Berita Turki

Iran dan Arab Saudi Kompak Kecam Serangan Bom di Turki

TEHERAN – Iran dan Arab Saudi kompak kecam serangan bom di Turki. Serangan bom menghantam sebuah pesta pernikahan di Gaziantep, Turki. Serangan teroris itu telah memancing kecaman dari dunia internasiona. Termasuk Iran dan Arab Saudi. Biasanya kedua negara ini selalu berlawanan dengan membawa-bawa issu beda ideologi agama. Iran berideologi agama Syiah, sedangkan Arab Saudi beideologi agama Wahhabi.

Terkait mengomentari ledakan bom di turki, kedua negara yang kerap berseteru itu kompak satu suara. Mengenai serangan bom di Turki yang menelan puluhan korban jiwa tersebut kedua negara kompak bersuara. Iran dan Arab Saudi sama-sama menyebut aksi itu sebagai tindakan tidak manusiawi.

“Melakukan aksi terorisme dalam sebuah upacara pernikahan. Dan pembunuhan orang tak berdaya dari warga sipil. Sekali lagi jelas menampilkan tujuan tidak menyenangkan dan tidak manusiawi,” kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan. Seperti dilansir Xinhua pada Senin (22/8).

 

iran dan saudi kecam serangan bom di turki qVM thumb - Iran dan Arab Saudi Kompak Kecam Serangan Bom di Turki
Serangan bom di Turki di tengah resepsi pernikahan.

 

Iran dan Arab Saudi Sama-sama Sampaikan Duka Cita

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyatannya mengatakan komentarnya. Pihaknya mengecam dengan bahasa paling keras serangan bom di Turki tersebut. Selain itu, Arab Saudi juga turut menyatakan ucapan duka cita kepada keluarga dan kerabat korban dalam serangan itu.

banner 2 2 - Iran dan Arab Saudi Kompak Kecam Serangan Bom di Turki

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Rusia telah mengutarakan kecaman. Dan juga ucapan duka cita kepada keluarga dan kerabat korban. Mereka menegaskan bahwa serangan ini menunjukkan dunia internasional harus memeperkuat upaya melawan terorisme.

Dalam serangan bom di Turki itu setidaknya 50 orang tewas. Dan puluhan lainnya menderita luka-luka dalam serangan yang berlangsung Sabtu malam tersebut. Presiden Turki Tayyip Erdogan menuding ISIS sebagai pelaku serangan itu. Dan mengatakan pelaku kemungkinan seorang anak berusia 12 hingga 14 tahun.

Serangan bom di Turki memang meninmbulkan duka bagi siapa saja, bahkan banyak negara juga ikut berduka cita. Tak terkecuali Iran dan Arab Saudi.

 

Simpan

Simpan

Simpan

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker