Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Indonesia

Jumlah Militan ISIS Asal Indonesia Terbesar Kedua

Guitta dalam penjelasan di Twitter mengatakan, data itu sangat penting bagi keamanan Indonesia.

Waspadalah wahai rakyat Indonesia, Jumlah Militan ISIS Asal Indonesia terbesar di bawah militan ISIS asal Rusia. Info terkait jumlah militan ISIS asal Indonesia yang ditangkap di Turki ternyata berada di urutan kedua terbesar dari jumlah militan asing di ISIS. Sedangkan militan asing ISIS asal Rusia tercatat yang terbesar jumlahnya.

Data jumlah itu berasal dari statistik Kementerian Dalam Negeri Turki yang direspons sejumlah analis. Akan tetapi, data itu tidak secara jelas menyebutkan periode berapa penangkapan para militan asing tersebut. Perlu diingat bahwa di awal-awal konflik kontra teroris di Suriah, warga Arab Saudi menduduki jumlah terbesar militan asing di Suriah.

Sedangkan dari 4.957 militan asing kelompok ISIS atau Islamic State (khilafah) yang ditangkap di Turki, Rusia menduduki jumlah urutan teratas dengan 804 orang. Adapun militan ISIS asal Indonesia di urutan kedua dengan 435 miltan asing yang ditangkap di Turki.

Tidak jelasnya periode penangkapan dalam daftar stastik Turki itu akan membingungkan. Terutama bagi Indonesia yang berkepentingan menjaga keamanan wilayahnya dari para mantan militan ISIS yang kemungkinan pulang dari Irak dan Suriah.

BACA JUGA:  Cerita Unik: KH Sahal Mahfudz Pernah Di Usir Banser

Jumlah pasukan ISIS WNI yang Ditangkap di Turki Terbanyak Kedua di Dunia - Jumlah Militan ISIS Asal Indonesia Terbesar Kedua

Jumlah militan ISIS asal Indonesia dalam Periode penangkapan tahun 2015 hingga sekarang?

Olivier Guitta, CEO GlobalStrat, sebuah firma konsultasi risiko dan keamanan geopolitik, mengatakan bahwa statistik dari Kementerian Dalam Negeri Turki tersebut memang tidak menyebutkan periode penahanan yang jelas. Tapi, dia meyakini data itu merupakan periode penangkapan tahun 2015 hingga sekarang.

Guitta dalam penjelasan di Twitter mengatakan, data itu sangat penting bagi keamanan Indonesia.

”Jumlah orang Indonesia yang masuk ISIS, yang ditangkap di Turki benar-benar membingungkan dan mengejutkan karena mereka adalah nomor 2,” katanya, Jumat (14/7/2017).

Analis terorisme Sidney Jones, dari Institut Analisis Kebijakan Konflik yang berbasis di Jakarta, mengatakan bahwa sejumlah besar orang Indonesia yang ditangkap di Turki mungkin disebabkan fakta bahwa banyak perempuan dan anak-anak yang ditangkap setelah pergi bersama keluarga mereka ke Suriah.

BACA JUGA:  Muktamar NU ke-33: Asal Usul Konsep Ahlul Halli wal Aqdi

”Dalam tiga kelompok pertama yang dideportasi (ke Indonesia) pada 2017, dari total 137 individu, 79,2 persen adalah wanita dan anak-anak di bawah usia 15 tahun,” kata Sidney, yang dilansir news.com.au.

”Bila Anda mengatakan citra ‘jihadis’ adalah salah satu petempur pria tapi banyak orang Indonesia pergi bersama keluarga dengan tujuan salah arah untuk membawa anak-anak mereka ke wilayah ISIS,” lanjut Sidney.

”Unit keluarga berarti orang harus melakukan perjalanan dalam unit yang lebih besar sehingga meningkatkan kemungkinan tertangkap,” papar Sidney.

Kenapa jumlah militan ISIS asal Indonesia yang ditangkap di Turki begitu besar?

Dari berita yang beredar, Indonesia ternyata menempati peringkat kedua di dunia dalam daftar jumlah militan ISIS asal negara asing yang ditangkap di Turki. Peringkat pertama adalah militan ISIS asal Rusia.

BACA JUGA:  Benarkah ISIS Jual Organ Korban Eksekusi untuk Biaya Teror?

 

Kenapa jumlah militan ISIS asal Indonesia begitu besar jumlahnya? Menurut analis terorisme Sidney Jones seperti dikutip News.com.au, banyaknya jumlah warga Indonesia yang ditangkap di Turki? Mungkin disebabkan oleh fakta bahwa banyak wanita dan anak-anak yang ditangkap setelah pergi ke Suriah bersama keluarga mereka.

“Ketika Anda mengatakan ‘jihadis’, imej Anda adalah salah satu petempur pria. Namun banyak warga Indonesia yang pergi bersama keluarga dengan tujuan yang salah arah. Yakni membesarkan anak-anak mereka di negara yang murni Islamnya,” tutur Jones.

Tajikistan, Irak dan Prancis menduduki urutan tiga, empat dan lima

Dalam daftar penangkapan militan asing ISIS di Turki tersebut, Tajikistan, Irak dan Prancis berada di nomor tiga, empat dan lima.

Yang membuat heran, Australia tidak masuk dalam daftar statistik Turki. Meskipun kenyataannya para militan asal Australia yang bertempur di Suriah dan Irak juga banyak berasal dari negara kanguru tersebut.

 

Source

sumber

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker