Sosok & Tokoh

Kasus Dugaan Penipuan Ustaz Yusuf Mansur Dihentikan

Penyidik menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), sebab laporan itu dinilai tidak cukup alat buktinya.

Kasus Dugaan Penipuan Ustaz Yusuf Mansur Dihentikan Polda Jawa Timur. Polda Jatim menghentikan perkara sangkaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor Ustaz Yusuf Mansur. Penyidik menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), sebab laporan itu dinilai tidak cukup alat buktinya.

“Setelah gelar perkara untuk perkara dengan pelapor Bakuma dan terlapor Ustaz Yusuf Mansur, hasil keputusannya ialah tidak cukup bukti. Sehingga, kita mengambil keputusan untuk dapat dihentikan penyidikannya.” Kata Kepala Subdit Harda Bangtah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur AKBP Yudhistira, Minggu (30/9/2017).

Ustaz Yusuf Mansur diadukan* ke Polda Jatim oleh jamaahnya melewati* kuasa pelapor, Sudarso Arief Bakuma, pada Kamis (15/6/2017) lalu. Laporan itu* dengan tanda bukti lapor nomor LP/742/VI/2017/UM/SPKT Polda Jatim, tentang sangkaan* tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Dalam kasus sangkaan investasi pembangunan Kondotel Moya yang dianggap bodong itu, polisi sudah mengecek 16 saksi. Mulai dari saksi pelapor, saksi terlapor sampai saksi ahli. Penyidik pun sudah memeriksa ke tempat pembangunan kondotel tersebut. Dari pemeriksaan tersebut, polisi memang menemukan adanya rencana pembangunan. Namun, proses pembangunan itu terhenti sebab kekurangan modal.

Penyidik Subdit Harda Bangtah sudah mengerjakan gelar perkara sampai sebanyak tiga kali. Gelar perkara yang terkahir kalinya pada Kamis (28/9/2017) lalu. Dan menyimpulkan kasus sangkaan penipuan dan penggelapan ini di-SP3.

“Gelar perkara sudah beberapa kali, ditetapkan tidak cukup bukti unsur pidananya,” katanya.

BACA :  Grand Syaikh Al-Azhar: Sunni dan Syiah Adalah Bersaudara

Perkara yang dituduhkan ke Ustadz Yusuf Mansur sangat minim bukti

Yudhistira menambahkan, penyidik pun tidak menemukan kendala untuk menyelidiki permasalahan tersebut. Dari sekian banyak alat bukti yang dikumpulkan, perkara tersebut sangat minim bukti, sampai-sampai tidak dapat diteruskan hingga ke proses penyidikan dan penetapana tersangka.

“Tidak terdapat kesulitan. Setelah kita teliti, ini ialah error in personal. Tidak terdapat hubungan antara pelapor dengan terlapor Ustaz Yusuf Mansur. Karena tidak cukup bukti, dengan kata lain kita SP3. Kita hentikan penyidikannya,” tandasnya.

Kuasa korban yang mengadukan perkara ini, Sudarso Arief Bakuma, menyatakan belum menerima surat resmi SP3 dari Polda Jatim.

“Kalau benar di-SP3, kami akan mengamati alasan-alasan polisi sesudah menerima pengumuman secara resmi. Setelah itu kami bakal mengambil sikap atau penyelesaian yang bakal ditempuh selanjutnya,” ujarnya.

Kemungkinan tahapan yang bakal ditempuh, lanjut dia, dapat melalui upaya praperadilan atau mengadukan perkara ini ke Mabes Polri.

banner gif 160 600 b - Kasus Dugaan Penipuan Ustaz Yusuf Mansur Dihentikan

“Polisi me*stinya melihat permasalahan ini sebagai masalah penting. Apalagi sekarang tidak sedikit terungkap kasus-kasus penipuan investasi yang berkedok agama. Seperti dalam perkara yang kami laporkan ini. Polisi me*stinya lebih proaktif dalam penyidikan. Jangan menantikan sampai muncul banyak korban lalu kemudian baru diproses yang benar,” ucapnya yang menunjukkan sikap tidak percaya dengan kinerja kepolisian.

BACA :  Cara Mendekat Kepada Para Wali Menurut Habib Umar bin Hafidz

Polisi tingkatkan status penyidikan perkara Yusuf Mansur

Sebelum dihentikannya kasus Ustadz Yusuf Mansur, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) meningkatkan status penyidikan terhadap perkara. Kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok investasi Kondominium Condotel Moya Vidi, yang melibatkan terlapor Jaman Nur Chotib atau lebih dikenal Ustaz Yusuf Mansur.

“Kami tingkatkan status dari investigasi menjadi penyidikan semenjak kami menangani perkaranya pada awal bulan Agustus lalu.” Ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Agung Yudha Wibowo ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Jumat malam.

Dalam kasus ini, Ustaz Yusuf Mansur diadukan oleh beberapa jamaahnya di Surabaya yang merasa ditipu sesudah menyerahkan hartanya. Sebenarnya untuk investasi proyek pembangunan Kondominium Condotel Moya Vidi di Yogyakarta, yang diistilahkan oleh mereka sebagai investasi sedekah.

Dalam sangkaan kasus ini, Ustaz Yusuf Mansur semenjak tahun 2012 antusias mengajak para jamaah pengajiannya guna menyalurkan sedekah. Kemudian mengajak berpartisipasi dalam investasi pada tahun 2012 dengan menjanjikan keuntungan sesudah proyek ini berjalan. Namun proyek yang dijanjikan sampai kini tidak pernah terealisasi karena pembangunan macet.

BACA :  Syiah Rafidhoh dan Sindiran Keras Habib Ali al-Jufri Kepada Mereka

Agung menjelaskan, sesudah gelar perkara dan meningkatkan status penyidikan, proses selanjutnya ialah memanggil semua pihak yang terlibat dalam perkara ini.

“Kami panggil pelapor, saksi-saksi, jika perlu memanggil ahli. Prosesnya masih panjang hingga terakhir nanti memanggil terlapor,” ujarnya .

Terpisah, kuasa korban Sudarso Arif Bakuma sebagai pelapor, mengapresiasi kinerja Polda Jatim yang telah meningkatkan status investigasi menjadi penyidikan sejak menyampaikan laporan perkara ini pada bulan Juni lalu.

Berdasarkan keterangan dari dia, dengan ditingkatkannya kedudukan perkara ini menjadi penyidikan, berarti penyidik Polda Jatim telah melihat adanya unsur pidana dalam sangkaan penipuan yang dilakukan terlapor Ustaz Yusuf Mansur.

“Kami memang telah dikabari dan mendapat surat dari Polda Jatim bahwa perkara yang kami laporkan sudah dilakukan gelar perkara dan dinaikkan statusnya menjadi penyidikan pada tanggal 4 Agustus lalu,” katanya.

Dalam proses selanjutnya, kasus dugaan penipuan Ustaz Yusuf Mansur dihentikan Polda Jawa Timur. Polda Jatim telah menghentikan perkara sangkaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor Ustaz Yusuf Mansur. Penyidik menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), sebab laporan itu dinilai tidak cukup alat buktinya.

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker