Berita Suriah

ISIS Asal Arab Saudi Paling Bernafsu Beli Tawanan Wanita

ISIS asal Arab Saudi paling bernafsu beli tawanan wanita untuk dijadika budak pemuas nafsu. Anggota ISIS berasal dari Tunisia menduduki urutan kedua paling bernafsu setelah Arab Saudi dalam daftar pembelian terbanyak para tawanan gadis Yazidi Irak …

 

Islam-Institute, ARAB SAUDI – Apakah ISIS itu mewakili Islam, jelas tidak. ISIS sejak menduduki sebagian wilayah Irak dan Suriah, dengan konyolnya mencoba menggoda para pembesar dunia untuk mau datang kepadanya, melalui pemajangan para tawanan gadis Irak yang dijual di pasar budak.

Kantor berita di Rusia “Sputnik” membongkar dan menunjukkan siapa dari para pembesar yang paling keranjingan untuk datang ke pasar perbudakan sebagaimana yang terjadi dalam sejarah di zaman jahiliah. Mereka datang untuk membeli para tawanan gadis Irak yang mayoritas adalah etnis Yazidi. ISIS menjadikan mereka sebagai selir dan dianggap sebagai barang rampasan perang, setelah sebelumnya orang tua mereka dibantai di depan mata mereka.

BACA :  Arab Saudi Provokasi Iran dengan Eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr

Salah satu figur paling menonjol yang berhasil membebaskan para tawanan gadis Yazidi dari cengkraman ISIS adalah Abu Sujak Danabi. Dia mengungkapkan pengalamannya kepada “Sputnik”, Sabtu (26/12). Bahwa para anggota ISIS dari negara Teluk memiliki kecendrungan lebih untuk membeli para tawanan gadis Irak dan  mereka saling bertukar perempuan saat mengalami kebosanan.

Abu Sujak Danabi menjelaskan, “Anggota ISIS berasal dari Arab Saudi menduduki peringkat pertama dalam daftar  pembelian terbanyak para tawanan gadis Yazidi Irak. Oleh karena itu kenapa warga Arab Saudi sangat banyak yang bergabung dengan ISIS hanya karena ingin bisa melampiaskan nafsu bejatnya untuk mendapatkan para tawanan wanita itu.”

BACA :  Pengungsi Suriah Pulang Kampung, Terima Kasih Assad
banner gif 160 600 b - ISIS Asal Arab Saudi Paling Bernafsu Beli Tawanan Wanita

Abu Sujak menjelaskan bahwa orang-orang Arab Saudi paling banyak bergabung dengan elemen ISIS dan paling keranjingan melakukan hubungan seks dengan gadis Yazidi yang ditawan, karena mereka adalah orang-orang kaya dan memiliki sumber keuangan yang cukup untuk bisa membeli dan mendapatkan satu hingga dua tawanan gadis atau bahkan lebih.

Abu Sujak Danabi juga mengatakan bahwa begitu besarnya kekayaan para anggota ISIS yang berasal dari Arab Saudi membuat mereka mampu melakukan pertukaran tawanan gadis Yazidi. Dan itu dilakukan setiap kali mereka merasa bosan, atau mereka pergi lagi untuk mencari dan membeli tawanan gadis yang baru dari rekan mereka yang berada dalam organisasi teroris ISIS tersebut.

BACA :  Rusia Tetap Akan Dukung Suriah Memerangi ISIS

Sementara itu para anggota ISIS berasal dari Tunisia menduduki urutan kedua paling bernafsu setelah Arab Saudi dalam daftar pembelian terbanyak para tawanan gadis Yazidi Irak untuk dijadikan budak nafsu atau gadis  simpanan.

Abu Sujak Danabi juga mencatat bahwa anggota ISIS yang berasal dari Libya menduduki peringkat yang sama dengan para anggota yang berasal dari Tunisia. Dan peringkat berikutnya diduduki oleh Mesir dan negara lainnya yang datang dari beberapa negara Islam dan Eropa serta Amerika.

Organisasi teroris ISIS seringkali melakukan pelecehan seksual dan fisik terhadap para tawanan gadis Yazidi Irak di setiap harinya. Hal ini bertujuan agar para lelaki dari keluarga para tawanan itu mau untuk bergabung dan bertempur di wilayah Irak dan Suriah.  (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker