Inspirasi Islam

Kebohongan Konsep Jihad dan Mati Syahid Versi Non Ulama

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengimbau umat Islam tidak mempercayai konsep jihad dan mati syahid versi non ulama.

Masyarakat dihimbau tidak mempercayai konsep Jihad dan Mati Syahid versi non Ulama, jangan terjebak pada pemahaman yang salah….

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengimbau umat Islam tidak mempercayai konsep jihad dan mati syahid versi non ulama. Umat harus memastikan kebenarannya agar tak terjebak pada pemahaman yang salah mengenai pemahaman jihad dan mati syahid.

“Percaya penuh pada ulama MUI, NU, dan Muhammadiyah. Tanya ke ulama apa makna jihad dan mati syahid sesuai Al-quran dan Al-hadits. Jangan percaya konsep jihad versi non ulama karena pasti akan menyesatkan,” kata KH Nasaruddin Umar di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (5/4/2016).

Mantan Wakil Menteri Agama ini menegaskan bahwa jihad versi nonulama tidak lebih dari tindakan bunuh diri yang notabene justru dilarang oleh Islam, seperti yang dilakukan pelaku teroris dengan aksi bom bunuh diri.

BACA :  Manuskrip Al Qur'an Tertua Ditemukan Di Inggris

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan, jihad sesuai Alquran dan Hadits bukan membunuh orang. Jihad yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah untuk menghidupkan orang dan menghidupkan kemanusiaan. Menurut dia, salah besar kalau ada orang yang mengaku berjihad dengan membunuh orang, apalagi korbannya orang tidak bersalah.

Ia mencontohkan bom bunuh diri di Pakistan, Turki, Suriah, dan Baghdad beberapa waktu lalu. Korban meninggal paling banyak justru umat Islam.

banner gif 160 600 b - Kebohongan Konsep Jihad dan Mati Syahid Versi Non Ulama

“Bagaimana itu disebut jihad dan bagaimana mereka mengaku sebagai orang Islam, sementara yang mereka bunuh orang Islam juga. Jadi logika kita, kelompok teroris itu bukan jihad, tapi bunuh diri. Saya tidak tahu siapa yang ‘meracuni’ mereka,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

BACA :  Zakir Naik Sebut ISIS Telah Salah Artikan Konsep Jihad

Jihad yang benar

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mencontohkan, jihad yang benar adalah jihad yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW yang selalu berhasil dengan mengesankan. Di medan perang dan perundingan, Rasulullah selalu menang, disegani, dan diperhitungkan kawan dan lawan.

“Jihad Rasulullah lebih mengedepankan pendekatan ‘soft power’ dan lebih banyak menyelesaikan persoalan dan tantangan tanpa kekerasan,” tutur Nasaruddin Umar.

Kalau terpaksa harus melalui perang fisik terbuka, Rasulullah selalu mengingatkan pasukannya agar tidak melakukan tiga hal, yaitu tidak membunuh anak-anak dan perempuan, tidak merusak tanaman, dan tidak menghancurkan rumah-rumah ibadah musuh.
“Kalau musuh sudah angkat tangan, apalagi kalau telah bersyahadat, tidak boleh lagi diganggu,” terang Professor Nasaruddin Umar, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini.

BACA :  Sejak Dulu Makam Nabi Muhammad Memang Akan Dibongkar Wahabi

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menerangkan, konsep jihad ada empat. Pertama niat, kedua usaha, yang dilanjutkan dengan logika yang masuk akal alias tidak boleh nekat, sedangkan keempat harus dikonfirmasi ke batin (mujahadah).

“Kalau jihad itu tidak masuk akal atau tidak dikonfirmasi ke batin, itu jelas bukan jihad. Bahkan bila jihad dilakukan dalam pengertian ngawur, itu sama saja dengan bunuh diri atau konyol,” kata KH Nasaruddin Umar.   (al/metrotvnews.com)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker