Timur Tengah

Penggal Wartawan AS, ISIS Minta Tebusan Rp 1,5 T

ISIS Minta Tebusan Rp 1,5 T Sebelum Penggal James Foley sang Wartawan AS. Inggris Tengah Menyelidiki Algojo ISIS Pemenggal Kepala Wartawan AS yang Diduga Warga London. Nasib James Foley, wartawan asal Amerika Serikat,  berakhir tragis,  pada 22/8/2014.

Jurnalis Global Post dan AFP itu dikabarkan tewas dipenggal oleh anggota kelompok ekstremis garis keras Islamic State of Iraq and Syria. Hal itu dilakukan sebagai seruan agar AS menghentikan serangan udara ke markas militan tersebut.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Global Post Philip Balboni, ISIS sempat meminta uang tebusan senilai US$ 132 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun kepada pihak keluarga agar ia bisa dibebaskan. James Foley diketahui telah diculik sejak 2012.

“Awalnya sempat meminta uang, tapi pada akhirnya, pekan lalu mengeluarkan ancaman untuk membunuh Foley,” ujar Balhoni kepada CNN, yang dimuat Jumat (22/8/2014).

Juru bicara Kementerian Pertahanan AS John Kirby mengatakan pihaknya telah berusaha keras mencari dan membebaskan James Foley sebelum ia dikabarkan telah tewas dipenggal algojo ISIS. Pasukan elite AS diterjunkan ke Irak untuk menemukan si juru warta, namun gagal.

banner 2 2 - Penggal Wartawan AS, ISIS Minta Tebusan Rp 1,5 T

“Sayangnya, misi kami gagal, karena sandera tidak ada di lokasi yang kami duga sebelumnya,” ujar Kirby.

Siapa Algojo ISIS Pemenggal Kepala Wartawan AS ?

Dalam video berjudul “A Message to America”, terlihat sang jurnalis yang mengenakan pakaian oranye berlutut di samping pria bersenjata yang mengenakan pakaian dan topeng hitam.

Militan bertopeng, yang mengidentifikasi dirinya sebagai anggota ISIS. Dia mengatakan kematian James Foley adalah pembalasan atas serangan AS ke Irak ke basis militan ISIS. Setelah ia bicara, pria itu mulai memotong leher tawanannya sebelum video memudar menjadi hitam. Jasad sang wartawan kemudian terlihat terbaring di tanah.

Belum diketahui apakah video tersebut asli atau palsu. Biro Investigasi Federal AS (FBI) tengah menyelidikinya.

Sementara pihak intelijen Inggris tengah menyelidiki dugaan bahwa algojo ISIS pemenggal wartawan AS adalah warga London berdasarkan asken bicara yang terlontar dari mulutnya.

Inggris juga berencana menurunkan pasukan militernya ke Irak. Hal ini sebagai upaya untuk membawa pulang sejumlah warga negara mereka yang diduga menjadi anggota ISIS. (ummatipress/al/berbagai sumber)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker