Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Salafi Wahabi

Inilah Lanjutan Debat Terbuka Sunni VS Wahabi

Debat Terbuka Sunni VS Wahabi – Masih ingat ‘Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi‘ yang pernah dishare di blog ini beberpa bulan yang lau? Ternyata buku hebat dan ilmiyyah full fakta tersebut tidak membuat kaum Wahabi sadar. Justru membuat mereka semakin kebakaran jenggot. Ada ulama Wahabi dari Saudi Arabia yang pernah tinggal di Jember mencak-mencak dan mencoba memberi perlawanan sebisanya. Lho…. Wahabi ini gemana sih, fakta kok dilawan?

Untuk mengetahui bagaimana perlawanan Syaikh Wahabi dari Saudi Arabia tersebut anda bisa membacanya di buku terbaru karya Ustadz Muhammad Idrus Ramli. Judulnya: “DEBAT TERBUKA SUNNI vs WAHABI”. Berikut ini adalah sedikit bocoran isi buku terbut….

 Debat terbuka Sunni VS Wahabi - Inilah Lanjutan Debat Terbuka Sunni VS  Wahabi

DEBAT TERBUKA SUNNI vs WAHABI

Muhammad Idrus Ramli

Setelah “Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi” beredar, dan resensinya dimuat di situs NU-Online, sebagian kaum Wahabi merasa tersinggung dan menulis komentar di situs tersebut bahwa dari kalangan mereka ada yang bermaksud menulis bantahan. Penulis komentar di NU-Online tersebut, dengan nada mengejek juga menyatakan, bahwa dasar istighatsah yang digunakan oleh “Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi”, paling kuat adalah hadits Ibnu Umar RA yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad. Padahal menurutnya hadits Ibnu Umar RA tersebut lemah dan tidak dapat dijadikan hujjah.

BACA JUGA:  Fakta Imam Suyuti di Balik Tuduhan Sesat Oleh Kaum Salafi Wahabi

Setelah beberapa lama menunggu, ternyata bantahan yang dijanjikan oleh penulis komentar di NU-Online tersebut tidak kunjung datang, sampai Buku Pintar mengalami cetak ulang beberapa kali dan beredar luas di Tanah Air dalam waktu sekitar lima bulan. Baru tanggal 1 Juni 2011, saya menerima telephon dari KH. Muhyiddin Abdusshamad, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jember, bahwa beliau menerima kiriman majalah Qiblati – majalah Wahabi yang berkantor di Kota Malang Jawa Timur-, yang dikirim oleh Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi, ulama Wahabi dari Saudi Arabia, yang pernah tinggal di Jember beberapa tahun lalu. Setelah dibaca, ternyata majalah Qiblati edisi Rajab 1423 H/Juni 2011 M, memuat artikel bantahan Syaikh Mamduh terhadap Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi seputar kisah dialog as-Sayyid Alwiy al-Maliki dengan Syaikh Ibnu Sa’di, ulama terkemuka kaum Wahabi.

BACA JUGA:  BIOGRAFI MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB DALAM CATATAN ENCYCLOPAEDIA BRITANNICA

Setelah membaca artikel bantahan Syaikh Mamduh tersebut, KH. Muhyiddin segera mengirimkan majalah itu kepada penulis dan meminta penulis untuk meluangkan waktu untuk menulis jawaban terhadap artikel tersebut. Tentu saja penulis tidak dapat menolak permintaan beliau, karena selama ini beliau memang sangat memperhatikan keselamatan akidah kaum Muslimin, khususnya warga nahdliyyin, dari rongrongan dan ancaman ajaran-ajaran yang menyimpang dari manhaj Ahlussunnah Wal-Jama’ah.

Oleh karena itu, penulis berupaya meluangkan waktu seraya memohon pertolongan kepada Allah SWT, untuk menulis jawaban ilmiah terhadap majalah Qiblati seputar kisah populer tentang perdebatan al-Imam as-Sayyid Alwiy al-Maliki dengan Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di, agar tidak ada keraguan di kalangan kaum Muslimin bahwa ajaran Wahabi memang benar-benar ajaran batil dan harus diwaspadai. Tentu saja, dalam buku ini, penulis hanya bermaksud menanggapi pernyataan Syaikh Mamduh yang memiliki bobot ilmiah – untuk tidak mengatakan syubhat ilmiah. Sedangkan pernyataan beliau yang jauh dari bobot ilmiah dan hanya bernilai retorika belaka, penulis memilih untuk tidak melayaninya.

BACA JUGA:  Nabi Mengatakan Mayit Bisa Mendengar, Ulama Wahabi Mengingkarinya

Daftar Isi Buku “DEBAT TERBUKA SUNNI vs WAHABI

Sekapur Sirih
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAGIAN PERTAMA
Dialog Terbuka Di Masjidil Haram

BAGIAN KEDUA
Jawaban Terhadap Majalah Qiblati
Sanad Periwayatan
Matan Riwayat
Kesalahan Redaksional
Tujuan Periwayatan
Hakikat Tabaruk dan Dalil-dalilnya
Hadits-hadits Nabi r Tentang Tabaruk
Sahabat y dan Tabaruk
Ahli Hadits dan Tabaruk
Kealiman Syaikh Ibnu Sa’di
Perbandingan Antara Syaikh Ibnu Sa’di dan as-Sayyid Alwiy al-Maliki

BAGIAN KETIGA
Takhrij Hadits “Ya Muhammad”
Derajat Hadits
Bersama Kaum Wahabi
Alasan Ikhtilath
Alasan Tadlis

Daftar Referensi

Penerbit Bina ASWAJA Surabaya, 100 halaman, Rp. 12.000,-

INSYA ALLAH, BUKU  “DEBAT TERBUKA SUNNI vs WAHABI”  SUDAH BEREDAR….

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

83 thoughts on “Inilah Lanjutan Debat Terbuka Sunni VS Wahabi”

  1. Kalau seandainya seumpama di dunia Islam tidak muncul Salafy wahabi, maka sudah pasti dunia Islam akan sepi, qi qi qi…. Jadinya Ummat Islam gak punya musuh ya?

    Ummat Islam di seluruh dunia jadi punya musuh setelah munculnya Wahabi dari Najd Saudi Arabia.

    1. Betu itu itu Mbak Aryati…. Nggak ada Wahabi nggak ramai ya? Maklum lah munculnya dari Nejd, yang sudah dikatakan Nabi saw akan muncul 2 tanduk syaithon dari Nejd Arab saudi. Oh, Wahabi…. kasihan sekali bagi yg tak segera sadatr akan keadaannya sebagai tukang fitnah Islam.

    2. Betul itu itu Mbak Aryati….

      Nggak ada Wahabi nggak ramai ya? Maklum lah munculnya dari Nejd, yang sudah dikatakan Nabi saw akan muncul 2 tanduk syaithon dari Nejd Arab saudi. Oh, Wahabi…. kasihan sekali bagi yg tak segera sadar akan keadaannya sebagai tukang fitnah Islam.

    3. bthool neng..
      sayangnya dg munculnya wahabi yg selalu ngasah tanduknya.. jadi bayak darah muslimin yg tumpah..

      masih begitu.. sorga jd sepiiii.. krn mnurut mrk yg brhak masuk sorga cuma mereka..

      msh mnurut mereka2.. qite2 ni mungkin cuma bisa nonton sorga , itupun cuma dg ngintip… klw malah gk jadi penghuni neraka lho…kwkwkwkwkkwk……

    4. Benar Mbak Aryati…. tanpa Wahabi Ummat Islam akan tenteram dalam beribadah kepada Allah Swt tanpa direcoki isu-isu bid’ah dan isu2 kesyirikan yg sengaja dihembuskan kaum Yahudi lewat mulut2 Wahabiyyin. Semoga mereka dapat hidayah sehingga berhenti dari pekerjaan memfitnah Islam dan Ummat Islam, amin.

  2. Buka blog Ummati semakin asyik sambil dengar radio Al Hidayah. Bagus neh acaranya, kuping sedang nyimak sekarang oleh Habib siapa ya? Gak dengar dari awal sih?

  3. sayang prdebatan yg demikian kurang begitu efektif tuk menahan laju “FITNATUL WAHHABIYAH” krn mrk sebenarnya di”remote” oleh abu-abu as-su’udiyah yg dikantungnya penuh dg amunisi minyak-riyal-dollar. ya..tp lumayan lah, plg gak bisa melindungi aswaja dr virus2 wahabi..

    1. AS-SYAIDANI@

      Kang Ustadz AsSyaidan, habis gemana lagi dong, Salafy Wahabi gak ada yg berani debat langsung sih. Kalau ada yg berani langsung KO di awal debat. Kapok dah mereka, gak berani lagi.

      Banyak Ustadz2 muda Aswaja yg siap debat langsung terbuka kapan pun di mana pun, seperti Ustadz Buya Yahya, Muhammad Idrus Ramli, Tengku Zulkarnaen dan masih seabrek lainnya, tapi ada nggak Tokoh Salafy Wahabi yg berani? Gak ada, pada kapok mereka, beraninya cuma debat lewat tulisan. Yah…. gemana lagi cara ngadepin para pengecut Wahabi yg seperti itu?

      Mereka cuma berani adu pantat gak berani tatap muka sih? Istilah kata, mereka itu wani silit wedhi rai. Gemana dong?

  4. Sekali-sekali saya pingin lihat lagi bukti kemampuan Wahabi dalam mempertahankan argumentasinya di muka umum. Mereka biasanya mbulet setelah terpojok oleh argumentasinya sendiri. Yah, namanya kebatilan, mana bisa nggak mbulet? Mbulet dan ketahuan dustanya setelah diuber dg argumentrasinay sendiri, itulah lucunya Wahabi.

    Kenapa Wahabi lebih memilih debat lewat tulisan, karena kalau lewat tulisan kan bisa dibikin seolah2 ilmiyah dan nggak bisa dibantah secara langsung, tapi kenyataannya setelah diperiksa di depan umum ketahuan deh itu hanya rekayasa ilmiyyah alias ilmiyyah yg seolah-olah, alias ilmiyyah bohongan. Begitulah Wahabi yang saya tahu, dah terkenal demikian.

    1. @mas jenggot
      tul itu.. beraninya wahabi cuma debat lewat tulisan.. kan gak keliatan tampangnya. jadi klw di KO langsung ngacir. klw qt liat rekaman2 debat mereka baik di indonesia (di IAIN sunan ampel), di australia (Univ Mallborn), di malaysia juga di tim-teng sendiri … mereka kena upper cut smw. KO dech..

  5. Brkata Imam Nawawi (facebooker Ahlussunnah yg gigih memperjuangkan Islam dari distorsi Wahabi)

    Bismillaah….
    KAUM WAHABI ADALAH KAUM MUNAFIQ SEMUANYA, MARI KITA LAWAN AGAR AJARAN ISLAM TIDAK LAGI RUSAK GARA2 ULAH KAUM WAHABI YANG SESAT

    Kaum wahabi adl orang2 yang seolah-olah mengikuti Rasulullah, akan tetapi mereka lebih dekat dengan orang di luar Islam. Mereka itu adalah orang2 munafik yang secara dhohir kelihatan sholat, puasa dan zakat tapi mereka juga bersekongkol dg orang2 kafir untuk merusak Islam dari dalam.

    Ada pertanda yang amat jelas pada orang orang munafik tersebut, yaitu disaat umat Islam terlukai dan dibohongi mereka seolah-olah tidak tahu atau bahkan malah memancing di air keruh,sehingga keberadaannya benar-benar bagai duri didalam daging bagi muslimin.

    Untuk memperkuat fitnah yang dihembuskan mereka membungkus segala kejahatannya dengan berbagai sampul indah beraroma Islam namun didalamnya adalah segala kebusukan. Diantara yang di jadikan pembungkus fitnah kaum wahabi saat ini adl pengakuan mereka bahwa mereka adalah “SALAFI”

    Orang-orang munafik yg bertopeng “SALAFI” ini punya tujuan memecah belah umat Islam. sehingga dari mereka muncul segala FITNAH dan TIPU DAYA terhadap amalan umat2 Islam (seperti menyesatkan Maulid Nabi, Tahlilan, Hizib, dll) juga golongan utama dari umat Islam (seperti kaum sufi)

    Kejadian ini akan terus terulang sehingga ahli iman masuk surga dan para munafik dan orang kafir masuk neraka.

    Dan dizaman ini pula selalu ada dari orang-orang beriman yang senantiasa memperjuangkan agama Allah menghadapi orang2 kafir dan orang2 munafik ini.

    Kaum wahabi adl ahli fitnah yang berkedok Islam yang sepak terjangnya selalu merugikan kaum muslimin. (memang yang dimusuhi wahabi hanya kaum muslim yang istiqomah di jalan ahlussunnah)

    Saya Copas dari sini .. http://www.facebook.com/nawawi.aser/posts/1723345701488

      1. Ada juga, tapi tidak bisa berkembang, di mata masyarakat Aceh Wahabi kalah pengaruh dg Aswaja. Aswaja lebih top di Aceh, Kang Syaidan. Islam di Aceh insyaallah aman dari virus Wahabi yg bikin sesat ummat, amin….

  6. Saya pernah ikuti pembahasan Mbah Lalar tentang kesalahan dalam “cara sholat nabi” tulisan Syeh Albani kalau tidak salah mengenai beda cara sholat pria dan wanita. Mbah Lalar menyampaikan pendapat Imam Baihaqi dan Imam Syafi’i. Lalu ada salah satu pengunjung yang merujuk ke link Abu Jauza. Kemudian saya pun meluncur ke TKP. Di sana Mbak Lalar memberikan komentar ringan-ringan aza, antara lain pertanyaan “Siapa yang pernah lihat sholat Nabi? Abu Jauza dengan emosi menuduh Mbak Lalar taklid dll. Begitu juga seorang pengunjung yang bernama kalo ga salah “Anonim”, koment ga mutu banget. Jadi penasaran, bagaimana sebenarnya argumentasi Aswaja tentang ulasan Mbah Lalar tsb, untuk bantah Abu Jauza yang arogan.

    1. @bima assyafii
      Klw gak salah kitab al al bani tsb judul aslinya : Sifatu sholati An Nabi..ya seperti biasa.. menuai byk kritik.

      Bantahan atas kitab albani tsb dah ada, brjudul “TASHIHU sifati sholati An Nabi”. Klw gk salah karya : As-sayyid hasan Saqof

      1. Alhamdulillah sudah ada bantahannya, dimana ane bisa dapetin itu kitab ? atau sudah di ada dijakarta atau dipesan dimana ?
        Memang “Shifatu shalat An Nabi” / Sifat shalat Nabi karya AlBani, bukan sifat shalat Nabi, tapi sifat shalat ala Albani.

        1. @mas ucep
          Afwan akhi.. baru bisa bls komen.. he..he..he.. biasa cari nafkah dulu seharian…
          Bantahan atas kitab “Shifatu Sholati An Nabi” karya Al Bani adalah Kitab “SHOHIHU SIFATI SHOLATI AN NABI” karya Sayyid Hasan As-Saqof. Kayaknya lom terbit di indo.. untuk download link coba :
          http://www.archive.org/download/sahihsalate/sahihsalate.pdf
          dan untuk download kitab2 sunni yg cukup banyak:
          http://www.monazh.com/portal/archive/index.php?f-11.html
          emang albani lebih pinter dr Al imam As-Syafi’i RA??? kwkwkwkw.

          1. Mas @as-syaidani
            Terima kasih banyak, semoga ane bisa download.
            Memang Kitab rekayasa Shalat Albani harus ada yang bantah, karena makin membingungkan umat. sekali lagi ane terima kasih.

  7. @AS-SYAIDANI
    Terima kasih atas tanggapannya, cuma saya penasaran dengan argumentasi Mbah Lalar yang ringan-ringan dijawab secara emosi oleh Abu Jauza dan Anonim dengan kata-kata “cara pemahaman yang batil” atas pertanyaan “siapa yang pernah lihat sholat Nabi?”. Syukur-syukur kalau ada rekan-rekan Aswaja yang mau sharing di sini, termsuk bantahan dari As-Sayyid Hasan Saqof. Mudah2an menjadi ilmu yang bermanfaat.
    @Ustadz Ummati
    Terima kasih atas segala upayanya dalam membentengi aqidah Aswaja. Kalau saja “Bantahan Terhadap Ustadz Firanda” dari Ustadz Ahmad Syahid, Akhi Ibnu Al-Katiby dll, termasuk juga “cerminan seorang Firanda di antara Wahabi” (karena ternyata banyak juga intern Wahabi yang mengecam Firanda), bisa dibukukan dipublikasikan di masyarakat, pasti akan disambut baik sekaligus membuka pemahaman para awam dan syukur-syukur bisa menyadarkan yang sudah terjerumus.

  8. mas @bima assyafi’i
    Mungkin bisa sharing pertanyaan2 nya, nti kita diskusikan disini, buat team aswaja bahas, karena ane gak pernah tembus di bloq-blog nya kaum wahabiyun. Kalau ente bisa tembus, mungkin bisa ente yang masuk, ane n temen2 aswaja yang bantu jawab.
    Kitab nya albani tentang sifat shalat Nabi, merupakan rekayasa Albani, karena sangat jauh sama yang diamalkan oleh Sahabat dan tabiin, kalau abul jauza menjawab dengan emosi, itu memang sudah wataknya orang yang bodoh ilmu, ingin mempertahankan argumennya.

  9. @Akhi Ucep
    Trims atas tanggapannya. Kira-kira ceritanya begini. Mbah Lalar mengkritik kitab Albani yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan cara sholat laki2 dengan wanita, dengan mengemukakan pendapat Imam Baihaqi dan Imam Syafi’i. Hal tersebut dibantah oleh Abu Jauza di bloknya. Mbah Lalar kemudian mengomentari mana yang lebih dekat kehidupan Imam Syafi’i dengan Albani, juga pertanyaan siapa yang pernah lihat sholat Nabi? (Kok Al Bani bisa lebih tahu?), Abu Jauza cukup emosi tampaknya dengan pertanyaan2 seperti itu. Karena katanya sudah jelas hadits Nabi yang artinya “sholatlah sebagaimana aku sholat”. Menurutnya hadits tersebut berlaku umum untuk laki-laki maupun perempuan, apalagi laki2 merupakan pemimpin kaum perempuan. Anonim ikut mendukung pernyataan Abu Jauza dan menuduh cara bergama seperti Mbah Lalar adalah batil dan menjerumuskan. (Kira-kira ceritanya seperti itu). Saya ingin mendapatkan penjelasan apa benar tidak ada perbedaan cara sholat pria dan wanita. Menurut saya, dan juga Mbah Lalar (mungkin), hadits tersebut bukan satu-satunya yang menerangkan cara sholat (laki dan perempuan). Siapa tahu Syayidah Aisyah RA juga ada menceritakan khusus bagi wanita, terlebih kan tidak semua hadits sudah tercatat dalam shohih2 yang ada. Terima kasih.

    1. @bima as-safii
      “Abu Jauza cukup emosi tampaknya dengan pertanyaan2 seperti itu. Karena katanya sudah jelas hadits Nabi yang artinya “sholatlah sebagaimana aku sholat”. Menurutnya hadits tersebut berlaku umum untuk laki-laki maupun perempuan, apalagi laki2 merupakan pemimpin kaum perempuan. Anonim ikut mendukung pernyataan Abu Jauza …. Dst”

      Jawab:
      Memang hadis tersebut berlaku umum untuk laki-laki maupun perempuan dan hadist ni disebut hadist yang ‘AaM (umum). Disinilah Nampak kebodohan abu jauza al wahabi bahwa dia lupa ada hadist lain yang menghususkan (memberikan pengecualian) atas hadist “am tersebut. Abu dawud meriwayatkan dg sanad yang para perawinya terpercaya dalam kitab “Al Marasil” hal 118 cet. Muassasah Ar Risalah :
      عن يزيد بن ابي حبيب ان رسول الله صلى الله علبه وسلم مر على امراتين تصليان فقال” اذا سجدتما فضما بعض اللحم الى الارض فان المراءة ليست فى ذلك كالرجل
      “Diriwayatkan oleh yazid bin Abi hbib, sesungguhnya Rasulullah bertemu dengan dua perempuan yang sedang sholat. Lalu beliau bersabda,”Ketika kalian berdua sujud maka kumpulkanlah (dempetkanlah) sebagian daging tubuh ke bumi karena sesungguhnya wanita dalam hal itu (sujud) tidaklah sama dengan lelaki”.
      Hadist ini didukung dengan pendapat para sahabat dan tabi’in diantarannya :
      1.Ali Bin Abi thalib KW,”Ketika wanita sujud maka dempetkanlah dua pahanya” R. Ibnu abi syaibah.
      2.Ibnu Abbas RA ketika ditanya tentang sholat wanita, beliau mnjawab “Mendempetkan/ mengumpulkan”. R. Ibnu Abi syaibah
      3.Hasan basri,”wanita ketika sujud, Mendenpetkan”
      4.Imam Ahmad ketika ditanya sujud wanita,beliau mnjawab,”mendempetkan pahanya”
      5.Madzhab Imam Syafi’I … JELAS.

      Pertanyaannya..
      1.Apakah Ali Bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Hasan basri, Imam Ahmad, As-Syafi’I mmbuat hukum seenaknya?? Tidak kan??
      2.Apakah AlBani dan Abul Jauza’ lebih alim dari para shabat dan imam tersebut??

      Hem..hemm ……..albani.. albani..
      Hem..hemm abul jauza… abul jauza…

    2. Mas @bima as-syafi’i
      Biasa lah mereka-mereka selalu yang ditonjolkan sifat arogannya. Mereka selalu bilang ilmiah, tapi ilmiah yang arogan.
      Mereka bilang ilmiah kalau mengumbar hadist dan ayat al qur’an. Ini bedanya dengan aswaja, mereka sudah pada mujtahid walahpun ilmu hadistnya belum tahu atau penguasaan tafsirnya masih ompong.

  10. @Ustadz AS-SYAIDANI
    Terima kasih penjelasannya yang sangat gamblang. Jadi jelas ada perbedaan antara “cara sholat pria dan wanita”. Mbah Lalar dalam ulasannya yang mengkritik Kitab Syeh Albani, betanya “mana yang lebih alim Imam Baihaqi dengan Syeh Albani? Apalagi dibanding Imam Syafi’i ? Kalau menurut saya sih jauh lah bandingannya. Tapi tuh yang namanya Abu Jauza dalam bantahannya, tidak terima dengan pertanyaan semacam itu. Mbah Lalar bilang yang lebih mengetahui cara sholat Nabi kan orang-orang yang kehidupannya lebih dekat dengan Nabi. Sedangkan Al Bani orang belakangan, sampai akhirnya Mbah Lalar tanya emang siapa yang pernah lihat Nabi Sholat. Sekarang jadi terang benderang, mendingan ikut pendapat Sahabat dan Imam Syafi’i serta imam-imam lain yang lebih jelas kredibilitasnya. Dari Beijing, Cina melewati malam tahun baru sambil membuka Ummati and dengarin Ceramah Habibana Munzir Al Musawa begitu menyejukkan hati, semoga Allah SWT tidak mencoret kita dari daftar orang-orang yang suka dzikir dan hanya dengan kasih sayang Allah lah kita berdzikir sebagai tanda cinta kepada-Nya. Selamat Tahun Baru semoga rahmat dan berkah-Nya menaungi hari-hari kita. Amin.

  11. Luar biasa diskusi sesama Aswaja ini, ana nyimak terus sampai hari ini sangat bagus, ana jadi tambah ilmu. Ana juga semakin menyadari kekeliruan ajaran-ajaran Wahabi yg selama ini ana banggakan. Silahkan dilanjut Mas-mas semuanya. Barokallohu fikum.

    Ummati juga sangat luar biasa dengan keterbukaannya ini. Semoga sukses memperjuangkan Islam yg benar Ahlussunnah Waljama’ah, amin.

    1. Mas @abu khodijah
      Mas bagaimana pendapat Albani tentang penggantian kalimat : “assalaamu ‘alaika ayyuhannabiy” dengan “assalaamu ‘alannabiy” dalam bacaan Tahiyyat, yang ada dikitabnya albani ?
      Ente kan pernah bangga dengan ajaran2 wahabi !!!

  12. mas ucep….. abu khodijah pernah membanggakan ajaran wahabi itu kan dulu, sekarang abu khodijah sdh menyadari kesalahannya dan Insya Allah kembali ke ajaran aswaja. Kita doakan saja mas semoga tetap istiqomah

  13. @ Ucep
    Mas @ Abu Khodijah
    “Mas bagaimana pendapat Albani tentang penggantian kalimat : “assalaamu ‘alaika ayyuhannabiy” dengan “assalaamu ‘alannabiy” dalam bacaan Tahiyyat, yang ada dikitabnya albani ?
    Ente kan pernah bangga dengan ajaran2 wahabi !!!”
    As-Syaidani :
    1.Albani seakan2 mmbantah Abul Jauza yg dalam Munadloroh (debat) nya dg mbah lalar (spt kutipan mas Bima As-Syafi’i) abul jauza mengangkat Hadist “sholatlah sebagaimana aku sholat” (terjemah leterlek hadistnya “sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku Sholat”). Jadi, pertanyaan mbah lalar sudah tepat ktk menannyakan siapa yang prnah liat sholat nabi?

    Pertanyaan selanjutnnya..”bagaimana melihat nabi sholat ketika sedang membaca tahiyyat?>> hik..hik .. hik…pasti mas al bani dan mas abul jauza bingung krn gak prnah liat sholat nabi scr langsung.. apalagi mendengar beliau baca tahiyyat?? Kwkwkwk..

    2.Menurut ane, bisa jadi “INOVASI” (Bid’ah ??) mas albani tsb mmerupakan gambaran dr kreatifitasnya yg suka “merenovasi” ajaran Nabi n salafus sholih. Bukankah sudah jelas nabi mengajarkan pd kita tentang bacaan tahiyyat dg bentuk “ assalamu ALAIKA” ayyuhannabiy? (H.R Bukhori-Muslim) . begitu jga ketika Umar Bin Khattab RA mengajarkan tatacara sholat kepada khalayak diatas podium n dihadapan banyak shohabat, beliau juga mengajarkan “ assalamu ALAIKA” ayyuhannabiy? (Al Muwattho’ 1/90)
    3.Apakah al bani dan abul jauza lebih pandai dari Nabi , Sahabat,Tabiin n imam syafi’i? disinilah nampah kesembronoan (kebodohan??) albani ketika dia mengatakan kata “Alaika” yang merupakan bentuk Khitob harus dirubah menjadi Assalamu alan Nabi (bentuk Ghoibah) dengan alasan Nabi telah wafat sehingga Nabi tidak mungkin di khitobi. Pertanyaannya…Bukankah pada saat nabi masih hidup, banyak shobat yang berada ditempat yg jauh dari beliau, ketika mereka mmbaca tahiyyat juga tetap menggunakan bentuk “ assalamu ALAIKA” ayyuhannabiy”.
    4.Kreasi dari mas albani ini kayaknya (menurut ane lho), karena dia tidak meyakini bahwa Roh Nabi tetap Hidup setelah wafatnya sehingga tdk layak kalau sholawat dlm tahiyyat tsb menggunakan bentuk ghoibah? Padahal sudah jelas2 diterangkan di Al Qur’an bahwa Arwah para anbiya’ tetap hidup setelah wafatnya?

    1. buku sholatnya Syaikh Al ALbani terbit dalam bentuk ringkas dan bentuk panjang. Yang ringkas, sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia sejak lama. Lebih 15 tahun yg lalu. Yang panjang, baru tahun kemarin aku lihat di toko buku. Saya merasa, buku itu bagus. Lebih bagus dari pelajaran sholat di SD atau SMP atau SMA. Tapi, kalo saudara2ku di sini belum sempat baca, tentu gak bisa menentukan mutunya toh?

      Mengenai perubahan “Assalamuaalai – KA ayyuhan Nabii ….. ” menjadi “Assalamuala Nabii …”, memang ada disebutkan dengan mencantumkan dasarnya, yakni bahwa perbuatan itu mencontoh para sahabat sepeninggal Nabi Muhammad SAW. Jadi setelah beliau wafat, maka para shahabat menggunakan lafadz tanpa – KA.

      Dalam buku tersebut tidak menyebutkan hubungan antara syirik dan perubahan lafadz. Hanya menjelaskan sunnahnya/tradisinya para sahabat saja.

      Demikian info dari saya.

      1. Mungkin dalam buku Syekh Albani tidak disebutkan tentang syirik dalam kaitan “assalamu’alaika Ayyuha Nabiy”, tetapi ketika ana tanya ustadz Salafy jawabnya adalah dikuatirkan menjadi musyrik, sebab di situ ada ayyuha kata nida/panggilan yg mengagungkan Nabi. Mungkin Ustadz tsb yg bodoh sehingga jawabannya ngarang tidak sesuai ajaran yg ada di buku Albani, Wallohu a’lam.

      2. BS@

        Apakah menurut antum sunnah sahabat (kalau itu benar) dapat menghapus ajaran Nabi tentang “Assalamu alaika Ayyuha Nabiyy”? Lalu Sahabat siapa saja yg menghapus ASSALAMU’ALAKA AYYUHA NABIY menjadi ASSALAMU ALA NABIY? Jangan2 itu hanya riwayat dusta karangan orang2 yg ogah mengagungkan Nabi Saw dg alasan kemusyrikan?

        Oh ya, buku tentang shalat untuk SD, SMP, SMA itu tuntunan praktis buat orang awam, kalau antum ingin dalil lengkap tentang Shalat silahkan baca buku “SHAHIH SHIFAT SHALAT NABI” karya Hasan bin Ali Assaqqaf. Di buku tsb dibahas sangat lengkap mengenai “ASSALAMU ALAIKA AYYUHA NABIY…. ” Ana sarankan antum baca buku ini agar mata terbuka luas tidak seperti katak dalam tempurung. Agar antum tahu bagaimana sembrononya Syaikh Albani dalam menulis buku.

        1. @baitus salam
          mas.. ane dah baca buku mas albani yg asli bhs arab “Sifatu sholatin An Nabi’. ente klw baca jgn yg trjemah ya… krn sering da “penyelewenan dlm translate-nya. klw memang dlm trjemah tu dikatakan ” ada dasarnya yakni perbuatan itu mencontoh PARA sahabat sepeninggal Nabi…”. bisa sebutkan siapa saja “PARA” sahabat tu? dg riwayat shohih!! bukankah dah ane jelaskan diatas dg riwayat shohih..” Abu Bakar n Umar mengajari sholat kpd khalayak DI ATAS PODIUM dan dihadapan banyak shohabat dg mengucapkan “Assalamu alaiKA…dst”. tanpa ada shohabat yg mengingkari?
          eh mas… jangan ikut2an ikhwan kita wahabi gg suka KLAIM2 dg omong kosong mereka ” mncontoh PARA sahabat, PARA tabi’in n PARA Salafus sholih dll…” omong kosong mas tu.. klw emang tu dicontohkan PARA shobat, imam syafi’i pasti lbh tahu dulu dibanding mas albani.. tul gak? mas albani kok nglawan IMAM SYAFI’I. he..he..he..

  14. Afwan mas-mas semuanya, ana ketika masih bangga di Salafy beranggapan bahwa penggantian “assalaamu ‘alaika ayyuhannabiy” dengan “assalaamu ‘alannabiy” dalam bacaan Tahiyyat, karena bacaan “assalaamu ‘alaika ayyuhannabiy” itu bentk guluw atau pengagungan yg keterlaluan yg bisa menyebabkan kita menjadi musyrik, maka harus diganti dg “assalaamu ‘alannabiy” atau kata: AYYUHA dihilangkan.

    Tetapi setelah ana tahu dari blog ini lewat uraian singkat tentang aqidatul Awam, maka secara pribadi ana yakin bahwa kita tidak akan menjadi musyrik gara2 mengagungkan Nabi Muhammad walau pengagungan setinggi apa pun. Karena pengagungan setinggi apa pun kepada Nabi Muhammad tetap akan sesuai proporsinya/kedudukan Nabi Muhammad Saw di hadapan Allah Swt. Jadi kedudukan Nabi Muhammad tidak akan tertukar menjadi Tuhan/Allah di mata/hati Umat Islam yg tauhidnya benar sesuai yg diajarkan dalam Aqidatul Awam. Ya, walaupun pengagungan setinggi apa pun kita akan tetap menjadi mu’min sejati, justru malah akan akan semakin baik. Sebab kita berkeyakinan keagungan Nabi Saw walau di puji/diagungkan setinggi apa pun tetap tidak akan menyamai keagungan Allah Swt, karena antara keduanya memiliki kedudukan sesuai proporsinya masing-masing di dalam hati kita. Allah tetap sebagai Tuhan, Nabi Saw tetap sebagai Rasul/makhluk-NYA.

    Di mana ya link tentang Aqidatul Awam ana cari-cari kok tdk ketemu? Tetapi ana insyaallah paham maksud dari uraian singkat dalam artikel tsb, yaitu tentang bagaimana kita mengenal Allah Swt sesuai kedudukannya, begitu juga Nabi-NYA, Malaikatnya dll. Justru ilmu aqidah seperti dalam Aqidatul Awam sangat bagus untuk mempraktekkan ketauhidan Allah Swt. Mohon koreksinya untuk diluruskan jika ana salah dalam memahami aqidatul awam…. Syukron.

    1. Mas @abu khadijah
      Terima kasih atas penjelasannya mas, sungguh ane terima kasih, insyaAllah kita sama2 diberikan hidayah oleh Allah. Terus terang ane perlu tahu dari yang pernah mengalami, bukan dari buku Albani.
      Mungkin kata Guluw kali yang masih jadi pertanyaan, tapi itu dah cukup buat ane,
      Alhamdulillah, terimakasih mas @abu khadijah.

    2. @Abu Khodijah

      “Tetapi setelah ana tahu dari blog ini lewat uraian singkat tentang aqidatul Awam, maka secara pribadi ana yakin bahwa kita tidak akan menjadi musyrik gara2 mengagungkan Nabi Muhammad walau pengagungan setinggi apa pun. Karena pengagungan setinggi apa pun kepada Nabi Muhammad tetap akan sesuai proporsinya/kedudukan Nabi Muhammad Saw di hadapan Allah Swt. Jadi kedudukan Nabi Muhammad tidak akan tertukar menjadi Tuhan/Allah di mata/hati Umat Islam yg tauhidnya benar sesuai yg diajarkan dalam Aqidatul Awam…..”

      —————————————————-
      Saya suka kata kata itu…

  15. @abu Khodijah..
    Siip mas ustadz… menurut ane, spanjang sejarah prjalanan jumhur “ahlul Qiblah” yang mengucap Syahadat, dimana dlm kalimah syahadat tsb mencakup keimanan kpd Allah sbg Tuhan n Keimanan kpd Muhammad SAW sgb Rasul, gak ada Jamaah muslimin yang ghuluw dlm ta’dzim kpd nabi Muhammad SAW. Justru pengangkatan issu “ghuluw” oleh sbagian orang yg ngaku salafi, yg ane rasakan justru menggrogoti n merongrong mahabbah-cinta kita kpd Nabi SAW dr hati kita.
    Ane spakat dg statemen ustad,”Karena pengagungan setinggi apa pun kepada Nabi Muhammad tetap akan sesuai proporsinya/kedudukan Nabi Muhammad Saw di hadapan Allah Swt”. Sbgimana hadist nabi “ tidaklahlah (sempurna) iman kalian sampai aku menjadi orang yg lebih dicintai dari DIRInya sendiri, keluarganya… dst”
    Adapun statemen sbagian ikhwan kita (salafy-wahabi) yg berkilah”kami mncintai nabi dg Ittiba’ n mengikuti sunnahnya”, menurut ane meski hal ini benar tapi bukanlah gambaran dari kata “CINTA” yg ssungguhnya. Ittiba’ adl SEBAGIAN dr buah cinta tsb. Karena …. getar2 cinta kpd nabi Muhammad SAW sesungguhnya sesuatu yang tidak mudah diungkapkan dg bahasa… hanya bisa dipahami oleh mereka2 yg hatinya sudah terpaut dg beliau..
    smoga kita dianugrahi cinta kpd Nabi SAW dan trmasuk dlh hadist “Seseorang bersama orang yang dicintai (disorga)”. Amiin..

    1. Afwan Ustadz AS-SYAIDANI@,
      ana bukan ustadz hanya penuntut ilmu yg sedang berusaha mencari kebenaran. Mohon do’anya agar dapat hidayah-NYA, amin………..

  16. maaf kalo pertanyaan ane pernah sama dg yg lain, Buku DEBAT TERBUKA SUNNI vs WAHABI & BUKU PINTAR BERDEBAT DG WAHABI dan SMS ABU-ABU bisa dibeli dimana yah? kemarin cari-2 ke Gramedia Botani-Bogor ga ada yah, mohon informasi & harganya….

    1. @nasrullah
      Coba ditanyakan ke penerbitnya langsung mas…
      Bina ASWAJA , Surabaya telp. 0317871848
      Untuk buku pintar berdebat dengan wahabi bisa didowload di :

      1. terima kasih Kang atas info nya, cuma untuk donlot dr 4shared untuk buku yg lain, blm bs, krn sptnya harus pake premium, yg free nya ga ada…..

  17. Admin ini ada artikel tentang Khawarij yg dimuat Koran Republika :

    Al-Haruriy merupakan nisbat kepada Harura, yakni sebuah wilayah yang jaraknya 2 mil atau 3,2 kilometer dari Kufah, Irak. Penduduk di wilayah itu adalah kalangan Khawarij. Disebut Haruriy, karena kaum Khawarij adalah kelompok yang memberontak kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib RA.

    untuk lenkapnya ini linknya :

    http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/12/01/03/lx89hb-menelusuri-harura-tanah-kaum-khawarij-bag-1

    http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/12/01/03/lx89pb-menelusuri-harura-tanah-kaum-khawarij-bag-2

  18. Dengan ijin Alloh SWT semoga blog ini tetap eksis, dgan Ummati sebagai asbab hidayah hingga banyak saudara2 kita yang mendapat pencerahan….

  19. Diskusi sesama aswaja memang mantap.

    terima kasih atas pencerahan dari kawan-kawan, semoga para pengikut wahabi segera menyadari kekeliruannya…minimal mereka dapat menghargai perbedaan.

    Saya rasa sedikit banyak, situs-situs seperti ummati dan diskusi kawan-kawan aswaja disini pasti meberi bekas kepada hati yang keras….dan berkat hidayah Allah, semoga semakin banyak umat yang dapat membedakan ajaran yang hak dan yang batil.

    ^_^

  20. BUAT IKHWAN KAMI WAHABI-SALAFY DIMANAPUN……
    yang ingin merubah bacaan ASSALAMUALAIKA AYYUHAN NABI dlm tahiyyat , menolak tawassul, menolak peringatan maulid Rasul SAW…. smw d alasan TAKUT “SYIRIK” :
    1. Pahamilah divinisi syirik yg BENAR mnurut pmahaman salafus salih
    2. yg diajarkan nabi, sahabat, imam2 dg kata “ayuuhan nabi” tidaklah menghawatirkan jatuh ke kesyirikan, krn klw mmang menghawatirkan, beliau2 pasti dah menghindarinya sjk awal
    3. klw ente2 masih ngotot… ya ane ucapkan…SELAMAT MENINGGALKAN SUNAH RASUL DAN SALAFUS SHOLIH DAN SELAMAT DIBAYANG2I KETAKUTAN2 KRN KEBODOHAN KALIAN SENDIRI!! he..he…he..

  21. “Apa yang disebutkan dalam riwayat Ibnu Mas’ud RA bahwa ia merubah lafazh “assalaamu ‘alaika ayyuhannabiy” menjadi “assalaamu ‘alannabiy” merupakan riwayat Syadz. Tapi hal itu bertentangan dengan riwayat-riwayat lain dari Ibnu Mas’ud ra, selain kontradiksi dengan ijma’ Sahabat, dimana :
    ‘Umar bin Khaththab ra di atas mimbar pernah mengajari orang-orang tentang tahiyyat dengan lafazh “assalaamu ‘alaika ayyuhannabiy”. Saat itu hadir banyak para Sahabat dan selainnya. Tidak ada seorangpun yang menentangnya, dalam Kitab Muwaththo’ (jilid 1 hal 90),
    Juga dalam ar-Risalah Imam Syafi’i (hal.668), Kitab Al Umm Imam Syafi’i (Jilid I Bab Shalat), Al-Baihaqi dalam Ma’rifatus Sunan wal Atsaar (jilid 2 hal 142), Al-Hafizh Az-Zaila’i dalam Kitab Nasbur Rayah (jilid 1 hal 421-422) menilai bahwa isnadnya shahih.
    Dalam Fathul Bari hal.316, Ibnu Hajar berkata, “Malik dan teman-temannya bertahiyyat dengan tahiyyat ‘Umar karena telah diajarkan kepada orang-orang di atas mimbar dan tidak ada yang mengingkarinya. Maka itu adalah ijma’.”

    Telah datang riwayat dari Qasim bin Muhammad dari Aisyah ra bibinya bahwa Aisyah manakala bertahiyyat membaca “assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh”. Qasim bin Muhammad lahir pada masa khalifah ‘Ali dan ia mendengar Aisyah membaca kalimat tersebut sepeninggal Rasulullah. Hadits Qasim telah diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Ma’rifatus Sunan wal Atsaar (jilid 3 hal 59 No.3685), merupakan riwayat shahih.
    Dalam Shahih Muslim jilid 1 hal 303-304, disebutkan bahwa Abu Musa al-Asy’ari ra telah mengajari tahiyyat kepada orang-orang dengan lafazh “assalaamu ‘alaika ayyuhannabiy”. Lafazh kaum muslimin yang hidup pada masa Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di Mekkah, Yaman dan di pinggir Jazirah Arab serta yang jauh dari tempat Rasulullah telah mengucap salam kepada beliau dengan redaksi seperti itu dan tidak diperintah untuk merubahnya”.

    Jadi kesimpulannya tidak boleh menganti kata-kata, “assalaamu ‘alaika ayyuhannabiy” dengan “assalaamu ‘alannabiy”. Karena andaikan ucapan itu shahih, itu tidak dapat memansukh redaksi langsung dari Nabi saw sebagaimana hal itu dikenal dalam ilmu Ushul Fiqih. Dan ini tidak ada hubungannya dengan syirik, tapi disesuaikan dengan dengan amalan2 sahabat dan hadist-hadist diatas.

    1. @mas ucep
      siip… mantaf…! penjelasannya dah komflet!! tuh baca hai salaf(i). yang pelan2 n gak usah grusa-grusu… biar faham!!!??

    2. Kemana aja ustad @Mamba’ul Ilmi Zulfitri baru tampil lagi, ane kangen bener sama ustad, moga-moga sehat dan selalu diberikan taufik oleh Allah swt serta terus membela aswaja. Salam buat ustad.

  22. menarik sekali ulasan para ustadz aswaja. semoga ummati terus eksis. Ulasan diatas baru membahas fahaman fiqihnya belum masuk pembahasan sir dari pada maksud salamun alayka. kenapa ka kenapa bukan hu dan sebagainya. ditambah ulasan mengenai fana fillah dan fana finnur pasti makin bikin wahabi merinding, wkwk.

    1. @hajee
      wah, klw dah masuk pada pembahasan sir dari pada maksud as salamu alaika.. fana fillah dst.. kangmas2 wahabi gak cuma merinding doang, tp langsung keluar kata2.. bid’ah.. musyrik!!

      1. Izin gabung ustadz, buat nambah perisai , maklum masih newbie, ana pernah di kampus terpengaruh ajaran HTI yg katanya memperjuangkan Khilafah. Untungnya Ada ulama aswaja yg menasehati dan sekarang saya sudah tidak ikut kegiatan HTI lagi. Adakah pembahasan mengenai HT sebelumnya ? kalau belum mungkin bisa dibahas.

        1. mas @hajee
          Alhamdulillah, mudah2an ente bisa memperkuat barisan ummati.
          Kalau pembahasan kenapa ka kenapa bukan hu, wah itu agak berat buat team wahabiyun. Tauhid 3 aja udah pada bingung, apalagi yang dah sampai ke insan kamil he he he ……
          Nah, kebetulan ente ex HTI, ane boleh tanya tentang halaqah atau kafilah yang banyak orang gak setuju tentang hal itu kenapa sih?. Biar team aswaja di ummati ini juga ikut tau tentang itu, karena itu yang penting dalam HTI ya. ane mohon bisa dijelaskan dikit aja.

          1. ane sedikit tau dr artikel ttg HTI, dari kitab ulamanya HTI bahwa negara yg belum khilafah maka semua warga negaranya khufur…mohon bs ditanggapi kepada yg lebih mengerti

          2. wah, ana bukan ahli HT, kemaren ikut acara-acaranya aja visinya menarik mengenai makmurnya rakyat dalam naungan khilafah. saya sempat tertarik masuk jadi anggota tapi ajarannya membingungkan saya. Karena banyak yang membingungkan, saya tanya ke ulama aswaja ; boleh tidak ikut HT ,beliau langsung melarang dengan argumen yang masuk akal tapi saya tidak hafal semuanya, he he maklum banyak dosa jadi susah mghafal tapi saya faham maksudnya. Salah satunya mengenai hukum, gak jelas pilih aswaja atau sawah, kayanya HT campur-campur. visi mereka kalo amirnya sawah seluruh rakyat harus sawah gitu deh misal hari raya yg harus ngikut saudi. Padahal aswaja membolehkan berpegang pada salah satu dari imam 4, dan hanya satu tapi boleh bertaqlid ke imam lain pada situasi tertentu, kalau HT campur-campur berarti meremehkan hukum. Bahayya jadinya.
            Jadi saya gak mendalami HT karena dinifisi awalnya udah beda.

  23. @nasrullah
    ada link yg bisa jadi refrensi mas…??

    “artikel ttg HTI dari kitab ulamanya bhw negara yg blum khilafah mk smw warga negaranya kufur”

    ane,,” hwaduuuh… brarti smw muslimin indonesia ni kufur dunk menurut HTI??”

        1. segera meluncur kang Ucep, makasih banyak atas infonya, ane pernah posting di FB ttg kesesatan HTI, langsung di respon ma teman ane, mau diajak ke kantor HTI bogor untuk klrifikasi, tapi ane tolak karena kerendahan ilmu ane….

    1. teman-teman ummati maaf saya curhat. Ketika di ajak lg
      Secara ringkat (tanpa dalil) saya jawab ke mereka, seandainya ulama-ulama aswaja mendukung perjuangan menegakkan negara islam dengan khilafah versi HT maka saya akan dukung 100 %.
      saya minta mereka untuk mendekati ulama aswaja di daerah saya , saya saranin dekati Guru Wildan Salman kepala sekolah pesantren tahfiz Darussalam Martapura.
      Tapi sampai sekarang masih ? mungkin nunggu ulama aswaja wafat. biar yg kurang ilmunya mudah dipengaruhi.
      Logikanya; kalau Beliau mendukung dan bisa jelasin ke santri, masyarakatpun pasti ngikut.
      Saya mau memperjuangkan khilafah namun syariat yang diperjuangkan mereka tetap masih ??
      Perihal HT ini saya ungkit karena ada teman- teman aswaja yang gabung disana namun bercampur dengan muhammadiyah, nah syariat yang diperjuangkan yang mana ??? Apakah HT memperjuangkan Aswaja ????
      maaf kalau kurang berkenan

      1. mas @hajee
        “seandainya ulama-ulama aswaja mendukung perjuangan menegakkan negara islam”
        Jawab : Negara RI bukan negara Agama, tapi negara yang diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta yaitu NKRI. Kalau ulama2 aswaja tidak mungkin mendukung Konsep Negara Islam, karena aswaja berkeyakinan bahwa tidak ada satu negarapun didunia yang menganut paham Islam secara total, yang ada berantakan.
        Apalagi TNI RI memegang ideologi yang sangat kuat yaitu NKRI. Contoh beberapa organisasi yang akan mendirikan Indonesia menjadi negara islam tidaklah mungkin, NII pimpinan belakangan Panji Gumilang, DI TII pimpinan Karto Suwiryo dll.
        Salah satu prinsif aswaja membantu pemerintah yang sah. Aswaja membantu peran pemerintah dalam bidang agama, bukan merongrong keutuhan NKRI, tapi kalau pemerintah sudah dan tidak membina rakyat beragama, baru aswaja akan tampil kedepan. Seperti kasus PKI.

        Makanya pertama ane tanya, tentang khilafah yang dianut HT !! bagaimana mungkin hal ini terwujud, itu hanya sebuah mimpi yang berkepanjangan dari sebuah organisasi.
        Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, bagaimana menyatukan semuanya dalam satu bentuk kesatuan. Apalagi HT gagal seperti di Yordania pada tahun 1969, di Mesir tahun 1973, dan Iraq tahun 1972. Juga di Tunisia, Aljazair, dan Sudan. lihat di mantanht.wordpress.com.

        “ada teman-teman aswaja yang gabung disana namun bercampur dengan muhammadiyah”
        Teman-teman itu mungkin yang mengaku-ngaku aswaja, ane bilang sekali lagi Prinsif aswaja membantu pemerintah yang sah.
        “syariat yang diperjuangkan yang mana ???”
        Yang diperjuangkan yah syariat yang dibawa oleh Rasulullah saw.
        “Apakah HT memperjuangkan Aswaja ????”
        Mungkin ente lebih tahu tentang itu, tapi coba baca2 artikel di blog yang ane sebutin. apakah HT mendukung atau tidak?

        Dah lupakan aja tentang HT, waktu ini berjalan umur kita semakin berkurang, yang tinggal hanya kita menghitung amalan apa yang tersisa untuk dibawa pulang keHadirat Illahi dan menghadapi mizan yang adil.

      2. Ane Copas dari :
        Lebih lanjut, kiai muda yang pernah berdebat langsung dengan pentolan HT ini mengatakan, bahwa menurut penelitian ulama, HT sangat berbeda dengan Ahlusunah, baik dalam akidah atau syariah. Dalam kitab yang ditulis oleh pendiri HT disebutkan bahwa akidah yang dianut adalah Qadariyah (aliran yang meyakini bahwa manusia memiliki kekuatan untuk menentukan nasibnya). Sedangkan dalam syariah mereka lebih mengutamakan pendapat pimpinannya dari pada mengikuti pendapat ulama mazhab empat. Karena, menurut mereka persyaratan untuk melakukan ijtihâdul-hukm mudah.

  24. @NASRULLAH…
    Afwan mas.. ane lom bisa kasih pendapat banyak ttg HTI coz refrensi yg ane miliki sangat sedikit. maklum kitab2 yg pro/kontra sangat sedikit. Brbeda dengan sekte wahabi yg refrensinya sgt banyak, baik dari teks2 asli kitab2 wahabi sendiri atw kitab2 ulama yg kontra dg wahabi. Kitab2 dr ulama aswaja yg Khusus tuk membongkar kebobrokan aqidah wahabi mah ratusan dari ulama brbagai generasi n negara. Ane dah mantaf klw jargon2 “salaf,kembali ke qur’an n sunnah, mmbrantas kesyirikan, ini-itu bid’ah” yg diusung wahabi hanyalah sebatas klaim belaka n propaganda tuk nipu. Ane spakat dg syeh hisyam kabbani.. wahabi adlh NEO KHOWARIJ.

    Dalam prersoalan aqidah.. aqidah pentolan2 wahabi dah bisa dipastikan dari kitab2 origin mereka, adalah AQIDAH TAJSIM. Ini bisa di liat di fatwa2 bin taimiyah n sangat jelas sekali dari kitab2 ibnu qoyyim juga fatwa bin baz.. meski tentu saja mereka berusaha berkelit sekuat tenaga ketika divonis TAJSIM dg bersembunyi dibalik kata2 “BILA TAMTSIL BILA TAKYIF”. Tentu saja bagi orang yg berakal… alasan “bila tamtsil n takyif” ini tidaklah masuk akal n hanya di buat2.. Klw pun gk dibuat2 ya kontradiksi..
    Ala kulli haal.. aqidah tajsim wahabi ini sudah MENYIMPANG sangat jauh dari aqidah ahlus sunnah wal jamaah sejati..

    Terkait HTI.. yg ane taw kayaknya kegiatannya lebih banyak pd HARAKAH SIYASIYAH. Meskipun hal ini membuka peluang studi kritis atas metodologinya, namun menurut ane (afwan klw khilaf) hal ini masih dlm konteks khilafiyah furuiyah..

    Namun sayangnya..menurut ane (afwan klw hilaf) untuk mendukung pemikiran terwujudnya “khilafah islamiyah”, syeh taqyuddin an nabhani(pendiri HT) menggunakan justifikasi pemikirannya dengan mengusung Faham sekte qodariyah (BID’AH!!) dlm bab qodlo’ qodar (meski hal ini jg dibantah HTI). Yg mana Rasulullah bersabda “Qodariyah adl majusi ummat (setelah) ku”.

    Kesimpulan ane.. Akidah qodariyah ( klw ) sbg aqidah bid’ah HTI perlu diwaspadai!! Selama mereka tidak Takfir pd muslimin lain. Klw Aqidah tajsim wahabi dah jelas HARUS di brantas sampai ke akar2nya..

    Afwan klw kurang berkenan..

  25. merindukan sosok seperti as-Sayyid Alwiy al-Maliki rahimahullah

    alhamdulillah di Mesir ada Syaikh Ali Jum’ah Muhammad, ada Syaikh Usamah as-Sayyid Al Azhari (Ulama Muda Universitas Al Azhar spesialis bidang Hadist) di Syiria ada Syaikh al-Yaqoubi, Di Pakistan ada Syaikhul Islam Dr Tahir-ul-Qadri, di Eropa -Inggris- ada Syaikh Asrar Rasyid, di Amerika ada Imam Zaid Syakir juga dari kalangan Hanafiyah seperti Syaikhul Hadist Abdur Rahim Abu Nauman, dan masih banyak lagi dari Habaib, Masyayikh dan para kyai-kyai kita di Indonesia mereka adalah para pejuang Ahlu Sunnah wal Jama’ah

    ~apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas~

  26. DUA FAKTA UNIK….

    Fakta yg unik… para pakar teologi dari berbagai agama dalam riset mereka, ketika menukil ucapan tokoh tertentu.. mereka akan menukil ucapan tsb scara LITERAL Kata perkata tanpa penambahan/pengurangan. Tapi ketika mmberikan tafsir, terkadang mereka mmbelokkan tafsir nukilan tsb sesuai dg keinginan yang sesuai dg madzhab mereka.. tapi mereka tetap menukil NASH apa adanya demi amanah ilmiah dan periwayatan..

    Nah, yang terjadi saat ni n fakta yg LEBIH unik ..ada sebagian orang yg mengaku mengikuti SUNNAH ROSUL , namun ketika menukil sebuah riwayat dr perkataan ulama, mereka tak segan2 mengurangi/menambah kata2 dalam nukilannya untuk menyokong madzhabnya dg MENINGGALKAN amanah ilmiah n periwayatan. Padahal masa sekarang ini, transfer informasi n literal kitab2 ulama sangatlah mudah, sehingga apabila ada kecurangan dalam sebuah nukilan akan mudah ketahuan..

  27. assalamualaikum…
    makasih mas atas infonya, iya wahabi memang sukanya memalsukan, kok mereka mengaku ahlul sunah, padahal ahlul sunah sudah ada, mengaku nahdiyin padal nahdiyin sudah ada…
    bikin pada bingung dan carut marut saja… malahan akhir 2011 rame diblog saya, sampe diblow-up.. ndak tau siapa yang blow up… hadew…

  28. Alhamdulillah…. blog ini semakin menambah wawasan saya,,
    Maaf sebelumnya…
    saya ingin berkonsultasi dengan Ustadz yang ada di Forum / Blog ini melalui e-mail saya
    mengingat keluarga saya ada yang mengikuti faham Salafy WAhaby
    Saya sangat berharap mendapatkan kesempatan itu.
    Terima kasih…….

    “Artikel Yang MAntaap”

  29. ada ustad wahabi yang ngototan kalau debat yaitu abdul hakim abdat. coba deh diatur yang bersangkutan debat dengan ustad idrus ramli

    1. @widodo
      Ente gak usah marah2 gitu, mendingan diskusi aja biar sip, kalau ilmu ente cukup pasti deh nulis nya gak begitu !!!!
      Katanya ente pembela sunnah, tunjukin dong bahwa ente memang benar seorang pembela sunnah ya gak !!!!
      Ada temen2 disini yang mau diskusi sama ente, ngomong2 bid’ah itu apa sih ????

  30. Alhamdulillah ya admin, terima kasih atas informasinya….dengan adanya info seperti ini mudah mudahan masyarakat yang ingin menuntut ilmu yang di ridhoi Allah S.W.T akan mudah mendapatkan buku-buku yang di terbitkan oleh penerbit tersebut….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker