Berita Indonesia

Burhanuddin Muhtadi : Jokowi Bisa Kalah Jika Abaikan Elektabilitas

Pengamat Politik: Jokowi Bisa Kalah Kalau Tidak Dongkrak Elektabilitas. Pengamat politik terkemuka IndonesiaBurhanuddin Muhtadi, menilai pasangan Jokowi-JK bisa kalah dalam pertarungan Pemilu Presiden 2014 apabila tidak berjuang mendongkrak elektabilitasnya yang terus menurun sementara elektabilitas lawannya, Prabowo-Hatta terus meningkat.

“Jokowi-Jusuf Kalla bisa kalah kalau tidak melakukan apa-apa. Dari hasil survei Indikator Politik Indonesia pada Maret sampai awal Juni, elektabilitas Jokowi menurun sedangkan Prabowo justru meningkat,” kata Burhanuddin yang juga menjabat Direktur Eksekutif Indikator politik Indonesia itu dalam Seminar Nasional “Memilih Presiden yang Pro Kelestarian Lingkungan dan HAM”, di Jakarta, Rabu.

Menurut Burhanuddin Muhtadi untuk mendongkrak tren elektabilitas yang menurun jauh lebih sulit ketimbang untuk menaikkan elektabilitas dari bawah ke atas.

BACA JUGA:  Liga Santri Nusantara (LSN), Awal Kebangkitan Sepak Bola Indonesia

“Untuk mendongkrak tren turun ini, tim Jokowi butuh energi tiga kali lipat,” terang Burhanuddin Muhtadi.

Ia mengatakan bahwa melemahnya elektabilitas Jokowi disebabkan karena beberapa hal. Menurutnya, Jokowi adalah calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang diidentikkan sebagai pemimpin jujur dan dekat dengan rakyat sedangkan Prabowo dari Partai Gerakan Indonesia Raya dianggap sebagai pemimpin yang tegas dan berwibawa.

Namun berdasarkan hasil survei Indikator politik Indonesia, lanjutnya, jumlah masyarakat yang menginginkan pemimpin jujur semakin berkurang. Pada tahun 2013 menunjukkan 60 persen masyarakat yang memilih pemimpin jujur namun pada tahun 2014 menjadi 40 persen.

“Kejujuran mengalami penurunan sebagai kriteria yang sangat penting dari capres yang menyebabkan tren Jokowi turun. Saat ini, masyarakat cenderung memilih berdasarkan persepsi terhadap capres,” jelasnya.

BACA JUGA:  Anas Urbaningrum Gagal Dijenguk oleh Puluhan Santri Krapyak

Burhanuddin Muhtadi : Kampanye Hitam Bisa Merusak Elektabilitas Jokowi

Selain itu, kampanye hitam efektif menurunkan elektabilitas Jokowi. Beberapa waktu lalu Jokowi diserang kampanye hitam menyangkut isu SARA seperti Jokowi keturunan Tionghoa dan kristen serta anti-islam.

“Kampanye hitam terkait isu Kristen dan Tionghoa ternyata efektif menurunkan elektabilitas Jokowi. Sedangkan elektabilitas Prabowo tidak terganggu dengan isu pelanggaran HAM,” ujar Burhanuddin.

Ia menjelaskan Prabowo semakin didukung kelas menengah yang tidak terpengaruh dengan isu pelanggaran HAM yang dikaitkan dengan mantan perwira TNI Angkatan Darat itu.

“Survei saat ini menunjukkan Jokowi kalah di kalangan kelas menengah. Isu tentang HAM selama empat tahun hanya naik tiga persen, kampanye HAM berjalan ditempat karena banyak orang yang tidak tahu. Ini menunjukan ada kegagalan untuk memberikan pendidikan politik pada masyarakat tentang HAM,” tutur Burhanuddin.

BACA JUGA:  Foto Hubungan Mesra Kopassus dan FPI Ternyata Foto Hoax

Dalam survei top of mind, Jokowi masih unggul namun posisi Prabowo semakin mendekat. Elektabilitas Jokowi turun dari survei bulan Maret 2014, yang saat itu mendapatkan 32,5 persen, sementara Prabowo pada saat itu baru di angka 11,4 persen. Lalu elektabilitas Jokowi turun lagi sebesar 31,8 persen sedangkan Prabowo menyusul di bawahnya dengan 19,8 persen.

“Dukungan terhadap Prabowo kuat di wilayah kota dengan tingkat pendapatan pemilih di atas Rp1 juta sedangkan benteng pertahanan Jokowi di desa,” terang Burhuddin Muhtadi.  (ummatipress – al/tp/antara)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker