Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Bisnis Online

Bedanya KPR Syariah dan KPR Konvensional

KPR Syariah dan KPR Konvensional, Sudahkan Anda Tahu Perbedaan dari Dua Tipe Kredit Ini?

Bila di KPR bank konvensional hanya dikenal satu akad, yaitu akad jual beli. KPR syariah memiliki beberapa alternatif pilihan akad yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Bisnis KPR Syariah – Anda yang sedang ingin membeli rumah, tentu akan membandingkan jenis kredit yang tepat dan sesuai.

Baik KPR bank konvensional atau KPR bank syariah, masing-masing memiliki kelebihan. Tapi, masih banyak yang tidak mengerti apa bedanya KPR syariah dan KPR konvensional.

Serupa dengan produk perbankan syariah lain, KPR Bank syariah juga tidak mengenal bunga dalam sistem kreditnya. Perhitungan yang dipakai adalah bagi hasil.

Ternyata, tidak hanya itu yang menjadi perbedaan antara KPR syariah dan KPR konvensional. Berikut adalah beberapa poin yang bisa Anda catat.

BACA JUGA:  Mengenal Strategi Bisnis Family Mart Indonesia

 

Seorang wanita duduk di dekat reklame kredit pemilikan rumah syariah salah satu bank BUMN pada hari terakhir pameran properti REI Expo 2010 di Jakarta, Minggu (9/5). Selain menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR) konvensional, KPR syariah dengan bunga tetap dan cicilan rendah kini menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan bagi calon konsumen yang hendak mencicil rumah. (Tempo/Panca Syurkani;20100509)

Satu akad vs multi akad

Bila di KPR bank konvensional hanya dikenal satu akad, yaitu akad jual beli. KPR syariah memiliki beberapa alternatif pilihan akad yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

BACA JUGA:  Lazada Ramadhan Sale: Lazada Pesta Diskon Ramadhan

Dalam sistemnya, ada beberapa jenis akad yang ditetapkan oleh KPR Bank Syariah. Yaitu akad Murabahah (jual beli), akad Musyarakah Mutanaqishah (kepemilikan bertahap), akad Ijarah (sewa), dan Ijarah Muntahua Bittamlik (sewa beli).

Akad yang sering ditawarkan secara umum adalah akad Murabahah dan Musyarakah. Tetapi, yang paling banyak ditawarkan adalah skema jual beli atau murabahah.

Fluktuatif vs angsuran tetap

Bunga yang diterapkan pada KPR konvensional biasanya bersifat fluktuatif atau menyesuaikan kondisi suku bunga yang berlaku.

Walaupun KPR konvensional menetapkan bunga dan cicilan tetap, namun biasanya hanya berlaku 1–3 tahun saja.

Pada KPR syariah, harga jual rumah ditetapkan di awal saat Anda menandatangani perjanjian pembiayaan jual beli rumah.

Itulah kenapa KPR syariah memiliki jumlah angsuran bulanan yang tetap. Namun, jumlah angsuran tersebut akan ditetapkan sesuai dengan kesepakatan di awal perjanjian hingga jatuh tempo pembiayaan atau masa angsuran selesai.

BACA JUGA:  Sri Mulyani: Target Tax Amnesty Tak Akan Diubah Apapun Risikonya

Penalti vs non penalti

Jika di KPR konvensional, Anda akan dikenakan penalti saat ingin melunasi angsuran sebelum masa kontrak berakhir. Berbeda dengan KPR Bank syariah, sistem penalti ini tidak berlaku. Sistem tanpa penalti ini ditetapkan karena harga KPR sudah ditetapkan sejak awal perjanjian.

Walau telah mengetahui perbedaan antara KPR syariah dan KPR konvensional, Anda juga perlu membandingkan produk yang saat ini banyak ditawarkan. Intinya, sesuaikan jumlah cicilan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda. Berhitung dan terus bandingkan! (al/ren/Mohammad Adam/viva)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker