Inspirasi Islam

Ittiba’ Rasul & Penerapan Salah Kaprah Salafi yang Bisa Menyesatkan Ummat Islam

ISTILAH ITTIBA’ RASUL ADALAH BID’AH KAUM SALAFI WAHABI…!

Ittiba’ adalah menempuh jalan yang ditempuh oleh seseorang dan melakukan apa yang dilakukannya. Namun ittitiba’ dalam pemahaman kaum salafi hanyalah terbatas pada mengikuti Al-Qur’an dan Hadits secara langsung tanpa melihat pendapat para ulama Mujtahid.

 

follow - Ittiba' Rasul & Penerapan Salah Kaprah Salafi yang Bisa Menyesatkan Ummat Islam

 

Ketahuilah bahwa mengikuti Al- Qur’an dan hadits secara langsung hanya sanggup dilakukan oleh para mujtahid muthlaq seperti Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali. Karena untuk ittiba’ yang seperti itu diperlukan kemampuan untuk berijtihad. Sedangkan untuk melakukan ijtihad itu harus memenuhi syarat-syarat yang berat yang hanya dapat dipenuhi orang- orang yang sangat kuat seperti para imam madzhab. Adapun orang awam sangat sulit untuk melakukan itu. Bahkan ulama – ulama hadits sekelas ImamNawawi dan Imam ibnu Hajar Asqolani pun masih bermadzhab.

Maka mengikuti Al-Qur`an dan hadits secara langsung tidaklah wajib bagi semua orang. Bahkan ia tidak wajib bagi semua ulama.  Karena hanya mujtahid saja yang sanggup mengikuti Al-Qur`an dan hadits secara langsung. Jika ittiba’ semacam yang dimaksud salafiyyun itu wajib bagi semua orang, sedangkan tidak semua orang yang sanggup, hanya sebagian kecil saja yang sanggup, maka berapa banyak orang yang jatuh ke dalam dosa karena tidak melaksanakan kewajiban itu?

BACA JUGA:  Tuduhan Sebagai Syi'ah, Fitnah Baru Wahabi Terhadap Umat Islam

Ketahuilah bahwa ittiba’ kepada Al-Qur`an dan hadits dapat secara langsung, dan itu dapat dilakukan oleh mujtahid; dan dapat pula secara tidak langsung, yaitu dengan mengikut kepada mujtahid. Kemudian salafiyyun membedakan antara taqlid dan ittiba’ dalam pemahaman mereka. Ketahuilah bahwa dalam ushul fiqh, kita tak mengenal istilah ittiba’ , yang kita kenal adalah ijtihad dan taqlid. Istilah ittiba’  ini hanyalah istilah baru yang dibuat para salafiyyun untuk menyebut suatu keadaan di mana seseorang mengikuti pendapat seorang mujtahid dengan disertai dalil.

Pahamilah saudara-saudariku bahwa mengetahui dalil atau tidak mengetahui dalil bagi orang yang belum mencapai derajat mujtahid adalah sama. Karena dalil yang diketahuinya itu tidak dapat digunakan untuk berijtihad pula. Sedangkan orang yang tidak melakukan ijtihad, maka ia berada dalam tingkatan muqallid, yaitu orang yang taqlid. Maka jelaslah bahwa taqlid itu wajib bagi orang awam,apakah ia mengetahui dalil atau pun tidak mengetahui dalil. Sedangkan ittiba’ itu tidaklah wajib, karena ittiba’ mensyaratkan adanya pengetahuan atas dalil, dan hal ini tak semua orang dapat melakukannya.

BACA JUGA:  Memahami Dua Wasiat Rasulullah Saw Menjelang Wafat

Maka cukuplah seseorang mengikuti salah satu dari imam yang empat, karena telah diketahui bahwa Imam yang empat adalah termasuk Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan bukan dari golongan ahlul bid’ah.

Adapun yang dikhawatirkan itu adalah jatuhnya orang awam pada taqlid kepada ahlul bid’ah. Dan jika ittiba’ itu bukanlah mengikuti pendapat mujtahid dengan disertai dalil, melainkan mengikuti Al-Qur`an dan hadits secara langsung, maka hal ini lebih tidak sanggup lagi dilakukan oleh semua orang. Dan mewajibkan ittiba’ yang seperti ini adalah bid’ah dholalah.

Kemudian, mengikuti ulama mujtahid tidaklah dapat disamakan dengan mengikuti nenek-moyang yang tidak jelas sanad ilmunya. Maka dari itu, jika kau temui seorang ulama, maka lihatlah sanadnya. Jika kau tak mengetahui sanad ilmunya, maka telitilah ilmunya. Jika ilmunya tak sesuai dengan ulama yang sanad ilmunya bersambung hingga ke Rosul shollallohu ‘alayhi wa sallam, maka tinggalkan dia. Jika kau tetap mengikutinya, maka sama saja keadaanmu dengan mereka yang mengikuti nenek-moyang mereka yang sanad ilmunya tidak jelas.

BACA JUGA:  Pentingnya Kitab Kuning untuk Memahami Al-Qur’an dan al-Sunnah

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah di turunkan Allah! Mereka menjawab, (Tidak mau!) Kami hanya akan mengikuti apa yang dilakukan oleh bapak-bapak kami. Maka Allah menjawab: (Apakah mereka akan mengikuti juga) walaupun bapak-bapak mereka itu tidak mengetahui suatu apapun dan tidak mendapat petunjuk? [QS. Al-Baqarah: 170]

Demikianlah, dengan uraian singkat tentang Ittiba’ ini semoga kita tidak terkecoh lagi oleh istilah Itiba’ , sehingga kita tidak gampang-gampang mengaplikasikan istilah ini secara serampangan. Aplikasikan istilah Ittiba’  sesuai maksudnya secara proporsional sebagaimana telah dijelaskan di atas. Wallohu a’lam.

Oleh: Anwar Badruzzaman

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Ittiba' Rasul & Penerapan Salah Kaprah Salafi yang Bisa Menyesatkan Ummat Islam
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

17 thoughts on “Ittiba’ Rasul & Penerapan Salah Kaprah Salafi yang Bisa Menyesatkan Ummat Islam”

  1. Saya sering dikatain tidak ittiba’ gara2 belain tahlilan, maulidan, yasinan dll. Waktu itu saya hanya merasa aneh aja dg tuduhannya itu. Ternyata istilah ittiba’ itu hanya istilah yg keliru ya, ho ho ho……

    orang2 berpaham itu bener-bener kacau deh cara menggunakan istilah, bahkan mereka mengatakan taklid itu haram. Sunggu beda dg pemahaman muslim mayoritas tapi justru mereka bangga dg “bedanya” itu dg klaim mereka adalah GHUROBA. Bagaimana ini orang2 berbuat salah tapi gak sadar?

    1. sepertinya bukan istilah yang keliru (lihat ali imran 31), tapi cara pemahaman tentang ittiba’ yang berbeda. Wallahu a’lam

      1. Al Faqiir, saya setuju…, jadi aplikasinya yang keliru sebab menurut uraian artikel di atas ittiba’ langsung kepada Nabi saw itu tdk mungkin dilakukan oleh orang2 awam atau bahkan oleh para ilama sekalipun, kecuali para ulama madzhab yg empat yg mana mereka adalah mujtahid mutlaq.

  2. Al Faqiir…. di bawah ini QS. Ali Imran (3) : 31

    Katakanlah: Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah aku, niscaya cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuniNya dosa-dosa kamu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi penyanyang.

    Ternyata istilah ITTIBA’ diambil dari ayat ini, cuman karena salah penerapan sehingga berakibat menyesatkan …. orang2 awam bermaksud mau ittiba’ lalu belajar secara otodidak lewat qur’an dan hadits tanpa guru yg kompeten. Bisa ditebak hasilnya, gampang memvonis orang lain quburiyyun, musyrikun, kafirun, dll.

  3. Anas Malik
    Sambungan……………
    Penelitian dan Penelusuran Mohammad Sakher
    (Seseorang yang akhirnya dibantai oleh rezim Saudi karena temuannya yang menggemparkan ini)

    (Diterjemahkan secara bebas dari sebuah naskah berbahasa Arab berjudul “Aly Sa’ud, Min Aina? wa Ilaina?” yang ditulis oleh Muhammad Sakher)
    Ajaran dan doktrinnya memberikan kuasa kepada Keluarga Saudi untuk membumihanguskan kampong-kampung mereka. Mereka membunuh para suami dan anak-anak, merampas para istri, menikam perut wanita hamil, memotong tangan anak mereka dan kemudian membakar mereka!! Ditambah justifikasi doktrin faham wahabi bagi mereka untuk seenak pusernya sendiri membajak dan merampas harta penentang mereka.

    Keluarga Yahudi ini telah melakukan banyak kezaliman dibawah panji ajaran Wahabi yang dicipta oleh Mordakhai untuk menyemai benih kekejaman di hati manusia. Dinasti Yahudi telah melakukan aksi kebiadaban sejak 1163 H . Sampai-sampai mereka telah menamakan semenanjung tanah Arab dengan nama keluarga mereka (Arab Saudi) sebagai sebuah negara kepunyaan mereka ,dan semua penduduk Arab adalah hamba mereka, bekerja keras untuk kemewahan mereka (Keluarga Saudi).

    Mereka telah menghak milikkan semua kekayaan negara tersebut sebagai harta pribadi. Jika ada yang berani mengkritik undang-undang dan peraturan buatan “rezim tangan besi” Dinasti Yahudi tersebut, pihak penguasa tak segan-segan memenggal kepala pengkritik di depan khalayak. Disebutkan bahwa salah seorang puteri mereka melewati masa liburnya dengan plesiran ke Florida, Amerika Serikat bersama para pembantu dan penasihatnya. Dia menyewa 90 kamar mewah (suite) di Grand Hotel dengan tariff satu juta dolar per malam!!! Rakyat yang mencoba bersuara memprotes lawatan sang puteri yang jelas-jelas menghamburkan uang Negara akan di tembak mati dan dipenggal kepalanya!!

    Beberapa kesaksian bahwa Keluarga Saud merupakan keturunan Yahudi:

  4. Sambungan………

    Pada tahun 1960,”Sawt Al Arab”, sebuah stasiun TV di Kairo, Mesir dan satu stasiun TV Yaman di Sana`a telah mempublikasikan bahwa Keluarga Saudi adalah keturunan Yahudi.

    Raja Faisal Al-Saud pada masa itu tidak dapat menafikan bahwa keluarganya sangat berbaik hati kepada Yahudi. Bahkan di Koran Washington Post, tanggal 17 September 1969 dia menyatakan bahwa “Kami Keluarga Saud adalah saudara Yahudi. Kami tidak setuju dan menentang siapa saja dan para penguasa di Semenanjung Arab ini yang menunjukkan pertentangan terhadap Yahudi. Kita mestilah hidup bersama mereka dengan kasih sayang. Negara kami (Arab Saudi) juga merupakan cikal bakal dari keturunan Yahudi dan keturunannya telah tersebar ke seluruh dunia. Ini merupakan deklarasi Raja Faisal Al-Saud bin Abdul Aziz.

    Hafez Wahbi, seorang anggota dewan penasihat Kerajaan Saudi menyatakan dalam bukunya yang bertajuk “Semenanjung Tanah Arab” bahwa Raja Abdul Aziz Al-Saud sebelum meninggal pada tahun 1953 telah menyatakan bahwa ”Ajaran kami(paham wahabi) mendapat tentangan dari seluruh kabilah Arab. Kakek kami Saud Awal, telah memenjarakan ketua kabilah Matheer. Apabila datang ketua kabilah lainnya yang berkeinginan membebasakan ketua kabilah Matheer, Raja Saud Awal memerintahkan supaya para tentaranya memenggal kepala mereka. Bahkan Raja Saud Awal mencoba memalukan mereka dengan menjemput mereka untuk diundang makan dari tempat duduk yang dibuat dari daging mangsa yang telah dipenggal, dimana kepala-kepala mereka diletakkan diatas pinggan makanan. Rombongan tersebut menjadi sadar dan enggan memakan danging saudara mereka, kemudian dia memerintahkan para tentara untuk memenggal kepala rombongan itu juga. Tindak pidana yang sungguh bengis dan tak manusiawi ini dilakukan oleh Raja Saud Awal terhadap manusia-manusia tak berdosa hanya karena mereka menentang kebijakan despotisnya..
    BerSAMBUNG………………………….

  5. Hafez Wahbi menyatakan lebih jelas lagi bahawa Raja Abdul Aziz Al-Saud teramsuk salah satu orang yang harus bertanggung jawab dan berkaitan erat dengan drama pembantaian ketua-ketua Kabilah Matheer yang bermaksud menjenguk Faisal Al-Darweesh, salah satu tahanan Raja Saud. Dia menyeru agar warga dari Kabilah Matheer lainnya mengurungkan maksudnya untuk membebaskan pemimpin mereka, jika mereka bersikukuh mereka akan bernasib sama seperti pemimpinnya, yakni kepala mereka akan dipenggal. Dia telah membunuh Syekh tersebut dan menggunakan darahnya untuk berwudu` sebelum menunaikan shalat. Kesalahan Faisal Al-Darweesh pada waktu itu adalah mengkritik Raja Abdul Aziz Al-Saud karena Raja Saudi itu bersedia menandatangani sebuah dokumen perjanjian dengan pihak kolonial Inggris, tahun 1922 bertempat di Al-Aqeer. Dokumen perjanjian itu berisi penyerahan Negara Palestina kepada Yahudi.

    Inilah politik kebijakan Rezim ini yang masih terus diamalkan oleh Keluarga Yahudi. Kredo gerakan mereka adalah merampas harta kekayaan negara lain, merompak, menipu dan melakukan pelbagai jenis kekejaman ,kezaliman,dan kekufuran- semua itu dilakukan bekerjasama dengan agama yang mereka cipta –Wahabi- yang membenarkan pemenggalan kepala penentang mereka.

    http://www.facebook.com/groups/1OMWDI/permalink/291121540958974/

  6. si Joko Tingkir ini gak bisa bedain apa mana yg syiah mana yg bukan?

    saya jg pernah dipengaruhi dakwah salafi/wahabi disuruh mengkaji di web2 salafi/wahabi oleh seseorg. saya baca argumentasi mrk…tapi saya jg baca argumentasi dr mayoritas para ulama, saya jg belajar bgmn mayoritas ulama kita berpikiran terbuka krn mempelajari ilmu balagogh-ilmu nahwu, jd ilmunya gak asal-asalan. saya gak mau kayak katak dalam tempurung, bagaimana pun untuk mendapatkan informasi yg akurat kita mesti mempelajari dari 2 sisi…sisi dr ulama Wahabi dan sisi dr mayoritas ulama.
    yg saya tangkap, ulama wahabi rata2 salah mengartikan tulisan seseorg…makna kiasan mrk artikan scr tekstual…jadinya melenceng dr maksud si penulis tsb.

  7. Oh ya, sekalian mau tanya. menurut hadist, Imam Mahdi kelak akan memerangi bangsa Arab. Apakah ini maksudnya Arab Saudi? Karena kalau mau mengikuti jalan ulama Salaf, seharusnya sistem di Arab adalah kekhalifahan, bukannya sistem dinasti seperti skrg (dinasti: tahta scr keturunan). tidak bisa dielakkan, melihat sistem dinasti kerajaan keluarga Saud ini sdh membuktikan bhw nenek moyang Saud dahulu yg telah meruntuhkan dinasti Utsmaniyah. dan hal ini tak bisa dielakkan oleh kaum Wahabi…ini bukti sejarah yg nyata.

  8. Saya sudah lama nongkrong dan banyak belajar dari blog ini, terima kasih semuanya.
    Menurut saya inilah cara ittiba’ kepada Rasulullah saw. yang diajarkan oleh Beliau sendiri. Mohon tanggapannya.

    Kutipan (sumber:http://cahayaperjalanan.blogspot.com/2012/03/peringtan-nabi-akan-munculnya-fitnah.html)
    Syarah Shahih Muslim, Jilid. 17, NO.171.
    Dengan sedikit keraguan, Khalid bin Walīd bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, orang ini memiliki semua bekas dari ibadah-ibadah sunnahnya: matanya merah karena banyak menangis, wajahnya memiliki dua garis di atas pipinya bekas airmata yang selalu mengalir, kakinya bengkak karena lama berdiri sepanjang malam (tahajjud) dan janggut mereka pun lebat
    Rasulullah Saw menjawab : camkan makna ayat ini : qul in’kuntum tuhib’būnallāh fattabi’unī – Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-osamu. karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
    Khalid bin Walid bertanya, “Bagaimana caranya ya Rasulullah ? ” Nabi Saw menjawab,
    Jadilah orang yang ramah seperti aku, bersikaplah penuh kasih, cintai orang-orang miskin dan papa, bersikaplah lemah-lembut, penuh perhatian dan cintai saudara-saudaramu dan jadilah pelindung bagi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker