Opini Inspiratif

Isu Kebangkitan PKI: BILA MUSIM HANTU TIBA

Zastrouw Al-Ngatawi, seorang budayawan NU asal Pati ngeshare sebuah tulisan terkait Isu PKI 2017 berjudul "Bila Musim Hantu Tiba".

Isu kebangkitan PKI benar-benar telah mengusik kedamaian masyarakat Indonesia. Zastrouw Al-Ngatawi, seorang budayawan NU menyajikan pemikirannya terkait isu kebangkitan PKI tersebut. Menarik untuk disimak, bahwa Isu kebangkitan PKI menurutnya selalu muncul setiap tahun khususnya di bulan September.

Tak terkecuali tahun 2017 ini, isu kebangkitan PKI digoreng secara masif oleh sejumlah kalangan, baik oleh yang mengklaim anti PKI maupun mereka yang pro dengan PKI. Sehingga hal ini semakin memanaskan suhu politik di Indonesia menjelang tahun politik 2019.

Sampai-sampai kebanyakan masyarakat tidak menyadari DI/TII pun telah bangkit sangat nyata, namun hal ini luupt dari perhatian masyarakat Indonesia. Berikut ini tulisan Zastrouw al-Ngatawi berjudul “Bila Musim Hantu Tiba”. Sebuah tulisan menggugah kesadaran kita terkait isu-isu yang berkembang pada hari-hari belakangan ini…..

Muhasabah Kebangsaan: BILA MUSIM HANTU TIBA

Oleh: Zastrouw al-Ngatawi

Bagai musim buah yg panen setiap tahun sekali, isu kebangkitan PKI selalu muncul setiap tahun di bulan September. Khususnya minggu terakhir menjelang awal Oktober bersamaan dengan peringatan tragedi kebangsaan tahun 1965.

Sebagaimana layaknya musim panen tiba, pasti ada yg bersuka cita nenikmati hasil panen: para tengkulak dan pedagang yg memasarkan hasil panen, para calo dan juru asak (pengais sisa2 hasil panen) yg menangguk rejeki di musim panen. Tapi banyak juga yang sengsara dan menderita krn hanya menerima limbah dan sampah hasil panen.

BACA JUGA:  Kesaktian Kiai Idris Kamali Tak Pernah Kehabisan Uang

Banyak yg berpendapat bahwa Issu musiman kebangkitan PKI ini hanyalah hantu gentayangan. Meski banyak juga yg meyakini bahwa kebangkitan PKI adalah nyata, faktual dan kongkrit shg harus ditanggapi scr serius dan penuh kewaspadaan.

Jika dicermati issu PKI ini sebenarnya lebih mirip dg hantu. Hantu itu makhluk abstrak yg digunakan unt menakut2i terutama dalam suasana gelap. Meski abstrak tapi hantu diyakini ada, bahkan bbrp org ada yg pernah melihat wujudnya yg mengerikan. Dan org2 phobia biasanya lbh sering melihat sosok hantu yg menakutkan.

Sebenarnya tdk hanya hantu PKI yg bangkit dan bergentayangan di era reformasi. Dalam suasana yg penuh kebebasan dan terang benderang ini kita juga melihat bangkitnya hantu DI/TII, hantu PRRI/Permesta yg gentayangan di ruang kebangsaan Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui DI/TII, PRRI/Permesta adalah gerakan pemberontakan terhadap NKRI, seperti halnya PKI. Karena dianggap melakukan pengkhianatan terhadap NKRI maka kelompok pemberontak itu diberangus, dimatikan dan jasadnya dikubur di bawah semangat kebangsaan Indonesia yg berdasar Pancasila.

Isu Kebangkitan PKI dan Kebangkitan DI/TII

Ketika usulan pencabutan tap MPRS XXV tentang pembubaran PKI dan pelarangan ajaran Komuniseme, Marxisme dan leninisme di Indonesia dan munculnya berbagai kelompok “kiri” dianggap sebagai indikasi kebangkitan PKI, maka munculnya usulan pembentukan khilafah, usulan kembali ke Piagam Jakarta dan munculnya berbagai kelompok intoleran yg menggunakan simbol dan mengatas namakan agama sebenarnya bisa dilihat sbg indikator dan bukti yg terang benderang bangkitnya hantu DI/TII dari liang kuburnya.

BACA JUGA:  Pembantaian Guru Ngaji NU dengan Isu Kebangkitan PKI

Dalam perspektif kebangsaan, munculnya kedua issu dan gerakan tersebut sama2 membahayakan integritasi dan bangunan kebangsaan Indonesia karena sama2 mengancam dan nenggerogoti fondasi dan Indeologi negara Pancasila

Yang menarik, meski sama2 mengancam integritas bangsa, tapi hantu Komunisne lbh bayak menyedot perhatian dan menguras tenaga dibanding hantu DII/TII yg juga jelas dan nyata wujudnya. Ini terjadi karena kebangkitan hantu DII/TII dibungkus dg simbol agama.

Bisa dikatakan, hiruk pikuk dan kegaduhan yg terjadi saat ini merupakan cermin pertarungan hantu dari jasad2 pemberontak NKRI yg sdh terkubur di masa lalu. Sebagai hantu tentunya mengalami transformasi bentuk dan tampilan shg tdk sama persis dari wujudnya asalnya. Tapi ruh dan spiritnya tetap sama, mengganti dasar negara.

Hadapi hantu-hantu gentayangan dengan menjadikan Pancasila sebagai pijakan

Untuk melawan hantu2 masa lalu yg gentayangan maka cara paling efektif adalah menjadikan Pancasila sbg pijakan. Dalam merespon dan mensikapi ulah hantu2 gentayangan serta para calo yg menanfaatkannya.

BACA JUGA:  Kenapa NU Tidak Hanyut oleh Isu Kebangkitan PKI?

Ini artinya harus ada revitalisasi Pancasila melalui penyegaran (refreshment) terhadap pemahaman Pancasila yg lebih kontekstual dan fungsional. Harus diakui, di antara para hantu itu juga sedang melakukan perebutan makna dan pemahaman Pancasila. Sebagai legitimasi untuk menyembunyikan kepentingan masing-masing.

Melemahnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan titik masuk hantu2 dan membuat mereka bebas gentayangan merasuki kesadaran jiwa anak bangsa. Jika kondisi spt ini diteruskan maka bangsa ini akan terseret dalam konflik yg bisa merobek keutuhan bangsa.

Dalam hal ini rasanya kita perlu belajar dan membuka kembali secara cermat dan mendalam tentang nilai2 dan kearifan yg dicontohkan oleh para pendiri bangsa dalam merawat keberagaman.

Tanpa sikap ini, bangsa Indonesia akan terus disibukkan oleh perdebatan yg tanpa arti. Dan perdebatan seperti ini akan tetus terulang setiap musim hantu tiba. (nasional kompas)

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Isu Kebangkitan PKI: BILA MUSIM HANTU TIBA
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker