Berita Arab Saudi

Kebangkrutan Arab Saudi Akan Picu Rakyat Marah dan Memberontak

Kebangkrutan Arab Saudi akan picu rakyat Saudi marah dan memberontak, akankah kerajaan Arab Saudi runtuh secepatnya?

Islam-Institute, RIYADH  – Untuk menghemat pengeluaran, Arab Saudi mulai memotong sebagian subsidi energi, dan mengurangi proyek pembangunan yang tak diperlukan. Menurut data yang diumumkan Arab Saudi, kerajaan itu terimbas harga minyak internasional yang menurun selama satu tahun lebih. Proporsi pendapatan minyak Arab Saudi tahun ini menurun tajam, sedangkan defisit keuangan mencapai 97,9 miliar dolar AS.

Harga minyak internasional tahun ini menurun sampai titik terendah selama hampir 11 tahun. Sebagai pengekspor minyak terbesar di dunia, Arab Saudi mengalami dampak serius. Sebelumnya, pada saat harga minyak tinggi, pendapatan minyak mencapai 90% atau lebih dari pada pendapatan total yang diperoleh kerajaan. Sedangkan menurut data yang diumumkan pemerintah Arab Saudi pada awal pekan ini, pendapatan total Arab Saudi pada tahun ini mencapai sekitar 162 miliar dolar AS, lebih rendah 15% dari pada yang diramalkan. Tidak main-main, proporsi pendapatan minyak kerajaan Arab Saudi menurun hingga 73%.

BACA :  Wahabi dan Barat Hancurkan Negeri Muslim dengan Isu Sektarian

Untuk menghadapi tekanan defisit akibat harga minyak yang rendah, pemerintah Arab Saudi menyatakan akan memeriksa sejumlah proyek pemerintah, apakah ada yang tak diperlukan. Menurut laporan sebelumnya, Arab Saudi akan menaikkan tingkat pajak pendapatan bagi minuman dan tembakau, siap memungut pajak nilai tambahan dengan berkoordinasi dengan negara-negara Teluk lainnya.

banner gif 160 600 b - Kebangkrutan Arab Saudi Akan Picu Rakyat Marah dan Memberontak

Dalam wawancara Press TV dengan penulis “Big Oil & Their Bankers in the Persian Gulf”, Dean Henderson, untuk membahas defisit anggaran Arab Saudi, Rabu (30/12/15), dikatakan bahwa defisit anggaran yang terjadi bisa memicu potensi konflik rakyat melawan pemerintah kerajaan.

BACA :  Tragedi Mina, Konspirasi Untuk Gulingkan Putra Mahkota

Dean Henderson mengatakan bahwa pada dasarnya ada dua Arab Saudi, satu sisi adalah Saudi yang merupakan keluarga kerajaan dan dipimpin Raja Salman bin Abdul Aziz, yang menurutnya sangat tidak populer di kalangan keluarga al-Saud, dan sisi lainnya adalah Saudi yang berarti rakyat Saudi itu sendiri.

Dalam pandangannya, para pejabat Saudi tidak akan membiarkan defisit anggaran yang terjadi memeras keluarga kerajaan, mereka akan tetap berusaha memperoleh keuntungan dari aset keuangan yang luas.

BACA :  Tentara Yaman Tangkap 48 Tentara dan 2 Intellijen Saudi di Najran

Menurutnya, penghematan besar-besaran nantinya akan diberlakukan para pejabat Saudi itu kepada rakyat mereka sendiri dengan memotong subsidi bahan bakar dan barang-barang lainnya guna menutup defisit anggaran. Hal ini akan bisa menimbulkan kemarahan masyarakat dan mendorong mereka untuk melawan pemerintah.

“Kebijakan luar negeri Riyadh, khususnya dalam pendanaan kelompok-kelompok teror ekstrim seperti Daesh atau al-Qaeda telah membuat marah rakyat Saudi,” ungkap Henderson menambahkan bahwa tekanan ekonomi di masa depan akibat defisit anggaran akan membuat kesabaran rakyat habis dan mendorong mereka untuk membentuk beberapa gerakan sosial dan politik dalam menghadapi rezim “Medieval” mereka sendiri.  (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker