Salafi Wahabi

Isu-isu Dakwah Kaum Sempalan Penyebab Fitnah Ummat Islam

ANALISA KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN PENYEBAB KERESAHAN DAN FITNAH PERPECAHAN

Diantara kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya fitnah :

1. LEPASNYA KAUM AWAM DARI MATA RANTAI MADZHAB

Upaya memahamkan ummat Islam terhadap al qur’an dan As Sunnah adalah upaya yang mulia, namun ketika melepaskan kaum awam dari mata rantai madzhab dan para ulama yang notabene adalah tali penyambung bagi kaum awam untuk memahami agama, serta membebaskan mereka untuk mengiterpretasikan al qur’an dan as sunnah tanpa sarana yang memadahi dengan hanya bermodalkan terjemah, ibarat melepaskan orang buta ditengah hutan belantara dalam gelapnya malam tanpa adanya pemandu. Akibatnya tabrak sana tabrak sini tak terhindarkan.

Kenyataan ini melahirkan sikap-sikap yang menghawatirkan :

– Merasa pendapatnya paling sesuai dengan al qur’an dan as sunnah, karena merasa mengambil langsung dari al qur’an atau as sunnah. Padahal jika mau jujur yang tepat adalah “pandapatnya sesuai dengan al qur’an dan atau as sunnah, berdasar pemahaman guru atau ustadznya”.
– Adanya anggapan bahwa al qur’an dan as sunnah dapat difahami dengan mudah dengan hanya bermodalkan terjemah.
– Menganggap para pengikut madzhab berada dalam kesalahan karena “taqlid”, disaat yang sama untuk urusn terjemahan saja “ngekor” (ngikuti terjemah orang lain, dan tidak memiliki sarana menganalisa terjemah berupa dasar-dasar gramatika arab dan kelengkapannya).
– Sikap mudah menilai sebuah hadits, tanpa dasar-dasar ilmu ushulil hadits dan sejenisnya, akibat dari sikap ini menolak mentah-mentah hadits-hadits yang di stempel “dhoi’f” oleh ulama tertentu, tanpa memperhatikan penilaian ulama lain tentang hadits tsb.
– Mengalami kebuntuhan ketika mendapati nash-nash yang dzahirnya “mukholafah” (berselisih) atau “ta’arudh” (bertentangan), kebuntuhan ini memaksa menta’wil yang satu dengan menetapkan yang lain, sebuah upaya yang sebelumnya ditolak oleh mereka sendiri (ta’wil).
– Menuntut orang awam untuk melepaskan diri dari mata rantai madzahib, dengan tanpa sadar memaksa mereka (orang awam) mengikuti metodenya dalam memahami nash. Hal ini sama artinya dengan memaksa orang lain untuk melepaskan madzhab yang dianut dan beralih mengikuti madzhab yang dibangunnya.
– Dll

BACA JUGA:  Lanjutan..... Koreksi Buat Ustadz Firanda Wahabi Tentang Bid'ah Hasanah

2. DAKWAH DENGAN CARA DOKTRIN

Metode dakwah yang Dogmatif  (menguatkan pembenaran dengan cara menyalahkan pendapat orang lain) tidaklah sepenuhnya salah, akan tetapi ketika metode tersebut dituangkan ke dalam masalah-masalah “Khilafiyyah Furu’iyyah” justru berakibat saling menyalahkan, menyesatkan, bahkan saling mengkafirkan dst….

Di antara kelemahan metode ini ketika diterapkan pada perkara-perkara “Furu’iyyah” yang memang keluasannya memberikan ruang untuk terjadinya Khilaf (perbedaan pendapat) memiliki dampak negatif sbb:

a. Mematikan daya kritis para pelajar atau orang-orang yang menerima dakwa tsb, dengan akibat minimal mengurangi keinginan untuk mendalamai sebuah fatwa atau konten dakwah dengan lebih dalam dan luas. Dalam kasus ini dapat kita ambil satu perkara sebagai contoh :

Doktrin Tentang Sesatnya Tradisi Kenduri Kematian atau Tahlilan

Ketika doktrin dalam masalah tsb disampaikan, terlebih dibarengi berhujjah dengan kitab-kitab Syafi’iyyah semisal I’anah At Tholibin, Fatawi Ibni Hajar dll, sungguh telah mematikan daya kritis para penerima dogma tsb setidaknya dalam hal-hal yang semestinya terfikir oleh mereka, diantaranya:

Tidak terfikir oleh mereka (para penerima Dogma tsb) untuk memprtanyakan beberapa hal:

– Mungkinkah para Ulama (kiyai) se Indonesia (khususnya dari kalangan ASWAJA) dari generasi ke generasi belum mengetahui kitab-kitab tsb? Atau yang mengerti kitab-kitab tsb hanya sedikit jumlahnya hingga suaranya (pendapatnya) tidak didengar?
– Mungkinkah para Ulama (kiyai) se Indonesia (khususnya dari kalangan ASWAJA) dari generasi ke generasi telah bersepakat untuk menyesatkan ummat Islam?
– Lantas jika hal tersebut memang benar-benar munkar dan sesat, atas dasar apa mereka (para ulama) diam?

BACA JUGA:  Fakta Wahhabi: Peran Mr. Hempher dan Campur Tangan Inggris Di Balik Kelahiran Wahabisme

Pertanyaan-pertanyaan kritis seperti diatas akan meghasilkan setidaknya dua hal:

– Bagi yang memiliki dasar-dasar keilmuan akan mengkaji kembali perkara-perkara yang menjadi konten dogma dengan merujuk ke sumber-sumber kitab sebagaimana dimaksud dan juga kitab-kitab yang lain.
– Bagi yang kurang atau belum memiliki dasar-dasar keilmuan akan melakukan “TABAAYUN” (klarifikasi) kepada para kiyai yang membidangi kitab-kitab tsb.

b. Menumbuhkan rasa takut untuk tidak spendapat
c. Melahirkan pemahaman “bahwa isi atau konten dogma adalah kebenaran mutlak” sehingga tumbuh anggapan siapapun yang tidak sefaham dengan dogma tsb “harus salah” apapun hujjahnya. Sehingga menutup rapat-rapat khilafiyyah yang sesungguhnya adalah rahmat bagi ummat Islam, sepanjang tidak menyalahi dalil-dalil agama.
d. Meningkatkan semangat “Menyalahkan” terhadap orang lain yang tidak sefaham. Terlebih bagi kalangan muda yang dalam masa-masa “Tafaakhur” (masa-masa ingin membuktikan eksistensi diri).

3. ORANG-ORANG AWAM YANG TIDAK MEMILIKI KAPASITAS IKUT AMBIL BAGIAN UNTUK BERFATWA

Dalam hal ini penulis tidak perlu menjelaskan dampak negatif dari kenyataan tersebut, mengingat sebodoh-bodoh ummat Islam yang berakal pasti merasakan dampak negatif yang terjadi ketika kaum awam menghakimi amalan orang lain. Tetapi yang paling jelas akibatnya adalah terjadinya fitnah, baik terhadap kaum muslimin maupun ajaran Islam itu sendiri.

4. SIKAP YANG KURANG TEPAT DALAM MENSIKAPI FATWA

Ketahuilah bahwa fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh seorang ulama secara personal (tentunya yang memiliki kapasitas untuk berfatwa) maupun yang tergabung dalam Badan atau Lembaga yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan fatwa, semisal MUI, LBM NU, atau sejenisnya, sejauh yang diketahui penulis terbagi menjadi dua, dilihat dari konten fatwa tsb:

a. Fatwa yang berkaitan dengan perkara-perkara yang masuk kategori Ma’lumun Min ad Diin Bid Dhoruroh (perkara-perkara yang semestinya diketahui seluruh ummat Islam dan telah disepakati sejak masa Rosululloh saw hingga sekarang) seperti tentang Ke-Esa-an Alloh, kerasulan Nabi Muhammad dan keberadaannya sebagai Rosul terakhir, wajibnya sholat lima waktu dll.
Contoh: fatwa tentang “Sesatnya kelompok yang menganggap adanya nabi setelah Nabi Muhammad saw,” atau tentang “Sesatnya kelompok /aliran yang menganggap tidak wajibnya sholat lima waktu” dll. Terhadap fatwa-fatwa semacam ini semestinya ummat islam wajib menerima dan tidak boleh mengingkarinya.

BACA JUGA:  Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7

b. Fatwa yang berkaitan dengan masalah-masalah Furu’iyyah. Contoh fatwa tentang “Hukum Merokok” atau tentang “Meluruskan arah kiblat untuk masjid atau musholla yang dianggap kiblatnya kurang lurus” dan sejenisnya. Terhadap fatwa jenis ini setidaknya terdapat dua sikap dilihat dari penerima fatwa :

– Bagi mereka yang mengetahui adanya pendapat lain yang berbeda dan tentunya yang memiliki hujjah syar’iy, boleh menerima dan boleh memilih pendapat yang lain. Namun jika ia menerima fatwa tsb, tidak dibenarkan untuk menghukumi pendapat orang lain yang menolak yang sama-sama berlandas hujjah syar’iy.
– Bagi yang tidak mengetahui atau belum mengetahui sumber hukum atas perkara yang menjadi konten fatwa tsb selain dari fatwa tsb, atau bagi mereka yang hanya mengetahui hujjah yang sama dengan produk fatwa tsb, maka semestinya menerima fatwa tsb, dan tidak layak baginya menolak fatwa tsb karena hanya itulah sumber hukum yang diketahui atas masalah tsb.

5. Dan Lain-Lain

Sebab-sebab timbulnya fitnah dan perpecahan Ummat yang telah dikemukakan di atas kesemuanya adalah hasil dari campur-tangan Yahudi demi suksesnya tujuan mereka memecah-belah Ummat Islam.

Wallohu A’lam, semoga bermanfaat…

 

Oleh: Abu Hilya

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Isu-isu Dakwah Kaum Sempalan Penyebab Fitnah Ummat Islam
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

44 thoughts on “Isu-isu Dakwah Kaum Sempalan Penyebab Fitnah Ummat Islam”

  1. Al-hamdulillah ustadz Abu hilya lanjutkan ……

    sedikit tambahan point tentang kenduri arwah dan Tahlilan , tidak hanya dilakukan di Indonesia , seluruh belahan dunia Islam Ahlusunnah wal-jama`ah melakukan dua hal itu , bahkan diarab saudi pun mereka melakukan kenduri arwah dengan sebutan A`syaul walidain.

    1. Mas ahmadsyahid, alhamdulillah… kemana aja mas kok lama nggak kelihatan? saya tunggu artikel2 antum selanjutnya.

      …. Mengenai artikel di atas oleh Abu Hilya, saya sangat setuju dg kata2 penutup di akhir tulisan bahwa semua itu akibat campurtangan YAHUDI dalam doktrin2 Wahabi. Tujuannya agar ank2 muda tidak percaya lagi dg Para Ulama mu’tabar semacam Imam Syafi’i dll, terbukti mereka sering berkata “Imam Syafi’i kan manusia kan manusia biasa yg bisa salah? Walaupun kata2 ini tampak benar, tetapi su’ul adab (kurang ajar). Itulah salah satu hasil dari campur tangan YAHUDI, mengacak2 otak anak muda yg jadi korban doktrin Wahabi.

      Tentunya masih banyak akibat buruknya.

    2. Ustadz Ahmad Syahid,

      Hadirnya kembali panjenengan di forum ini sungguh menambah ketenangan bagi kami, karena kehadiran ustadz sangat kami butuhkan untuk memberikan koreksi dan meluruskan comment-comment kami yang cenderung cerboh, mengingat kapasitas keilmuan dan usia kami yang masih terlalu muda…

      untuk ustadz sekeluarga serta segenap asatidzah pejuang ASWAJA do’a kami semua, “A’aanallohu wa Iyyakum Wa Waffaqona Wa Iyyakum Ila Maa Yuhibbu Wa Yardho…”

  2. Alhamdulillah postingan nya mas @Admin.
    Semoga kaum SAWAH pada mau membaca dan belajar, agar pada pinter dan mengerti Ilmu.
    Alhamdulillah juga buat ustad @Ahmad Syahid muncul lagi, semoga dapat terus mengisi Blog ini dan ane sama temen2 rindu artikel Ilmu.
    Terima kasih ustad @Abu Hilya yang telah berkontribusi Ilmu diblog ini.
    Ane berharap sama ustad @Abu Hilya dan ustad @Ahmad Syahid, membuat artikel tentang pengertian Ushul Ilm dan Ilmu Furu’ serta penjelasannya dalam hal yang menyangkut dengan Bid’ah. Karena ane lihat koment-koment kaum SAWAH pada belum ngerti Ilmu, sehingga mereka memasukan Bid’ah yang gak jelas, kadang dalam Ushul Ilm dan kadang memasukan dalam Ilmu Furu’.

  3. Dakwaan campurtangan Yahudi disebalik gerakan Wahhaby itu barangkali ada benarnya. Pertama, Albany sendiri pernah berfatwa agar umat Islam di negara Palestin keluar dari Palestin dan menyerahkan negara itu kepada Yahudi. Kedua, Wahhaby juga pernah berkerjasama dengan British dan Amerika untuk membunuh umat Islam di Hijaz dan di Iraq. Coba lihat pendustaan Wahhaby dalam Tauhid Rububiyah-

    Wahhaby mendakwa, Orang Musyrik itu adalah Ahli Tauhid, dengan bertauhid Rububiyah. Mereka berdalilkan surah al-Zumar 38, al-Mukminun 86-87 dan semacamnya. Padahal Allah menegaskan, dakwaan mereka adalah DUSTA, dalam surah al-Zumar 3 dan al-Ankabut 61. Meraka berdusta karena mereka KALAH DEBAT. Karena memang ada DEBAT (al-Nahl 125) dan kerana “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti akan lenyap” ( Al-Israa’:81)

    Bahkan mereka berkata kepada Nabi Hud a.s, “Kami hanya boleh berkata bahawa sebagian daripada Tuhan-Tuhan kami telah mengenakanmu sesuatu penyakit gila (disebabkan engkau selalu mencaci penyembahan kami itu) (Hud 54). Sehingga Allah berfiman bermaksud, “Dan janganlah kamu mencerca benda-benda yang mereka sembah yang lain daripada Allah, kerana mereka kelak akan mencerca Allah secara melampaui batas dengan ketiadaan pengetahuan” (al-An’aam 108).

    1. @hofy
      Sejak zaman berdirinya SAWAH, kaum sufi selalu dibunuhi, dipukuli dan diasingkan gak tau kenapa ???
      Sampai Bali pun dibom, SAWAH pikir orang-orang di Bali penganut Sufi.

  4. duh…. mantab artikelnya, yah, ujung-ujungnya adfalah Yahudi yg menyusup secara halus dalam doktrin2 Wahabi, hasilnya luar biasa, kaum muda muslim yg kurang ilmu menjadi su’ul adab atau kurang ajar kepada para Ulama di luar golongan Wahabi. masa Imam ghozali juga dibling sesat, kalau bukan Wahabi mana ada yg kurang ajar seperti itu?

  5. postingannya mantap mas admin,emang sesuai kenyataan begitulah adanya kaum wahabi yg suka membid’ahkan amalan2 muslim lain padahal semua amalan seperti tahlilan,muludan dll ada hujjahnya tp tetap aja mereka ngotot membid’ahkan,trs menurut mereka semua bid’ah adalah sesat dan masuk neraka ,rasanya sadis banget. trima kasih ilmunya .

  6. masa iya…..???,keterangan sudah jelas seperti ini,temen2 simpatisan SaWah masih saja ngga’ Faham,…atau mungkin pura2 tidak faham,…Ummati:aku bangga padamu,….lanjutkan!

  7. artikel semacam inilah yg dimaksud sebagai buih-buih, tak ada artinya jika dibandingkan dakwah haq Ahlussunnah waljamaah Assalafiyah. Sangat mudah dipatahkan, karena tanpa dalil samasekali. mana dalilnya?

    1. @Kunjungan Awal
      Waduh istilah baru nih Ahlussunnah waljamaah Assalafiyah dari mana dalilnya?
      Yah “karena tanpa dalil samasekali. mana dalilnya?”, itu sih alasan kuno, disebutin dalilnya sampai 1000 Hujjah hadist juga gak bakalan mempan diterima, lha wong hatinya sudah tertutup.

    2. @ kunjungan awal silahkan sampaikan sanggahannya dengan lengkap (katanya sangat mudah dipatahkan) tapi dgn catatan harus nyambung ya dgn isi artikel

      1. Ucep & shofy,
        ngomong apa ente2?
        tidakkah pernah kalian dengar: Biarkan anjing menggonggong dakwah Salafiyah (ahlussunnah waljamaah yg murni) tetap berlalu, gitu aja repot? karena dakwah salafiyah adalah satu2nya dakwah yg haq. yg lain buih-buih aja.

        1. @Kunjungan Awal
          “ahlussunnah waljamaah yg murni” yang bagaimana ?, Coba ente pikir ya, adakah DALIL Ayat atau Sunnah yang menyuruh TAUHID DIBAGI TIGA, apakah ini bukan penyelewengan Aqidah ????.
          Coba ente jelaskan ke temen disini, dimana murninya, gembar-gembor nya kembali kepemurnian tauhid, tapi Tauhid di bagi 3, jadi dimana murninya ??????

  8. Waaahhh…. pada kemana ini kaum wahabinya, kok si Kunjungan Awal dibiarin berkicau kayak burung srikatan?

    Ibnu Suradi, Ibnu Abi Irfan, Dufal, Yusuf Ibrohim, Donpay, Abu Umar, Abu Jahal, dll…. kemana kalian? Bantuin teman antum ini si kunjung awal, kasihan si Kunjungan Awal sepertinya keder dia, atau panik lihat wahabisme yg ngawur dalam dakwahnya dikoreksi tuntas di sini?

    1. @ibn abdul chair
      “salafi itu membatasi diri dari berdebat yang gak mutu kayak begini”, diskusi yang bermutu bagaimana ???, coba ente ambil judul terus temen-temen sama ente diskusi disini, supaya bermutu menurut ente ????

    2. ibnu abd khoir@

      Masak sih kayak gitu? Emangnya pada berani Wahabi berdebat dg Aswaja di tingkat yg lebih tinggi dan lebih bermutu? Di tempat yg kata nte nggak mutu begini aja pada nggak berani nongol, takut ditelanjangi kesesatan paham nte-nte pada ya? maaf…. Emang nte berani debat sama ane? Ane siap debat dg nte baik secara langsung atau cukup di sini. oke bro?

      Ini benar lho, ini tanntangan ane khusus buat nte, berani? Mengenai tema apa aja boleh dah, boleh tema tauhid dan akidah, boleh tema-tema syari’ah, nte berani? kalau berani biar Mas Admin Ummati bikin “gelanggang debatnya”.

      Mas Admin@
      Tolong kalau Ibnu abd khoir berani, bikinkan postingan khusus buat ane sama dia berdebat di sini. Saya benar2 kebakaran jenggot nih dg kesombongan dia. Syukron Mas Admin.

      1. Mas Yanto Jenggot
        Dijamin gak akan ada yang berani …! Wong modal ilmu copy paste. Jangankan awamnya, Ustadznya pun ga bakalan berani. Apalagi yang namanya Ibnu Suradi … bohon melulu ….. soalnya modal copy-paste langsung ditelan. Udah gitu hadits diartikan semaunya …

        1. Mas Bima,
          ya mas, kita tunggu tanggapan Ibnu Abd Chair apakah keberaniannya juga sebesar kesombongannya.

          Dan menurut saya apa yg didiskusikan oleh teman2 Umamti di sini itu sangat bermutu, tidak ada blog atau website Wahabi yg berani buka-bukaan seperti di sini, dan kalau mau mengungkap kebenaran itu syaratnya harus berani terbuka seperti yg selama ini disuguhkan oleh Ummati. Saya beberapa kali komnet2 di blog2 Wahabi tidak ada yg muncul, apa seperti itu yg bermutu? Bagi saya yg seperti itu namanya pengecut, berani posting artikel tapi tidak berani dikomentari.

  9. Assalamualaikum…Wr Wb
    Dengan rahmat Allah diiringi keberkahan Ilmu Para Alim Ulama yg dibawa oleh aulia Illah terus sampai kepada Sayidina Muhammad SAW mudah2an kita di alam dunia,alam kubur,di alam akherat dan sampai di alam penuh keluhuran (syurga) selalu di payungi dengan Keridhoan Allah yg dibawa dengan Syafaat Baginda Nabi Mulya Muhammad SAW amin ya robbal A’lamin…

    heheheh… gak seru ahhh… nyimak komennya.. yg dateng orang2an sawah (kunjungan Awal) yg cetek ilmunya emang orang2an sawah ( wadah ahli bid’ah dolalah = WAHABI dodol ) kayak ikan lele di sumur muter2 aja disitu nanya mana dalilnya tapi gak paham akan makna dari dalil tersebut ,,,, pindah dulu ahh ke blognya Abu Salafy…

    buat admin ana izin nyimak di blog ini ,(karena ana selalu nyimak dari artikel2 dan komen2 Ustad2 nya yg penuh dengan keluhuran Ilmu Masya Allah zeeenn…!!! (sambil Acung 2 Jempol ) dan untuk seluruh ASWAJA mudah2an kita semua diberikan cahaya2 kebahagian dan cahaya2 keimanan dan anak ketrunan kita tetap memegang panji2 kecintaan kepada Allah dan baginda nabi besar nabi mulya Muhammad SAW (sholuu allaaa Muhammad…..!!!!) dan Untuk Para WAHABI yg kayak ikan lele di sumur mudah2 hati Antum sekalian di pancarkan cahaya2 Taufiq dan hidayah …..agar tidak menjadi Perusak Agama Allah, perusak perkataan Nabi Muhammad SAW, perusak Kitab Allah (alquran) karena kedangkalan Ilmu dalam hal penafsiran , dan perusak dengan menjauhkan pemuda2 dari kecintaan nya kepada Ahli Ulama akhirnya menjauhkan pemuda2 dari kecintaan nya terhadap rosululloh karena Su’ul adab terhadap ulama2 dengan menukil dan merubah2 kitab2 ulama salafusholihin dan dengan akal akalan disertai fitnahnya dengan memakai nama SALAFY utk mengecoh dari pada orang awam dan memecah belah umat muslim karena mengkedepankan hawa nafsunya untuk berhujjah … memang bumi ini sudah sepuh…. sudah sering sakit2an … sudah mulai pelan jalanya ….sedikit demi sedikit keberkahan diangkat oleh Allah SWT dengan meninggalnya para Alim Ulama (Al Hafiz,Al Hujjah,Al Musnid ,ahlusunnah Waljamahh yaa …bukan WAHABI, Kalau wahabi bukan Alim Ulama tapi RABBI ( rabbi Muhammad Nashiruddin Al-Albani , rabbi ben baz, rabbi muhammad ben abdul wahab dan kroni2nya).

    Yaa Allah …perbanyaklah generasi2 cikal bakal menjadi Alim Ulama Ahlusunnah wal jamaah yg selalu dinaungi dengan Cinta kepada Mu ya Allah dan cinta Akan kekasih Mu ya Allah mengharap Keridhoan Mu ya Allah dan jauhkan kami dari fitnah yg datang nya dari najd … jauhkan kami dari kecelakaan yg di bawa finah dari Najd …. dan jauhkan keturunan2 kami dari fitnah yg datang nya dari Najd (WAHABI) ,,,dan mudah2an dengan keridhoan Mu Ya Allah .. jadikan pencinta2 sayidi rosul dan Alim Ulama di blog ini khususnya para ustadz dan admin serta seluruh Aswaja selalu dilimpahkan pemahaman akan ayat Quran dan hadis rosululloh dan selalu membawa keberkahan baik tutur kata, pendengaran dan penglihatan dan langkah tujuanya.. dan mudah2an para Sekte dari Najd (wahabi) kembali kepada jalan yg benar… YA Allah bi mu’zizati suratul fatihah wabi syafaati sayidina rosululloh wabi karomati , bibarkati wabi hurmati aulia illah insya Allah hasil maqosidana …. alfatihah…

    Assalamualaikum Wr WB

    Naufal (cucunya Pangeran Achmad Djaketra)

  10. Ini pencerahan tambahan lagi sebab yg saya lihat perpecahan mulai nampak, dengan dakwah salafi dimesjid tertentu lingkungan agak tidak sepaham dalam bermasarakat sosial dan terbukti teman se jama’ah sholat,ngaji, ber olahrga, bertetangga ,ngumpul . eh sekaranh menjadikan mengasingkan diri dan hanya mau berkumpul dengan majelis mereka sendiri dan berubah penampilan yg exlusive ,dan rata mereka ini baru mendekatkan diri ke majelis and sudah lah meeka tak akan menghadiri majelis selain dari mereka ….mudah2 an lebih banyak belajar yang lebih lurus mengikuti mazhab 4 ini yg sudah dipakai umat Islam Dunia sejak 1000 tahun yang lalu amien.

  11. Ini kisah nyata, terjadi sebelum dzuhur, hari Selasa yang lalu.

    Bubaran kajian, saya melihat ada seorang Bapak yang sdh cukup berumur agak kesulitan cari kendaraan umum. saya berinisiatif utk mengajaknya. Setelah mengucapkan salam dan berkenalan, dia bercerita tentang dirinya. “Saya dari Grobogan Mas, Purwodadi”. ” Saya ikut kajian Salafi belum lama mas, kurang dari setahun”.
    “Alhamdulillah, sekarang saya lebih tentrem”. Sebelumnya saya Nahdliyin”. “Istri saya belum lama meninggal, bulan dua kemaren”. Saya menimpali “Oh maaf pak kalau begitu”. “Endak pa2 mas, Saya bersyukur karena istri saya telah lurus aqidahnya.
    (Untuk menjaga ukhuwah dengan ikhwah fillah dari nahddliyin – saya tdk ingin melanjutkan cerita Bapak tadi tentang pengalaman sebelumnya – maaf)

    1. Ibn Abd Chair@

      Antum kok pandai sekali mengarang Cerita dari mana ilmunya Mas? Jujur dah, saya tidak percaya dg cerita antum, sebab setahu saya kaum Wahabi itu memang suka banget ngarang cerita bohong demi membela apa yg diyakininya, jika sudah kehabisan dalil. Begini saja, berani enggak antum bersumpah disambar petir jika cerita antum ternyata cerita bohong?

      Kenapa saya minta antum bersumpah disambar petir, sebab kalau sumpah dg Wallohi, demi Allah itu sudah biasa diucapkan oleh orang2 Wahabi seakan sumpah yg demikian sebagai mainan saja. Makanya saya minta antum “SUMPAH SAMBAR PAETIR”, biar saya bisa percaya. Antum berani? Kalau berani saya akan percaya cerita antum, hehe… 😆 😆 😆 😆

      Ohya, baru ngeh saya ternyata antum bercerita bohong ini sebagai trik menghindari tantangan @Mas Yanto ya?

  12. Ini ada kisah nyata nih ….

    Saya bertemu dengan teman dari Kedutaan Palestina di Beijing di suatu acara Resepsi National Day Korea Selatan di kedimanan Duta Besar Korea Selatan di Beijing pada 31 Oktober 2012. Setelah bersalaman dan saling menanyakan kabar, teman Palestina menanyakan dimana saya sholat Idul Adha Jum’at lalu, karena dia tidak bertemu saya di Masjid Kedubes Sudan saat Idul Adha, sebagaimana setiap sholat Jum’at. Saya jawab, sholat di Masjid Niujie. Kemudian saya ceritakan sedikit perbedaan dengan Mazhab Syaf’i’i. Lalu teman tersebut juga bercerita mayoritas di Palestina bermazhab Syafi’i.
    Iseng-iseng saya tanya pendapat dia tentang SALAFI. Betapa terkejut saya mendengar pendapatnya yang sangat spontan. Mau tahu apa kata dia? DIA BILANG, SALAFI SAMA DENGAN AL-QAEDAH, PERUSAK ISLAM. Karena penasaran, saya tanya lagi. Bagaimana dengan Arab Saudi? DIA BILANG, ARAB SAUDI YA AL-QAEDA YA ISRAEL YA SAMA-SAMA ANTEK AMERIKA. Wah … kalau diceritakan sangat panjang.

    Wahai Saudaraku. Kalau Salafi berkembang di Indonesia, maka nasib Indonesia akan sama dengan negara-negara Islam di Timur Tengah. Maukah negara yang ramah ini hancur lebur berkeping-keping oleh tingkah laku Salafi?

    1. Mas Bima, kalau cerita antum ini saya sangat percaya, sangat kelihatan kejujuran ceritanya.

      Tapi kalau cerita Abd Chair itu sangat kelihatan dustanya, cerita hanya untuk membela kesesatannya. Terbukti dia nggak berani SUMPAH SAMBAR PETIR. Coba kalau disuruh sumpah WALLOHI, pasti kan cepat dia berteriak lantang dan bersumpah “WALLOHI”, sumpah Wallohi dipakai mainan, itu sudah biasa di kalangan kaum sesat Wahabi.

      1. @Mas Alvin Albani
        Nih ada kisang nyata lagi nih Mas. Saya pernah tanya kepada Ustadz Wahabi dalam acara tanya-jawab setelah Beilau Ceramah. Saya bertanya sbb.: “Bolehkah bersumpah Demi Allah atas pernyataan kita yang bohong?” DIA JAWAB : “BOLEH. DENGAN ALASAN, LEBIH BAIK BERSUMPAH DEMI ALLAH WALAUPUN BERBOHONG, DARIPADA BERSUMPAH ATAS NAMA SELAIN ALLAH”. Menurutnya, bersumpah dengan selain nama Allah adalah syirik, sedangkan bersumpah atas nama Allah walaupun berbohong, tidak syirik. Jangan-jangan benar yang dikatakan Mas Alvin Albani.

        1. Mas Bima,

          Astaghfirulloh…. Terjawablah sudah sekarang apa yg mengganjal dalam benak pikiran saya yaitu mengenai Orang2 Wahabi Hobby banget bersumpah, Wallohi, wallohi, wallohi…. rupanya itu yg mendasarinya kenapa sumpah DEMI ALLAH itu seakan “Barang Mainan”. Maka oleh sebab itulah Mas, saya minta kpd Abdul Chair untuk “Sumpah Sambar gledek”, karenma saya tahu orang2 Wahabi itu lebih takut kpd Gledek daripa Allah Swt.

          Kisah nyata, di radio Ibrahim FM milik Salafy Wahabi yg berlokasi di Jatimakmur Pondok gede Bekasi, setiap jam diputar itu ajaran agar selamat dari sambaran petir. Ini ifo beneran saya dengar sendiri, lho mas.

  13. @alvin,
    udah saya bilang bahwa saya gak mau berdebat disini krn saya melihat cara-cara pengambilan dalil di blog ini terlalu banyak tahrif-nya.

  14. Iya mas, sy lagi bejar iqro 4.

    kalau mau tanya-tanya, jgn ama saya mas…. emangnya boleh org yg ngaku ahlussunah bertanya tentang agama sama pengikut assalafush-sholih = al firqotunnajiyah = athoifatul manshuroh = al ghuroba = al qudwah sholihah ?

    1. Masak sih, “assalafush-sholih = al firqotunnajiyah = athoifatul manshuroh = al ghuroba = al qudwah sholihah” kok muncul dari Najd?

      Yang muncul dari Najd (Arab Su’udiy) bukankah “dua tanduk setan” yg menjadi fitnah Islam di akhir zaman? Bukankah itu Wahabi, mas Bro? Lihatlah paham sempalannya selalu menjadi fitnah di tengah2 kaum muslimin sejak pertama kalai kemunculannya.

  15. Awalnya, org yg paling tidak bisa menerima dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah kaum Syi’ah, kemudian diikuti dgn yg lain – yg mirip2 dgnnya spt, kaum sufi dan penyembah qubur.
    Coba lihat foto2 dari ali khaimeni, Rafsanjani dan Khoimeni laknatullah itu sama apa enggak ama foto2 di kolom ketiga pd perbandingan yg dibuat di blog ini. Sama khan?

    1. @ibn abdul chair
      “Awalnya, org yg paling tidak bisa menerima dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab”.
      Bukankah yang paling pertama tidak bisa menerima dan menentang ajaran “Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab” adalah Bapaknya sendiri Syeikh Abdul Wahab, kemudian yang kedua Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahab kakak kandungnya, pegimana nih.
      Ente lihat di Kitab :
      As-Shawaiqul Al-Ilahiyyah Fi Ar-Raddi ‘Ala Al-Wahhabiyah karangan Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahab.
      Kemudian diperjelas dan sangat jelas oleh Mufti Mekkah dalam Kitab :
      Kitab DURARUSSANIYAH FI RADDI ALA WAHABIYAH karangan Syeikhul Islam Allamah Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’i.

  16. ibn abdul chair says:
    November 2, 2012 at 7:32 am
    Awalnya, org yg paling tidak bisa menerima dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah kaum Syi’ah, kemudian diikuti dgn yg lain – yg mirip2 dgnnya spt, kaum sufi dan penyembah qubur.
    Coba lihat foto2 dari ali khaimeni, Rafsanjani dan Khoimeni laknatullah itu sama apa enggak ama foto2 di kolom ketiga pd perbandingan yg dibuat di blog ini. Sama khan?

    Reply
    =========
    ucep says:
    November 2, 2012 at 8:17 am
    @ibn abdul chair
    “Awalnya, org yg paling tidak bisa menerima dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab”.
    Bukankah yang paling pertama tidak bisa menerima dan menentang ajaran “Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab” adalah Bapaknya sendiri Syeikh Abdul Wahab, kemudian yang kedua Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahab kakak kandungnya, pegimana nih.
    Ente lihat di Kitab :
    As-Shawaiqul Al-Ilahiyyah Fi Ar-Raddi ‘Ala Al-Wahhabiyah karangan Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahab.
    Kemudian diperjelas dan sangat jelas oleh Mufti Mekkah dalam Kitab :
    Kitab DURARUSSANIYAH FI RADDI ALA WAHABIYAH karangan Syeikhul Islam Allamah Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’i.

    Reply
    ==============
    Yah, ada yang yang belum ambil referensi kitab yang ditunjukkan mas ucep rupanya…..hehehe

  17. Bagaimana mau tahu rang baru Iqro4 , mereka jangan pasang tanggalan kalender ada gambar Masjid ada orang berdoa tidak boleh , apalagi foto sendiri apa lukisan pemandangan yg katenye menyaingi ciptaan Allah, masih banyak dah yang Salafi tidak boleh,tidak boleh, dan padahal kalender sindinya yang Hijzi;rah itu sudah Bid;ah , mana ada jaman Rasul pakai tanggalan Hijraah, memang lucu Fatwa dan pemahamannya , ini terbukti…

  18. Wah seru nih ‘debat’ nya jadinya ana mau ngikutin terus nih, tapi sebagai orang awam terlebih dulu ana mau nanya sama pengelola acara ‘debat’ ini apa dan siapa sih yang dimaksud ASWAJA? Kriterianya apa seseorang atau kelompok bisa dikategorikan ASWAJA? Tolong penjelasannya sehingga saya engga salah menilai orang/kelompok lain. Trims ya bro!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker