Berita Suriah

Kenapa Raqqa Kini Jadi Rebutan ?

raqqah ibukota isis - Kenapa Raqqa Kini Jadi Rebutan ?

Islam Institute, JAKARTA – Kenapa Raqqa begitu sangat strategis dan bernilai tinggi bagi ISIS, SAA, SDF/YPG, Turki, Arab Saudi, AS dan Rusia?

Kota Raqqa adalah wilayah bersejarah bagaikan legenda, dimulai sejak zaman Romawi kuno hingga Bizantium dan sampai kini. Pada masa permulaan kerajaan Islam pernah menjadi kota kerajaan Sultan Harun al-Rasid, salah satu Raja Abbasiyah yang memimpin kerajaan Irak dalam legenda “kisah 1001 malam” pada masa lalu.

Kota Raqqa hingga kini seluruhnya menyimpan seni budaya Islam dan sejarah dunia bernilai tinggi. Daya pikat Raqqa tenyata tidak lapuk oleh berjalannya waktu dan tidak lekang oleh laju perkembangan zaman.

Raqqa menjadi tempat paling menarik, tempat berkumpulnya para ‘pejuang’ asing dalam konflik Suriah. Salah satu sosok yang sangat terkenal adalah  Jihadi John, eksekutor sadis asal Inggris yang tewas akibat serangan udara koalisi AS di sekitar Raqqa akhir tahun 2015. Selain itu, ada sosok pentolan eksekutor ISIS paling ditakuti adalah seorang lelaki betubuh raksasa dengan berat hampir 140 Kg dengan nama panggilan “the Buldozer.” Eksekutor raksasa itu ditangkap pasukan Suriah di perbatasan Deir Ezzor dan Raqqa.

BACA :  Para Wanita Indonesia Ini Kecewa Setelah Bargabung ISIS

Menjadi ‘pejuang’ di kota Raqqa lebih membanggakan dan lebih bergengsi. Menurut sebuah sumber, gaji bulanan ‘mujahidin’ asing di Raqqa lebih tinggi dari gaji ‘mujahidin’ di manapun yang ada di Suriah. Rata-rata ‘pejuang’ asing itu mendapat gaji $800 pe bulan, tulis wsj.com.

Kota Raqqa menjadi tempat transaksi mafia minyak ilegal paling menarik di Irak dan Suriah. Mafia minyak Timur Tengah berkumpul di kota ini. Bagaimana cara proses produksi minyak selundupan itu terjadi telah banyak dilaporkan oleh berbagai referensi media, khususnya oleh sumber Rusia yang terpercaya.

banner gif 160 600 b - Kenapa Raqqa Kini Jadi Rebutan ?

Khusus bagi Arab Saudi, kota ini juga sangat penting dan strategis. Menteri Pertahanan AS, Ash Carter perlu “turun tangan” menyampaikan pesan politik KSA dan UEA, betapa Raqqa sangat berarti untuk Arab Saudi dan UEA hingga bersedia mengirimkan pasukan komandonya merebut kota itu, tulis antaranews.

BACA :  Mantan Anggota Milisi Perempuan ISIS Bicara Soal ISIS

Bagi negara Suriah sendiri, kota Raqqa adalah bagian dari teritorial negara. Pemimpin dan rakyat wajib menjaga apapun taruhannya. Mempercepat aksi menguasai Raqqa akan menambah tinggi proses tawar menawar dengan SDF/YPG di kemudian hari tentang masa depan Kurdi Suriah.

Walaupun kini SDF/YPG terlihat lebih berpeluang mencapai kota Raqqa, akan tetapi agak mengherankan karena sepertinya belum mendapat “restu” AS yang masuk mendadak ke dalam struktur koalisi SDF/YPG dengan hadirnya Joe Votel. Sosok ini adalah salah satu jenderal AD AS dalam Centcom commander bernegosiasi dengan SDF/YPG sekitar 22 Mei 2016 atau dua minggu setelah SDF/YPG mencapai dua desa terdepan menuju Raqqa di Tell Othman dan Bier Sa’id. Setelah itu, tidak ada pergerakan lagi ke arah kota Raqqa. SDF/YPG hanya mempekuat posisi pada dua titik terdepan tersebut akibat disibukkan harus balik lagi memperkuat posisi ke arah Manbij.

BACA :  Kelicikan Politik Erdogan untuk Bantai Bangsa Kurdi Dimana pun?

ibukota isis raqqa - Kenapa Raqqa Kini Jadi Rebutan ?

Bagi pejuang SDF/YPG, obsesi Kurdi Raya adalah cita-cita terpendam sejak lama. Kelihatan dari sepak terjangnya, saat ini adalah momen yang tepat atau akan tidak terjadi sama sekali. Meski SDF/YPG bercita-cita menyerang ISIS hingga ke Mosul Irak, akan tetapi obsesi menguasai Raqqa adalah strategi sarat dengan muatan politis. Hal ini bisa dilihat pada aksi mereka pada 19 Mei 2016, koalisi AS dan SDF/YPG melemparkan selebaran atau leaflets dari udara kepada penduduk Raqqa namun hingga saat ini belum ada aksi serangan udara AS.

Terkait laju pergerakan SDF/YPG yang melambat, dalam hal ini kemungkinan adanya aksi persekongkolan di balik layar AS dengan menahan laju SDF/YPG untuk mencapai lebih dulu kota Raqqa. Bisa jadi hal ini dengan tujuan terciptanya strategi proses tawar menawar Kurdi di dalam menentukan masa depannya pasca perang Suriah. Kemungkinan ini tampaknya perlu dicermati. (al/arn)

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker