Inspirasi Islam

Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah Cuma Jadi Jargon Keren

Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah – Kita layak curiga dengan kalimat KEMBALI KEPADA AL-QURAN dan AL-SUNNAH.  Yang mana kalimat ini selalu digembar-gemborkan dalam setiap majelis kajian sekte Wahabi dengan tujuan untuk menyudutkan kaum muslimin.  Seolah-olah kaum muslimin selain penganut WAHABI sudah berpaling dan lari dari Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Padahal fakta yang sesungguhnya justru kaum Wahabi sengaja atau tidak sengaja cuma menjadikannya sekedar jargon keren mereka saja.

Berkaitan dengan kecurigaan kita kepada Wahabi dengan jargon tersebut, ada koment yang cukup mengejutkan dari Mas Ahmad Syahid. Yaitu tentang nash Al-Qur’an ayat ke 90 surat Al-Mu’minuun  yang menerangkan dustanya pengakuan rububiyyah kaum kafir-musyrik Qureisy. Yang oleh kaum Wahabi disebut Bertauhid Rububiyyah. Fakta ayat ini adalah kesaksian Allah Swt yang membantah anggapan bahwa Kaum kafir-musyrik bertauhid rububiyyah.

Dengan sangat meyakinkan Mas Ahmad Syahid Berkata:  “Syeikh anda Soleh Fauzan tidak mengambil utuh rangkaian ayat dalam surat Al-Mu’minuun. Dia hanya membahas ayat 84-89. Kenapa syeikh anda berhenti dan tidak melanjutkan pada ayat berikutnya …? Ayat 90 Coba perhatikan : بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِالْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ yang artinya “Bahkan Kami telah membawa kebenaran kepada mereka. Dan sesungguhnya mereka (kafir quresy) benar-benar orang-orang yang berdusta”. Kenapa sholeh Fauzan berhenti pada ayat 89….? KenapaSoleh Fauzan tidak menyebut ayat ke 90 pada surat yang sama ….?”

Silahkan baca koment Mas Syahid lebih lengkap  KLIK DISINI

Selain apa yang diungkap oleh Mas Syahid tentang  ketidak-jujuran seorang Syaikh Wahabi di atas. Mari kita simak sebuah artikel menarik  yang berkaitan dengan jargon keren: KEMBALI KEPADA AL-QURAN dan AL-SUNNAH. Selamat mengikuti sajian artikel berikut ini….

Qoran - Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah Cuma Jadi Jargon Keren
Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah – CC BY by D@LY3D

KEMBALI KEPADA AL-QURAN dan al-SUNNAH ? YA  IYA  LAAAH… !

Oleh: Dean Sasmita

Golongan Salafi & Wahabi memiliki motto Kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah. Mereka mengajak umat untuk kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah. Kenapa? Karena, tentunya, al-Qur’an dan Sunnah merupakan sumber ajaran Islam yang utama yang diwariskan oleh Rasulullah SAW, sehingga siapa saja yang menjadikan keduanya sebagai pedoman, maka ia telah berpegang kepada ajaran Islam yang murni dan berarti ia selamat dari kesesatan. Bukankah Rasulullah SAW menyuruh yang sedemikian itu kepada umatnya ?

Secara global, motto Kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah ini jelas tidak akan ditentang oleh siapapun, bahkan semua umat harus mengikutinya agar selamat.   Namun mungkin banyak orang bertanya, mengapa Ibnu Taimiyah & Muhammad bin Abdul Wahab yang menyerukan hal se-bagus dan se-ideal itu dianggap sesat oleh para ulama di zamannya ? Mengapa pula paham Salafi & Wahabi yang merujuk semua ajarannya kepada al-Qur’an dan Sunnah dianggap menyimpang bahkan divonis sesat ? Dan apakah para ulama terdahulu di zamannya selain kedua ulama ini seolah tidak mengajak kepada hal yang sama ?

Mari kita perhatikan permasalahan ini satu demi satu, agar terlihat jelas ‘sumber masalah’ yang ada pada sikap yang terlihat sangat ideal tersebut. Mari kita cermati dengan hati yang lapang dan objektif agar kita tidak terjerumus dalam pola pikir satu arah yang hanya mau melihat dan mendengar hanya karena kita sudah terlanjur ‘taqlid’ pada satu sumber informasi saja, hingga akhirnya dengan angkuhnya kita membenarkan tanpa ada ‘perbandingan’ sedikitpun. Karena dengan jalan ini, insyaAllah kita mendapatkan jawaban kebenaran yang sesungguhnya, bukan ‘pembenaran’ yang menuruti hawa nafsu semata.

Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah

Prinsip Kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah adalah benar secara teoritis, dan sangat ideal bagi setiap orang yang mengaku beragama Islam. Tetapi yang harus diperhatikan adalah, apa yang benar secara teoritis belum tentu benar secara praktis, menimbang kapasitas dan kapabilitas (kemampuan) tiap orang dalam memahami al-Qur’an & Sunnah sangat berbeda-beda. Maka bisa dipastikan, kesimpulan pemahaman terhadap al-Qur’an atau Sunnah yang dihasilkan oleh seorang ‘alim yang menguasai Bahasa Arab dan segala ilmu yang menyangkut perangkat penafsiran atau ijtihad, akan jauh berbeda dengan kesimpulan pemahaman yang dihasilkan oleh orang awam yang mengandalkan buku-buku ‘terjemah’ al-Qur’an atau Sunnah. Itulah kenapa di zaman ini banyak sekali bermunculan aliran sesat !

Mengapa? Tentu karena masing-masing mereka berusaha kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah,  dan mereka berupaya mengkajinya dengan kemampuan dan kapasitasnya sendiri masing-masing. Bisa dibayangkan dan telah terbukti hasilnya, kesesatan yang dihasilkan oleh Yusman Roy (mantan petinju yang merintis sholat dengan bacaan yang diterjemah), Ahmad Mushadeq (mantan pengurus PBSI yang pernah mengaku nabi), Lia Eden (mantan perangkai bunga kering yang mengaku mendapat wahyu dari Jibril), Agus Imam Sholihin (orang awam yang mengaku tuhan), dan banyak lagi yang lainnya. Dan kesesatan mereka itu lahir dari sebab Kembali kepada al-Quran dan AL-Sunnah, mereka merasa benar dengan caranya sendiri atau mengikuti seseorang yang memiliki konsep dengan jalan pikirannya sendiri tanpa kesepakatan ulama terbanyak.

Pada kaum Salafi & Wahabi, kesalahpahaman terhadap al-Qur’an dan al-Sunnah itu pun banyak terjadi, bahkan di kalangan mereka sendiri secara internal pun terjadi perbedaan pemahaman terhadap dalil sehingga mereka akhirnya terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok yang saling menyesatkan. Dan yang terbesar adalah kesalahpahaman mereka terhadap dalil-dalil tentang bid’ah.

banner gif 160 600 b - Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah Cuma Jadi Jargon Keren

Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah

Al-Qur’an dan Sunnah sudah dibahas dan dikaji oleh para ulama terdahulu yang memiliki keahlian yang sangat mumpuni untuk melakukan hal itu. Sebut saja: Ulama mazhab yang empat, para mufassiriin (ulama tafsir), muhadditsiin (ulama hadis), fuqahaa’ (ulama fiqih). Ulama aqidah ahus-sunnah wal-Jama’ah, dan mutashawwifiin (ulama tasawuf/akhlaq). Hasilnya, telah ditulis beribu-ribu jilid kitab dalam rangka menjelaskan kandungan al-Qur’an dan Sunnah secara gamblang dan terperinci. Sebagai wujud kasih sayang mereka terhadap umat yang hidup dikemudian hari. Karya-karya besar itu merupakan pemahaman para ulama yang disebut di dalam al-Qur’an sebagai ‘ahludz-dzikr’. Yang kemudian disampaikan kepada umat Islam secara turun-temurun dari generasi ke generasi secara berantai sampai saat ini.

Adalah sebuah keteledoran besar jika upaya orang belakangan dalam memahami Islam dengan cara Kembali kepada al-Quran dan Sunnah dilakukan tanpa merujuk pemahaman para ulama tersebut. Itulah yang dibudayakan oleh sebagian kaum Salafi & Wahabi. Dan yang menjadi pangkal penyimpangan paham Salafi & Wahabi sesungguhnya, adalah karena mereka memutus mata rantai amanah keilmuan mayoritas ulama dengan membatasi keabsahan sumber rujukan agama hanya sampai pada ulama salaf (yang hidup sampai abad ke-3 Hijriah).

Hal ini seperti apa yang dilakukan oleh Ibnu Taimiyah (hidup di abad ke-8 H.) dan para pengikutnya. Bayangkan, berapa banyak ulama yang dicampakkan dan berapa banyak kitab-kitab yang dianggap sampah yang ada di antara abad ke-3 hingga abad ke-8 hijriyah. Dan lebih parahnya lagi, dengan rantai yang terputus jauh itu, Ibnu Taimiyah dan kaum Salafi & Wahabi pengikutnya seolah memproklamirkan diri sebagai pembawa ajaran ulama salaf yang murni, padahal yang mereka sampaikan hanyalah pemahaman mereka sendiri setelah merujuk langsung pendapat-pendapat ulama salaf. Bukankah yang lebih mengerti tentang pendapat ulama salaf adalah murid-murid mereka ? Dan bukankah para murid ulama salaf itu kemudian menyampaikannya kepada murid-murid mereka lagi, dan hal itu terus berlanjut secara turun temurun dari generasi ke generasi baik lisan maupun tulisan ?

Bijaksanakah Ibnu Taimiyah dan pengikutnya ketika pemahaman agama dari ulama salaf yang sudah terpelihara dari abad ke abad itu tiba di hadapan mereka di abad mana mereka hidup, lalu mereka campakkan sebagai tanda tidak percaya, dan mereka lebih memilih untuk memahaminya langsung dari para ulama salaf tersebut ? Sungguh, ini bukan saja tidak bijaksana, tetapi juga keteledoran besar, bila tidak ingin disebut ‘kebodohan dan pembodohan’ !. Jadi, kaum Salafi & Wahabi bukan cuma menggaungkan motto Kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah secara langsung, tetapi juga secara langsung maupun tidak, menggaungkan motto ‘Kembali kepada pendapat para ulama salaf’ dengan cara dan pemahaman sendiri. Mereka bagaikan orang yang ingin menghitung buah di atas pohon yang rindang tanpa memanjat. Dan bagaikan orang yang mengamati matahari atau bulan dari bayangannya di permukaan air.

Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah

Para ulama telah menghidangkan penjelasan tentang al-Qur’an dan Sunnah di dalam kitab-kitab mereka kepada umat sebagai sebuah ‘hasil jadi’. Para ulama itu bukan saja telah memberi kemudahan kepada umat. Untuk dapat memahami agama dengan baik tanpa proses pengkajian atau penelitan yang rumit. Tetapi juga telah menyediakan jalan keselamatan bagi umat. Agar terhindar dari pemahaman yang keliru terhadap al-Qur’an dan Sunnah yang sangat mungkin terjadi. Jika mereka lakukan pengkajian tanpa bekal yang mumpuni seperti yang dimiliki para ulama tersebut.

Boleh dibilang, kemampuan yang dimiliki para ulama itu tak mungkin lagi bisa dicapai oleh orang setelahnya, terlebih di zaman ini, menimbang masa hidup mereka yang masih dekat dengan masa hidup Rasulullah SAW & para Shahabat yang tidak mungkin terulang, belum lagi keunggulan hafalan, penguasaan berbagai bidang ilmu, lingkungan yang shaleh, wara’ (kehati-hatian), keikhlasan, keberkahan, dan lain sebagainya. Belum lagi jika kita membaca sejarah hidup mereka yang penuh dengan keshalehan. Dan selalu hidup manjauhi dari segala dorongan hawa nafsu.

Para ulama seakan-akan telah menghidangkan ‘makanan siap saji’ yang siap disantap oleh umat tanpa repot-repot meracik. Atau memasaknya terlebih dahulu, sebab para ulama tahu bahwa kemampuan meracik atau memasak itu tidak dimiliki setiap orang. Inilah yang disebut sebagai ulama ‘warasatul anbiya’. Saat kaum Salafi & Wahabi mengajak umat untuk tidak menikmati hidangan para ulama, lalu mengalihkan mereka untuk langsung merujuk kepada al-Qur’an dan Sunnah dengan dalih pemurnian agama dari pencemaran ‘pendapat’ manusia (ulama) yang tidak memiliki otoritas untuk menetapkan syari’at, berarti sama saja dengan menyuruh orang lapar untuk membuang hidangan yang siap disantapnya, lalu menyuruhnya dari awal untuk menanam padi.

Seandainya tidak demikian, berarti mereka mengelabui umat dengan cara menyembunyikan figur ulama mayoritas yang mereka anggap telah ‘mencemarkan agama’, lalu menampilkan dan mempromosikan segelintir sosok ulama Salafi & Wahabi beserta karya-karya mereka serta mengarahkan umat agar hanya mengambil pemahaman al-Qur’an dan Sunnah dari mereka saja dengan slogan ‘pemurnian agama’. Inilah kesombongan yang paling hebat yang tidak pernah dilakukan para ulama sebelumnya !

Cara Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah

Sesungguhnya, ‘pencemaran’ yang dilakukan para ulama yang shaleh dan ikhlas itu. Adalah upaya yang luar biasa untuk melindungi umat dari kesesatan.  Sedangkan ‘pemurnian’ yang dilakukan oleh kaum Salafi & Wahabi adalah penodaan terhadap ijtihad para ulama dan pencemaran terhadap al-Qur’an dan Sunnah. Dan pencemaran terbesar yang dilakukan oleh kaum Salafi & Wahabi terhadap al-Qur’an dan Sunnah adalah saat mereka mengharamkan begitu banyak perkara yang tidak diharamkan oleh al-Qur’an dan Sunnah; saat mereka menyebutkan secara terperinci amalan-amalan yang mereka vonis sebagai bid’ah sesat atas nama Allah dan Rasulullah SAW. Padahal Allah tidak pernah menyebutkannya di dalam al-Qur’an dan Rasulullah SAW tidak pernah menyatakannya di dalam Sunnah (Hadits)-nya.

Dari uraian ini, nyatalah bahwa orang yang Kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah itu belum tentu dapat dianggap benar. Dan bahwa para ulama yang telah menulis ribuan jilid kitab tidak mengutarakan pendapat menurut hawa nafsu mereka. Alangkah ironisnya bila karya-karya para ulama yang jelas-jelas lebih mengerti tentang al-Qur’an dan Sunnah itu dituduh oleh kaum Salafi & Wahabi sebagai kumpulan pendapat manusia yang tidak berdasar pada dalil, sementara kaum Salafi & Wahabi sendiri yang jelas-jelas hanya memahami dalil secara harfiyah (tekstual) dengan sombongnya menyatakan diri sebagai orang yang paling sejalan dengan al-Qur’an dan Sunnah.

Kembali kepada Al-Quran dan al-Sunnah ? Ya!  Tapi bukan dalam ‘perspektif’  Salafi Wahabi. Karena cara kami kembali kepada Al-Quran dan al-Sunnah dari dulu sampai sekarang. Adalah dengan merujuk dan mengikuti para Ulama Salafuna Shalih dari kaum Ahlussunnah Waljama’ah!

 

sumber

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

250 thoughts on “Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah Cuma Jadi Jargon Keren”

    1. Salafy Wahabi itu kan penyeru agar kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi bagaimana mereka bisa dianggap sekte sesat? Aneh lho buat ana yg lagi semangat tholibul ilmi. Selama ini Ana sama sekali tidak melihat Wahabi sebagai kesesatan kecuali kebenaran ada pada Wahabi.

      Tetapi ana tertarik dengan artikel di atas dan akan mempelajari artikel-artikel yang lain di sini mungkin ada hal baru yg bisa membantu saya semakin memahami kenapa Wahabi dianggap sesat oleh kebanyakan umat Islam di dunia.

      Matur Suwun Mr. Admin.

      1. selamat bergabung mas Gun… silakan ikuti artikel-artikel yang ada di web ini…. ikuti juga komentar2 ustadz2 di web ini…

        lama-lama juga tau kok apakah koar-koar mereka agar “..kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah..” secara keseluruhan atau hanya cuma setengahnya saja atau …….
        karena banyak loh ayat Al-Qur’an dan sunnah yang tidak digunakan oleh wahabi…..

      2. Mas, baca lebih dalam artikel diatas. kalau menyeru seperti itu tentu bagus sekali sebenarnya, tetapi justru yang mereka maksudkan adalah mengikuti pemahaman ulama wahabi yang dianggap paling benar dan paling sesuai Al Qur an dan Sunnah, padahal banyak perbedaannya dengan pemahaman ulama ahlussunah lainnya. perkataan antum kebenaran ada pada wahabi perlu dibuktikan lebih dalam bukan hanya yang tampak dipermukaannya saja.

      3. Selamat Mas Gun, antum sepertinya cukup memiliki pikiran terbuka yg merupakan pintu masuk hidayah. Saya do’akan semoga antum menemukan kebenaran ASWAJA (Ahlussunnah WalJamaah).

        Artikel di atas insyaallah sangat berguna bagi orang-orang yg memiliki pikiran terbuka.

        Perlu disadari bahwa ASWAJA dan WAHABI tidak akan ada kecocokan sekalipun langit ini runtuh. Sebab memang Allah Swt sudah mengabarkan lewat lisa Nabi-NYA, bahwa akan datang fitnah Islam (ASWAJA) dari Nejed (daerah Arab Saudi sekarang). Dan fitnah Nejd itu adalah Wahabi terbukti sekarang hanya Wahabi satu-satunya musuh besar Ummat Islam Ahlussunnah WalJamaah.

        Di blog ini bisa antum lihat, bagaimana serunya pertarungan antara Aswaja VS Wahabi. Semoga antum segera menemukan kebenaran ASWAJA.

  1. Benar sekali, kesesatan yang diusung wahabi-salafi telah merajalela.
    Apalagi setelah kaum mujassim musyabbih itu menciptakan trinitas tandingan melalui aqidah tiga jurusnya.
    Selain itu, mereka sedang berusaha menihilisasikan ibadah haji. Dengan alasan membuang-buang biaya yang tidak ada manfaatnya. Lebih baik diberikan kepada fakir miskin.

  2. mereka itu pemuda yg lemah aqal, mereka baca Quran, baca hadits, tapi aqal mereka ga memahaminya dg benar. Sehingga mereka keluar dari agama seperti anak panah yg menembusi binatang buruan. memerangi mereka dg lisan adalah berpahala.

    1. mas gun , coba perhatikan komentar mas AI : ” Sehingga mereka keluar dari agama seperti anak panah yg menembusi binatang buruan. memerangi mereka dg lisan adalah berpahala.”

      mas gun jangan terkecoh oleh selogan pelajari cermati antum akan tahu jika kata-kata mas AI ternyata benar.

    1. mas dianth ,:kembali kepada Al Quran dan sunnah ya berarti ikuti pemahaman para ulama ahlussunah dong, yap hanya sayang yang mereka ikuti para Mujassim seperti Ibnu Taymiyah , Bin baz dll . yang mereka ikuti Khowarij akhir zaman M. abdul wahhab al-albani dll, semoga Allah segera melindungi kita semua dari Fitnah Wahabi yang ngaku salafoy.

  3. banyak orang awam melihat dari luarnya-penampilan-. mungkin kita kalah dalam penampilan-untuk muhasabah-. jadi mari kita berusaha memperbaiki penampilan, karena Allah sendiri menyukai keindahan.

    Terlebih yang berhubungan dengan hati.

    Wallahu ta’ala a’lam

  4. artkelnye muantebs beud….
    mudah2an para pengikut Salafi Wahabi akan semakin terbuka mata hatinye untuk mempelajari Islam yang sesuai dengan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah…

    kalo mau ngaji ame ustadz, kudu ati-ati sekarang. Bise-bise salah belok trus kebablasan, akhirnye masuk jurang. Coz’ sekarang banyak tuh bertebaran Ustadz2 yang doyan tereak bid’ah dan memaksakan doktrin paling bener (versi mereka). Tapi kalo di Jakarte kayaknye ruang gerak mereka masing susah tuh, kagak bekutik ame Ustadz2 Aswaja-nye. Mangkanye dakwah mereka masuk ke pelosok pinggiran Jakarte, yg umumnye masing sedikit ustadz Aswaja-nye.

  5. Bang Nur@

    Benar bang Nur, emang Jakarte terlalu kuat ASWAJA-nye. Banyak ulama dan Habaib jadi benteng ASWAJA di Jakarta. Tapi di Cikarang, Bekasi pinggiran Bogor seperti Ciuleungsi jadi sasaran missionaris Wahabi dan kelihatan cukup berhasil tuh.

    Saya ada ipar di daerah Bogor sekarang kalau berdo’a tidak mau mengankat tangan katanya bid’ah. Dia rupanya suda kerasukan virus Wahabi. Tapi belum jenggotan dan belum cingkrang karena masih malu katanya, saya dengar dari saudara yg lain. Berarti kalau malu itu kan perbuatan tersebut malu-maluin tapi kenapa pada nekad ya?

    Artinya lagi bahwa Wahabi itu memang sungguh keterlaluan dalam beragana, masa pakai jenggot dan celana cingkrang hukumnya wajib? Kok pada gak takut dosa ya mereka itu?
    Anehnya, kalau wajib kenapa malu? Kalau ini pertanyaan untuk kaum Salafy Wahabi, bukan untuk bang Nur, he he he…..

  6. Abah Zahra, ana gak lihat langsung saat dia berdo’a, itu tadi cerita dari keluarga yg tahu, sebab orangnya kalau di depan saya sih masih normal. Memang dia masih sembunyi-sembunyi, tapi saya percaya cerita itu sebab dia ada dalam pergaulan jenggot cingkrang yg menekuni profesi bekam. Sedikit atau banyak tentunya dia sudah mulai masuk dalam frame pemikiran faham kaum jenggot cingkrang tsb.

    Semoga ke depan bisa kembali menemukan kebenaran ASWAJA.

  7. saya juga ada temen di kantor…. kalo do’a, kedua telapak tangannya dirapatkan ( kayak orang kristen berdo’a) tetapi diletakan dibawah ( ga diangkat sedada ), kalo abis sholat juga gitu… saya mau tanya dalilnya / haditsnya, eh dia keburu pindah kerja…
    kalo angkat tangan dalam berdoa kan ada haditsnya… kalo do’a kayak dia gitu ada haditsnya ga ya… aneh..aneh….

    linknya

  8. yang ane amatin dari fakta “di lapangan” , orang SaWah emang berrraaaaattttt banget kalo ngangkat tangan untuk do’a (terutama abis sholat berjama’ah). Nah lucuna, ade kontradiksi masalah tersebut di internal Salafi Wahabi. Dalam salah satu blog milik seorang Ustadz lulusan LIPIA (yg notabene banyak dipengaruhi faham Salafi Wahabi), beliau malah menyarankan supaya kite ikut angkat tangan dan mengaminkan Imam yg memimpin do’a. Dan beliau juga menyarankan jika ingin do’a sendiri secara khusuk dan optimal silahkan berdo’a sendirian dalam keheningan malam setelah tahajud.

    Tuuuh kaaan…di internal Wahabi aja kontradiksi…??? urusin aje “dapur” sendiri, jangan ngurusin “dapur” orang laen…..he…he…he….

  9. bang nur , satu-satunya ustadz wahabi yang nongol di sini dan rada lumayan cuma Ibnu Abi Irfan alias a`jam alias markojan sekarang dah gak muncul mudah2an sudah nemuin kebenaran n sudah mulai tobat dari ajaran Wahabi, amien ya Robbal alamin.

  10. Kang Syahid

    Emang kalo dirasakan sepertinya menurut kaum SalWah al Najdi, semua muslim selain pengikut MIAW dianggap telah meninggalkan Al Qur’an dan Sunnah. Ini kan tuduhan ngawur dan sembrono. Kayaknya penafsiran mereka aja yg paling benar dan dijamin masuk syurga. Lha wong jaminan masuk syurga kok kata mereka, apa mau mendahului Kehendak Allah?

    Sepertinya ada tujuan tersembunyi dari slogan kembali ke Al Quran dan Hadist. Jangan2 ada niatan kolonialisme baru di negara ini dengan dibalut nama Islam. Ya, Yahudi ingin menghancurkan Islam dari dalam, soalnya kalau lewat serangan langsung jelas mrk tidak mau.

    Moga2 analisis ane salah

    1. kebetulan Mbah saya juga lagi baca buku judulnya : ” persengkokolan menghancurkan Islam sekte Wahabi dan Inggris sebagai dalang ”

      tapi saya belum bisa menyimpulkan (bacanya belum selesai) hanya saja kalo ditilik dari ajarannya Wahabi memang cuma bikin Kisruh.

  11. assalamualaikum..
    duh seneng nya hati,…melihat para pendekar aswaja pada kumpul…he..he..
    lanjut deh..ane akan simak terus sambil gelaran tiker plus kopi dan gorengannya,he..he…
    wassalam..

  12. Artikelnya bener2 muantaps. Muantaps sufinya.. muantaps poll habis..
    Hai jangan salah pilih blog.. ini blog mantaps untuk mempelajari ilmu laduni..
    Ilmu laduni bukan sebarangan ilmu, karena untuk mempelajari kitab2 tebel cukup dengan menempelkan tangan ke kitabs, maka akan tau semua isi kitab, sangat cepat, tidak memakan waktu lama.
    Inga’-inga’ jangan salah pilih, disini penggunaan dalil tidak ditekankan yang penting hatinya. Karena hatiku mengatakan dari Allah..
    Jangan salah pilih.. Anak-anak sekolah yang ingin lulus ujian akhir nasional (UAN) cukup dengan mendatangi makam gusdus, minta pada gusdur atau para wali untuk diluluskan ujiannya.
    Wah kalau Einstein mengalami jaman ini pasti kalau ikut makin tambah pinter ga ya?

    1. Betul mas jangan salah pilih lari ke situs-situs wahabi, muantaaaap banget picik dan dangkalnya pemahaman agama. Hai jangan salah pilih blog.. karena blog wahabi mantaps untuk mempelajari ilmu terjemah Al Qura an dan hadist…..

      Ilmu terjemah bukan sebarangan ilmu, karena untuk mempelajari kitab2 tebel cukup dengan terjemahkan ke bahasa Indonesia, maka akan tau semua isi kitab, sangat cepat, tidak memakan waktu lama.
      Inga’-inga’ jangan salah pilih, di situs wahabi penggunaan dalil senbarangan dan asal comot serta potong ayat amat ditekankan yang penting zhahirnya. Karena zhahirnya pasti maknanya
      Jangan salah pilih.. Anak-anak sekolah yang ingin lulus ujian akhir nasional (UAN) cukup dengan mendatangi ustad salafi wahabi , minta pada ustad salafi wahabi untuk menterjemahkan, pasti mantap agamanya
      Wah kalau para Imam mengalami jaman ini pasti kalau ikut makin tambah pinter dan ndak perlu berguru ama ulama yang bersanad.

    2. Setuju Cah Ndeso, artikelnya emang bener2 muantaps. Sampe-sampe Salafi Wahabi pade kedodoran dalil Copasan buat ngimbangin kawan-kawan Ummati. Hai jangan salah pilih blog..ini blog mantaps untuk mempelajari kebobrokan faham Wahabi. Inga’-inga’ jangan pade heran, disini orang Salafi biasa ngasih komentar ngalor ngidul kagak jelas, trus muter-muter ngasih dalil yg itu-itu lagi hasil dari COPAS blog-blog Wahabi, trus kalo ude kagak bisa COPAS ngata-ngatain sahabat-sahabat Ummati, trus ngilang dari peredaran…..trussss….masuk lagi ganti nickname baru….
      Wah kalau Einstein masih hidup zaman sekarang dan mempelajari blog ini, mungkin die bakal mengucap syahadat dan bertauhid Laa ilaha illallaaah, bukan tauhid trinitas. Karena dari teori relativitasnya, einstein jadi mengetahui ada sebuah kekuatan yg Maha dahsyat yang tidak bisa dijangkau olehnya.

    3. Cah Ndeso

      Nt tuh keliatan bahlulnya ya…kalau kagk ngerti dan paham ilmu laduni mending diem daripada ngoceh ngawur.

  13. @dianth
    Pelajaran kan berarti mempelajari, atau gini aja gimana kalau mempelajari Syetan? harus melebur jadi Syetan kah?

    1. betul sekali dunia mau kiamat,…

      yang ikut pemahaman baru disebut ikut pemahaman salaf dan menyebut dirinya salafi.

      Yang ikut pemahaman ulama salaf melalui ulama bersanad malah disebut tidak sesuai dengan salaf.

      Makanya segera cari dan berguru dengan ulama pengikut salaf yang sebenarnya…. buruan sebelum kiamat.

      1. @Cah ndeso poll
        memang dunia mau kiamat tapi bagi wahabi, Insya Allah Dinasti Saud sebentar lagi akan kiamat alias akan terguling kekuasaannya dan digantikan dgn Negara Islam yang demoktatis berfaham ASWAJA. akan kiamat pula bagi budak dan kaki tangan wahabi di Indonesia serta diseluruh Dunia ….
        Amin.

    2. @ Cah Ndeso poll,

      Maksudnye kembali kepada Al-Qur’an dan As-sunnah versi Wahabi yang disebut sekte sesat geto loohhh…..??? Emangnye kagak nyadar ape…?

  14. QS: An-Nisa’ (4) : 59 “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu, athii ‘ullah wa athii ‘ur Rasul, wa ulil amri minkum. Fa in tanaaza’tum fii syain, fa rudduuhu ilallaah war rasul in kuntum mu’minuuna billaahi wal yaumil akhir. Dzaalika khairun wa ahsanu ta’ wiilaa”.

    Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan diantara kamu; lalu jika berselisih tentang sesuatu hal dikalanganmu sendiri, hendaklah kamu MENGEMBALIKANNYA KEPADA ALLAH DAN RASUL (Nya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir; itu lebih baik dan lebih indah akibatnya dan kesudahannya.

    Menurut saya yang benar itu kembali kepada Allah dan RasulNya……

    bila hanya kembali kepada Al Quran dan Sunnah, maka justru perbedaan terhadap pemahaman Al Qur an dan sunnah telah menjadikan kita semakin berselisih dan saling menyesatkan.

    Bila kita kembali kepada Allah dan RasulNya maka itu artinya kita serahkan semuanya pada hidayah Allah, berarti kita harus ikhlas dengan niat tulus untuk kebenaran dan kita mengikuti petunjuk Rasul, karena kita tidak hidup dizaman Rasul, maka tentulah kita ikuti ulama pewaris Rasul yaitu yang bersanad sampai kepada Rasulullah.

    mungkin kawan-kawan bisa memberi masukan?

  15. —– Forwarded Message —–
    From: Jundi WS
    To: jurnalperempuan
    Sent: Tuesday, July 5, 2011 5:44 PM
    Subject: [Jurnal Perempuan] “pemberontakan perempuan Arab”

    Trik Pria Dewasa Agar Menjadi Anak Susu (Husus
    SALAFI/WAHABI)

    *Ultimatum – Biarkan Kami Mengendarai Atau Kami Akan Menyusui Supir Kami*

    Wanita Arab Saudi telah sejak lama dirugikan dengan perlunya seorang
    laki-laki untuk melakukan segala sesuatu, tidak dapat satu ruangan dengan
    lawan jenis kecuali ada hubungan darah dan mereka tidak dapat membawa mobil
    mereka sendiri. Sekarang sebuah kelompok wanita Arab Saudi sudah lelah
    dengan hal ini dan mengancam untuk memberlakukan fatwa mengenai menyusui
    pria dewasa kecuali mereka diizinkan untuk menyetir.

    *Fatwa Terbaru Mengenai Menyusui Pria Dewasa*

    Fatwa terbaru yang dikeluarkan oleh Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al
    Obaikan, anggota dari Cendekiawan Arab Saudi, penasehat raja dan konsultan
    di kementrian hukum menyebabkan sebuah kontroversi. Sheikh Abdul Mohsin Bin
    Nasser Al Obaikan mengatakan bahwa cara untuk menghindari pelanggaran
    terhadap hukum Arab yang tegas mengenai kontak antara wanita dan pria adalah
    dengan mengganti status dari pria yang sering melakukan hubungan dengan sang
    wanita, dari yang tidak berhubungan darah menjadi hubungan ibu dan anak.
    Nampaknya Islam menganggap bawah hubungan menyusui setara dengan hubungan
    darah.

    Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan mengatakan bahwa supir dapat
    berinterakasi dengan bebas dengan seluruh anggota keluarga majikannya tanpa
    melanggar hukum Saudi Arabia jika mereka disusui oleh wanita yang
    memperkerjakan mereka.

    Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan mengatakan “Seorang perempuan
    dapat menyusui pria dewasa sehingga ia menjadi anaknya. Dengan demikian ia
    dapat berinterkasi dengan seluruh wanita dalam rumah majikannya tanpa
    melanggar hukum Islam.”

    1. @Jaka Samudra
      Jelas sekali fatwa diatas ngawur, fatwa tsb fatwanya ulama yg otaknya ngeres kalo meyakini bahwa Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar pastilah orang sangat takut jika mau berbuat zinah(dosa). tapi tidak demikian di arab saudi yg berpaham wahabi, TKW kita dianggapnya budak(binatang) yg dapat diapakan saja termasuk diperkosa, disiksa dan dibunuh.
      semoga Allah SWT menimpakan azab bagi Negara wahabi sesat yang memporak porandakan agama dan umat Islam seluruh dunia.

  16. wahai golongan SaWah,,, sadarlah
    kalau mau kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah, ikutilah pemahaman ulama yang benar-benar paham tentangnya. jangan mengikuti hawa nafsu kalian. kita sebagai orang awan, tentu tidak akan mampu memahami maksud yang paling mendekati kebenaran dari Al Qur’an dan As Sunnah. Makannya kita dianjurkan untuk mengikuti mazhab. Kalau memang kalian derajat ilmunya sama dengan Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, atau Imam Ahmad, Silahkan saja kalian para SaWah mendirikan MAZHAB yang baru.

  17. @ Gun..
    akhi, Perhatikanlah komen2 disini, smua golongan yang selain golongan Sufi/Toriqot/Tasawuf/NU {Salafy, Hizbut-Tahrir, Muhammadiyah, MTA, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Islamiah (Al-Qaedah)} termasuk golongan wahabi..
    Atau yang tidak setuju dengan 7hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari. Adalah Para Wahabi.
    Berarti Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali ya termasuk wahabi karena tidak mengikuti acara tersebut.

    1. ya seperti inilah pengikut sekte sesat menyebarkan Virusnya , bahwa apa yang tidak dilakukan oleh para sahabat adalah kesesatan (bid`ah), dia tidak konsisten dengan pernyataannya itu , karena dia juga meyakini dan menyebarkan Bid`ah ” pembagian Tauhid ” yang juga tidak diyakini dan tidak diajarkan oleh para sahabat , wahabi Maling teriak maling , ahli Bid`ah yyang sesungguhnya.

      1. Ya.. begitulah watak atum sekalian selalu lari dari bermasalahan, baiklah ane ulangi pernyataan ini yang dri dulu antum ga bisa menjawab, selalu berkilah ke permasalahan lain.
        Pembagian Tauhid Jadi Tiga yaitu Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Rububiyyah, Tauhid Asma Wa Sifat.
        Bukankah pembagian itu tidak mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri? pembagian tersebut untuk memahami tentang tauhid, tidak ada yang ditambah maupun dikurangi dalilnya, dan juga bukan untuk membuat tauhid baru.
        Seperti halnya dalam mempelajari Islam secara kaffah, Dalam mempelajari ilmu islam kita mengenal tentang bab fiqih, bab akhlak, dll.. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu disebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
        Pada Kitab Hadist, misalkan Shahih Bukhory, terbagi menjadi beberapa bab. Apakah itu di sebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?

        1. @markojan

          mas, jujur saja saya sedih mendengar komentar antum, itu artinya antum belum mau menerima kenyataan.

          antum katakan pula kami lari dari permasalahan….. kapan kami semua lari, semua yang antum berikan baik dalil dari nash maupun tafsir selalu kami bahas…. justru saya tidak melihat satupun dari kalian yang membahas dalil kami atau bisa membantahnya. Bahkan saya sudah tunjukkan dalil saya bahwa kaum musyrikin itu syirik dalam rubbubiya, tapi tak satupun dari kalian yang membahasnya, malah balik lagi ke dalil-dalil yang sudah kami bahas.

          Mas, bila kalian membagi tauhid sebagai pembagian istilah, maka itu tentu bukanlah bid ah dholalah, tetapi kalian bukan membagi istilah tetapi membagi tauhi dan memisahkannya.

          Kalau kalian hanya membedakan istilah yaitu dilihat sisi keyakinan akan esanya sifat rubbubiyah Allah diistilahkan dengan tauhid rubbubiyah, maka dari sisi keyakinan kita bahwa hanya yang memiliki keesaan sifat-sifat rubbubiyah itulah yang harus disembah diistilahkan dengan tauhid ulluhiyah, maka saya pribadi tidak keberatan.
          Dan itu memang “tidak mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri? pembagian tersebut untuk memahami tentang tauhid, tidak ada yang ditambah maupun dikurangi dalilnya, dan juga bukan untuk membuat tauhid baru”.

          Kenyataannya kalian telah mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri dan membuat tauhid baru.
          Ini buktinya :

          – Bahwa orang yang bertauhid rubbubiyah itu tidak mesti bertauhid ulluhiyah. Padahal sudah jelas bila orang itu BERTAUHID Rubbubiyah, pastilah dia Beritikad HANYA MENYEMBAH ALLAH. Karena baginya memang tiada lagi yang pantas disembah sebab sudah tiada Rabb lagi selain Allah.
          – Orang musyrikin Qurais bertauhid Rubbubiyah, tapi tidak bertauhid Ulluhiyah. Padahal mereka terbukti syirik pada sifat rubbubiyah
          – semua orang secara fitrahnya bertauhid rubbubiyah, padahal keyakinan setiap orang itu berbeda-beda.
          – Orang yang mengakui beberapa sifat rubbubiyah Allah disebut bertauhid Rubbubiyah, padahal tidak ada satupun ahli tafsir yang mengatakannya.
          – Kaum muslimin yang bertawasul dengan orang saleh yang telah wafat disamakan dengan kaum musyrikin Quraisy, yaitu hanya bertauhid Rubbubiyah Allah.
          – Hakikat dakwah rasul hanyalah tauhid Ulluhiyah, padahal semua nabi dan Rasul, tentulah pertama-tama mengenalkan siapa Rabb yang sesungguhnya.
          – dll

          Bukankah ini semua baru?

          Bukankah kita harus kembali kepada Al Qur an dan sunnah apalagi masalah tauhid, lalu mengapa kalian tidak kembali?

          Saya berharap anda semua mendapat hidayahNya.

          1. @ dianth
            Akhi.. Dalam mempelajari ilmu islam kita mengenal tentang bab fiqih, bab akhlak, dll.. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu disebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
            Pada Kitab Hadist, misalkan Shahih Bukhory, terbagi menjadi beberapa bab. Apakah itu di sebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
            Itu Gimana jawabnya? kenapa kok ga di sangkal? Kenapa antum menerima? Bukankah itu juga tidak mengurangi hakekatnya?
            Afwan ya mbah..

        2. Bagaimana kok Nte katakan Tauhid Tiga itu tidak merusak hakekat tahid? Sudah jelas rusak dg pembagian itu kok Nte tidak bilang rusak? Kalau pingin tahu rusaknya, lihatlah akibat dari Tauhid tiga itu kalian mengannggap orang-orang beriman yg bertauhid sebagai orang musyrik. Sedangkan orang-orang kafir dn musyrik kalian angkat derahatnya menjadi orang-orang bertauhid rububiyyah. Ente pikir ini ajaran Nabi Saw? Jawablah Markojan dan All Wahabiyyun, ingat jawabnya pakai dalil sebab ini masalah aqidah.

      2. lari dari permasalahan…? ngarang aja nt
        pembagian Tauhid tiga tidak dikenal pada masa Salaf as-sholih Rosulallah SAW tidak pernah mengajarkan hal itu , pembagian Tauhid itu adalah hal baru dalam agama .

        apakah saudara markojan sepakat jika setiap hal Baru dalam agama adalah Bid`ah…?

    2. Markojan, nte jangan sembarangan menganggap Para Sahabat Nabi sebagai Wahabi, di mana akal Nte sehingga gak mampu membuat analogi yg benar? Kalau Nte gak mampu koment dg baik, maka tidak koment lebih baik dari pada fitnah. Ingat, perkataan manusia jahil dalam akal itu bisa menjadi sumber fitnah.

      Jangan sekali-kali mengatakan Para Sahabat sebagai Wahabi, sebab Wahabi adalah sumber dari segala sumber fitnah Islam. Sedangkan para Sahabat Nabi adalah sumber segala kebaikan bagi penganut agama Islam. Amal sholih berupa acara do’a bersama 7hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari adalah amal kebaikan, hanya orang yg akal dan hatinya berpenyakit saja yg mengatakan amal sholih tersebut sebagai keburukan.

      Caba Nte jelaskan syari’at yg mana yg dilanggar dalam penyelenggaraan do’a bersama/berjama’ah, atau tahlilan tsb. Jawablah kalau Nte merasa dalam kebenaran.

      1. @ joyo Martopo
        “Caba Nte jelaskan syari’at yg mana yg dilanggar dalam penyelenggaraan do’a bersama/berjama’ah, atau tahlilan tsb. Jawablah kalau Nte merasa dalam kebenaran.”

        Akhi.. Rosullullah saja tidak mengajarkan, mana mungkin melarang akhi.. persoalan syariat itu harga mati, tidak boleh ditambah atau dikurangi..

        Smua golongan yang selain golongan Sufi/Toriqot/Tasawuf/NU {Salafy, Hizbut-Tahrir, Muhammadiyah, MTA, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Islamiah (Al-Qaedah), JAT} termasuk golongan wahabi..? Benar kan akhi?

        1. @Markojan ASWAJA

          menurut saya golongan yg antum sebut itu gampang liatnya atau analisanya, kl mrk beridiologi Asyairiya Maturidi maka mrk dari salah satu 4 mahzab (Syafii), klo mereka menyanjung yang sangat berlebihan terhadap Sayidan Ali bin Abi Tholib Karamaallahu wajha maka mrk golongan SYIAH, kalo mereka memupunyai sana ilmu sampai Rasulallah maka mrk golangan dari 4 mahdzab. Tp mereka yang menggunakan ilmu pembaruan (claim) dari Ibnu Taymia maka mrk segolongan ikhwanul muslimin, klo mereka menggunakan pemahaman agama metode New Taymia maka mereka golongan WAHABI (yang menggunakan segala cara yg didengung2kan secara syariat untuk mencapai ujuan)

          nah manakah golongan dari sebagai mereka? monggo dipilih

  18. Syekh Markojan

    Jelas pembagian itu tidak menambah dan mengurangi hakekat tauhid tetapi membuat kecacatan tauhid itu sendiri. Untuk mengetahui adanya kecacatan, ya syekh harus masuk dalam hakikat tauhid dong.
    Apa syekh ndak membaca komen saya di artikel sebelah mengenai uluhiyyah, rububiyyah, ahadiyyah dan wahidiyyah? Kalau syekh mau membuka mata dan hati tentu akan paham kok.

    Cobalah memahami apa hakikat tauhid, hakikat dzikir dan hakikat iman.

    1. @ Mbah Redhy
      Akhi.. Dalam mempelajari ilmu islam kita mengenal tentang bab fiqih, bab akhlak, dll.. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu disebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
      Pada Kitab Hadist, misalkan Shahih Bukhory, terbagi menjadi beberapa bab. Apakah itu di sebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
      Itu Gimana jawabnya? kenapa kok ga di sangkal? Kenapa antum menerima? Bukankah itu juga tidak mengurangi hakekatnya?
      Afwan ya mbah..

      1. @markojan

        Kenyataannya kalian telah mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri dan membuat tauhid baru.
        Ini buktinya :

        – Bahwa orang yang bertauhid rubbubiyah itu tidak mesti bertauhid ulluhiyah. Padahal sudah jelas bila orang itu BERTAUHID Rubbubiyah, pastilah dia Beritikad HANYA MENYEMBAH ALLAH. Karena baginya memang tiada lagi yang pantas disembah sebab sudah tiada Rabb lagi selain Allah.
        – Orang musyrikin Qurais bertauhid Rubbubiyah, tapi tidak bertauhid Ulluhiyah. Padahal mereka terbukti syirik pada sifat rubbubiyah
        – semua orang secara fitrahnya bertauhid rubbubiyah, padahal keyakinan setiap orang itu berbeda-beda.
        – Orang yang mengakui beberapa sifat rubbubiyah Allah disebut bertauhid Rubbubiyah, padahal tidak ada satupun ahli tafsir yang mengatakannya.
        – Kaum muslimin yang bertawasul dengan orang saleh yang telah wafat disamakan dengan kaum musyrikin Quraisy, yaitu hanya bertauhid Rubbubiyah Allah.
        – Hakikat dakwah rasul hanyalah tauhid Ulluhiyah, padahal semua nabi dan Rasul, tentulah pertama-tama mengenalkan siapa Rabb yang sesungguhnya.
        – dll

        Bukankah ini semua baru?

        Bukankah kita harus kembali kepada Al Qur an dan sunnah apalagi masalah tauhid, lalu mengapa kalian tidak kembali?

        1. @ dianth
          Akhi.. cobalah perhatikan.. sudah jelas di Qur’an.. Bahwa kafir Quraisy mengakui Rububiyah Allah, Iblis sudah jelas pasti, karena iblis bertemu langsung dengan Allah.
          Dalil di Qur’an sudah jelas. Apakah antum mau membantah Qur’an? cuma mengambil sebagian saja?
          Hakekat dakwah tauhid adalah Rububiyah, Ulluhiyah, Asma’ Wa Sifat.
          Bukan Ulluhiyah saja.
          Ketiga-tiganya harus ada dalam diri seorang muslim, Kalau ga celaka. Bisa masuk neraka kekal seperti halnya kafir Quraisy dan Iblis.
          Afwan..

    2. markojan

      pembagian Tauhid tiga tidak dikenal pada masa Salaf as-sholih Rosulallah SAW tidak pernah mengajarkan hal itu , pembagian Tauhid itu adalah hal baru dalam agama .

      apakah saudara markojan sepakat jika setiap hal Baru dalam agama adalah Bid`ah…?

  19. Syekh markojan

    Klu pembagian macam2 ilmu yg dijaman Nabi blm ada seperti fiqh, hadist, akhlak itu wajar karena tidak ada seorang ulama setelah sahabat yg mumpuni dalam seluruh Ilmu Islam karena begitu luas dan agungnya Islam.
    Namun kalau ilmu tauhid jelas beda kan syekh, soalnya itu pondasi utama agama kita. Saya, selama komen diummati Insya Allah belum pernah mengatakan aqidah wahabi sesat, tetapi yang saya katakan aqidah wahabi itu retak.

    Wahai syekh, ibarat kaca. Apakah kalau kaca cermin itu retak maka hakikat kaca dan nama kaca itu hilang? TIDAK BUKAN?

    Kalau dikomen saya di artikel sebelah yg pertama dibawah sendiri ada memang pembagian tauhid tetapi itu bukan pembagian dalam arti sebenarnya tetapi hanya tingkatan-tingkatan tauhid.

    Tertulis tauhid uluhiyah, itu adalah keesaan ketuhanan dimana manusia semua mampu memahaminya.
    Kemudian tauhid syuhudi, itu adalah sudah lebih tinggi lagi karena masuk kedalam hakikat dan mengenal sampai taraf ainul yaqin.
    Terakhir tauhid Dzat, ini keesaan Dzat yang murni dimana hanya Allah sendiri yang mengetahui. Tidak ada seorang hambanpun sanggup memahami.

    Nah, dibanding pembagian versi syekh apakah sama?

      1. Mas Dianth, saya mengharap dengan pertolongan Allah semoga dengan bahasa2 perumpamaan ini syekh markojan sadar.

      2. Mas Dianth

        Watak asli wahabi itu kalau dikasih dalil pasti masih ngeyel karena mereka menganggap bahwa hanya mereka yg paling memahami dalil. Ingat aja semboyan mereka seperti artikel di atas

        1. @mbah redhy
          afwan ya mbah.. dikasih dalil gimana? pake ilmu laduni gitu. Dalil dari Qur’an yang ga sesuai keinginan di buang.. Coba sadarlah? sudah banyak di artikel Akhi Abu Umar Abdillah, Donpay, dll, terutama artikel “Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah”.
          Ane kira orang-orang paham betul itu dari Qur’an dalilnya.
          Bukan pake ilmu laduni atau sejenisnya.

          1. Syekh MArkojan

            Ada seorng ulama besar, karena kealiman dan kearifan beliau diberi karomah pengetahuan rahasia dalam ayat2 mutasyabihat. Bagaimana pendapat syekh?

          2. @ Mbah Rendy
            Akhi, Apakah itu di sebut ilmu laduni, orang yang mendapatkan karomah dari Allah? Bukan bantuan Jin lho.. Kalau bantuan Jin itu bukan karomah namanya. Tapi itu persekutuan manusia dan JIN. Haram hukumnya.
            Ane kira mbah sudah tahu.

  20. Syekh markojan

    Kalau pembagian versi syekh itu ya ibarat Kaca Yang Luas tetapi retak. Apakah kaca yg retak kalau dibuat bercermin, bayangan gambarnya utuh dan sempurna? Wahai syekh

  21. All Asy-‘ariyah
    Smua golongan yang selain golongan Asy-‘ariyah/Sufi/Toriqot/Tasawuf/NU {Salafy, Hizbut-Tahrir, Muhammadiyah, MTA, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Islamiah (Al-Qaedah), JAT} termasuk golongan wahabi..? Benar kan akhi sekalian?

    1. markojan jangan dulu mengalihkan ke persoalan lain , inilah bukti jika kalian selalu lari dari persoalan yang meruntuhkan semua alasan faham wahabi.

      saya tanya : pembagian Tauhid tiga tidak dikenal pada masa Salaf as-sholih Rosulallah SAW tidak pernah mengajarkan hal itu , pembagian Tauhid itu adalah hal baru dalam agama .

      apakah saudara markojan sepakat jika setiap hal Baru dalam agama adalah Bid`ah…?

      markojan : Akhi itu Pertanyaan aneh? sama halnya entum bertanya nawu sharaf itu bid’ah?

      yang aneh itu markojan seolah tidak pernah mendengar sabda Rosul tentang hal baru dalam agama .

      atas pertanyaan saya apakah jawaban saudara markojan…? ya atau tidak…?

      1. @ AS
        Afwan ya.. Ane singkat saja ya.. Bid’ah antum itu lebih banyak, dan sangat aneh-aneh lagi. Gimana Coba?
        Sudah dijelaskan dalilnya artikel akhi Abu Umar Abdillah “Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah”. Diperkuat dalil berkaitan dengan iblis di Qur’an.
        Apakah antum mau mengingkari Qur’an? Apakah mau di buang ya dalil seperti itu?
        afwan akhi yang sabar.

        1. Markojan, kalau ASWAJA itu Ahli Bid’ah Hasanah, sedangkan Wahabi itu Ahli Bid’ah Dholalah/Sayyi’ah, yaitu bid’ah yg tidak memliki dasar syari’at. Contohnya pembagian Tauhid tiga itu benar-benar melanggar ajaran Nabi Saw. SebabNabi Saw tidak pernah mengajarkan Tauhid Tiga. Inilah sebid’ah-bid’ahnya bid’ah dholalah.

      2. al-hamdulillah akhirnya saudara markojan mengakui jika pembagian Tauhid itu Bid`ah.

        tinggal kita kaji apakah pembagian Tauhid itu Bid`ah Dolalah atau Bid`ah Hasanah , Bid`ah dikatakan sesat jika bertentangan dengan Qur`an Hadist atau Ijma` , pembagian Tauhid ini bertentangan dengan qur`an Hadist dan Ijma` , berarti pembagian Tauhid ini adalah Bid`ah sesat alias dolalah.

        sementara tuduhan : Bid’ah antum itu lebih banyak, dan sangat aneh-aneh lagi. Gimana Coba? Bid`ah yang kami lakukan adalah Bid`ah yang Baik Bid`ah Hasanah karena selaras dan sesuai dengan Qur`an Hadist serta Ijma`, ini pulalah yang dimaksud oleh Sabda baginda Rosul dengan : Sunnah Hasanah.

        adapun ” kafir quresy mengenal Allah dan Rajin Ibadah ” sama sekali tidak menunjukkan jika Kafir quresy itu ” ber -Tauhid ” dengan Tauhid apapun , justru mereka yang mengatakan Kafir quresy ” Ummat Ber Tauhid ” merekalah yang mengingkari dan membuang qur`an.

        1. @AS
          Akhi.. mengakui gimana? ane tidak mengakui.
          Pembagian tauhid itu berdasarkan pengelompokan dalil-dalil yang ada.
          Antum itu yang malah di kasih dalil dari Qur’an tidak mau, Jelas-jelas dari Qur’an lho. maunya pake dalil sendiri, yang tidak sesuai keinginan di buang. Dan pura-pura tidak tahu.
          Afwan

        2. ini pernyataan markojan: “Bid’ah antum itu lebih banyak, dan sangat aneh-aneh lagi”. Pernyataan ini saya anggap sebagai pengakuan , jika anda menyangkalnya bagi saya tidak Masalah. Justru itu menunjukkan Jika Markojan mengingkari dan menolak sabda sang Rosul , pengingkaran terhadap sabda Rosulallah SAW semakin menjerumuskan Markojan dan Wahabi ke jurang kesesatan. Nas’alullahal a`fiah

          1. Markojan @

            Ya betul Markojan, antum mengatakan bahwa bid’ah mas Syahid (ASWAJA) lebih banyak dan aneh-aneh.
            Oke, berarti bid’ah antum (Wahabi) lebih sedikit, begitu kan?

            Tetapi walaupun bid’ah antum lebih sedikit, masalahnya bid’ah antum (Wahabi) lebih parah dholalahnya menyangkut soal aqidah, paham Markojan?

            Sedangkan bid’ahnya Mas Syahid itu bid’ah hasanah (sunnah hasanah/kebiasaan, tradisi yg baik). Tidak ada syari’at agama yg dilanggar dalam bid’ah hasanah. Oke, Akhi Markojan sudah paham ya? Sudah jelas begini masa iya belum paham juga, he he he….

  22. Syekh Markojan

    Wahai syekh, mengapa harus berputar2 membahas yag memang berbeda? Kan ibarat menyatukan dua rel kereta api. Apa ya bisa to syekh…

    Sudahlah, marilah kita meyakini apa yg kita pahami dan yakini. Tidak usahlah saling menuduh dan mengeluarkan kata-kata negatif terhadap sesama. Marilah kita selalu instropeksi amaliyah kita sehari-hari. Jika kita sibuk mawas diri, tentu pedebatan dan pengucapan negatif tidak akan muncul dan Islam bisa bersatu. Tetapi kalau pihak wahabiyun tetap saja TERIAK main tuduh bid’ah, sesat, syirik dll tentu perselisihan umat terus berlangsung dan akhirnya YAHUDI DAN NASHRANI TEPUK TANGAN SERIBU KALI SAMBIL GOYANG PINGGUL KESENANGAN.

    Lihat aja, kaum sufi dinegeri ini terus berjuang bekerja keras memperbaiki umat dan mereka2 sama sekali tidak pernah marah atau memusuhi sesama muslim yg lain termasuk wahabi meski wahabi main tuduh sembarangan yg rasanya sungguh menyakitkan hati. Toh mereka masih sabar dan penuh senyum manis

    1. @ Mbah Rendy
      Akhi, Yang antum maksud wahabi itu sapa? Apakah smua golongan yang selain golongan Asy-’ariyah/Sufi/Toriqot/Tasawuf/NU {Salafy, Hizbut-Tahrir, Muhammadiyah, MTA, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Islamiah (Al-Qaedah), JAT} termasuk golongan wahabi..?
      Jawab ini dulu.. Jangan muter2, Lihatlah semua golongan di atas menolak tahlilan orang mati.
      Afwan ya akhi

      1. Wahabi adalah penganut ajaran yg diajarkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, seorang syaikh yg menyempal dari mayoritas ulama dan Jamaah kaum muslimin di zamannya.
        Ingat, Muhammad bin Abdul Wahhab bukan Muhammad bin Abdullah Shllallohu a’alaihi wa alihi wasallam.

          1. Markojan@

            Jawaban saya adalah jika mereka menganut ajaran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berarti mereka Wahabi. Apakah jawaban yg sangat jelas dan gamblang ini masih kurang jelas?

            Katanya Nte cerdas, gitu aja masih minta dituntun, he he he… afwan ya?

          2. Kesimpulannya smua golongan yang selain golongan Asy-’ariyah/Sufi/Toriqot/Tasawuf/NU {Salafy, Hizbut-Tahrir, Muhammadiyah, MTA, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Islamiah (Al-Qaedah), JAT} termasuk golongan wahabi.

          3. Jadi kesimpulan yg benar adalah bahwa yg disebut Pengikut WAHABI itu adalah para pengikut atau penganut ajaran yang diajarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab Attamimi Al-Najdi (Nejed).

            Salah satu ajarannya yg paling parah adalah menganggap musyrik kepada kaum muslimin yg bukan penganut WAHABI. Itulah ajaran sesat dan menyesatkan ummat. Tobat, tobat, Tobat….

  23. markoplo @ maunya nt apa seeh ????? kalao ingin cari kebenaran dialognya fokus dong mau mbahas apa gitu jangan ngaco nggak fokus ……..

  24. @Markojan

    kata antum :
    @ dianth
    Akhi.. cobalah perhatikan.. sudah jelas di Qur’an.. Bahwa kafir Quraisy mengakui Rububiyah Allah, Iblis sudah jelas pasti, karena iblis bertemu langsung dengan Allah.
    Dalil di Qur’an sudah jelas. Apakah antum mau membantah Qur’an? cuma mengambil sebagian saja?
    Hakekat dakwah tauhid adalah Rububiyah, Ulluhiyah, Asma’ Wa Sifat.
    Bukan Ulluhiyah saja.
    Ketiga-tiganya harus ada dalam diri seorang muslim, Kalau ga celaka. Bisa masuk neraka kekal seperti halnya kafir Quraisy dan Iblis.
    Afwan..
    ========================================================================

    Kok ente balik lagi kesitu…. nanti balik lagi ke situ…..

    cape deh…

    “Bahwa kafir Quraisy mengakui Rububiyah Allah”

    iya… ok…. mengakui… tapi TIDAK BERTAUHID alias bukan Allah saja satu-satunya yang memiliki sifat-sifat Rubbubiyah, tetapi juga para berhala mereka…… kan sudah saya berikan ayatnya bahwa Allah mengatakan mereka berkeyakinan bahwa berhalanya mampu melindungi dan memberi syafaat bagi mereka secara independen (Bukan sebagai perantara saja)…. ingat kata SELAIN ALLAH.

    “Iblis sudah jelas pasti, karena iblis bertemu langsung dengan Allah.
    Dalil di Qur’an sudah jelas. Apakah antum mau membantah Qur’an? cuma mengambil sebagian saja?”

    betul iblis bertemu langsung dengan Allah dan pastilah dia bertauhid Rubbubiyah dan ya pasti juga bertauhid Ulluhiyah… wong Iblis Ibadahnya paling top.

    tapi sewaktu Iblis diperintah oleh Allah untuk sujud kepada Adam, dia menjadi sombong….. karena itulah dia terhijab dari memandang sifat-sifat rubbubiyah Allah dengan mengatakan bahwa dia lebih baik dari Adam

    Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”( QS Al A’raf : 12)

    ‘Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah’ …….. bukankah menjadikan ciptaan yang lebih baik, menjadikan lebih mulya (memulyakan) itu adalah sifat rubbubiyah Allah? Jelaslah Iblis telah lengah dan ingkar serta menolak kebenaran bahwa kemulyaan itu Allah yang menentukan bukan Iblis, bukan pula api atau tanah.

    Coba ente cek makna tauhid rubbubiyah ulama ente (wahabi) disitu dikatakan bahwa memulyakan adalah sifat rubbubiyah Allah.

    Akibat ingkar akan sifat rubbubiyah Allah itulah otomatis dia juga menolak perintah Allah untuk sujud…. paham kan?

    Selanjutnya Iblis sebenarnya sadar akan kesalahnnya dan keingkarannya… hanya dia tidak mau tobat. Tidak mau tobat berarti putus asa pada Rahmat Allah. Bukankah memberi Rahmat dan ampunan adalah sifat-sifat Rubbubiyah Allah?

    Sekarang sudah jelas atau belum ya?

    1. @ dianth
      Pernyataan ente,
      “Akibat ingkar akan sifat rubbubiyah Allah itulah otomatis dia juga menolak perintah Allah untuk sujud…. paham kan?”
      Klau iblis ingkar kepada Allah, kenapa iblis meminta umurnya ditangguhkan kepada Allah?
      Dalam Qur’an Surah Shaad 79-80 (79. Iblis berkata: “Ya Raabku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” 80. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh)
      Jelas-jelas bertentangan dengan Qur’an pernyataan ente itu?

      1. Markojan@

        Akhirnya Nte jadi sangat ngawur kan? Makanya jangan ngotot belain kebatilan, karena kebatilan itu berasal dari kebohongan. Sedangkan kebenaran itu berasal dari kejujuran.

        Wahabi itu berasal dari sumber seorang syaikh pendusta, makanya begitu dikejar jawabnya ngawur. Kalau gak ngawur pasti marah, itulah teknik untuk menurupi kebohongan.

        Baca itu kment Mas Jundu Muhammad agar Nte paham.

        1. @ Joyo Marto
          Akhi.. Coba lihat QS. Shaad: 79-80, Sudah jelas kan? Bahwa Iblis berdoa/meminta kepada Allah?
          Mau dibantah? itu dari Allah lho..

          1. jadi maksud pertanyaan ente itu apa sih? menurut ente Iblis bertauhid rubbubiyah aja,… kenyataannya ente bilang Iblis berdoa/meminta kepada Allah, berarti dia bertauhid Uluhiyah juga dong? benar nggak kang markojan ?

  25. Bismillah ar-rahmaan ar-rahiim.

    Kita semua sepakat, bahwasanya Baginda Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam memiliki 4 sifat ini: Shidq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah.

    Tauhid adalah hal yang sangat urgent di dalam ajaran yang disampaikan oleh Baginda Rasulullaah shollallaah ‘alaih wa sallam. Oleh karena itu andaikata masalah tauhid ini dibagi menjadi tauhid uluhiyyah, rububiyyah, dan asma’ wa shifat tentunya oleh Rasulullah akan dijelaskan sejak awal secara rinci.

    Andaikata pembagian tauhid yang demikian itu benar, maka sangat mustahil bagi Rasulullah lupa menyampaikan, mengajarkan dan menjelaskan tauhid yang seperti ini, sedangkan faktanya ajaran pembagian tauhid yang seperti diklaim kaum wahhabiyyun ini baru muncul di zamannya ibn Taimiyyah, kemudian faham tauhid yang seperti ini diteruskan oleh Muhammad ibn Abdil Wahhab.

    ingat, tauhid menyangkut permasalahan aqidah. Tentu Rasul akan menyampaikan dan menjelaskan sedetil-detilnya tanpa terlewat satupun.

    Wallaahu a’lam.

  26. Markojan dan All wahabi mampukah kalian mempertahankan dan membuktikan jika Bid`ah yang kalian munculkan bukanlah Bid`ah …? Sebagian Bid`ah – bid`ah yang dimunculkan sekte Wahabi :

    1. membagi Tauhid
    2. menyamakan muslim ahli Tauhid dengan Musyrikin quresy
    3. mengharamkan Ta`wil
    4. mengatakan Allah duduk di Arsy
    5. menetapkan adanya anggota tubuh bagi Allah
    6. menetapkan arah bagi Allah
    7. mengatakan Abu Jahal dan Abu Lahab lebih berTauhid dan lebih ber-Iman dari Muslimin dan mukminin
    8. tidak mengakui jika Nabi adam adalah Nabi dan Rosul
    9. tidak mengakui jika neraka akan kekal selama lamanya.
    10. mengatakan alam semesta Qodim azali
    11. mengkafirkan semua Muslimin yang mengoreksi faham sesat wahabi
    12. jiarah kubur Syirk bagi wanita

    bisakah kalian buktikan satu point saja bahwa itu Bukan Bid`ah…..?

    1. tambah satu lagi:

      Mereka lebih suka disebut dirinya salafi ketimbang disebut muslim, hal ini dijelaskan karena Muslim sdh banyak tercampuri bid’ah dll (padahal jelas dlm Al-Quran : “isyhaduu bianna muslimun.”

    2. syukron mas jundu atas tambahannya , semoga wahabiyyun sadar jika mereka telah tertipu oleh jargon ” kembali kepada al-qur`an dan sunnah “

  27. Esensinya yang dimaksud dengan sebutan Salafi Wahabi adalah :

    – Doktrin TAKFIR: ngapirin yang nggak kapir
    – Doktrin TASYRIK: nyirikin yang nggak syirik
    – Doktrin TABDI: mbid’ahin yang nggak bid’ah
    – Doktrin TAHRIM: nge-haramin yang nggak haram

    Slogannya pemurnian.
    Realitanya pendangkalan.

    Slogannya menghidupkan sunah.
    Realitanya menghidupkan jidal.

    Slogannya memberantas bid’ah.
    Realitanya doktrin tauhidnya sendiri adalah tabdi’ (bid’ah).

    Slogannya menyeru tauhid.
    Realitanya doktrin takfir.

    Slogannya memberantas Tahayul Khurafat.
    Realitanya doktrin Tasyrik

    Slogannya pemurnian.
    Realitanya pendangkalan.

    Slogannya merujuk Quran Hadis.
    Realitanya mengabaikan ushul fiqih.

    Slogannya merujuk dalil.
    Realitanya tekstualis-literalis.

    Slogannya bebas/anti mazhab yg 4.
    Realitanya mendirikan mazhab ke-5.

    Slogannya anti taqlid.
    Realitanya ijtihad ngawur.

    Slogannya mengikuti salaf : sahabat, tabiin, tabiut tabiin.
    Realitanya mengikuti khalaf : Ibnu Wahab, Bin Baz, Albani, Utsaimin, Rabi’ Madhkali, Muqbil Wadii.

    Slogannya Salafi.
    Realitanya Wahabi.

    1. `ajam kampung
      wah bagus juga tuh mas , semacem ringkasan siapa sebenarnya wahabi sekte sesat yang ngaku ahlu sunnah , padahal ahlu Bid`ah.
      kasihan mas ya banyak yang ketipu , pada jauh-jauh kuliyah di arab saudi eh dapetnya faham sesat,kasihan kasihan.

  28. hati-hati wahabi menggunakan kalimat kebenaran untuk membenarkan banyak kesalahan.yaitu “kembali pada al-qur’an dan al-sunnah ” umat islam di zaman sekarang benar2 ditantang untuk bisa membedakan mana yang hak dan batil.selamatkan saudara kita yang sudah terlanjur tersesat.ada “setan logika” di dalam wahabi namun mata iman tak bisa dibohongi

  29. Wahai All Aswaja Asy-Ariyah/NU/Sufi
    Bagaimana pendapatmu tentang Syeikh Osamah bin Laden Rahimahumullah?
    Apakah kalian sebut juga wahabi? Mujahidin Afghanistan (Toliban) kalian sebut wahabi?

    1. Apakah Osamah bin Laden pengikut aqidah ajaran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab? Jika jawabnya ya, sudah jelas dia itu Wahabi.

        1. Ane ga yaqin kalo itu bikinan ASWAJA
          Soalnya guru ane juga pernah tuh difitnah ama yg namanya Sufi Umar
          Dia make nama Guru ane, majang foto guru ane, padahal itu facebook bukan punya Guru ane, Guru ane belum pernah facebookan.
          Ternyata eh ternyata, Sufi Umar adalah kaum ekstrimis macam Salafy-Wahhabi dan Qaeda

        1. Kenapa ya orang2 khawarij suka bikin fitnah ky gini? Bikin facebook atas nama ASWAJA. tolong yg gentle dong.
          Mujahid tengik
          @Ummati: Syukron dah setting ulang keamanan diskusinya. Koment ane jadi ga disikat ama aki ismet. :mrgreen:
          Genius….

          1. Ustadz AI@

            Kami tidak melakukan setting ulang keamanan diskusi kok Ustadz, hanya emang saat lagi ramai kiriman koment sepertinya mesin wordpress jadi krodit sehingga bikin kacau Aki ismet. Mungkin seperti itu, maaf hanya dugaan saja penyebab aksi aki ismet yg sebenarnya kami tidak tau. Yang Jelas Settingnya masih tetap TIDAK DIMODERASI. Hanya saja kalau ada yg koment terlalu “JOROK” akan kami delete.

            Syukron Ustad, afwan….

          2. Ustadz AI@

            Jika dilihat dari isi kebanyakan Statusnya, emang kelihatan sekali itu bukan milik ASWAJA. Jelas sekali nadanya nada Wahabi, he he he…..

            Yang suka Status Account ASWAJA palsu itu cukup banyak juga, berarti penyamaran Wahabi sangat sukses. Yah, kalau melancarkan missi gak pakai tipu muslihat bukan Wahabi namanya. Namanya juga missionaris Wahabi, gayanya so pasti meniru missionaris Nashoro. Wallahu a’lam.

    2. @ cah ndeso kira kira teroris cocok nggak dgn ayat ini
      “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kamu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil“. (Al-Mumtahanah [60]: 8 )

      “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Maa-idah [5]:8 )

  30. QS. At-Taubah: 111
    “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”

    1. “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran, mereka menang sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)

  31. Ya, itu hadits Shohih, lalu kenapa? Jangan seperti keledai memikul kitab di mana keledai tsb tak tahu isi kitab yg dibawanya.

  32. Sesungguhnya aku berlepas dari kalian, blog ini. Sudah jelas hujah di antara kalian, tapi kenapa hati kalian tertutup? itu karena kalian mempunyai penyakit WAHEN (Cinta dunia dan takut mati untuk berjihad mewujudkan hanya tegaknya kalimah Allah di muka bumi tanpa kecuali). Lihatlah pembesar2 kalian yang duduk diparlemen atau mempunyai kekuasaan dan harta? apa mereka memberikan sedikit hartanya untuk orang miskin?

    1. Cah Ndeso Poll, jelasin ayatnya. Jangan seperti keledai memikul kitab, dimana keledai tsb tak tahu isi kitab yg dibawanya.

      1. Sesungguhnya aku berlepas dari kalian, blog ini. Sudah jelas hujah di antara kalian, tapi kenapa hati kalian tertutup? itu karena kalian mempunyai penyakit WAHEN (Cinta dunia dan takut mati untuk berjihad mewujudkan hanya tegaknya kalimah Allah di muka bumi tanpa kecuali). Lihatlah pembesar2 kalian yang duduk diparlemen atau mempunyai kekuasaan dan harta? apa mereka memberikan sedikit hartanya untuk orang miskin?..

        1. Cah Ndeso Poll. gak bisa jelasin ayat yg Nte bawain di atas ya?

          Kalau ngomong seperti nte ini bocah-bocah ngawur pun bisa. Artinya ngawur itu tidak lihat kenyataan dan fakta yang ada.

  33. cah ndeso poll , justru kami (ummati group ) yang berlepas diri dari semua faham sesat kalian , kami sudah tegakkan Hujjah , kami sudah coba luruskan pemahaman kalian yang menyimpang , Hujjah kalian semuanya rontok dan runtuh dihadapan keshahihan Hujjah yang kami kemukakan , ala Allahumma Fasyhad bi anna mublighun.

  34. kalin komen tanpa hujjah……..biasa kalo orang NU mah begitu segala sesuatunya pake nafsu bukan bake dalil……ASWJ kalo di ajak berdialog aja K.O…..

    1. @anti syiah
      wahabi yang komen tanpa hujah, pakai dalil pun dipelintir supaya sesuai dengan paham sesat wahabi laknatullah.
      pengikut wahabi walaupun berpendidikan tinggi tapi kayak kerbau dicucuk hidungnya mau saja, didoktrin ustadnya terima aja tanpa mengkaji dan membandingkan dengan pendapt lain dan tanpa menimbang degnan hati dan akalnya yang bependidikan tinggi kalo gitu apa bedanya dengan orang awam. orang awampun kalo pake persaan dan hati nurani gak mungkin tertipu.

  35. @anti syiah

    Hujjah yang benar dan hujjah asal copas dan sudah KO itu nampak di Ummati ini.

    coba ente lihat sendiri di situsnya Abahna Jibril ketika membantah tulisan abou fateh tentang batilnya pembagian tauhid jadi 3 di ummati seperti orang bingung dan tidk jelas bantahannya.

    Lucunya saya susah mau komentar lagi…. tidak masuk-masuk….
    kenapa sih takut sama ana……???

    anti syiah siapa sih nama ente sebenarnya…. koment mana yang tidak ada hujjah dan hujjah mana yang telah kalian tunjukkan?

    Kalau ente tidak asal bunyi alias asbun silahkan kita diskusikan lagi.

    1. @dianth
      sama,awalnya gampang masuknya,trus lama2 ane jg susah bgt tuk masuk di blg abahna jibril lagi,tahu deh knp…akhirnya dah mlz commt dsn lagi…

      1. @kang ahmad syahid,
        Alhamdulillah,sehat2 aja kang ahmad,…sibuk urusan cari nafkah kang,he..he…,bgm kabar kang ahmad…

  36. Tulisan akhi Cah Ndeso Poll untuk All Sufiyah/Asy-ariyah/NU/Toriqot/Sejenisnya
    Untuk orang-orang yang mencari kebenaran tanpa mengandalkan hawa nafsunya.
    Cobalah cermati, lihat dalilnya kuat apa tidak, pemahamannya ngawur apa tidak, saya kira sudah jelas, mana penyataan yang mengedepankan hawa nasfunya, dan mana yang mengedepankan dalil dan pemahaman tanpa mengandalkan akal.
    Sebagai contoh orang2 yang ngaku ASWAJA (@dianth) bilang untuk mempelajari tauhid kita harus lebur ke dalam tauhid itu artinya kita mengamalkan tauhid yang kita yakini yaitu mengesakan Allah dan selalu mengingat Allah dalam segala keadaan, nah dalam perjalanan mengamalkan tauhid itu kita akan menjalani ujian-ujian, namun dengan proses itulah kita akan memahami apa itu hakikat tauhid. Masyaallah.. Gimana untuk mempelajari Syirik itu apa? coba bayangkan.. Artinya bakal seperti ini.. untuk mempelajari syirik kita harus lebur ke dalam syirik itu artinya kita mengamalkan syirik yang kita yakini yaitu menyekutukan Allah dan tiadak pernah mengingat Allah dalam segala keadaan, nah dalam perjalanan mengamalkan syirik itu kita akan menjalani ujian-ujian, namun dengan proses itulah kita akan memahami apa itu hakikat syirik.
    Cobalah lihat..
    BUKANKAH ITU MENGEDEPANKAN AKAL
    ———————
    Lihat tuh akhi mengedepankan ungkapan..
    Lucu sekali, pengen ketawa, apalagi ilmu laduni, yang jelas2 aneh bin ajaib. Nabi saja tidak dapat, memerintahkan untuk berusaha..

    1. ente pernah sekolah kagak sih?

      Nabi aja sering bersabda dengan ungkapan, cuntohnya : Surga di kaki telapak kaki Ibu

      terus emangnya dilogikan bahwa neraka itu dibawah telapak kaki si anu, misalnya….

      Allah juga sering berkata-kata dengan perumpamaan kok…..

      udah deh sekarang ente mau diskusikan apa…. jangan asbun aja.

      1. Afwan akhi dianth..
        Ane pengen ketawa rasanya. Tapi tulisan yang ditulis Cah Ndeso Poll itu memang benar adanya. Coba lihat apa istilah melebur dulu. Afwan ya akhi..

        1. ya ampun ungkapan melebur aja ente mau ente diskusikan …. ana udah ketawa duluan… beneran.

          melebur itu ya kita benar-benar menjadi atau masuk atau menyatu dengan apa yang kita inginkan.

  37. Syafi’i : Wahab, ente mo ikutan Majelis Dzikir besok gak…???

    Wahab : Hah, Majelis Dzikir…? mo ngadain dzikir berjamaah yeh…? waduuuh…bid’ah tuh, zaman Nabi SAW kagak ade dzikir berjama’ah…Celaka ente bisa masuk Neraka…

    S : Oh yeh…..bid’ah….?

    W : Yup, kalo ente mo dzikir ngikutin Nabi SAW, yah cukup sendirian aje gitu loohh…jangan rame-rame sampe berjama’ah, meskipun maksudnye mungkin baik. Karena kalo itu sebuah kebaikan, niscaya zaman Nabi SAW pasti sudah disyariatkan.

    S : Kalo begitu, berarti dulu waktu kecil ude ngelakuin bid’ah tuh…

    W : eeitt, tunggu dulu. Jangan asal ngomong ente…!!!

    S : Coba inget-inget, waktu kecil ente pan bareng ane ikut sunatan massal. Jaman Nabi SAW kagak ade tuh sunatan massal. harusnye ente sunat sendirian aje….kagak boleh berjama’ah alias rame-rame. Nah ntu sunatan, syariat Nabi SAW ape bukan, Bid’ah kagak tuhh…???

    (dan si Wahab pun nahan malu, muka tersipu, sedikit ragu, tapi tetep belagu dan berlalu, ngacir ambil langkah seribu……..)

    1. @ Bang Nur
      Bang nur ini aneh apa ga lihat tuh para sahabat nabi sebelum memeluk islam?
      mereka masih bergulat dalam kesyirikan. Terus mereka tobat, memeluk dien Islam.
      Bener2 aneh bang nur ini.

  38. ass. wr.wb tuk all pejuang aswaja salam hormat dari q,
    tuk markojan aswaja klo mau cari yang cow ini q hadir, mau apa kamu skrg tak layani, mau gede2an buat bom ??

  39. Sufi : untuk mempelajari tauhid kita harus melebur dulu ke dalam tauhid?

    Ahlus Sunnah : Kalau mempelajari iblis?

    Sufi : Masa ente ga tau, itu ungkapan.

    Ahlus Sunnah : ooo.. ungkapan? jadi ungkapanya untuk mempelajari iblis ya harus melebur jadi iblis gt?

    Sufi : betul-betul-betul. Begitu pula mempelajari Syetan, ya harus melebur jadi syetan dulu. ingat lho itu ungkapan. Yang penting di hati.

    Ahlus Sunnah : ooo.. jadi ungkapannya itu di jalankan di hati ya. Caranya gmn coba? setiap orang kan beda-beda isi hatinya.

    Sufi : Ya pokoknya turuti apa suara hati kalian.

    Ahlus Sunnah : Kalau suara hati kita itu untuk berbuat kemaksiatan gmn?

    Sufi : Ya harus kita turuti, mungkin di balik kemaksiatan ada kebaikan.

    Ahlus Sunnah : Bener2 orang aneh Si Sufi ini,,

    1. orang bogdoh bicara tidak mengerti lalu main karang-karang kayak anak sd belajar mengarang.

      mempelajari tauhid dengan memahami hakikat tauhid aja tak bisa dibedakannya.

      susah berdialog dengan orang yang keras kepala lagi dangkal pemahamannya.

      anehnya kebenaran yang tampak di depan mata pun masih disangkalnya.

      Mudah-mudahan dapat hidayah.

    2. Gak ada Sufi sebodoh itu. Setahu ane, sebodoh-bodohnya oarng sufi masih lebih cerdas dibanding Ulama Wahabi yang paling jago ilmunya. Ya, karena Ulama Wahabi itu Ulama batil/ulama su’. Hal itu sudah dibuktikan di blog ini oleh anak-anak ASWAJA.

  40. Iblis berdoa langsung kepada Allah tanpa perlu bertawassul ternyata Allah kabulkan berarti orang2 yang berdoa langsung kepada Allah tanpa tawassul (padahal Allah dan Nabi SAW sendiri membolehkan bahkan meemerintahkan) mencontoh iblis kesimpulannya guru mereka iblis.Betul kan?

  41. saya sering lihat-lihat para bloger yang ikut-ikutan menyebarkan paham wahabi karena mereka sering copas, dan ajarannya memang banyak di internet, jadinya banyak yang nggak tahu deh….. sedih lihatnya.

    semoga semakin banyak bloger aswaja seperti ummati, mutiara zuhud, atrikel islami wordpress dan mas jundu muhammad, juga bloger-bloger pendukung aswaja yang sering mampir kesini. Salam semuanya.

    1. Anda mesti memahami maksud orang bila bicara tentang hati.

      saya kutipkan ucapan ulama ente tentang hati :

      Memang tidak diragukan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      ??????????? ???????

      “Taqwa itu ada di sini,” (HR. Muslim no.2564 dalam Kitabul Birri wash Shilah).

      Maksudnya di dalam hati.

      Seseorang yang hatinya bertakwa maka anggota badannya juga bertakwa kepada Allah. Akan tetapi, hal ini bukan menjadi dalil bagi orang-orang yang berbuat dosa untuk berkata, “Takwa itu ada di sini.” Kepadanya kita dapat menjawab: kalau taqwa itu ada di sini (hati) tentu anggota badan juga ikut menjadi takwa, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      ????? ??????? ??? ????????? ???????? ????? ???????? ?????? ????????? ??????? ??????? ???????? ?????? ????????? ??????? ????? ?????? ?????????

      “Ketahuilah bahwa di dalam jasad ada segumpal darah. Kalau ia baik maka seluruh jasad menjadi baik, dan kalau ia rusak maka seluruh jasad menjadi rusak. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati.” (HR. Bukhari no.52 dalam Kitabul Iman, dan Muslim no. 1599 dalam Kitabul Masaqat).

  42. semua yang dianggap bid’ah hasanah hukumnya ga wajib kan? jadi ga ddi kerjain juga gpp, udah lah, jangan saling nyela,, liyat judul artikelnya aja udah ngumbar kata sesat

    1. tergantung ke hukum asal ibadahnya… kalo hukum asalnya sunnah, maka bid’ah hasanah jadi sunnah, seperti tahlilan, merupakan suatu rangkaian kegiatan berisi ibadah berupa, tausiah, do’a, dzikir, mendo’akan, dll yang merupakan amalan sunnah, maka tahlilan hukumnya sunnah… tahlilan itu cuma istilah, memudahkan penyebutan …. anehnya wahabi yang istilah2 kayak gini masih aja diributin..
      kalo hukum asalnya wajib, maka bid’ah hasanah jadi wajib, misalnya kita berhutang sama orang dan berjanji melunasinya besok… keesokan harinya orang tersebut berada di luar kota, maka hukum asal membayar hutang dan menepati janji adalah wajib, …maka bayar utang pake bid’ah hasanah berupa transfer atm hukumnya wajib…

  43. abah , kalo menurut wahabiyyun : transfer uang lewat atm itu Bid`ah dunia ya bah…? wahabi ini bener-bener ahli soal Bid`ah , saking ahlinya dia gak ngerasa banyak bikin Bid`ah yang bisa membatalkan Syahadat , al-hamdulillah kalo aswaja semua Bid`ahnya Hasanah.

  44. iya Mas Syahid… wahabi ini aneh… padahal mengatakan bid’ah sebagai hukum, adalah bid’ah… karena hukum dalam fikih ya cuma halal, haram, wajib, sunnah, mubah, dll… gada ulama2 salaf ,memasukkan bid’ah sebagai hukum…. he.. he.. lagi-lagi wahabi melakukan bid’ah, tapi ga ngerasa……

  45. manusia punya tingkatan jangan dipaksain kalo wahabi ngotot menganggap bintang itu kecil karena dia baru sebatas penglihatan mata.jika sufi bilang bintang itu besar& langit taklah biru karena ia melihat dengan ilmunya, akal dan hatinya main.pelan pelan kalo ngasih pengertian ama bocah(wahabi) kasian ntar jatuh apalagi ini mengenai ilmu agama waduh

  46. udah,, jangan saling nyesatin gitu kalo antum2 NU, yawdh gak masalah dan kalo antum2 wahabi juga gak masalah,,yang penting toleran mas, lagian kan sekarang dah da wahabi yang ga radikal yaitu muhammadiyah,, masa mau dibilang sesat juga?? nanti kalo judul artikelnya kebayakan pake kata kata sesat, berarti sama ja donkk kaya wahabi yang radikal itu,,,,

    1. Dulu sekitar tahun 1999, Amin Rais yg dedengkot Muhammadiyah itu berkoar-koar saat kampanye kalau jadi Presiden RI akan meratakan kuburan Wali (menghancurkan kuburan Shalihin). Kemudian oleh Ustdz KH Nur Muhammad Iskandar dikeluarkan seruan Amin Rais Halal darahnya. Walaupun akhirnya damai di antara keduanya, tetapi dari kejadian itu bisa ditarik kesimpulan bahwa dari sebagian tokoh-tokoh Muhammadiyah itu juga tersimpan dalam hatinya rencana-rencana jahat kepada saudara muslimnya. Mereka masih menunggu kesempatan jadi penguasa dulu, maka waspadalah kaum muslimin yg jadi incaran orang-orang berpaham Wahabi.

  47. dari pada saling cela meningan ajarin saya, tentang kapan sih disyari’atkannya mengangkat telunjuk saat tahiyat?? apakah mulai dari awal tahiyat atau pas syahadat,,
    kalo ada perselisihan ulama tolong dicantumin ya,, gimama pendapat mereka?

    1. mas Andre, ini saya ada linknya… dibaca artikelnya sekalian juga komentar2 dibawahnya karena ada penjelasan2 mengenai khilafiyah para ulama, semoga memberikan pencerahan :

  48. Bismillah… pasti semuanya udah tau ayat ini..
    ??? ??? ???? ??? ??????? ? ??????? ?????? ? ?????? ????? ?? ???? …

    Allah bilang etika dakwah itu dengan Hikmah…
    lalu Nasehat yang baik (Hasanah)
    dan ketika berdebat harus lebih baik… (AHSAN)

    Ketika kita bilang “Kau mengedepankan hawa nafsu!” bisa jadi malah kita yang lagi nafsu gara2 jengkel….

    Damai aja yah! Bukankah Allah sebaik-baiknya Hakim?

    Afwan…

  49. itulah akhlak aswaja penuh dengan kelembutan , mas dianth and all aswaja pada kemana neh….? kalo wahabiyyun kayaknya lagi pada nyari kopas deh di mbah google.

  50. sekedar saling mengingatkan, Habibana Munzir bin Fuad Al Musawa selalu mengajarkan keluhuran Akhlaq Nabawiy. Beliau juga pernah menegur jama’ah yang berdebat/berdiskusi dengan kalangan Wahabi yang kelewat emosional hingga kata2 yang tidak pantas terlontarkan. jika hal ini terjadi pada kita, orang lain malah antipati bahkan lebih memusuhi kita, meskipun argumentasi yang kita bawakan adalah Haq. Maka dari itu, mari kita tegakkan Al-Haq dengan akhlaq keluhuran Nabawiy…..

    >>>afwan, silahkan dilanjut diskusi ilmiahnya. Hamba yang faqir ini terus mendukung perjuangan para sahabat Ummati di sini.

  51. betul banget,,emang harus dengan kelembutan akhlak,, tapi kang ahmadsyahid ini kan dah mulai sepi ni ga da gangguan dari anak2 wahabi, mungkin mereka dah pada ngerti kali kalo harus da toleransi, jadi kita lupain ja lah,, mereka tu,, jangan dipancing lagi,, biar ga cek-cok lagi,, kaya kasus amin rais kita husnudzon ja ma mereka , sya baca dikomen artikel islami kalo kita ga boleh nilai keseluruhan hanya karena ulah sebagiannya ja,, jadi ya,, kita berdo’a aja mudah-mudahan generasi muhammadiyah berikutnya penuh dengan kelembutan dan toleransi,,, beda pemahaman kalo saling sayang dan menghormati kan,,, wahhh,, indah banget tu kang,,,

    1. kalo di blog ummati sih memang lagi sepi wahabi , tapi liat tuh blog blog dan radio-radio wahabi nyerang Ummat Islam terus , apa mau dibiarin….? lagian kalo di Blog ummati wahabiyyun dah pada mati kutu Hujjahnya sudah runtuh semuanya.

      1. bisa nggak kita tabayyun dengan mereka untuk membuka cara berfikir mereka dengan dialog yang beradab.
        mas @ahmadsyahid dan @ummati serta all aswaja mengundang mereka dan direkam biar ga berkelit dikumdian hari.
        atau ASWAJA membuat radio-radio yang mengkounter pendapat mereka tapi SIAPA YANG BIAYAI YA? he ehe he………..
        apakah penyandang dana mereka cukup kuat ya??

        1. Bos-nya Arab Saudi, Mas. Dananya jelas super kuat dan royal. Dulu saya pernah dengar di radio Roja seorang ustadz Armen Halim Naro (almarhum?), bercerita tentang amannya Arab Saudi di mana beliau membawa uang sekoper tanpa pengawal tapi aman-aman saja. Uang sekoper itu tentunya adalah uang dari bosnya untuk dialokasikan di Indonesia. Merea tidak mau melalui transfer bank tapi diserahkan langsung kepada yg dipercayai untuk membawanya. Karena jika ditransfer lewat bank kuatir bisa dilacak oleh wikileak kali ya?

  52. sungguh blog ini sangat bermanfaat bagi saya, semoga Allah selalu memberkahi blog ini, dan Kepada all pengunjung ummati, saya agak bingung mengenai ada yang mengatakan qoidah ushul, asal ibadah adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarang, disamping ada yang mengatakan asal ibadah adalah batal (haram) selama tidak ada dalil yang membolehkan (kira2 terjmhannya bgitu), kemudian apakah kaidah tersebut berlawanan dan mana kaidah yang bisa diterapkan mohon penjelasan beserta rujukan kitabnya, atas tanggapan dan jawabannya banyak terima kasih

    1. gada kaidah hasil ulama beneran yang berlawanan, kalau ada kaidah yang berlawanan pastilah merupakan hasil ijtihad ulama-ulamaan….
      asal ibadah adalah perintah atau dalil, kalo gada dalil, janganlah dilakukan. Dari dalil2 yang ada seperti Alqur’an dan sunnah Nabi SAAW disusunlah / diikhtisarkan kriteria2, syarat dan rukun suatu ibadah. Ulama2 yang melakukannya haruslah sudah dalamtaraf mujtahid yang sangat mumpuni ilmunya, dan mengerucut pada 4 madzhab besar, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Syafi’i..
      Masing2 ibadah terikat dengan satu atau beberapa aspek, yang tidak boleh ditambah-tambah atau dikurang-kurangi atau kita kenal dengan syarat sah atau rukun suatu ibadah…
      Contoh :
      ibadah sholat wajib, terikat oleh aspek waktu, kebersihan tempat, aspek tata cara, dsb.. kalo yang tidak diatur, berarti tidak ada larangannya kita melakukannya… boleh sholat di mana saja, pake baju apa saja, dsb

      ibadah do’a, termasuk ibadah yang sangat bebas, aspek yang mengikatnya sangat sedikit, berdo’a boleh kapan saja, di mana saja, apa saja dll.. (kecuali aspek yang dilarang ) jadi tidak ada larangan kita berdo’a hari kesatu, ketujuh, dlsb… berdo’a di rumah, di kuburan…. itu tidak ada larangan….

      ibadah haji, termasuk ibadah yang sangat terikat, aspek waktu, tempat, tata cara, keuangan, kekuatan fisik, semuanya mengikat… kalo yang ga mengikat kita bebas melakukannya, sperti kendaraan bukanlah yang mengikat, maka boleh naik haji pake pesawat, kapal laut, dll

      sedekah juga termasuk ibadah yang sangat bebas, mau pake tunai, sedekah mobil, pake transfer atm, semuanya boleh, bukan bid’ah yang terlarang
      mudah-mudahan mengerti…..

  53. Numpang sharing cerita dikit, kemaren ane mampir untuk sholat dzhuhur berjama’ah di Masjid Al-Mubarak di daerah Krukut (Jl. Gajah Mada) – Jakarta. Dan yang ane tau emang ni Masjid merupakan salah satu “markasnye” orang SaWah. Karena pernah ada di salah satu blog yang menantang sahabat Aswaja untuk berdebat dengan Ustadz Salafi Wahabi di Masjid ini.

    Singkat cerita, ane langsung memakirkan motor di dekat pintu masuknya. Sambil menunggu adzan dzhuhur, ane makan siang dulu di warung makan sebelah Masjid. Begitu makanan tinggal sedikit, adzan berkumandang. Buru-buru dah ane masuk ke Masjid setelah makan selesai. Nah pas ane masuk ke dalem Masjid, ck..ck..ck Wahabi banget geto looh…dimane2 terpampang poster Berwudhu & Sholat ala Sunnah, yang selalu ditekankan tidak perlunya lafadz niat.

    Setelah wudhu, ane langsung masuk ke dalam Masjid menjadi ma’mum masbuk. Daaaaaaannn…..(did you know…?) ade yang janggal tuh (jujur baru pertama ane ngalamin). Ternyata susunan shaf ade yang dikosongin, yaitu shaf ketiga. Feeling ane, kayaknye gara2 tiang nih shaf ketiga dikosongin. sebelum sholat ane sempet tanya ame jama’ah di sebelah ane yang kayaknye juga sering sholat di situ. Ane tanya, itu shaf kenape kosong….??? dan bener aje feeling ane, ternyata jawabannye karena ade tiang.

    Setelah sholat, ane iseng-iseng tanya ame marbot yg lagi jagain sepatu yang kebetulan disebelahnye terpampang prasasti tentang peresmian Masjid Al-Mubarak tahu 1994. Ternyata eh ternyata Masjid ini disumbang oleh orang Arab Saudi (ane lupa namanye) dan diresmikan oleh perwakilan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta. Ane tanye, ” Pak ini Masjid sumbangan dari orang Arab Saudi yeh..?”, trus dijawab “iya”, ini Masjid renovasi tahun 1994 ape mulai dari awal..? dijawab “di sini tadinya ada Masjid lama udah ratusan taon, tapi trus dibongkar untuk direnovasi (dijawab dengan nada sengit dan agak kesel kali ye ngeladenin ane….) langsung aje ane kabuuuurrrr (ade orang SaWah lagi marah…)

    Trus ane baca2 Mading di sekitar teras Masjid, ehhhhh artikel Wahabi semuaaaahhh….salah satunye yah artikel tentang tidak boleh memutus shaf dengan tiang/kolom. Padahal di artikel tersebut ada dua pendapat mengenai hal tsb. Tapi mereka lebih taqlid pendapat yg menyatakan makruh jika shaf sholat terputus tiang, padahal ade pendapat yang membolehkan sholat diantara tiang diantaranye Imam Hanafi, Imam Malik dan Imam Syafi’i. Tapi mereka justru meninggalkan pendapat yang membolehkan bahkan mendukung pendapatnye Imam AsySyaukani rahimahullah yang menyatakan bahwa dzahir dari hadits tersebut menunjukkan HARAMNYA. (Nailul Authar:3/186).

    Afwan, mohon pencerahannye dari Salafiyyun Wahabiyyun…..???

  54. kaidah yang biasa digunakan wahabiyyun : asal ibadah adalah batal (haram) kaidah ini mereka bangun diatas dalil yang diriwayatkan sayidatina a`isyah ra , man amila amalan laitsa alaihi amruna fahuwa Roddun (HR. Bukhori)” barang siapa melakukan perbuatan yang tidak ada perintahnya dari kami maka ia tertolak.”

    apakah kaidah ini sudah benar atau malah salah pasang dalil lagi…? biasa wahabiyyun sering salah pasang dalil

    1. Wahabi sering salah pasang dalil karena jahil. Contoh yg sering saya dengar adalah dalil yg mengharamkan tahlilan untuk mendo’akan almarhum. Wahabi memakai dalil setiap orang yg meninggal akan terputus amalnya kecuali tiga. Dalil ini benar, cuma salah pasang. Sebab maksud hadits tsb menjelaskan bahwa amal si almarhum yg terputus, sedangkan tahlilan itu adalah amal orang-orang yg masih hidup yg sedang mendo’akan almarhum. Inilah salah satu contoh kasus salah pasang dalil itu.

      Contohnya sangat banyak tentang Wahabi yang sering salah pasang dalil. Seperti yg disebutkan Mas Syahid di atas adalah contoh bagaimana wahabi salah pasang dalil. Padahal hadits tersebut menjelaskan tentang tertolaknya amal ibadah yg menyalahi syari’at. Kata “amruna” dalam hadits tsb yg artinya URUSAN KAMI, maksudnya adalah syari’at kami/tuntunan kami/Islam. Jadi kalau kita beramal sudah sesuai syariat dan dilakukan dg ihlas tentunya akan dapat ridho-NYA Swt.

        1. sumber hukum kita ada 4:
          1. Al-Qur`an
          2. Hadits
          3. Ijma’
          4. Qiyas

          Jadi, jika salah satu dari sumber hukum ini mengatakan bolehnya suatu ibadah, maka ia tidaklah termasuk perkara yg tertolak. Jadi, sumber hukum kita bukan hanya terbatas pada Al-Qur`an dan Hadits saja. Karena Mu’adz bin Jabal tidak berhenti pd Al-Qur`an dan Hadits. Para mujtahid seperti Imam Syafi’i tidak berhenti pd Al-Qur`an dan Hadits. Kalau berhenti pada Al-Qur`an dan Hadits, maka ijtihad atau pun qiyas adalah tertolak.

    2. saya punya seorang teman wahabi malah salah pasang celana, celana anaknya dipasang/dipakai olehnya, makanya jadi kependekan.

      1. kasian tuh wahabi…. anaknya berada di jalan yang benar / aswaja ( celananya pasti pas, gak kependekan ), bapaknya malah tersesat / wahabi ( celananya kependekan )…. mudah2an di do’akan oleh anaknya biar tobat dan ga salah pakai celana

  55. ya begitulah wahabiyyun sepintas dalil mereka pas tapi jika ditelaah malah salah Kaprah , seperti yang dicontohkan mas Baihaqi.
    mereka lupa jika Allah swt menciptakan Jin dan Manusia semata mata hanya untuk Ibadah.

  56. Karena salah pasang dalil maka akibatnya memunculkan fitnah bagi agama Islam itu sendiri. Itulah Wahabi… jasanya terhadap Islam adalah sekses merusak Islam dari dalam.

  57. Assalamu’alaikum wr wb
    Blog ini sungguh bagus dan bermanfaat,ditengah serbuan kaum yang suka menyesatkan sesama muslim dan bahkan cara sholatpun yg sdh dimodifikasi oleh Syekh Nashiruddin Al Albani sehingga orang yg tidak mengerti itulah sholat yg sesuai dengan Rasulullah dan bahkan konon demikian itu yg dikerjakan oleh Rasulullah sungguh hal tsb adalah menyesatkan.Terus berjuang demi tegaknya Islam dan aqidah ASWAJA.salam

    Pecinta Rasulullah dan Ahlul bait

  58. terima kasih atas tanggapannya abah zahro, yang saya pahami dari jawaban abah adalah ibadah ada yang muqoyyad dan ghoiru muqoyyad, namun yang saya tanyakan bukan sisi itunya tapi keberadaan kaidah ushul dari asal ibadah adalah boleh merujuk pada dalil apa, kalo abah mengatakan asal ibadah adalah perintah, maka asal ibadah jadi wajib bukan mubah ato bahkan haram (batal), makasih mas ahmad syahid, ditunngu lagi penjelasannya, “tentang salah pasang”

  59. mas baihaqi, jazakummullah ahsanal jaza, berarti kaidah asal ibadah adalah batal (haram) tidak boleh kita gunakan?? kemudian yang benar dan pas bagaimana? apakah yang betul adalah asal ibadah adalah boleh? ato bahkan wajib??

  60. mas ahmad syahid, kalo begitu asal ibadah adalah wajib berdasarkan “Allah swt menciptakan Jin dan Manusia semata mata hanya untuk Ibadah” mohon tashrihnya

  61. jika asal ibadah adalah wajib, berarti fi kulli hal wal makan yajibu alaina atta’abuda ilallah, tapi kenyataanya selain sholat 5 waktu (seperti makan,bekerja), karena hidup kita semata-mata untuk ibadah berarti semua tindakan harus bernilai ibadah kalo tidak “berarti dosa”(afwan ala qoshiri fahmiy), syukron

  62. betul mas , hanya saja saya lebih cocok jika ” asal Ibadah adalah diperintah”, sebab tidak semua Ibadah sifatnya wajib , ada ibadah sifatnya sunnah , bahkan ada prilaku Mubah bernilai Ibadah.

    begitu juga dengan perintah tidak semua perintah sifatnya wajib , sehingga maaf, kita tidak ” ekstrim ” mengatakan : ( berarti semua tindakan harus bernilai ibadah kalo tidak “berarti dosa” ).

    semua tindakan sebaiknya bernilai Ibadah kalo tidak berarti kita rugi.

    1. oke mas, saya faham maksud mas sahid, sebanarnya ada teman dikalangan kami (NU), saya pengurus ranting NU mas, ada menyebut koidah ushul “asal ibadah adalah mubah selama tidak ada dalil yang melarang” di satu pihak dan di pihak yang lain mengatakan asal ibadah adalah haram selama tidak ada dalil yang membolehkan, ini adalah hal yang membuat saya bingung, masing2 punya argumentasi, perlu diketahui di ranting kami sedang giat2nya mengadakan bahasan masalah amalan aswaja di forum lailatul ijtima, permasalahan ini menjadikan deadlock pembahasan “mungkin” karena keterbatasan kami dalam referensi dan keterbatasan keilmuan kami, maka di blog ini hal ini kami sampaikan agar masalah ini, “setidaknya” kami dapat menambah wawasan dan referensi ilmu ataupun kitab yang mungkin dapat kami jadikan sandaran “khususnya” pada masalah kaidah ini, syukron, oh ya ” asal Ibadah adalah diperintah”,(ini apakah hasil analisa mas sahid ataukah nukilan dari qoul ulama?afwan

    2. sepengetahuan saya yang cetek , kaidah itu bukan kaidah Ushul Fiqh ataupun kaidah Fiqhiyyah , sampean bisa lihat di kitab al-asybah wa nadzair (kitab yang membahas kaidah2 fiqhiyyah )karya Imam Suyuthi , begitu juga dikitab kitan Ushul fiqh tidak ditemukan kaidah semacam itu , wallahu a`lam apakah saya yang kurang jeli atau memang tidak ada , silahkan rujuk kitab2 Usul fiqh seperti ,al Mustasyfa imam Ghozali , al muwafaqot asy-syathibi , atau yang lebih ringkas namun padat Ushul Fiqh karya doktor Wahbah Zuhaili.

      saya belum menemukan Kaidah itu dari kitab baik kitab yang membahas kaidah Fiqhiyyah maupun kaidah Ushul Fiqh , jadi yang diatas itu murni pemikiran saya pribadi bukan Nukilan quol Ulama. wallahu a`lam bishowab.

  63. ika wahabiyy itu menyesatkan aqidah umat Islam dengan i’tiqad mujassimah dengan dakwaan Allah bertangan dan duduk di atas arasy maka aku katakan AKU BUKANLAH WAHABIYY…!!!

    Jika wahabiyy itu suka membida’ahkan umat Islam dengan permasalahan furu’ seperti qunut, talaffuz niat, tahlil, talqin, ziarah qubur, bacaan yasin, zikir selepas sembahyang dan seribu permasalahan yang telah diperjelaskan oleh ulama’-ulama’ di dalam kitab-kitab mereka dan mengajar kita supaya bertoleransi sesama muslim tetapi WAHABIYY melebihkan toleransi dengan kafir la’natullah ‘alaihim daripada umat Islam yang membaca qunut seperti kerajaan sa’udi (kerajaan yang mengamalkan 100% dasar wahabiyy) yang melayan presiden amerika dengan begitu mesra dan terhormat tetapi tidak segan silu memfatwakan sesat dan mubtadi’ kepada umat Islam yang melakukan perkara-perkara hasanaat. Kalau inilah mereka maka aku katakan,

    TIDAK, AKU BUKAN WAHABIYY..!!!

  64. kawan – kawan menurut hitungan istneniyah (hitungan kalender jawa cirebon )tgl 15 sya`ban jatuh pada malem hari ini , kita sholat nisfu sya`ban sama yasinan minimal tiga kali , konon setelah sholat 2 roka`at baca yasin pertama dengan Niat semoga allah memanjang kan usia demi beribadat kepada Allah , niat pada yasin ke 2 semoga Allah melimpahkan rizki yang halal , niat pada yasin ke tiga semoga Allah menguatkan dan menetapkan Iman kita serta memberikan Husnul khotimah lalu membaca Do`a Nisfu Sya`ban , semoga kita semua dimudahkan mengamalkannya.

  65. @ ahmadsyahid,
    Setuju mas, tuk menghidupkan malam nishfu sya’ban ditempat ana juga (masjid agung Sumedang) nanti malam mau diadakan acara: ba’da maghrib baca yaasiin 3 x, tuk niyatnya sama dgn yg mas jelaskan, ba’da isya sholat sunat 12 rokaat, tidur dulu sebentar trus sholat lagi 100 rokaat, dan Do’a yg InsyaAllah akan dipandu oleh ustadzy (Kh Muhyidin Abdulqodir Alamanafy Ma) dari Madinah, kebetulan beliau sedang Umroh +tour Yaman, n direncanakan acara ana sampai shubuh,….. eh mas Syahid jangan bilang2 ma Wahabi ya, biar gak ribed soale dia mah suka ngerecokin, tar jadi lain ceritanya. Uke

    1. Sama mas, di banyuwangi kota paling timur di pulau jawa tempat saya, klo wababi ngerecokin malam nisfu sya’ban, pasti saya beserta pasukan aswaja siap menyumpal mulut mereka.
      tuk all pejuang aswaja ada “debat kusir” yang rame di blog ponpes mlangi tentang film sang pencerah, klo mau tau coba kunjungi blognya, lucu2 deh commentnya pasti anda2 ketawa.

    1. Yang suka ngoreksi amal orang lain itu kan golongan wahabi/salafi, setelah ngoreksi pasti memvonis bid’ah…syirik …kafir…..

  66. Siapa yang menganggap Wahabi/Salafy sesat? Coba tanyakan ke MUI apa benar Wahabi/salafy itu sesat. Setahu saya yang difatwakan sesat oleh MUI ya Syiah!

    1. @erika
      sejauh apa ilmu syareat yang antum miliki???????? apa antum sudah membaca terbentuk faham wahabi? apa antum sudah mencermati fatwa2 mufti wahabi arab saudi yang kadang kala nyeleneh? kebanyakan dari qolongan wahabi merasa paling pinter dan merasa paling sunnah sehingga mereka dengan mudah mengkafirkan dan mebid’ah kan ASWAJA lainnya, bahkan sesama wahabi juga. tahukah antum kalo sesama wahabi saling mengkafirkan baik di arab saudi, mesir, yaman, jordan???

      1. @erika
        4 madzab besar sering kali berbeda pendapat tapi meraka dan kami yang mengikuti mereka yang dikenal dengan ASWAJA tidak menghukumi yang berbeda pendapat tsb sebagai kafir dan bid’ah. baca juga sejarah Khawarij mereka salaing mengkafirkan sesama khawarij dan sangat bengis terhadap sesama muslim karena tdk satu faham dengan mereka.
        JADI KESIMPULANNYA WAHABI=KHAWARIJ

  67. erika@

    Seorang ASWAJA tulen bernama Muhammad Idrus Ramli, dalam beberapa kali diskusi dengan kaum Wahhabi, di awal Agustus 2010 di Sampang, beberapa bulan sebelumnya di Yogyakarta dan Juli 2010 di Denpasar, tidak sedikit dari kalangan Wahhabi yang melontarkan pernyataan kepadanya, “Kita tidak perlu berdialog soal-soal khilafiyah antara Sunni dengan Wahhabi. Ini sama sekali tidak penting. Musuh kita orang-orang kafir, Amerika, Zionis dan lainnya yang dengan rapi berupaya menghancurkan umat Islam.” Begitulah kira-kira ucapan mereka (Wahabiyyun).

    Tentu saja ucapan itu mereka lontarkan ketika posisi mereka terdesak dalam arena perdebatan dan diskusi ilmiah yang disaksikan oleh publik. Para Wahabiyyun merasa khawatir, pandangan-pandangan mereka yang keluar dari mainstream kaum Muslimin akan terbongkar kelemahan dan kerapuhannya. Terbukti, mereka sendiri ketika berbicara di hadapan orang-orang awam, tidak pernah berhenti membid’ahkan dan mengkafirkan dan memusyrikkan umat Islam di luar golongan Wahabi. Bahkan selama ini, kelompok Wahabi sangat agresif membicarakan dan menyebarkan isu-isu bid’ah (khilafiyah) antara ASWAJA dengan Wahhabi, maupun dengan lainnya.

    Al-Imam Asy-Syathibi berkata dalam al-I’tisham: “Jangan berharap mereka (ahli bid’ah Salafy Wahabi) akan berdialog dengan seorang alim yang pakar dalam ilmunya.” Dan ini terbukti, kaum Salafy Wahabi selalu menghindar tak berani berdiskusi secara terbuka, baik secara online maupun ofline/face to face yg disaksikan banyak orang. Hal ini karena sudah terbukti argumen dalil yg dipakai Salafy Wahabi selalu rontok di hadapan kaum ASWAJA.

    Adapun MUI belum mengeluarkan fatwa seat bagi Salafy/Wahabi, hal ini tentu menjadi problem buah simala-kama bagi Mui tentunya. Di satu sisi kesesatan Wahabi sangat tranparan dan mencolok mata, di sis lain Wahabai adalah segolongan Ummat yg sedang memegang kekuasaan di tanah suci Makkah dan Madinah. MUI sebagai pengayom ummat Islam Ahlussunnah Wal-Jamaah pastilah sulit memutuskan vonis sesatynya kepada Wahabi, hal ini berkaitan dg masalah ibadah haji muslimin. Coba seandainya MUI dg tegas memfatwakan sesatnya Wahabi secara legal, kira-kira apa yg akan terjadi? Antum bisa tebak sendiri deh akibatnya bagi kelancaran ibadah kaum muslimin. Demikian semoga antum dan semua yg masih waras memahami posisi sulit MUI dalam hal ini.

    1. Al-Imam Asy-Syathibi berkata dalam al-I’tisham: “Jangan berharap mereka (ahli bid’ah Salafy Wahabi) akan berdialog dengan seorang alim yang pakar dalam ilmunya.” Dan ini terbukti, kaum Salafy Wahabi selalu menghindar tak berani berdiskusi secara terbuka, baik secara online maupun ofline/face to face yg disaksikan banyak orang. Hal ini karena sudah terbukti argumen dalil yg dipakai Salafy Wahabi selalu rontok di hadapan kaum ASWAJA.

      Berdusta atas nama Imam Syathibi…..
      Beliau lahir sekitar tahun 700 H, kapan pula beliau tahu wahabi yang ada sekitar tahun 1100 H,,,
      Wkwkwkwkwkwkkw….
      Cacian deh loe…
      Gak mantap deh loe,,,,

  68. all wahabiyun
    lebih lengkapnya baca buku Pintar Berdebat dengan WAHABI karangan Muahammad Idrus Ramli untuk melihat sebagaian kecil namun sudah mewakili semua kesesatan wahabi yang dibantah secara dalil

    1. semoga cah ndeso poll yang ngajinya mulai kecil cuma ikut-ikutan dan setelah dewasa mulai belajar agama dan terkena virus wahabi/salafi juga mau bertobat dan memperluas wawasan agamannya.
      amin……

    2. @Cah Ndeso Poll
      tahukah abtum bhw Ibn Taimiyah telah bertobat atas pemikiran2 sebelumnya dan mulai memahami dan membolehkan mengenai tawasul dan maulidan a’la Rasully serta mengakuai tasauf sebagai amaliyah yang selaras dengan ilmu fiqh.

      apakah antum merasa lebih hebat dari Ibn Taimiyah sebagai mujtahid? saya yakin belum sampai pada maqom tersebut, oleh karena keras kepala antum dan dengan dakwah model takfirin akan menjadi sia2 belaka!!!

  69. …….. ??? : ?? ???? ?? ????? ???? ????? ???? ?????? ? ????? ?????? ? ????? ???????? ? ???? ??????? ?? ???? ???? ????? :

    ??? ?????? ?????? ????? ? ????? ???? ??? ????? ?????? ???????? :

    ????? : ??? ?? ????? ??????? ????????? ????? ? ??? ??? ?? ??? ?? ????? ??? ??? ??? ?? ???? ?????? ? ??? : ??? ???? ?? ??? ? ????? ??? ?????? ???? ???? ???????…….

    ????? ?????? : ?? ??? ??? ????? ??? ??? ???? ?? ???? ??? ??? ?? ???? ??? ???? ??????? ??? ??? ????? ???????: ????? ??? ?? ????? ???? ??? ????? ??? ???? ???? ???? ??? ????? ?? ?????? ?? ??? ?????? …..

    ????? ?? ????? ??? ?????: ??? ?????? ??????? ?? ????? ????-???? ??????-????? ???? ????? ??? ???? ???? ????? ????? ?? ?????? ??? ??? ?????? ????????? ?? ??? ????? – ?? ????? ???? ????? ??? ???? ???? ???? ????? ?? ?????? ????? ?? ????? ? ??? ??? ?? ????? ????? ?? ???? ??????? ?? ? ???? ?????? ??? ?? ??? ????? ? ??? ??? ????? ????? ?? ?????? ???? ????? – ??? ???? ????- ??? ?? ??? ?????? ????? ??? ???? ????? ???? ??? ???? ???? ???? ???????? ?? ??? ???? ??? ????? ?????????? ???? ????? ??????? ?? ?????????????? ?????? ????? ?????? ???? ?????? ??????? ? ???? ?? ??? ?? ? ??????? ??? ??? ?????? ????? ??????? ? ??? ??? ????? ???????? ??????? ?? ????????? ??????????????? ??????? ???????????? ????? ????? ????? ???????? ??? ????? ??? ?????-?? ?? ??? ???? ?? ???? ????? ????????? ???? ???? ??? ???? ??????? – ????? ?????? ?? ??? ?????? ??? ???? ???? ???? ??? ?????? ??????? ??? ? ????? ?? ?????? ?? ????? ?????? ??? ???? ??? ??? ???? ??? ?????? ???????? ?? ???? ???????? ????????? ????????? ?????? ??? ??????? ??????? ???? ?? ????? ???????? ?? ?????? ???????? ?????????? ?? ??????? ?? ???? ??? ??????)) ?.?? .
    Pasal : Telah dijelaskan di muka bahwa hari raya adalah sebutan untuk mengingat nama tempat, waktu, dan persitiwa secara bersama-sama. Ketiga hal ini telah menyebabkan banyak hal.

    Tentang hari raya yang berkaitan dengan waktu sendiri terdiri dari tiga hal, yang masuk di dalamnya sebagian hari raya tempat dan peristiwa : bersambung

  70. Pertama : Hari yang sama sekali tidak diagungkan syari’at Islam, tidak istimewa menurut para salaf, dan tidak terjadi peristiwa yang seharusnya diagungkan, seperti awal Kamis bulan Rajab, malam Jum’at pertama bulan Rajab yang disebut dengan malam Raghaaib……

    Kedua : Hari yang di dalamnya terjadi satu peristiwa yang juga terjadi pada hari-hari lainnya sehingga tidak bisa dijadikan sebagai musim tertentu, dan tidak diagungkan oleh para salaf. Misalnya, tanggal 18 Dzulhijjah dimana pada hari itu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di Ghadir Khum, ketika beliau pulang dari haji Wada’……

    Begitu pula yang diadakan oleh sebagian manusia, baik yang tujuannya untuk menghormati orang-orang Nashrani atas kelahiran ‘Isa ataupun karena mencintai Nabi. Kecintaan dan ijtihad mereka dalam hal ini tentu akan mendapatkan pahala di sisi Allah, tetapi bukan dalam hal bid’ah – seperti menjadikan kelahiran Nabi sebagai hari raya tertentu – padahal manusia telah berbeda pendapat tentang tanggal kelahiran beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Perayaan seperti ini belum pernah dilakukan oleh para salaf, meski ada peluang untuk melakukannya dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Seandainya perayaan itu baik atau membawa faedah, tentu para salaf lebih dulu melakukannya daripada kita karena mereka adalah orang-orang yang jauh lebih cinta kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan lebih mengagungkannya. Mereka lebih tamak kepada kebaikan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kesempurnaan cinta dan pengagungan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan cara mengikutinya, mentaatinya, menjalankan perintahnya, menghidupkan sunnahnya – baik secara lahir maupun batin – menyebarkan apa yang diwahyukan kepadanya, dan berjihad di dalamnya dengan hati, kekuatan, tangan, dan lisan. Itulah cara yang digunakan oleh para salaf, baik dari golongan Muhajirin, Anshar, maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dalam mencintai dn mengagungkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Adapun orang-orang yang gigih dalam melakukan kegiatan bid’ah peringatan Maulid Nabi itu – yang mungkin mereka mempunyai tujuan dan ijtihad yang baik untuk mendapatkan pahala – bukanlah orang-orang yang mematuhi perintah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan semangat. Mereka adalah seperti kedudukan orang-orang yang memperindah masjid, tetapi tidak shalat di dalamnya, atau hanya melaksanakan shalat malam di dalamnya dengan minim, atau menjadikan tasbih dan sajadah hanya sebagai hiasan yang tidak disyari’atkan. Tujuannya adalah untuk riya’ dan kesombongan serta sibuk dengan syari’at-syari’at yang dapat merusak keadaan pelakunya”

  71. Silakan ikhwah perhatikan perkataan Ibnu Taimiyyah secara lebih luas di atas. Apakah yang dikatakan beliau ini untuk melegalkan dan meridlai amalan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam ? Bahkan beliau rahimahullah mencelanya !! Adapun yang dikatakan bahwa para pelaku perayaan Maulid Nabi mendapatkan pahala karena kecintaannya adalah bagi ulama-ulama yang berijtihad dan kemudian mereka salah dalam ijtihadnya. Bukankah Ibnu Taimiyyah mengatakan : Kecintaan dan ijtihad mereka dalam hal ini tentu akan mendapatkan pahala di sisi Allah. Bukankah ijtihad itu hanya berlaku bagi para ulama yang memang layak berijtihad ? Lantas bagaimana keadaannya dengan para fanatikus, muqallid, dan pengekor hawa nafsu yang semangat keagamaan mereka enggan untuk mengikuti as-salafush-shaalih ? Enggan mengikuti al-haq hanya dikarenakan fanatikus madzhab ? Sungguh aneh ada orang yang memlintir ucapan Ibnu Taimiyyah agar sesuai dengan madzhabnya ! Mungkin dia melewatkan (atau menyembunyikan ?) perkataan Ibnu Taimiyyah di bagian akhir kutipan di atas : Adapun orang-orang yang gigih dalam melakukan kegiatan bid’ah peringatan Maulid Nabi itu – yang mungkin mereka mempunyai tujuan dan ijtihad yang baik untuk mendapatkan pahala – bukanlah orang-orang yang mematuhi perintah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan semangat. Apalagi jika dikaitkan secara komprehensif pembahasan di awal perkataan beliau sebagai nukilan di atas. (Iqtidha’ as-Shiratil Mustaqim karya Ibnu Taymiyah)

  72. Dan ternyata, pemilik blog @salafytobat memalsukan terjemahan dengan mengatakan :

    “Ia tidak dilakukan oleh salaf, tetapi ada sebab baginya, dan tiada larangan daripadanya”

    Di kalimat mana Ibnu Taimiyyah mengatakan ini ? Padahal yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyyah adalah :

    ??? ??? ?? ????? ????? ?? ???? ??????? ?? ? ???? ?????? ??? ?? ??? ????? ? ??? ??? ????? ????? ?? ?????? ???? ????? – ??? ???? ????- ??? ?? ???

    “Perayaan seperti ini belum pernah dilakukan oleh para salaf, meski ada peluang untuk melakukannya dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Seandainya perayaan itu baik atau membawa faedah, tentu para salaf lebih dulu melakukannya daripada kita…”.

    Jelas beda antara perkataan beliau di atas dengan apa yang dipalsukan oleh Salafytobat. Atau memang Salafytobat tidak bisa berbahasa Arab ?

  73. @ yono, kalau ngajak diskusi jangan loncat2 !
    kalau anda mengungkapkap pemikiran dari ibnu taymiyah, maka simak dan camkan baik2 yang ini :
    tentang maulid. Ibnu Taimiyah dalam kitabnya, Iqtidha’ as-Sirath al-Mustaqim hal.269 menyatakan bahwa mereka yang mengagungkan maulid mendapat pahala besar karena tujuan baik dan pengagungan mereka kepada Rasulullah Saw..”

    Terjemah narasi:
    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta. Amma ba’du
    Peringatan maulid Nabi Saw. itu tergolong bid’ah hasanah. Peringatan semacam ini sudah ditradisikan sejak ratusan tahun lalu. Peringatan ini merupakan kesepakatan yang dilakukan oleh raja-raja, para ulama’, masayikh. Termasuk para ahli hadits, pakar fikih, orang-orang zuhud, para ahli ibadah dan berbagai individu dari kalangan awam.
    Di samping itu, peringatan ini punya dasar kuat yang diambil dengan cara istinbath seperti telah dijelaskan Imam al-Hafid Ibnu Hajar dan para ulama ahlussunnah lainnya.
    Diantara bidah dan kesesatan para penentang tawassul, mereka mengharamkan maulid dengan ekstrem. Bahkan seorang tokoh mereka, Abubakar Aljazairi –semoga Allah memberinya petunjuk- menyatakan, sembelihan yang disediakan untuk suguhan maulid lebih haram dari babi. Wal iyadzu billah, semoga Allah melindungi kita dari membenci Rasulillah Saw.

    Begitu antinya anda terhadap maulid. Namun yang menarik, Ibnu Taimiyah sendiri tidak mengharamkan, bahkan dalam sebagian fatwanya dia katakan, “Jika maulid dilaksanakan dengan niat baik akan membuahkan pahala,” artinya sah-sah saja dilakukan.
    Marilah kita simak kitab Iqtidha’ as-Sirath al-Mustaqim karya seorang filosof mujassim Ahmad ibn Taimiyah (meninggal tahun 728 hijriah) cet. Darul Fikr Lebanon th.1421 H. Pada hal.269 Ibnu Taimiyah berkata,
    “Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutinan, segolongan orang terkadang melakukannya. Dan mereka mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya kepada Rasulullah Saw..”

    Jika semua ini telah jelas, maka bersama siapakah si yono ini? anda tidak bersama ahlussunnah wal jamaah. Tidak pula bersama tokoh anda, Ibnu Taimiyah. Sepatutnya anda mencela diri anda sendiri, dan bertaubat selama masih ada kesempatan. Cukuplah sebagai kehinaan, penilaian buruk anda terhadap hal yang telah disepakati kaum muslimin berabad-abad di penjuru timur dan barat bumi.

    1. @Prabu Minakjinggo

      antum bener yono suka nglompat2 kalo diskusi, kurang fokus pad bahasn, jawaban pasti copasan entah dia ngerti atau tdk sama sekali

  74. Bismillaah,

    @Syaikh Ngawury

    Anda mengatakan:

    Iblis berdoa langsung kepada Allah tanpa perlu bertawassul ternyata Allah kabulkan berarti orang2 yang berdoa langsung kepada Allah tanpa tawassul (padahal Allah dan Nabi SAW sendiri membolehkan bahkan meemerintahkan) mencontoh iblis kesimpulannya guru mereka iblis.Betul kan?

    Jawab:

    Mereka yang berdoa langsung kepada Allah itu mengikuti memenuhi perintah Allah dan RasulNya berdasarkan ayat: “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in.” dan hadits: “Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah.”

    Anda terlalu banyak tawassul yang tidak syar’i sehingga suka berkata menurut hawa nafsu bukan dengan dalil Qur’an dan hadits. Ingat iblis itu sangat suka pada orang yang berbicara dengan hawa nafsu tapi benci kepada orang yang selalu merujuk kepada Al Qur’an dan hadits dalam setiap pembicaraannyaa tentanag agama Islam.

    Wallaahu a’lam.

    1. Orang yg bertawasul itu merujuk al quran dan hadist. Justru yg memusyrikkan dan mengatakannya sebagai menyembah tidak punya rujukan sama sekali dalam quran maupun sunnah kecuali qiyas yg batil.

      1. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

        coba sebutkan dalilmu dalam AL_Quran dan hadist

        jika

        Orang yg bertawasul itu merujuk al quran dan hadist

  75. Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi
    Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

    Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq …. Akupun diklaim sebagai Wahabi
    Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim, Akupun dipasangi platform Wahabi

    Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam-makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi
    Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sekte sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi

    Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i
    Akupun dihujat sebagai Wahabi
    Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ajarkan … Akupun dikirimi “berkat” Wahabi

    Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala itu dimana-mana sampai ditubuh babipun ada… Akupun dibubuhi stempel Wahabi
    Ketika aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, …,…., Akupun dilontari kecaman Wahabi

    Ketika aku tanya apa itu Wahabi…?
    Merekapun gelengkan kepala tanda tak ngerti
    Ketika ku tanya siapa itu wahabi…?
    merekapun tidak tahu dengan apa harus menimpali

    Tapi…!
    Apabila Wahabi mengajakku beribadah sesuai dengan AlQuran dan Sunnah… Maka aku rela mendapat gelar Wahabi !
    Apabila Wahabi mengajakku hanya menyembah dan memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’ala … Maka aku Pe–De memakai mahkota Wahabi !

    Apabila Wahabi menuntunku menjauhi syirik, khurafat dan bid’ah… Maka aku bangga menyandang baju kebesaran Wahabi !
    Apabila Wahabi mengajakku taat kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam … Maka akulah pahlawan Wahabi !

    Ada yang bilang.…. Kalau pengikut setia Ahmad shallallahu ‘alaihi wa sallam digelari Wahabi, maka aku mengaku sebagai Wahabi.
    Ada yang bilang….. Jangan sedih wahai “Pejuang Tauhid”, sebenarnya musuhmu sedang memujimu, Pujian dalam hujatan….!

    Oleh: Ahmad Zainuddin
    http://www.firanda.com/index.php/artikel/renungan/59-pujian-dalam-hujatan

    1. Maksud hati ingin menyaingi Syiir Tanpo waton-nya Gus Dur, tapi apa daya memampuan abuihsan terbatas,…, wk…wk… itulah ratapan anak wahabi

    2. @Abuihsan

      Abuihsan: Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi

      Jawab :
      kita hidup 14 abad setelah wafatnya Rasul saw, maka kita tak mengenal hukum ibadah kecuali menelusuri fatwa yang ada di Imam – Imam Mazhab, Muhaddits, dan ulama ulama terdahulu. kita tak mengetahui samudera syariah seluruh madzhab, oleh karena itulah, bermazhab itu wajib hukumnya, karena kaidah syariah adalah Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib, yaitu apa – apa yang mesti ada sebagai perantara untuk mencapai hal yang wajib, menjadi wajib hukumnya.

      Dan perlu saudara ketahui, mazhab itu jumlahnya ratusan, namun yg terpenting adalah mazhab yg empat. Karena keempat mazhab inilah yg sampai kepada kita, karena terus mendapat dukungan, ditulis kembali, di syarah dll oleh Imam Imam yg datang kemudian. Tidak ada yg namanya mazhab salaf.

      Abuihsan: Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

      Jawab :
      al-Hafizh Ibn Katsir al-Dimasyqi, dalam kitabnya al-Bidayah wa al-Nihayah. Beliau berkata:
      “Al-Hafizh Abu Bakar al-Baihaqi berkata, Abu Nashr bin Qatadah dan Abu Bakar al-Farisi mengabarkan kepada kami, Abu Umar bin Mathar mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Ali al-Dzuhli mengabarkan kepada kami, Yahya bin Yahya mengabarkan kepada kami, Abu Muawiyah mengabarkan kepada kami, dari al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Malik al-Dar, bendahara pangan Khalifah Umar bin al-Khaththab, bahwa musim paceklik melanda kaum Muslimin pada masa Khalifah Umar. Maka seorang sahabat (yaitu Bilal bin al-Harits al-Muzani) mendatangi makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mengatakan: “Hai Rasulullah, mohonkanlah hujan kepada Allah untuk umatmu karena sungguh mereka benar-benar telah binasa”. Kemudian orang ini bermimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan beliau berkata kepadanya: “Sampaikan salamku kepada Umar dan beritahukan bahwa hujan akan turun untuk mereka, dan katakan kepadanya “bersungguh-sungguhlah melayani umat”. Kemudian sahabat tersebut datang kepada Umar dan memberitahukan apa yang dilakukannya dan mimpi yang dialaminya. Lalu Umar menangis dan mengatakan: “Ya Allah, saya akan kerahkan semua upayaku kecuali yang aku tidak mampu”. Sanad hadits ini shahih.

      Ad-Darami meriwayatkan: “Penghuni Madinah mengalami paceklik yang sangat parah. Mereka mengadu kepada Aisyah ra (ummul Mukminin). Aisyah mengatakan: ‘Lihatlah pusara Nabi! Jadikanlah ia (pusara) sebagai penghubung menuju langit sehingga tidak ada lagi penghalang dengan langit’. Dia (perawi) mengatakan: Kemudian mereka (penduduk Madinah) melakukannya, kemudian turunlah hujan yang banyak hingga tumbuhlah rerumputan dan gemuklah onta-onta dipenuhi dengan lemak. Maka saat itu disebut dengan tahun ‘al-fatq’ (sejahtera)”. (Lihat: Kitab “Sunan ad-Darami”)

      Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Anas bin Malik:
      “Bahwasanya jika terjadi musim kering yang panjang, maka Umar bin Khattab memohon hujan kepada Allah dengan bertawassul dengan Abbas Ibnu Abdul Muthalib. Dalam do’anya ia berkata; ‘Ya Allah, dulu kami senantiasa bertawassul kepada-Mu dengan Nabi saw. dan Engkau memberi hujan kepada kami. Kini kami bertawassul kepada-Mu dengan paman Nabi kami, maka berilah hujan pada kami’. Anas berkata; ‘Maka Allah menurun- kan hujan pada mereka’ ”.
      Ibnu Hajar dalam kitab ‘Fathul Bari’ (Syarah kitab Shohih al-Bukhari) dalam menjelaskan peristiwa permintaan hujan oleh Umar bin Khatab melalui Abbas, menyatakan: “Dapat diambil suatu pelajaran dari kisah Abbas ini yaitu, dimustahabkan (sunah) untuk memohon hujan melalui pemilik keutamaan dan kebajikan, juga ahlul bait (keluarga) Nabi”.

      Imam Ibn Idris as-Syafi’i sendiri pernah menyatakan: “Sesungguhnya aku telah bertabarruk dari Abu Hanifah (pendiri madzhab Hanafi .red) dan men- datangi kuburannya setiap hari. Jika aku memiliki hajat maka aku melakukan shalat dua rakaat dan lantas mendatangi kuburannya dan meminta kepada Allah untuk mengabulkan do’aku di sisi (kuburan)-nya. Maka tidak lama kemudian akan dikabulkan” (Lihat: Kitab Tarikh Baghdad)

      As-Syaukani az-Zaidi pernah menyatakan akan legalitas tawassul dalam kitab karyanya yang berjudul “Tuhfatudz Dzakiriin” dengan mengatakan: “Dan bertawassul kepada Allah swt. melalui para nabi dan manusia sholeh”.

      Tawassul itu merupakan salah satu cara berdo’a dan juga merupakan satu cara menghadapkan diri kepada Allah swt., sedangkan yang menjadi tujuan pokok hakiki/sebenarnya adalah Allah swt. Pihak yang kita tawassuli sudah tentu orang yang dicintai oleh orang yang bertawassul padanya, dengan mempunyai keyakinan pula bahwa Allah swt. cinta pada pihak yang dijadikan wasilah. Jika tidak demikian, tidak mungkin orang akan bertawassul pada- nya. Bertawassul/berwasilah ini bukan suatu kelaziman atau keharusan hanya sarana yang bermanfaat, dikabulkan atau tidaknya wasilah ini se- penuhnya ditangan Allah swt. Karena semua do’a itu adalah mutlak tertuju kepada Allah swt.

      Abuihsan: Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq …. Akupun diklaim sebagai Wahabi

      Jawab :
      Kelompok yg meyakini Al-qur’an merupakan makhluk adalah Muktazilah. Sejarah membuktikan bahwa para ulama yang berhasil membabat habis kelompok Mu’tazilah sampai punah pada akhir abad keenam Hijriah adalah para ulama pengikut madzhab al-Asy’ari dan al-Maturidi. Kepada kedua Imam agung itulah, nama Ahlussunah Wal Jama’ah dinisbatkan.

      Apa saudara menuduh kami muktazilah?

      Abuihsan: Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim, Akupun dipasangi platform Wahabi

      Jawab :
      Kami, Ahlussunah Wal Jama’ah tidak pernah mengkafirkan dan memberontak kepada penguasa yg dzalim.
      Rasulullah saw. Bersabda :
      “Barangsiapa yang ditindas oleh penguasanya maka hendaknya ia bersabar, sungguh barangsiapa yang keluar dari perintah sultan (penguasa) sejengkal saja maka ia mati dalam kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

      berkata zubair bin Adiy ra : kami mendatangi Anas bin Malik mengadukan kekejian Hajjaj dan kejahatannya pada kami, maka berkata Anas ra : “Bersabarlah kalian, karena tiadalah datang masa kecuali yang sesudahnya akan lebih buruk, sampai kalian akan menemui Tuhan kalian, kudengar ini dari Nabi kalian (Muhammad saw)” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

      Pengalaman saya membuktikan, wahabi lah salah satu sumber “teroris”. Dulu, saya mempunyai seorang sahabat di Fb yg memvonis pemerintah Indonesia ini kafir. Dia mengikuti fatwanya Syaikh wahabi yg mengatakan bahwa Negara yg tidak berhukum dengan Al-Qur’an Dan Hadist adalah Negara kafir.

      Abuihsan: Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam-makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi

      Jawab :
      1. Tabarruk
      Orang yang berziarah ke makam para wali dengan tujuan tabarruk, maka ziarah tersebut dapat mendekatkannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak menjauhkannya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Al-Hafizh Waliyyuddin al-’Iraqi berkata ketika menguraikan maksud hadits:
      “Sesungguhnya Nabi Musa AS berkata, “Ya Allah, dekatkanlah aku kepada tanah suci sejauh satu lemparan dengan batu.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, seandainya aku ada disampingnya, tentu aku beritahu kalian letak makam Musa, yaitu di tepi jalan di sebelah bukit pasir merah.”

      Ketika menjelaskan maksud hadits tersebut, al-Hafizh al-’Iraqi berkata:
      “Hadits tersebut menjelaskan anjuran mengetahui makam orang-orang saleh untuk dizarahi dan dipenuhi haknya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menyebutkan tanda-tanda makam Nabi Musa u yaitu pada makam yang sekarang dikenal masyarakat sebagai makam beliau. Yang jelas, tempat tersebut adalah makam yang ditunjukkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.” (Tharh al-Tatsrib)

      Imam Syafi’I bertabarruk dengan Imam Abu Hanafi, dan Imam As Syaukani memperbolehkan tawassul dengan Nabi Muhammad saw. Dan Hamba-hamba yg soleh.

      2. Shalat di Masjid yg didalamnya terdapat makam

      Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah:
      “Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid, (Imam syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakannya makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yg tak diperbolehkan adalah membangun masjid diatas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat didekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya”. Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul qadir)

      Berkata Imam Ibn Hajar : “Berkata Imam Al Baidhawiy : ketika orang yahudi dan nasrani bersujud pada kubur para Nabi mereka dan berkiblat dan menghadap pada kubur mereka dan menyembahnya dan mereka membuat patung patungnya, maka Rasul saw melaknat mereka, dan melarang muslimin berbuat itu, tapi kalau menjadikan masjid di dekat kuburan orang shalih dengan niat bertabarruk dengan kedekatan pada mereka tanpa penyembahan dengan merubah kiblat kepadanya maka tidak termasuk pada ucapan yang dimaksud hadits itu”.

      Berkata Imam Al Baidhawiy : bahwa Kuburan Nabi Ismail as adalah di Hathiim (disamping Miizab di ka’bah dan di dalam masjidilharam) dan tempat itu justru afdhal shalat padanya, dan larangan shalat di kuburan adalah kuburan yang sudah tergali (Faidhulqadiir)

      Kita memahami bahwa Masjidirrasul saw itu didalamnya terdapat makam beliau saw, Abubakar ra dan Umar ra, masjid diperluas dan diperluas, namun bila saja perluasannya itu akan menyebabkan hal yang dibenci dan dilaknat Nabi saw karena menjadikan kubur beliau saw ditengah – tengah masjid, maka pastilah ratusan Imam dan Ulama dimasa itu telah memerintahkan agar perluasan tidak perlu mencakup rumah Aisyah ra (makam Rasul saw) Perluasan adalah di zaman khalifah Walid bin Abdulmalik sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, sedangkan Walid bin Abdulmalik dibai’at menjadi khalifah pada 4 Syawal tahun 86 Hijriyah, dan ia wafat pada 15 Jumadil Akhir pada tahun 96 Hijriyah. Lalu dimana Imam Bukhari? (194 H – 256 H), Imam Muslim? (206 H – 261H), Imam Syafii? (150 H – 204 H), Imam Ahmad bin Hanbal? (164 H – 241 H), Imam Malik? (93 H – 179 H) dan ratusan imam imam lainnya?, apakah mereka diam membiarkan hal yang dibenci dan dilaknat Rasul saw terjadi di Makam Rasul saw?, lalu Imam – Imam yang hafal ratusan ribu hadits itu adalah para musyrikin yang bodoh dan hanya menjulurkan kaki melihat kemungkaran terjadi di Makam Rasul saw??, munculkan satu saja dari ucapan mereka yang mengatakan bahwa perluasan Masjid Nabawiy adalah makruh. apalagi haram

      3. Membaca Al-Qur’an dikuburan untuk orang yg telah wafat
      Hadits tentang wasiat Ibnu Umar ra yang tertulis dalam syarah Aqidah Thahawiyah:
      “Dari Ibnu Umar ra: “Bahwasanya beliau berwasiat agar di atas kuburnya nanti sesudah pemakaman dibacakan awal-awal surat al-Baqarah dan akhirnya..”.

      Ada hadits yang serupa dalam Sunan Baihaqi dengan isnad Hasan:
      “Bahwasanya Ibnu Umar menyukai agar dibaca di atas pekuburan sesudah pemakaman awal surat Al-Baqarah dan akhirnya”.

      Hadits dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulallah saw.bersabda: ”Jika mati seorang dari kamu, maka janganlah kamu menahannya dan segeralah mem- bawanya kekubur dan bacakanlah Fatihatul Kitab disamping kepalanya”. (HR. Thabrani dan Baihaqi)

      Abu Hurairah ra.meriwayatkan bahwasanya Nabi saw. bersabda:
      “Barangsiapa yang berziarah di kuburan, kemudian ia membaca ‘Al-Fatihah’, ‘Qul Huwallahu Ahad’ dan ‘Alhaakumut takatsur’, lalu ia berdo’a Ya Allah, kuhadiahkan pahala pembacaan firman-Mu pada kaum Mu’minin dan Mu’minat penghuni kubur ini, maka mereka akan menjadi penolong baginya (pemberi syafa’at) pada hari kiamat”.

      Imam Nawawi dalam Syahrul Muhadzdzib mengatakan: ‘Disunnahkan bagi orang yang berziarah kekuburan membaca beberapa ayat Al-Qur’an dan berdo’a untuk penghuni kubur’.

      Abuihsan: Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sekte sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi

      Jawab :
      Fudlail ibn ‘Iyaadl, Al-Junaid, Al-Hasan al-Bashri, Sahl Al-Tusturi, Al-Muhasibi, dan Bisyr al-Haafi.” Fudlail ibn ‘Iyaadl, Al-Junaid, Al-Hasan al-Bashri, Sahl Al-Tusturi, Al-Muhasibi, dan Bisyr al-Haafi adalah tokoh-tokoh tashawwuf.

      Mengikuti madzhab Hujjatul Islam al-Ghazali dan Abu al-Hasan al-Syadzili dalam bidang tashawuf. Demikian seperti dijelaskan oleh Hadlratusy syaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah.

      Tasawuf yg tercela, adalah tasawuf yg isinya bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist.

      Abuihsan: Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i Akupun dihujat sebagai Wahabi

      Jawab :
      Buktikan bahwa Imam Syafi’I melarang tahlilan?
      Kalaupun perkataan anda benar. Ada baiknya saudara perhatikan perkataan Al-Imam Ahmad bin Hanbal berikut: “Seorang faqih tidak sebaiknya, memaksa orang lain mengikuti madzhabnya.”

      Abuihsan :Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ajarkan … Akupun dikirimi “berkat” Wahabi

      Jawab :
      Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya
      Firman Allah : “(Isa as berkata di pangkuan ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS. Maryam : 33)

      Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya, dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS. Maryam : 15)

      Rasulullah saw memuliakan hari kelahiran beliau saw
      Ketika beliau saw ditanya mengenai puasa di hari senin, beliau saw menjawab : “Itu adalah hari kelahiranku, dan hari aku dibangkitkan” (Shahih Muslim)

      Sahabat memuliakan hari kelahiran Nabi saw
      Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra : “Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka Rasul saw menjawab: “silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga”, maka Abbas ra memuji dengan syair yang panjang, diantaranya : “… dan engkau (wahai Nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang – benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala Shahihain)

      Kasih sayang Allah atas kafir yang gembira atas kelahiran Nabi saw
      Diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan Abbas bertanya padanya : “bagaimana keadaanmu?”, abu lahab menjawab : “di neraka, Cuma diringankan siksaku setiap senin karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw” (Shahih Bukhari)

      Pendapat Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi) :
      Merupakan Bid’ah hasanah yang mulia di zaman kita ini adalah perbuatan yang di perbuat setiap tahunnya di hari kelahiran Rasul saw dengan banyak bersedekah, dan kegembiraan, menjamu para fuqara, seraya menjadikan hal itu memuliakan Rasul saw dan membangkitkan rasa cinta pada beliau saw, dan bersyukur kepada Allah dengan kelahiran Nabi saw.

      Abuihsan :Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala itu dimana-mana sampai ditubuh babipun ada… Akupun dibubuhi stempel Wahabi

      Jawab :
      Aqidah Ahlussunah Wal Jama’ah : Allah swt. Ada tanpa arah dan tempat.
      Al Imam asy-Syafi’i -semoga Allah meridlainya– berkata: “Barang siapa yang berusaha untuk mengetahui pengatur-Nya (Allah) hingga meyakini bahwa yang ia bayangkan dalam benaknya adalah Allah, maka dia adalah musyabbih (orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), kafir. Dan jika dia berhenti pada keyakinan bahwa tidak ada tuhan (yang mengaturnya) maka dia adalah mu’aththil -atheis- (orang yang meniadakan Allah). Dan jika berhenti pada keyakinan bahwa pasti ada pencipta yang menciptakannya dan tidak menyerupainya serta mengakui bahwa dia tidak akan bisa membayangkan-Nya maka dialah muwahhid (orang yang mentauhidkan Allah); muslim”. (Diriwayatkan oleh al Bayhaqi)

      Abuihsan : Ketika aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, …,…., Akupun dilontari kecaman Wahabi

      Jawab : memanjangkan jenggot hukumnya Sunnah. Saya pun memiliki jenggot.

  76. saya bukan salah satu dari wahabi yang di maksud, tapi saya bagian dari kaum muslimin
    saya juga tidak sengaja melihat situs ini,
    akan tetapi situs ini seperti berisi hujatan hujatan yang tidak mendasar,,seperti peperangan antar agama saja,,.kalau memang ini mencari kebenaran,tunjukkan saja dalil dan dasar hukum dari Al Qur’an, penjelasan dari para ulama terdahulu seperti para shahabat, tabi’ien, tabi’iut tabi’ien dan imam yang 4 (syafi’ie, maliki, abu hanifah, hambali),,”Tunjukkan bukti buktimu kalau kamu orang yang benar” kan gitu,,katanya islam mau maju,,kalo mau maju yang ilmiah lah,,jadi pembaca bisa menilai sendiri mana yang benar,,,
    .,.,kalo cuma seperti diatas,,ga mutu,,kami melihatnya seperti sedang baca ulasan Gosip selebritis yang bisa bener bisa nggak,,ga bisa jadi rujukan,,
    dan menurut saya situs ini yang senang cuma orang orang dari golongan tertentu yang kurang ilmu dan kedewasaannya sampai orang wahabi yang dituduh itu tidak merespon hujatan dalam situs ini tandanya situs ini tidak bermanfaat,,saya yakin,,sama aja jadinya sama yang dituduhkan,,mohon maaf kalo jadi tersinggung tp saya hanya berkata jujur,,

  77. Danang Sutawijaya@

    Postingan di atas itu uraian dan penjelasan yg bagus dan sangat jelas. Kamu dikasih penjelasan yg gamblang seperti di postingan aja kamu masih belum paham, apalagi dikasih dalil tanpa penjelasan, bisa makin tersesat kamu, Nang.

    Dikasih penjelasan kok malah dituduh gosip, bantah aja tulisan diatas jangan main hujat-hujatan ya? Koment kamu ini lho yg menghujat tanpa argumentasi.

  78. Hmm.. numpang tanya.. saya orang awam nih. Salafi/wahabi itu yang kalau tahiyat jarinya bergerak2 kan? Yang celananya ngatung itu bukan? Tapi apa bedanya dengan Jama’ah Tabligh? Mereka juga celana ngatung + jenggot dan selalu pakai peci/kopyah kan? Mereka kayaknya punya ibadah lain yaitu nisob/khuruj atau keluar selama beberapa hari, itu bagaimana tuh? Mereka masuk golongan salafi/wahabi ngga?

    Saya pernah diajak ke pengajian salafi di daerah cibubur ketika bulan puasa, tapi ustadz-nya terlihat normal sih. Cara membedakan ajarannya apa? Apakah ada hal yang krusial bagi orang2 salafi yang mungkin bisa saya tanyakan langsung ke mereka ( hal yang mungkin akan kurang lebihnya menyinggung mereka begitu )?

    Sukron..

    Muhibbin – pemuja Allah pencinta Rasulullah serta pengikut keluarganya (ahlul bait).

  79. Abu haisan syairnya mantap

    tapi taukah Abu Haisan bahwa golongan wahabi itu orang yang tidak suka membaca syair Maulid Nabi, jika ada orang yang membaca maulid, golongan anda mengatakan bid’ah sedangakan di maulid tertulis syair yang berisi Quran dan Hadist, dan jika anda suka bersyair berarti anda bukan Wahabi melainkan orang yang cinta Maulid dan melantunkan syair Islam.

    tolong sampaikan salam ke firanda, agar jangan pernah mencelah Zuriyat Rasul

    Terima kasih

  80. @All Ahlussunah Wal Jama’ah

    al-Imam Abu Ishaq Asy-Syathibi telah menguraikan dalam kitabnya, al-I’tisham tentang tanda-tanda ahli bid’ah atau aliran sesat, yaitu menghujat generasi salaf.

    Salah satu bukti bahwa kelompok Abuihsan dkk sebagai “ahlui bid’ah” dan “sesat” adalah pernyataan saudara Abuihsan : “Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali”.

    Kalimat yg perlu digaris bawahi dari pernyataan saudara Abuihsan adalah : “……tidak kepada Nabi & Wali…..”.

    Secara tidak langsung, saudara Abuihsan menganggap tawassul kepada Nabi Muhammad saw. Adalah perbuatan musyrik. Padahal, salah seorang sahabat yaitu Bilal bin al-Harits al-Muzani, mendatangi makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mengatakan: “Hai Rasulullah, mohonkanlah hujan kepada Allah untuk umatmu karena sungguh mereka benar-benar telah binasa”. Kemudian sahabat tersebut mengadu kepada Umar ra. Dan Umar ra. Pun menyetujui perbuatan Bilal bin al-Harits al-Muzani.

    Aisyah mengatakan: ‘Lihatlah pusara Nabi! Jadikanlah ia (pusara) sebagai penghubung menuju langit sehingga tidak ada lagi penghalang dengan langit’. Aisyah pun menyetujui tawassul kepada Nabi Muhammad saw. Namun, oleh golongan pengingkar, perbuatan Aisyah ini pun, dapat di kategorikan perbuatan musyrik.

    Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, misalnya menganggap sahabat Bilal bin al- Harits al-Muzani radhiyallahu anhu telah musyrik, dalam komentarnya terhadap kitab Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari karena melakukan istighatsah di makam Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada masa Khalifah Umar bin al- Khaththab radhiyallahu anhu.

    Itulah dampaknya, jika sanad ilmunya bersambung sampai kepada syaikh syaikh wahabi.

  81. wah pinter2 semua ni..kebetulan..hehe asyikk
    saya mau tanya dan saya tunggu ,tp harus berdasar dan gak ngeless, dan bukan UJAR ULAMA/ KITAB , tapi LANGSUNG dari Hadist atau riwayat sahabat, INGAT bukan UJAR Lohhh ihiihihi :
    1. Tahlilan dicontohkan sama NABI APA GAK, setau sy itu buang2 biaya, kasian anak yatim ?
    2. Baca surat Yasin bersama dicontohkan sama NABI APA GAK?
    3. Zikir keras2 bersama dicontohkan sama NABI APA GAK?
    4. Berziarah ke makam org saleh ( kecuali doa nya kepada Alloh SWT / bukan kepada makam ) dicontohkan sama NABI APA GAK ?
    5. Azan 2 x dicontohkan sama NABI APA GAK ?
    6. Nabi apa pernah melarang Bidah Duniawi ? setau sy cmn Ibadah jgn ditambain..
    7. Diperintahkan utk peringatan Kelahiran gak ? ingat loh KELAHIRAN. bukan yang lain seperti perintah memuja, sanjungan …
    8. beliau memerintahkan panggilan SAYIDINA gak ?
    9. Wasilah / perantara , Orang Alim ( kecuali Nabi hanya Alloh yg tau ) yg sudah meninggal bisa nolong kita gak diakherat?
    10. kata siapa Ziarah ke makam Rasul gak boleh, stau sy cmn Sholat dimakam Rasul yg gak boleh ?
    itu aja sy siap ikut anda karena sy lagi GALAU hehe…ingat sesuai AL QURAN dan HADIST tidak ujar berujar !!

    1. @gogon wahabis

      waduh banyak bener pertanyaannya kang, klo tauhid dibagi menjadi 3 itu kata ibnu taimiyah apa hadist rosul ? hayo jangan ujar berujar ya…!

    2. @gogon
      Coba ente lihat artikel2 diblog ini, sudah panjang lebar dibahas. Terutama artikel At Tark dan pengertian bid’ah, disana ente bisa lihat dan ente bisa ambil kesimpulan.
      1. Tahlilan coba ente lihat diartikel ya.
      2. Yasinan, ada hadist Nabi bahwa barang siapa yang membaca surah Yasin akan mendapat pahala, terutama hari Jum’at
      3. Zikir keras, banyak tuh hadistnya, coba lihat di Kumpulan hadist Qudsiy No. 1 dan 2 karangan Imam Nawawi dan Asqalaniy.
      4. Ziarah, ada hadistnya dan dicontohkan oleh Nabi, untuk orang2 shaleh dicontohkan oleh Imam Syafi’i.
      5. Azan 2 x, dicontohkan oleh Utsman ibn Affan ra dan itu terjadi dizamannya.
      6. Coba ente buka artikel tentang pengertian bid’ah
      7. Peringatan hari kelahiran, Nabi memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa dihari senin, ini juga ada hadistnya.
      8. Kata Sayyidina, ada hadistnya : Aku adalah Sayyid diakhirat nanti.
      9. Wasilah, coba juga ente baca diartikel ada kok.
      10. Ziarah keMakam Nabi yang melarang cuma Wahabi, bahkan kata Wahabi harus dihancurkan, lihat fatwa albani. Alasannya cuma 1 yaitu SYIRIK.

      Setelah ente buka2 artikel diblog ini, nanti diskusi dah sama teman2 disini ya, tapi satu2 nti ente bisa pusing sendiri !!!!

    3. @gogon kalau kamu tidak mempercayai dawuh ulama trus yang anda percayai siapa…??? lawong beliau2 yang paling tau maksud dari dawuh kanjeng nabi.. apakah sampean lebih tau maksud nabi dibanding ulama’2..?

      bocae gak genep… hahaha aneh

  82. Wah gon byk betul pertanyaannya. Klo ada 1 pertanyaannya aja tauhid harus dibagi 3 apa Nabi pernah mengajarkannya..?. klo gonggong ga bisa jwb maka rontok lah 10pertanyaan antum.

    1. Gogon ini contoh nyata hasil doktrin Salafi Wahabi, jadi begini nih salah kaprah nggak karu-karuan kalau bertanya.

      Benar kata Mas Vijay, kalau kaum Salafi Wahabi nggak bisa jawab pertanyaan tentang Tuhid 3 apakah Nabi pernah mengajarkannya, maka rontoklah pertanyaan kang Gogon. Masalah tauhid ini masalah berat sebab ini menyangkut USHUL AGAMA (pokok agama), kalau Tauhidnya aja bid’ah maka sia-sialah ibadah yg di usahakannya selama ini. Libih parah kan?

  83. Subhanallah…saudara2 memang luar biasa dlm berdebat tapi ingatlah bahwa berdebat itu akan mengeraskan hati. Apa yang antum niatkan untuk saling menasihati akan tidak sampai sasaran. Lebih baik tinggalkan. ..karena agama ini bukan untuk diperdebatkan tetapi dipahami dan diamalkan sebagaimana golongan termulia dan dijamin syurga sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasul Muhammad (ed Ind) ” sebaik-baik generasi adalah generasiku (para sahabat) kemudian yang mengikuti generasi sahabat (tabi’in) kemudian generasi yang berikutnya (tabi’ut tabi’in). InsyaAllah hadits ini dishahihkan oleh para ulama yang mengaku Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sejak peristiwa terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan itu adalah fitnah yang menunjukkan bahwa sejak itu agama sdh mulai terkontaminasi dengan akal pikiran manusia yang sdh tidak bisa sami’na wa atha’na..sehingga tidak salah kalau setiap beramal dalam urusan ibadah selalu dipertanyakan dalil dan siapa perawi..apalagi seperti saat ini yang sdh cukup jauh masanya dengan generasi termulia ummat ini!!!!

    1. @abu ja’far : “sehingga tidak salah kalau setiap beramal dalam urusan ibadah selalu dipertanyakan dalil dan siapa perawi”.

      menurut saya, itu kalimat super tapi menjerumuskan, pantas saja banyak yg sesat. kemudian, kami ini bukan pakar hadist mas, jadi, kami cuma bisa taqlid pada imam imam hadist seperti imam bukhori, imam muslim, imam nasa’i, imam abu dawud, imam turmidzi, imam ahmad, imam al bayhaqi, imam nawawi, imam ibnu hajar al asqalani, imam ibnu hajar al haytami, imam asy suyuthi, dsb yang hapal ratusan ribu hadist beserta hukum sanad dan matannya. bukan muhadist gadungan yg cuma hapal hadist kullu bid’atin dholalah atau muhadist kitab yg cuma bisa mentela’ah dari buku. kalau boleh tanya, sumber hukum islam, selain al-qur’an dan hadist, apa lagi?

    2. @abu ja’far silahkan sampean baca
      حدثنا ‏ ‏عبد بن حميد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏محمد بن بشر العبدي ‏ ‏ويعلى بن عبيد ‏ ‏عن ‏ ‏حجاج بن دينار ‏ ‏عن ‏ ‏أبي غالب ‏ ‏عن ‏ ‏أبي أمامة ‏ ‏قال ‏
      ‏قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إلا أوتوا الجدل ثم تلا رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏هذه الآية ‏
      coba sampean perhatikan kanjeng nabi dawuh bahwa jidal/berdebat memang bisa membuat orang yang mendapatkan petunjuk tersesat, kemudian kanjeng nabi membaca ayat di bawah ini

      {‏ما ضربوه لك إلا جدلا بل هم قوم خصمون ‏}

      dan silahkan sampean perhatikan tafsir di bawah ini…
      ‏قال ‏ ‏أبو عيسى ‏ ‏هذا ‏ ‏حديث حسن صحيح ‏ ‏إنما نعرفه من حديث ‏ ‏حجاج بن دينار ‏ ‏وحجاج ‏ ‏ثقة مقارب الحديث ‏ ‏وأبو غالب ‏ ‏اسمه ‏ ‏حزور ‏
      تحفة الأحوذي بشرح جامع الترمذي قَوْلُهُ : ( كَانُوا عَلَيْهِ ) ‏أَيْ عَلَى الْهُدَى ‏( إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ) ‏أَيْ أُعْطُوهُ وَهُوَ حَالٌ مُقَدَّرَةٌ وَالْمُسْتَثْنَى مِنْهُ أَعَمُّ عَامِّ الْأَحْوَالِ وَصَاحِبُهَا الضَّمِيرُ الْمُسْتَتِرُ فِي خَبَرِ كَانَ , وَالْمَعْنَى مَا كَانَ ضَلَالَتُهُمْ وَوُقُوعُهُمْ فِي الْكُفْرِ إِلَّا بِسَبَبِ الْجِدَالِ وَهُوَ الْخُصُومَةُ بِالْبَاطِلِ مَعَ نَبِيِّهِمْ وَطَلَبِ الْمُعْجِزَةِ مِنْهُ عِنَادًا أَوْ جُحُودًا , وَقِيلَ مُقَابَلَةُ الْحُجَّةِ بِالْحُجَّةِ , وَقِيلَ الْمُرَادُ هُنَا الْعِنَادُ وَالْمُرَادُ فِي الْقُرْآنِ ضَرْبُ بَعْضِهِ بِبَعْضٍ لِتَرْوِيجِ مَذَاهِبِهِمْ وَآرَاءِ مَشَايِخِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ لَهُمْ نُصْرَةٌ عَلَى مَا هُوَ الْحَقُّ وَذَلِكَ مُحَرَّمٌ لَا الْمُنَاظَرَةُ لِغَرَضٍ صَحِيحٍ كَإِظْهَارِ الْحَقِّ فَإِنَّهُ فَرْضُ كِفَايَةٍ ‏( ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) ‏أَيْ اِسْتِشْهَادًا عَلَى مَا قَرَّرَهُ ‏( { مَا ضَرَبُوهُ } ) ‏أَيْ هَذَا الْمَثَلَ ‏( { لَك } ) ‏يَا مُحَمَّدُ وَهُوَ قَوْلُهُمْ أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ , أَرَادُوا بِالْآلِهَةِ هُنَا الْمَلَائِكَةَ يَعْنِي الْمَلَائِكَةُ خَيْرٌ أَمْ عِيسَى يُرِيدُونَ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ خَيْرٌ مِنْ عِيسَى فَإِذَا عَبَدَتْ النَّصَارَى عِيسَى فَنَحْنُ نَعْبُدُ الْمَلَائِكَةَ أَيْ مَا قَالُوا ذَلِكَ الْقَوْلَ ‏( { إِلَّا جَدَلًا } ) ‏أَيْ إِلَّا لِمُخَاصَمَتِك وَإِيذَائِك بِالْبَاطِلِ لَا لِطَلَبِ الْحَقِّ , كَذَا قَالَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ . قَالَ الْقَارِي : وَالْأَصَحُّ فِي مَعْنَى الْآيَةِ أَنَّ اِبْنَ الزِّبَعْرَى جَادَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى : { إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ } آلِهَتُنَا أَيْ الْأَصْنَامُ خَيْرٌ عِنْدَك أَمْ عِيسَى فَإِنْ كَانَ فِي النَّارِ فَلْتَكُنْ آلِهَتُنَا مَعَهُ , وَأَمَّا الْجَوَابُ عَنْ هَذِهِ الشُّبْهَةِ . فَأَوَّلًا – أَنَّ مَا لِغَيْرِ ذَوِي الْعُقُولِ فَالْإِشْكَالُ نَشَأَ عَنْ الْجَهْلِ بِالْقَوَاعِدِ الْعَرَبِيَّةِ , وَثَانِيًا – أَنَّ عِيسَى وَالْمَلَائِكَةَ خُصُّوا عَنْ هَذَا بِقَوْلِهِ تَعَالَى : { إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَى أُولَئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ } اِنْتَهَى . ‏
      ‏قُلْت : اِبْنُ الزِّبَعْرَى بِكَسْرِ الزَّايِ الْمُعْجَمَةِ وَفَتْحِ الْبَاءِ الْمُوَحَّدَةِ وَسُكُونِ الْعَيْنِ وَالرَّاءِ الْمُهْمَلَةِ وَالْأَلِفِ الْمَقْصُورَةِ قَالَ الشِّهَابُ : اِبْنُ الزِّبَعْرَى هُوَ عَبْدُ اللَّهِ الصَّحَابِيُّ الْمَشْهُورُ وَهَذِهِ الْقِصَّةُ عَلَى تَقْدِيرِ صِحَّتِهَا كَانَتْ قَبْلَ إِسْلَامِهِ كَذَا فِي فَتْحِ الْبَيَانِ ‏
      ‏{ بَلْ هُمْ } ‏
      ‏أَيْ الْكُفَّارُ ‏
      ‏{ قَوْمٌ خَصِمُونَ } ‏
      ‏أَيْ كَثِيرُ الْخُصُومَةِ . ‏
      ‏قَوْلُهُ : ( هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ) ‏
      ‏وَأَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ وَالْحَاكِمُ وَابْنُ جَرِيرٍ ‏
      ‏( إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ حَجَّاجِ بْنِ دِينَارٍ ) ‏
      ‏قَالَ الْحَافِظُ اِبْنُ كَثِيرٍ بَعْدَ نَقْلِ كَلَامِ التِّرْمِذِيِّ هَذَا مَا لَفْظُهُ : كَذَا قَالَ التِّرْمِذِيُّ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِزِيَادَةٍ فَذَكَرَهُ . ‏
      ‏قَوْلُهُ : ( وَأَبُو غَالِبٍ اِسْمُهُ حَزَوَّرُ ) ‏
      ‏بِفَتْحِ أَوَّلِهِ وَالزَّايِ وَتَشْدِيدِ الْوَاوِ وَآخِرُهُ رَاءٌ . ‏

      adakah qoul yang mengatakan bahwa munadhoroh/diskusi untuk idhharilhaq dilarang??
      Sedangkan dawuh imam Ghozali yang memberikan bab khusus tentang afat al munadhoroh dalam kitab Ihya ulumuddin maka kita tidak boleh langsung menelan mentah2.. beliau al Imam Ghozali bagi kami adalah pribadi yang sangat alim bahkan kami menjuluki beliau dengan HUJJATUL ISLAM.
      contoh; Yang namanya pisau dapur, pisau buah ataupun pedang ketika dipegang oleh anak kecil pasti sangat berbahaya… tapi kalau dipegang oleh ahlinya maka pisau tersebut memang sangat penting guna mencapai tujuan yang haq
      sehingga menurut pengamatan saya, seseorang yang mempelajari Kitab Ihya Ulumuddin harus sudah mumpuni dalam bidang ilmu agama, bahkan di pesantren kecil kami didawuhi guru kami yang insyaAlloh begini ” santri2 seng durung Aliyah gak oleh melu ngaji kitab ihya” (santri2 yang belum tingkat Aliyah tidak boleh ikut mempelajari kItab Ihya) dan ada juga kiyai kami yang dawuh “sedoyo santri dipun larang ngaos kitab engkang dereng pangkatipun” (semua santri dilarang mempelajari buku yang belum tingkatannya)..
      Wallohu ‘alam

  84. @ abu ja’far silahka sampean buka link yang saya kasih.. insyaAlloh sampean akan faham apa yang dilakukan teman2 aswaja di sini..

  85. @ Abu Ja’far dan teman2 wahabi semuanya, ada beberapa hal yang harus antum dan teman2 antum ketahui:

    1) Diskusi yang dilakukan di blog ini adalah dalam rangka mengikuti perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, yaitu “… Tawassau bil haq wa tawassau bis shobri…” (Saling menasehati dalam kebenaran), dan hadits nabi (Generasi terbaik adalah generasiku, kemudian sesudahnya, kemudian sesudahnya…), intinya nabi berpesan ikutilah pemahamanku yang aku ajarkan melalui sahabat dan ulama2 yang SANAD dan MATAN keilmuannya terjaga sampai Rasululloh SAW…

    Teman-teman Aswaja disini hanya menyampaikan argumen yang benar (shohih), dan jelas (shorih) dengan landasan SANAD dan MATAN keilmuan yang kuat sebagaimana yang diajarkan Rasululloh SAW, Para Sahabat, melalui imam2 Mu’tabar dan ulama2 yang alim dan sholih…

    Bukankah sebaiknya “Qulil haq walau kana umuron..” jika melihat suatu kesalahan dan ketidak sesuaian, agar orang bisa melihat yang haq?

    Perhatikan dengan mata hati dan pikiran jernih yang Allah karunikan untuk antum semua agar melihat kebenaran (Hidayah-Nya):
    – Bagaimana Akidah 3 Wahabi diluruskan oleh Akidah yang benar dengan dalil yang kuat (MATAN DAN SANAD yang kuat), sehingga gugurlah pemahaman akidah 3 tersebut?
    – Bagaimana konsep bid’ah Wahabi sangat kontradiktif ketika dihadapkan dengan konsep Bid’ah Ahlussunnah yang benar (pemahaman imam2 mazhab)? lagi-lagi gugurlah pemahaman bid’ah wahabi tersebut?
    – Bagaimana semua yang disunnahkan Nabi (ziarah kubur, istighosah, dsb) diharamkan oleh pemahaman wahabi, tapi diluruskan dengan dalil yang shohih dan shorih oleh teman2 Ahlussunah di sini? lalu gugurlah pemahaman wahabi tsb… (padahal wahabilah yang berkoar “paling menjaga sunnah”

    Teringat perkataan Imam Al-Ghazali, mereka yang beramal tanpa ilmu itu tertolak…. Jadi perkataan antum::

    “Subhanallah…saudara2 memang luar biasa dlm berdebat tapi ingatlah bahwa berdebat itu akan mengeraskan hati. Apa yang antum niatkan untuk saling menasihati akan tidak sampai sasaran. Lebih baik tinggalkan. ..karena agama ini bukan untuk diperdebatkan tetapi dipahami dan diamalkan sebagaimana golongan termulia dan dijamin syurga sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasul Muhammad (ed Ind) ” sebaik-baik generasi adalah generasiku (para sahabat) kemudian yang mengikuti generasi sahabat (tabi’in) kemudian generasi yang berikutnya (tabi’ut tabi’in)”

    BERARTI: Antum harus banyak belajar lagi tentang Agama yang mulia ini secara benar (dari guru yang benar) dan Kaffah (tidak sepotong2).
    Perhatikan bagaimana Al-Imam yang agung Abul Hasan Al-Asy’ari dan Al-Imam Abu Manshur Al-maturidi yang mengalahkan pemahaman mu’tazilah dan mujassimah musyabbihah lainnya lewat pendapat2nya beliau dikatakan debat yang harus ditingggalkan? lalu bagaimana pula dengan Sayyidina Ali kw, yang mengalahkan pendapatnya kaum khawarij dikatakan debat yang haram?
    Cobalah pelajari agama ini dengan lebih terbuka, lihatlah pendapat ulama2 mutabar yang MATAN DAN SANAD keilmuannya terjaga sd Rasululloh SAW… karena lewat SANAD lah kesucian agama ini Allah jaga dari intervensi pihak2 yang tidak bertanggungjawab…

    Pesannya sederhana, Jangan jadi muqollid pemahaman2 ulama2 wahabi saja… coba lihatlah pendapat ulama2 Ahlussunnah yang SANAD dan MATAN keilmuannya terjaga sd Rasul yang Mulia…

    2) Banyak dari koment-koment teman2 wahabi menunjukkan bahwa penguasaan ilmunya masih terbatas sehingga pertanyaan2nya masih sifatnya mendasar. Jadinya agak lucu koq yang suka menyalahkan tapi standar dan kapasitas keilmuannya masih rendah.

    Mungkin pesannya utk teman2 wahabi, banyak belajarlah dan niatkan dengan hati yang bersih dan jauh dari sifat ujub dan sombong sehingga mudah2an Allah bukakan pintu hidayahnya untuk antum semua… dan cari ilmulah dari semua ulama setelah itu antum pikirkan dengan hati yang jernih dan akal yang sehat untuk memilih mana ulama2 yang pemahamannya MATAN dan SANADnya sesuai dengan pemahaman Rasululloh SAW…

  86. Yuyu menuduh kaum wahabi itu ilmunya terbatas. Tp kalau dari gaya tulisan yuyu yg diatas dibaca, maka akan bisa ditarik kesimpulan kl yg terbatas ilmu itu..ya…dia sendiri.
    Tulisannya aja belepotan begini…apalagi ilmunya..
    Enggak apa2 juga sih belepotan krn itu urusannya sendiri …. tapi jangan bilang orang lainyg enggak ‘ngelmu’ dong..

  87. @Ummu hasanah

    Untuk membuktikan Imam Nawawi dan Imam Ibnu Hajar al Asqalani, ahlussunah versi asy’ariyyah atau ahlussunah versi tajsim dan tasybih salafi wahabi sederhana sekali.

    1. ada tidak pernyataan kedua imam tersebut yg mencela takwil?
    2. ada tidak pernyataan kedua imam tersebut, yang secara tegas menyatakan Allah swt. bersemayam di langit, ‘arasy dsb?

  88. RENUNGAN UNTUK KITA BERSAMA
    Dewasa ini timbul pendapat pada sebagian
    masyarakat kita mengatakan bahwa ilmu-ilmu
    dalam Islam dapat dipelajari sendiri tanpa
    harus memiliki sanad. Ironisnya, kelompok ini
    dalam praktek belajar ilmu-ilmu agama hanya
    terpaku kepada selebaran, buletin, jurnal,
    browsing internet, secara virtual , dan berbagai
    media elektronik lainnya. Betul, kita tindak
    mengingkari ada banyak nilai-nilai positif dari
    media teknologi yang di manapun dan
    kapanpun dapat kita “nikmati”, sebagaimana
    kita juga tidak bisa menutup mata dari sisi-sisi
    negatifnya. Seharusnya, kita tetap
    memposisikan media teknologi informasi
    tersebut murni sebagai pembawa “Informasi”
    yang sangat butuh kepada klarifikasi
    (tabayyun) , tidak menjadikannya guru utama
    (guru besar), atau menjadikannya sebagai
    rujukan apapun dalam segala pengetahuan,
    termasuk ilmu-ilmu agama. Kita semua yakin
    bahwa media internet dengan segala konten di
    dalamnya mengandung berbagai sisi baik, juga
    mengandung sisi buruk. Kalau boleh sedikit
    “kasar” kami menyebutnya laksana tong
    sampah; di dalamnya apapun ada.
    Sesungguhnya, seorang yang memiliki sanad
    maka berarti ia dapat
    mempertanggungjawabkan kebenaran cara
    beragama yang dipraktekannya. Sikap apriori
    dari beberapa kelompok masyarakat kita yang
    “anti” terhadap naskah-naskah klasik (Kitab
    Kuning) tidak lain adalah karena didasarkan
    kepada hawa nafsu belaka dan karena mereka
    sendiri tidak memiliki sanad dalam keilmuan
    dan dalam cara beragama mereka.
    Ada pula sebagian orang pada masyarakat
    kita mengatakan bahwa mereka tidak butuh
    kepada pendapat para ulama terdahulu dengan
    alasan bahwa mereka sendiri telah dapat
    memahami teks-teks syari’at. Bahkan
    terkadang ungkapan mereka ini diselingi
    dengan “caci maki” terhadap para imam
    madzhab empat, atau terhadap para ulama
    terkemuka lainnya. Biasanya mereka membuat
    propaganda dengan slogan-slogan “ngawur”, seperti: “Kami tidak membutuhkan
    madzhab”, atau: “Madzhab kami hanya al-
    Qur’an dan Sunnah”, atau kadang mereka
    berkata: “ Nahnu Rijâlun Wa Hum Rijâlun (Kita
    manusia dan mereka –para ulama– juga
    manusia)”, atau: “Sumber kita murni; al-Qur’an
    dan Sunnah, kita tidak mengambil dari karya-
    karya para ulama (kitab kuning)”. Bahkan ada
    yang lebih parah dari itu semua dengan
    mengatakan bahwa ILMU YANG TELAH DIBUKUKAN ULAMA2 KLASIK SEPERTI NAHWU, SHOROF, MANTHIQ, BALAGHOH, USHUL. FIQIH adalah BID’AH DLOLALAH. Na’udzu
    Billah. Perkataan orang-orang semacam ini
    justru menegaskan bahwa mereka tidak paham
    terhadap kandungan al-Qur’an dan Sunnah.
    Segala praktek ibadah dan keyakinan orang-
    orang semacam ini patut dipertanyakan. Dari
    manakah mereka memahami teks-teks syari’at?
    Siapakah yang telah membawa teks-teks
    syari’at tersebut hingga turun kepada mereka?
    Atau kita mulai dengan pertanyaan sederhana
    ini; “Apakah mereka faham bahasa Arab?”,
    “Apakah mereka hafal dan faham ayat-ayat
    dan hadits ahkam dengan berbagai aspek di
    dalamnya; semisal ‘am khash, mutlaq
    muqayyad, nasikh mansukh, sabab an-nuzul
    dan lainnya?”, “Tahukan mereka apa definisi
    istiqro’ dan istibra’ ? Apakah
    mereka merasa lebih paham terhadap ajaran
    agama ini dibanding para ulama? Sungguh sangat “mengkhawatirkan”, jangan-jangan
    mereka yang sangat anti terhadap madzhab
    tidak mengetahui berapa rukun wudlu mengingat hal tersebut tidak dijelaskan secara shorih oleh Al Qur-an dan Al Hadist. ada sedikit cerita mengenai orang yang anti terhadap guru bahkaan dia dengan entengnya mengatakan bahwa mempelajari ilmu cukup dengan membaca, pada suatu ketika dia menemukan resep obat dan di bukunya tertulis (dalam bahasa arab) hayyatu as sauda’ (ular hitam) yang seharusnya habbatu as sauda’ (jinten hitam) walhasil akhirnya orang tersebut meninggal dunia karena kesombonganya enggan berguru.. coba kita bayangkan, padahal kesalahan tulisan hanya terjadi pada jumlah “titiknya” saja… lantas kalau kesalahan terjadi pada huruf atau mungkin bahkan lafadznya apa yang akan terjadi,???
    Wa Allah A’lam

  89. Mas Agung, sy males menjawab pertanyaan anda….percuma. Apa juga yg akan saya sampaikan..tetap tidak akan berartti apa2. Wong semuanya udah beku koq, gak ada lagi artinya pencerahan..
    Berdo’a aja …minta kepada Allah Tabarooka wa ta’ala untuk mendapat hidayah yang haqiqi…bukan hidayah yang imitasi.

    1. @ummu hasanah

      Bukannya malas anda itu. tapi anda tidak dapat membuktikan pertanyaan saya tersebut, karena kedua imam tersebut tidak anti takwil, dan menetapkan bahwa Allah swt. itu maha suci dari tempat dan arah. Itulah aqidah Imam Nawawi dan Imam Ibnu Hajar al Asqalani.

  90. Dalam Suroh Yusuf diceritakan bahwa Nabi Ya’kub AS buta, Ringkasnya Nabi Yusuf AS menyuruh saudaranya mengusapkan baju Nabi As kemuka Ayahnya agar mendapat kesembuhan, Jika hal semacam ini musyrik tentu Nabi Yusuf AS tidak melakukannya dan Nabi Ya’kub ga bakal mau di usap.

    Lalu Kenapa Nabi Yusuf AS ga langsung angkat tangan aja kepDa Allah Swt meminta kesembuhan utk orNg tuanya?..eeh malah menggunakan media / perantara baju?..

    Jelas bagi mu’min baju, obat tidak ada kuasa apapun melainkan izin Allah Swt. Ayat tersebut silahkan buka Juz 13 Ayat 93.

    Cari sendiri ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker