Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Turki

Jam Malam Sebabkan Protes Anti Erdogan Meluas di Diyarbakir

Protes Anti Erdogan meluas di Diyarbakir, bentrok besar tak terhindarkan menuntut diakhirinya jam malam yang telah melumpuhkan roda ekonomi di Diyarbakir….

 

Islam-Institute, TURKI – Bentrokan besar pecah di kota Diyarbakir setelah para pengunjuk rasa  menuntut jam malam segera diakhiri karena telah melumpuhkan ekonomi di wilayah tersebut. Kebijakan pemerintah Erdogan mengundang protes rakyat yang lapar semakin meluas di Diyarbakir.

Polisi Turki pada Rabu (2/03), dengan meriam air dan gas air mata menghentikan para demonstran yang merangsek menuju distrik Sur, demikian Anadolu melaporkan.

BACA JUGA:  Permainan Busuk Turki di Suriah Mulai Terbongkar

Laporan media setempat  mengatakan bentrokan terus terjadi di bagian tengah kota Diyarbakir, sebagian pengunjuk rasa juga terlihat membakar ban, kardus dan kemasan di tengah jalan.

Diyarbakir adalah kota yang mayoritas penduduknya orang Kurdi. Orang-orang Kurdi di Diyarbakir telah berada di bawah jam malam sejak 2 Desember tahun 2015. Selain pemberlakuan jam malam, pemerintah Turki juga melakukan tindakan represip dalam upaya membasmi tersangka dari anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di daerah itu, yang mana Turki menganggap PKK sebagai group teroris.

Bentrokan terjadi beberapa jam setelah sebuah bom meledak di pusat distrik Yenisehir, yang terletak di utara Diyarbakir. Seperti biasa para pejabat Turki menuduh PKK dibalik serangan itu. Laporan setempat mengatakan setidaknya satu orang tewas dan empat lainnya luka-luka dalam insiden itu.

BACA JUGA:  Berita Turki: Anak 13 Tahun Ditahan Karena Dituduh Hina Erdogan

Ankara telah memutuskan menghapus sebagian jam malam di Cizre, kota flashpoint yang didominasi Kurdi, tetapi untuk kota Diyarbakir akan terus diberlakukan karena kekerasan sepenuhnya belum mereda.

Warga Cizre mulai kembali pulang pada hari Rabu, namun naas mereka menemukan kehancuran bangunan dan reruntuhan rumah-rumah mereka. Mereka melarikan diri dari kota pada pertengahan Desember ketika operasi keamanan mulai diberlakukan terhadap posisi PKK.

BACA JUGA:  Robert Fisk: Erdogan Sedang Bergerak Hancurkan Turki

Tentara Turki mengatakan telah berhasil membunuh sekitar 670 anggota PKK sejak tindakan keras dimulai pada akhir Juli 2015. Para pejabat dari Partai Demokrat pro rakyat Kurdi (HDP) mengatakan bagaimanapun kebanyakan dari mereka yang tewas adalah warga sipil.

Unjuk rasa di Diyarbakir datang setelah HDP menyerukan demonstrasi di Sur untuk menuntut diakhirinya jam malam. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam ajakan tersebut, dan mengatakan itu adalah “panggilan untuk teror”. (AL/ARN)

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker