Berita Indonesia

Kalah Perang di Suriah, WNI Anggota ISIS Pulang ke Indonesia

Waspada ISIS: 100 WNI Anggota ISIS di Suriah Pulang Kampung ke Indonesia

Selain seorang anggota Polisi Jambi, ada juga seorang anggota TNI yang bergabung menjadi anggota ISIS. Identitas itu diketahui setelah mereka dikabarkan tewas dalam pertempuran melawan tentara presiden Assad. “Ada 54 orang yang sudah di sana, termasuk bom bunuh diri, mereka di antaranya anak Imam Samudra dan anak Abu Jibril. Mereka tewas dalam pertempuran di sana,” jelas Ansyaad.

 

Islam-Istitute, BANDUNG – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso meminta warga masyarakat waspada terhadap gerak-gerik mencurigakan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Saat ini, ada 100 lebih warga Indonesia anggota ISIS yang kembali ke tanah air setelah sebelumnya ikut berperang atas nama ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria).

“Mereka ada 100 orang lebih, kami terus monitor kegiatan mereka,” ujar Sutiyoso kepada wartawan usai menghadiri sidang gelar doktor Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon di bidang ilmu hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, di Graha Sanusi Unpad, Jalan Dipatiukur, Bandung, Selasa (24/11).

BACA :  Mensos Heran Kejahatan Seksual, ICMI Serukan Hukuman Mati

Sutiyoso meminta masyarakat tidak panik. Ia juga meminta masyarakat peduli dengan kewajibannya untuk ikut mengawasi gerak gerik mereka. “Masyarakat jadi mata dan telinga BIN,” katanya.

Sutiyoso berharap, kalau masyarakat melihat ada yang ganjil dan sesuatu yang aneh di lingkungan sekitarnya cepat melapor. “Jangan sudah terjadi baru lapor ke aparat. Itu tak ada gunanya. RT RW juga seharusnya melakukan aturan yang ada,” tandasnya.

Sebelumnya, Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai malah menyebutkan ada 145 orang WNI yang akan pulang dari Suriah. Mereka semua adalah pejuang untuk kelompok radikal ISIS.

“Kalau Anda melihat teroris yang menyerang di Paris itu, komando dan orangnya yang sudah pulang dari Suriah dan Irak. Di Indonesia bagaimana? Sampai sekarang ini sudah ada 145 orang jihadis internasional atau jihadis fighter yang akan pulang dari Suriah,” jelas Ansyaad dalam perbincangan di Jakarta Barat, Rabu (19/11/2015).

Ansyaad menyebutkan sudah ada empat WNI yang pulang dari Suriah dan diperiksa Satgas Antiteror. Menurut data BNPT, ada 302 WNI yang berangkat ke Suriah untuk bertempur bersama anggota ISIS lainnya. Di antara yang berangkat ke sana adalah anggota Polres Batanghari, Jambi, Brigadir Syahputra.

BACA :  Situs Islam Akan Diblokir Karena Sebarkan Paham Radikal
banner gif 160 600 b - Kalah Perang di Suriah, WNI Anggota ISIS Pulang ke Indonesia

Selain seorang anggota Polisi Jambi, ada juga seorang anggota TNI yang bergabung menjadi anggota ISIS. Identitas itu diketahui setelah mereka dikabarkan tewas dalam pertempuran melawan tentara presiden Assad. “Ada 54 orang yang sudah di sana, termasuk bom bunuh diri, mereka di antaranya anak Imam Samudra dan anak Abu Jibril. Mereka tewas dalam pertempuran di sana,” jelas Ansyaad.

Polri Sudah Antisipasi Serangan Anggota ISIS Pimpinan Santoso

Sementara itu, sebelum ini beredar video propaganda Mujahidin Indonesia Timur (MI) pimpinan Santoso alias Abu Wardah. Mereka mengancam menancapkan bendera ISIS di Istana Merdeka Jakarta dan menghancurkan Polda Metro Jaya. Polri sedang menyelidiki muasal video berdurasi 9 menit 34 detik yang disebar di akun Facebook atas nama Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo pada 22 November 2015 tersebut.

BACA :  Diserang Rusia Non Stop, Teroris ISIS Pulang Kampung

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mempersilakan Santoso meledakkan Polda Metro Jaya sesuai dengan video propagandanya yang tersebar di media sosial. “Silakan kalau mau meledakkan (Polda Metro Jaya) dan kita sudah antisipasi itu, silakan datang,” kata Kapolri saat membuka Rakorda Pilkada Serentak 2015 Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (24/11).

Badrodin menyebutkan bahwa pemerintah sudah menggelar Operasi Camar Maleo untuk mengejar Santoso, namun hingga saat ini belum juga membuahkan hasil. “Saat ini anggota sudah memburunya. Doakan saja, semoga Santoso dan jaringannya ini bisa ditemukan segera,” ujar dia.

Kapolri juga meminta masyarakat tidak terpengaruh atas video propaganda anggota ISIS tersebut. Di sisi lain, dia telah berkoordinasi dengan kepala Polda se-Indonesia untuk meningkatkan deteksi dini mencegah aksi teror.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir video propaganda tersebut di media sosial. BNPT juga berkoordinasi dengan Subdirektorat Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri untuk menindaklanjuti adanya video yang beredar luas tersebut. (al/dit/rol/viv)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker