong doank toh mas,, he,, apakah ada halangan untuk antum melakukan hal itu????
      sekalian pas shalat jenazah adzan dulu ya maaaassss,,, hehehehe.

  14. Mas Hasan, apakah kalau sahabat yg melakukan bidah hasanah tidak apa2 atau tidak disebut bidah, tapi kalau ulama sesudah salaf tidak boleh atau bidahnya pasti sesat? Adakah dalilnya yg pasti dan jelas ttg itu? Kalau demikian Imam syafei dan imam Nawawi tentu tidak membagi bidah yg baik dan yg tercela. Tentu Imam Syafei mengatakan menurut pemahaman antum. Permasalahan amalan ulama NU itu tidak perlu dibahas, karena permasalahannya bagi saya kurang jelas, sebaiknya ditanyakan lgsg kpd yg bersangkutan. Masalah mengkhususkan menurut saya itu hanyalah istilah antum saja. Menurut saya kalimat yg pas adalah kebiasaan atau menjadi tradisi, kalau dia lebih senang melakukannya pada hari tertentu sah-sah saja, menurut saya amalan itu bukan bidah karena amalan tersebut tidak pernah dilarang nabi kalau dilakukan pada hari tertentu. Saya sendiri setiap selesai sholat membaca doa sapu jagat, apakah jadi bidah karena selalu sy baca selesai sholat. Masalah azan, kan udah sy bilang maslahatnya itu bukan kita orang awam yg melihatnya, tapi kalau ada ijma atau ada ulama yg kita akui keilmuan dan kelurusannya melakukannya dgn alasan yg bisa kita terima ya kita boleh ikut, kalau tidak setuju ya udah.

    1. @dianth
      mas,, sunnah khulafaur rasyidin itu,, sudah pasti baik mas,, antum meragukan hal itu,,,?? antum meragukan sabda nabi,,??? sedangkan ulama,, adakah jaminan apa yang mereka buat itu pasti baik,,,,?

      adakah bid’ah hasanah yang mereka bagi itu,, mengenai ibadah baru,,, atau hanyalh sebatas maslahah mursalah???

      kaya nya kalo cuma suka ga suka kurang logis deh mas,, karena dengan adanya pengkhususan seperti itu tentu ada maksudnya,, dan biasanya orang-orang sekarang ini,, melakukan hal itu karena meyakini pada malam ini, hari ini atau itu punya keistimewann tertentu,, apalagi untuk masalah dunia mereka,,,
      kalo amalan puasa malem jum’at kliwonitu mas dapet dari dukun gimana,, apa masih boleh???

      nah,, beginilah,, kebanyakan kalangan antum,,, apabila masalah bid’ah,, begitu semangat untuk membela faham kalian itu tapi apabila masalah yang jelas-jelas telah menyimpang,, antum berlepas diri begitu saja,,, seperti ga mau ambil pusing,, al-qur’an petunjukkita mas, secar tidak langsung telah dilecehkan seperti itu,,, dijadiin mainan ,, ualma-ulamanya dah kaya dukun,, maksud ane,,, nyampein masalah ini tu,, biar antum juga ikut mikirin permasalahan umat ini mas,,, okelah dalam bid’ah kita beda pendapat,, tapi dalam hal ini apa mau beda pendapat juga???? ane mau nanya antum setuju ga,, sama yang dilakuin santri-santri itu,, pulang dari pesantren bukannya bawa ilmu fiqihnya buat ngajarin orang-orang awam agama,,, malah nyekokin amalan-amalan kaya gituan,, buat melet lah, buat ng’gebukin oranglah,, apa mas ga mau,, hal kaya kita gitu,, kita sama-sama tanggepin,,

      satu lagi mas,, masalh tahlilan dirumah ahli mayit,, oke lah masalah hadiah pahala kita beda pendapat,, tapi masalh hidangannya itu,, bukannya ulama-ulama melarangnya,,, apa ada pernyataan dari ulama 4 madzhab yang mendukungnya???

      1. hassan @

        – ente ini ngigau apa berkicau? Kok semuanya nggak jelas maksudnya?

        – ente ini orang apa burung beo? Kok ocehannya ngawur seperti linglung?

        jadi ruwet deh kalau mau merespon serius ocehanmu!

  15. @ahmad syahid
    he,,,jawab dulu pertanyaan saya,,,?

    -hadist tiap amalan baru tertolak
    -hadist tiap-tiap bid’ah itu sesat
    -hadist bahwa kita lebih tau tentang perkara keduniaan kita,

    1. hassan @.
      pertanyaan nt yang mana yang harus saya jawab ?

      dua hadist diatas benar berkaitan soal Bid`ah silahkan anda jabarkan bagaimana cara anda memahaminya ? meskipun masih ada beberapa Hadist yang berkaitan dengan Bid`ah yang belum nt sebutkan.

      Hadist ketiga ” kita lebih tau tentang perkara keduniaan kita ” sama seakli tidak berhubungan dengan persoalan Bid`ah.kita diskusikan ok ?

  16. @mas hasan,orang2 pndkng bid’ah itu sngt banyak,mereka tdk mau berusaha memurnikan lagi syariat yg dari jaman kejaman terus bertambah ajaran, baik itu yg bid’ah sampai yg sesat.mereka tdk belajar tentang umat nabi Nuh, yg generasi awal nya masih mnymbh Alloh,kemudian ketika para ulamanya meninggal,generasi berikutnya mereka dibisikkan oleh syaitan untuk membuat patung2 ulamanya,dng tujuan untuk mendekatkan diri kepada Alloh,
    Kemudian generasi berikutnya dibisiklan syaiton untuk menymbh ptng2 itu.
    Bagaimana fenomena itu kita lihat jaman sekarang,mereka bnyk menggmbr orang2 yg dianggap soleh,dan dipajang dirumah2 mereka,dan kita tdk akan tahu apakah generasi beriktnya selain memajang gmbr orang2 yg dianggap soleh itu akan dijadikan perantara atau disembah. Wallahua’lam.

    1. nasiuduk @.
      rupanya anda sendiri juga pendukung Bid`ah dolalah ya ?

      Nasiuduk anda mengklaim sebagai pemurni syari`at padahal sebenarnya anda mengotori dan mengurangi syari`at.

      Nasiuduk komentar akhir anda tentang ummat Nabiyullah Nuh AS dan seterusnya , menunjukkan jika anda tidak percaya dengan Hadist Rosulallah SAW : Sesungguhnya setan telah putus asa untuk membuat orang-orang yang mengerjakan Sholat menyembahnya , tetapi ( setan tidak putus asa ) dalam mengobarkan gangguan diantara mereka (kaum muslimin).

      nasiuduk orang yang tidak percaya dengan Hadist Rosul SAW dan menyebarkan gangguan diantara kaum muslimin seperti yang dilakukan oleh sekte Wahabi/Salafi pantaskah disebut penegak dan pemurni Syari`at ?

    2. he…he…@ nasi uduk nt sok tau banget mengenai bisik2 syetan ….nggak usah nt lah guru nt ana yakin nggak mungkin tau lah masalah itu ….sebab apa ???? karena guru nt ilmunya nggak mungkin nyampai lah ….eh saudaraku syetan itu bekas panglimanya malaikat ….jelas tau kelemahan2 manusia baca surat An nas pelajari dan bagaimana nt bisa menghilangkan bisik2 di hati nt …he…he… guru nt nggak mungkin ada lah ilmu itu ….makanya cari guru yang bener bro…

  17. Hasan@ kalau membaca koment antum, sepertinya pikiran antum banyak prasangka buruknya. Siapa yang meragukan khulafaur Rasyidin? Mangkanya kami azan jumat 2 kali seperti Sayidina Usman. Yg jadi masalah apakah para ulama sesudah salaf tidak boleh melakukan ijtihad yg diistilahkan dgn bidah hasanah? Kalau menurut para Imam boleh kenapa kelompok antum mempermasalahkannya? Padahal masalah itu sudah selesai dgn penjelasan para Imam. Ijtihad Ulama memang tidak pasti kebenarannya, makanya yg namanya ijtihad itu berbeda-beda antar ulama contohnya masalah zikir berjamaah dan mereka saling menghormati. Kalau masalah Maslahah mursalah kan sudah sedikit sy singgung tentang maslahat. Okelah kalau antum mau bicarakan hal tersebut. Emang siapa yg lebih tahu masalah tersebut dibandingkan para ulama? Kenapa kalau kami melakukan bidah hasanah, kelompok antum tidak mengatakannya misalnya maulid, maslahah mursalah, tapi kalau kelompok antum membuat bidah disebut maslahah mursalah? Apakah hanya ulama kelompok antum yg boleh menentukannya, sedangkan ulama lain pasti salah atau menjadi bidah dholalah? Apakah standarnya? Kelompok antum membagi bidah menjadi 2, kenapa kelompok kami yg membagi berdasarkan penjelasan para Imam, kelompok antum katakan salah? Mengapa maslahah mursalah disesuaikan dgn pendapat kelompok antum? He he.. Mas, kami lebih percaya penjelasan ulama kami bahwa tidak setiap bidah itu sesat, karena ulama kami menafsirkan kata ‘kullu’ itu adalah hanya semua bidah yg bertentangan dgn syariat, sy rasa anda bisa mencari penjelasan yg lebh detil. Kalau kelompok anda konsisten dgn penafsiran zhahir maka bagaimana kelompok anda menafsirkan segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya. Mas, masalah maksud orang dalam beramal hanya Allah yg tahu, dan itu urusan masing-masing pribadi. Kita hanya bisa menilai yg zhahir dari perbuatan orang. Apalagi antum berprasangka kurang baik, jauhi pikiran itu mas. Masalah hari jumat kan memang ada istimewanya dibandingkan hari-hari lain, masa mas hasan nggak tau? Terus kenapa jadi lari ke dukun? Kan dukun emang enggak benar? Aneh, kok jadi nambah-nambah bawa dukun segala. Terus ada lagi puasa malam jumat,?? bukannya puasa hari kamis dan tahajud malam jumat? Kalau masalah kliwon itu saya kurang tahu dasarnya, emang ada larangan? Niat orang tuhan yang tahu… Tapi berapa banyak sih muslim yg liat2 kliwon atau bukan? Kalau mau bahas yg umum aja misalnya ziarah kubur dibulan puasa, dan penjelasannya sama dgn penjelasan ttg tradisi sholat tahajud dimalam jumat. Masalah santri yg memakai ayat Alquran mgnkn maksudnya hanya wasilah, adapun tujuan orang, itu tanggungjawabnya, kalau memang nggak benar tujuannya ya salah, emang harus diluruskan. Apakah antum pikir ulama-ulama NU tidak ada yg meluruskan? Coba antum bahas ama mereka, saya bukan tidak peduli, tapi kita harus tabayun dulu kan agar jelas. Masalah hidangan tahlil ya sekedar hidangan buat orang yg datang kerumah kita, yg salah yg memaksakan diri, menurut yg sy pahami kalau ikhlas sedekah makanan ya gak apa, tapi kalau nggak ada hidangan atau sekedar air dan kue juga gak apa-apa, tahlil sendiri atau juga hanya keluarga juga gak apa2. Tergantung sikonlah.

    1. dianth @

      Saya garis bawahi Mas dianth: Masalah hidangan tahlil ya sekedar hidangan buat orang yg datang kerumah kita, yg salah yg memaksakan diri, menurut yg sy pahami kalau ikhlas sedekah makanan ya gak apa, tapi kalau nggak ada hidangan atau sekedar air dan kue juga gak apa-apa,”

      Nah, itu menarik Mas dianth, sebab saya punya pengalaman nyata tentang hal itu. Sekitar setahun yang lalu, ibunya tetangga saya asal Sulawesi meninggal dunia. Kami bertetangga di lingkungan betawi di Jakarta Timur.

      Berhubung mereka masih ngontrak rumah petak tentu bukan orang kaya. Banyak tetangga yang melayat ta’ziayah dengan membawa sumbangan alakadarnya. Malam harinya kelurga tsb ngadain tahlilan. Saya termasuk yang ikut tahlilan, dan kami tidak disuguhi hidangan kecuali air aqua. Tentunya kami maklum akan keadaan keluarga tsb, terbukti malam-malam berikutnya semakin banyak yang hadir padahal mereka tahu tidak akan disuguhi hidangan makanan yang beraneka ragam.

      Pada hari ke-7 kebetulan malam Minggu, pas kebetulan ada acara pengajian Habib Munzir di Jakarta Timur yang tidak jauh dari wilayah kami. Biasanya pemuda-pemuda di sini kalau ada acara Habib Munzir akan tersedot habis menghadiri acara tsb. Tapi rupanya malam itu tidak, sebab para pemuda itu lebih mementingkan acara tahlilan di keluarga miskin tsb. Padahal mereka tidak mendapat hidangan sebagaimana biasanya dalam acara tahlilan.

      Apa yang menarik dari cerita nyata ini? Inilah bukti melesetnya tuduhan para penganut Wahabi bahwa kami tahlilan karena mengincar hidangan makanan kelurga mayit. Juga melesetnya tuduhan bahwa menyelenggarakan tahlilan harus memaksakan diri dalam memberikan hidangan/makanan. Oh, tidak, tidak demikian Wahai Para Pengikut Wahabi. Kami tahlilan adalah dalam rangka mendo’akan si Mayyit dan berdo’a itu sendiri adalah termasuk ibadah yg diberi pahala oleh Allah Swt. Anehnya, tahlilan adalah termasuk dalam kategory zikir berjama’ah yang dilarang Wahabi. Orang ingin mendapatkan pahala kok dihalang-halangi ya, kok nggak takut dosa ya?

      Demikian sekedar sharing pengalaman nyata dari saya yang sekaligus membantah tuduhan-tuduhan Wahabi yang tidak sesuai fakta. Bahwa kami bertahlil, bertahmid dalam acara tahlilan tidak mengincar hidangan makanan sebagaimana tuduhan Para Penganut Wahabi. Tujuan dan niat kami adalah mengharap ridla Allah Swt.

  18. Tambahan buat mas hasan. Bagaimana tentang membaca ayat-ayat alquran pada bulan ramadhan dari awala sampai khatam dihari-hari akhir bulan suci. Bidah hasanah atau dholalah? Jgn lupa tentang tafsir ayat “segala sesuatu akan binasa, kecuali wajah-Nya”. Bagaimana dgn tangan tuhan, kaki tuhan (kan menurut kelompok antum, tuhan punya kaki dan tangan secara zhahir) dsb apakah akan binasa?

  19. Mas Wong, terima kasih antum ikut berbagi atas kisah nyatanya. Begitulah mas Wong, banyak prasangka yg dituduhkan kepada kita, tapi kenyataanya tidak demikian. Para ulama salaf selalu berprasangka baik kepada ulama yg berbeda pendapatnya, kenapa kita malah berprasangka buruk. Kalau ada larangan dari para Imam, yg saya pahami adalah pada saat akan dilakukan pemakaman, sedangkan pada saat tahlilan itu dilakukan pada waktu yg berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker