Berita Arab Saudi

Jurnalis Saudi: Tujuan Riyadh ke Suriah Menolong Teroris di Suriah

Jurnalis Arab Saudi mengungkap niat Riyadh mengirim pasukan darat ke Suriah  tak lain hanya uintuk menolong kelompok-kelompok teroris di Suriah …

 

Islam-Institute, RIYADH  – Seorang jurnalis Arab Saudi menyatakan bahwa tujuan dari rencana Riyadh untuk mengirim pasukan darat bersama koalisi AS ke Suriah tidak lain hanyalah untuk menolong para teroris yang terdesak yang telah banyak kehilangan wilayah di provinsi Aleppo.

“Pembebasan kota strategis al-Qusayr pada Juni 2013 merupakan pukulan berat untuk pemerintah Saudi. Itu sebabnya kemudian Riyadh berusaha mencegah pembebasan Aleppo (oleh tentara suriah),” tulis jurnalis Arab Saudi, Fouad Ebrahim dalam sebuah artikel berbahasa Arab untuk surat kabar al-Akhbar, pada hari Selasa (09/02) kemarin.

BACA :  Benarkah Arab Saudi Mendekati Ajalnya ?
banner gif 160 600 b - Jurnalis Saudi: Tujuan Riyadh ke Suriah Menolong Teroris di Suriah

Menurut sang wartawan Arab Saudi tersebut, rencana pembebasan Aleppo dari kekuasaan kelompok teroris oleh Angkatan Darat Suriah dan pasukan rakyat NDF itu akan menjadi kekalahan besar bagi pemerintah Arab Saudi.

Pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya berniat untuk menyebarkan pasukan darat ke Suriah dengan alasan membantu koalisi anti-ISIS pimpinan AS.

BACA :  Kenapa Arab Saudi Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran ?

Riyadh telah menjadi anggota dari koalisi pimpinan AS yang mengklaim telah meluncurkan serangan udara terhadap Daesh (ISIS) di Suriah sejak September 2014, meski tanpa izin dari Damaskus atau PBB. Pada bulan Desember 2015, Arab Saudi membentuk sendiri koalisi 34 negara muslim dengan mengklaim hal itu sebagai upaya melawan ekstremisme Islam di suriah.

BACA :  Fakta Kerajaan Arab Saudi The Real Apartheid di Timur Tengah

Daesh atau ISIL / ISIS adalah kelompok berfaham ajaran Wahhabi, hasi pendidikan Arab Saudi dan di negara manapun telah masuk daftar hitam sebagai kelompok teroris di dunia, termasuk di Amerika Serikat dan Rusia. Tentu saja terkecuali di Arab Saudi.  (AL/ARN)

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker