Salafi Wahabi

Daftar Lengkap Situs Website Salafy Wahabi Indonesia

Bagi anda yang bukan pengikut Salafy Wahabi, kami beritahu bahwa daftar lengkap website berikut ini adalah website milik Wahabi or Salafy (Salafy Wahabi) dan berisisi ajaran Wahabisme-nya.

Bisa jadi selama ini anda merasa bukan seorang Wahabi tetapi termasuk pengunjung setia website yang dikelola Wahabi / Salafy. Bagi anda yang masih awam agama, tentunya sulit mengenali apakah website yang jadi langganan anda bermuatan faham Wahabi atau Ahlussunnah Wal Jamaah?

Dan anda sedikit atau banyak mungkin sudah tertular ajaran-ajaran Wahabi tanpa sadar. Jika tidak mengenalinya akan sulit membedakan apakah itu ajaran Wahabi atau bukan sebab mereka  juga pandai menyamar dengan memakai baju Ahlussunnah Wal Jama’ah. Padahal mereka adalah Wahabi tulen, tidak kurang sedikit pun ciri khas Wahabi-nya. Dan yang bisa melihatnya dengan jelas tentunya mereka yang sudah berpengalaman secara empiris dan aktual bergelut dengan Wahabisme sebagai salah satu aliran / sekte Islam.

Juga bagi anda yang kebetulan adalah para pengikut Wahabisme (ajaran Syaikh Muhammad bib Abdul Wahhab), maka daftar lengkap Website Salafy or Wahabi ini kami persembahkan untuk anda. Silahkan kunjungi sepuas anda, dan kami sudah tentu tidak akan merasa iri sedikit pun atas kunjungan anda ke website-website di bawah ini. Kalau akan merasa iri tentunya kami tidak akan memuatnya untuk anda bukan? Semuanya bebas terserah pilihan anda bahkan kami berikan fasilitas sehingga anda tinggal klik dan meluncur ke sana.

BACA :  Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah

Tapi bagi anda yang bukan pengikut Salafy Wahabi, kami beritahu bahwa daftar lengkap website berikut ini adalah website milik Wahabi or Salafy (Salafy Wahabi) dan berisisi ajaran Wahabisme-nya. Hati-hati dan waspadalah, jika anda tertular virus Wahabi akan susah dicarikan obatnya alias sulit untuk bertaubat karena sudah merasa paling benar, anda akan merasa orang-orang yang menggenggam kebenran satu-satunya.

Berikut adalah daftar lengkapnya:

 

http://www.alsofwah.or.id/
http://muslim.or.id/

http://abuzuhriy.com/
http://alqiyamah.wordpress.com/
http://pengusahamuslim.com/
http://almanhaj.or.id/
http://ahlulhadiits.wordpress.com/
http://assunnah-qatar.com/
http://salafiyunpad.wordpress.com/
http://www.salafy.or.id/
http://www.darussalaf.or.id/
http://darussunnah.or.id/
http://almakassari.com/
http://kaahil.wordpress.com/

http://ekonomisyariat.com/
http://ainuamri.wordpress.com/
http://ahlussunnah.info/
http://www.raudhatulmuhibbin.org/

http://salafyitb.wordpress.com/
http://assunnah.web.id/

http://quranicaudio.com/
http://ulamasunnah.wordpress.com/
http://perpustakaan-islam.com/
http://samuderailmu.wordpress.com/

http://ngaji-online.com/
http://haditsarbain.wordpress.com/
http://badaronline.com/
http://arabindo.co.nr/
http://moslemsunnah.wordpress.com/

banner gif 160 600 b - Daftar Lengkap Situs Website Salafy Wahabi Indonesia

WEBSITE / BLOG PARA USTADZ SALFY WAHABI
http://www.kajianislam.net/————> Ust Abdullah Hadrami
http://rumaysho.com/—————–> Ust Muhammad Abduh
http://abusalma.net/——————> Ust Abu Salma Al Atsary
http://abusalma.wordpress.com/——-> Ust Abu Salma Al Atsary
http://nasihatonline.wordpress.com/—-> Ust Sofyan Chalid Ruray
http://al-atsariyyah.com/————–> Ust Hammad Abu Muawwiyah
http://abul-jauzaa.blogspot.com/——-> Ust Abu al Jauzaa
http://firanda.com/——————-> Ust. Firanda Andirja
——-> Ust Badrusalam, Lc
————–> Ust Kholid Syamhudi, Lc
http://ustadzaris.com/ —————-> Ust Aris Munandar, SS
http://media-ilmu.com/ ————–> Ust Zainal Abidin, Lc
————–> Ust Abu Haidar
http://ahmadsabiq.com/ ————–> Ust Ahmad Sabiq
http://abuzubair.net/ —————–> Ust Abu Zubair Al Hawary
http://abumushlih.com/—————-> Ust Abu Mushlih
http://ustadzfaiz.com/—————–> Ust Ahmas Faiz Asifuddin.
http://ustadzmuslim.com/——-> Ust Abu Isma’il Muslim Al Atsari
http://noorakhmad.blogspot.com/——> Ust Abu Ali
http://abu0dihyah.wordpress.com/—–> Ust Marwan
http://abuthalib.blogspot.com/——> Ust Andy Abu Thalib al Atsary
http://basweidan.wordpress.com/—> Ust Abu Hudzaifah al Atsary, Lc.
http://alhujjah.wordpress.com/——–> Ust Abdul Mu’thi
http://adniku.wordpress.com/———> Ust Adni Kurniawan, Lc.
http://sabilulilmi.wordpress.com/——> Ust Resa Gunarsa, Lc.
http://www.zainalabidin.org/———–>Ust Zainal Abidin, Lc.
. Ustadz Abdullah Roy, Lc.
http://www.ustadzabuihsan.blogspot.com/… Ust Abu Ihsan Al Atsari
. Ust Ali Saman Hasan, Lc.
. Ust Fariq Gazim An-Nuz
http://abumushlih.com/ ———-> Ust Abu Mushlih Ari Wahyudi
http://muhammad-assewed.blogspot.com/… Ust Muhammad As Sewed
http://albamalanjy.wordpress.com/–> Ust Abu Ubaidillah Al Bamalanjiy
http://abiubaidah.com/ ———-> Ust Abu Ubaidah As Sidawi
http://www.serambimadinah.com/> Mahasiswa Univ. Islam Madinah KSA
http://abuabdurrahman.com/ —> Mahasiswa Univ. Al-Azhar Mesir
; Ust Musyaffa ad Dariniy, Lc.
http://abuabdurrahman.com/—-> Ust Abu Abdirrahman (Al Azhar)
Abu Khaulah)

BACA :  Mengaku Pengikut Salaf; Wahabi Anti Takwil Padahal Salaf Shalih Melakukan Takwil

WEBSITE AKHWAT, MUSLIMAH DAN REMAJA SALAFY WAHABI
http://muslimah.or.id/
http://remajaislam.com/
http://akhwat.web.id/

http://sobat-muda.com/
http://menikahsunnah.wordpress.com/
http://ummusalma.wordpress.com/

http://ummushofiyya.wordpress.com/

SITUS MEDIA TV DAN RADIO STREAMING YANG DIKELOLA SALAFY WAHABI

1. DAKWAH TV
www.dakwahtv.com

2. SARANA SUNNAH TV
http://sss-tv.com/

3. AHSAN TV INDONESIA {channel 11VHF}
http://ahsan.tv/

4. RODJA TV
http://www.rodjatv.com/

RADIO ONLINE LENGKAP
http://belasalafy.wordpress.com/rad…

1. RADIO RODJA ~ 756 AM
Area : Jabodetabek, Cileungsi, dan sekitarnya
Alamat Website http://www.radiorodja.com/
Alamat Streaming http://live.radiorodja.com/
Facebook : .

BACA :  MIQAT HAJI MENYINGKAP MISTERI NAJD DAN FITNAH TANDUK (QARN) SETAN ?

2. RADIO HANG FM ~ 106 FM
Area : Batam dan sekitarnya
Alamat Website http://www.hang106.or.id/
Alamat Streaming
http://www.hang106.or.id:1106/

3. RADIO ASSUNNAH
Area : Cirebon dan sekitarnya
Alamat Website http://www.radioassunnah.com/
Alamat Streaming :

4. RADIO MUSLIM
Alamat : Yogyakarta
Alamat Website http://www.radiomuslim.com/
Alamat Streaming http://live.radiomuslim.com/

5. RADIO SUARA QUR’AN ~ 94,4 FM
Area : Solo dan sekitarnya
Alamat Website http://www.radioarroyyan.com/
Alamat Streaming http://live.radioarroyyan.com/

6. RADIO AL IMAN
Alamat : Surabaya
Alamat Website http://alimanradio.or.id/
Alamat Streaming http://live.alimanradio.or.id/

7. RADIO ARROYYAN
Alamat : Gresik
Alamat Website http://www.radioarroyyan.com/
Alamat Streaming http://live.radioarroyyan.com/

8. RADIO AL BAYAN
Alamat Website http://
Alamat Streaming

9. RADIO NGAJI ONLINE
Alamat Website http://www.ngaji-online.com/
Alamat Streaming

10. RADIO TELAGA HATI
Alamat Website http://abuzubair.net/
Alamat Streaming

11. ANNASH RADIO – Jakarta
http://www.annashradio.com/

12. RADIO MU’ADZ – Kendari
http://www.radiomuadz.com/

13. RADIO SYIAR SUNNAH 981 KHz – Yogyakarta

14. RADIO HIDAYAH 103.4 FM – Pekanbaru
http://hidayahfm.com/

Silahkan tambahkan jika ada yang belum masuk daftar di atas lewat kolom komentar….

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

452 thoughts on “Daftar Lengkap Situs Website Salafy Wahabi Indonesia”

    1. Bang Akbar, selain yg ada dalam daftar di atas itulah website Aswaja. Jadi Website Aswaja jauh lebih banyak , jangan kuatir. Lagian menurut pengamatan yg saya lihat, website2 Aswaja terus bermunculan baik sebagai respon ajaran Wahabi atau yg bersifat umum atau universal.

      1. padahal selain itu ada syiah rafidhoh, n syiah2 yang lain, berarti mereka juga golongan anda????? LDII, ahmadiyah??? wah kenapa juga syi’i tidak dimasukkan mbak??? berarti dapat dikatakan juga ummati ini golongannya.

        1. ngaku ahli sunnah tapi kok ada mitoni, nelung dino, mitung dino, petang puluh, sewu dino wong meninggal. padahal nabi, shohabat, tabiin, tabiut tabiin yang jauh lebih baik dari umat2 sesudahnya gak pernah gituan. apa ibadah anda lebih baik dari MEREKA??? sampai2 ada adat2 yang d jadikan ibadatan. apa ibadah model rosullullah kurang sempurna dan kurang banyak sehingga ibadah adat2 (3, 7, 40, 1000 dino) dijadikan sarana khusus peribadatan sbg tuntunan.
          aneh…………………….jaman nabi ndak ada 3,7, 40 dll untuk sahabat2nya tapi di sini subuuuur…..hebat ya

          1. @hadi
            Tauhid dibagi 3, mengkafirkan umat yang sudah muslim juga gak ada dijaman Nabi, bahkan hadist dan Al Qur’an.
            Jadi mana sing bener!!!!!

          2. Apa bedanya sama trinitas ya Kang…? Mungkin iku Trinitas model baru,sasaranya,ya..apa lagi klo ndak cari massa & mangsa sebanyak2nya…
            Pinter tenan,sunnah jare bid’ah,yg bid’ah malah jare sunnah..wis mbalik pikire..

        2. Hadi@

          Website Aswaja karena begitu banyaknya maka saya katakan seperti itu. Pahamilah itu sebagai ibarat kata, you know?

          Misalnya seperti kata “KULLU BID’AH DHOLALAH” , semua bid’ah itu sesat, tetapi kenyataan di lapangan toh tidak semua bid’ah itu sesat. Ada bid’ah yg baik berarti tidak sesat.

          Jadi semua website selain milik Salafy Wahabi adalah website Aswaja, yang saya maksud adalah saking begitu banyaknya website Aswaja. Itu fakta….

          1. Nabi bersabda: ” Setiap bid’ah adalah sesat”
            Anda berkata: ” Ada bid’ah yang baik berarti tidak sesat”

            Lebih tahu siapa Anda atau Nabi?

          2. Misalnya seperti kata “KULLU BID’AH DHOLALAH” , semua bid’ah itu sesat, tetapi kenyataan di lapangan toh tidak semua bid’ah itu sesat. Ada bid’ah yg baik berarti tidak sesat.
            ——————————————————lebih hebat anda dari nabi. nabi mengatakan setiap bid’ah sesat. anda bilang tidak setiap yg bidah dalam urusan agama sesat. Allah salah pilih nabi kalau begitu. ulama penyembah kubur mengatakan dg argumen macam2. bidah itu kata benda. memiliki sifat baik dan buruk. jd ada dua sifat. yg baik dan buruk. tidak selamanya sesat. coba kalau innaka ala kulli syaiin qadir. apa juga memiliki dua sifat. sesuatu yang dimiiki dan tidak dimiliki Allah?

          3. mas Iqbal@: Silahkan antum paparkan dulu konsep “BID’AH” versi anda baru kita diskusikan kata dalam Hadits “KULLU BID’AH DHOLALAH”, Insya Alloh… Semoga bermanfaat

          4. mantab mas muhammad iqbal…

            berdasarkan penjelasan dan pengertian antum…
            kalo begitu jelas sudah pembagian Tauhid Versi Wahabbi (trinitas) adalah BIDAH Dholalah
            ….thanks atas penjelasan antum….

    2. Uda Akbar….DAN PENULIS WEBSITE INI

      SAYA SUDAH LIHAT SEMUA WESITE NYA…SEMUA WEBSITE YANG DISEBUTKAN DIATAS ITULAH WEBSITE AHLUSUNNAHWALJAMAAH (ASWAJA) DAN BUKAN WAHABI…………………TERNYATA ITU SEMUA AJARAN ASWAJA….SEBELUMNYA PUN SAYA KHAWATIR..KOQ BANYAK SEKALI WEBSITE WAHABI…TERNYATA SEMUA ITU ADALAH ASWAJA….ITULAH KEBENARAN YANG JAUH DARI BID’AH SESAT YANG TIAK PERNAH NABI SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM DAN PARA SAHABAT RADIALLAHU ANHU AJARKAN, MEREKA LAH RUJUKAN KITA BERIBADAH.

      TERIMA KASIH KEPADA PENULIS ATAS TUNJUKAN ANDA, SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH NYA UNTUK ANDA.

    1. Terimakasih daftar link-link Situs Aswaja-nya Mas Ozzi….

      Nah, bagi teman-teman Aswaja silahkan kunjungi tautan yang dikasih oleh Mas Ozzi….

  1. ada indikasi wahabi mengadu domba nu dengan muhhamadiyah, tapi indikatornya dapat diketahui mana wahabi mana muhammadiyah. salam,

  2. Sungguh aneh ya…?!
    Saya buka situs ini tu bukannya untuk mem-blacklist daftar situs di atas tapi justru malah mau menjadikan referensi untuk situs bacaan… 🙂

    1. Kami tidak akan memblack-list apa pun, sebab buat kami keterbukaan itu perlu untuk memberi tahu kepada yang awam. Selanjutnya pilihan terserah hatinya masing-masing….

      Kami cuma kasih tahu bahwa daftar lengkap tsb yg punya KAUM WAHABI….

    2. damar… damar….
      ga aneh mar… ya begitulah sifat kaum aswaja… ga ada yang ditutup tutupi, yang aneh itu kalian para pemuja wahabi

  3. Kalau Web Wahabi tidak akan sudi memuat link – link Aswaja, tapi Ummati kok malah memuatnya dg suka rela, salut deh saya dg keterbukaan ini. Biarkan orang memilih pilihannya, kita tak usah kuatir.

    Orang yang masih hidup hati nuraninya pasti akan sadar dengan kontradiksi Wahabi dalam segala halnya. Saya percaya orang2 yg masih hidup hati nuraninya jumlahnya lebih banyak dibanding yg sudah mati hati nuraninya.

    Dan ajaran Wahabi itu jelas2 tidak sesuai hati nurani manusia.

  4. thanks ya buat admin ummatipress atas daftar situs salafiyyah-nya, sungguh ini sangat bermamfaat. dalam hal ini anda bagaikan lilin di kegelapan malam yang kelam(menerangi orang di sekitarnya namun membakar dirinya sendiri) … saran ya, sebaiknya kata-kata wahabi/wahabiyyah/wahabisme dihapus saja dari website ini(ummatipress.com).dan silahkan pakai kata salaf/salafy/salafiyyah aja.. karena mereka salafiyyah tidak pernah tuh menamakan diri dengan sebutan WAHABI…kalau tidak percaya silahkan cek sendiri satu per satu pada situs-situs di atas.

    1. inget lagu iwan fals nih thir sal…
      Bla Cinta sudah dibuang…jgn harap keadilan akan datang…..kesedihan hanya tontonan….bagi mereka yang diperbudak WAHABI….oo ya o ya o kasian!!!!!oo ya o ya o WAHABI…hehe…selingan!!!!!

  5. dimalang ada juga radio wahaby yang murusak tatanan umat kota malang.
    Radio Da’wah Islamiah (RDI),tokohnya Ust. Abdullah Sholeh Hadrami.
    mohon do’anya sekarang dalam perencanaan tuntutan untuk ditutup.

  6. Ahlussunnah wal jama’ah = mengabarkan / da’wah > kedamaian, persatuan, ketenangan dengan saling menghargai.
    wahabi / salafi = berda’wah dengan menanamkan fanatisme kelompok, menanamkan kebencian terhadap sesama ummat Islam terutama yang berbeda faham dengan dia,, waspada saudaraku.

  7. dengan mengetahui jalan-jalan Syaithon, maka kita akan berhati hati dalam melangkah, agar tidak terjerumus kedalamnya..
    bgitupun dengan mengetahui situs-situs Wahabi maka kita akan berhati-hati agar tidak terjerumus kedalamnya, semoga Alloh melindungi kita semua.

    1. Banar Mas Rahamat, seperti itulah maksud kami memposting alamat-alamat / link-link di atas. Semoga para MUslimin Awam yg belum mengenalinya menjadi tahu…. agar tidak tertipu dan tertular. Sebab suatu paham (isme) itu bisa menular kepada kaum awam.

      Terima kasih atas apresiasinya…. barokallohu fik.

    1. Abu Husain ini bocah ngawur ini, asal koment tanpa mikir. Padahal apa yg ada di daftar di atas itu benar2 situs web Wahabi, di mana bohongnya? Aneh bener nih orang Wahabi. Walaupun terkesan lucu dan aneh, jujur saya jengkel atas kengawurannya dalam berkomentar.

  8. trims kang,atas info link salafy nya.gara-gara info sampean,saya dadi weroh isinya ajaran wahaby.penuh dengan hujjah,beda dengan aswaja(dulu saya aswaja)sekarang saya nyatakan;saya masuk salafy

    1. Alhamdulillah sayapun demikian, apa lagi radio rodja. terima kasih infonya. saya merasa telah mendapatkan petunjuk!!! hati saya merasa tenang… karena orang yg berakal bukan hanya mengikuti info tanpa bertabayyun… setelah saya selidiki dan saya kaji ternyata apa yang didakwahkannya sesuai dengan isi Sunnah Rasulillahi Shallallahu ‘alaihi wa sallam… syukroon

      1. Hanifa, setidaknya postingan tentang alamat2 web Salafy Wahabi ini bikin sock mereka yg punya web tsb. Coba periksa, link2 URL yang ada di postingan lebih separuh sudah tutup alias tak bisa diakses lagi. Mungkin kemaluan karena diungkap jati dirinya sebg Wahabi. Situs2 pembohong ummat tsb sudah banyak makan korban muda-mudi muslimin Indonesia. Mereka tersesat dibelantara WAHABISME tapi gak menyadari kalau dirinya tersesat. Semoga menemukan jalannya kembali yg benar, amiiiiin……………………….

    2. Ya, sama-sama. Memang daftar situs di atas kami persembahkan buat anda-anda para pengikut Salafy Wahabi. Juga untuk memberitahu kepada mereka yang bukan Wahabi agar tahu bahwa web-web di atas adalah web yang mengajakan ajaran Wahabi.

      yang bukan Wahabi bisa kunjungi web-web Ahlussunnah wal Jamaah ini:

      http://ummatipress.com/category/link/ahlussunnah-wal-jamaah/
      http://ummatipress.com/category/link/alamat-situs-penting/
      http://ummatipress.com/category/link/link-bongkar-kedustaan/
      http://ummatipress.com/category/link/blog-pendobrak-kepalsuan/

      Ralat: bagi anda yang Wahabi juga boleh berkunjung alamat-alamat di atas semoga dapat hidayah-NYA, amin….

  9. Sejak awal 2010 saya rajin mengikuti dan menyimak diskusi2 di Ummati Press. Alhamdulillah, berkat menyimak diskusi2 dan baca-baca artikel yg ada di Ummati ini saya jadi terinspirasi mencari kebenaran. Dan sejak hampir dua tahun yg lalu saya sdh meninggalkan Manhaj Wahabi yg mengaku-ngaku Ahlussunnah Wal Jamaah.

    Terimakasih yg sebesar2nya kepada para Ustadz yg menjadi tim Ummati.

    1. Betul Ummu Aiman, antum dulu rajin berkomentar di sini dan saya juga…

      barokallohu fik dan semoga tetap istiqomah dalam naungan Faham Aswaja / Ahlussunnah wal jamaah, amin……………….

  10. aku ndak melok2 habib, mending melok rasululloh, pasti selamet.. wes gak usah dirubah2…. mending melok asline.Al qur’an ambek sunnah sing dipahami ambek sahabat rasul. titik

    1. Bagi yg anti Habib – Habaib, coba simak hadits ini: Hanash Kanani meriwayatkan: “Aku melihat Abu Dzar memegang pintu Ka’bah ( Baitullah ) dan berkata: “Wahai manusia jika engkau mengenalku aku adalah yang engkau kenal, jika tidak maka aku adalah Abu Dzar. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ahlul Baitku seperti perahu Nabi Nuh, barangsiapa menaikinya mereka akan selamat dan barangsiapa yang tidak mengikutinya maka mereka akan tenggelam.” ( Hadits riwayat Hakim dalam Al-Mustadrak Ash Shahihain jilid 2 hal 343 dan Al Hakim menyatakan bahwa hadis ini shahih )

    2. Lek sampeyan ngono,yo gawe ta mesin waktu kanggo mbalik ning jaman iku..gak perlu weroh sembarang ning jaman iki,dadi peno gak perlu urip ning jaman sa iki,mergo jaman sak iki akeh hal-hal baru,(jare kabeh hal baru iku bid’ah sesat..brarti raiku & raimu yo bid’ah..) ngono ae cak..

  11. Kang Sutiman, sebaiknya antum jangan ikut2an faham Wahabi yg ngawur.

    Coba simak Kang, sda Riwayat terkenal dengan sebutan hadits Tsaqolain, yaitu hadis yang mengutip perkataan Rasul saw: “ya ayyuhannaas innii taraktu fi kum ma in akhadlkum bihi lan tadlilluu kitaaballahi wa ‘itratii ahlu bayti.” Artinya: “Wahai manusia sesungguhnya aku tinggalkan untuk kalian sesuatu yang mana jika kalian mengambil nya kalian tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitab Allah dan Keluargaku , Ahlulbaitku (Habib – Habaib).” ( Imam Suyuthi menyatakan bahwa hadis ini adalah shahih dan benar sanadnya. Juga Imam at-Thabari menjelaskan bahwa hadis ini adalah hadis shahih. At-Thabari menyatakan bahwa perawi-perawi hadis ini adalah orang-orang yang bisa di percaya. Selain itu, bahwa yang meriwayatkan hadis ini sangatlah banyak, diantaranya Imam Muslim, Imam at-Thurmudzi, Imam Ahmad bin Hambal, dan Imam Hakim Annaisaburi. Dengan demikian sanad hadis ini menurut kesaksian para ahli hadis adalah shahih dan benar ).

  12. assl. mau tanya bang kalo admin situs artikelislami.wordpress gmana kabarnya?

    trus gmana blognya koq g diterusin? planning kedepannya apa dari beliau?
    sungguh ana kangen tulisan2 cerdasnya.

    wasallam

  13. ga usah main tutup-tutup.begitu kan bisa silaturohmi…dialog begitu,…kenapa nda’ saling watawashobil haq watawashobishobr..begitu kan lebih indah,…katanya islam rahmatan lilalamin,…maaf saya bukan mbelain siapa-siapa ,saya nda’suka saja sesama muslim saling menjatuhkan yang belum tentu anda yang paling benar,semua saat ini sedang mencari kebenaran broo…!,jangan merasa paling benar,bisa jadi yang mau anda jatuhkan itu yg lebih benar……hayoo ummat islam bersatulaaah ,….ukuwah..ukuwah..ukuwah jangan kalian berpecah belah..

    1. Sekarang ini yang dicari bukanlah kebenaran itu sendiri, melainkan pembenaran,,jadi susah urusannya klo dah begini yang muncul ya ego dan fanatisme…kebenaran mutlak jelas milik Allah Swt..manusia diwajibkan mencari.. mana yang paling mendekati kebenaran mutlak…
      yang sy tahu patokan kebenaran adalah..
      1. Alqur’an dan Hadist
      2. ijma,
      3. qiyas,
      4. dalil aqli dan naqli
      dan..terkadang kebenaran itupun dianggap pembenaran,,,
      cara setan ya..memutar balikan yang benar sehingga menjadi salah dan yang salah menjadi benar, dan setan akan selalu berusaha mengumpan manusia melalui dunia..jika sudah terkena mata kailnya..sangatlah sulit untuk melepaskan diri..kecuali mendapat pertolongan Allah Swt…
      Wassalam..

  14. neng aryati, ahlulbait itu para istri nabi mhammad n keluarganya, seperti ummul mukminin aisyah. lho wong habaib sekarang 99,9 % syiah. dan syiah serta habaibnya mencaci maki istri tercinta nabi dan juga mencaci sahabat nabi seperti abu bakar. umar dan utsman. terusssss yang mana ahlulbait itu neng?

  15. waduh..neng aryati, anda dapat dari mn hadits tsaqolain itu. hadits itu memang shahih, tapi kok ada perkataan rasul yang dibelokkan ya? subhanallah. hadits YANG ADA ADALAH : DARI ABU HURAIROH RADHIYALLAAHUANHU, RASUL BERSABDA, ‘SUNGGUH AKU TINGGALKAN DUA PERKARA KEPADA KALIAN YANG KALIAN TIDAK AKAN TERSESAT SELAMA KALIAN BERPEGANG TEGUH DENGAN KEDUANYA YAITU KITABULLAH DAN SUNNAHKU,SERTA KEDUANYA TIDAK AKAN TERPISAH SAMPAI KEDUANYA MENDATANGIKU DITELAGA ATAU SURGA. (SHAHIH HADITS RIWAYAT AL HAKIM NO.1/93 DAN AL BAIHAQI X/114) itu neng haditsnya., perkataan rasul jangan dirubah2. malah dibelokkan ke habib.

  16. @sutiman
    == neng aryati, ahlulbait itu para istri nabi mhammad n keluarganya,
    Bukankah Hasan – Husein RA dan anak cucunya itu keluaranya?
    ==lho wong habaib sekarang 99,9 % syiah.
    — > sebutkan refrensinya kang… janan asal koment.
    ==dan syiah serta habaibnya mencaci maki istri tercinta nabi dan juga mencaci sahabat nabi seperti abu bakar. umar dan utsman.
    — > ana banyak kenal dengan habaib kok justru memuliakan para sahabat ya… nah itu ada habib riziq, terlepas dari pro kontra FPI nya, beliau justru meneluarkan fatwa wajibnya memuliakan para sahabat. Buka situs resmi FPI kang!
    == terusssss yang mana ahlulbait itu neng?
    — > ya istri dan keluarganya ( anak2, menantu dan cucu2nya)

  17. Mereka bergerak di daerah perkotaan dan kampus-kampus, hampir semua kampus mereka kuasai….
    Sedangkan orang2 pesantren sibuk di pesantren. jadinya begitu deh… dunia kampus dan maya lebih banyak dikuasai mereka…..

    keep posting, thank’s 4 share

  18. wahai ummat islam , jadilah muslim yang berilmu, pelajarilah semua ilmu, mau itu wahabi, ahli sunnah,syiah,ahmadiyah ataupun agama2 lain, kalau anda merasa pegangan anda benar dan kuat kenapa sih takut mempelajari faham2 yang lain?? hanya belajarlah dari sumbernya biar lebih akurat bukan belajar dari musuhnya., amerika saja yang memusuhi komunisme mau mempelajari komunisme, lha bagaimana anda mau berdebat atau melawan kalau buta tuli dengan ilmu lawan??

  19. Wahabi telah meresahkan masyarakat di daerah Situbondo tepatnya di RT 02 RW IV Kelurahan Dawuhan Kec. Situbondo Kab. Situbondo dengan mencaplok jalan desa/pemasangan patok secara sepihak tanpa adanya aparat yang berwenang. Bagi yang dekat dengan kota situbondo atau yg bertempat tinggal di situbondo bisa mendapatkan info secara jelas kepada Ketua RT atau mantan Ketua RT sebelumnya setempat.

    Mohon doa rekan2 di sini semoga warga mendapatkan kekuatan untuk melawan kedzoliman ini. Terima kasih.

  20. USTAD KLO IKUT CP UNTUK MENYEBARKAN KE PELOSOK2 USTAD
    MEMANG WAHABI HARUS D LAWAN KLO D LAWAN G BAKALAN BERANI DIA
    KARENA DIA BUKAN KEBENARAN TAPI KEMENANGA YG AKAN D ARAH SEJARAHNYA KAN GITU BARU PENYEBARAN LEWAT PEMAKSAAN

  21. Hmm….saya sebagai orang yang awwam mengucapkan banyak terimakasih kepada pemilik blog ini, sebab dengan situs “Wahaby” yang ditulisnya, saya justru semakin yakin dengan kebenaran Salafy yang kalian tuduh Wahaby, kenapa ??, saya dulu hanya manut sama kiai saya yang alumni Pondok Pesantren Darusssalam Blog Agung Banyuwangi, setelah saya merujuk pada kitab-kitab yang ditulis oleh situs/blog yng kalian sebut Wahaby khususnya kutub as-Sittah (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan an-Nasa’i) semakin jelas bagi saya kebenaran Salafy Wahhaby. Coba kalian tengok dalam kitab Shahih Bukhari saja misalnya, tentang larangan puasa Wishol (puasa tanpa berbuka) di sana jumlahnya cukup banyak, tetapi coba apa yang kalian lakukan ?? puasa tanpa berbuka sudah jadi tradisi.. ck ck ck…
    saya sendiri merasa sangat bersalah sebab saya dulu juga pernah mengamalkannya, bagaimana tidak demi mendalami berbagai ilmu, Hizb Nashor, Hizb Bahr, Hizb Jaelani, Dzikir Asma’ Dzat dll saya harus melakoni berbagai ritual terlaknat tersebut…..Astaghfirullah…
    Saudaraku, dalam shahih Bukhari dan Muslim Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang mengamalkan amalan yang tidak diperintahkan oleh kami, maka amalan tersebut tertolak” tahu apa yang dimaksud dengan kata KAMI ?? tentu kalian tahu ” Allah, RasulNya dan para Sahabat dan tentu kalian paham apa yang dimaksud dengan tertolak ya kan ?? NGGAK DITERIMA ALLAH AZZA WA JALLA ALIAS NGGAK DAPAT PAHALA!!! MASIH MAU MENGAMALKAN AMALAN YANG NGGAK ADA CONTOHNYA DARI NABI ??, SAYA CUMAN MENYAMPAIKAN MAU TERIMA ATAUPUN TIDAK TERSERAH ANDA Wassalam……

    1. Bettul sekali antum, mau dipanggil salafi,salafu,salafea,wahabi dll. Yang penting kan ajarannya sesuai al-qur’an dan assunnah. Saya sering baca website2 diatas dan semuanya memakai penjelasan dari al-qur’an dan assunnah dgn pemhaman salafussolleh(orang soleh terdahulu).

      Kita netral aja deh, mau namanya apa kek(salafi,wahabi,nu,muhammdiyah,dll) tapi masih mengikuti al-qur’an,assunnah dan pemahaman salafussoleh serta ulama ahlussunnah, kita ikuti aja.maap salah moga bermanfaat.

      Nb: ummati ini situs ahlussunnah bukan? Kok isinya hujatan semua? Masih banyak hal lain yg penting dibahas, bukan saling menghujat.

      1. Hah???? Ummati isinya hujatan semua??? Mata antum yg rabun kali Bang Ahlun, atau karena antum kebakaran jenggot sehingga ngomong asal mangap?

        maaf, informasi yg ada di postingan di atas sangat bermanfaat, sehingga saya dan keluarga saya juga teman-teman pada tahu web-web di atas ternyata dikelola kaum Wahabi Fitnah Najd di akhir zaman.

        1. alhamdulillah…makasih dah kasih link website “wahabi” disini..ane jadi semakin semangat mempelajari ajaran salafi ahlusunnah wal jammah yang ente anggap “wahabi”klo ente ga kasih link itu ane mungkin ga tau ternyata dakwah salafi semakin berkembang pesat dan ga akan bisa di bendung apalagi sama orang2 yang ilmunya abal2 kaya ente semua disini…wkwkwkwk…karena ilmu yang didakwahkan sangat sulit dibantah keilmiahannya.btw ni website ko pake foto masjidil harom ya?hati2 ente itu masjid dan negaranya udah dikuasai wahabi!!!wkwkwkwk keluarga ente juga ga usah pergi haji ke mekah, entar didoktrin sama wahabi lho xixixixixi….

  22. BEGINI SAJA,……BAGAIMANA KALO YANG DARI NU NGAJI DI SALAFI/WAHABI,YANG DARI SALAFI/WAHABI NGAJI DI NU,….ADA YG BENAR MENURUT QUR’AN/SUNNAH YA DI PAKE,YANG SALAH DI TINGGALKAN,…DARI PADA RIBUUUUT AJA ,BELUM TENTU YANG ANDA YAKINI SEKARANG INI ADALAH YANG PALING BENAR,KITA SEMUA SEDANG MENCARI KEBENARAN SAUDARA…BANYAKLAH MENDENGAR DARIPADA KOMENTAR,…..BANYAKLAH BELAJAR BARU MENGAJAR,…KOMENTAR KALIAN CUMA BIKIN PUSING TAU!!!……KOMENTAR KALIAN MENUNJUKKAN FANATISME GOLONGAN,…MANA UQUWAH ANDA?…..BUKANKAH KITA /MUSLIM BERSAUDARA?…KOMENTAR KALIAN MENUNJUKKAN KEDANGKALAN ILMU ANDA,……TOLONG DI CAMMKAN!!!!…….MAAF SAYA HANYA PRIHATIN DENGAN KONDISI UMMAT ISLAM SEKARANG,TERLALU MUDAH DI ADU DOMBA, HANYA KARENA BEDA PENDAPAT…..HMMM,….INILAH YANG DI ISYARATKAN OLEH NABI ,SEKARANG SUDAH TERJADI,….SEKARANG TINGGAL PILIH SAJA,….MAU TERUS RIBUT LALU HANCUR ATAU SALING MENASEHATI DENGAN MENJALIN SILATURAHIM DAN UKUWAH????

    1. YANG PENTING JANGAN MENUDUH SESAT ORANG YANG TAHLILAN
      JANGAN MENUDUH MUSYRIK ORANG YANG ZIARAH KUBUR
      JANGAN MENUDUH KAFIR ORANG YANG TAWASSUL
      SEMUA ADA ILMUNYA, MAKA BELAJARLAH DULU BARU MENGAJAR.
      GITU KAN ABU SEKAM MAKSUD SAMPEAN ?……. ALHAMDULILLAH

  23. Salafi/Wahabi/Ahlu Sunnah Waljama’ah adalah saudara seiman yaitu Islam , untuk itu janganlah kita saling menghujat. Saat ini yang harus kita waspadai adalah agama syiah laknatullah(bukan Islam) yang yang sedang mengadu domba Salafi/Wahabi/Ahlu Sunnah Waljama’ah. Mereka syi’ah laknatullah ingin memecah kita berkeping-keping sampai hancur luluh berantakan …. Astagfirullah. Untuk itu wahai Saudara-Saudara ku seiman yang baik dan insya Allah selalu dirahmati Allah mari kita bersatu untuk mewaspadai syiah laknatullah yang mungkin ada disekitar kita. Ingatlah wahai Saudaraku seiman, berbohong adalah akidah syi’ah laknatullah bertolak belakang dengan pemahaman kita yang membenci kebohongan. Wallahutaala’lam.

    1. urang awak@

      Antum ada aja deh, Bos. Anda silahkan tebar trik-trik membela Wahabi (Salafy), tapi kenyataannya di alam nyata ini, Wahabi yg sekarang pakai nama SALAFY itulah musuh Ummat Islam. Ini benar2 nyata dan sangat terasa, siapa pun pasti merasakannya. Aqidahnya juga sangat beda, karena Wahabi (Salafy) aqidahnya Tauhid Trinitas yang batil. Maksud saya tauhid Trinitas adalah tauhid Uluhiyyah, rububiyyah dan asma wa sifat. Ini tauhid batil yg dipromosikan kaum Wahabi or salafy.

      Hukumnya wajib membantah kebatilan Wahabi.

  24. bagus, pekerjaan anda sangat bagus. Dengan demikian, saya mempunyai referensi untuk memilah-milah situs web.

    bolehkah saya tahu, bagaimana cara anda memilahnya?

    semoga anda dan saya mendapat petunjuk ke jalan yang benar dan diridhoi Alloh Ta’ala.

    1. Memilahnya sangat mudah, Mas. Asalkan Web tersebut antusias mengajarkan ajaran Syaikh Muhammad bin Abdul wahhab dan para pengiktnya seperti Syaikh bin Baz, Syaikh Albani, syaikh Utsaimin dll, maka jelaslah Web tersebut milik Wahabi.

      Karena blog / web Ahlussunnah Wal Jamaah tidak akan mengajarkan ajaran Wahabi.

  25. Mas Alvin Albani yang insya Alloh selalu dirahmati Alloh,ana berharap antum pelajari dan pahami dulu ilmu dari tauhid Uluhiyyah, rububiyyah dan asma wa sifat. Tolong antum jelaskan secara ilmiah dimana letak kebatilannya tauhid tersebut ( penjelasan enggak boleh berlandaskan hawa nafsu/syahwat serta emosi ) . Hati-hati memakai kata “pasti”,biasakan untuk menggunakan insya Alloh. Rupanya anda lebih hebat dari Alloh he…he…he….Kalo hukumnya wajib membantah kebatilan wahabi apa dalilnya/hukumnya. Semoga kita dan khususnya saudara-saudara kita di Suriah (salafi/wahabi/aswaja/sunni) selalu diberi kekuatan untuk menghancurkan syi’ah rafidah laknatullah amin ya robbalalamin.Jazakullahukhoiron

  26. dari pada melaknat , lebih baik luruskan dan ajak saudara – saudara kita yang terkena faham Syi`ah untuk kembali kepada faham Ahlu Sunnah wal-jama`ah asy`ariyah maturidiyah , begitu juga saudara -saudara kita yang terkena faham Tauhid tiga mari kita ajak untuk kembali kepada pemahaman Sifat 20.

  27. Mas Ahmadsyahid yang insya Alloh selalu dirahmati Alloh,ana tertarik untuk bergabung/memahi Ahlu Sunnah wal-jama`ah asy`ariyah maturidiyah,namun sayang baru aja ana baca disalah satu web ternyata asy`ariyah maturidiyah bukan ahlusunnah,lebih jelasnya inilah tulisannya:
    Al-Imam Ahmad bin Hanbal
    Ibnu Khuzaimah ditanya oleh Abu Ali ats-Tsaqafi, “Apa yang kau ingkari, wahai ustadz, dari mazhab kami supaya kami bisa rujuk darinya?”
    Beliau menjawab, “Kalian condong kepada pemahaman Kullabiyah. Ahmad bin Hanbal termasuk orang yang paling keras terhadap Abdullah bin Said bin Kullab dan teman-temannya, seperti Harits dan lainnya.”
    Perlu diketahui bahwa Kullabiyah adalah masyayikh (guru-guru/senior) Asy’ariyah.
    Ibnu Taimiyah t berkata, “Kullabiyah adalah guru-guru orang Asy’ariyah….” (Kitab Istiqamah)
    2. Ibnu Qudamah t
    Beliau berkata, “Kami tidak mengetahui kelompok ahlul bid’ah yang menyembunyikan pemikiran-pemikirannya dan tidak berani menampakkannya selain Zanadiqah dan Asy’ariyah.”
    3. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin t
    Beliau berkata, “Asya’irah (Asy’ariyah), Maturidiyah, dan yang semisal mereka bukanlah Ahlus Sunnah wal Jamaah.”
    4. Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmi
    Pendapat yang benar, Asy’ariyah dan Maturidiyah termasuk kelompok ahlul bid’ah, tidak boleh seorang pun menyatakan Asy’ariyah adalah Ahlus Sunnah. Barang siapa yang menyatakan dua kelompok ini Ahlus Sunnah wal Jamaah berarti telah menjerumuskan dirinya dalam kesalahan fatal dan bahaya yang besar. (at-Ta’kid hlm. 7)
    5. Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan pernah ditanya, “Apakah Asy’ariyah dan Maturidiyah termasuk Ahlus Sunnah?”
    Beliau menjawab, “Mereka tidak teranggap sebagai Ahlus Sunnah. Tidak ada seorang pun yang menggolongkan mereka ke dalam Ahlus Sunnah wal Jamaah. Mereka memang menamakan diri mereka termasuk Ahlus Sunnah akan tetapi mereka bukanlah Ahlus Sunnah.” (Lihat Ta’kid Musallamat Salafiyah, hlm. 19—30). Afwan Mas Achmadsyahid ana jadi bingung !!! yang mana nih yang bener,ana jadi ragu untuk mengikuti pemahaman antum dan belajar sifat 20. Jazakullahu Khoiron.

  28. Dibawah ini adalah salah satu akidah Wahabi tentang Asma’ Wa Sifat,silahkan antum baca dan pahami dimana batilnya: Definisi dari tauhid asma’ wa shifat terdiri dari tiga asas. Barangsiapa menyimpang darinya, maka ia tidak termasuk orang yang mengesakan Allah, dalam hal nama dan sifat-Nya. Ketiga asas itu adalah:
    1. Meyakini bahwa Allah Maha Suci dari kemiripan dengan makhluk dan dari segala kekurangan.
    2. Mengimani seluruh nama dan sifat Allah yang di sebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tanpa mengurangi atau menambah-nambahi dan tanpa mengubah atau mengabaikannya.
    3. Menutup keinginan untuk mengetahui kaifiyyah (kondisi) sifat-sifat itu.

    Adapun asas yang pertama, yaitu meyakini bahwa Allah Maha Suci dari kemiripan dengan makhluk dalam segala sifat-sifat-Nya, dengan ini di dasarkan dalam firman Allah swt :
    “Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.”(QS. Al-Ikhlash :4)

    “Maka janganlah kalian membuat perumpamaan-perumpamaan bagi Allah.”(QS. An-Nahl :74).

    Di antara Tauhidullah asma’ wa shifat yang harus kita ketahui, dimana dapat merusak keimanan kita kepada Allah ini adalah :
    1. Tasybih. Yaitu menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat Makhluk, seperti yang n orang Nasrani yang menyerupakan Al-Masih bin Maryam dengan Allah swt; orang Yahudi menyerupakan ‘Uzair dengan Allah; orang-orang musyrik menyerupakan patung-patung mereka dengan Allah; beberapa kelompok yang menyerupakan wajah Allah dengan wajah makhluk, tangan Allah dengan tangan makhluk, pendengaran Allah dengan pendengaran makhluk, Naudzubillah,dan lain sebagainya.
    2. Tahrif. Artinya mengubah atau mengganti. Yakni mengubah lafadzh-lafadzh nama Allah dengan menambah atau mengurangi atau mengubah harakat I’rab-nya, atau merubah artinya, seperti pengubahan kata dalam firman Allah” wa kallamallahu musa taklima” menjadi “ wa kallamallaha. Dengan demikian, mereka bermaksud menafikan sifat kalam(berbicara) dari Allah swt.
    3. Ta’thil (pengabaian, membuat tidak berfungsi). Yaitu menampik sifat Allah dan menyangkal keberadaanya pada dzat Allah swt. Semisal menampik kesempurnaan-Nya dengan cara membantah nama-nama & sifat-sifat Allah; tidak melakukan ibadah kepada-Nya, atau menampik sesuatu sebagai ciptaan Allah swt, seperti orang yang mengatakan bahwa makhluk-makhluk ini qadim (tidak berpermulaan dan menyangkal bahwa Allah telah menciptakan dan membuatnya).
    4. Takyif (mengkondisikan) menentukan kondisi dan menetapkan esensinya.

    Akhir kata, janganlah lalai dari mengingat Allah, yang mengakibatkan persoalan diri dan hatinya melampau batas. Ilmu tentang Allah adalah pangkal semua ilmu. Ilmu juga merupakan pangkal ilmu pengetahuan seorang hamba tentang kebahagiaannya, kesempurnaanya, kemaslahatan dunia dan akhirat. Sedangkan jika tidak berilmu tentang Allah, mereka akan mengakibatkan kebodohan terhadap dirinya, kemaslahatan, kesempurnaannya, dan apa saja yang dapat membersihkan serta membahagiakan dirinya.
    Saudaraku, memahami Allah, berarti kebahagiaan bagi seorang hamba. Sementara jika bodoh terhadap-Nya, berarti pangkal kebinasaan baginya. Mudah-mudahan kita semua tetap dalam lindungan Allah swt, dan selamat di dunia dan akhirat. Insya Allah. Amin ya Rabbal Alamin. (Muhammad Aly El-Bhoney)……Dikutip dari salah satu web

  29. Al-akh urang awak , jika antum meragukan bahwa Asy`ariyah Maturidiyah adalah Ahlu Sunnah wal-jama`ah , maka siapakah menurut antum Ahlu sunnah wal jama`ah itu……..? bukankah dihapan kita ada Qur`an dan Sunnah kenapa harus terombang ambing oleh omongan orang yang mengatakan Asy`ariyah Maturidiyah bukan Ahlu Sunnah tanpa dalil………? Tanpa Hujjah semua orang bisa dong…….. ngomong semaunya….

    Lalu antum katakan

    Definisi dari tauhid asma’ wa shifat terdiri dari tiga asas. Barangsiapa menyimpang darinya, maka ia tidak termasuk orang yang mengesakan Allah, dalam hal nama dan sifat-Nya. Ketiga asas itu adalah:
    1. Meyakini bahwa Allah Maha Suci dari kemiripan dengan makhluk dan dari segala kekurangan.
    2. Mengimani seluruh nama dan sifat Allah yang di sebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tanpa mengurangi atau menambah-nambahi dan tanpa mengubah atau mengabaikannya.
    3. Menutup keinginan untuk mengetahui kaifiyyah (kondisi) sifat-sifat itu.

    Andai tiga asas ini benar – benar diterapkan ( bukan sekedar jargon pembungkus dan pemikat ) niscaya tidak ada perbedaan berarti antara Akidah Wahabi dengan Aqidah Ahlu Sunnah wal-jama`ah Asy`ariyah Maturidiyah.

    Namun ternyata fakta dilapangan sangat jauh berbeda , berapa banyak hadist2 dhaif , atsar2 mungkar bahkan maudhu` dijadikan landasan ( batu loncatan ) menuju Aqidah Bathil seperti akidah syeikh Ibnu Taimiyah bahwa Allah berada pada Arah yang tidak berwujud.

    Demikian lah saudaraku keadaan dilapangan sangat jauh berbeda dengan apa yang diklaim dan diberitakan , semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua untuk kembali memahami Aqidah 20 sebagai representasi Aqidah Ahlu Sunnah wal-jama`ah Asy`ariyah wal maturidiyah.

  30. Inilah Tauhid Uluhiyah yang menjadi rujukan akidah wahabi salafi/salafi wahabi,jika menurut saudaraku tauhid batil tolong ana dinasehati,
    Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.

    Dalil Tauhid Uluhiyah Allah:

    Allah berfirman di dalam Al Qur’an: “Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta.” (QS. Al Fatihah: 5)

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah membimbing Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu dengan sabda beliau: “Dan apabila kamu minta maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta tolong maka minta tolonglah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

    Allah berfirman: “Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun” (QS. An Nisa: 36)

    Allah berfirman: “Hai sekalian manusia sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al Baqarah: 21)
    Penjelasan Dalil

    Dengan ayat-ayat dan hadits di atas, Allah dan Rasul-Nya telah jelas mengingatkan tentang tidak bolehnya seseorang untuk memberikan peribadatan sedikitpun kepada selain Allah karena semuanya itu hanyalah milik Allah semata.

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Allah berfirman kepada ahli neraka yang paling ringan adzabnya. ‘Kalau seandainya kamu memiliki dunia dan apa yang ada di dalamnya dan sepertinya lagi, apakah kamu akan menebus dirimu? Dia menjawab ya. Allah berfirman: ‘Sungguh Aku telah menginginkan darimu lebih rendah dari ini dan ketika kamu berada di tulang rusuknya Adam tetapi kamu enggan kecuali terus menyekutukan-Ku.” ( HR. Muslim dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu )

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Allah berfirman dalam hadits qudsi: “Saya tidak butuh kepada sekutu-sekutu, maka barang siapa yang melakukan satu amalan dan dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku maka Aku akan membiarkannya dan sekutunya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu )
    Contoh Penyimpangan Uluhiyah Allah

    Contoh konkrit penyimpangan uluhiyah Allah di antaranya ketika seseorang mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah tersebut. Lalu orang tersebut datang ke makam seorang wali, atau kepada seorang dukun, atau ke tempat keramat atau ke tempat lainnya. Ia meminta di tempat itu agar penghuni tempat tersebut atau sang dukun, bisa melepaskannya dari musibah yang menimpanya. Ia begitu berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya. Ia pun mempersembahkan sesembelihan bahkan bernadzar, berjanji akan beri’tikaf di tempat tersebut jika terlepas dari musibah seperti keluar dari lilitan hutang.

    Nasehat Ibnul Qoyyim

    Ibnul Qoyyim mengatakan: “Kesyirikan adalah penghancur tauhid rububiyah dan pelecehan terhadap tauhid uluhiyyah, dan berburuk sangka terhadap Allah”.

    Dikutip sebagian dari sumber:

    http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&task=view&id=29&Itemid=9
    Lihat Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin hal 41-45

    1. Urang Awak ” Hadaanallohu wa Iyyakum ” ngelihat penjelasan antum ana jadi pingin tanya:
      Rusakkah aqidah orang sakit yang berobat ke dokter padahal ia yakin yang bisa menyembuhkan hanya Alloh ? trus apa fungsi dari dokter itu sendiri ? tlg biar ana gak bingung… Syukron

  31. Satu lagi ya akh akidah salafi/wahabi tantang Tauhid Rububiyah, dan jika menurut antum batil/sesat
    tolong nasehatnya:
    Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya. (Lihat Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin hal 14).

    Makna Tauhid Rububiyah Allah

    Maknanya, menyakini bahwa Allah adalah Dzat yang menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala mamfaat dan menolak segala mudharat. Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal bagi Allah. Dari sini, seorang mukmin harus meyakini bahwa tidak ada seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini. Allah mengatakan: “’Katakanlah!’ Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al Ikhlash: 1-4)

    Konsekuensi Tauhid Rububiyah

    Maka ketika seseorang meyakini bahwa selain Allah ada yang memiliki kemampuan untuk melakukan seperti di atas, berarti orang tersebut telah mendzalimi Allah dan menyekutukan-Nya dengan selain-Nya.
    Sikap Jahiliyah dalam Tauhid Rububiyah

    Dalam masalah rububiyah Allah sebagian orang kafir jahiliyah tidak mengingkarinya sedikitpun dan mereka meyakini bahwa yang mampu melakukan demikian hanyalah Allah semata. Mereka tidak menyakini bahwa apa yang selama ini mereka sembah dan agungkan mampu melakukan hal yang demikian itu. Lalu apa tujuan mereka menyembah Tuhan yang banyak itu? Apakah mereka tidak mengetahui jikalau ‘tuhan-tuhan’ mereka itu tidak bisa berbuat apa-apa? Dan apa yang mereka inginkan dari sesembahan itu?
    Tujuan Cerita Allah dalam Al Qur’an

    Allah telah menceritakan di dalam Al Qur’an bahwa mereka memiliki dua tujuan.
    Pertama Mendekatkan Diri Kepada Allah

    Mendekatkan diri mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya sebagaimana firman Allah: “Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong (mereka mengatakan): ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami di sisi Allah dengan sedekat-dekatnya’.” (Az Zumar: 3 )
    Kedua syafa’at (pembelaan ) di sisi Allah

    Agar mereka memberikan syafa’at (pembelaan ) di sisi Allah. Allah berfirman: “Dan mereka menyembah selain Allah dari apa-apa yang tidak bisa memberikan mudharat dan manfaat bagi mereka dan mereka berkata: ‘Mereka (sesembahan itu) adalah yang memberi syafa’at kami di sisi Allah’.” (QS. Yunus: 18, Lihat kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab)

    Keyakinan sebagian orang kafir terhadap tauhid rububiyah Allah telah dijelaskan Allah dalam beberapa firman-Nya: “Kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan mereka? Mereka akan menjawab Allah.” (QS. Az Zukhruf: 87) “Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan yang menundukkan matahari dan bulan? Mereka akan mengatakan Allah.” (QS. Al Ankabut: 61) “Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan bumi setelah matinya? Mereka akan menjawab Allah.” (QS. Al Ankabut: 63)
    Kesimpulan Umum

    Demikianlah Allah menjelaskan tentang keyakinan mereka terhadap tauhid Rububiyah Allah. Keyakinan mereka yang demikian itu tidak menyebabkan mereka masuk ke dalam Islam dan menyebabkan halalnya darah dan harta mereka sehingga Rasulullah mengumumkan peperangan melawan mereka. Makanya, jika kita melihat kenyataan yang terjadi di tengah-tengah kaum muslimin, kita sadari betapa besar kerusakan akidah yang melanda saudara-saudara kita. Banyak yang masih menyakini bahwa selain Allah, ada yang mampu menolak mudharat dan mendatangkan manfa’at, meluluskan dalam ujian, memberikan keberhasilan dalam usaha, dan menyembuhkan penyakit. Sehingga, mereka harus berbondong-bondong meminta-minta di kuburan orang-orang shalih, atau kuburan para wali, atau di tempat-tempat keramat. Mereka harus pula mendatangi para dukun, tukang ramal, dan tukang tenung atau dengan istilah sekarang paranormal. Semua perbuatan dan keyakinan ini, merupakan keyakinan yang rusak dan bentuk kesyirikan kepada Allah.

    Renungan:

    Ringkasnya, tidak ada yang bisa memberi rizki, menyembuhkan segala macam penyakit, menolak segala macam marabahaya, memberikan segala macam manfaat, membahagiakan, menyengsarakan, menjadikan seseorang miskin dan kaya, yang menghidupkan, yang mematikan, yang meluluskan seseorang dari segala macam ujian, yang menaikkan dan menurunkan pangkat dan jabatan seseorang, kecuali Allah. Semuanya ini menuntut kita agar hanya meminta kepada Allah semata dan tidak kepada selain-Nya.

    Dikutip sebagian dari sumber:

    http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&task=view&id=29&Itemid=9
    Lihat Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin hal 41-45

  32. saudaraku urang awak , semua yang berkaitan dengan pembagian tauhid sudah dibahas , kekeliruan – kekeliruan pembagian Tauhid juga sudah di tunjukkan , jika ada hal-hal yang belum jelas silahkan diskusikan dengan kawan – kawan Ummati , semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua dan memperlihatkan yang Haq adalah Haq yang Bathil adalah bathil , semoga Allah memudahkan kita untuk mengikuti yang Haq dan menjauhi yang Bathil.

  33. jadi nu ahli sunah waljamaah?terus yng lain apa? symah kadang kadang heran kok yng ngakunya sawaja tp jauh dari sunah. tp sy lihat teman teman salafy yng dikakan sesat justru lebih sunah n dilingkungan kami mereka lebih dihormati karena tidak macam macam n warga juga senang

    1. maaf bang ujang ucok, yg bilang wahabi or salafy sesat itu bukan NU saja tapi seluruh ummat islam selain wahabi, NU hanya bagian dari ummat islam, sedangkan Wahabi adalah sempalannya, sudah sangat jelas kok.

      Lebih sunnahnya salafy itu di mana sih, apakah jidatnya yg gosong atau celananya yg cingkrang, ataukah jenggotnya yg panjang berserakan? apakah itu kelebihan sunnahnya?

      1. astagfirulloh..ente sepertinya sudah mulai dikuasai hawa nafsu hingga tidak bisa menempatkan diri untuk tetap berada diatas jalan kebenaran..ente sadar ga klo ente udah menghina sunnah2 Rosululloh ? apa ente ini penyusup yg coba obok2 kaum muslimin ya? jgn sembarangan ente bicara seperti itu (menghina jenggot dan celana di atas mata kaki)

  34. sy bukan salafy tp bukan nu pula.sy memandang aliran bukan dari satu sisi,coba anda tunjukan bahwa nabi pernah melakukan selamatan 40harian misalnya .kl ada sy akan berterimakasih sekali pada kang@bu n sy selalu ok dng pendapat orang

  35. ungkapan ” Nabi tidak pernah melakukan / mencontohkan ” seringkali dijadikan alat untuk melarang sebuah perbuatan , padahal ungkapan itu bukan dalil syar`i , sangatlah tidak tepat jika melarang sebuah perbuatan dengan dalil ungkapan seperti diatas , sebab ungkapan diatas bukanlah sumber hukum dalam Islam.

  36. Mengizinkan berdirinya pangkalan mIliter imperialis Amerika penindas umat muslim jelas melanggar Qur’an dan Hadist. Nabi Muhammad jelas marah melihat kelakuan rezim Saud bin dolllar beserta para ulama Wahabi penjilat-nya. Sangat ironis jika rumah Allah Kabah Makkah dikawal oleh rezim dan ulama dolar ini.

    1. Sy tambahin…

      Rumah Siti Khadijah ra. yang penuh barakah..dibongkar lalu di jadikan tempat..maaf…WC umum…
      di sisi lain, dibangunlah sebuah gedung yang mirip sebuah buku, di dalamnya terdapat peninggalan Syekh Ustaimin berupa pulpen, kacamata dll…

      Dimana fungsi Akal sebagai penimbang???dimana nurani??

  37. mengaku akhli sunah waljamaah berarti kita harus ikut segala perbuatan yng sudah dicontohkan nabi, yah paling nga sohabat pernah melakukan misalnya nabi tarwih 11 n sahabat nabi ada yng 23 rakaat, kita kan boleh ikut trs kl mereka tidak mencontohkan kita ikut sunah siapa? mohon penjelasanya

  38. ukuran ahlu sunnah wal-jama`ah atau bukan ditinjau dari aqidahnya , apakah sudah sesuai dengan apa yang diajarkan Rosulallah SAW atau belum / tidak sesuai , amaliyah adalah penyempurna keimanan seseorang , seperti kaum khowarij sangat luar biasa dalam ibadahnya namun sayang Aqidah mereka menyimpang.

    mohon jangan terkecoh dengan bungkus luar.

  39. mohon maaf jadi banyak bertanya nih.disamping mengajarkan aqidah rosululloh juga mengajarkan prilaku atau amalyah yng dapat dilihat dng mata,nah kl amalyah kita nga sesuai dng rosululloh ,sesuai pendapat anda iman kita kurang sempurna donk

  40. Bismillaah,

    Allah berfirman: “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu mengingatnya. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tegak barang sedikitpun.” (Q.S. Ibrahim: 24-26)

    Kira-kira apa tafsirannya dari pohon, akar, cabang dan buah dalam ayat tersebut? Apakah ayat ini menjelaskan bahwa aqidah yang benar membuahkan ibadah yang benar, dan ibadah yang benar membuahkan akhlak yang mulia.

    Wallaahu a’lam.

  41. mohon maap mungkin ini pertanyaan bodoh dari orang bodoh pula tp ingin tahu kebenaran,dikampung saya ada orang NU meninggal,katanya waktu sakit tidak sholat maka diadakan zikir fidyah atau istilah mereka zikir pida, lalu bagi2 beras.apakah ini bukan penyimpangan? mohon pencerahanya

    1. Mas Ujang ucok@

      Kalau menurut kacamata sampeyan di mana letak penyimpangannya, Mas?

      Kalau menurut kacamata saya sih itu namanya ikhtiar yg dilakukan oleh keluarganya yg masih hidup untuk mendo’akannya dengan harapan seandainya ada dosa2 si mayit saat hidupnya diampuni Allah. Coba di mana letak penyimpangannya? Tolong jelaskan.

  42. yng sy tahu yng boleh diganti dng fidyah kan puasa,sedangkan sholat bagaimanapun sakitnya selagi msh sadar tetap wajib sholat ,nga kuat berdiri ,duduk,nga kuat duduk berbaring ,nga kuat berbaring boleh dng kedipan,nah kl udah nga sadar nga ada kewajiban sholat jd bolehkah kita mengikhtiari orang yng jeles jelas melenggar hukum?mohon kang yanto jelasin biar ngerti

    1. Akhi ujang ucok@

      maaf ya Bang Ujang Ucok,
      Saya baru lihat pertanyaan antum. Sekarang saya baru mau berangkat kerja. Nanti malam saya pulang sekitar jam 21.00. Sebaiknya antum ntar malam standby jam setengah 10 di sini biar kita bisa diskusi live, face to face di sini.

      Sebelumnya saya sarankan antum baca dulu tulisan di link ini (masih di Ummati Press kok?) Klik dan lihat: http://ummatipress.com/2012/07/13/salah-memahami-ibadah-menyebabkan-kaum-wahabi-terkenal-ngawur/

      Biar diskusi kita nanti nyambung dan tidak asal ngeyel saya benar2 sarankan antum baca link yg saya kasih di atas.

      Baiklah simak jawaban saya nanti malam ya?

  43. kl dikatakan ngeyelpun saya gpp,kl pertanyaan sy salah melulupun wajar krn sy bodoh dlm hal agama ,kl saya banyak bertanya semata mata krn kegembiraan sy mendapat kwn tempat bertanya supaya ibadah sy menjadi tenang krn tdk menyelisihi rosulluloh.kl sy bertanya apakakah rosulluloh pernah melakukanya? semata mata keinginan ibadah sy berdasakan qur’an n sunah ,jd apapun jawabanya akan sy cerna sebaliknya apapun pertanyaan sy bodoh sekalipun bkn olok olok yang sy dapat tp ilmu yang sy bawa,sebelumnya buat kang yanto atau siapa sj ikut comment banyak banyak trm ksh

    1. assalamu’alaikum…

      kang ucok@: mohon maaf yang sebesar-besarnya baru tahu pertanyaan antum, kalu boleh kasih masukan sebaiknya antum tentukan dulu permasalahan yang antum ingin penjelasannya bid’ah, tawassul, tahlilan, atau yang mana dulu? mari kita bahas satu persatu biar nggak kabur permasalahannya….

      mohon dimaafkan, semoga Alloh senantiasa membimbing kita semua amiin

    2. ujang ucok@

      maaf setelah saya baca koment antum tentang dzikir fida’, perlu saya luruskan bahwa sesungguhnya dzikir fida’ tsb tidak dimaksudkan untuk fidyah sholat. Kalau antum memahami dzikir fida’ sebagai fidyah sholat jelas ini keliru. Mungkin antum salah paham, atau mungkin antum dapat informasi dari sumber yg salah.

      Dzikir fida’ yg saya tahu sebenarnya tidak beda dg tahlilan, yaitu kita berdzikir yg pahalanya kita sampaikan kepada si mayyit. Penyampaiannya itu melaui berdo’a, sebagaimana biasanya di akhir dzikir fida’ dibacakan do’a kepada Allah agar pahalanya disampaikan kepada si mayyit. Di sini intinya adalah do’a untuk si mayyit, bukankan ini amal yg bagus Mas Ucok? Apakah menurut antum berdo’a seperti ini melanggar syari’at?

  44. kang@bu buat sy tidak ada permasalahan,yng ada hanya pertanyaan .apakah bisa tradisi jadi ibadah sementara tradisi2 itu byk yng datang dari budha/hindu lalu diadopsi oleh umat islam,pertanyaan sy, apakah rosulluloh kurang memberi contoh sehingga kita harus ikut2an tradisi mereka?sekali lg mohon maaf

    1. Ujang ucok
      mohon maap mungkin ini pertanyaan bodoh dari orang bodoh pula tp ingin tahu kebenaran,dikampung saya ada orang NU meninggal,katanya waktu sakit tidak sholat maka diadakan zikir fidyah atau istilah mereka zikir pida, lalu bagi2 beras.apakah ini bukan penyimpangan? mohon pencerahanya.

      Jawab : letak penyimpangannya dimana….tolong jelaskan……?

      Ujang ucok
      yng sy tahu yng boleh diganti dng fidyah kan puasa,sedangkan sholat bagaimanapun sakitnya selagi msh sadar tetap wajib sholat ,nga kuat berdiri ,duduk,nga kuat duduk berbaring ,nga kuat berbaring boleh dng kedipan,nah kl udah nga sadar nga ada kewajiban sholat , jd bolehkah kita mengikhtiari orang yng jeles jelas melenggar hukum?mohon kang yanto jelasin biar ngerti.

      Jawab : Allah saja maha penyayang , kenapa anda terlihat keras gak punya belas kasih dan rasa kasih sayang…..? saya mo tanya sejak anda akil baligh sampai hari ini , pernah ketinggal solat gak …..? baik sengaja maupun gak sengaja…….? Kalo gak pernah bagus , kalo pernah apa yang anda lakukan………….? Sementara sholat adalah kewajiban yang tidak gugur kecuali jika sudah dikerjakan , apa yang anda lakukan jika anda punya tanggungan ibadah sholat…….?

      Ujang ucok
      kang@bu buat sy tidak ada permasalahan,yng ada hanya pertanyaan .apakah bisa tradisi jadi ibadah sementara tradisi2 itu byk yng datang dari budha/hindu lalu diadopsi oleh umat islam,pertanyaan sy, apakah rosulluloh kurang memberi contoh sehingga kita harus ikut2an tradisi mereka?sekali lg mohon maaf.

      Jawab : pertanyaan anda ini timbul dari keinginan untuk mempermasalahkan , meskipun anda mengingkarinya diatas , baik anda menanyakan ,

      1.bisakah tradisi menjadi Ibadah ….., sebelum saya jawab saya pengen tahu apa yang anda pahami dari kata tradisi , dan kata ibadah….?

      2. sementara tradisi2 itu byk yng datang dari budha/hindu lalu diadopsi oleh umat islam……,

      sebelum saya jawab saya ingin tahu lebih jelas maksud anda ” tradisi budha / hindu diadopsi oleh ummat Islam sebutkan contohnya …..? , sekedar feedback , tradisi atau adat dapat menjadi hukum dalam islam , al-`adah muhkamah .

      3. pertanyaan sy, apakah rosulluloh kurang memberi contoh sehingga kita harus ikut2an tradisi mereka ?sekali lg mohon maaf.

      jawab : justru karena ada contoh dari Rosulallah SAW , bagaimana cara ber-interaksi dengan kebudayaan diluar islam itulah , muncul beberapa sumber hukum ikutan seperti , istihsan , masholih mursalah , istishab dll , makanya sebutkan contohnya budaya apa yang diadopsi Islam yang kemudian anda persoalkan……?

      Tolong cermati 2 hadist dibawah , biar pertanyaannya selaras dengan tuntunan Nabi SAW , agar kita tidak mempersoalkan apa-apa yang tidak dipersoalkan oleh Allah dan Rosulnya :

      Rasulullah Shallallau ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apa-apa yang Allah halalkan dalam kitabNya adalah halal, dan apa-apa yang diharamkan dalam kitabNya adalah haram, dan apa-apa yang didiamkanNya adalah dibolehkan. Maka, terimalah kebolehan dari Allah, karena sesungguhnya Allah tidak lupa terhadap segala sesuatu.” Kemudian beliau membaca (Maryam: 64): “Dan tidak sekali-kali Rabbmu itu lupa.” (HR. Al Hakim dari Abu Darda’, beliau menshahihkannya. Juga diriwayatkan oleh Al Bazzar).

      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidak tertinggal sedikitpun yang mendekatkan kamu dari surga dan menjauhkanmu dari neraka melainkan telah dijelaskan bagimu ” (HR Ath Thabraani dalam Al Mu’jamul Kabiir no. 1647).

    2. Bismillah…

      Maaf kang Ucok ana terlambat trus…., buat ust Amad Syahid ana sampaikan Jazaakallohu Ahsanal Jazaa… telah membantu ana karena keterbatasan kesempatan ana, sekalilagi ana ucapkan matur nuwun ingkang ageng….
      Kang Ucok jawaban yang disampaikan Ust. Syahid kiranya udah sangat jelas, disini ana Cuma nambahkan sedikit semoga bermanfaat.

      Kang Ucok Insya Alloh kita sepakat bahwa “ Birrul Walidain “ adalah wajib hukumnya, namun dalil atau tuntunannya bersifat mujmal atau global dimana tidak diatur secara terperinci melalui al-qur’an atau assunnah cara atau teknis dalam pengaplikasian kewajiban tersebut.

      Disini ana coba mengilustrasikan dengan sebuah realita, ada seorang teman yang bekerja di kantor A dengan gaji bulanan, sehingga diantara cara yang ditempuh olehnya dalam mewujdkan kewajiban Birrul Walidainnya adalah dia dan keluarganya men-tradisikan setiap minggu pertama sehabis gajian ia dan keluarganya menjenguk orang tuanya yang tinggal agak jauh dari tempat tinggalnya. Namun dilain pihak teman sekantornya yang kebetulan Non Muslim juga melakukan hal yang sama, namun yang pasti dengan detail pelaksanaan yang berbeda.

      Coba antum renungkan… adakah teman ana tersebut dianggap melakukan bid’ah karena men-tradisikan menjenguk orang tuanya di minggu pertama disetiap bulannya?
      Atau ia dianggap berdosa karena melakukan “ Tasyabbuh” karena di anggap mengadopsi kebiasaan ( tradisi ) yang sama dengan teman sekantornya yang kebetulan Non Muslim?

      Yang pasti ilustrasi oleh-oleh teman ana untuk orang tuanya dalam rangka “Birrul Walidain” yang ana ceritakan diatas tidaklah sama dengan hadiah yang di berikan oleh anak atau keluarga si mayyit untuk yang sudah meninggal yang berupa Hadiah Pahala, mengingat karena memang kemanfaatan untuk orang tua yang masih hidup dengan orang tua yang sudah meninggal jelas berbeda.

      Semoga tambahan ana dapat memberi penjelasan, dan ana masih siap menerima koreksi dan bantahan dari siapapun…
      Syukron

      1. to my brother @bu hilya
        Kalau seandainya ngikut berilustrasi masalah but lo? (candaan aja ngikutin anak jaman -jangan ditiru!!!!). Assalamu’alaikum akhi!. Salam kenal. Ijinkan ana menambah detail ilustrasinya yah?
        Bang setau ane si muslim ini tidak punya niat ngejadiin “Birrul Walidain” nya sebagai ‘ibadah mahdoh. Kalau dia istiqomah ngelakuinnya tiap minggu pertama karena kemampuannya cuma sebulan sekali yang penting istiqomah…cause ‘amalan yang Allah cintai kan walau sedikit tapi istiqomah ? Abang terlalu gegabah melihat kebiasaan si muslim dari sisi pandang ibadah ritual yang sudah baku aturannya. “Birrul Walidain” mah gak ada aturan bakunya. Beda dengan Shalat atau puasa. ga boleh semau perut. Ada aturan dan contohnya terikat waktu dan tempat. Kalau ini kan engga. Ilustrasinya engga bertetangga. Se RW juga engga. Kejauhan. Saya orang awam (bukan Ulama). Tapi kalau modal dasarmah membedakan Syirik dan tauhud atau Sunnah dan Bid”ah kayakny itu harus menjadi keterampilan dasar setiap muslim.. Agama ini mudah. Jangan dipersulit. ( Ngutip ajaran manusia tercinta SAW. ) Halal jelas. Haram Jelas. Sunnah Jelas Bid’ah Jelas. Koq malah dipersulit? Apa bedanya “Setiap jiwa akan merasakan maut” dengan “Setiap bid’ah itu sesat”. Tiba-tiba muncul bentuk evolusi baru dari Bid’ah…….Bid’ah hasanah yang lepas dari hukum ilmu logika untu kata “setiap”.
        Aturan Allah dan rosulnya:”Setiap bid’ah itu sesat” lalu kita rubah Tidak semua bid’ah sesat. Siapa kita ? Berani menentang aturan Sang Pencipta!!!!! Apa kita mau berargumen juga bahwa ada sekelompok jiwa yang tidak akan merasakan mati? dengan mereka-reka jenis baru dari jiwa?

  45. kalo di ijinkan barangkali mas yanto dan mas abu lagi pada sibuk , sekali lagi kalo dijiinkan biar saya jawab , kalaupun tidak ya memang antum berdua yang lebih berhak untuk menjawabnya.

    1. Monggo Mas Ahmad Syahid, saya di atas cuma meluruskan saja sebab ujang ucok@ menganggap dzikir Fida’ sebagai fidyah sholat, setahu saya dari mengikuti dzikr fida’ tidak bertujuan seperti itu, kecuali do’a kirim pahala saja buat si mayyit.

      Biasanya kalau sholat yg ditinggalkan waktu sakit karena dalam keadaan KOMA, maka keluarganya mengqodho sholat yg ditinggalkan selama KOMA tsb. Saya khusnudhon aja pada si sakit, selama mereka belum keadaan koma seperti yg sering saya lihat ketika menjenguk oarang sakit, mereka masih menjalankan sholat. Demikian.

      Monggo Mas Ahmad Syahid menambahkan, saya yakin akan sangat bermanfaat buat kita semua. Syukron mas.

  46. “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isra’ : 36)(mengkopi dari artikel yng ditunjuk kang yanto),berdasarkan ayat diatas kan sudah jelas kita jng asal ikut,jng asal dengar,jng asal lihat (sok pintar ya).jd apapun tanggapan kang akhmad pada sy akan sy terima yng penting kang ustad ikhlas menjawab pertanyaan sy n sy akan bertanya terus (nga tahu malu ya) nah kl nga ikhlas abaikan sj.hatur nuhun kang

    1. Ujang ucok said: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isra’ : 36)

      koment saya: bawa-bawa ayat sih sangat mudahBang Ujang, tapi menjelaskannya sesuai maksud ayat tsb yg tidak semudah menyebutnya. Betuk nggak Bang?

    2. padahal di artikel yg saya tunjukkan buat antum gak ada lho ayat seperti yg antum copy itu. coba cek lagi deh di http://ummatipress.com/2012/07/13/salah-memahami-ibadah-menyebabkan-kaum-wahabi-terkenal-ngawur/#more-6391

      nte bikin kalimat aja berlepotan Bang, mbok sadar gitu lho Bang Ujang?

      Saya kasih contoh kalimat nte di atas yg berlepotan ya? di atas Nte ngaku tidak ada permasalahan cuma ada pertanyaan. Kalimat apa ini, padahal bukankah pertanyaan itu muncul dari permasalahan? Mikir dulu dong kalau bikin kalimat.

      Mas Ahmad Syahid di tas juga sudah negur nte tentang hal ini. Nyadar gak Bang? Mudah ya bikin kalimat kalau tanpa mikir?

    3. mohon izin nimbrung mas yanto…

      ana cuma ngaturaken sebagian pendapat para ahli tafsir tentang QS. Al Isra’ : 36 barang kali bisa ngebantu kang Ucok biar ngga’ salah sasaran menempatkan ayat tsb.

      Kang Ucok inilah tafsir ayat tsb :

      Tafsir Al Khozin.

      { ولا تقفُ } أي ولا تتبع { ما ليس لك به علم } أي لا تقل رأيت ولم تر وسمعت ولم تسمع وعلمت ولم تعلم . وقيل : معناه لا ترم أحداً بما ليس لك به علم وقيل لا يتبعه بالحدس والظن وقيل : هو مأخوذ من القفا كأنه يقفو الأمور ، ويتتبعها ويتعرفها والمراد أنه لا يتكلم في أحد بالظن { إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولاً } معناه يسأل المرء عن سمعه وبصره وفؤاده ، وقيل يسأل السمع البصر والفؤاد ، عما فعله المرء فعلى هذا ترجع الإشارة في أولئك إلى الأعضاء ، وعلى القول الأول ترجع إلى أربابها .

      Tafsir Ibn Katsir

      { وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا (36) } . قال علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس: يقول: لا تقل. وقال العوفي عنه: لا تَرْم أحدًا بما ليس لك به علم. وقال محمد بن الحَنفية: يعني شهادة الزور. وقال قتادة: لا تقل: رأيت، ولم تر، وسمعت، ولم تسمع، وعلمت، ولم تعلم؛ فإن الله سائلك عن ذلك كله. ومضمون ما ذكروه: أن الله تعالى نهى عن القول بلا علم، بل بالظن الذي هو التوهم والخيال، كما قال تعالى: { اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ } [ الحجرات: 12 ]، وفي الحديث: “إياكم والظن؛ فإن الظن أكذبُ الحديث” (1) . وفي سنن أبي داود: “بئس مطيةُ الرجل: زعموا” (2) ، وفي الحديث الآخر: “إن أفرى الفِرَى أن يُرِي (3) عينيه ما لم تريا” (4) . وفي الصحيح: “من تحلم حلما كُلف يوم القيامة أن يعقد بين شَعيرتين، وليس بعاقد (5) (6) . وقوله: { كُلُّ أُولَئِكَ } أي: هذه الصفات من السمع والبصر والفؤاد { كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا } أي: سيسأل العبد عنها يوم القيامة، وتُسأل (7) عنه وعما عمل فيها.

          1. afwan ustadz , justru ana butuh sebab ada beberapa ayat al-qur`an yang sering dijadikan dasar untuk melarang Tawassul dan mereka merujuk ke Tafsir Imam Fakhrurozi , ana pengen tahu tafsiran sebenarnya seperti apa , sebab biasanya mereka ini biasa potong – potng ayat al-qur`an atau tafsirannya biar terlihat sesuai dengan tujuan mereka , jadi ana pengen merujuk ke sumber aslinya.

            meskipun secara akal mudah menjawabnya namun lebih afdol kalo merujuk ke sumbernya. barangkali antum punya.

          2. syukron ustadz, kalo gitu kita sama-sama usaha aja dulu, ntar yang beroleh lebih dulu bisa dishare ke yang lain, ohya kalo boleh tahu kira2 ayat yang mana ya yang dipake mrk? syukron sblumnya n salam buatsemua…

  47. @Ujang Ucok
    Kalo memahami Qur’an jangan berdasarkan pemahaman sendiri. Orang seperti kita, kalau merujuk kepada Qur’an dan Sunnah jangan langsung ditelan. Lihat tafsir ulama, seperti Ustadz Abu Hiya di atas. Seperti kata Ustadz Ahmad Sahid dan Mas Yanto Jenggot, anda secara sadar atau tidak sadar MEMPERMASALAHKAN amalan kaum muslimin, berdasarkan KACA MATA ENTE, cuma mengatasnamakan Qur’an dan Hadits.

  48. kalau permasalahan datangnya dari orang bermasalah,sedangkan pertanyaan datang dari ketidaktahuan dan kemarahan datang dari ketidaksukaan yang berlebihan,kl sy selalu objektif dlm memandang sesuatu hal jd mata kita betul2 terbuka, bukanya kita hanya sibuk mencari kelemahan kelompok lain tp kita pun harus menerima kelemahan kita

  49. Mau tanya dong Ustadz
    Mengapa dalam sholat, ada orang yg pada saat tahiyat, jari telunjuknya diputar2 dan jari kakinya sampe nempel rapet dengan sebelahnya saat berjamaah?
    Katanya itu aliran whabai ya, kalau sholat pas tahiyat gitu, jarinya diputar2/dinaik turunkan. Dalil-dalilnya apa saja kalau memang diperbolehkan seperti itu dan menempelkan jari kaki kelingking kita? tapi ko mayoritas umat muslim tidak banyak mengerjakan itu ya?

    Terima kasih,

  50. kang@bu,Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongannya.” (HR. Abu Daud, 4031).membaca tulisan diatas tradisi bs jadi ibadah sementara rosulluloh sudah sangat jelas melarang menyerupai mereka.mohon penjelasanya

    1. Kang Ucok yang saya hormati, sudahkah anda memahami makna “Tasyabbuh” yang antum kutip dari Hadits Riwayat Abi Dawud diatas ?

      Tahukah antum apa syarat sesuatu bisa dianggap menyerupai yang lain?
      Dimanakah “Wajah Syibh” antara tradisi 40 dengan tradisi ummat hindi yang antum maksud?
      Berdasar fakta dan data dari mana antum kalo orang hindu juga mengadakan shodaqoh dan tahlilan pada hari kematian yang ke 40?
      Maaf dengan segala kerendahan ana mau kasih saran, pelajarilah Nash lebih dahulu (al qur’an & Hadits) berikut metode Istinbath-nya sebelum menjatuhkan vonis!
      Karena jika vonis yang anda jatuhkan mendahului pemahaman anda tentang Nash, maka akan bisa terjadi pemaksaan sebuah Nash untuk melegitimasi vonis yang terlanjur anda jatuhkan….
      Insya Alloh kalo antum berkenan, ana akan kasih penjelasan tentang Hadits yang anda bawakan diatas… semoga Alloh senantiasa memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua…

  51. Bismillaah:

    Rachmat bertanya:

    “Mengapa dalam sholat, ada orang yg pada saat tahiyat, jari telunjuknya diputar2 dan jari kakinya sampe nempel rapet dengan sebelahnya saat berjamaah?
    Katanya itu aliran whabai ya, kalau sholat pas tahiyat gitu, jarinya diputar2/dinaik turunkan. Dalil-dalilnya apa saja kalau memang diperbolehkan seperti itu dan menempelkan jari kaki kelingking kita? tapi ko mayoritas umat muslim tidak banyak mengerjakan itu ya?

    Jawab:

    Maklumlah umat Islam kebanyakan di Indonesia belajar Islam hanya di TPA saat bersekolah di SD. Setelah itu, mereka tidak belajar agama lagi. Ilmu agama mereka masih sangat sedikit sekali sehingga suka menganggap amalan shalat berdasarkan ilmu yang lebih lengkap dari ilmu mereka sebagai amalan yang aneh. Bahkan ada di antara mereka yang menganggap amalan tersebut sesat.

    Ini tugas kita semua terutama Akhi Ahmad Syahid dan kawan-kawan untuk menyampaikan ilmu yang lengkap dari Qur’an dan Hadits sehingga mereka tidak lagi awam.

    Wallaahu a’lam.

    1. Bismillaah….

      Sepertinya Tugas Akhi Ahmad Syahid dan kawan-kawan bertambah banyak dan cukup berat :

      1. seperti bilang kang Ibnu Suradi : “Ini tugas kita semua terutama Akhi Ahmad Syahid dan kawan-kawan untuk menyampaikan ilmu yang lengkap dari Qur’an dan Hadits sehingga mereka tidak lagi awam.”

      2. Meluruskan Pemahaman2 yang salah mengenai Ibadah dan Doa, sehingga orang yang berpahaman salah tersebut mudah berkata Musrik dan Kafir kepada orang2 yang “masih sangat sedikit sekali ilmunya” maupun “yang sudah banyak sekali ilmunya”(kalangan ulama yang tidak sepaham dengannya).

      3. Membentengi orang2 yang “masih sangat sedikit sekali ilmunya” dari pemaksaan pemahaman yang salah tersebut, sehingga orang yang masih sedikit sekali ilmunya ini/awam, apalagi yang hanya mengerti “1 Tauhid” tidak terkena takfir dari pemahaman yang memaksakan ini….

      oleh karenanya Marilah bersama-sama kita bantu Akhi Ahmad syahid dan kawan-kawan untuk menyampaikan ilmu yang lengkap dari Qur’an dan Hadist berdasarkan pemahaman yang benar dari Salafush Shaleh yang diajarkan oleh Rasullulah SAW…

      Semoga kita semua termasuk Golongan yang selamat “Ahlussunnah Wal jamaah”

      “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham).” (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

  52. maaf kang@bu sy orang awam dlm agama tdk berhak memvonis, cuma mencoba merealisasikan hadist nabi dalam tatanan hidup sehari-hari.shahih Bukhari dan Muslim Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang mengamalkan amalan yang tidak diperintahkan oleh kami, maka amalan tersebut tertolak”.nah berpijak dari hadist itulah sy sedikit berhati-hati takut vonis rosululloh jatuh pada sy

    1. Ujang Ucok, ana hargai sikap hati-hati antum, namun hendaknya sikap hati-hati tsb seyogyanya diaplikasikan kedalam terlebih dahulu….

      terlebih ketika kita membawakan Hadits Nabi SAW, dalam bentuk terjemah, karena kesalahan dalam menterjemah sebuah Nash adalah pangkal dari kesalahan pemahaman yang berujung pada kesalahan pengaplikasian sebuah Nash…

      Setahu ana tidak ada baik dalam Shohih Bukhory maupun Shohih Muslim yang terjemahannya sebagaimana yang antum sampaikan : “Barang siapa yang mengamalkan amalan yang tidak diperintahkan oleh kami, maka amalan tersebut tertolak”. mungkin ana yang masih terlalu awam, kalo boleh ana dikasih tahu redaksi Hadits asli dalam bahasa arabnya, kalo perlu berikut nomor haditsnya….

      mengingat kita juga harus berhati-hati, jangan sampai mengatakan sesuatu dengan menyandarkan perkataan tsb pada Rosululloh padahal sesuatu tsb tidak pernah di Sabdakan oleh Rosululloh SAW,

      atas kesediaan antum menunjukkan Redaksi Hadits yang asli sebelumnya ana sampaikan terima kasih….

  53. Surabaya (ANTARA News) – Pengamat budaya dan sejarah Agus Sunyoto menegaskan bahwa budaya kenduri kematian yang dilakukan umat Islam di Nusantara, khususnya di tanah Jawa bukan karena pengaruh Hindu atau Budha karena di kedua agama itu tidak ditemukan ajaran kenduri.

    “Dalam agama Hindu atau Budha tidak dikenal kenduri dan tidak pula dikenal peringatan orang mati pada hari ketiga, ketujuh, ke-40, ke-100 atau ke-1.000,” katanya pada seminar internasional, “Cheng Hoo, Wali Songo dan Muslim Tionghoa Indonesia di Masa Lalu, Kini dan Esok” yang digelar Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo dan PITI di Surabaya, Minggu.

    Ia mengemukakan bahwa catatan sejarah menunjukkan orang Campa memperingati kematian seseorang pada hari ketiga, ketujuh, ke-40, ke-100 dan ke-1000. Orang-orang Campa juga menjalankan peringatan khaul, peringatan hari Assyuro dan maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam .

    “Mencermati fakta itu, maka saya berkeyakinan tradisi kenduri, termasuk khaul adalah tradisi khas Campa yang jelas-jelas terpengaruh faham Syi`ah. Demikian juga dengan perayaan 1 dan 10 Syuro, pembacaan kasidah-kasidah yang memuji-muji Nabi Muhammad menunjukkan keterkaitan tersebut,” katanya.

    Bahkan, katanya, istilah kenduri itu sendiri jelas-jelas menunjuk kepada pengaruh Syi`ah karena dipungut dari bahasa Persia, yakni Kanduri yang berarti upacara makan-makan memperingati Fatimah Az Zahroh, puteri Nabi Muhammad SAW.

    1. Pak POlisi fesbuk, makasih infonya, jadi tahlilan itu asli bukan tasabbuh Hindu, itilah kesimpulannya. Tuduhan Wahabi lag2 tidak terbukti kan?

  54. Mas Luna, dari penjelasan saya di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa tidak ada nash yang bisa dijadikan hujjah untuk merayakan kenduri arwah pada hari sekian dan sekian kecuali dari budaya/tradisi agama/bangsa lain.

    Masalah ini seharusnya sudah clear sejak dulu-dulu. Tapi entah kenapa, di negeri ini – sepertinya – sebagian orang masih takut melanggar tradisi. Mengapa?

    1. rupanya polisi pesbuk orang wahabi juga , kirain mo belain tradisi kenduri arwah karena tidak ada dalam tradisi buhda / hindu , eh ga taunya malah bilang ga ada hujjahnya…bla bla …, kemaren2 bilang tasyabuh dengan hindu Budha , sekarang tasyabuh dengan tionghoa campa , kaum wahabi ngerti masalah ” at-Tark ” engga sih ya……? , kok masih mempersoalkan hal hal yang tidak perlu dipersoalkan…….?

    2. Pak Polici… Anda ini lucu, nyimpulkan hukum agama qo’ dari hasil seminar, kutipan lagi…..
      Ni tak tunjukin satu dalil biar antum nggak ngaji lewat koran:
      و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنِي إِسْمَعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا غَطَفَانَ بْنَ طَرِيفٍ الْمُرِّيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( رواه مسلم فى صحيحه )
      “Ibn Abbas berkata: “Setelah Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan meme-rintahkan kaum Muslimin juga berpuasa, mereka berkata: “Wahai Rasulullah, hari Asyura itu diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.” Rasulullah SAW menjawab: “Kalau begitu, tahun depan, kita berpuasa pula tanggal sembilan.” Ibn Abbas berkata: ‘Tahun depan belum sampai ternyata Rasulullah SAW telah wafat” (HR. Muslim dan Abu Dawud).

  55. @ahmadsyahid: Afwan, atas dasar apa antum memvonis ane sebagai Wahabi? Ane gak faham soal kayak gitu, juga gak tahu siapa itu Abdul Wahab. Jika celana cingkrang dijadikan parameter untuk melihat seseorang itu Wahabi atau bukan, maka ketahuilah bahwa celana ane masih menutup sebagian mata kaki.

    Ane cuma sharing apa yang ane ketahui soal kenduri arwah. Silakan tunjukkan sama ane hadits paling dhoif sekalipun tentang bolehnya merayakan kenduri arwah. Ane tunggu!
    Adapun mengenai Campa – sebelum masuknya Islam – adalah kerajaan dimana para penduduknya menganut faham Syiwaisme. Antum pasti tahu siapa itu Syiwa dan bagaimana kedudukannya dalam agama Hindu.

    @bu_hilya:
    Meskipun Rasulullah SAW mengisyaratkan tanggal 9, namun kenyataan di masyarakat ternyata tidak demikian. Hari Asyuro lebih khusus dirayakan dibanding satu hari sebelum atau sesudahnya. Ini fakta yang tak terbantahkan.

    @Luna Hidayat: Jika tidak ada dalil, lantas dengan apa kita berhujjah. Islam dibangun diatas pondasi aqidah, syariat, akhlak. Jika tidak ada syariat dari nabi, apakah kita mau membangun syariat sendiri? Na’udzubillah…….!

    Kembali ke laptop!
    Silakan tunjukkan dalil paling lemah seklipun tentang bolehnya kenduri arwah. Ane tongkrongin nih sambil ngudud dan makan cemilan ringan hehehe……..

    1. Pak POlice pesbuk@
      antum masih nongkrong di situ? Yuk kita mulai diskusinya. Kalau masih nongkrong tolong langsung jawab ya? Mulai! TENG !!!

    2. polisi pesbuk , nama asli sampeyan pun saya gak tahu , gimana buktiinnya jika antumpun gak pakai celana cingkrang…….? tapi bukan itu landasan saya mengatakan anda wahabi , saya hanya menilai dari anda yang memvonis jika kenduri arwah atau tahlilan adalah terlarang.

      adakah selain wahabi dan variannya yang melarang kenduri Arwah…….? bisakah anda bawakan dalil yang paling dhaif jika Allah dan Nabinya melarang kenduri arwah dan Tahlilan……..?

      saya jamin sampai kiamatpun anda tidak akan mampu mendatangkan dalil larangannya meskipun yang sangat dhaif , larangan itu hanya muncul dari pemahaman yang keliru tentang Bid`ah. padahal pelarangan seperti ini adalah Bid`ah itu sendiri , membuat syareat baru dengan melarang apa yang tidak dilarang oleh Allah dan Rosulnya.

      kalau anda punya kitab al-hawi lil fatawi , silahkan buka halaman 794 juz 2 : disitu ada riwayat dari Imam Thowus (tabi`in) tentang sodaqoh makanan yang pahalanya diperuntukkan untuk yang meninggal.

  56. @Luna Hidayat:
    Semalem ane sudah ke peraduan jadi gak sempet periksa. Habis kelamaan sih jawabnya.
    Soal ajakan diskusi, apa yang mau didiskusikan? Pertanyaan ane sudah jelas. Tugas antum tinggal nyari dalil (soal kenduri arwah) dan diskusi ini dianggap selesai.
    Sukur kalo nemu. Kalo nggak? Gak apa-apa. Ane juga gak maksa.

    @ahmadsyahid:
    Dari pernyataan antum, ane bisa simpulkan bahwa seseorang disebut Wahabi jika memenuhi kriteria berikut:
    1. Memakai celana cingkrang.
    2. Mempertanyakan masalah keabsahan kenduri arwah.

    Sesederhana inikah definisi Wahabi?
    Faktanya, kriteria pertama tidak terpenuhi sebab celana ane nggak cingkrang.
    Untuk kondisi seperti ini, ane masuk ke kategori mana. Setengah Wahabi atau setengah Aswaja?

    Lalu tantangan antum soal dalil larangan kenduri arwah, ane balikkin lagi ke antum.
    “Jika pada jaman nabi dan para sahabat tidak ada acara kenduri arwah, bagaimana mungkin ada larangan atas hal tersebut.”
    Silakan direnungkan!

    Soal kitab al-Hawi lil Fatawi, karena ane gak punya, mohon dishare poin-point pentingnya saja. Siapa tahu bisa menjawab masalah ini.

    Ok, karena ini di tempat kerja, ane off dulu. Nanti malam lapak ini ane tongkrongin lagi. Biasa, sambil ngopi-ngopi dan ngudud hehehe……..

    Wassalam

    1. polisipesbuk

      Lalu tantangan antum soal dalil larangan kenduri arwah, ane balikkin lagi ke antum.
      “Jika pada jaman nabi dan para sahabat tidak ada acara kenduri arwah, bagaimana mungkin ada larangan atas hal tersebut.”

      jika tidak ada dalil larangan lantas atas dasar apakah antum melarang kenduri arwah……..?

      1. Kapan ane ngelarang kenduri arwah pak. Gak ada tuh.
        Silakan baca baik-baik komentar atau statement ane.
        Ane cuma nanya, ada nggak dalilnya.
        Kalo nggak ada, ya sudah, gak apa-apa.

  57. Bismillaah,

    Kang Zainal Arifin,

    Orang bertanya: “Mana Dalilnya?” menunjukkan bahwa ia kritis dan berhati-hati agara tidak melakukan suatu amalan ibadah tanpa ilmu atau dalil. Ia tidak mau menerima penjelasan tentang agama tanpa dalil meski orang yang menjelaskannya adalah orang terpandang, dianggap pintar dan dihormati oleh masyarakat.

    Karena banyak orang bertanya: “Mana Dalilnya?”, maka orang seperti Habib Munzir, Akhi Ahmad Syahid dan ustadz-ustadz menjadi sangat sibuk sekali mencari dalil dari amalan yang dipertanyakan. Mereka menjadi tambah ilmu karena pertanyaan: “Mana Dalilnya?”

    Kata guru saya waktu SD, murid yang banyak bertanya adalah murid yang cerdas. Ia mengatakan bahwa pertanyaan adalah pintu menuju gudang ilmu. Jadi, banyak-banyaklah bertanya mengenai dalil dari amalan yang kita kerjakan. Jangan sampai kita mengerjakan banyak amalan namun kita tidak mengetahui dalilnya.

    Wallaahu a’lam.

    1. maaf kang suradi, nampaknya anda salah mempersepsikan respon dari para guru kami semisal Habib Mundzir, Ust H Ahmad Syahid dan yang lain. anda mengira beliau-beliau baru mencari dalil setelah adanya pertanyaan dari kelompok anda Mana Dalilnya?

      ketahuilah beliau-beliau telah memahami dalil mungkin jauh sebelum antum mengenal baca tulis, disini ana sarankan mari kita diskusi dengan argumen2 ilmiyah, agar lebih bermanfaat dan terhindar dari fitnah, sekali lagi jika antum merasa benar secara keilmuan mari buktikan dengan diskusi ilmiyah…

      Hadaanallohu wa Iyyakum

  58. Alhamdulillah banyak manfaat yang ana dapat dari web ini.
    Terlepas perbedaan pendapat mengenai hal-hal yang dibahas diatas, ana syukur media ini bisa dimanfaatkan untuk saling bertukar pendapat dengan bahasa bahasa yang santun, meski masih ada yang comment agak berlebih, semoga menjadi pembelajaran bersosialisasi.Semoga banyak pelajaran yang bisa diambil oleh kita semua seraya berdoa Allohumma arinal haqqo haqqo, warzuqnattibaa’ah. Wa arinal bathila bathila warzuqnajtinaabah.
    Apapun pendapat yang ada kembali toh tetap kita sendiri yang berwenang menentukan pilihan, dan setiap pilihan adalah menjadi tanggungjawab kita dihadapan Alloh.
    Lanjutkan diskusi ilmiah dengan cara santun, ana akan mengikuti insya Alloh
    Baarokallohu fiikum

  59. bagaimana nabi mau ngelarang kenduri arwah wong pada jaman nabi nga ada tuh kenduri arwah,sodakohnya baik tapi Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
    كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
    “Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.” (Lihat Al Ibanah Al Kubro li Ibni Baththoh, 1: 219, Asy Syamilah)

  60. Abu abdullah ubaidillah ibn Muhammad ibn Bathoh al- u`kbari , seorang Mujassim bermadzhab Hanbali sekaligus seorang pemalsu hadist (wadho`) dilahirkan tahun 304 dan wafat pada tahun 387 hijriyah , dialah pencetus Aqidah Pembagian Tauhid ,

    Al-hafidz Ibnu Hajar al-astqolani mengatakan dalam kitabnya Lisanul Mizan juz 4 hal 113 : aku memikirkan Ibnu Bathoh atas sebuah perkara yang sangat besar hingga kulitku merinding darinya , kemudian aku tetapkan bahwa dia adalah seorang pemalsu hadist (wadho`) , dan dia mempunyai kebiasaan mencungkil nama-nama imam-imam ahli hadist , kemudian dia letakkan Namanya ditempat nama Imam yang dicungkilnya. ,

    begitu juga al-khotib al-baghdadi menyebutkan sebuah Hadist dimana sanad hadist tersebut terdapat Ibnu Bathoh , kemudian al-khotib al-baghdadi mengatakan Hadist ini palsu dengan jalur sanad ini , karena dalam sanadnya terdapat Ibnu Bathoh.

    1. mang mamay koment:

      Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
      كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
      “Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.” (Lihat Al Ibanah Al Kubro li Ibni Baththoh, 1: 219, Asy Syamilah)

      tadi malam saya mikir kata2 Ibnu Baththoh tsb berlawanan dg fakta lapangan, sebab kebaikan yg dipandang baik oleh kebanyakan kaum muslimin adalah memang kebaikan. Hanya orang2 yg punya maksud2 tertentu sebab kedengkian / hasad yg akan mengatakan kebaikan adalah tidak baik.

      Eh…. ternyata menurut analisa Mas Ahmad syahid kata2 tsb keluar dari seorang pemalsu hadits (Ibnu Baththoh). Kenapa sih orang2 Wahabi itu suka sekali mengutip kata2 dari kaum pemalsu? Saya lihat Ustadz Firanda di blog-nya juga gemar mengutip Al-Baththoh sang pemalsu tsb.
      Katanya maunya sama yg shohih2 aja, gemana sih Wahabi?

    1. Yang salah itu manhaj Salafy / Wahabinya, karena ini manhaj sesat. Kalau antum sih nggak salah kali ya karena antum hanyalah korban penipuan Manhaj wahabi or Salafy.

  61. dalam Kitab Shahih Muslim bi Syarah Imam Nawawi dijelaskan sebagai berikut:

    والمراد غالب البدع . قال أهل اللغة : هي كل شيء عمل على غير مثال سابق

    “Dan yang dimaksud bid’ah, berkata ahli bahasa, dia ialah segala sesuatu amalan tanpa contoh yang terlebih dahulu”[1]

    Sedangkan jika ditujukan dalam hal ibadah pengertian-pengertian bid’ah tersebut diantaranya:

    البدعة: طريقة مستحدثة في الدين، يراد بها التعبد، تخالف الكتاب، والسنة وإجماع سلف الأمة

    “Bid’ah adalah suatu jalan yang diada-adakan dalam agama yang dimaksudkan untuk ta’abudi, bertentangan dengan al Kitab (al qur`an), As Sunnah dan ijma’ umat terdahulu“
    البدعة في مقابل السنة، وهي : (ما خالفت الكتاب والسنة أو إجماع سلف الأمة من الاعتقادات والعبادات) ، أو هي بمعنى أعم : (ما لم يشرعه الله من الدين.. فكل من دان بشيء لم يشرعه الله فذاك بدعة

    Bid’ah adalah kebalikannya dari sunnah, dan dia itu apa-apa yang bertentangan dengan al qur`an, as sunnah, dan ijma’ umat terdahulu, baik keyakinnanya atau peribadahannya, atau dia itu bermakna lebih umum yaitu apa-apa yang tidak di syari’atkan Allah dalam agama…maka segala dari sesuatu yang tidak disyari’atkan oleh Allah maka yang demikian adalah bid’ah.

    الْبِدْعَةُ فِي الشَّرِيعَةِ إحْدَاثُ مَا لَمْ يَكُنْ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Bid’ah dalam syari’ah adalah apa yang diada-adakan yang tidak ada perintah Rasulullah shalallahu ta’ala ‘alaihi sallam.

    وَعَنْ الْهَرَوِيِّ الْبِدْعَةُ الرَّأْيُ الَّذِي لَمْ يَكُنْ لَهُ مِنْ الْكِتَابِ وَلَا مِنْ السُّنَّةِ

    Dan dari al Harawi bahwa bid’ah ialah pendapat pikiran yang tidak ada padanya dari kitab (al Qur`an) dan as Sunnah.

    Ibnu Hajar al As Qalani dalam Fathul Bari menjelaskan
    والمراد بقوله ” كل بدعة ضلالة ” ما أحدث ولا دليل له من الشرع بطريق خاص ولا عام

    “Dan yang dimaksud dengan sabdanya “Setiap bid’ah adalah sesat” yakni apa yang diadakan dan tanpa dalil padanya dari syari’at baik dengan jalan khusus maupun umum.

    sudah sangat detil sekali para pemikir islam mendefinisikan kata bid’ah dan pemikiran mereka sudah diakui, dan sekarang balikin lagi ke anda apa definisi bid’ah menurut anda

    1. mang mamay,

      semua difinisi bid’ah yg disebutkan itu adalah untuk ibadah mahdhoh. Ibadah mahdhoh harus ada contoh dari Nabi saw, kalau tiak ikut contoh dari nabi maka itulah bid’ah. Contohnya, sholat Maghrib itu 3 rokaat, kalau antum sholat maghrib 1 rokaat, atau 2 rokaat atau 4 rokaat maka itulah sholat bid’ah. Contohnya lagi, misalnya ruku’, yang benar adalah telapak tangan di letakkan di lutut, kalau antum ruku’ meletakkan tanganmu di jidat atau di pantat maka itulah bid’ah. Ini ruku’ tidak sesuai contoh dari Nabi saw.

      Banyak contohnya Mang, dalam haji, dalam puasa romadhon, dalam zakat, dan ibadah2 mahdhoh yg lain. Ibadah mahdhoh ini bersifat tauqfi artinya sudah ditentukan kaifiyahnya, ketentuan2nya dan contoh2nya dari nabi saw.

      Difinisi2 yg antum sebutkan itu tidak berlaku untuk ibadah ghoiru mahdhoh, karena ibadah ghoiru mahdhoh ini cakupannya sangat luas asalkan bukan hal-hal yg mungkar, sebaliknya tentunya jika perbuatan / amalan itu makruf maka bisa menjadi ibadah (ghoiru mahdhoh).

      Sekolah menuntut ilmu bisa menjadi ibadah, padahal ini bid’ah lho mang. Pulang kampung saat lebaran itu pun bisa menjadi ibadah jika diniatkan ibadah, sebab pulang kampung adalah amal ma’ruf. Amal ma’ruf pulang kampung ini tidak ada contonya dari Nabi, apakah antum juga akan ikut2an Syaikh2 Wahabi yg menghukuminya haram (bid’ah)? Kalau demikian silahkan saja, emang begitulah kerjaan Wahabi. Mengharamkan amal makruf, na’udzu billah min dzaalik.

  62. buat neng putri, baik dan buruk tidak bisa jadi barometer dalam agama,sebab barometer agama adalah bener dan salah,jadi baik menurut anda belum tentu benar menurut agama dan buruk menurut anda blm tentu salah menurut agama tapi benar menurut agama sudah pasti baik untuk kita semua

    1. Oke mang mamay, kalau begitu saya tanya ya? Tahlilan kalau dalam pandangan agama, apanya yg salah? mangga dijawab, mang mamay.

      1. Neng putri tahu, tahlilan dari budaya mana? dari manta pendeta hindu yang masuk islam mengaku, bahwa tahlilan adalah budaya hindu. Tasyabuh dalam ibadah, tidak diperbolehkan dalam islam. Selain itu, tahlilan juga tidak ada dalil syar’inya karena ibadah bersifat tauqifiyah

        1. Kang Kunari, rupanya anda juga belum tahu ustadz Abdul Aziz yg antum banggakan itu sudah dibantah oleh para pendeta Hindu? Ternyata ustadz tsb pendusta kelas wahid, coba cek di sini biar antum sadar sudah dikibulin mentah2 oleh ustadz Wahabi tsb!

          Silahkan Klik masih di UmmatiPress… http://ummatipress.com/2012/11/15/salafy-wahabi-ngotot-tahlilan-dari-hindu-pendeta-hindu-membantahnya/

          Tahlilan dan Kebohongan Abd. Aziz (Ustad Salafi Wahabi) Dibongkar Oleh Pemeluk Hindu. Salafy Wahabi Ngotot Tahlilan dari Hindu, Pendeta Hindu Membantahnya !!!

        2. Tidak semua amalan jahiliyah ditinggalkan Rosulluloh Saw, contohnya ruqyah. Dan begitu juga Tahlilan tidak dibuwang oleh para penyebar Islam di Indonesia(waliyulloh) dan ada juga amalan yg lain.

  63. Mas Admin,
    Saya usul agar diberikan ruang diskusi khusus buat Abu Hilya dan Mang Mamay agar diskusi tentang bid’ah menjadi tuntas. Insyaallah akan banyak manfaatnya.

    Kasih judul: Debat Terbuka Wahabi VS Aswaja NU Edisi Lebaran (menyambut lebaran).

    Gemana Mang mamay, antum siap mudzakaroh soal bid’ah dengan Abu Hilya?

    1. Saya stuju dg usulan mbak Putri, tapi mang mamay nya siap nggak? Tanya dulu dia, jangan2 juga pengecut seperti Wahabi2 yg lain? Itu komentnya aja udah kelihatan COPAS tanpa editan, apa layak dia debat lawan Abu Hilya?

    2. usulan yang bagus tinggal tentukan materi diskusinya plus aturan diskusi disepakati kedua belah fihak mas Admin jadi moderator , kita lihat pemahaman Bid`ah versi manakah yang lebih dekat dengan sunnah………..? wahabi atau Ahlu sunnah wal-jama`ah.

      kita tunggu kesiapan kang mamay.

  64. kalau kesimpulan masalah bid’ah jelas ulama sudah menarik kesimpulan jd apalagi yng harus diperdebatkan.kalau masalah tahlilan siapa yang menyalahkan?yng jadi masalah kan kenduri arwah.pak polisi menanyakan dalilnya,ya silahkan jawab.kalau solat magrib 3 rakaat menjadi 1 atau asar 4 jd 3 itumah bukan bid’ah tapi ngaco, anak kecil aja pada tahu.begitu neng

    1. kalau solat magrib 3 rakaat menjadi 1 atau asar 4 jd 3 itumah bukan bid’ah tapi ngaco, anak kecil aja pada tahu.begitu neng

      Emang berarti antum benar2 belum mengerti apa itu bid’ah dalam prakteknya. Nah, kalau ada orang melakukan seperti contoh itu (maaf itu sekedar contoh) , maka orang tsb telah mengerjakan bid’ah sebab tidak sesuai contoh Nabi. Sholat adalah ibadah mahdhoh yg tauqifi makanya harus ikut contoh. Kalau sholat tidak ikut contoh Nabi Itu namanya ibadah yg bid’ah sesat.

      mang mamay, saya kasih contoh yg lebih jelas dan benar2 terjadi. Orang sholat dalam duduk Tahiyat memutar-mutar telunjuknya, itu tidak ada contoh dari Nabi saw, itulah bid’ah sesat. Atau dalam sholat berdirinya mendekap dada, itu juga bid’ah sesat sebab sholat itu ibadah mahdhoh yg tauqifi harus sesui contoh Nabi saw, sholat mendekap dada itu tidak ada contohnya.

      Antum sebaiknya belajar dulu tentang ibadah mahdhoh dan ghoiru mahdhoh biar cepat paham ato ngerti penjelasan saya barusan.

      1. dari koment2 mBak Putri saya tahu Mbak Putri pinter, dulu pernah nyantri di mana mBak?

        kok pintar ngasih penjelasannya, gitu Mbak?

    2. kang mamay said : yng jadi masalah kan kenduri arwah.pak polisi menanyakan dalilnya,ya silahkan jawab , yang dipermasalahkan apanya mang………?

    3. mang mamay@.

      Benar kiranya anda tidaklah sepenuhnya faham pendapat yang anda COPPAS, terbukti anda sendiri tak dapat memberi kesimoulan atas uraian anda yang mungkin maaf, hanya COPAS…

  65. Mang Mamay@.

    Bismillah…..

    Mang mamay, untuk mendapatkan HADD pelanggeran/batasan yang syamil mengenai konsep BID’AH dibutuhkan nadhor atas sumber dalil yang ada.

    Konsep BID’AH menurut ana sebaiknya kita mulai dari Hadits
    كُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَة

    “Setiap yang diada-adakan (muhdatsah) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat’. (HR.Abu Daud dan Tirmidzi).

    Dalam Hadits diatas kita dapati pemahaman bid’ah dari segi bahasa, dimana Rosululloh Bersabda “ KULLU MUHDATSATIN BID’AH “ dimana sejauh yang ana tahu tidak ana dapati dalil lain yang membatasi kata “KULLU” yang ada pada Qodhiyah “ KULLU MUHDATSATIN BID’AH “ dan juga berdasar pada ta’rif bid’ah secara bahasa yang juga anda nuqil:
    قال أهل اللغة : هي كل شيء عمل على غير مثال سابق
    “Berkata ahli bahasa, dia ialah segala sesuatu yang di amalkan tanpa contoh yang terlebih dahulu”

    Definisi ini berarti mencakup juga apa yang dilakukan oleh sebagian sahabat RA. baik dimasa Rosululloh masih hiudup maupun ketika Rosululloh telah wafat, Diantaranya:

    عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ الزُّرَقِيِّ قَالَ كُنَّا يَوْمًا نُصَلِّي وَرَاءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرَّكْعَةِ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ مَنْ الْمُتَكَلِّمُ قَالَ أَنَا قَالَ رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلَاثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ ( رواه البخاري )
    Rifa’ah bin Rafi’ radhiyallahu anhu berkata: “Suatu ketika kami shalat bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Ketika beliau bangun dari ruku’, beliau berkata: “sami’allahu liman hamidah”. Lalu seorang laki-laki di belakangnya berkata: “rabbana walakalhamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih”. Setelah selesai shalat, beliau bertanya: “Siapa yang membaca kalimat tadi?” Laki-laki itu menjawab: “Saya”. Beliau bersabda: “Aku telah melihat lebih 30 malaikat berebutan menulis pahalanya”. (HR. al-Bukhari [799]).

    Dalam Hadits diatas kita dapati adanya seorang sahabat yang mengerjakan sesuatu yang baru yang sebelumnya belum pernah ada contohnya, yakni terdapat pada do’a ketika I’tidal : “rabbana walakalhamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih”.

    Juga berikut ini :

    عن عبد الرحمن بن ابي ليلى قال : ( كان الناس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم اذا جاءه الرجل وقد فاته شيئ من الصلاة اشار اليه الناس فصلى ما فاته ثم دخل في الصلاة ثم جاء يوما معاذ بن جبل فاشاروا اليه فدخل و لم ينتظر ما قالوا , فلما صلى النبي صلى الله عليه وسلم ذكروا له ذلك فقال لهم النبي صلى الله عليه وسلم : ” سن لكم معاذ ” و في رواية سيدنا معاذ بن جبل : ( انه قد سن لكم معاذ فهكذا فاصنعوا ). رواه ابو داود و احمد و ابن ابي شيبة, و غيرهم, و قد صححه الحافظ ابن دقيق العيد و الحافظ ابن حزم
    Abdurrahman bin Abi Laila berkata: “Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bila seseorang datang terlambat beberapa rakaat mengikuti shalat berjamaah, maka orang-orang yang lebih dulu datang akan memberi isyarat kepadanya tentang rakaat yang telah dijalani, sehingga orang itu akan mengerjakan rakaat yang tertinggal itu terlebih dahulu, kemudian masuk ke dalam shalat berjamaah bersama mereka. Pada suatu hari Mu’adz bin Jabal datang terlambat, lalu orang-orang mengisyaratkan kepadanya tentang jumlah rakaat shalat yang telah dilaksanakan, akan tetapi Mu’adz langsung masuk dalam shalat berjamaah dan tidak menghiraukan isyarat mereka, namun setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selesai shalat, maka Mu’adz segera mengganti rakaat yang tertinggal itu. Ternyata setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selesai shalat, mereka melaporkan perbuatan Mu’adz bin Jabal yang berbeda dengan kebiasaan mereka. Lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Mu’adz telah memulai cara yang baik buat shalat kalian.” Dalam riwayat Mu’adz bin Jabal, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda; “Mu’adz telah memulai cara yang baik buat shalat kalian. Begitulah cara shalat yang harus kalian kerjakan”. (HR. al-Imam Ahmad (5/233), Abu Dawud, Ibn Abi Syaibah dan lain-lain. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Hafizh Ibn Daqiq al-’Id dan al-Hafizh Ibn Hazm al-Andalusi).

    Sedangkan contoh bid’ah setelah wafatnya Rosululloh SAW, diantaranya:

    – Penghimpunan al qur’an oleh Kholifah Abu Bakar RA, atas prakarsa Umar RA.
    – Pnghimpunan jama’ah sholat tarowih 20 rokaat dengan satu imam oleh Kholifah Umar RA, juga terjadinya Had (hukuman) cambuk bagi peminum Khomer sebanyak 80 kali, dimana pada masa Rosululloh dan Kholifah Abu Bakar hanya 40 kali.
    – Penambahan adzan Jum’ah menjadi dua hingga tiga kali oleh Kholifah Utsman RA, dll.

    Dari uraian diatas dapat kita ambil sebuah kesimpulan bahwa, kata “KULLU” pada qodhiyah hadits “WA KULLU BID’ATIN DHOLALAH” tidak dapat kita artikan “SEMUA”, karena adanya dalil lain yang membatasinya, sehingga para ulama’ menyimpulkan “WA KULLU BID’ATIN DHOLALAH” adalah Qodhiyah yang “’AM MAKHSUSH”.

    Maka tepatlah kiranya ketika Imam Syafi’I ra, yang membagi bid’ah menjadi dua sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Al Baigaqi:

    اَلمُحْدَثَاتُ ضَرْبَانِ, مَا اُحْدِثَ يُخَالِفُ كِتَابًا اَوْ سُنَّةً اَوْ أثَرًا اَوْ اِجْمَاعًا فَهَذِهِ بِدْعَةُ الضّلالَةُ وَمَا اُحْدِثَ مِنَ الْخَيْرِ لاَ يُخَالِفُ شَيْئًا ِمْن ذَالِكَ فَهَذِهِ بِدْعَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَة
    Bid’ah (muhdatsat) ada dua macam; pertama, sesuatu yang baru yang menyalahi al-Qur’an atau Sunnah atau Ijma’, dan itu disebut bid’ah dhalalah (tersesat). Kedua,sesuatu yang baru dalam kebaikan yang tidak menyalahi al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’ dan itu disebut bid’ah yang tidak tercela”. (Al-Baihaqi, Manaqib al-Syafi’i, 1/469).

    Sementara disisi yang lain terdapat para Ulama’ yang mendevinisikan BID”AH dengan pengertian terminologhi (syara’) yang diantaranya anda kutip yang subtansinya sama dengan BID’AH MADZMUMAH fersi Imam Syafi’i.

    Kesimpulan kami, meskipun bid’ah dalam pengertian bahasa adalah “Mengadakan sesuatu yang baru yang sebelumnya tidak ada contohnya”, namun kata kunci untuk menghukumi sesuatu itu menyimpang atau tidak, bukan terletak pada apakah ia sesuatu yang baru yang belum perna ada pada masa Rosululloh SAW, atau sudah di contohkan oleh Rosululloh SAW, tapi kata kunci untuk menghukumi apakah sesuatu itu tercela atau tidak, kata kuncinya adalah “ apakah ia MUKHOLAFAH/Menyalahi Kitabulloh, Sunnatu Nabiyyihi (baik Am’ maupun Khos), Ijma’, Qiyas.

    Mohon maaf penulisnya Cuma lulusan Madrasah Ibtidaiyah, jadi bahasanya agak belepotan.

    Wallohu a’lam….

  66. janganlah menyalahkan yg belum tentu bersalah, Allah lebih tahu yg mana yg salah dan mana yg benar. . .
    coba dipelajari dulu dimana letak kesalahannya, baru menilai, apakah bertentangan dengar Al Quran dan Assunnah. . .
    hati hati, ini akan menimbulkan perpecahan umat islam, karena kebenaran dan kesalahan, Allah yg lebih tahu. . .

  67. Jangan memfitnah saudara sendiri…, belum tentu semua itu benar…, justru malah mungkin antum yang ga’ suka dengan Sunnah Nabi SAW dengan gampangnya, dengan latahnya menuduh para penegak Sunnah ini sebagai Wahabi yang antum pikir sesat…., Masya’ Allah….

    Kalau mau nulis nulis tuduhan kayak gitu …, di pikir dulu brow…., Ingat dengan hari Akherat…. hari pembalasan…, kalau tuduhanmu itu benar…, ga’ jadi so’al …, kl tuduhanmu itu sudah kelewatan batas dan salah…, antum harus siap mempertanggung jawabkan perbuatan antum baik di dunia dan di akhirat…. & Nerakalah tempat seburuk-buruknya kembali…, ya subhanalloh….

    1. ukhti n Bambang@

      Website di atas memang benar corong Wahabisme, yaitu mereka menyebarkan ajran Wahabi yg ngaku-ngaku atas nama Qur’an dan Sunnah. Kenapa sih antum2 pada nggak terima dibilang penyebar ajaran Wahabi jika faktanya memang Wahabi? Banggalah jadi Wahabi, BROW. Kalau nggak bangga ngapain antum2 jadi pemeluk ajaran Wahabi?

  68. ALHAMDULILLAH
    SEJAK SAYA MENGIKUTI DAN MEMBACA SITUS-SITUS SALAFY TERSEBUT SAYA JADI SADAR BAHWA KEBENARAN MANHAJ SALAF YANG TIDAK ADA DITAMBAH2KAN DAN DIKURANGI SESUAI DENGAN YANG DIAJARKAN RASULLUAH DAN SAHABAT
    SEMOGA INDONESIA SEMAKIN BANYAK ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI MANHAJ SALAF AGAR NEGARA YANG HINA INI TERSELAMATKAN OLEH PRAKTEK2 TAQLID BID’AH DAN CHUROFAT…

    SAYA HERAN TERHADAP ORANG-ORANG YG NGOTOT MEMPERTAHANKAN TRADISI2 YANG BUKAN DARI AJARAN RASUL DAN SAHABAT..
    APA SIH MOTIVASI MEREKA??
    WALLAHUALAM BI SHOWAB

    1. Ustadz Firanda Bisa Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri
      oleh Membongkar Kesesatan Wahabi pada 9 Februari 2013 pukul 2:51 ·

      KISAH NYATA

      By Ummatihttp://ummatipress.com

      Pengantar Redaksi

      Di bawah ini adalah ustadz Firanda yang membantah tulisan uztadz Abu Salafy tentang syirik dan kemusyrikan. Akan tetapi karena bantahan ustadz Firanda yang ngawur tidak sesuai standar ilmu yang diajarkan oleh para ulama Ahlussunnah, maka oleh Ahmad Syahid diluruskan agar tidak menyesatkan bagi para pembacanya. Banyak ilmu yang bisa ditimba dari Ahmad Syahid terutama agar kita memperoleh pemahaman yang benar tentang ibadah, syirik dan akibat-akibatnya jika kita salah dalam memahaminya. Penjelasan yang disampaikan oleh Mas Ahmad Syahid menyentak kesadaran kita, betapa selama ini ada yang salah dari pemahaman keislaman yang dianut oleh merka-mereka yang bergelar Ustadz sekali pun.

      Na’udzubillah tsumma nau’dzu billah min dzaalik.

      Tulisan dalam blockquote adalah artikel ustadz Firanda, sedangkan tulisan tanpa blocquote adalah jawaban dari H. Ahmad Syahid. Selamat menyimak semoga bermanfaat bagi kita semua.

      Ustadz Firanda Menjadi Musyrik Karena Pemahamannya Sendiri

      Oleh: H. Ahmad Syahid

      Berkata Ustadz Firanda dengan menukil perkataan Abu Salafy:

      Kesyirikan Menurut Abu Salafy

      ((Abu Salafy berkata:

      Syirik adalah sudah jelas, ia menyekutukan Allah SWT. dalam:

      A) Dzat, dengan meyakini ada tuhan selain Allah SWT.

      B) Khaliqiya, dengan meyakini bahwa ada pencipta dan ada pelaku yang berbuat secara independen di alam wujud ini selain Allah SWT.

      C) Rububiyah, dengan mayakini bahwa ada kekuatan selain Allah SWT yang mengatur alam semesta ini secara independen. Adapun keterlibatan selain Allah, seperti para malaikat, misalnya yang mengaturan alam adalah dibawah kendali Allah dan atas perintah dan restu-Nya.

      D)Tasrî’, dengan meyakini bahwa ada pihak lain yang memiliki kewenangan secara independen dalam membuat undang-undang dan syari’at.

      E) Hâkimiyah, dengan meyakini bahwa ada kekuasaan yang dimiliki oleh selain Allah secara independen.

      F) Ibadah dan penyembahan, dengan menyembah dan bersujud kepada arca dan sesembahan lain selain Allah SWT, meminta darinya sesuatu dengan kayakinan bahwa ia mampu mendatangkannya secara independen dan dengan tanpa bantuan dan izin Allah SWT.

      Batasan-batasan syirik, khususnya syirik dalaam ibadah dan penyembahan adalah sudah jelas dalam Al Qur’an dan Sunnah. Dari ayat-ayat Al Qur’an yang mengisahkan kaum Musyrikin dapat dimengerti bahwa kendati kaum Musyrikin itu meyakini bahwa Allah lah yang mencipta langit dan bumi, pemberi rizki dan pengatur alam, akan tetapi tidak ada petunjuk bahwa mereka tidak meyakini bahwa sesembahan mereka itu; baik dari kalangan Malaikat maupun Jin memiliki pengaruh di dalam pengaturan alam semesta ini! Dengan pengaruh di luar izin dan kontrol Allah SWT. Mereka meyakini bahwa sesembahan mereka mampu menyembuhkan orang sakit, menolong dari musuh, menyingkap bencana dan kesusahan dll tanpa izin dan restu Allah!)) http://abusalafy.wordpress.com/)

      Dari sini jelaslah bahwasanya Abu Salafy hanya menyatakan seseorang terjerumus dalam kesyirikan jika meyakini Dzat yang ia ibadahi memiliki hak independent dalam pengaturan alam semesta. Dari sini terungkap rahasia kenapa Abu Salafy ngotot pada dua perkara :

      – Ngotot kalau kaum musyrikin Arab tidak mengakui adanya Allah. Adapun pernyataan mereka dalam Al-Qur’an bahwasanya Allah adalah pencipta dan pemberi rizki hanyalah sikap berpura-pura, akan tetapi batin mereka tidak beriman kepada Allah. (yang telah saya bantah dalam tulisan saya http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/82-persangkaan-abu-salafy-al-majhuul-bahwasanya-kaum-musyrikin-arab-tidak-mengakui-rububiyyah-allah dan http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/113-sekali-lagi-tipu-muslihat-abu-salafy-cs-bag-2)- Ngotot kalau keyakinan kaum musyrikin bahwasanya malaikat adalah putri-putri Allah maksudnya adalah para malaikat ikut mencipta dan member rizki (sebagaimana telah saya bantah dalam tulisan saya http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/126-bantahan-terhadap-abu-salafy-seri-5-hakikat-kesyirikan-kaum-muysrikin-arab)

      Karena dengan dua perkara di atas maka Abu Salafy ingin menggolkan pemikirannya bahwa yang namanya kesyirikan adalah jika seseorang meyakini ada dzat lain yang ikut mencipta dan memberi rizki dan mengatur alam semesta selain Allah.

      Oleh karenanya wajar jika Abu Salafy menyatakan bahwa :

      Pertama : Berdoa kepada selain Allah jika dilakukan oleh seorang muslim maka itu bukanlah kesyirkian. Jika seseorang berdoa dan berkata ; “Wahai Rasulullah sembuhkanlah aku, wahai Rasulullah selamatkanlah aku” maka ini bukanlah kesyirikan selama orang tersebut tidak meyakini Rasulullah ikut mencipta alam dan pemberi rizki serta ikut mengatur alam semesta. Oleh karenanya wajib bagi kita untuk membawakan lafal orang ini pada artian “Wahai Rasulullah mintalah kepada Allah agar menyembuhkan aku dan agar menyelamatkan aku”

      Abu Salafy berkata ((Sebab sebagaimana harus kita yakini bahwa seorang Muslim Mukmin yang meyakini bahwa apapun selain Allah SWT tidak memiliki daya dan kekuatan apapun… tidak dapat memberikan manfa’at atau mudharrat apapun…. kecuali dengan izin Allah, sudah cukup sebagai alasan bagi kita untuk menilai positif apa yang ia lakukan… cukup alasan untuk mengatakan bahwa sebenarnya apa yang ia lakukan adalah tidak lain hanyalah meminta syafa’at dan meminta dido’akan. Andai-kata kita tidak mengetahui dengan pasti apa yang menjadi tujuan dari apa yang ia kerjakan, maka adalah wajib untuk menilai positif amalan dan ucapan seorang Muslim dengan dasar kewajiban penilai positif setiap amalan atau ucapan Muslim selagi bisa dan ada jalan untuk itu, sehingga tertutup seluruh jalan untuk penafsiran positif dan tidak ada penafsiran lain selai keburukan)), Abu salafy juga berakta ((misalnya ketika ia menyeru, ‘Ya Rasulullah sembuhkan aku’ sebenarnya ia sedang meminta agar Rasulullha saw. sudi menjadi perantara kesembuhan dengan memohonkannya dari Allah SWT. kendati ia meyakini bahwa kesembuhan itu dari Allah, akan tetapi karena ia dengan perantaraan do’a dan syafa’at Rasulullah, maka ia menisbatkannya kepada sebab terdekat. Penyusunan kalimat dengan bentuk seperti itu banyak kita jumpai dalam Al Qur’an, Sunnah dan pembicaraan orang-orang Arab. Mereka menamainya dengan Majâzz ‘Aqli, yaitu “menyandarkan sebuah pekerjaan tertentu kepada selain pelakunya, baik karena ia sebagai penyebab atau selainnya, dikarenakan adanya qirînah/alasan yang membenarkan”.

      Seperti dalam contoh, “Si Raja membangun Istana yang sangat megah” dalam ucapan di atas, semua tau bahwa bukan maksud si pengucap bahwa sang raja itu sendiri yang membangun dinding-dinding, memasang altar, dan kramik istana itu misalnya, semua mengerti bahwa yang ia maksud ialah bahwa yang membangun adalah para tukang bangunan, yang merancang adalah para arsitek, mereka adalah sebab terdekad terbangunnya istana megah itu, akan tetapi karena semua itu atas peritah sang Raja, maka tidaklah salah apabila ia mengatakan bahwa Sang raja membangun istana! Sebagaimana tidak salah pula apabila ia mengatakan bahwa para pekerja/tukang bangunan telah membangun istana Raja!

      Dalam kasus kita di atas misalnya, qarînah yang membenarkan pemaknaan tersebut adalah dzahir keadaan si Muslim. Karena pengucapnya adalah seorang Muslim yang meyakini dan mengikrarkan bahwa selain Allah tidak ada yang memiliki daya dan kekuatan apapun baik untuk dirinya maupun untuk orang lain, baik memberi manfa’at ataupun mudharrat… semua yang terjadi adalah dengan taqdir dan ketetapan Allah SWT… maka hal ini sudah cukup sebagain qarînah yang membenarkannya.

      Oleh sebab itu para ulama mengatakan bahwa ucapan seperti: ‘Musim semi itu menumbuhkan tanaman’ jika diucapkan oleh seorang Muslim maka ia tidak menunjukkan kemusyrikan, sebab ia termasuk ketegori majâz ‘aqli, akan tetapi jika pengucapnya adalah seorang ateis atau yang tidak percaya Tuhan, misalnya maka ia menunjukkan kemusyrikan, sebab ia bukan termasuk majâz ‘aqli, ia mengucapkannnya dengan haqîqatan! Ia menisbatkan pelaku penumbuhan tanaman itu kepada musim semi dengan sepenuh keyakinan bahwa musim semi-lah yang yang menumbuhkannya bukan Allah SWT.

      Dari sini dapat dimengerti bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan antara ucapan seorang Muslim ‘Musim semi itu menumbuhkan tanaman’ dengan ucapannya “Wahai Rasulullah, sembuhkan aku dari sakitku”?!)), Abu Salafy juga berkata ((Lalu apakah dikarenakan ucapan tersebut di atas seorang Muslim dihukumi telah musyrik/menyekutukan Allah SWT.?! Tentu tidak!!

      Benar, apabila seorang yang mengucapkannya meyakini bahwa yang ia seru itu mampu melakukan apa yang ia minta dengan tanpa bantaun dan taqdir Allah maka ia jelas telah menyekutukan Allah SWT. dan pastilah kaum Muslimin akan berlepas diri dari kemusrikan itu. Tetapi permasalahannya, apakah demikian yang diyakini kaum Muslimin ketika mereka ber-istghatsah dan memanggil mana Rasulullah saw., atau nama hamba-hamba shaleh pilihan Allah sepeti Ahlulbait Nabi dan para waliyullah! )) ((lihat http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/22/kitab-kasyfu-asy-sybubuhat-doktrin-takfir-wahhabi-paling-ganas-18/))

      Kedua : Jika seseorang menyembelih kepada selain Allah, kepada para wali misalnya, maka demikian pula menurut Abu Salafy maka itu bukanlah kesyirikan jika dilakukan oleh seorang muslim. Karena tidak seorang muslimpun yang meyakini wali tersebut ikut mengatur dan mencipta serta memberi rizki. Oleh karenanya jika ada seorang muslim yang menyembelih kepada selain Allah maka harus dibawakan kepada makna orang tersebut menyembelih untuk wali agar sang wali menjadi perantara antara ia dengan Allah dalam memenuhi hajatnya. Abu Salafy juga berkata ((…. ketika ada seorang bernazar menyembelih seekor binatang ternak untuk seorang wali misalnya, maka kaum wahhabi segera menudingnya sama dengan kaum Musyrik yang memberikan sesajen kepada para arca …. padahal yang perlu mereka ketahui bahwa seorang muslim yang sedang bernazar itu ia sedang meniatkan agar pahala sembelihannya diberikan kepada si wali tersebut! Anggap praktik seperti itu salah, tetapi ia pasti bukan sebuah kemusyrikan…))(http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/22/kasyf-asy-sybuhat-doktrin-takfir-paling-ganas-14/)

      Sanggahan

      Untuk menyanggah pernyataan Abu salafy maka saya ingatkan kepada para pembaca tiga perkara:

      Pertama : Bahwasanya hakekat kesyirikan adalah menyerahkan ibadah kepada selain Allah. Kita telah mengikrarkan dalam sholat kita

      إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

      Hanya Engkaulah yang Kami sembah (QS Al-Faatihah : 5)

      Oleh karenanya seluruh peribadatan kepada selain Allah adalah bentuk kesyirikan.

      Contoh-contoh ibadah seperti sujud, ruku’, bernadzar, menyembelih, dan merupakan ibadah yang sangat agung adalah berdoa, demikian juga istigotsah yang merupakan bentuk berdoa tatkala dalam keadaan genting.

      Oleh karenanya sebagaimana sujud, ruku, menyembelih jika diserahkan kepada selain Allah merupakan kesyirikan maka demikian pula berdoa. Bahkan ayat-ayat yang menunjukan akan larangan berdoa kepada selain Allah lebih banyak daripada ayat tentang larangan sujud dan menyembelih kepada selain Allah.

      Jawaban dari Ahmad Syahid:

      Untuk meluruskan pemahaman ustadz firanda saya sampaikan sebagai berikut :

      1. Semua ummat Islam sepakat jika Ibadah hanya untuk Allah, semua sepakat siapa pun yang memalingkan seluruh atau sebagian kecil Ibadah kepada selain Allah maka ia telah keluar dari Islam. Hanya persoalannya apakah Ibadah itu? Dan tampaknya ustadz Firanda keliru dalam memahami apa itu Ibadah. Ustadz Firanda keliru dalam mendifinisikan kata Ibadah.

      2. Sujud, ruku, bernadzar dan menyembelih dia kategorikan sebagai Ibadah tanpa menjelaskan sujud ruku menyembelih dan nadzar seperti apakah yang disebut Ibadah. Dengan kata lain ustadz Firanda tidak membedakan antara Ibadah dalam makna bahasa (lughowi ) dengan makna Ibadah secara Isthilah atau syar`i. Jika seperti ini ibadah difahami / didifinisikan maka telah kafirlah ayah bunda nabi Ya`qub dan saudara-saudara nabi Yusuf karena telah sujud kepada Nabi Yusuf. Begitu juga dengan ruku` (membungkuk ) kafirlah semua abdi dalem kerajaan kerajaan Islam karena telah ruku` (membungkuk) kepada raja mereka. Begitu juga dengan menyembelih dengan pemahaman seperti itu maka telah musyriklah Nabi Ibrohim karena telah menyembelih sapi untuk para tamunya dst.

      3. Kekliruan ustadz Firanda ini sama persis dengan kekeliruan yang dialami oleh pendiri sekte Wahabi, sehingga sejarah mencatat bagaimana sekte Wahabi memerangi (membantai) kaum muslimin yang bertawassul hanya karena pendiri sekte Wahabi keliru dan salah dalam memahami kata Ibadah.

      Kedua : Hakekat kesyirikan kaum musyrikin Arab adalah menjadikan sesembahan mereka sebagai perantara untuk mendekatkan mereka kepada Allah dan juga sebagai pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah (sebagaimana telah saya jelaskan di http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/126-bantahan-terhadap-abu-salafy-seri-5-hakikat-kesyirikan-kaum-muysrikin-arab)

      Ar-Roozii berkata : “Mereka (kaum kafir) mereka menjadikan patung-patung dan arca-arca dalam bentuk para nabi-nabi mereka dan orang-orang mulia mereka, dan mereka menyangka bahwasanya jika mereka beribadah kepada patung-patung tersebut maka orang-orang mulia tersebut akan menjadi pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah. Dan yang semisal ini di zaman sekarang ini banyak orang yang mengagungkan kuburan-kuburan orang-orang mulia dengan keyakinan bahawasanya jika mereka mengagungkan kuburan-kuburan orang-orang mulia tersebut maka mereka akan menjadi pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah” (Mafaatiihul Goib/At-Tafsiir Al-Kabiir 17/63)

      Ibnu Katsiir berkata : “Mereka membuat patung-patung di atas bentuk para malaikat yang mendekatkan (kepada Allah-pen) menurut persangkaan mereka. Maka merekapun menyembah patung-patung berbentuk tersebut dengan menempatkannya sebagai peribadatan mereka kepada para malaikat, agar para malaikat memberi syafaat bagi mereka di sisi Allah dalam menolong mereka dan memberi rizki kepada mereka dan perkara-perkara dunia yang menimpa mereka…

      Oleh karenanya mereka berkata dalam talbiyah mereka tatkala mereka berhaji di zaman jahiliyyah : “Kami Memenuhi panggilanmu Ya Allah, tidak ada syarikat bagiMu kecuali syarikat milikMu yang Engkau memilikinya dan ia tidak memiliki”

      Syubhat inilah yang dijadikan sandaran oleh kaum musyrikin zaman dahulu dan zaman sekarang” (Tafsiir Al-Qur’aan Al-’Adziim 12/111-112)

      Para pembaca yang budiman dalam pernyataannya di atas Ar-Roozi dan Ibnu Katsir dengan tegas menyatakan bahwa syubhat mencari syafaat inilah yang telah menjerumuskan kaum muysrikin zaman dahulu dan zaman sekarang.

      Jawab dari Ahmad Syahid:

      Lagi – lagi ustadz Firanda keliru atau sengaja membawa faham keliru terhadap apa yang disampaikan oleh para Mufassir. Ustadz Firanda menampakkan jika mereka (kafir quresy) menjadi Musyrik karena telah menjadikan sesembahan mereka sebagai WASILAH (perantara). Padahal begitu jelas jika pembaca budiman perhatikan, penyebab mereka (kafir quresy) menjadi Musyrik adalah karena mereka menyembah selain Allah. Mereka telah beribadah kepada selain Allah. Kafir quresy menjadi musyrik bukan semata-mata karena menjadikan sesembahan mereka sebagai perantara.

      Ketiga : Beristigotsah kepada selain Allah yaitu kepada para wali yang sudah meninggal atau kepada Rasulullah dengan meyakini bahwa para wali tersebut hanyalah sebagai sebab dan pada hakekatnya Allah-lah yang menolong…itulah hakekat kesyirikan kaum musyrikin Arab di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena beristigotsah kepada selain Allah adalah bentuk berdoa kepada selain Allah. Dan doa merupakan ibadah yang sangat agung, maka barangsiapa yang menyerahkan kepada selain Allah berarti ia telah beribadah kepada selain Allah, dan barangsiapa yang beribadah kepada selain Allah maka dia adalah seorang musyrik.

      Jawaban Ahmad Syahid:

      Disini ustadz Firanda menegaskan pemahamannya yang keliru / salah terhadap definisi Ibadah , dan ustadz firanda salah dalam menentukan penyebab atau hakekat kesyirikan kaum musyrikin arab zaman Nabi SAW. Ustadz Firanda menyangka jika yang menjadikan musyrikin quresy Musyrik adalah karena mereka mengambil perantara dalam ber-doa. Padahal yang sebenarnya membuat mereka Musyrik adalah mereka menyembah, mereka ber-ibadah kepada selain Allah, itulah penyebab mereka jadi Musyrik. Ustadz Firanda juga keliru saat menjadikan doa sebagai Ibadah, sebab tidak semua do’a adalah Ibadah. Karena do’a juga berarti meminta , siapakah yang tidak pernah meminta kepada selain Allah? Jika semua do’a adalah Ibadah maka Ustadz firanda pun telah musyrik karena ustadz Firanda pun saya yakin telah banyak dan sering meminta kepada selain Allah. Dia sering meminta kepada orang tuanya, dia juga sering meminta kepada istrinya. Inilah contoh kekeliruan fatal dalam memaknai kata Ibadah.

      Ustadz firanda mengatakan :

      Doa adalah ibadah yang sangat penting maka jika diserahkan kepada selain Allah merupakan syirik besar

      Ibadah secara bahasa berarti ketundukan dan perendahan, Al-Jauhari rahimahullah berkata:

      “Asal dari ubudiyah (peribadatan) adalah ketundukan dan kerendahan…, dikatakan الطَّرِيْقُ الْمُعَبَّدُ (jalan yang ditundukan/mudah untuk ditempuh) dan الْبَعِيْرُ الْمُعَبَّدُ (onta yang tunduk/taat kepada tuannya) (As-Shihaah 2/503, lihat juga perkataan Ibnu Faaris di Mu’jam Maqooyiis Al-Lugoh 4/205, 206 dan perkataan Az-Zabiidi di Taajul ‘Aruus 8/330)

      Adapun definisi ibadah menurut istilah adalah tidak jauh dari makna ibadah secara bahasa yaitu ketaatan dan ketundukan serta kerendahan:

      At-Thobari berkata pada tafsir surata al-Faatihah:

      “Kami hanyalah memilih penjelasan dari tafsir ((Hanya kepada Engkaulah kami beribadah)) maknanya adalah kami tunduk, kami rendah, dan kami patuh… karena ubudiyah menurut seluruh Arab asalnya adalah kerendahan” (Tafsiir At-Thobari 1/159)

      Al-Qurthubi berkata :

      “((kami beribadah)) maknanya adalah : kami taat kepadaNya, dan Ibadah adalah : ketaatan dan kerendahan, dan jalan yang ditundukan jika ditundukan agar bisa ditempuh oleh para pejalan, sebagaimana dikatakan oleh Al-Harowi” (Tafsiir Al-Qurthubi 1/223)

      Sesungguhnya doa merupakan ibadah yang sangat penting, karena pada doa nampaklah kerendahan dan ketundukan orang yang berdoa kepada dzat yang menjadi tujuan doa. Pantas saja jika Nabi bersabda :

      الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ ثُمَّ قَرَأَ : {وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ}.

      “Doa itulah ibadah”, kemudian Nabi membaca firman Allah ((Dan Rob kalian berkata : Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan bagi kalian))” (HR Ahmad no 18352, Abu Dawud no 1481, At-Tirmidzi no 2969, Ibnu Maajah no 3828, dan isnadnya dinyatakan jayyid (baik) oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari 1/49)

      Ibnu Hajar berkata menjelaskan agungnya ibadah doa :

      “Jumhur (mayoritas ulama) menjawab bahwasanya doa termasuk ibadah yang paling agung, dan hadits ini seperti hadits yang lain

      الْحَجُّ عَرَفَةُ

      “Haji adalah (wuquf di padang) Arofah”

      Maksudnya (wuquf di Arofah) merupakan dominannya haji dan rukun haji yang paling besar. Hal ini dikuatkan dengan hadits yang dikeluarkan oleh At-Thirimidzi dari hadits Anas secara marfuu’ :

      الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

      “Doa adalah inti ibadah”

      Telah banyak hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memotivasi dan mendorong untuk berdoa, seperti hadits Abu Huroiroh yang marfuu’:

      لَيْسَ شَيْئٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ

      “Tidak ada sesuatupun yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa”

      Diriwayatkan oleh At-Thirmidzi dan Ibnu Maajah dan dishahihkan oleh Ibnu Hibbaan” (Fathul Baari 11/94)

      Oleh karenanya pantas jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

      أقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ؛ فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ

      “Kondisi seorang hamba paling dekat dengan Robnya tatkala ia sujud, maka perbanyaklah doa” (HR Muslim no 215)

      Imam An-Nawawi berkata;

      أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ وَهُوَ مُوَافِقٌ لِقَوْلِ اللهِ تعالى وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ وَلِأَنَّ السُّجُوْدَ غَايَةُ التَّوَاضُعِ وَالْعُبُوْدِيَّةِ للهِ تعالى

      “((Kondisi seorang hamba paling dekat dengan Robnya tatkala ia sujud)) dan ini sesuai dengan friman Allah ((Sujudlah dan mendekatlah)), dan karena sujud merupakan puncak tawadhu’ dan peribadatan kepada Allah” (Al-Minhaaj 4/206)

      Oleh karenanya posisi sujud merupakan posisi yang menunjukan rendahnya seorang hamba karenanya merupakan kondisi yang sangat pas bagi seorang hamba untuk memperbanyak doa. Karena tatkala doa nampaklah kebutuhan dan kerendahan seorang yang berdoa di hadapan Allah.

      Al-Hulaimi (wafat tahun 403 H) berkata :

      “Dan doa secara umum merupakan bentuk ketundukkan dan perendahan, karena setiap orang yang meminta dan berdoa maka ia telah menampakkan hajatnya (kebutuhannya) dan mengakui kerendahan dan kebutuhan kepada dzat yang ia berdoa kepadanya dan memintanya. Maka hal itu pada hamba seperti ibadah-ibadah yang dilakukan untuk bertaqorrub kepada Allah. Oleh karenanya Allah berfirman ((Berdoalah kepadaku niscaya akan Aku kabulkan, sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah kepadaku akan masuk dalam neraka jahannam dalam keadaan terhina)). Maka Allah menjelaskan bawhasanya doa adalah ibadah” (Al-Minhaaj fai syu’ab Al-Iimaan 1/517)

      Al-Hulaimi juga berkata :

      “Hendaknya rojaa’ (pengharapan) hanyalah untuk Allah karena Allah-lah Yang Maha Esa dalam kepemilikan dan pembalasan. Tidak ada seorangpun selain Allah yang menguasai kemanfaatan dan kemudhorotan. Maka barangsiapa yang berharap kepada dzat yang tidak memiliki apa yang ia tidak miliki maka ia termasuk orang-orang jahil. Dan jika ia menggantungkan rojaa (pengharapannya) kepada Allah maka hendaknya ia meminta kepada Allah apa yang ia butuhkan baik perkara kecil maupun besar, karena semuanya di tangan Allah tidak ada yang bisa memenuhi kebutuhan selain Allah. Dan meminta kepada Allah adalah dengan berdoa” (Al-Minhaaj fi Syu’ab Al-Iimaan 1/520)

      Ar-Roozi berkata :

      “Dan mayoritas orang berakal berkata : Sesungguhnya doa merupakan kedudukan peribadatan yang paling penting, dan hal ini ditunjukkan dari sisi (yang banyak) dari dalil naql (ayat maupun hadits-pen) maupun akal. Adapun dalil naql maka banyak” (Mafaatihul Goib 5/105)

      Kemudian Ar-Roozi menyebutkan dalil yang banyak kemudian ia berkata :

      “Allah berfirman ((Dan jika hamba-hambaKu bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang aku maka sesungguhnya aku dekat)), dan Allah tidak berkata ((Katakanlah aku dekat)), maka ayat ini menunjukkan akan pengagungan kondisi tatkala berdoa dari banyak sisi. Yang pertama, seakan-akan Allah berkata : HambaKu engkau hanyalah membutuhkan washithoh (perantara) di selain waktu berdoa adapun dalam kondisi berdoa maka tidak ada perantara antara Aku dan engkau” (Mafaatihul Goib 5/106)

      Lantas bagaimana jika kerendahan dan ketundukkan kondisi seseorang yang sedang berdoa ini diserahkan dan diperuntukkan kepada selain Allah?, kepada para nabi dan para wali??!!. Bukankah ini merupakan bentuk beribadah kepada selain Allah alias syirik??!!

      Jawaban:

      Disini sangatlah jelas jika ustadz Firanda salah dalam mendifinisikan Kata Ibadah, dia katakana : “Ibadah secara bahasa berarti ketundukan dan perendahan.

      Dia mengutip perkataan Al-Jauhari rahimahullah:

      “Asal dari ubudiyah (peribadatan) adalah ketundukan dan kerendahan…, dikatakan الطَّرِيْقُ الْمُعَبَّدُ (jalan yang ditundukan/mudah untuk ditempuh) dan الْبَعِيْرُ الْمُعَبَّدُ (onta yang tunduk/taat kepada tuannya) (As-Shihaah 2/503, lihat juga perkataan Ibnu Faaris di Mu’jam Maqooyiis Al-Lugoh 4/205, 206 dan perkataan Az-Zabiidi di Taajul ‘Aruus 8/330)

      Adapun definisi ibadah menurut istilah adalah tidak jauh dari makna ibadah secara bahasa yaitu ketaatan dan ketundukan serta kerendahan.

      Begitulah definisi ustadz Firanda akan Makna Ibadah. Pemaknaan dan pendefinisian seperti ini jelas merusak tatanan kehidupan. Tidak akan ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang tidak musysrik, semuanya menjadi musyrik, termasuk Ustadz Firanda sendiri akan menjadi Musyrik. Karena saya yakin tentunya ustadz firanda juga adalah seorang anak yang TAAT, TUNDUK dan MERENDAH di hadapan Orang tuanya. Dengan definisi yang dia tetapkan itu, dia akan banyak mengkafirkan orang bahkan dirinya pun otomatis terjerat oleh pemahamannya yang salah fatal itu.

      Ustadz firanda melanjutkan :

      Sungguh dalil-dalil yang menunjukkan bahwasanya berdoa kepada selain Allah merupakan kesyirikan sangatlah banyak. Diantaranya firman Allah :

      وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ

      Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? (QS Al-Ahqoof : 5)

      وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
      Dan Barangsiapa berdoa kepada Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung (QS Al-Mukminun 117)

      فَلا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ

      Maka janganlah kamu berdoa kepada Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang di’azab (Asy-Syu’aroo : 213).

      أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

      Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). (QS An-Naml : 62)

      وَلا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لا إِلَهَ إِلا هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

      Dan janganlah kamu berdoa di Tuhan apapun yang lain disamping (berdoa kepada) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan (QS Al-Qoshosh : 88).

      وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

      Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu berdoa seseorangpun di dalamnya di samping berdoa Allah. (QS Al-Jin : 18)

      Rasulullah bersabda :

      مَنْ مَاتَ وَهْوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

      “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan berdoa kepada selain Allah maka masuk neraka” (HR Al-Bukhari no 4497)

      Itulah dalil yg banyak yang menunjukkan bahwa berdoa kepada selain Allah merupakan kesyirikan.

      Jawaban:

      Ternyata ustadz Firanda banyak keliru dalam memahami dalil, baik Qur`an, Hadist maupun perkataan para Ulama. Dia tidak dapat membedakan kapan do’a menjadi Ibadah dan Kapan Do’a tidak menjadi Ibadah. Ditambah dengan penetapan definisi yang salah akan makna Ibadah lengkaplah sudah jika ustadz Firanda adalah seorang yang menjadi Musyrik karena fahamnya sendiri. Kasihan Ummat Islam jika Do’a dan Ibadah difahami seperti itu.

      Ustadz Firanda melanjutkan :

      Lantas bagaimana ustadz abu Salafy menyatakan bahwasanya jika seseorang berdoa kepada selain Allah, kepada Nabi atau kepada wali maka itu bukanlah kesyirikan selama tidak disertai keyakinan bahwasanya wali atau nabi tersebut ikut mencipta dan mengatur alam semesta serta memberi rizki??!!

      Perkataan seseorang “Wahai Rasulullah, sembuhkanlah aku!!!” ini bukanlah kesyirikan??, perkataan seseorang, “Wahai Abdul Qodir Jailani, tolonglah aku…!!”, ini juga bukan kesyirikan??!!, iya bukan kesyirikan, selama tidak meyakini Nabi dan Abdul Qodir Jailani ikut mencipta dan mengatur alam semesta..!!!!, demikianlah keyakinan Abu Salafy.

      Dan saya harap para pembaca memperhatikan ayat-ayat dan hadits di atas yang bersifat umum tentang doa. Allah dan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam tidak pernah mengecualikan bahwasanya jika berdoa kepada makhluk dengan keyakinan bahwasanya makhluk tersebut (baik malaikat atau nabi atau wali) tidak ikut mencipta, mengatur, dan memberi rizki secara independent maka bukan kesyirikan.

      Lebih aneh lagi Abu Salafy tidak menganggap istighotsah sebagai ibadah. Abu Salafy berkata ((Sebab inti masalahnya sebenarnya terletak pada pemahaman menyimpang Ibnu Taimyah dan para mukallidnya seperti Ibnu Abdil Wahhâb dan kaum Wahhâbi mukallidnya dalam mendefinisikan makna ibadah…di mana mereka memasukkan meminta syafa’at, beristighatsah, bertawassul dll. misalnya sebagai bentuk kemusyrikan… sementara para mufassir klasik yang selama ini dirujuk kaum Wahhâbiyyûn dan Salafiyyûn sama sekali tidak memasukkannya dalam daftar kemusyrikan!)) (lihat http://abusalafy.wordpress.com/.

      Jawaban Ahmad Syahid:

      Di point ini saya tidak berkomentar banyak, saya serahkan kepada pembaca Budiman untuk menilai siapakah yang benar dan siapakah yang salah. Siapakah yang lebih berhak menjadi Ustadz…? Apakah Abu salafy yang kokoh argumentasinya atau Firanda yang telah menjerat dirinya sendiri dengan argumentasinya dalam kubangan kemusyrikan?

      Ustadz firanda melanjutkan :

      Sungguh kedustaan yang dinyatakan oleh Abu Salafy, justru para ahli tafsir telah menjelaskan hal tersebut merupakan kesyirikan. Kita malah balik bertanya ulama ahli tafsir mana yang menyatakan bahwa beristigotsah dan berdoa kepada selain Allah –selama tidak syirik dalam rububiyah- bukanlah kesyirikan??!!

      Karenanya jika kita bertanya kepada orang-orang yang beristigotsah kepada para wali dengan berdoa kepada wali tatkala dalam keadaan genting, “Apakah jika kalian beristigotsah dan berdoa kepada Allah tatkala dalam keadaan genting maka bukankah hal itu merupakan ibadah?”, tentunya mereka akan menjawab : iya. Tidak ada seorang muslimpun yang mengingkari hal ini bahwa seseorang yang dalam keadaan terdesak lantas berdoa kepada Allah maka berarti ia beribadah kepada Allah !!! Ini semakin menegaskan bahwasanya berdoa dan beristigotsah merupakan ibadah. Lantas bagaimana Abu Salafy tidak menganggap istighotsah sebagai ibadah??!!

      Jawab:

      Justru kita yang bertanya kepada ustadz Firanda, Ulama Tafsir manakah yang menyatakan bahwa beristighostah dan berdoa kepada selain Allah Adalah kesyirikan? Saya mohon ustadz Firanda menyampaikannya di sini satu saja ( jika Istighotsah dan tawassul menurut ahli tafsir adalah syirik ) jika memang ada. Jika tidak ada, sungguh ustadz Firanda telah berdusta atas nama Ulama Tafsir, untuk mendukung kekeliruannya yang fatal hingga dirinya pun menjadi musyrik ( karena pemahamannya sendiri ).

      Ustadz firanda melanjutkan :

      Tentang majaz ‘aqliy

      Untuk semakin memperkuat igauannya maka ustadz Abu Salafy berdalil dengan majaz aqli, ia berkata ((misalnya ketika ia menyeru, ‘Ya Rasulullah sembuhkan aku’ sebenarnya ia sedang meminta agar Rasulullha saw. sudi menjadi perantara kesembuhan dengan memohonkannya dari Allah SWT. kendati ia meyakini bahwa kesembuhan itu dari Allah, akan tetapi karena ia dengan perantaraan do’a dan syafa’at Rasulullah, maka ia menisbatkannya kepada sebab terdekat. Penyusunan kalimat dengan bentuk seperti itu banyak kita jumpai dalam Al Qur’an, Sunnah dan pembicaraan orang-orang Arab. Mereka menamainya dengan Majâzz ‘Aqli, yaitu “menyandarkan sebuah pekerjaan tertentu kepada selain pelakunya, baik karena ia sebagai penyebab atau selainnya, dikarenakan adanya qirînah/alasan yang membenarkan”.))

      Maka sanggahan terhadap perkataannya ini dari beberapa sisi, diantaranya :

      Pertama : Pendalilan dengan majaz ‘aqli untuk membenarkan kesyirikan atau mentakwil kesyirikan tidak pernah disebutkan oleh seorang ulama pun dari kalangan mutaqoddimin sepanjang pengetahuan saya. Semua ulama menghukumi syiriknya seseorang dengan dzohir lafal kesyirikan yang terucap. Pentakwilan dengan majaz ‘aqli ini adalah bid’ah yang dicetuskan oleh Ali bin Abdil Kaafi As-Subki (wafat 746 H) dalam kitabnya Syifaa As-Siqoom fi ziyaaroh khoir Al-Anaam (hal 174), kemudian ditaqlid buta oleh Ahmad bin Zaini Dahlaan (wafat 1304 H) dalam kitabnya “Ad-Duror As-Saniyah fi Ar-Rod ‘alaa Al-Wahaabiyah” dan Muhammad Alawi Al-Maaliki dalam kitabnya “Mafaahiim yajibu an tushohhah”. Dan sekarang diwarisi oleh muqollid mereka Abu Salafy.

      Jawab :

      Tentang majaz ‘aqli , majaz ‘aqli bukanlah dalil bukan pula hujjah , majaz ‘aqli digunakan untuk menjelaskan sebuah perkara atau persoalan kepada orang-orang ngeyel seperti ustadz firanda ini. Dia mengeneralisir jika semua do’a adalah Ibadah. Dia tidak mau menjelaskan kata Do’a dalam al-qur`an mempunyai banyak arti, rupanya dia sengaja sembunyikan jika al-Qur`an membawa 6 atau 7 maksud dan arti dalam satu kata ” Do’a”. Karena kengeyelan dan penyembunyian fakta dalam Al-qur`an inilah, akhirnya dia pun terjerat dalam perangkap yang dia buat sendiri. Secara tidak sadar dia telah menjadikan dirinya Musyrik karena tentunya dia juga TAAT, TUNDUK dan MERENDAH dihadapan Makhluq yaitu kedua orang tuanya.

      Di point ini pun kelihatan sekali akhlak buruk Ustadz Firanda dalam menyebut dan menyikapi perbedaan pendapat dari Imam-imam besar. Imam As-Subki seorang Muhaddits, Sayyid Ahmad Zaini dahlan adalah mufti makkah pada zamannya dan Ulama besar di zamannya Sayyid Al-maliki .

      Ustadz firanda melanjutkan :

      Kedua : Hal ini melazimkan bahwa tidak seorang pun yang kafir dengan lisannya, karena setiap seseorang mengucapkan kesyirikan atau bahkan kekufuran maka harus dibawakan kepada makna yang benar dengan qorinah (indikasi) keislaman pengucapnya.

      Yang lebih parah lagi Abu Salafy tidak hanya menerapkan majaz ‘aqli pada perkataan syirik seperti doa “Yaa Rasuulallah sembuhkanlah aku”, bahkan ia juga menerapkan majaz ‘aqliy pada perbuatan syirik, seperti menyembelih kepada wali.

      Jika perkaranya demikian maka percuma bab-bab tentang kemurtadan yang ditulis oleh para ulama, tidak ada faedahnya, karena jika ada seseorang yang mengucapkan kekufuran atau kesyirikan maka harus di takwil pada makna yang tidak syirik karena pelakunya ber KTP islam, padahal para ulama telah sepakat bahwasanya seseorang tidak boleh mengucapkan perkataan kufur kecuali jika dipaksa.

      Jawab :

      1. Bagi Ahlu Sunnah Wal-jama`ah (asy`ariyah/maturidiyah pemeluk madzhab 4 ) sangatlah sulit menghukumi sesorang dengan hukum Kafir. Apalagi jika perkataan kufur keluar dari lisannya seorang Muslim karena Qorinah yang kuat adalah keislamannya. Ada tatacara dan proses yang panjang untuk menghukumi sesorang dengan Hukum Kafir, sebab jika tidak terbukti maka hukum kafir itu akan kembali dan mengenai yang menghukumnya. Saya harap Ustadz Firanda tidak gampangan dalam menghukumi seseorang dengan kata Kafir .

      2. Begitu juga dengan menyembelih, saya harap ustadz Firanda tidak serampangan dengan menghukumi palakunya dengan hukum syirik. Sebab al-Qur`an pun pernah bercerita tentang Nabi Ibrohim yang menyembelih anak sapi untuk para tamunya. Apakah di mata ustadz Firanda, Nabi Ibrohim pun telah Musyrik karena menyembelih untuk tamunya? Jika ya, maka keterlaluan sekali ustadz Firanda ini. Sebab dalam kisah itu Allah pun tidak menghukumi syirik kepada Nabi Ibrohim. Begitu juga Rosulallah SAW tidak mengatakan bahwa perbuatan Nabi Ibrohim adalah perbuatan Syirik.

      3. Mungkin bab-bab fiqh tentang kemurtadan yang ditulis oleh para Ulama Islam adalah percuma dan tidak ada Faidahnya bagi ustadz firanda? Karena ustadz Firanda tidak bisa melampiaskan Hasyratnya untuk mengkafirkan dan memusyrikkkan orang lain. Karena memang bab-bab tentang Riddah dan takfir ditulis oleh para ulama bukan untuk mengkafirkan dan memusyrikkan orang lain. Dan sangat berbahaya jika digunakan oleh orang-orang semisal ustadz Firanda yang kacamatanya kotor dan pisau analisanya tumpul dalam memahami Qur`an, Hadist dan perkataan para ulama. Terbukti jika dirinya pun terjerat oleh perangkap kesyirikan yang dibuatnya sendiri.

      Ustadz firanda melanjutkan :

      Ketiga : Hal ini melazimkan bahwasanya kaum musyrikin yang menyembah berhala orang sholeh atau menyembah malaikat juga tidak bisa dihukumi sebagai kaum musyrikin. Karena mereka mengakui dalam banyak ayat bahwasanya Allahlah satu-satunya pencipta, pemberi rizki, dan pengatur alam semesta. Pengakuan mereka terhadap rububiyah Allah ini merupakan qorinah bahwasanya permintaan mereka kepada berhala orang sholeh hanyalah majaz ‘aqliy.

      Jawab :

      Perkataan ustadz Firanda ini berawal dari pemahamannya yang salah terhadap kata kunci ” penyebab kemusyrikan kafir Quresy ”. Dia menetapkan jika yang menyebabkan kafir Quresy Musyrik adalah karena mereka mengambil perantara dalam berdo’a. Padahal yang benar adalah: karena Kafir Quresy menyembah selain Allah yaitu laata Uzza dan manath serta sesembahan lainnya. Karena mereka menyembah selain Allah inilah, Kafir Quresy menjadi Musyrik. Dan rupanya Ustadz Firanda pun tidak faham apa itu majaz ‘aqly sehingga keliru dalam menerapkannya.

      Ustadz firanda melanjutkan :

      Keempat : Dalih majaz ‘aqliy ini melazimkan bolehnya para penyembah kubur untuk menyerahkan sebagian ibadah kepada para wali dengan alasan mereka hanya menjadikan para wali penghuni kuburan tersebut sebagai sebab, dan yang mengabulkan hanyalah Allah.

      Jawab :

      Rupanya ustadz Firanda belum faham jika sumber hukum dalam Islam adalah Qur`an, hadist ijma’ dan Qiyas. Abu salafi, Imam As-subki , Mufti makkah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan Sayyid Al Maliki serta ulama-ulama besar lainnya tidak pernah menjadikan Majaz ‘aqly sebagai dalil. Majaz ‘aqli hanya dipakai untuk menjelaskan kepada orang – orang ngeyel seperti ustadz Firanda ini agar sadar bahwa dirinya telah keliru. Kalau ngeyel terus akhirnya ustadz firanda pun tidak selamat dari perangkap yang dibuatnya sendiri, karena dia telah TAAT , TUNDUK dan MERENDAH-kan diri di hadapan kedua orang tuanya.

      Ustadz firanda melanjutkan :

      Kelima : Hal ini melazimkan tidak boleh ada pengingkaran sama sekali terhadap kesyirikan yang terjadi ditengah kaum muslimin yang memiliki KTP muslim, karena KTP nya merupakan qorinah bahwasanya perkataan dan perbuatan syiriknya adalah bukan kesyirikan.

      Jawab :

      Pengingkaran terhadap kemungkaran haruslah tetap ditegakkan di mana pun itu terjadi. Seperti pengingkaran dan menunjukkan kekeliruan sekaligus meluruskan pemahaman keliru Ustadz Firanda agar sadar dan tidak terus menerus dalam kemungkaran. Sebab faham keliru ustadz Firanda ini bila dibiarkan akan menyebabkan kehancuran besar bagi aqidah Ummat Islam, termasuk Ustadz Franda dan orang tuanya. Karena saya yakin orang tua Ustadz Firanda adalah orang sholeh yang TAAT, TUNDUK dan MERENDAH di hadapan kedua orang nenek dan kakek ustadz Firanda.

      Ustadz firanda melanjutkan :

      Keenam: Bahkan berdasarkan pemahaman Abu Salafy memang tidak ada kesyirikan sama sekali di umat ini, karena tidak ada diantara mereka yang meyakini bahwa ada dzat lain yang ikut mencipta, mengatur alam semesta, dan memberi rizki secara independent.

      Jawab :

      Selama Ummat Islam tidak ada yang meyakini bahwa ada dzat lain yang ikut mencipta, mengatur alam semesta, dan memberi rizki secara independent, selama itu pulalah tidak ada kemusyrikan. Lalu kenapa sih ustadz Firanda begitu menggebu-gebu agar ada ummat Islam menjadi Musyrik? Ya akhi, gunakanlah ilmumu untuk membawa Ummat menuju Ridlo Allah, janganlah pergunakan ilmumu untuk mengkafirkan dan menginginkan kemusyrikan terjadi dalam ummat Islam.

      Ustadz firanda melanjutkan :

      Ketujuh : Majaaz ‘aqliy secara umum adalah menyandarkan fi’il (perbuatan) bukan kepada pelakunya yang hakiki akan tetapi kepada salah satu dari dua perkara:

      – Penyandaran fi’il kepada waktu atau tempat terjadinya fi’il. Penyandaran perbuatan kepada waktu seperti misalnya perkataan “Musim semi telah menumbuhkan tanaman” (maksudnya : Allah menumbuhkan tanaman di waktu musim semi). Penyandaran perbuatan kepada tempat misalnya perkataan “Jalan kota Jakarta ramai” (maksudnya : “Orang-orang ramai di jalan kota Jakarta”, karena keramaian dilakukan oleh orang-orang para pengguna jalan dan bukan dilakukan oleh jalan)

      – Penyadaran fi’il (perbuatan) kepada sebab terjadinya fi’il. Contohnya perkataan “Gubernur membangun gedung yang tinggi” (maksudnya : Gubernur sebab dibangunnya gedung yang tinggi yaitu dengan memerintahkan para pekerja” (lihat Al-Balaagoh Al-Waadhihah karya Ali Al-Jaarim dan Mushthofa Amiin, hal 115-117)

      Maksud dari ustadz abu salafy dengan pendalilan majaz ‘aqliy di sini adalah menyandarkan fi’il kepada sebab terjadinya fi’il, bukan kepada waktu atau tempat terjadinya fi’il. Karenanya ustadz Abu Salafy menjelaskan bahwasanya perkataan seseorang “Wahai Rasululullah sembuhkanlah aku” atau “Wahai wali fulan selamatkanlah aku, angkatlah musibahku” maksudnya adalah, “Yaa Allah sembuhkanlah aku, yaa Allah angkatlah musibahku”. Sebagaimana taktala kita berkata “Musim semi menumbuhkan tanaman” maksudnya “Allah menumbuhkan tanaman tatkala musim semi”

      Oleh karenanya agar bisa tepat penerapan majaz aqliy di sini maka seorang yang beristighotsah kepada wali tatkala dalam kondisi genting maka dia harus meyakini bahwa wali tersebut merupakan sebab yang pasti untuk datangnya pertolongan Allah, maka ia harus memiliki tiga keyakinan:

      – Wali yang sudah mati ini bisa mendengar seruannya tatkala ia dalam keadaan genting dimanapun ia berada

      – Meyakini bahwa sang wali yang sudah mati ini mengetahui kondisi musibah yang sedang ia alami, karena jika sang wali tidak pasti tahu maka berarti sang wali bukanlah sebab.

      – Meyakini bahwasanya wali ini pasti memberi syafaat baginya di sisi Allah. Karena kalau tidak pasti maka berarti wali ini bukanlah sebab

      Dan ketiga keyakinan ini 1)bahwa wali mendengar secara mutlaq, dan 2)sang wali memiliki ilmu yang mutlaq sehingga mengetahui musibah yang sedang dialaminya, dan 3)syafaat mutlaq (bahwasanya sang wali pasti memberi syafaat kepadanya) tidak diragukan lagi merupakan kesyirikan.

      Jawab :

      Lagi-lagi ustadz Firanda keliru dan salah faham, karena 3 syarat yang disebutkan oleh ustad Firanda adalah murni Aqidah Ustadz firanda kenapa dinisbatkan kepada Abu Salafy? Kenapa kacamata milik ustadz Firanda dipakaikan kepada Abu salafy…? Gak cocok dong kacamata kotor di pakaikan ke orang lain…, entar orang lainnya marah gemana? Lagian kalo Abu Salafy enggak min dipakein kaca mata ustadz Firanda yang min bisa pusing tuh Abu Salafy.

      BERSAMBANG PADA FARAF2 https://www.facebook.com/membongkar.kesesatan.wahabi/info

  69. Alhamdulillah, syukron infonya admin, ana malah sering masuk web2 yg penuh TBC, soalnya ana newbie ketemu web ini ana jd tau web2 yg benar2 menyuarakan Islam yg benar. sekali lg syukron

  70. Assalamu’alaykum,

    Alhamdulillah. kebetulan banget, ana lagi ngumpulin list website-website sunnah. dan Qadarullah disini sudah tersedia. Jazakumullahu khairan.

    1. dadan salafy, rusdiantoro, dian, Indah dan Wahabiyyin yang lainnya…@

      Mungkin antum sudah baca postingan di atas dan langsung koment seakan-akan tidak lihat kata pengantar postingan di tas, padahal bukankah sudah kami jelaskan dalam pengantar postingan di atas bahwa daftar Situs Wahabi dan variant-nya itu memang disajikan buat antum-antum para penganut ajaran Wahabi?

      demikian semoga antum benar2 gembira bukan cuma sekedar untuk menutupi kemarahan sambil bilang syukron and syukron.

  71. Saya dari kalangan Ahlussunnah Waljamaah sudah membaca situs situs di atas, isinya sesuai Quran dan Hadist. Tidak ada satupun kata atau kalimat yang bermaksud mengkafirkan seseorang tertentu. Kalau saya temukan “Saya adalah orang yang tidak setuju dengan hal itu”. Untuk pemilik situs ini, anda seperti takut kalah. sebaiknya anda berdakwah dengan lebih elegan dengan tidak mengkodifikasi situs2 dan memprovokasi netter agar sepaham dengan anda. Anda sendiri siapa ya? apakah sudah cukup pengetahuan untuk menilai aliran-aliran yang ada dalam Islam ? kalau anda sedang kuliah, belajar sajalah dulu ya…..

    1. Untuk pemilik situs ini, anda seperti takut kalah. sebaiknya anda berdakwah dengan lebih elegan dengan tidak mengkodifikasi situs2 dan memprovokasi netter agar sepaham dengan anda.

      -Untuk melihat apakah situs-situs itu milik Wahabi atau bukan, itu sangat mudah. Jika muatan / isinya berupa ajaran-ajaran Wahabisme maka jelas lah itu situs-situs Wahabi.

      -Tentang daftar situs-situs di atas milik kaum Wahabi, sungguh ini adalah informasi yang benar, anda saja yanng kebakaran jenggot sehingga menganggap informasi ini sebagai provokasi.

      -Kami sekedar memberikan informasi yang benar dan jujur, situs-situs dalam daftar di atas adalah milik para penganut Wahabisme.

    2. @islam satu
      Apakah anda pemilik blog satuislam.wordpress.com ? kalau ya.
      “Saya dari kalangan Ahlussunnah Waljamaah sudah membaca situs situs di atas”
      Kenapa disitus tersebut terpampang foto-foto Ulama Ahlusunnah wal jamaah, tapi link yang tertera adalah situs-situs Wahabi, Radio Rodja dll.

  72. Ajaran Salafi Wahabi ini baru dengar tetangga bahwa masang gambar foto hidup yang bernyawa tidak boleh lainya = gambar pemandangan alam tidak boleh karena menyaingi ciptaan Allah, masang tulisan Allahuakhkbar kaligrafi tidak boleh dan apalagi jenis patung baik platik apalagi batu, kayu. habis lah para seniman kita semua.and tetapi anehnya Raja Soudi Arab memasang gambar raja di Istana dengan ukuran sangat besar …aneh tapi nyata..

    1. Padahal yg jadi sasaran orang2 yg dianggap musyrik oleh Periontis Paham Wahabi tsb adalah para Ulama dan kaum muslimin yg sholih yg taat kpda Allah, demikianlah fitnah yg ditebarkannya. Dan anehnya ini diikuti sampai sekarang oleh para pengikut paham Wahabi, yg jadi sasarannnya adalah kaum muslimin dan para Kiyai untuk kasus di Indonesia.

      Nggak tahu kalau di negara2 di luar Indonesia, tapi yg jelas kaum Wahabi itu kaum penebar fitnah di kalangan intern Ummat Islam. Wajar kalau di seluruh dunia Wahabi mendapat perlawanan dari kaum muslimin, sebab dakwahnya mengandung muatan fitnah.

      Bisa diibaratkan Wahabi itu bagaikan benalu yang menempel dalam Islam, di mana ada Ummat Islam di situlah Wahabi menempel dan jadi peyakit (fitnah). Ini terbukti mereka tidak punya sejarah mengislamkan orang2 non muslim. Tetapi sebaliknya pekerjaan mereka yg paling utama adalah memusyrik-musyrikkan kaum muslimin dan mengkafir-kafirkannya. Bagaimana mereka bisa mengaku-ngaku mengikuti dakwah Nabi Saw, padahal Nabi tidak pernah memberi contoh dakwah seperti yg dilancarkan Wahabi selama inin di seluruh dunia.

  73. Al Lajnah Ad Daimah, Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa di Saudi Arabia ditanya, “Siapakah wahabiyah?”

    Jawaban para ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah, Wahabiyah adalah kata yang dimunculkan oleh para penentang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah. Padahal Syaikh rahimahullah berdakwah untuk memurnikan tauhid dari berbagai macam kesyirikan. Beliau ingin menghapus berbagai macam cara beragama di luar yang dituntunkan oleh Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Maksud dari pemunculan nama ini sebenarnya adalah untuk menjauhkan dan menghalangi manusia dari dakwah beliau.

    Namun usaha semacam ini tidaklah membahayakan dakwah beliau. Bahkan dakwah beliau semakin tersebar di berbagai penjuru dunia dan semakin dicintai. Di antara mereka yang diberi taufik oleh Allah untuk mengenal dakwah beliau, mereka melakukan penelitian lebih lanjut tentang hakikat dakwah beliau, mereka pun membelanya, karena beliau selalu bersandar pada dalil Al Kitab dan As Sunnah yang shohih pada setiap apa yang beliau sampaikan. Sehingga mereka semakin berpegang teguh dengan dakwahnya, mengikutinya dan mengajak manusia kepada dakwah beliau. Wa lillahil hamd (Segala pujian hanyalah milik Allah).

    Wabillahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, juga kepada pengikut dan para sahabatnya.

    Yang menandatangani fatwa ini: Anggota : Syaikh Abdullah bin Ghodyan Wakil Ketua : Syaikh Abdur Rozaq ‘Afifi Ketua : Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz

    [Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Iftah (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 9450, pertanyaan kedua]

    Tentang Siapakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan Wahabi secara lebih lengkap, silakan baca tulisan Al Ustadz Abu Ubaidah di sini: http://abiubaidah.com/kritikhadits-wahabi.html/

    Prepared after ‘Isya in Riyadh, KSU, on 22nd Dzulhijjah 1431 H (28/11/2010)

    Muhammad Abduh Tuasikal

    http://www.rumaysho.com

    1. (Maaf Mas Admin,
      koment saya di atas bukan saya tujukan ke zaenal abidin blogs@ tetapi ke SALAFY@ ,
      tolong Mas Admin agar menghapus koment saya di atas, terimakasih Mas Admin).

      Padahal yg jadi sasaran orang2 yg dianggap musyrik oleh Periontis Paham Wahabi tsb adalah para Ulama dan kaum muslimin yg sholih yg taat kpda Allah, demikianlah fitnah yg ditebarkannya. Dan anehnya ini diikuti sampai sekarang oleh para pengikut paham Wahabi, yg jadi sasarannnya adalah kaum muslimin dan para Kiyai untuk kasus di Indonesia.

      Nggak tahu kalau di negara2 di luar Indonesia, tapi yg jelas kaum Wahabi itu kaum penebar fitnah di kalangan intern Ummat Islam. Wajar kalau di seluruh dunia Wahabi mendapat perlawanan dari kaum muslimin, sebab dakwahnya mengandung muatan fitnah.

      Bisa diibaratkan Wahabi itu bagaikan benalu yang menempel dalam Islam, di mana ada Ummat Islam di situlah Wahabi menempel dan jadi peyakit (fitnah). Ini terbukti mereka tidak punya sejarah mengislamkan orang2 non muslim. Tetapi sebaliknya pekerjaan mereka yg paling utama adalah memusyrik-musyrikkan kaum muslimin dan mengkafir-kafirkannya. Bagaimana mereka bisa mengaku-ngaku mengikuti dakwah Nabi Saw, padahal Nabi tidak pernah memberi contoh dakwah seperti yg dilancarkan Wahabi selama inin di seluruh dunia.

  74. @salafi : “Padahal Syaikh rahimahullah berdakwah untuk memurnikan tauhid dari berbagai macam kesyirikan.”

    Kesyirikan seperti apa yg ingin diperangi oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah? Tolong dicontohkan. trm kasih

  75. Assalamu’alaikum…..
    Terimakasih atas info nya gan admin, sangat bermanfaat bagi kami dipapua….soalnya sekarang banyak sekali web dan siaran TV yang mengaku AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH, padahal mereka SAWAH!!!
    semoga ALLAH merahmati para pembela AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH…..,Amiin…Allahumma Amiin

  76. Ane bukan Aswaja, yang nyembah2 kuburan, atau membuat syariat2 agama yang baru kaya umat nasrani jaman kebelakang, ane suka ajaran rasulullah apa adanya, tanpa ditambah2 dgn embel2 bid’ah (nyapein tapi ga dpt apa2), ane dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah, satu pemahaman dgn sahabat seperti Ibnu Mas’ud dan Abu Musa Al Asy’ari radhiallahuanhuma yang mengingkari orang yang zikir berjemaah, syukran ya Admin atas info2 websitenya, kebetulan ane lagi nyari, daripada tahlilan ga jelas, mending belajar ilmu syariat, biar ga nyasar ke neraka

    1. BARU BELAJAR AGAMA says:@
      nyembah kubur siapa itu bos yg nyembah kubur bos.
      siapa yg membuat syariat2 baru ?
      zikir ber jamaah salah lagi ?
      wah wah….wahabi memang bingungke
      apa bahasa artikel yg di tulis teman2 aswaja masih kurang jelas ya sehingga temen 2 wahabi masih kliru pemahamannya ( yg g bisa yg nulis artikel apa yg baca artikel nih ) soalnya banak yg paham n terus sadar dg pahaman wahabinya yg mbulet ruwet ALIAS DEDEL

      1. anda bilang ini negeri hina,silahkan anda bakar KTP RI anda,anda jual RUMAH+tanah terakhir Silahkan MINGGAT dari NKRI bikin negara sendiri,oke

  77. @BARU BELAJAR AGAMA

    Tahlilan terambil dari kosa kata tahlil, yang dalam bahasa Arab diartikan dengan mengucapkan kalimat la ilaha illallah. Sedangkan tahlilan, merupakan sebuah bacaan yang komposisinya terdiri dari beberapa ayat al- Qur’an, shalawat, tahlil, tasbih dan tahmid, yang pahalanya dihadiahkan kepada orang yang masih hidup maupun sudah meninggal, dengan prosesi bacaan yang lebih sering dilakukan secara kolektif (berjamaah), terutama dalam hari-hari tertentu setelah kematian seorang Muslim. Dikatakan tahlilan, karena porsi kalimat la ilaha illallah dibaca lebih banyak dari pada bacaan- bacaan yang lain.

    Dalam kitab Majmu’ Fatawa Syaikh al-Islam Ibn Taimiah disebutkan:
    “Syaikh al-Islam Ibn Taimiyah ditanya, tentang seseorang yang memprotes ahli dzikir (berjamaah) dengan berkata kepada mereka, “Dzikir kalian ini bid’ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid’ah”. Mereka memulai dan menutup dzikirnya dengan al-Qur’an, lalu mendo’akan kaum Muslimin yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Mereka mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah (laa haula wa laa quwwata illa billaah) dan shalawat kepada Nabi SAW. Lalu Ibn Taimiyah menjawab: “Berjamaah dalam
    berdzikir, mendengarkan al-Qur’an dan berdoa adalah amal shaleh, termasuk qurbah dan ibadah yang paling utama dalam setiap waktu. Dalam Shahih al- Bukhari, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhrrya Allah memiliki banyak Malaikat yang selalu bepergian di muka bumi. Apabila mereka bertemu dengan sekumpulan orang yang berdzikir kepada Allah, maka mereka memanggil, “Silahkan sampaikan hajat kalian”, lanjutan hadits tersebut terdapat redaksi,
    “Kami menemukan mereka bertasbih dan bertahmid kepada-Mu”… Adapun memelihara rutinitas aurad (bacaan-bacaan wirid) seperti shalat, membaca’a Qur’an, berdzikir atau berdoa, setiap pagi dan sore serta padi sebagian waktu malam dan lain-lain, hal ini merupakan tradisi Rasulullah SAW dan hambahamba Allah yang saleh, zaman dulu dan sekarang.” (Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, juz 22, hal. 520)

    Bila saudara melarangnya maka mana dalilnya ? Munculkan satu dalil yang mengharamkan
    acara Tahlil?, (acara berkumpulnya muslimin untuk mendoakan yang wafat) tidak di Alqur’an,
    tidak pula di Hadits, tidak pula di Qaul Sahabat, tidak pula di kalam Imamulmadzahib, hanya
    saudara saja yang mengada ada dari kesempitan pemahamannya.

    1. Terus maksud Isi dari “Muktamar NU ke-1 di Surabaya tanggal 13 Rabi’uts tsani 1345 H/ 21Oktober 1926 M mencantumkan pendapat Ibnu Hajar Al-Haitami dan menyatakan bahwa selamatan setelah kematian (yakni Tahlilan dan Yasinan-ed) adalah Bid’ah yang hina/tercela. <<< ini kesepakatan Ulama NU terdahulu,silahkan rujuk ke Kitab Hasyiyah I’anah al Thalibin [Salah Satu Kitab Utama NU] tentang tahlillan

      Terus maksud perkataan Imam Syafi'i rahimahullah dalam kitab al-Umm berkata:
      "…dan aku membenci al-ma'tam, yaitu proses berkumpul (di tempat keluarga mayat) walaupun tanpa tangisan, karena hal tersebut hanya akan menimbulkan bertambahnya kesedihan dan membutuhkan biaya, padahal beban kesedihan masih melekat." (al-Umm (Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1393) juz I, hal 279) .

      jadi gimana tuh maksud 2 point diatas??

      1. Bismillah,

        saudaraku @Jazz, sekali lagi kami peringatkan anda dan segenap saudara dari salafi/wahabi, jika hendak menyampaikan sesuatu, pelajari dulu apa yang anda mau sampaikan!!! jangan suka ngutip-ngutip sebagian dan menafikan yang lain hanya untuk menimbulkan fitnah!!!

        Hasil Muktamar yang saudara maksud termaktub dalam “AHKAMUL FUQOHA” pada masalah no 18 dan 19 pada halaman 17-19, apa anda sudah baca semuanya? jika belum kami beri anda kesempatan untuk membacanya, dan selanjutnya silahkan diklarifikasi sebelum kebohongan anda kami bongkar!!

    2. @Agung:

      Terus maksud Isi dari “Muktamar NU ke-1 di Surabaya tanggal 13 Rabi’uts tsani 1345 H/ 21Oktober 1926 M mencantumkan pendapat Ibnu Hajar Al-Haitami dan menyatakan bahwa selamatan setelah kematian (yakni Tahlilan dan Yasinan-ed) adalah Bid’ah yang hina/tercela. <<< ini kesepakatan Ulama NU terdahulu,silahkan rujuk ke Kitab Hasyiyah I’anah al Thalibin [Salah Satu Kitab Utama NU] tentang tahlillan

      Terus maksud perkataan Imam Syafi'i rahimahullah dalam kitab al-Umm berkata:
      "…dan aku membenci al-ma'tam, yaitu proses berkumpul (di tempat keluarga mayat) walaupun tanpa tangisan, karena hal tersebut hanya akan menimbulkan bertambahnya kesedihan dan membutuhkan biaya, padahal beban kesedihan masih melekat." (al-Umm (Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1393) juz I, hal 279) .

      jadi gimana tuh maksud 2 point diatas??

      1. @Jazz

        Mengenai muktamar NU yg bersepakat bahwa tahlilan dan yasinan adalah Bid’ah yg tercela, saya tidak tahu. Saya baru tahu dari saudara. InsyaAllah teman teman ASWAJA yg lain, dapat menerangkannya. apakah memang benar apa yg saudara katakan tersebut.

        Terus maksud perkataan Imam Syafi’i rahimahullah dalam kitab al-Umm berkata:
        “…dan aku membenci al-ma’tam….” disana Imam Syafi’i tidak mengatakan haram. Jadi dalam hal ini, saya akan mengutip pendapat ulama lain, yg setahu saya ulama tersebut bermazhab Syafi’i.

        Imam Nawawi mengatakan : “Bid’ah Ghairu Mustahibbah bermakna Bid’ah yang mubah atau yang makruh”. Imam Nawawi berpendapat bid’ah terbagi 5 bagian, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram (rujuk Syarh Nawawi ala Shahih Muslim Juz 6 hal 164-165).

        Imam Ibnu Hajar Al Haitsamiy menjelaskan :
        “mereka yang keluarga duka yang membuat makanan demi mengundang orang adalah hal Bid’ah Munkarah yang makruh” (bukan haram).

        Imam Ad-Dasuqi Al-Maliki berkata berkumpulnya orang dalam hidangan makan makan dirumah mayit hukumnya Bid’ah yang makruh (bukan haram tentunya).

        Syaikh An-Nawawi Al-Banteni rahimahullah menjelaskan adat istiadat baru berupa “Wahsyah” yaitu adat berkumpul di malam pertama saat mayyit wafat dengan hidangan makanan macam – macam, hal ini makruh, (bukan haram).

        Hukum darimana makruh dibilang haram?,

        Berkata shohibul Mughniy (Seingat saya, pengarang kitab Almughniy bermazhab HAmbali, maaf bila saya salah ^^) :
        Bila keluarga mayyit membuat makanan untuk orang, maka makruh, karena hal itu menambah atas musibah mereka dan menyibukkan, dan meniru – niru perbuatan jahiliyah. (Almughniy Juz 2 hal 215)

        Lalu Shohibul Mughniy menjelaskan kemudian :
        Bila mereka melakukannya karena ada sebab atau hajat, maka hal itu diperbolehkan, karena barangkali diantara yang hadir mayyit mereka ada yang berdatangan dari pedesaan, dan tempat – tempat yang jauh, dan menginap dirumah mereka, maka tak bisa tidak terkecuali mereka mesti dijamu (Almughniy Juz 2 hal 215).

        Disini hukumnya berubah, yang asalnya makruh, menjadi mubah bahkan hal yang mulia.

      2. Bismillah,

        @Jazz, sekalia lagi kami peringatkan!! Jangan suka gunting-gunting perkataan orang lalu menisbatkannya sebagai kesepakatan ulama NU, mungkin anda tahunya dari baca dari buku “MANTAN KIYAI NU MENGGUGAT TAHLIL….” maka jadinya anda seperti penulis buku tsb…

        1. @ Agung & bu hilya: silahkan rujuk ke Kitab I’anatut Thalibin Juz 2 hal. 165 -166 ( kitab pegangan NU ),memang di Muktamar itu tidak sampai mengharamkannya,alias makruh ( dibenci ), yg saya katakan bukan lah dusta,silhakan anda rujuk di kitab yg saya tulis tsb untuk membuktikannya.:)

          Terlampir di dalam Kitab I’anatut Thalibin :

          1. Ya, apa yang dikerjakan orang, yaitu berkumpul di rumah keluarga mayit dan dihidangkannya makanan untuk itu, adalah termasuk Bid’ah Mungkar, yang bagi orang yang melarangnya akan diberi pahala.

          2. Dan apa yang telah menjadi kebiasaan, ahli mayit membuat makanan untuk orang-orang yang diundang datang padanya, adalah Bid’ah yang dibenci.

          3. Dan tidak diragukan lagi bahwa melarang orang-orang untuk melakukan Bid’ah Mungkarah itu (Haulan/Tahlilan : red) adalah menghidupkan Sunnah, mematikan Bid’ah, membuka banyak pintu kebaikan, dan menutup banyak pintu keburukan.

          4. Dan dibenci bagi para tamu memakan makanan keluarga mayit, karena telah disyari’atkan tentang keburukannya, dan perkara itu adalah Bid’ah. Telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad yang Shahih, dari Jarir ibnu Abdullah, berkata : “Kami menganggap berkumpulnya manusia di rumah keluarga mayit dan dihidangkan makanan , adalah termasuk Niyahah”

          5. Dan dibenci menyelenggarakan makanan pada hari pertama, ketiga, dan sesudah seminggu dst.

          [Buku “Masalah Keagamaan” Hasil Muktamar/ Munas Ulama NU ke I s/d XXX (yang terdiri dari 430 masalah) oleh KH. A. Aziz Masyhuri ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah dan Pengasuh Ponpes Al Aziziyyah Denanyar Jombang. Kata Pengantar Menteri Agama Republik Indonesia : H. Maftuh Basuni]

          1. Bismillah,

            @Jazz, untuk menghukumi masalah ini apakah ia makruh, mubah atau haram perlu anda memahamai 2 hal:

            – fahami dulu istilah-istilah yang digunakan para ulama semisal Ma’tam, Niyaha, Ghoiru Mustahab, berikut kandungan hukum yang ada didalamnya….

            – fahami juga obyek yang akan anda hukumi, lakukan kajian menyeluruh atas praktek-praktek yang anda tuduh bid’ah sesat? apakah ia sebagaimana yang dimaksud dalam fatwa tsb? jangan hanya dengan satu atau dua praktek lantas anda menggeneralisir semua obyek (mahkum ‘alaih) lantas anda tuduh sebagai bid’ah munkar…

            sesungghnya apa yng ada dalam i’anah, fatawi Ibn Hajar, Nihayah Az Zain, atau kitab-kitab yang lain telah kami jelaskan pada beberapa waktu yang lalu… dan insy Alloh akan kami ulang lagi kalau ada kesempatan…

          2. @bu hilya: maaf perlu diketahui ,bukan saya yg menghukumi ini adalah makruh atau mubah,dan bukan tuduhan saya.Saya hanya nukil Tapi ini udah sudah menjadi keputusan dari MUKTAMAR I NAHDLATUL ULAMA (NU)
            KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926,ada buku nya kok

            dan tentunya Ulama2 NU yg menghadiri Muthamar NU pertama ini sudah pasti melakukan kajian-kajian tersebut dong,hingga mengeluarkan fatwa makruh ( dibenci )Ratapan Bid’ah Tercela ,jadi bukan saya yg tuduh.

            Wassalam

          3. @Jazz

            Makru itu secara bahasa artinya dibenci. Namun, dalam pengertian fiqih makruh hukumnya yutsab ala tarkihi wala yu’aqabu ala fi’lihi (mendapat pahala bila ditinggalkan dan tidak mendapat dosa bila dilakukan).

            Namun, bila jamuan yg diberikan diniatkan untuk tujuan shadaqah untuk mayyit, dan pahalanya itu untuk mayyit, maka hal tersebut bermanfaat.

            Dari Aisyah ra bahwa sungguh telah datang seorang lelaki pada Nabi saw seraya berkata
            : Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal mendadak sebelum berwasiat, kukira bila ia sempat bicara mestilah ia akan bersedekah, bolehkah aku bersedekah atas namanya?, Rasul saw menjawab : “Boleh” (Shahih Muslim hadits No.1004).

            Berkata Hujjatul Islam Al Imam Nawawi rahimahullah :
            “Dan dalam hadits ini (hadits riwayat shahih muslim diatas) menjelaskan bahwa shadaqah untuk mayit bermanfaat bagi mayit, dan pahalanya disampaikan pada mayyit, demikian pula menurut Ijma (sepakat) para ulama, dan demikian pula mereka bersepakat atas sampainya doa doa” (Syarh Imam Nawawi ala Shahih Muslim juz 7 hal 90)

            Jadi, sebelum berbicara, lebih baik dipelajari dulu, apa itu pengertian makruh menurut syara’. Bedakan antara makruh dan haram.

            Al-Imam Abu Yusuf dan Muhammad bin al-Hasan, murid terbaik dan penyebar madzhab al-Imam Abu Hanifah, menyelisihi gurunya (Abu Hanifah) dalam 2/3 madzhab. Akan tetapi keduanya tetap dianggap sebagai pengikut dan penyebar madzhab Hanafi. Para ulama pengikut madzhab Maliki, dalam banyak masalah menyelisihi pendapat Imam Malik bin Anas, sang pendiri madzhab sendiri. Namun mereka tetap dianggap sebagai pengikut madzhab Maliki.

            jadi, walaupun ulama ulama NU pada muktamar terdahulu melarang, bukan berarti perbuatan yg dilakukan oleh warga NU saat ini tercela, karena tidak sesuai dengan pendapat pendahulu mereka.

            Ahlussunah Wal Jama’ah itu satu dalam masalah aqidah, berpaham As-‘Ariyyah Maturidiyah, dalam masalh fiqih berpegang pada mazhab yg empat. dan mengakui akan tasawuf.
            kaum Muslimin mengikuti madzhab al-Imam al-Syafi’i dalam bidang fiqih, madzhab Abu al-Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah dan madzhab Hujjatul Islam al-Ghazali dan Abu al-Hasan
            al-Syadzili dalam bidang tashawuf. Demikian seperti dijelaskan oleh Hadlratusysyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Risalah Ahl al-Sunnah wa al- Jama’ah.

            Ahlussunah Wal Jama’ah itu, saling kerjasama dalam hal hal yg telah disepakati, dan toleransi dalam masalah cabang.

          4. @Agung: dari tadi saya juga nulisnya makruh ( dibenci ),tidak pernah nulis kata:”haram”
            @bu hilya: kesimpulan saya dari mana?itu jelas kesimpulan Muktamar NU

            Apapun pembelaannya saya lebih menghargai Isi Muktamar NU pertama ini dan Ulama2 NU terdahulu,ketimbang NU sekarang yg sudah kemasukan paham liberal

          5. @Jazz

            Dari Thaawus ra : “Sungguh mayyit tersulitkan di kubur selama 7 hari, maka merupakan
            sebaiknya mereka memberi makan orang – orang selama hari hari itu” (Diriwayatkan
            Oleh Al Hafidh Imam Ibn Hajar pd Mathalibul ‘Aliyah Juz 1 hal 199 dan berkata sanadnya
            Kuat).

            Diatas saya juga telah menyebutkan bahwa hukumnya adalah makruh. Namun, hukumnya dapat berubah dari makruh menjadi mubah sebagaimana yg telah dikatakan oleh shohibulmughny.

          6. Bismillah,

            @Jazz, pernyataan anda:

            dan tentunya Ulama2 NU yg menghadiri Muthamar NU pertama ini sudah pasti melakukan kajian-kajian tersebut dong,hingga mengeluarkan fatwa makruh ( dibenci )Ratapan Bid’ah Tercela ,jadi bukan saya yg tuduh.

            pernyataan kami:

            itu adalah kesimpulan anda, dan kalaupun kita sependapat dengan fatwa atas masalah No:18 yakni hukumnya makruh, ketahuilah kemakruhan tersebut tidak menghalangi pahala shodaqoh baik berupa bacaan tasbih, tahlil atau yang lain sebagaimana secara global tertuang pada fatwa No:19.

            wallohu a’lam

          7. Bismillah,

            @Ust, Agung

            mungkin benar apa kata anda ustadz, gimana bisa memahami istilah-istilah yang dipakai oleh para ulama’ syafi’iyyah kalo beliaunya sendiri anti madzhab, sehingga rancu nggak bisa ngidentifikasi madzmumah, ghoiru mustahab, makruh, munkaroh, dll

          8. Iya @Abu Hilya, gak boleh panggil ustad, wong Rasulullah aja gak boleh dilengkapi dengan kata ‘Sayyidina”, apalagi mas Agung. Nanti2 panggil Syeikh Albani gak usah pakai Syeikh cukup Albani, juga kepada Syaikul Islam Ibnu Taimiyah gak usah lengkapnya cukup Taimiyah aja.
            Nanti Orang pinter sedunia yaitu sekte Wahabi Marah.

          9. Bismillah,

            mohon maaf yang sebesar-besarnya, mas agung dan mas ucep, sikap ini tidak lebih adalah bentuk penghormatan kami terhadap ilmu dan orang-orang berilmu, sebagaimana yang diajarkan orang tua dan guru-guru kami. namun jika panjenengan tidak berkenan kami tidak akan memaksakan…. selamat berjuang dan semoga Alloh menjaga niat kita untuk senantiasa lurus menegakkan yang kita yakini “ALLOHU YUWAFFIQUNA WAIYYAKUM ILAA MA YUHIBBU WA YARDHO”

          10. @abu hilya
            Bukan begitu Ustad, ane sih tetap memanggil Ustad, Kyai, Syeikh, Imam apalagi kepada Rasulullah dengan menambah Sayyidina, itu merupakan sebagai penghormatan ane kepada si Fulan, apapun resiko yang akan ane hadapi diakhirat kelak, ane tetap memanggil sebagai penghormatan bukan sebagai penghambaan.
            Beda dengan Kaum sawah, kalau Imam2nya dipanggil Alu Syeikh, al Imam, tapi kepada Rasulullah seperti panggilan kepada teman aja, bahkan dikatakan Haram hukumnya.

          11. @bu Hilya

            saya sih tetap memanggil Ustad, Kyai, Syeikh, Imam apalagi kepada Rasulullah dengan menambah Sayyidina kepada Nabi Muhammad saw. Karena hal itu merupakan bentuk pengagungan dan penghormatan kepada mereka, terutama panggilan sayyidina, merupakan pengagungan kepada sosok paling mulia, yaitu Nabiyullah Sayyidina Muhammad saw.

            Perkataan saya tersebut ditujukan kepada golongan pengingkar yg menolak penyebutan sayyidina kepada Nabi Muhammad saw. Logikanya, jika kelompok pengingkar tersebut membid’ahkan panggilan sayyidina kepada Nabi Muhammad saw, lantas mengapa kelompok pengingkar ini memanggil guru atau ulama mereka dengan sebutan syaikh dsb. mengapa kelompok pengingkar ini tidak membid’ahkan panggilan tersebut.

    3. Anda harus tahu Ushul fiqh asala dari setiap ibadah itu haram hingga datang dalil/perintah untuk melaksanakannnya,utnuk Ibadah jangan di cari yang melarangnya cari Perintahnya .sampai kiamat pun mencari larangan suatu ibadah tak kan ada , Dalil shalat subuh 3 rakaat apa ada larangan nya kenapa tidak dilakukan

      1. @kafi
        “Anda harus tahu Ushul fiqh asala dari setiap ibadah itu haram hingga datang dalil/perintah untuk melaksanakannnya”

        Jadi kesimpulannya, Pembagian Tauhid menjadi 3 Haram dong hukumnya ?
        Terus gimana tuh hukuman bagi yang masih meyakininya kalau Haram hukumnya, masuk Neraka gak ?

    4. Kata Tahlil kan cuma hanya sebagai aksesoris untuk mengelabui umat Islam yang keblinger seperti antum. Asal ritual itu adalah selamatan yang berasal dari ajaran Hindu. Agar umat Islam mau melaksanakan ritual Selamatan yang notabene adalah ajaran Hindu, maka dibungkuslah ritual itu dengan nama Tahlilan, sehingga terkesan bahwa ritual ini berasal dari ajaran Islam.

      Seperti ritual nujuh bulanan, yaitu upacara Selamatan kehamilan usia tujuh bulan. Orang Hindu berkeyakinan bahwa dengan mengadakan ritual nujuh bulanan ini kelak anak yang dilahirkannya akan seperti dewa atau dewi yang memiliki ketampanan atau kecantikan. Kalau anaknya laki-laki maka diharapkan akan setampan dewa Kamajaya, dan kalau anaknya perempuan akan secantik dewi Ratih. Dan keyakinan tersebut pada awalnya juga diyakini oleh orang Islam yang mengadakan ritual nujuh bulanan tersebut.

      Setelah banyak orang Islam mulai “melek” ajaran Islam, maka Iblis dan antek-anteknya membungkus ritual tersebut dengan nuansa Islam dan keyakinannya pun dirubah sehingga orang Islam gampang ditipu. Yang semula berkeyakinan kalau lahir anak laki-laki maka akan setampan dewa Kamajaya dirubah menjadi setampan Nabi Yusuf dan kalau lahir anak perempuan akan secantik dewi Ratih dirubah menjadi secantik Maryam alaihi salam.

      Dan Iblis dan antek-anteknya sampai sekarang mati-matian mempertahankan ritual batil dan sesat tersebut untuk menjerumuskan umat Islam ke lembah kesyirikan.

      Naudzubillah min dzalik!!!

      1. @aswaja wahabib
        Gak apa2 terserah ente mau bilang apa, ini itu bid’ah yang penting didalamnya ada kalimat LA ILA HA ILLAH pasti ane ikutin. Apalagi ada menyebut kalimat Salawat pasti juga ane ikutin.

        “Setelah banyak orang Islam mulai “melek” ajaran Islam, maka Iblis dan antek-anteknya membungkus ritual tersebut dengan nuansa Islam dan keyakinannya pun dirubah sehingga orang Islam gampang ditipu.”

        Iya MELEK TAPI BUTA percuma aja jadi Makhluk ALLAH

  78. @BARU BELAJAR AGAMA

    Diatas anda berkata : “yang nyembah2 kuburan”.

    Ziarah kubur adalah sunnah Nabi, sebagaimana sabdanya :

    “Ziarahlah kubur, pasti engkau akan mengingat akhirat……..”. (HR. Imam Hakim)

    Apa alasan saudara menganggap musyrik kaum muslimin yg ingin berziarah?

  79. wahabi/salafi:tidak mau ijma’ dan qiyas padahal sampainya pemahaman islam atas manhajul fikr melalui tahapan tersebut….wahabi/salafi dalam hujjahnya adlah tentang bid’ah…dan semua bid’ah adalah sesat… padahal dalam kesehariannya ..sering berlumuran bid’ah..dengan demikian mereka para penganutnya senantiasa berlumuran kemunafikan… dan jelas ganjaran orang2 yang munafik… kalau gak percaya.. tengoklah mereka..sesuaikah sudah dengan tuntunan Al-Quran n SUnnah yng sering mereka gembar gemborkan… mereka gak benar2 lurus.. hanya OmDoNg..sok lurus,,sok suci..dll..

  80. @bu hilya

    tolong dijawab pertanyaan dr saudara jazz
    soalnya komentar” anda sangan bermutu dan berbobot…
    saya banyak dapat pencerahan dari web ini
    trims..

    1. Bismillah,

      Maaf mbak @vira, kami baru on, habis liburan melepas penat…. Insya Alloh pemasalahan tsb akan kami kupas sejauh pengetahuan kami yang telah dianugerahkan Alloh ttg masalah tsb…

  81. Info yang menarik. Mohon izin untuk saya save buat arsip pengetahuan saya, atau mungkin bisa saya bagikan, tentunya Insya Allah saya akan sertakan sumbernya dari website Ummatipress.com
    Jazakumullah…

  82. Kok rame Gini? Diskusinya yang santun dan tidak mengarah menyalahkan mungkin lebih baiklah, apalagi kita sesama muslim. Kita manusia nggak ada yang sempurna, seratus persen kebenaran ada pada Allah SWT saja. Jangan ambil alih milik Allah ini. Saya suka diskusi ini, tapi kalau ada beda pendapat berlapang dada dong. Masing-masing balik aja kepada kitabullah dan sunnah rasul.

    1. Beliau (Tengku Zulkarnaen) adalah Ulama kebanggaan Aswaja khususnya di Indonesia. Sejajar dg Ulama Muda seperti Buya Yahya, hb Munzir, dll.

  83. Ana setuju dengan pernyataan admin bahwa website yang disebut webnya wahabi gampang dikenali sebagai webnya Islam, sebab jelas misi dan ajarannya berdasarkan Qur’an dan Sunnah berdasarkan pemahaman Para Sahabat. Nggak bikin bingung alias menerka-nerka seperti menerka-nerka kitab mujarobat atau kitab primbonnya orang-orang yang mengaku aswaja.

    Alhamdulillah sejak mengenal ajaran yang oleh ‘orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit’ disebut ajaran wahabi, hati saya jadi tenteram dan bahagia.

    1. @Bukan Munafik
      “sebab jelas misi dan ajarannya berdasarkan Qur’an dan Sunnah berdasarkan pemahaman Para Sahabat. Nggak bikin bingung alias menerka-nerka”

      Motto yang bagus tuh, coba ente jelaskan maksud ayat Al Isra : 72 :
      “Dan barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.
      Ingat menurut ajaran Wahabi gak boleh ditakwil ya !!!!

  84. Kang @bu hilya mbok ya kalau mau ngambil contoh amalan bid’ah buat dijadikan rujukan amalan bid’ah anda dan teman-teman sejenis anda, mbok ya jangan diambil dari amalannya para sahabat semasa Rasululloh masih hidup. Soalnya amalan para sahabat yang anda uraikan tersebut sama sekali tidak bisa disebut bid’ah, karena amalan tersebut disetujui oleh Rasululloh sebagai utusannya Pembuat Syariat (ALLAH). Bukankah persetujuan Rasululloh juga bagian dari Sunnah, yaitu sunnah takririyah? Kalau amalan bid’ah anda siapa yang menyetujuinya, Kiyai atau Habib? Yang bener aja masa Kiayi dan Habib mau disejajarkan dengan Rasululloh.

    Sedangkan perbuatan atau amalan yang dilakukan Para Amirul Mukminin bukanlah bid’ah sama sekali, bahkan itu termasuk sunnah qauliyahnya Rasululloh. Sebab semasa hidupnya beliau pernah berpesan kepada Para Sahabatnya seperti yang diceritakan oleh Irbadh bin Sariyah, bahwa “wajib bagi kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnahnya Khulafaur Rasyidin sepeninggalku”.

    Firman Allah:

    “APAKAH MEREKA MEMPUNYAI SEMBAHAN-SEMBAHAN SELAIN ALLAH yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak DIIZINKAN ALLAH? Sekiranya tak ada Ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya ORANG-ORANG YANG ZALIM ITU AKAN MEMPEROLEH AZAB YANG AMAT PEDIH”

    Sekian dan terima kasih semoga menjadi bahan renungan kita semua.

    1. @Bukan Munafik

      “Bahwa Sungguh Zeyd bin Tsabit ra berkata : Abubakar ra mengutusku ketika terjadi pembunuhan besar – besaran atas para sahabat (Ahlul Yamaamah), dan bersamanya Umar bin Khattab ra, berkata Abubakar : “Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan melaporkan pembunuhan atas ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an, lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis Alqur’an, aku berkata : “Bagaimana aku berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh Rasulullah..??, maka Umar berkata padaku bahwa “Demi Allah ini adalah demi kebaikan dan merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar, dan engkau (zeyd) adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau telah mencatat wahyu, dan sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah Alqur’an..!” berkata Zeyd : “Demi Allah sungguh bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung daripada gunung – gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw??”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga ia pun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur’an”. (Shahih Bukhari)

      Perhatikan kalimat Abubakar : “Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan melaporkan pembunuhan atas ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an, lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis Alqur’an

      Umar ra adalah salah seorang khulafurrhosyidin, dan sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw : “wajib bagi kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnahnya Khulafaur Rasyidin sepeninggalku”.

      Tapi, mengapa Abubakar Asshiddiq ra berkata kepada Umar ra: “Bagaimana aku berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh Rasulullah..?”

      Perhatikan juga kalimat zayd : “bagaimana kalian berdua (Abubakar ra dan Umar ra) berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw?”.

      Mengapa zayd tidak langsung menyetujui perbuatan Abubakar ra dan Umar ra? Karena mengumpulkan dan menulis Alqur’an adalah perkara baru, dengan kata lain hal tersebut adalah bid’ah, tapi bid’ah yg baik. Sebagaimana perkataan Abu Bakar: “bahwa hal itu adalah kebaikan”.

    2. @Bukan Munafik

      Jika anda mengingkari adanya bid’ah hasanah, saya ingin bertanya, apa hukum bayi tabung?

      Tidak ada satupun keterangan mengenai bayi tabung, baik dari Nabi Muhammad saw. maupun para sahabat. Apakah dia langsung di vonis bid’ah atau tidak?

    3. @Bukan Munafik

      Diatas anda mengutip firman Allah swt :
      “APAKAH MEREKA MEMPUNYAI SEMBAHAN-SEMBAHAN SELAIN ALLAH yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak DIIZINKAN ALLAH? Sekiranya tak ada Ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya ORANG-ORANG YANG ZALIM ITU AKAN MEMPEROLEH AZAB YANG AMAT PEDIH”

      Saya punya pertanyaan juga untuk anda, yaitu mengenai zakat buah zaitun. Pada masa Rasulullah saw, jenis tanaman yg dipungut zakat adalah : gandum, padi, kurma dan anggur kering (HR. Darruqutni, Hakim, Thabrani dan Baihaqi yg mengatakan perawinya dapat dipercaya)

      Namun, mengenai buah zaitun. Imam Zuhri, Auza’I, Laits, Malik, Tsauri, Abu Hanifah dan Abu Tsaur mengatakan wajib zakat padanya.

      Berani tidak anda mengatakan bahwa para Imam Imam tersebut telah menyelisihi Al-Qur’an dan Hadist karena menetapkan sesuatu yg tidak ditetapkan oleh pembawa syari’at, Nabi Muhammad saw?

      mohon penjelasannya. trm ksh.

    1. Waalakumussalam….

      Mas Mamba, kemana aja selama ini? Bagaimana di UNAIR, apakah Wahabinya masih bisa berkutik dg keberadaan antum di sana?

  85. Salam buat mba putri karisma .. saya dukung anda saya tau mana orang yang belajar dari buku dan mana orang belajar dari guru. kalo orang belajar dari buku biasanya mereka pinter berdebat tapi ga punya akhlak karena buku ga mencontohkan. kalo orang belajar dari guru pasti pake buku juga terus diterangin sama gurunya diperagakan cara sholat gimana baca Al-quran gimana dll. maka murid akan berilmu dan berakhlak sopan santunnya dijaga cara bicaranya dijaga. jadi belajar sopan santun dan akhlak itu belajar langsung mencontoh langsung dari guru seperti anak terhadap orang tuanya yang mencontoh kelakuan orang tuanya kalo ortunya nyuruh sholat tapi ortunya tidak sholat jangan harap anak mau bisa sholat. tapi kalo orangtua sholat tanpa disuruh anak akan melihat perbuatan ortunya dan bertanya yah lagingapain? oh ini nak ayah lagi sholat. ntar kalo ayah sholat kamu ikut sholat ya… mungkin ini jangan dikatakan debat ya ga baik kata rasullullah saw. yang enak diskusi aja ya… maaf kalo ada salah kata…

  86. Assalamu’alaikum Warrahmatullah…kang admin ummati…mohon sudi kiranya untuk melihat” situs berikut ini jika ada waktu luang…

    http://referensiislam.blogspot.com/

    kalau dari penglihatan saya situs tersebut adalah situs wahabi,mungkin situs baru,karena saya sudah cari di daftar situs diatas tetapi tidak termasuk diantaranya, di dalamnya pun menyediakan link”forward ke link” wahabi seperti yg ada dalam daftar diatas,streaming radionya pun radio” wahabi,mgkn admin bisa menambahkan link tersebut pada daftar situs wahabi, insyaAllah saya akan terus membantu ummati untuk mencari link” wahabi yg baru agar saudara” kita yg awam tidak terjerumus salah langkah,semoga kita semua slalu dijauhkan dari kesesatan oleh Allah SWT..aminn Ya Rabbiy

    1. Dugaan Mas Woko benar 100%, memang blog tsb milik kaum wahabi. Maaf mungkin saya agak lancang mendahuhului mas Admin, mungkin mas Admin lagi sibuk sehingga belum sempat2 menjawab dari pertanyaanmas Woko.

      Bukankah begitu Mas Admin UMMMATI?

  87. Alhamdulillah berkat web yang hasad ini saya malah lebih banyak tahu web2nya yg disebut wahaby, jadi semakin banyak referensi2 rujukan untuk menambah ilmu yang lurus. Oh ya sepupu saya di Unair, katanya dakwah yg kalian sebut wahaby semakin berkembang pesat loh disana. Apalagi saya di ITB dulu, wahaby makin rame loh, belum lagi kalian lihat wahaby di UI apalagi UGM. Sementara aswaja masih berkutat di Pasar Minggu ama di Citayam, entar lagi kalo mereka pada sekolah tinggi pasti nyadar tuh.

    1. @Kang luqman, silahkan saja berkunjung ke web2 Salafy. Kalo di blog2 Salafi, sulit untuk kita lihat pemberitahuan web2 yang dipunyai kaum Aswaja. Mengenai kami kaum Aswaja yang divonis bukan pengikut Salaf, ini ada sedikit perbandingan yang mungkin berguna –

      1. Tentang Iman / Tauhid / Aqidah – kami mengikut Imam Abu Hasan Al-Asy’ari (Tauhid Sifat 13) dan Imam Abu Manshur al-Maturidy (Tauhid Sifat 20) yang juga Imam Salaf. Kalo Salafy, mereka ikut Imam Ibnu Battah (Tauhid 3) yang bukan Imam Salaf.
      2. Tentang Islam / Fiqh / Syariat – kami ikut Imam Syafi’i, dan meraikan juga ijtihad Imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Hanbali, yang masing2 punya aturan ushul fiqih dan qawaid fiqihiyyah. Kalo Salafy, mereka ikut Ibnu Taimiyah yang bukan Imam Salaf.
      3. Tentang Ihsan / Akhlak / Tashawuf, kami ikut Imam Junaid al-Baghdadi yang juga Imam Salaf. Kalo Salafy, mereka bilang tashawuf itu bid’ah masuk neraka.

  88. Mas Luqman ini pandai sekali. Untuk menjadi baik dan lurus tidak perlu melakukan kesalahan sendiri, lihat dan pelajari aja dari kesalahan org lain.
    Pinter…pinter…

  89. Kalau dr apa yg ditulis oleh santri, sy bisa menilai bahwa santri ini tdk tahu apa2 tentang salafiyah (di blog ini disebut wahabi). Atau info yg didapat dari ustadz dan kyai-nya info yg sesat tentang salafiyah (di blog ini disebut wahabi).
    Mugkin ustadz dan kyai-nya takut kehilangan jama’ah-nya kali, jadi dibuatlah fitnah2 tentang wahabi.
    Jadi inget ama kejadian yg udah lama (sekitar thn 2008) wkt itu pd pengajian kampung, sorg ustadz di daerah Condet – Jakarta menyampaikan begini “Ibu-ibu, sy ingatkan utk tidak mendengarkan radio rodja, krn radio ini sesat dan berbahaya”. eh…emang dasar ibu-ibu, ada 1 – 2 org ibu yg ‘nakal’ juga, maka dicobalah utk mendengarkan radio rodja. “wah ini mah malah yg bener” begitu katanya.
    Karuan saja berita ini disebar lewat sms. Maka terjadilah yg dikehendaki Allah tabarooka wa ta’ala, ibu-ibu pengajian itu semua jadi rajin dengerin radio rodja.
    mau tahu..apa yg terjadi dengan pengajian ustadz itu? bubar…krn enggak ada lagi yg mau datang. Begitu cerita temen sy dari Jakarta.

    1. @ibnu abdil chair

      saya tuh seneng antum koment disini! karena antum sebagai contoh batapa efek buruk dari wahabi itu emang nyata, kebanyakan koment antum disini khan cerita2 penuh fitnah, jadi antum koment cerita2 disini ada sisi baiknya juga hehehe :mrgreen:

    2. @ibn abdul chair
      Yah ente bohong lagi disini, ane tiap selasa malam main bulu tangkis disana.
      Yang ane tahu, daerah condet masih sangat kental dengan Madzhab Syafi’i nya dan tuduhan ente kalau masjid dicondet sepi, tuduhan yang gak bagus. Disana ada 1 masjid yang selalu penuh dengan pengunjung (warga sekitar maupun datang dari luar), disana ada Habib muda (ane lupa namanya, tapi pernah ane dengerin) yang hafal 200.000 Hadist dan pengajiannya sangat penuh, bahkan sampai kejalan. Tepatnya Jalan Batu ampar Condet, kalau ada pengajian jalan sampai ditutup karena membludaknya pengunjung.

      Jangan bohonglah @ibn abdul chair.

  90. spertinya ada perubahan dgn tulisan nama2 situs yg ada diatas…
    knapa ya ??

    #apa mungkin saya lupa kali ea,, ❓
    coz, jarang berunjung ksini.

  91. Jadi…mang ucep nih..tinggal di jakarta ya? oh…kl begitu panggilnya Bang ucep aja yah.
    200.000 hadist? shohih semua tuh?. Coba itung lagi.
    total hadis dari kutubusittah ada berapa? atau tambah lagi deh jadi total hadist dari kutubutis’ah. Ada gak 200.000 hadist?.
    tambah ama kitab hadist yg enggak termasuk diatas, sampe nggak 200.000 hadist?
    tambah lagi deh ama silsilah hadist dhoifah karya Albani, yg 20 jilid hrgnya aja lebih dari 3 juta. (tp dihitung gak nih…ini khan hadist dhoif, lagian juga dari Albani…)
    kyknya sih…enggak nyampe…

  92. Oh ya bang ucep, sy juga suka ke condet – jakarta. kl kebetulan silaturahmi ke kerabat yg tinggal disana, dan juga sekalian ziarah ke makam Ibunda sy. Beliau dimakamkannya disana.

      1. Inilah yg paling ditakuti ama anak2 wahabi, ajakan Silaturami! Dijamin ga bakalan mau kalo ketemu anak2 Aswaja…atut! :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: emang jagonya cuma berkoar di dunia maya aja sie.

    1. @ibn abdul chair
      “dan juga sekalian ziarah ke makam Ibunda sy. Beliau dimakamkannya disana”.

      Apa ente gak takut syirik, kan kata Wahabi, pergi kemakam itu syirik juga gak diterima doa seseorang kalau berdoa didepan Makam.

      !!!!!!!!!!!!!!

  93. @ibn abdul chair
    He .. he … he, ente sudah berbohong ngeles lagi !!!
    Satu Musnad Imam Ahmad bin Hanbal aja ada 600.000 Hadist, ente gimana cara belajar Islam….., ane tanda tanya nih keislaman ente ?????

    1. @ibn abdul chair
      Hadist adalah perkataan, perbuatan dan Sabda Rasulullah saw.
      Ente gak percaya ?? Coba ente pikir pakai akal !!!, sehari Rasulullah berapa kali bicara dan berbuat ? dan itu setiap ucapan dan perbuatan Rasulullah saw diperhatikan dan dihafal oleh para sahabat, Coba lagi dihitung, sebulan berapa, kemudian setahun berapa, terus berapa lama Rasulullah menyiarkan Agama Islam ?

      Nah semua nya itu tercatat oleh para Muhadist.
      Perhatikan aja ente sendiri hitung, berapa kali ente bicara dan berapa kali ente berbuat ? trus kali sama jumlah umur ente !!

  94. Yang ada pd saya :
    Shohih Bukhori = 7008 hadist
    Shohih Muslim = 5362 hadist
    Sunan Abu Daud = 4590 hadist
    Sunan At tirmidzi = 3891 hadist
    Sunan Nasa’i = 5662 hadist
    Musnad Imam Ahmad = 26.363 hadist
    Muwatho Imam Malik = 1595 hadist
    Sunan Ad darimi = 3367 hadist

  95. @ibn abdul chair
    Ane lupa lengkapnya, tapi Imam Ahmad berkata : Seorang Muhadist, apabila dia Hafal minimum 100.000 Hadist beserta sanad nya.

    1. Ya mas Ucep,
      berdasar syarat Imam Ahmad itulah maka Syaikh Albani digelari oleh Ummat Islam sebgai Muhaddits Gadungan. Lha Al Albani tsb cuma hafal satu hadits di luar kepala, yaitu hadits “KULLU BiD’ATIN DHOLALATUN…. dst.”

      Walaupun begitu, Syaikh Albani di kalangan intern Wahabi digelari Muhaddits Abad Ini, kex kex kex kex…..

      1. @Munib Muslih
        Biarin aja mereka menobatkan Albani sebagai al Muhadist abad ini.
        Ane pikir hampir sama lah dengan tukang koran dipinggir jalan, coba aja ente tanya tukang koran sebelum ente beli tentang isi koran yang dijual, pasti dijawab melebihi isi koran, padahal baru judulnya, tapi isi koran tentang politik akan dijawab panjang lebar.

  96. Selain yg sdh sy sebutin, pd sy juga masih ada kitab hadist spt Adabul Mufrod dll. Sy punya kitab hadist baik yg berbahasa arab maupun terjemah hanya utk muroja’ah aja. spy enggak asbun

  97. Bang Ucep, sy mendo’akan ke dua orang tua sy, setiap sholat. Sedangkan ziarah (kl lagi kebetulanke condet – jakarta) ke maqam Ibunda, selain mendo’akan beliau juga mendo’akan yg lainnya. Dan yg paling penting bagi saya berziarah itu utk mengingatkan saya dgn kematian, menahan diri (bersabar) dari maksiat dan berbekal.
    Kalau meminta-minta, sy hanya kepada Allah tabarooka wa ta’ala saja.

    1. @ibn abdul chair
      Kata wahabi kan kalau ziarah kubur itu Syirik, entah mau ingat kematian apa gak, pokoke syirik, bukan begitu @ibn abd chair ?

      Jadi kalau ane lihat, ente belum sepenuhnya Wahabi ya !!!!
      Kesimpulan ane, ente datang ziarah kemakam Ibunda adalah atas dasar GAK TEGA kepada Makam Ibunda ya.
      Kalau ente tega atau wahabi full, pasti makam ibunda ente ratakan dengan tanah dan gak usah diingat lagi atau dibiarkan hilang.

  98. Kl sy mampu, pasti sy akan buat maqam ibunda sy sesuai dgn sunnah, tp masalahnya khan pemakaman itu dijaga ketat, ada kuncen-nya.

  99. Bang ucep, jgn fitnah begitu dong…. sy ziarah ke maqam ibunda layaknya menjalankan sunnah saja. Tapi maaf, tidak tabaruuk disana.
    Ada info yg bang ucep belum tahu nih, ibunda sy dipanggil dgn kunyah-nya dgn nama saya lho, dan sempet belajar hadist arba’in Imam Nawawi dan kitabuttauhid-nya Syaikh Muhammad Abd Wahhab juga. Tapi ngumpet2 bang, takut diomelin…kl ketahuan.
    sy sih yg ngajak2. Jadi berangkat kajiannya setlh selesai masak dan kembalinya sebelum abi pulang ngantor

    1. @ibn abdul chair
      Kan dalam wahabi sudah jelas ada fatwanya, kenapa makam Rasulullah mau dibongkar ? kan albani yang keluarkan fatwa, takut dijadikan tempat kesyirikan katanya.
      Lihat dikitab Fathul Majid karangan Muhammad Abdul Wahab, dia Top karena berhasil membongkar makam2 para sufi dan makam para ahli Badar di diriyyah Najd.

      Nah gimana dengan Koment ente ??? ente suka (walau gak sering) kemakam Ibunda, yang ane tanya kan – apakah gak bertentangan dengan faham Wahabi ??
      Nah disinilah timbul rasa Gak TEGA di benak ente kan !!!!

  100. …………………………………………Dari uraian diatas dapat kita ambil sebuah kesimpulan bahwa, kata “KULLU” pada qodhiyah hadits “WA KULLU BID’ATIN DHOLALAH” tidak dapat kita artikan “SEMUA”, karena adanya dalil lain yang membatasinya, sehingga para ulama’ menyimpulkan “WA KULLU BID’ATIN DHOLALAH” adalah Qodhiyah yang “’AM MAKHSUSH”.

    ARTINYA!!!!!!!!!!!!“TIDAK SEMUA yang diada-adakan (muhdatsah) adalah bid’ah dan TIDAK SEMUA bid’ah adalah sesat dan TIDAK SEMUA yang sesat tempatnya dineraka.

    jika TIDAK SEMUA yang sesat tempatnya dineraka., berarti ada kesesatan yg tempatnya di…………………

  101. Mau nanya, radionya Aswaja koq sedikit yah di bandingkan radio/TVnya wahaby?
    Temen2 kantor dan tetangga saya banyak ikutin Radio Rodja, itu bukannya termasuk radionya Ahlussunnah ? Koq diatas termasuk radionya wahaby yah? …jadi bingung.

    1. Assalamu’alaikum Warrahmatullah…. kang jalu asmawi…mohon maaf klo mungkin tmn” gak sempet jawab pertanyaan ente karna lagi fokus dengan yg lain, yg ane tau nih ye, kebanyakan dri komunitas dakwah wahaby seperti TV,Radio,Website/Blog,Buku, mereka membawa nama ahlussunnah wal jamaah,nah jd kita jgn tertipu, bagaimana supaya tau bahwa mereka wahaby,salah satunya ya baca” deh di web ini pasti ntr hapal gimana mereka wahaby dalam berdakwah, dengerin aja tuh dakwah mereka di radio, kalau sebentar” ada menyebut kata bid’ah,syirik,haram,kafir kepada sesuatu yg lagi umum dilakukan masyarakat islam di indonesia seperti maulid,yasinan,tahlilan,ziarah, nah itu dia ketahuan kalau mereka itu wahaby, karna hanya mereka yg getol banget menyebarkan paham” bid’ah kepada ibadah umat islam yg mereka anggap bid’ah…. semoga kita smua diberi hidayah oleh ALLAH SWT terlebih lagi kepada mereka wahaby…Amin Ya Rabbiy….

  102. jelas khan…begitu banyak perbedaan antara fitnah yg ditimpakan kpd wahabi dan realitanya. Masalah meratakan qubur itu bukanlah yg utama, yg paling penting luruskan tauhid-nya dulu.

    1. @ibn abdul chair
      “Masalah meratakan qubur itu bukanlah yg utama, yg paling penting luruskan tauhid-nya dulu”

      Jadi cukup jelas ya, bahwa ziarah kubur tidak menandakan kesyirikan, bergantung pada hati seseorang dalam mendatangi makam atau kubur, baik orang2 shaleh maupun orang2 biasa dan cukup jelas juga bahwa yang melihat lantas tidak sampai memvonis syirik kepada si penziarah.
      Disinilah ilmu tauhid masing2 muslim yang bermain, jadi jangan sembarangan menuduh syirik ya. Hati tidak bisa dibaca, sekalipun dia malaikat. Ingat pada saat Rasulullah berhadapan dengan Ahli Ramal (Rahib) Yahudi, padahal Rasulullah membaca surah Ad Dukhan, dijawab oleh Rahib Yahudi : “Ad Duk… Ad Duk…”.

      Ane sih berharap ente gak begitu gampang.

    2. @Ibn abdul chair
      yah ente mah kebanyakan ngurusin tauhid org lain…jadinya ente sendiri yg ngelantur, benerin dulu tuh tauhid ente ma temen” ente wahaby, klo dah bener nah ucap lagi 2 kalimat syahadat biar ga salah” mulu….hehehe becanda kang abdul jgn ngambek ya ga seru ah klo ngambek….hehehhe

  103. @ibn abdul chair
    Didunia ini berlaku hukum sebab akibat. Masalah tauhid pasti ada media yang menyebabkannya, bagaimana dikatakan syirik kalau gak ada media yang disyiriki, ya gak !!!!
    Begitu juga perkataan miskin, kalau gak ada orang kaya, mana bisa seseorang disebut miskin.

  104. Saya dari Malaysia dan suka mendengar radio Hang kerana sangat banyak kajian ilmiah. Saya dapati dari radio Hang adalah radio ahlus sunnah dari situs http://www.lautanilmu.com/2010/01/daftar-radio-ahlus-sunnah-di-indonesia/ tapi di sini pula didaftar sebagai radio wahabi. Binggung saya, apa sebenarnya status radio tersebut?

    Boleh sahabat-sahabat rekomen radio ahlus sunnah indonesia yang banyak kajian ilmiah bukan nyanyi-nyanyi. Terima kasih ya.

  105. Saya sudah mencoba membuka web-web dan radio streaming wahabi, begitu saya sering menyimak dan mempelajari betul-betul, eh ternyata luar biasa ulasanya, bikin kagum, akan islam yang di sampaiakan wahabi, akhinya saya meninggalkan sedikit demi sdikit tradisi isalm ke-NU-an yang benar benar penuh khurafat, syirik dan bid’ah, dan kesesatan-kesesatan lainnya.
    Dan perlu saya sampaikan kepada kaum muslimin Islam Wahabi adalah islam yang sessuai manhaj ahlusunah waljama’ah yang sesumgguhnya alias bersumber dari al qur’an dan al hadist yang sahih dan ilmiah, good bay NU sesat….
    Wassalam

    1. Abu Ulya,

      Wah, antum ketinngalan zaman kalau baru tahu situs2 Wahabi di atas. Dulu saya selalalu berkunjung ke situs2 Wahabi di atas, bangga rasanya saya waktu itu.Tapi sekarang saya sudah sembuh, sejak mengenal blog Ummati Press kesangan saya ini. Saya menjadi sadar selama ini saya tercebur dalam kepalsuan dan kedustaan Wahabi, itu setelah saya bertemu dg Ummati Press.

      Oleh karena itu dalam kesmpatan ini saya sekaligus menghaturkan banyak2 terimakasih kepada Ummati Press. Tanpa mu pastilah saya masih terbuai oleh jargon2 indah nan membanggakan tapi penuh kepalsuan.

    2. @Abu Ulya,
      Kalau Wahabi adalah Islam yang sesuai Manhaj Aswaja yang bersumber dari Al Qur’an dan Al Hadits, mengapa kok tauhidnya dibagi tiga (Trinitas) yang tasyabuh dengan Trinitasnya Nasrani, adakah dalilnya dalam Qur’an dan Hadits coba tolong tunjukkan ? kalau NU Sesat, sesatnya dimana ?

  106. @abu ulya
    “good bay NU sesat….”. Jadi Masuk neraka ya ?
    Yang bisa bilang sesat adalah cuma Allah swt, makhluk gak berhak !!!, katanya sudah belajar ilmu dari Wahabi kok bisa bilang sesat sih sama muslim yang masih mengucapkan La Illa Ha Ilallah ??

    “akhinya saya meninggalkan sedikit demi sdikit tradisi isalm ke-NU-an yang benar benar penuh khurafat, syirik dan bid’ah, dan kesesatan-kesesatan lainnya”.

    Menurut ane, Bagus ente keluar dari Al Jama’ah, dari pada bagaikan debu yang mengakibatkan kotor dalam jama’ah, sehingga merusak aqidah didalam Jama’ah.
    Lakum dinukum waliyaddiin.

    1. Bismillah,

      Mas @Ucep, dan segenap saudaraku ASWAJA, kami menyadari bahwa kita semua jengkel dan dongkol atas Wahabi dan Wahabisasi yang terjadi di sekitar kita. Akan tetapi terhadap mereka saudara kita yang terjebak kedalam perangkap Wahabi/Salafi ada baiknya kita bersikap arif, mengingat kami yakin mereka hanyalah “korban” karena keterbatasan pengetahuan.

      Jangankan mereka yang belajar tentang keislaman melalui buku-buku bacaan, radio, atau media yang lain. Jujur saya pribadi sempat termakan dogma-dogma salafi. Hampir kurang lebih dua tahun kami enggan berziyarah, tahlilan, apalagi ke makam para Auliya’…. Beruntung Alloh mengembalikan kesadaranku, tapi butuh proses yang panjang, proses tabaayun (hingga aku sempat beradu argumentasi dengan ustadzku ketika dipesantren), kembali membuka kitab-kitab yang dulu pernah kupelajari, istikhoroh, dst…. semua itu menjadi pengalaman paling bodoh dalam sejarah hidupku, dan semoga hanya kami yang menjadi pelajaran buat semua saudaraku ASWAJA….

      Dan sampai sekarang aku masih menyimpan buku-buku semacam “Ritual Bid’ah Dalam Setahun”, “Taqlid Buta”, “Buku Putih Abul Hasan Al ‘Asy’ari” (versi wahabi), dan beberapa buku yang lain… Dan dari buku-buku tersebut pula aku menemukan titik balik, betapa bodohnya aku… karena setelah kami telaah lebih mendalam kami banyak menemukan penipuan dan pembodohan dalam buku-buku tsb….

      Betapa banyak loncatan-loncatan pemahaman dari dalil hingga produk hukum, Tahrif, penyelewengan fatwa para ulama, dst… hingga membuat kami antipati terhadap siapapun mereka dari salafi/wahabi. Namun kini kami sadar, sebagian mereka adalah saudara kita yang menjadi korban, yang patut untuk mendapat pengarahan..

      Apa yang kami ceritakan diatas adalah pengalaman kami pribadi, dan Alloh sebagai saksinya…

      1. Ustad @abu hilya
        Memang sih kalau diskusi sama wahabiyan agak jengkel, dongkol dan gemasin, tapi yah itulah kenyataan yang ada, mungkin Allah mengatur demikian, jadi yah musti Sabar aja.
        Ane Shaum daud udah hampir 14 tahun, kalau menghadapi masalah dunia, ane masih bisa sabar (Ujian materi, keluarga, jabatan dll). Tapi pas berdiskusi sama wahabiyan, darah ane seolah-olah naik sampai ubun-ubun, tapi apa dikata, Allah punya cerita seperti itu, jadi yah ditahan lah amarah sama Wahabiyan. Kasihan juga ane sama mereka. Mereka mungkin baru melek Agama.

        1. Mang @Ucep
          Waduh 14 taon shaum Daud,salut mang..moga2 bisa jadi motivasi buat ane,krna mau mulain berat banget,beneran dah… javascript:grin(‘:smile:’)
          Maaf Mang,dari ceramah yang pernah ane dengar (klo gk salah ceramah dr kitab hikam syech ibn atho’illah) kita tak boleh membanggakan/memberitahukan amal kita di hadapan sesama manusia,karena itu dpt menjerumuskan kpd riya’. Cukup Allah sj yg tahu. Maaf bukannya ane menggurui..
          Tapi bener juga koq Mang.. klo ngadepin wahabi jadi gedeg,lah di kasih tahunya ngeyel..tapi ya itulah kehendak Allah,klo ga ada beginian (mengaku bermanhaj salaf) mungkin generasi2 muda aswaja masih terlena & kurang ghiroh untuk belajar & mendalami lagi kitab2 klasik.
          Klo mnurut ane,kehadiran wahabi justru menjadi berkah & wasilah untuk seluruh aswaja lbih belajar & mendekat kepada ulama yg bener2 beri’tiqod aswaja..
          Semoga pengasuh blog ini & para asatidz2 di mari slalu dlm lindungan & bimbingan Allah SWT untuk terus berjuang,termasuk Mang Ucep.
          Terima kasih.

          1. @sodrom
            Ane gak ada sedikitpun bangga dengan shaum yang ane jalanin / Riya dalam hal shaum, tapi ane memberi motivasi agar kaum muslimin dapat shaum, karena shaum itu ternyata enaaak banget. Kenapa Rasulullah selalu shaum, ternyata memang nikmat dan selalu sehat. Mudah2an dan ane yakin kalau semua muslim shaum, pasti gak ada rumah sakit.
            Paling2 pilek / flu, itu yang ane alamin.

            Wahabi lahir kedunia ini, gak ada faedahnya, mereka membuat kedengkian kaum muslimin yang lain, apalagi setiap amalan muslim dianggap bid’ah, sesat, syirik dll, menjadikan hati setiap muslim kotor lagi, yang tadinya bersih. Apalagi mereka sampai menghina Para shahabat dan Ulama2, padahal ilmu mereka baru a,i,u,e,o alias kajiannya baru 3 kul, tapi seolah2 sudah habis itu menghafal al Qur’an dan 500.000 hadist beserta sanadnya.

  107. NU sebagai organisasi massa islam itu luar biasa dalam segala halnya, tangguh menghadapi berbagai cobaan dalam sepanjang perjalanan sejarahnya sejak berdirinya tahun 1926. Warga NU menjungjung tinggi (bukan menyembah) Nabi Muhammad saw serta keluarga dan keturunannya sampai saat ini. Juga menjunjung tinggi para Ulama Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi mata rantai (sanad) ilmu hingga hari ini. Semoga NU bersama Habiab ( keturuanan Nabi saw ) semakin jaya menyebarkan dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah di hari-hari dan tahun-tahun yang akan datang. Amin….

  108. ADa satu pertanyaan yang mendasar, kenapa pada saat orang NU pergi haji, kok tidak tahlilan di depan makam Nabi atau makam para sahabat ? kenapa pada saat sholat di masjidil Haram dan Masjid Nabawi mereka mengikuti imam kedua masjid tersebut yg nota bene para Wahabi ? tapi begitu pulang ke tanah air penyakit mereka pada kambuh,
    tahlilan, ziarah ke para wali dengan puja-pujanya, sungguh mereka benar-benar merendahkan Allah SWT dan Rasulullah, benar benar katak dalam tempurung

    1. Rijal@
      Itu sih bukan pertanyaan mendarasar tapi pertanyaan orang paling tolol sedunia, tahu?

      Nte kan tahu di sana yg pegang kuasa itu Wahabi, mana bisa tahlilan di depan makam Nabi Saw? Nanti kalau Wahabi sudah jeblog karena Amerika atau juga Israel sdh tidak bisa lindungi Wahabi lagi, Insyaallah kami Aswaja seluruh dunia akan tahlilan di makam Nabi tak perlu nunggu malam Jum’at, OK?

    2. @Rijal
      Ente tahu gak apa itu Tahlilan ?
      Ibadah Haji, Wajib gak bagi yang mampu dari semua segi ?
      Disebuah masjid apalagi Masjidil Haram, kan punya susunan pengurus ya, Wajib Gak seorang jemaah mengganti susunan pengurus itu, sehingga Imam nya musti diganti ?
      Kalau kemakam Rasulullah, apa sih yang dibaca dan dihayati disana ?

      Ane minta tolong dijawab, nti dikupas deh pertanyaan ente itu sama ustad2 disini.

    3. @Rijal,
      anda sudah menuduh orang lain merendahkan Allah, dan anda sendiri merasa sudah meninggikan (Mentauhidkan) Allah dengan Tauhid tiga (Trinitas) yang gak ada dalil dan contohnya dari Nabi bahwa Tauhid dibagi menjadi 3. itulah tauhid Trinitas Wahabi yang tasyabuh dengan Trinitasnya Nasrani apa bukan anda yang seperti katak dalam tempurung.

  109. Mas rijal pernah pergi haji? Tahu perlakuan keamanan di masjidil haram? Dan maaf pernah melihat orang arab yang sangat keterlaluan walaupun tidak alim agama? Kita beribadah haji menjauhi nafsu dan angkara, karena menghormati pendapat mereka, bukan berarti membenarkan. Dan apakah mas rijal juga tahu, bahwa muslim arab yang non wahabi mengadakan majlis dzikir? Innalloa ya’lamu wa anta laa ta’lamu maa fissuduur….

  110. mas admin alhamdulillah jazakallah khairan atas info webnya,heeee, saya save deh webnya, coz udah lama banget ane ga ketemu ust kholid syamhudi (yang mengajar mustholah hadits n fiqih 4 mahdzab), ust firanda, ust ahmas fais (yang mengajar kitab aqidah), makasih banget…………….. admin.

    1. ust firanda n ust ahmas fais emangnya ngakjar aqidah apaan mas, ngajarin aqidah Tauhid Trinitas sam,a sifat2 Allah yg tak boleh ditakwil ya?

      Kalau sifat2 Allah nggak boleh ditakwil, bagaimana dg sifat bosan Allah, sifat Lapar Allah, sifat Sakit Allah, masak sih nggak boleh ditakwil, kasihan dong Allah kok lapar, sakit dan bosan?

      Dulu saya juga sempat mempelajari yg begituan, tapi sekarang saya sudah sembuh, alhamdulillah.

  111. assalamu’alaikum mas andi boleh saya tanya ap yang dimaksud aqidah tauhid trinitas itu apa? coz sy lom pernah mendengar kata itu dari ust ahmas fais?????apa ente sudah membaca kitab aqidah alwashitiyah? atau kitab athohawiyah? klo lom baca, baca lah dlu pasti anda mengetahui apa yang di maksud dengan ta’wil dan penjelasannya okay, baca nya yang bener mas andi sampai tamat jangan cari2 kesalahannya.okay

    1. @abu dzar
      Kemana ente ? ane perihatin dan turut sedih juga, dengan musibah yang diderita atas kebanjiran didaerah ente ya, semoga daerah ente cepat diatasi oleh gubernur Jakarta.
      Ane tanggal 19 Januari lalu, sudah diatas toll mau masuk kedaerah sana gak boleh karena banjir yang cukup tinggi. Lain waktu aja, ane kesana ya !!

  112. sy mau kasih tau aia sama orang2 wahabi, yang sering membid’ahkan amalan-amalan orang nu, ketahulilah sebenarnya NU lah penjaga ajaran islam sebenarnya, banyak kelakuan wahabi yang fatal sehingga dapat membahayakan islam masa mendatang, contoh penghancuaran rumah nabi dan siti khodijah,apalagi ada rencana meratakaan kuburan Nabi SAW, gmana nasib anak-anak cucu kita kalo tidak ada situs-situs yang menjadi saksi keberadaan Nabi muhammad, bisa jd anak cucu kita berfikir sejarah nabi hanyalah kaarangan saja karena ga da bukti sejarah, ini bahaya sekali, jangan-jangan wahabi adalah agen yahudi, yang sengaja menghancurkan islam dari dalam.

    1. Kalau saya nggak ragu bahkan yakin 1000%, Wahabi emang agen Yahudi untuk merusak ajaran Islam dari dalam. Bisa dilihat dari track-record mereka yg selalu beretentangan dg ajaran Islam tetapi ngotot mereka yg paling benar. Padahal mereka banyak menyalahi Al Qur’an dan Hadits, baik masalah aqidah ataupun yg lain-lainnya.

  113. ikut nimbrung…wahabi berasal dari bahasa arab khususnya diambil dari asmaul husna AL WAHHAB yg artinya Yang Maha memberi anugrah, jd sebutan wahabi maksudnya adlh orang2 yg dianugrahi oleh Allah. Demikianlah sesuai artinya bahwa dakwah salafi wahabi adlah dakwah yg dianugrahi Allah. Bahkan sekarang ini banyak sudah ponpes dan perguruan islam yg bermanhaj salaf wahabi hampir di kota2 besar dn pelosok di Indonesia bahkan di Eropa, Jepang, Amerika, Afrika, Korsel, asia tenggara krna dakwah mereka betul2 dianugrahi Allah. Carilah kebenaran itu walaupun dengan pil yg pahit..

    1. Ini dia satu lagi cerita alias dongengan dari ustad2 Wahabi.

      Yang memberi Nama “Wahabi” itu kakak kandung Muhammad ibn Abdul Wahab sendiri yaitu Syeikh Sulaiman ibn Abdul Wahab, gak percaya lihat n baca kitab syeikh Sulaiman ibn Abdul Wahab “As-Shawaiqul Al-Ilahiyyah Fi Ar-Raddi ‘Ala Al-Wahhabiyah”.

      @iyan, ente jangan mau dengerin dongengan basi ya.

  114. @mas iyan.
    Apakah anda punya dasar penguat tentang devinisi yg anda buat? Dari Al quran, alhadist? Salafussholih sahabat, tabi’in? Dan apakah benar wahabi sudah menyebar begitu hebatnya? Tolong dikasih data yg valid. Trims. Wallohu a’lam

  115. Puji Syukur Alhamdulillah.
    Dengan adanya Gerakkan Wahabi yang semakin memasyarakat, bahkan sampai pelosok2 daerah, membuat generasi muda Nahdliyin membuka pikirannya untuk mempertahankan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah dikalangan masyakat umum.
    Membuat generasi muda bangkit menghadapi kenyataan Gazwul Fikr.

    1. Bener bnget pak dhe dulu aku yg suka baca koran jd suka baca Qur’an.dulu malas tahlilan skrg jadi rajin tahlilan.dulu anggap enteng sholawatan skrg mulai ngefans ma dhiba’an…..

      Ternyata ada manfaatnya juga timbulnya ajaran wahabi ini.
      Kbanyakan situs mereka (wahabi) postingannya menghujat,menyesatkan,membenarkan wahabi saja,menghina dll.dsitulah aku bs blajar legowo,mskipun kdg” ikut nafsu jg.
      Kadang postingannya bikin ngakak jg apalagi baca komen”nya jd tambah ngakak…yg pro ngawur yg kontra ngawur.adminnya jg ikut ngawur…yg paling lucu itu plin plannya…hehehe
      Terus terang aku bodoh dlm agama,g tau dalil,g tau hadits shohih,palsu,lemah,baik,munkar atau kitab” pegangan ulama'” aswaja.tp ngeliat postingan yg berbobot sm yg tidak,udah dketahui dr akhlak sang admin/juragan post.

      “Didalam diri Rosul terdapat uswah hasanah”

  116. Begini, para saudaraku semuanya! kita semua sama-sama mengakui bahwa bid’ah adalah amalan yang tidak baik, baik itu menyangkut ibadah mahdloh atau ibadah ghoiru mahdloh yang tentunya tidak ada rekomendasi dari nabi. Kasus Mu’adz bin Jabal yang menyalahi atuaran pada waktu itu dan kemudian diberitahukan kepada nabi lalu nabi membenarkan (tidak menyalahkan Mu’adz bin Jabal) berarti itu ada rekomendasi dari nabi alias itu hadits nabi. Sekarang nabi tidak bisa merekomendasikan hal-hal yang baru karena nabi sdh wafat dan agama islam sdh dinyatakan sempurna, artinya jangan ditambahi dan dikurangi. Memang ibadah sunnah cakupannya luas, tetapi bukan berarti tanpa aturan. Contoh kita mambaca yasin dimalam jum’at, itu tidak bid’ah asalkan kita tidak memvonis bahwa kita disunnahkan membaca yasin dimalam jum’at, hanya kebetulan hari-hari sebelumnya kita tidak sempat karena sibuk dan kebetulan kita memang ingin tahu isi kandungan surat yasin. Ingat, bahwa generasi shahabat nabi adalah generasi terbaik. Mereka tahu benar hak-haknya Allah dan kewajiban mereka.

  117. alhamdulillah, semakin jelas mana yang baik dan buruk. kelihatan dari cara berkomentar dan menyikapi masalah, dan saya yakin masyarakat semakin pintar dalam menilai, walaupun ngaku ahlussunnah tapi sikap dan akhlaknya jauh dari tuntunan nabi maka akan terlihat keburukanya, walaupun digelari sebutan2 yang buruk kalaulah menunjukan akhlak yang mulia dan mencontoh nabi maka akan nampak kemuliaan dihadapan Allah dan makhlukNya,
    jadi kesimpulan saya walaupu orang2 yang digelari wahaby itu dicemooh dan dihina tapi sekarang ini kelihatanya banyak yang menrujuk dan mengikuti, contohnya saya, dulunya saya itu orang nu, bahkan saking fanatik saya kepada gus dur, saya oleh teman2 saya sampai sekarang dipanggil dengan sebutan gus dur
    alhamdulillah hidayah Allah menerangi saya untuk mengikuti Islam yang sebenarnya bukan islal ikut2an tanpa dasar… dan itu banyak berpengaruh pada saudara dan teman2 saya….

    1. saya menyarankan agar saudara muslimin mencari beritanya(tabbayun) lebih berhati2,karena kearifan tidak menjadi ukuran kebenaran yg hakiki. banyak yg arif didepan kita tapi di belakang menghantam. Banyaklah cari berita dan lebih teliti lagi. To be continue

      1. @Muslimin, bagi anda dapat hidayah, tpi bagi kami anda nyempal (baca nyasar).
        Anda keluar dari Wal Jamaah, dari golongan yg Mayoritas yang didalamnya terkumpul Ulama Ahlusunnah Waljamaah yang Muktabar dan Kredibel, yang sanadnya tanpa terputus tersambung sampai kepada Junjungan Baginda Rosullulah.

      2. Semoga Allah selalu menyatukan semua umat muslim dalam kebenaran..
        dan memberikan kita fikiran yang jernih tanpa hawa nafsu yang merusak.. Aamiin

  118. sebenarnya kl mau fair persoalan ini tidak sulit,tidak usah saling cemooh sebab itu sama sekali tidak mencerminkan kita sebagai muslim kl yng satu mengatakan bi’ah yng lain nga itu namanya samar susah cari titik temunya atuh coba cari yng jelas sebab ibadah itu harus jelas dalam arti ada qur’an n hadisnya kl tidak ada buat apa cape cape ngehabisin biaya n pikiran kl hasilnya nol tapi kl berdasarkan qur’an n hadist pasti banyak pahala yng kita dapat

    1. @insan dhaif,
      Sama saja salafy, salafiyah kadang-kadang juga ngaku “Ahlusunnah wal Jamaah” tapi semua itu cuma ngaku2 yg sebenarnya sama yaitu “Wahabi” ajaran dan sepak terjangnya tasyabuh dengan yahudi dan yg paling mendasar tauhidnya dibagi tiga sangat mirip dengan ajaran trinitasnya Nasrani.

      1. ane ga akan ngasih tanggapan lagi, dalam kajian tersebut telah jelas ..
        jika belum mendengarkan tolong jangan berkomentar ..

        1. Insandhoif, kalau ada sekte tauhidnya trinitas (uluhiyyah, rububiyyah dan asma wasifah), itulah Wahabi. Karena tidak ummat Islam selain Wahabi yang bertauhid TRINITAS seperti itu.

          Jadi kesimpulannya, mau pakai nama Salafi kek, mau ngaku-nagku sebgai Sunni kek, kalau Tauhidnya Trinitas maka jelas lah bahwa itu adalah Wahabi. Ini sangat mudah dikenali, walupun apa pun nama yg dipakainya sebagia penyamaran. Orang awam seperti antum tentunya hanya anut grubyuk tanpa mempelajarinya lebih mendalam.

          tentang tauhid Trinitas coba pelajari lebih mendalam di link ini : http://ummatipress.com/2011/05/31/membantah-pembagian-tauhid-jadi-3-trinitas-wahabi-dengan-dalil-dalil-shahih/

          1. afwan, sebagian besar website yang ada di atas memang bermanhaj salaf, salafi dan wahabi sangatlah berbeda, yang sebenar-benar salafi tidak pernah menyatakan bertauhid trinitas .

            jika memang semua website di atas bertauhid trinitas, cobalah sertakan buktinya, posting atau perkataan ustadz-ustadz yang mengelola website-website di atas atau apalah yang sekiranya dapat dijadikan bukti .

            ane tidak ingin menanggapi salafi yang dianggap wahabi bukan berarti ane hanya anut grubyuk tampa mempelajarinya lebih dalam seperti yang antum tuduhkan, hanya saja ustadz yang lebih luas ilmunya yaitu ust.Abu Yahya telah menjelaskan secara gamblang dan tegas .
            tolong sekali lagi, jangan lantas semua orang yang menyatakan dirinya salafi dianggap dia bertauhidkan trinitas,
            jika antum memiliki waktu silahkan download dan dengarkan baik-baik lalu pahami penjelasan ust.Abu Yahya tersebut .

      1. Saya juga gak ah, radio Ahlusunnah aja (linknya ada di Ummati, Sarkub dll blog anti wahabi) ngapain dengerian radio wahabi seperti Radio Rodja bikin kita tambah tolol.

      1. Iyalah bid’ah, dengerin Radio dan Nonton TV gak ada contohnya dijaman nabi, berarti bid’ah iya kan…..ha ha ha. dikit2 bid’ah, bid’ah kok cuma sedikit.

  119. saudaraku yg dirahmati Allah,

    jika memang yang dipermasalahkan adalah pembagian tauhid menjadi tiga dan dianggap mirip dengan trinitas bagi pemeluk nasrani, sejatinya pembagian tauhid menjadi tiga (uluhiyah, rubbubiyah, asma wa sifat) sangatlah berbeda makna dan implementasinya dengan trinitas yang dianut pemeluk nasrani .

    kesampingkan dulu rasa fanatik, silahkan baca dan pahami penjelasan ust.Firanda Andirja tentang tauhid uluhiyah, rubbubiyah dan asma wa sifat berikut ini
    http://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/403-pembagian-tauhid-menjadi-tiga-adalah-trinitas

    1. yang jelas tauhid tiga itu asli bid’ah yg dibuat2 oleh Wahabi, tauhid 3 itu bukan ajaran Allah dan Rasul_NYA.

      adapun implementasi tauhid 3 itu yg paling mencolok adalah hanya berguana untuk memusyrikkan muslimin yg bertawassul dan bertabarruk. selain itu tidak ada. Tauhid tiga sama sekali tidak ada gunanya dalam mengenal Allah, sebab untuk mengenal Allah sudah ada ilmunya yg lebih komprehensif.

      1. tolong yaa akhi fillah, dibaca dulu penjelasan ust.Firanda baik-baik, siapa yg sebenarnya pertama kali membagi tauhid menjadi tiga ..

        1. insan dhoif@

          setahu saya yang membagi tauhid jadi 3 itu bukan Nabi Muhammad Saw, juga bukan Para Sahabtnya, bukan pula para Tabi’in, juga bukan para Tabi’ut Tabi’in. Dengan demikian, Tauhid dibagi tiga adalah benar2 bid’ah dholalah di bidang aqidah.

          Ingat akhi, aqidah adalah masalah pokok agama, jangan dibuat2, kalau dibuat2 itu namanya aqidah bid’ah, alias aqidah bukan ajaran Rasul Saw. Demikian akhi, mudah dipahami kan?

          1. benar, yang membagi tauhid jadi 3 itu bukan Nabi Muhammad Saw, juga bukan Para Sahabatnya, bukan pula para Tabi’in, juga bukan para Tabi’ut Tabi’in.

            apakah antum sudah membaca penjelasan ust.Firanda?
            di sana dijelaskan bagaimana asal-usul pembagian tauhid, tolong sekali lagi ya akhi dibaca dulu dan dipahami, tanpa membawa ego diri ..

  120. Dulu saya ahli ziarah ,dari kecil hingga menjelang umur 20 ziarah kubur yg saya lakukan yaitu ziarah
    Yang dengan wasilah orang “sholeh” yang ada dalam kubur kita boleh berdo’a kepda Allah dan menyebuykan semua hajat kita di hadapan maqom auliya ,namun anehnya setelah saya berumur 20th guru ngaji saya koq nyuruh berdo’a sudah bukan wasilah lagi melainkan langsung memohon/meminta/berdo’a kepada sang ahli kubur Na’udzubillahi mindzalik ! ,tolong akhi dari aswaja apakah benar ini.di perbolehkan dalam islam?
    Alhamdulilah saya mengaji di manhaj salafy terus terang hati saya tentram dan merasa sangat bersyukur dengan hidayah Allah SWT ini,tapi saya ingin tau jawaban dari akhi/ukhti aswaja ini yang dengan gigih nya menghujat menghina membenci manhaj salafy.
    Wassalam

  121. @mantan pemimpin maulid

    DALIL TAWASSUL

    Bahwa tawassul dengan Nabi SAW bisa pada saat beliau masih hidup, telah tiada, ketika beliau ada di tempat atau tidak berada di tempat.

    Hadits ini telah diriwayatkan oleh At-Thabarani dan menyebutkan pada awalnya sebuah kisah sbb : seorang lelaki berulang-ulang datang kepada ‘Utsman ibn ‘Affan untuk keperluannya. ‘Utsman sendiri tidak pernah menoleh kepadanya dan tidak mempedulikan keperluannya. Lalu lelaki itu bertemu dengan ‘Utsman ibn Hunaif. Kepada Utsman ibn Hunaif ia mengadukan sikap Utsman ibn ‘Affan kepadanya. “Pergilah ke tempat wudlu, “ suruh ‘Utsman ibn Hunaif, “lalu masuklah ke masjid untuk sholat dua raka’at. Kemudian bacalah doa’ : “Ya Allah sungguh saya memohon kepada Mu bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad, Nabi rahmat. Wahai Muhammad, saya bertawassul kepada Tuhanmu lewat dengan engkau. Maka kabulkanlah keperluanku.” Dan sebutkanlah keperluanmu….!
    Lelaki itu pun pergi melaksanakan saran dari Utsman ibn Hunaif. Ia datang menuju pintu gerbang Utsman ibn Affan yang langsung disambut oleh penjaga pintu. Dengan memegang tanggannya, sang penjaga langsung memasukkannya menemui Utsman ibn Affan. Utsman mempersilahkan keduanya duduk di atas permadani bersama dirinya. “Apa keperluanmu,” tanya Utsman. Lelaki itu pun menyebutkan keperluannya kemudian Utman memenuhinya. “Engkau tidak pernah menyebutkan keperluanmu hingga tiba saat ini.” kata Utsman, “Jika kapan-kapan ada keperluan datanglah kepada saya,” lanjut
    Utsman. Setelah keluar, lelaki itu berjumpa dengan Utsman ibn Hunaif dan menyapanya, “ Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Utsman ibn Affan sebelumnya tidak pernah mempedulikan keperluanku dan tidak pernah menoleh kepadaku sampai engkau berbicara dengannya. “Demi Allah, saya tidak pernah berbicara dengan Utsman ibn Affan. Namun aku menyaksikan Rasulullah didatangi seorang lelaki buta yang mengadukan matanya yang buta. “Adakah kamu mau bersabar ?” kata beliau. “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penuntun dan saya merasa kerepotan,”katanya. “Datanglah ke tempat wudlu’ lalu berwudlu’lah kemudian sholatlah dua raka’at. Sesudahnya bacalah do’a ini.” “Maka demi Allah, kami belum bubar dan belum lama obrolan selesai sampai lelaki buta itu masuk seolah ia belum pernah mengalami kebutaan.” Kata Utsman ibn Hunaif.

    Al-Mundziri berkata, “Hadits di atas diriwayatkan oleh At-Thabarani.” Setelah menyebut hadits ini At-Thabarani berkomentar, “Status hadits ini shahih.” ( At-Targhib jilid 1 hlm.
    440. Demikian pula disebutkan dalam Majma’u Az-Zawaid. Jilid 2 hlm. 279 ). Syaikh Ibnu Taimiyyah berkata, “At-Thabarani berkata, “Hadits ini diriwayatkan oleh Syu’bah dari Abu Ja’far yang nama aslinya ‘Umair ibn Yazid, seorang yang dapat dipercaya. Utsman ibn Amr sendirian meriwayatkan hadits ini dari Syu’bah. Abu Abdillah Al-Maqdisi mengatakan, “Hadits ini shahih.”Kata penulis, “Ibnu Taimiyyah berkata, “At-Thabarani menyebut hadits ini diriwayatkan sendirian oleh Utsman ibn Umair sesuai informasi yang ia miliki dan tidak sampai kepadanya riwayat Rauh ibn Ubadah dari Syu’bah. Riwayat Rauh dari Syu’bah ini adalah isnad yang shahih yang menjelaskan bahwa Utsman tidak sendirian meriwayatkan hadits.” (Qa’idah Jalilah fi at-Tawassul wal Wasilah. hlm 106).

    Dari paparan di atas, nyatalah bahwa kisah di muka dinilai shahih oleh At-Thabarani Al- Hafidh Abu Abdillah Al-Maqdisi. Penilaian shahih ini juga dikutip oleh Al-Hafidh Al- Mundziri, Al-Hafidh Nuruddin Al-Haitsami dan Syaikh Ibnu Taimiyyah. Kesimpulan dari kisah di muka adalah bahwa Utsman ibn Hunaif, sang perawi hadits yang menjadi saksi dari kisah tersebut, telah mengajarkan do’a yang berisi tawassul dengan Nabi SAW dan memanggil beliau untuk memohon pertolongan setelah beliau wafat, kepada orang yang mengadukan kelambanan khalifah Utsman ibn Affan untuk mengabulkan keperluannya. Ketika lelaki itu mengira bahwa kebutuhannya dipenuhi berkat ucapan Utsman ibn Hunaif kepada khlaifah, Utsman segera menolak anggapan ini dan menceritakan hadits yang telah ia dengar dan ia saksikan untuk menegaskan kepadanya bahwa kebutuhannya dikabulkan berkat tawassul dengan Nabi SAW, panggilan dan permohonan bantuannya kepada beliau SAW. Utsman juga meyakinkan lelaki itu dengan bersumpah bahwa ia sama sekali tidak berbicara apa-apa dengan khalifah menyangkut kebutuhannya.

    Diriwayatkan bahwa dihadapan Ibn Abbas ra ada seorang yang keram kakinya, lalu berkata Ibn Abbas ra : “Sebut nama orang yg paling kau cintai..!”, maka berkata orang itu dengan suara keras.. : “Muhammad..!”, maka dalam sekejap hilanglah sakit keramnya (diriwayatkan oleh Imam Hakim, Ibn Sunniy, dan diriwayatkan oleh Imam Tabrani dengan sanad hasan) dan riwayat ini pun diriwayatkan oleh Imam Nawawi pada Al Adzkar.

    Al-Imam Al-Hafidh As-Syaikh ‘Imadu Ad-Din Ibnu Katsir mengatakan, “Sekelompok ulama, diantaranya Syaikh Abu Al-Manshur As-Shabbagh dalam kitabnya As-Syaamil menuturkan sebuah kisah dari Al ‘Utbi yang mengatakan, “Saya sedang duduk di samping kuburan Nabi SAW. Lalu datanglah seorang A’rabi (penduduk pedalaman Arab) kepadanya, “Assalamu’alaika, wahai Rasulullah saya mendengar Allah berfirman : “Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul-pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S.An.Nisaa` : 64).

    Dan saya datang kepadamu untuk memohonkan ampunan atas dosaku dan memohon syafaat denganmu kepada Tuhanku.” Kata A’rabi. Kemudian A’rabi tadi pergi. Sesudah kepergiannya saya tertidur dan bermimpi bertemu Nabi SAW, “Kejarlah si A’rabi dan berilah kabar gembira bahwa Allah telah mengampuni dosanya.”

    Kisah ini diriwayatkan oleh An-Nawawi dalam kitabnya yang populer Al-Idhaah pada bab 6 hlm. 498. juga diriwayatkan oleh Al-Hafidh ‘Imadu Ad-Din Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Syaikh Abu Muhammad Ibnu Qudamah juga meriwayatkannya dalam kitabnya Al-Mughni jilid 3 hlm. 556. Syaikh Abu Al-Faraj ibnu Qudamah dalam kitabnya As-Syarh Al-Kabir jilid 3 hlm. 495, dan Syaikh Manshur ibn Yunus Al-Bahuti dalam kitabnya yang dikenal dengan nama Kasysyaafu Al-Qinaa’ yang notabene salah satu kitab paling populer dalam madzhab Hambali jilid 5 hlm. 30 juga mengutip kisah dalam hadits di atas.

    Al-Imam Al-Qurthubi, pilar para mufassir menyebutkan sebuah kisah serupa dalam tafsirnya yang dikenal dengan nama Al-Jaami’. Ia mengatakan, “Abu Shadiq meriwayatkan dari ‘Ali yang berkata, “Tiga hari setelah kami mengubur Rasulullah datang kepadaku seorang a’rabi. Ia merebahkan tubuhnya pada kuburan beliau dan menabur-naburkan tanah kuburan di atas kepalanya sambil berkata, “Engkau mengatakan, wahai Rasulullah!, maka kami mendengar sabdamu dan hafal apa yang dari Allah dan darimu. Dan salah satu ayat yang turun kepadamu adalah : Saya telah berbuat dzolim kepada diriku sendiri dan saya datang kepadamu untuk memohonkan ampunan untukku.” Kemudian dari arah kubur muncul suara : “Sesungguhnya engkau telah mendapat ampunan.” (Tafsir Al-Qurthubi jilid 5 hlm. 265

    Dalam kitab asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al Mushthafa, al Qadli ‘Iyadl menulis: “Ketika khalifah al Manshur menunaikan ibadah haji lalu ziarah ke makam Rasulullah, ia bertanya kepada Imam Malik (guru Imam Syafi’i): “Aku menghadap kiblat dan berdo’a ataukah aku menghadap (makam) Rasulullah?”. Imam Malik menjawab: “Kenapa anda memalingkan wajah dari beliau sedangkan beliau adalah wasilah anda dan wasilah bapak anda, Adam ‘alayhissalam ?, menghadaplah kepada beliau dan berdo’alah kepada Allah agar anda memperoleh syafa’at dari beliau, niscaya Allah akan menjadikan beliau pemberi syafaat bagi anda”. Cerita ini adalah shahih tanpa ada perselisihan pendapat, sebagaimana yang dikatakan Imam Taqiyyuddin al Hushni (lihat: Daf’u Syubah man Syabbaha wa Tamarrada, hlm. 74 dan 115).

    Sedangkan tentang mengambil berkah dengan berziarah ke makam para nabi dan wali, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Nabi Musa as. berkata, “Ya Allah, dekatkanlah aku kepada tanah suci sejauh satu lemparan dengan batu.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, seandainya aku ada disampingnya, tentu aku beritahu kalian letak makam Musa, yaitu di tepi jalan di sebelah bukit pasir merah.”
    Ketika menjelaskan maksud hadits tersebut, al-Hafizh al-’Iraqi berkata: “Hadits tersebut menjelaskan anjuran mengetahui makam orang-orang saleh untuk dizarahi dan dipenuhi haknya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menyebutkan tanda-tanda makam Nabi Musa u yaitu pada makam yang sekarang dikenal masyarakat sebagai makam beliau. Yang jelas, tempat tersebut adalah makam yang ditunjukkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.” (Tharh al-Tatsrib).

    Karena itu para ahli hadits seperti al Hafizh Syamsuddin ibn al Jazari mengatakan dalam kitabnya ‘Uddah al Hishn al Hashin : ” Di antara tempat dikabulkannya doa adalah kuburan orang-orang yang saleh “.

    Masalah tawassul dengan para nabi dan orang saleh ini hukumnya boleh dengan ijma’ para ulama Islam sebagaimana dinyatakan oleh ulama madzhab empat seperti al Mardawi al Hanbali dalam Kitabnya al Inshaf, al Imam as-Subki asy-Syafi’i dalam kitabnya Syifa as-Saqam, Mulla Ali al Qari al Hanafi dalam Syarh al Misykat, Ibn al Hajj al Maliki dalam kitabnya al Madkhal.

    substansi tawassul :
    1. Tawassul adalah salah satu metode berdoa dan salah satu pintu dari pintu-pintu untuk menghadap Allah SWT. Maksud sesungguhnya adalah Allah. Obyek yang dijadikan tawassul berperan sebagai mediator untuk mendekatkan diri kepada Allah. Siapapun yang meyakini di luar batasan ini berarti ia telah musyrik.

    2. Orang yang melakukan tawassul tidak bertawassul dengan mediator tersebut kecuali karena ia memang mencintainya dan meyakini bahwa Allah mencintainya. Jika ternyata penilaiannya keliru niscaya ia akan menjadi orang yang paling menjauhinya dan paling membencinya.

    3. Orang yang bertawassul jika meyakini bahwa media yang dijadikan untuk bertawassul kepada Allah itu bisa memberi manfaat dan derita dengan sendirinya
    sebagaimana Allah atau tanpa izin-Nya, niscaya ia musyrik.

    4. Tawassul bukanlah suatu keharusan dan terkabulnya do’a tidaklah ditentukan dengannya. Justru yang asli adalah berdoa kepada Allah secara mutlak,
    sebagaimana firman Allah yang artinya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S.Al.Baqarah : 186), Juga dalam firmanNya : “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaa Al-Husna nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (Q.S.Al-Israa` : 11)

  122. @mantan pemimpin maulid

    intinya, tawassul itu diperbolehkan. namun, jika dalam pelaksanaannya terjadi kemusyrikan, yg salah adalah orangnya, bukan tawassulnya. jd, yg harus diperingatkan adalah bagaimana cara tawassul yg benar, sehingga tidak terjatuh dalam kemusyrikan.

    saya tertarik juga dengan komentar anda : “akhi/ukhti aswaja ini yang dengan gigih nya menghujat menghina membenci manhaj salafy”. perlu anda ketahui, yg pertama kali menghina dan menghujat itu bukan kami, tapi kalian, kelompok salafi wahabi. yg paling menyakitkan dari hinaan dan hujatan yg keluar dari mulut kotor kalian adalah dengan mengatakan bahwa as’ariyyah dan maturidiyyah itu sesat.

  123. Memang betul akhi agung ,ana sering melihat manhaj salaf yang membid’ahkan ‘memusyrikan,tapi cukup sampai situ tidak ada fitnah hujatan atas dasar kebencian,kami ingin akhi/ukhti sekalian selamat ,menunjukan jalan sunnah,tapi pembicaraan akhi sangat pedas, “mulut kotor” “antek yahudi” dan kata-kata lain yang membuat ana seorang “mantan” malah semakin ngeri ,mari kita dapatkan hati aswaja dengan akhlak mulia, mari kita raih simpati manhaj salaf dengan cara terindah, bisa kan akhi ??

    1. MPM@

      Anda mengaku sbg mantan pemimpin maulid, coba jelaskan apa itu Maulid dan apa yg anda lakukan sewaktu memimpin maulid, sehingga sekarang rela jadi mantan?

      Kalau mantan maling… bagus, mantan preman… bagus, mantan Wahabi…. bagus, kalau mantan pemimpin maulid di mana itu bagusnya?

      1. mbak, kalau sy boleh ngomong nih.. biar sesuatu yang tidak substansi gak melebar, bukankah kata “mantan pemimpin maulid” bisa diartikan “jamaah maulid”.. kan lebih baik. ya itu cuma menurutku saja.. Jadi kan gak perlu memperpanjang diskusi yang gak subtantif agar fokus ke hujjah bantahan saja dan ketidakbersepakatan dengan para salafy..

        1. Mas Adi,

          Saya akui memang kurang substantif, begitu pun kalimat2 yg ditulis oleh MPM@ juga tidak ada yg subtantif . Hanya saja, kalau saya mencoba memahami apa yg ada di balik kalimat “mantan pemimpin maulid” itu mengandung unsur penghinaan terhadap jamaah maulid sebagai sesuatu yg buruk seghingga ia seakan bangga menjadi mantan. Mungkin ini sama dengan kalimat “mantan Kiyai NU” yg disandang Mahrus Ali si penghina Kiyai-kiyai NU. Nahh… di sinilah substansinya, Mas Adi.

          Oleh karena itulah saya menimpali dg menulis kalimat “mantan preman lebih bagus” sebab mantan preman ada yg menjadi da’i handal semacam Anton Medan yg sekarang punya pesantren. Sebaliknya, Mantan pemimpin Maulid lalu menjadi Wahabi, ini jelas2 buruk menurut sudut pandang saya, tentunya alasan atau argumentasinya sangat banyak.

          Demikian, mas Adi…. tidak apa2 kalau antum tidak setuju dg saya. Saya cuma mencoba menjelaskan “substansinya” yang menurut antum tidak ada substansinya.

          Mohon maaf kalau koment2 saya nggak bermutu. Ini karena kebodohan saya semata-mata.

      2. Astaghfirullohaladzim !!! Ukhti kejam pembicaraan anda ini….

        Ana tidak akan melayani pertanyaan dari hati yang telah di isi dengan kebencian….
        Maaf ukhti putri……. yang jelas ana tidak mengada-ada kejadian dan ana mengerti maulid nabi secara menyeluruh. Jazakillah

        1. emangnya maulid itu apa, kok sepertinya antum bangga menjadi mantan pemimpin maulid? Coba jelaskan menurut pengalaman antum, nanti akan ketahuan apakah antum ini orang yg dusta atau jujur?

          1. Baik ukhti sarah…
            Pada prinsipnya sekalipun ana sekarang manhaj salaf,sebetulnya ana sangat setuju dengan perayaan maulid nabi (hanya prinsip ana saja bukan prinsip manhaj salaf) kenapa saya bgitu ?…..
            Ukhti ,ana sangat sedih melihat keadaan jaman sekarang,anak2 kecil tidak tau siapa Rosululloh,bagaimana sejarah Rosul nah dengan momen maulid nabi mari kita sampaikan siapa yang patut di idolakan oleh remaja kita,siapa ahklaknya yang patut di contoh,nah maulid.seperti inilah yg akan ana gelar nanti di masjid jama’ah ana.
            Terus knapa antum koq malah jadi mantan pemimpin maulid ? (Pasti itu pertnyaan nya kan )
            Ana mundur dari memimpin maulid yang di dalam nya terdapat hal2 yang tidak sesuai ajaran islam.
            Contoh kebiasaan yg biasa ana lakukan :
            Wajib hukumnya “nyawer” (melemparkan uang di atas podium di bagikan kejama’ah) uang itu yang didapat dari hasil maulid harus di simpan di tempat penyimpanan uang jualan (brangkas/dolak uang),maaf ukhti, sepertinya itu churafat ya ,makanya ana tinggalkan
            Dan banyak hal lain lagi yang sebetulnya maulid di masyarakat kita yg essensi nya ke syirikan,
            maaf ukhti ana harus tidur , jadi cuma segitu yang bisa ana sampaikan, ana takut kesiangan tahajud ,jazakillah Ya ukhti

          2. Maaf ukhti sarah….
            Uang nya di simpan di brangkas supaya mendatangkan keberkahan,dan bisa jadi penglaris jualan,satu lagi yg juga hukumnya wajib yaitu membuat tumpeng dan tumpeng nya nanti dimakan bersama2 jamaah dan di pastikan sebelum anda buang air besar, maka makanan yg telah terkena maulid di jamin akan merontokan dosa2 anda.
            Kalau menurut ana terlalu melebih-lebihkan,tapi ana gk tau bagaimana tanggapan ukhti tentang itu ?

          3. Tolong kejadian ini di daerah mana, waktu dan jam berapa? tolong sekali lagi tolong, kenapa setiap ada kejanggalan yang dilihat adalah amrun khorij bukan esensinya. kalau anda hanya melihat amrun khorij, niscaya akan sangat banyak bumerang bagi anda dan teman-teman anda.
            Wallohu a’lam

          4. Koq aneh antum menganggap bahwa itu amrun khorij,lucu…… maaf akhi laskar, ngaji aja dulu ya .

          5. Apa inti dari maulid?
            Satu ilustrasi sederhana tentang amrun khorij.
            Dalam melaksanakan tawaf , pasti terjadi himpit-himpitan lelaki-perempuan bukan mahram (ikhthilath). Menurut anda, kita tetep melakukan tawaf apa ngga? Tawafnya haram apa ngga?
            Wallohu a’lam

          6. Contoh kebiasaan yg biasa ana lakukan :
            Wajib hukumnya “nyawer” (melemparkan uang di atas podium di bagikan kejama’ah) uang itu yang didapat dari hasil maulid harus di simpan di tempat penyimpanan uang jualan (brangkas/dolak uang),maaf ukhti, sepertinya itu churafat ya ,makanya ana tinggalkan
            Dan banyak hal lain lagi yang sebetulnya maulid di masyarakat kita yg essensi nya ke syirikan,
            maaf ukhti ana harus tidur , jadi cuma segitu yang bisa ana sampaikan, ana takut kesiangan tahajud ,jazakillah Ya ukhti

            Maaf kang, aku seribu persen tdk percaya kalau antum mantam pemimpin maulid. Yang anda ceritakan ini, seumur hidup saya tidak pernah melihat hal seperti itu dalam peringatan Maulid Nabi. Jelas lah anda ketahuan ngarangnya alias dusta. Anda adalah asli Wahabi dan saya yakin 1000 persen anda adalah pendusta.

            Kalau antum belum pernah tahu atau belum pernah ikut dalam peringatan maulid Nabi. niih… saya kasih tahu sedikit gambaran dalam acara Maulid Nabi saw.

            1- PEMBUKAAN, biasanya dibuka dg bacaan Surat Al Fatihah
            2- Pemabacaan Ayat2 Suci Al Qur’an, biasanya dibacakan oleh seorang Qor’ atau Qori’ah.
            3- SAMBUTAN-SAMBUTAN, oleh pak Lurah, Pak Bupati, sambutan panitia dan sambutan2 lain.
            4- Pembacaan kisah Maulid Nabi, mungkin yg dibaca kitab Barzanzi, kitab Burdah, kitab Dhiya’l Lami’, dll, banyak sekali kitab kecil tentang Maulid Nabi Saw.
            5- Acara Inti, biasanya diisi dg Tausiyah atau ceramah agama disampaikan oleh penceramah, biasnya Kiyai, Ustadz atau Habib.
            6- Penutup / Do’a, biasanya dibacakan oleh sesepuh desa, atau Kiyai yg sholih prilakunya, baik prilaku vertikal ataupun prilaku Horizontalnya.

            Nah… itulah biasanya susunan acaranya, kurang lebihnya seperti itu, Akhi…
            Kalau cerita antum itu mungkin antum dapatkan dari cerita buku2 karangan ustadz2 Wahabi yg biasanya penuh dg fitnah kepada Maulid Nabi saw.

          7. Betul Mbak Putri, sajak awal kemunculannya juga saya sudah nggak percaya kalau dia ini ikut acara Maulid, makanya saya pancing agar dia ceritakan apa mualid nabi, ternyata benar2 pendusta.

            Mana ada Maulid nabi seperti yg dia ceritakan, kalau ada pastilah saya sudah melihatnya sejak kecil. Tapi nyatanya sampai detik ini saya tidak pernah melihat seperti yg diceritakannya.

            Justru yg disampaiakan Mbak Putri itulah THE TRUE MAULID NABI SAW, dan seperti yg disampaikan Mbak Putri itulah yg saya lihat dan ikuti sejak masih kecil.

            WAHABI MEMANG BENAR-BENAR TUKANG FITNAH, benar lah ciri2 yg dijelaskan oleh Nabi saw dalam hadits2nya tentang fitnah kaum yg muncul dari Najd ini.

          8. Oooo…. tidak apa2 kalau anda tidak percaya,anda menuduh saya berdusta ? Tahukan anda apa konsekuensi menuduh seseorang berdusta padahal ia jujur ? Semoga Alloh membukakan hati anda ukhti putri dan ukhti sarah. Tuduhan anda wahabi pendusta ‘mksdnya wahabi yang didirikan oleh abdul wahab bin rustum,kalau kami manhaj salaf yg pencetusnya muhammad bin abdul wahab اِ نْ شَآ ءَ اللّه yang kami sampaikan ialah jalan kebenaran tidak dengan di sertai dusta dan fitnah.jazakillah

          9. MPM@
            Anda benar2 berdusta tentang pengakuan anda sebgai mantan pemimpin maulid, hal ini ketahuan dari cerita anda mengenai maulid yg jelas2 tidak pernah saya lihat ada maulid seperti dalam cerita anda. Maulid yg benar adalah seperti apa yg dijelaskan oleh Mbak Putri. Sya heran dg anda yg ngotot dalam kedustaan tentang Maulid.

            Adapun mengenai anda sebagai Wahabi saya 1000 persen percaya tanpa keraguan sedikit pun, karena dari tulisan anda ini sangat memperjelas bahwa anda adalah seorang Wahabi asli.

            Wahabi adalah ajaran yg muncul dari Najd Arab Saudi yg dirintis oleh Muhammad BAW, sedangkan mengenai Wahabi Rustumiyyah adalah cerita dusta, lagi2 Wahabi memang hoby banget dalam berdusta. Wahabi Rustumiyyah sesungguhnya tidak pernah ada, itu adalah cerita karangan yg tidak pernah ada dalam kenyataan. Hal ini sudah dibuktikan oleh para ahli sejarah, coba cari di gugel tentang Wahabi Rustumiyyah.

          10. Hahaha….. anda tidak perlu heran uhkti sarah kalau ana ngotot….. soal nya ana berkata jujur ana pernah PALING DEPAN dalam maulid,anda belum pernah melihat prosesi maulid seperti itu,yang penuh dengan tahayul,bid’ah dan churafat, kacian ukhti ,sini dong main ke kampung ana kita silaturahim tapi pas waktunya maulid nanti akan ana tunjukin tuh maulid nabi seperti itu, o iya bawa air juga wajib pake botol air mineral nanti sepulang maulid.di pake mandi supaya tubuh nya berkah.,”SYIRIK” NA’UDZUBILLAH MINDZALIK !!

          11. anda ini membingungkan. Kami aswaja TIDAK PERNAH BERKEYAKINAN MAULID WAJIB, Saya tekankan maulid tidak wajib. kok ada acara sawer wajib, tumpengan wajib? Tolong kejadian ini di daerah mana, waktu dan jam berapa?
            Wallohu A’lam

    2. @mantan pemimpin maulid

      para ulama seperti imam tajudin as subki, imam izzudin bin abdussalam, mengatakan bahwa mazhab asy’ariyyah (maturidiyyah) adalah aqidah yg selamat, dan di akui kebenarannya. dan mazhab asy’ariyyah juga diakui kebenarannya oleh keluarga ahlul bait, sebagaimana pernyataan Al-‘Ârif Billâh al-Imâm as-Sayyid Abdullah ibn Alawi al-Haddad. sedangkan menurut salafi wahabi, asy’ariyyah itu sesat. ITU NAMANYA FITNAH. ARTINYA MULUT KALIAN MEMANG KOTOR.

      sama seperti ummu abdillah, ummu hasanah dan abu dzar si ahlul bid’ah dholalah, yg berkeyakinan bahwa Allah swt. yg maha suci itu bertempat. tapi ketika diajukan pertanyaan, tidak bisa menjawab, ngakunya paling murni aqidahnya.

      tawassul itu sunnah, dan telah disepakati oleh ulama ulama mazhab yg empat. mengapa kalian bilang itu syirik? apakah puluhan imam yg memperbolehkan tawassul itu telah mengajarkan suatu ke syirikan?

      Kemudian masalah bid’ah, dari generasi ke genarasi sudah dijelaskan, bahwa hadist yg berkaitan dengan bid’ah bermakna umum tapi terkhususkan. sekarang saya tanya, jika sesuatu, atau perkara baru tidak ada keterangan yg jelas dan pasti dari al-qur’an dan hadist, apa yg harus dilakukan?

  124. Bismillah,

    Saya siap melayani diskusi dengan saudaraku dari salafi yang agak berilmu one vs one…

    silahkan tentukan temanya… Boleh pilih salah satu :

    – Kupas tuntas tentang Bid’ah
    – Tawassul
    – Maulid
    – Tahlilan… dll

    Maaf sekali-sekali kami harus “sombong”….

    1. kalo kata kyai ane, “sombong” sama orang SOMBONG itu sedekah akhi….

      lanjutkan, ane dukung demi mengungkap kebenaran dan mengungkap kebusukan wahabi….

  125. Syukron ya Akhi wa ukhti ana baru sadar……
    Ternyata ana gak bisa kembali ke aswaja,cara bicara anda sangat sungguh sangat disayangkan,
    Lihat lah Rosul ya akhi/ukhti ,ketika beliau berdakwah dengan lisan,efek nya bermacam-macam, ada yang meludahinya,ada yang melemparnya dng batu,ada yg menyebutnya pembual,tapi ketika Rosul berdakwah dengan akhlak efek nya sangat HEBAT ,hingga guncangan nya pun terasa di seluruh dunia.
    Bagaimana antum bisa menyuguhkan akhlak mulia sedangkan pembicaraan antum seperti ini,
    Jika anda semua !!! Merasa bahwa paham anda paling benar saya sangat setuju.
    Tapi “ANDA MENGATAKAN BAHWA MANTAN MALING BAGUS ,MANTAN WAHABI BAGUS” seolah manyetarakan antara maling dan salafus sholih sejajar,ana yaqin ALLOH SWT pasti tidak Ridho.
    Subhanalloh inilah perkataan para calon ‘Alim ‘Ulama wahai saudaraku,selamat menyaksikan.

  126. Silahkan akhi mamak,
    Ana ingin tau dalil ketika ada orang yang meninggal di haruskan ada upacara membaca:

    Al-ikhlas (dikampung saya 11x)
    Al-falaq
    An-nas
    Surat Albaqarah 284-286
    Ayat kursi
    Yasin
    Tolong tunjukan hadistnya bahwa rangkaian ini telah di anjurkan oleh Rosul ketika “ada orang yang meninggal”
    Jazakalloh.

    1. Bismillaah,

      Saudraku mpm@, semakin nampak ketidak tahuan anda tentang aswaja…. krn DLM aswaja tidal ada keharusan APA yang anda maksud, yang ada adalah anjuran….

      Dari sink saja anda tidal layak berdiskusi, maaf kapasitas anda hanya bertanya…. says harap anda menyadari kebodohan Dan kebohongan anda…

  127. MPM@ sudahlah ente ngabisin waktu ngobrol sama orang yang bodoh bin dungu di kasih tau malah ngomong pendusta,heh ente ente pade ye ane kasih tau.
    Ane manhaj salafy ngebid’ahin& nge musrikin bukan tanpa dalil yg kuat,tapi ente pade ngehina kaum salafy tanpa dasar ilmiah yang kuat,dasar nya hanya benci dan dasar GOBLOK.

  128. @ MPM,,,Tapi “ANDA MENGATAKAN BAHWA MANTAN MALING BAGUS ,MANTAN WAHABI BAGUS” seolah manyetarakan antara maling dan salafus sholih sejajar,ana yaqin ALLOH SWT pasti tidak Ridho.
    Subhanalloh inilah perkataan para calon ‘Alim ‘Ulama wahai saudaraku,selamat menyaksikan…
    ..Alloh Lebih Tidak Ridho atas kelakuan antum.. melakukan penyimpangan makna ” WAHABI” SEBAGAI SALAFUS SOHOLIH,,, JANGAN NGAKU2 LAH SEBAGAI SALAFUS SHOLIH dari zamannya aja uda beda,, salaf sholih adalah para pendahulu kita yg sholih yaitu generasi awal sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in,,,Nah wahabi .. Muhammab Bin Abdul Wahhab Lahir 1701 M bagaimana bisa ada org yg ngaku salaf sholih krn ngikut Wahhabi.. Wallohu a’lam

  129. Mas mantan Tolong di cermati kemusykilan saya:
    Dalam kitab Imam Ibnu Taimiyyah dan Imam Ibnu Qoyyim plem Syaikh Abd Wahhab.
    Ada pembagian:
    Bab,
    Fashlun,
    Far’un,
    Tatimmah,
    Muhimmah,
    Dan lainnya
    Yang saya tanyakan sederhana. Tolong tunjukan hadistnya bahwa rangkaian ini telah di anjurkan oleh Rosul?
    Wallohu a’lam

  130. tolong hadist yang eksplisit mas mantan….. jangan yang penuh takwilan dan multitafsir, karena kalau itu jawaban anda. apa bedanya dengan kami? apalagi dengan alasan maslahah mursalah. coba tunjukkan kemurnian hadist dan qur’an anda.
    Wallohu a’lam

  131. Akhi…..apabila ana mengeluarkan semua jawaban yg anda tanyakan ,apa antum akan mengakui kebenaran manhaj salaf ?

      1. @MPM & @Lasykar,
        Kami persilahkan antum berdua utk mendiskusikannya lebih detail lagi, saya senang ternyata @MPM punya banyak jawaban yang Insya Allah bisa membuka hati dan pikiran bagi yang menyimak disini.
        Buat Mas Admin mohonijin diberikan ruang disini buat @MPM dan Mas Lasykar, buat temen2 yg lain berikan kesempatan buat @MPM dan Mas Lasykar…

      2. assalamualaikum.wr.wb..
        seumur-umur..saya baru kali ini baca semua commet orang-orang…saya belum punya ilmu untuk berkomentar….hanya saja sebagai orang awam, mudah bagi saya melihat kalau @MPM adalah pendusta yg semakin terdesak akan semakin berdusta!
        untuk mas lasykar..punya blog pribadi tentang agama, mas?
        zaman sekarang ini sulit bagi saya untuk mencari “guru”…yg benar..
        terimakasih.semoga berkenan..wassalam.

  132. Astaghfirulloh…….
    Ana terlalu ikut syetan,dengan melayani debat ini hati jadi kotor bahkan saudara ana “anti bid’ah” pun jadi terbawa kotor ,mungkin ia sakit hati saudaranya di hina ,ana akhiri perdebatan ini.jika antum “keukeuh” ingin bertanya seputar manhaj salaf ,tuh di atas sudah di sebutkan banyak malah silahkan masuk ke web yg di sebutkan di atas.
    Wassalamualaikum…..

  133. Bismillah.

    buat para pengikut ibn tamiyah, al wahab, al utsaimin dan variannya

    jika ajaran mereka benar pasti karya mereka dapat membuat sholat menjadi khusuk dan tanda khusuk telah diriwayatkan baik Al Quran maupun Hadits.

    Sholat Istikharahlah berkali-kali wahai saudaraku.

    seperti imam bukhari saat menulis haditsnya, saat imam nawawi menusi syarah muslim

    jika telah selesai maka anda dapat menemuni kami di sekolahnya ALLAH, alamatnya di dalam hati.

    salam sejahtera untuk kalian semua yang dalam mengkaji ilmu dizaman FITNAH

  134. @MPM
    Ente mengatakan: Contoh kebiasaan yg biasa ana lakukan :
    Wajib hukumnya “nyawer” (melemparkan uang di atas podium di bagikan kejama’ah) uang itu yang didapat dari hasil maulid harus di simpan di tempat penyimpanan uang jualan (brangkas/dolak uang),maaf ukhti, sepertinya itu churafat ya ,makanya ana tinggalkan
    Dan banyak hal lain lagi yang sebetulnya maulid di masyarakat kita yg essensi nya ke syirikan,
    maaf ukhti ana harus tidur , jadi cuma segitu yang bisa ana sampaikan, ana takut kesiangan tahajud ,jazakillah Ya ukhti

    Pernyataan diatas sering saya dengar dari para ustadz wahabi pada waktu saya masih berada di lingkungan wahabi dulu, tapi setelah saya buktikan maka hal itu tidak ada sama sekali. Sebulan yang lalu saya baru mengadakan maulid dilingkungan saya, Alhamdulillah jauh dari pernaytaan yg disebutkan mas MPM, acara maulid tersebut saya ikutkan bagi para siswa2 dan saya cukup kaget bahwa mereka tidak mengetahui kapan Nabi muhammad lahir, siapa ibu Rasul, siapa bapak Rasul dan peristiwa2 apa yang terjadi pada waktu kelahiran Rasul, semua mereka tidak mengetahuinya. Disini sgt jelas bgm kita bisa mencintai islam kalau keluarga Rasul sendiri aja tidak tahu. Dan saya pikir banyak hikmah yang harus dijadikan pelajaran dalam perayaan Maulid.
    Coba aja dech anda berdialog dengan Guru anda (Wahabi) bahwa pelarangan perayaan maulid hanya merupakan ijtihad semata dan saya belum menemukan ayat dan hadist yang melarang perayaan maulid. Ayat dan hadist yang ada hanya sebuah pendekatan semata dan tidak secara jelas menerangkan pelarangan.
    Dan bagaimana oarang muslim yang mengadakan perayaan maulid, mereka juga mengikuti ijtihad semata dan banyak dalil2 yang berhubungan dengan perayaan tersebut.
    Jadi jelasnya adalah pelarangan maulid adalah ijtihad dan pengadaan perayaan maulid juga mrpkan ijtihad. Inilah yang harus kita sikapi bhw wahabi dan aswaja berbeda pendapat, tapi kenyataaannya di majelis wahabi selalu mengatakan perayaan maulid adalah bid’ah. Ini sangat berkesan arogan.

  135. Mas MPM, coba buka pikiran anda dan luas kan hati anda untuk menerima kebenaran yang telah disampaikan oleh rekan aswaja disini.
    Anda meninggalkan maulid bukan berarti maulid itu salah atau anda meninggalkan sholat bukan berarti sholat itu salah.
    Banyak orang yang rajin sholat tapi tingkah lakunya buruk, apa kita bisa bilang bahwa kita harus meninggalkan sholat. Terus anda bilang bhw perayaan maulid banyak yang sesat dan syirik apa kita bilang harus meninggalkan maulid, Nauuzubillah min jalik.
    Mas MPM masih banyak orang yang sholatnya baik dan tingkah laku juga baik dan masih banyak perayaan maulid Nabi yang baik yang juga diikuti oleh orang yang baik pula. Jadi kita harus jujur menyikapi masalah.
    Kalau MPM masih mau melihat bukti ,nanti saya undang di tempat saya untuk melihat secara langsung perayaan maulid di tempat kami. Insyaalah udah banyak orang wahabi yang saya undang mereka menyaksikan sendiri apa isi maulid tersebut. Asal tahu aja ya mereka para wahabi pada waktu masih kecil sering juga mengadakan maulid oleh ortu mereka, tapi sejak mereka dewasa mereka udah jarang mengikuti maulid nabi krn banyak ustadz mereka yang mempengaruhi ahlak mereka menjadi jauh dari aswaja.
    Dan Mereka setelah datang keperarayaan tersebut berpendapat bhw perayaan tersebut seperti majelis zikir dan selanjutnya mereka nggak berani lagi nyebut maulid nabi sebagai ibadah bid’ah yang sesat.

  136. Tambahan lagi buat MPM,
    Ini adalah pernyataan tantangan buat anda, kalau memang ada hadist atau ayat Alquran yang menyatakan bhw ” Perayaan Maulid Nabi Muhammad adalah sesat dan syirik” maka detik ini juga saya akan masuk kembali ke paham wahabi.

    Salam aswaja dan semoga rekan aswaja tetap istiqomah menjalankan dakwah yang benar dan sabar menghadapi para pendusta dalam agama ini.

  137. @MPM Matur nuwun mas vijay….Silahkan mas mantan….
    Dimulai dari maulid atau tahlilan?
    Tapi sebelumnya sudilah mas mpm membuktikan kata-kata anda, tentang ujian anda.
    Sebagai pertanyaan pembuka:
    SAYA MEMINTA HADIST DAN AL QUR’AN YANG MELARANG MAULID DAN TAHLILAN dan bagaimana menurut anda tarjamah ini:
    لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
    “Tidak beriman seseorang diantara kalian sehingga menjadikan diriku lebih dicintainya daripada ayahnya, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari).
    di perkuat dengan:
    “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al Kitab (Alquran) ini.” (Maryam: 51).
    “Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Alquran.” (Maryam: 16).
    “Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. (Ibrahim: 5).

    Dan penggalan makalah dari mas abu khilya ini
    SYAIKH IBN TAIMIYAH DAN TAHLILAN, YASINAN, (DZIKIR BERJAMA’AH)
    وَسُئِلَ : عَنْ رَجُلٍ يُنْكِرُ عَلَى أَهْلِ الذِّكْرِ يَقُولُ لَهُمْ : هَذَا الذِّكْرُ بِدْعَةٌ وَجَهْرُكُمْ فِي الذِّكْرِ بِدْعَةٌ وَهُمْ يَفْتَتِحُونَ بِالْقُرْآنِ وَيَخْتَتِمُونَ ثُمَّ يَدْعُونَ لِلْمُسْلِمِينَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ وَيَجْمَعُونَ التَّسْبِيحَ وَالتَّحْمِيدَ وَالتَّهْلِيلَ وَالتَّكْبِيرَ وَالْحَوْقَلَةَ وَيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمُنْكِرُ يُعْمِلُ السَّمَاعَ مَرَّاتٍ بِالتَّصْفِيقِ وَيُبْطِلُ الذِّكْرَ فِي وَقْتِ عَمَلِ السَّمَاعِ ”
    Syaikh Ibnu Taimiyah ditanya tentang seseorang yang mengingkari ahli dzikir (berjama’ah) dengan berkata pada mereka : “Dzikir kalian ini bid’ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid’ah.” Jama’ah tersebut memulai dan menutup dzikirnya dengan al qur’an, lalu mendo’akan kaum muslimin yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Mereka merangkai bacaan Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, Hauqolah (Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah) dan sholawat kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam ?
    فَأَجَابَ : الِاجْتِمَاعُ لِذِكْرِ اللهِ وَاسْتِمَاعِ كِتَابِهِ وَالدُّعَاءِ عَمَلٌ صَالِحٌ وَهُوَ مِنْ أَفْضَلِ الْقُرُبَاتِ وَالْعِبَادَاتِ فِي الْأَوْقَاتِ فَفِي الصَّحِيحِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { إنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ فَإِذَا مَرُّوا بِقَوْمِ يَذْكُرُونَ اللهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إلَى حَاجَتِكُمْ } وَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَفِيهِ { وَجَدْنَاهُمْ يُسَبِّحُونَك وَيَحْمَدُونَك } لَكِنْ يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ هَذَا أَحْيَانًا فِي بَعْضِ الْأَوْقَاتِ وَالْأَمْكِنَةِ فَلَا يُجْعَلُ سُنَّةً رَاتِبَةً يُحَافَظُ عَلَيْهَا إلَّا مَا سَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُدَاوَمَةَ عَلَيْهِ فِي الْجَمَاعَاتِ ؟ مِنْ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ فِي الْجَمَاعَاتِ وَمِنْ الْجُمُعَاتِ وَالْأَعْيَادِ وَنَحْوِ ذَلِكَ . وَأَمَّا مُحَافَظَةُ الْإِنْسَانِ عَلَى أَوْرَادٍ لَهُ مِنْ الصَّلَاةِ أَوْ الْقِرَاءَةِ أَوْ الذِّكْرِ أَوْ الدُّعَاءِ طَرَفَيْ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنْ اللَّيْلِ وَغَيْر ذَلِكَ : فَهَذَا سُنَّةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِ اللهِ قَدِيمًا وَحَدِيثًا
    Syaikh Ibnu Taimiyah menjawab :”Berkumpul untuk berdzikir, mendengarkan al qur’an dan berdo’a adalah amal sholih dan termasuk qurbah dan ibadah yang paling utama di setiap waktu. Dalam shohih (Al Bukhori) bahwasannya Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya Alloh memiliki banyak malaikat yang selalu bepergian di muka bumi. Apabila mereka bertemu dengan sekumpulan orang yang berdzikir kepada Alloh, maka mereka memanggil : “Silahkan sampaikan hajat kalian”, Ibnu Taimiyah menuturkan hadits tersebut (secara utuh), dan didalamnya terdapat redaksi; “Kami menemukan mereka bertasbih dan bertahmid kepada-Mu”. Akan tetapi hendaknya hal ini dilakukan dalam sebagian waktu dan keadaan, dan tidak menjadikannya sebagai sunnah yang dipelihara yang mengiringi sholat, kecuali perkara yang telah di contohkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam untuk di lakukan secara istiqomah berupa sholat lima waktu, jum’at, dan perayaan-perayaan (‘id) juga yang semisal. Adapun memelihara rutinitas wirid-wirid yang ada padanya, berupa sholawat, bacaan al qur’an, dzikir, atau do’a setiap pagi dan sore serta pada sebagian waktu malam dan lain-lain, hal ini merupakan sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan hamba-hamba Alloh yang sholih zaman dahulu dan sekarang. (Majmu’ Fataawaa, vol. 22, hal. 520)
    Mungkin dalam fatwa Syaikh ibnu taimiyyah anda akan menyoroti masalah tahsis waktu, kalau itu… insya alloh akan ada amunisi selanjutnya.
    Silahkan…. Wallohu a’lam….

    1. @MPM, monggo disanggah paparan Mas Lasykar, jika tidak berkenan silahkan sampaikan hujjah/jawaban anda yang katanya BANYAK, jika anda DIAM tanpa sanggahan berarti kami anggap anda telah rujuk MAULID dan TAHLILAN boleh dan anda juga rujuk bahwa Ibn Taymiyah membolehkannya…

    2. kang Lasykar,

      Coba terangkan yang dimaksud ibadah yang antum pahami…syukron, karena apa yang antum jelaskan diatas termasuk bagian dari ibadah. Jangan balik tanya sebelum dijawab.

      1. Mas syahid, senyum itu dapat pahala ngga? Ibadah ngga? Apalagi sedekah, dzikir, hubbunnabiy? Coba mas liat liat ibadah mahdloh ghoiru mahdloh dalam situs ini. Makasih tanggapannya. makasih mas vijay mas mpm. Dan teman2 ummati. Maaf lg di perjalanan pake hp.
        Wallohu a’lam

  138. http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/12/20/ikut-tradisi-siapa-yah/#comment-9268

    Maaf akhi ada banyak urusan penting ,maaf ana sibuk bekerja,silahkan anda ajukan pertanyaan di link di atas sana,admin nya responsif segala pertanyaan di pasti di jawabnya,maaf ana harus cari nafkah untuk anak istri,jazakalloh ana berkesan diskusi dengan antum,
    Mungkin antum sering melihat orang2 manhaj salaf (wahabi menurut antum) keras dalam menyampaikan dakwah nya,ini mungkin yg melatar belakangi antum keras dalam berbicara,tapi ana tidak ,ana moderat,kemarin guru ngaji ana mengadakan maulid ana ikut berpartisipasi,ikut menghadiri tapi jelas tidak seperti dulu,mungkin ana beda sekarang, tapi ana masih mencintai kawan,saudara,guru ngaji termasuk antum,ana mencintai saudara sesama muslim. Afwan .Maaf ana harus bekerja,mohon do’anya Wassalamualaikum
    To admin ; tolong bukakan komen ana tgl 18 maret pkl 09:13

    1. Ooooo… jadi kamu pemilik blog asli bumiayu yg arogan itu ya? Mana komentar ana kok tidak ada yg dimunculkan, tahu nggak saya nulis capek nte sembarangan aja main umpetin koment2 ane. Nggak sudi ane main ke blog nte lagi, capek tahu?

      mending main di sini aje kagak pakai moderasi, lebih enak langsung muncul. Oh ya, kalau baca artikel di blog nte bukan bikin pinter tapi semakin bikin ane semakin goblog, nalar ane jadi jadi bego kalau baca artikel2 di blog ente.

    2. Blog aslibumiayu itu memang tidak pernah menampilkan komentar2 yang tidak sejalan atau kritik atau bantahan atas ide dia..kecuali mungkin yg mudah dia bantah ditampilkan.. sama aja yang muslim.or.id juga dibantah dan didebat dikit sudah deh tidak pernah dimuat lagi…yg paling g amanah itu komentar dipotong semau mereka..ckckck.. makanya kawan kawan wahabi kalo mau diskusi terbuka saja sama ustadz ustadz aswaja..rekam dan upload di youtube… di forum terbuka spt itu pembohong akan mudah keliatan.. Mahrus Ali saja diundang IAIN surabaya buat bedah buku minta dikawal brimob satu kompi..hahahaha..geblek

    3. “MUNGKIN ANTUM SERING MELIHAT ORANG2 MANHAJ SALAF (WAHABI MENURUT ANTUM) KERAS DALAM MENYAMPAIKAN DAKWAH NYA,INI MUNGKIN YG MELATAR BELAKANGI ANTUM KERAS DALAM BERBICARA,TAPI ANA TIDAK ,ANA MODERAT”,
      Anda mengingatkan teman diskusi saya akhinal kirom masnun tholab di bamah.net waktu mengakhiri diskusi tahlilan. saya tidak keras mas… saya hanya berhati-hati agar tidak terjerumus dalam al jidal, sesuai mandat yg di berikan beliau-beliau panutan saya. Dan amin…. Semoga anda menjadi moderat sebenar, tidak mudah menjustifikasi amalan sebelum meneliti kadar dalil yang ada.
      Wallohu a’lam

  139. Astaghfirulloh apa ini mksd nya admin,ana gk ngerti knapa 2 komen ana gk di buka ,”waiting moderation” knapa ini admin,???

    1. Kang MPM@

      Web Ummati ini disetting untuk komentar langsung muncul alias tidak ada moderasi. Coba tanyakan pada komentator-komentator yg lain apakah komentarnya dimoderasi atau langsung muncul? Bagaimana teman-teman semuanya, apakah komentar antum dimoderasi, atau langsungsung muncul?

      Kang MPM@
      Bagitu juga komentar anda ini langsung muncul kan, tidak dimoderasi kan? Sungguh, anda benar-benar pendusta persis seperti yang dikatakan teman-teman komentator yang lain kepada anda.

      1. Mas Admin…
        Sudahlah biarin aja si MPM@ berkicau, toh pengunjung blog ini semua tahu si MPM itu benar2 Pendusta dan suka sekali ngarang2 cerita dusta. Entah kenapa orang-orang Wahabi rata2 suka berdusta, mungkin sebabnya adalah ajaran ustadz2 mereka yg membolehkan berdusta terhadap Ahlul Bid’ah. Ingat mas Admin, di mata mereka, kita ini adalah para Ahlul Bid’ah.

        Karena mereka diperbolehkan berdusta, makanya tidak heran jika mereka rata2 adalah pedusta kelas berat, dan contoh paling nyata di sini adalah si MPM@, dustanya begitu jelas tetapi masih merasa benar. Dulu di sini juga pernah ada orang seperti MPM, namanya ibnu abdul choir si pendusta kelas berat dan suka sekali ngarang2 cerita.

    2. MPM@, blog ini sangat FAIR tak ada moderation except pornografi, anda bisa tanyakan temen segolongan anda ie; Abu Dzar, Ibnu Suradi, Ibnu Abdul Chair, Ummu Hasanah yg sudah lebih dulu malang melintang di blog ini, sekali lg tdk yg namanya moderation yg ada hanya akal2 an anda menghindar dari Mas Lasykar,
      Sekarang monggo dilanjut diskusinya dengan Mas Lasykar, beliau udah nunggu sedari pagi, hujjah antum tak kunjung datang…
      Sahid@ dipending dulu aja, biarkan @MPM dan @Mas Lasykar melanjutkan diskusinya agar supaya lebih focus..

    1. Kalau koment di blog orang yg sopan Kang Anti Maulid! Jangan gara2 menghindar dari diskusi dg kang Lasykar, lalu anda mengalihkan permasalahan. Jadilah orang yg gentle, saya aja ketika komentar di blog anda BLOG ASLI BUMI AYU dan anda tidak munculkan koment saya, toh saya tidak pernah protes, betul nggak?

      Saya ingatkan ya, itu lho, anda ditungguin Mas Lasykar, kemarin2 anda yg nantangin kok malah menghindar dg berbagai alasan?

  140. Cukup tau aja, .. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين.
    Ternyata ana ada.di jalan yg benar

  141. Oooo….. bgtu ya ….maaf mas ana bukan admin blog itu, tapi saya yakin admin aslibumiayu tidak berdusta.dan memfitnah…. paraaaaaaaah…..

  142. Afwan akhi ana berdiskusi hanya dengan yg berhati bersih tak ada dusta ,fitnah dan juga harus.yg pernah ngaji.soalnya tanggung ngomong sama yang gak faham agama.

    1. Wah, ternyata antum pemilik blog Asli Bumi Ayu, pantesan sombong selangit sama dg yg tergambar dalam tulisan2 di blog antum yg sama sekali tanpa ilmu. Semuanya berisi karangan “semau-mau gue” tanpa fakta alias khayalan belaka.

      Mas Lasykar yg nyata2 orang berilmu aja masih Nte anggap gak paham agama, bukannya Nte sendiri yg sesungguhnya nggak ngerti agama tapi berani2nya mengelola blog agama. Kalau anda semena-mena seperti ini pantas blog Nte juga semena-mena alias “semau-mau gue”.

    2. Memang benar mas, saya hanyalah santri pondok kecil, tidak berilmu.Hanyalah sebutir pasir diantara beribu kilauan mutiara, diatas saya ada pengurus, ada asatidz, ada gus-gus, ada kiai saya, ada masyayikh dan alim ulama lainnya. Saya hanya sam’an watho’atan pada beliau-beliau. Serta tujuan saya menghilangkan kebodohan yang tak akan pernah sirna.
      Wallohu a’lam

  143. mpm
    oke mari kita ngaji nahwu sorof yok
    ALHAMDULILLAHIROBBIL’ALAMIIN
    pertanyaan
    1. yang menyebabkan alhamdu di baca domah ialah….
    2. kenapa alhamdu di beri al….
    3. faedah al pada al’alamin ialah…
    monggo kang MASIH PALING MBULET

  144. Maaf.. bukannya mau ikut-ikutan debat. saya cuman mau bertanya. kenapa mas MPM tidak mau menunjukkan di mana praktek maulid seperti yg beliau sebutkan diatas..? sekali lagi mohon maaf terimakasih

  145. Assalamu’alaikum Warrahmatullah,

    http://www.hadist.web.id/ <<< web wahabi baru,isinya lgkp ada link donlod kitab" dan hadist, tentunya pasti ada yg drubah, mohon sudi kiranya admin berkenan untuk update list website" wahabi..

    InsyaAllah ane akan terus bantu UmmatiPress untuk update website" wahabi yg baru,karna yg lama udah banyak yg tutup mereka buat yg baru lagi, buahayaaaaaaa ini klo dibiarkan….

  146. Mas arif @ kayak nya percuma ana nyebutin tempatnya dmn toh mereka tidak akan pernah percaya sama ana tapi ” DEMI ALLOH ” apa yg saya ceritakan itu nyata tentang maulid yg essensi nya bid’ah,churafat ,musyrik ity terjadi di masyarakat kita……sudahlah jalan Al-qur’an dan sunnah lebih indah lo, ini asli berdasarkan ana seorang mantan pemimpin maulid
    (Terimakasih ya Alloh Engkau tunjukan jalan yg lurus kepada hamba )

    1. Mas, njenengan Asli Bumiayu? pernah ngikut maulid di Musholla As Salam Jatisawit? ndi bid’ah’e? ndi Churafate? Ndi sing nembah neng liyane Gusti Allah? ngger ngomong “masyarakat kita” di perjelas rah, aja persepsi tok.. Ora papa njenengan ora mangkat maulid, tapi nek njenengan nganti nyebut “musryik” apa maning ana ustad (ya karuan ustad ge bisa salah) digolongna musyrik ya kebangeten ente.. Otake neng dengkul apa? Kalau memang anda mendapati praktek TBC di maulid, langsung aja kasi nasihat, dan perlu diketahui kaidah logika kalau ada maulid yang gak TBC ma ada yang TBC berarti pelaku-pelakunya TBCnya yang salah bukan maulidnya.. Apa anda ngekor firanda yang kehabisan akal mpe ngangkat Pendiri NU juga mengingkari mungkar-mungkar maulid, ya memang kalau ada kemungkaran diingkari, dan yang salah kemungkarannya, bukan maulidnya.. Gak bener sudah otak ente..

  147. MPM, Ertusni, kumat adalah SEORANG GILA, yang TUKANG TIPU yang ganti-ganti nama adalah anggota WAHABI GOLONGAN PENIPU, TUGKANG BAJAK KITAB-KITAB ULAMA MUKTABAR

  148. Anda yang wahabi, pindah aja ke saudi arabia. Indonesia tempat Ahlissunnah waljama’ah Suni safi’iyyah.
    Wahabi i Zionis sama saja , beda jaket

  149. Perkataan yg di sertai kebencian walaupun yg di ucapkan nya kebenaran tetaplah salah…
    Sebaliknya perkataan salah jika di barengi akhlak bisa jadi seperti sebuah kebenaran….
    Maka hati-hati lah !

  150. Assalamu’alaikum…

    pelajari islam secara kaffah baru berbicara tentang islam.

    beberapa fakta tentang salahnya perayaan maulid nabi,

    1. Perayaan atau peringatan ulang tahun adalah perakara yang dilarang, lalu bagaimana mungkin hari kelahiran nabi haru diperingati?

    2. dimana hukum kejelasan tentang peringtan maulid? adakah perintahnya dar Allah atau nabi? atau dari sahabat beliau yang lebih mengerti ? atau dari ulama madzhab?

    3. jika memang sunnah nabi atau atsar dari ulama, saat ini setiap tahun orang melakukannya, jika tidak melakukan merasa bersalah, seakan menjadi wajib/tradisi ( ini seperti membuat syari’at yang baru tanpa dalil syar’i) tidak ada bedanya kita dengan pentyembah berhala. (lihat dalil qur’an mengenai kisah umat terdahulu )

    4. peringatan maulid diajadikan sarana tradisi yang dimasukan kedalam syari’at, contoh dibanten diringi dengan membuat panjang ( boneka berbentuk yang dihiasi dengan baju, alat rumah tangga , uang dll, dan akan di perebutkan usai di arak keliling kampung dan acara istighotsah) di bogor hampi sama hanya saja dihiasi oleh makan, di sukabumi di barengi dengan selametan pantai selatan, dan masih banyak yang lainnya di berbagai daerah.

    5.maulid nabi adalah propaganda orang kafir bagi umat muslim ( lihat buku karya orientalis ulung asal belanda snouck hurgronje )

    6. sarana perpecahan antar umat muslim yang berbeda pendapat, dengan kafir kalian sanggup toleransi tapi dengan sesama muslim hanya berbeda tahlil nda tahlil, maulid ga maulid kalian saling mencaci ironis…

    bukankah dalam al-qur’an Allah suruh kita bersatu???
    tapi lihat apa yang kita perbuat???

    jika ingin berdiskusi lebih lanjut temui saya di pesantren tahfidz sebelah masjid agung banten, tanyakan nama saya Al-azka

    1. Al-Azka yg punya pesantren Tahfidz,

      Orang seperti anda inilah mungkin termasuk salah satu PENJAHAT TERBESAR kepada kaum muslimin. Yaitu orang2 yg gemar mempermaalahkan amalan yang tidak haram, karena dipermasalahkan akhirnya menjadi haram di mata orang2 tsb. Ini adalah perbuatan para PENJAHAT TERBESAR kepada kaum muslimin, menurut sabda Nabi Muhammad Saw.

      Justru dg sarana Maulid umat Islam kumpul, bersatu hatinya dalam upaya ekspresi mencintai Nabi Muhammad Saw. Yang mempermasalahkan itulah yg memecah-belah persatuan, makanya menyebut orang2 yg gemar mempermasalahkan amal kaum muslimin disebut sebagai PENJAHAT TERBESAR bagi Ummat Islam.

      Demikian sekedar memberi peringatan, semoga berkenan.

    2. Al Azka@ semua unek2 anda sudah terjawab di sini..
      Coba anda baca secara seksama dg hati dan pikiran yang terbuka dan jernih..
      ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/

    3. Al Azka@ coba anda baca di sini..

      ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/

    4. @al-azka, boleh tau ngga dihukumi apa orang2 yg merayakan Maulid Nabi, kita ketahui bersama di Indonesia saban taun mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai ditingkat RT, RW merayakannya, apakah anda menghukumi mereka sebagai pelaku Syirik Akbar Berjamaah atau APA, mohon dijelaskan dan ditegaskan!!!

  151. Al Azka@ semua pertanyaan anda sudah ada jawabannya coba buka2 artikel di sini tentang maulid. Baca dengan hati dan pikiran yang jernih Insya Alloh anda tercerahkan..
    Semua tentang maulid sudah dikupas tuntas oleh Ustadz Abu Hilya..
    Silahkan di baca

    ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/

  152. Al Azka@ silahkan baca di sini..
    Semua unek2 antum terjawab di sini jika pikiran antum benar2 terbuka…

    ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/

  153. Al Azka silahan baca di sini..ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/

  154. @al azka
    pelajari islam secara kaffah baru berbicara
    tentang islam.

    coba anda jelaskan kepada kami yang miskin ilmu ini, yang ilmu kami hanya bagaikan butiran pasir… yang di maksud ” mempelajari ilmu islam secara kaffah” menurut antum????
    apakah ilmu balaghoh,mantiq,mustholahal hadist,kalam,ushulfiqih,qiroah sab’ah,nahwu,sorof,tajwid dll.. telah anda kuasai…?
    kalau anda telah menguasai bisa anda jelaskan kepada saya yanag faqir ini tentang definisi ilmu2 yang telah saya tulis di atas.. matur nuwun

  155. fulan nnya ke babib : apakah maulud nabi termasuk perbuatan bid’ah??
    didalam ayat al quran diartikan disurat ?
    “sessunguh nya (muhhamad) apa yang telah ku ajar kan maka laksanakan lah dan apa yang tidak ku ajarkan maka tinggalkan lah”
    jawaban dr habib munzir

    Saudaraku yg kumuliakan,
    maulid adalah Bid;ah hasanah, dan Bid;ah hasanah diperbolehkan oleh Rasul saw, betul makna tsb, kita tidak boleh beramal selain apa apa yg telah diperintahkan atau diajarkan oleh Nabi saw, dan Nabi saw sudah bersabda : Barangsiapa yg mengada adakan hal baru berupa kebaikan dalam islam (tidak bertentangan dg syariah), maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya, dan barangsiapa membuat buat hal baru berupa keburukan, maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya. (Shahih Muslim).

    sebenarnya permasalahan maulid sudah saya jawab, anda dapat mendownloadnya pada kiri web ini, yaitu : download buku kenalilah akidahmu.

    buku saya tsb memuat segenap pembahasan tentang Bid’ah, mauilid, tawassul., tahlil., ziarah kubur, istighatsah, dll.

    namun berikut saya kutipkan untuk anda mengenai maulid dari buku saya tsb.

    PERINGATAN MAULID NABI SAW

    ketika kita membaca kalimat diatas maka didalam hati kita sudah tersirat bahwa kalimat ini akan langsung membuat alergi bagi sebagian kelompok muslimin, saya akan meringkas penjelasannya secara ‘Aqlan wa syar’an, (logika dan syariah).

    Sifat manusia cenderung merayakan sesuatu yg membuat mereka gembira, apakah keberhasilan, kemenangan, kekayaan atau lainnya, mereka merayakannya dengan pesta, mabuk mabukan, berjoget bersama, wayang, lenong atau bentuk pelampiasan kegembiraan lainnya, demikian adat istiadat diseluruh dunia.

    Sampai disini saya jelaskan dulu bagaimana kegembiraan atas kelahiran Rasul saw.

    Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya
    • Firman Allah : “(Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS Maryam 33)
    • Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya, dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS Maryam 15)
    • Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala shahihain hadits no.4177)
    • Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yg menjadi pembantunya Aminah ra bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia (ibu utsman) melihat bintang bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas kepalanya, lalu ia melihat cahaya terang benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
    • Ketika Rasul saw lahir kemuka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam)
    • Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat melahirkan Nabi saw melihat cahaya yg terang benderang hingga pandangannya menembus dan melihat Istana Istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
    • Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14 buah jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yg 1000 tahun tak pernah padam. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
    Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?, kejadian kejadian besar ini muncul menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah swt telah merayakan kelahiran Muhammad Rasulullah saw di Alam ini, sebagaimana Dia swt telah pula membuat salam sejahtera pada kelahiran Nabi nabi sebelumnya.

    Rasulullah saw memuliakan hari kelahiran beliau saw
    Ketika beliau saw ditanya mengenai puasa di hari senin, beliau saw menjawab : “Itu adalah hari kelahiranku, dan hari aku dibangkitkan” (Shahih Muslim hadits no.1162). dari hadits ini sebagian saudara2 kita mengatakan boleh merayakan maulid Nabi saw asal dg puasa.

    Rasul saw jelas jelas memberi pemahaman bahwa hari senin itu berbeda dihadapan beliau saw daripada hari lainnya, dan hari senin itu adalah hari kelahiran beliau saw. Karena beliau saw tak menjawab misalnya : “oh puasa hari senin itu mulia dan boleh boleh saja..”, namun beliau bersabda : “itu adalah hari kelahiranku”, menunjukkan bagi beliau saw hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah dari hari hari lainnya, contoh mudah misalnya zeyd bertanya pada amir : “bagaimana kalau kita berangkat umroh pada 1 Januari?”, maka amir menjawab : “oh itu hari kelahiran saya”. Nah.. bukankah jelas jelas bahwa zeyd memahami bahwa 1 januari adalah hari yg berbeda dari hari hari lainnya bagi amir?, dan amir menyatakan dengan jelas bahwa 1 januari itu adalah hari kelahirannya, dan berarti amir ini termasuk orang yg perhatian pada hari kelahirannya, kalau amir tak acuh dg hari kelahirannya maka pastilah ia tak perlu menyebut nyebut bahwa 1 januari adalah hari kelahirannya, dan Nabi saw tak memerintahkan puasa hari senin untuk merayakan kelahirannya, pertanyaan sahabat ini berbeda maksud dengan jawaban beliau saw yg lebih luas dari sekedar pertanyaannya, sebagaimana contoh diatas, Amir tak mmerintahkan umroh pada 1 januari karena itu adalah hari kelahirannya, maka mereka yg berpendapat bahwa boleh merayakan maulid hanya dg puasa saja maka tentunya dari dangkalnya pemahaman terhadap ilmu bahasa.

    Orang itu bertanya tentang puasa senin, maksudnya boleh atau tidak?, Rasul saw menjawab : hari itu hari kelahiranku, menunjukkan hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah pada pribadi beliau saw, sekaligus diperbolehkannya puasa dihari itu.
    Maka jelaslah sudah bahwa Nabi saw termasuk yg perhatian pada hari kelahiran beliau saw, karena memang merupakan bermulanya sejarah bangkitnya islam.

    Sahabat memuliakan hari kelahiran Nabi saw
    Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra : “Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka Rasul saw menjawab: “silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga”, maka Abbas ra memuji dg syair yg panjang, diantaranya : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417)

    Kasih sayang Allah atas kafir yg gembira atas kelahiran Nabi saw
    Diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan Abbas bertanya padanya : “bagaimana keadaanmu?”, abu lahab menjawab : “di neraka, Cuma diringankan siksaku setiap senin karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.4813, Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.13701, syi’bul iman no.281, fathul baari Almasyhur juz 11 hal 431). Walaupun kafir terjahat ini dibantai di alam barzakh, namun tentunya Allah berhak menambah siksanya atau menguranginya menurut kehendak Allah swt, maka Allah menguranginya setiap hari senin karena telah gembira dg kelahiran Rasul saw dengan membebaskan budaknya.
    Walaupun mimpi tak dapat dijadikan hujjah untuk memecahkan hukum syariah, namun mimpi dapat dijadikan hujjah sebagai manakib, sejarah dan lainnya, misalnya mimpi orang kafir atas kebangkitan Nabi saw, maka tentunya hal itu dijadikan hujjah atas kebangkitan Nabi saw maka Imam imam diatas yg meriwayatkan hal itu tentunya menjadi hujjah bagi kita bahwa hal itu benar adanya, karena diakui oleh imam imam dan mereka tak mengingkarinya.

    Rasulullah saw memperbolehkan Syair pujian di masjid
    Hassan bin Tsabit ra membaca syair di Masjid Nabawiy yg lalu ditegur oleh Umar ra, lalu Hassan berkata : “aku sudah baca syair nasyidah disini dihadapan orang yg lebih mulia dari engkau wahai Umar (yaitu Nabi saw), lalu Hassan berpaling pada Abu Hurairah ra dan berkata : “bukankah kau dengar Rasul saw menjawab syairku dg doa : wahai Allah bantulah ia dengan ruhulqudus?, maka Abu Hurairah ra berkata : “betul” (shahih Bukhari hadits no.3040, Shahih Muslim hadits no.2485)

    Ini menunjukkan bahwa pembacaan Syair di masjid tidak semuanya haram, sebagaimana beberapa hadits shahih yg menjelaskan larangan syair di masjid, namun jelaslah bahwa yg dilarang adalah syair syair yg membawa pada Ghaflah, pada keduniawian, namun syair syair yg memuji Allah dan Rasul Nya maka hal itu diperbolehkan oleh Rasul saw bahkan dipuji dan didoakan oleh beliau saw sebagaimana riwayat diatas, dan masih banyak riwayat lain sebagaimana dijelaskan bahwa Rasul saw mendirikan mimbar khusus untuk hassan bin tsabit di masjid agar ia berdiri untuk melantunkan syair syairnya (Mustadrak ala shahihain hadits no.6058, sunan Attirmidzi hadits no.2846) oleh Aisyah ra bahwa ketika ada beberapa sahabat yg mengecam Hassan bin Tsabit ra maka Aisyah ra berkata : “Jangan kalian caci hassan, sungguh ia itu selalu membanggakan Rasulullah saw”(Musnad Abu Ya’la Juz 8 hal 337).

    Pendapat Para Imam dan Muhaddits atas perayaan Maulid

    1. Berkata Imam Al Hafidh Ibn Hajar Al Asqalaniy rahimahullah :
    Telah jelas dan kuat riwayat yg sampai padaku dari shahihain bahwa Nabi saw datang ke Madinah dan bertemu dengan Yahudi yg berpuasa hari asyura (10 Muharram), maka Rasul saw bertanya maka mereka berkata : “hari ini hari ditenggelamkannya Fir’aun dan Allah menyelamatkan Musa, maka kami berpuasa sebagai tanda syukur pada Allah swt, maka bersabda Rasul saw : “kita lebih berhak atas Musa as dari kalian”, maka diambillah darinya perbuatan bersyukur atas anugerah yg diberikan pada suatu hari tertentu setiap tahunnya, dan syukur kepada Allah bisa didapatkan dg pelbagai cara, seperti sujud syukur, puasa, shadaqah, membaca Alqur’an, maka nikmat apalagi yg melebihi kebangkitan Nabi ini?, telah berfirman Allah swt “SUNGGUH ALLAH TELAH MEMBERIKAN ANUGERAH PADA ORANG ORANG MUKMININ KETIKA DIBANGKITKANNYA RASUL DARI MEREKA” (QS Al Imran 164)

    2. Pendapat Imam Al Hafidh Jalaluddin Assuyuthi rahimahullah :
    Telah jelas padaku bahwa telah muncul riwayat Baihaqi bahwa Rasul saw ber akikah untuk dirinya setelah beliau saw menjadi Nabi (Ahaditsulmukhtarah hadis no.1832 dg sanad shahih dan Sunan Imam Baihaqi Alkubra Juz 9 hal.300), dan telah diriwayatkan bahwa telah ber Akikah untuknya kakeknya Abdulmuttalib saat usia beliau saw 7 tahun, dan akikah tak mungkin diperbuat dua kali, maka jelaslah bahwa akikah beliau saw yg kedua atas dirinya adalah sebagai tanda syukur beliau saw kepada Allah swt yg telah membangkitkan beliau saw sebagai Rahmatan lil’aalamiin dan membawa Syariah utk ummatnya, maka sebaiknya bagi kita juga untuk menunjukkan tasyakkuran dengan Maulid beliau saw dengan mengumpulkan teman teman dan saudara saudara, menjamu dg makanan makanan dan yg serupa itu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan kebahagiaan. bahkan Imam Assuyuthiy mengarang sebuah buku khusus mengenai perayaan maulid dengan nama : “Husnulmaqshad fii ‘amalilmaulid”.

    3. Pendapat Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi) :
    Merupakan Bid’ah hasanah yg mulia dizaman kita ini adalah perbuatan yg diperbuat setiap tahunnya di hari kelahiran Rasul saw dengan banyak bersedekah, dan kegembiraan, menjamu para fuqara, seraya menjadikan hal itu memuliakan Rasul saw dan membangkitkan rasa cinta pada beliau saw, dan bersyukur kepada Allah dg kelahiran Nabi saw.

    4. Pendapat Imamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljazriy rahimahullah dalam kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif :
    Telah diriwayatkan Abu Lahab diperlihatkan dalam mimpi dan ditanya apa keadaanmu?, ia menjawab : “di neraka, tapi aku mendapat keringanan setiap malam senin, itu semu