Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Eropa

Jerman Peringatkan Akan Hentikan Penjualan Senjata ke Arab Saudi

Arab Saudi telah melakukan eksekusi massal terhadap 47 tahanan politik, hal ini membuat Jerman peringatkan Arab Saudi akan hentikan penjualan senjata ke kerajaan berideologi Wahabi tersebut.

 

 

Islam-Institute, BERLIN – Sigmar Gabriel, Wakil Kanselir Jerman, memberi peringatan keras kepada Arab Saudi bahwa Berlin akan mempertimbangkan kembali penjualan senjatanya ke Arab Saudi. Alasannya karena langkah Arab Saudi yang telah melakukan eksekusi massal kepada 47 orang dalam sehari pada awal tahun 2016 lalu.

BACA JUGA:  Wahabi dan Wahabisme dalam Pandangan Ulama Sunni Dunia

“Sekarang kami harus meninjau kembali apakah di masa depan kami harus mengambil sikap yang lebih kritis” pada penjualan senjata ke Arab Saudi,” ungkap Gabriel, yang juga menteri ekonomi Jerman, pada hari Senin (4/1) lalu sebagaimana diberitakan Sputnik.

Oposisi Jerman, Partai hijau dan partai sayap kiri Jerman telah meminta Berlin untuk menghentikan semua pasokan militer untuk Arab Saudi yang telah mencapai 226 juta dolar di tahun 2014.

BACA JUGA:  ISIS Serukan Serangan di Berlin dan Brussels Kacaukan Eropa

Eksekusi yang dilakukan terhadap 47 orang dalam sehari oleh Arab Saudi termasuk didalamnya seorang ulama dan kritikus kerajaan Saudi telah menimbulkan ketegangan di Timur Tengah, dan reaksi unjuk rasa di seluruh dunia.

Sputnik memberitakan bahwa tindakan Saudi itu dikecam seluruh dunia karena dianggap sebagai sebuah bentuk pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia.  (AL/ARN)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker