Berita Terkini

ISIS Ancam Serang Arab Saudi Hanya Sandiwara ?

Benarkah ISIS Serius Ancam Serang Arab Saudi, atau Ini Hanya Sandiwara ? Arab Saudi telah mengumumkan terbentuknya koalisi Islam melawan teroris, Apakah Ini Juga sandiwara?

 

Islam-Institute, RAQQA – Keberadaan ISIS tak lepas dari dukungan Senjata dan dana dari Arab Saudi. Tapi barui-baru ini kelompok teroris ISIS mengancam akan menyerang Arab Saudi setelah Saudi mengumumkan memimpin Koalisi Islam melawan terorisme bersama 34 negara. Tak hanya mengancam, ISIS juga meledek Arab Saudi dan negara-negara yang tergabung dalam Koalisi Islam itu dengan menyebut mereka “bodoh”.

Arab Saudi pada pekan lalu membuat “keanehan” pada dunia dengan mengumumkan pembentukan Koalisi Islam untuk memerangi teroris di sejumlah negara, termasuk kelompok ISIS. Namun, kelompok yang menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah itu tidak gentar dengan Koalisi Islam yang dipimpin Arab Saudi. Perlu dicatat, Koalisi Islam bentukan Arab Saudi ini, Indonesia tidak termasuk di dalamnya karena Indonesia menolak ajakan Arab Saudi.

BACA JUGA:  Serangan Bom Bunuh Diri Guncang Kabul, Afganistan, 42 Orang Tewas

Dalam sebuah publikasi mingguan dengan menampilkan kegiatan militernya, ISIS menyebut Arab Saudi dan Koalisi Islam 34 negara itu sebagai “orang-orang bodoh”.

Menteri Pertahanan yang juga Deputi Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mengatakan Koalisi Islam bermarkas di Riyadh. Putra Raja Salman bin Abdulaziz itu menegaskan Koalisi Islam dibentuk untuk melawan teroris di Irak, Suriah, Libya, Mesir dan Afghanistan.

Ke-34 negara itu adalah Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Turki, Chad, Togo, Tunisia, Djibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestina, Republik Federal Islam Komoro, Qatar, Cote d’Ivoire, Kuwait, Libanon, Libya, Maladewa, Mali, Malaysia, Mesir, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria dan Yaman.

BACA JUGA:  Yaman Akan Hancurkan Markas Militer Arab Saudi Seluruhnya

Namun Malaysia telah membantah bergabung dalam Koalisi Islam yang dibentuk Arab saudi tersebut. Sedangkan Pakistan yang awalnya menyangkal bergabung, pada akhirnya mengkonfirmasi setuju menjadi bagian dari Koalisi Islam.

Dalam videonya yang baru dirilis, ISIS memperingatkan Arab Saudi yang telah bekerjasama dengan koalisi ‘Tentarar Salib’ merujuk pada koalisi pimpinan Amerika Serikat. Mereka juga menantang Arab Saudi untuk menghadapi mereka di Suriah, seperti dikutip dari laman Ynet, Jumat (18/12/2015).

Di akhir video tersebut, ISIS kembali mempertontonkan aksi sadisnya dengan mengeksekusi seseorang yang diklaim telah bekerjasama dengan Arab Saudi sebagai sebuah pesan kepada para pemimpin di Riyadh.

BACA JUGA:  Perang Suriah Bikin Petinggi PBB Ini Prihatin, Rakyat Sipil Jadi Korban

Sebelum dapat ancaman ISIS yang terkesan cuma sandiwara ini, Arab Saudi sebelumnya telah mengumumkan terbentuknya Tentara Koalisi Islam melawan organisasi teroris. Kelompok ini terdiri dari 34 negara Islam dan berbasis di ibukota Arab Saudi, Riyadh.

Akan tetapi yang jadi pernyataan, benarkah kelompok teroris ISIS akan menyarang Arab Saudi yang telah membantu melahirkan ISIS? Apakah masuk akal, Arab Saudi sebagai negara yang telah mendukung ISIS dengan memberikan persenjataan, ratusan ribu mobil Toyota, perlengkapan militer, dan dukungan keuangan? Bukankah ini cuma sandiwara belaka?  (AL/ARN)

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - ISIS Ancam Serang Arab Saudi Hanya Sandiwara ?
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker