Inspirasi IslamSalafi Wahabi

Tuduhan Sebagai Syi’ah, Fitnah Baru Wahabi Terhadap Umat Islam

Kenapa Wahabi membuat isu seakan-akan di dunia ini cuma ada Wahabi dan Syi’ah? Kenapa di hadapan kaum Syi’ah, Wahabi selalu memakai nama Sunni? Wahabi sedang ber-taqiyah sebagai Sunni?

 

Syaikh Said Ramadhan Al-Buthi Sedang menjadi Imam Shalat, Habib Umar Bin hafidz sebagai makmum. Kedua Ulama Sunni ini difinah Wahabi sebagai Syi’ah.

 

Fitnah Wahabi –  Dulu kaum wahabi sangat hobi bilang bid’ah dan syirik. Mereka dalam pembicaraannya, baik dalam khotbah-khotbah Jum’at atau di forum-forum resmi atau dalam percakapan keseharian mereka ujung-ujungnya selalu menuduh umat Islam selain golongannya sebagai ahlul bid’ah, sesat dan musyrik.

Tahlilan, Yasinan, do’a selamatan divonis bid’ah sesat dan masuk neraka. Ziarah kubur, tawassul, istighotsah dan tabarruk divonis sebagai amalan syirik, sehingga kaum muslimin selain golongannya yang melakukan ziarah kubur disebut kuburiyun, dan yang bertawassul, bertabarruk, dan beristighotsah disebutnya musyrikun.

Kemudian ustadz-ustadz Aswaja (yang merasa dituduh atau difitnah) tampil memberikan klarifikasi atas tuduhan-tuduhan keliru mereka, dengan cara mengajak dialog terbuka atau mudzakaroh terbuka. Di sinilah para ustadz Aswaja dengan elegan mengemukakan dalil-dalil shahih untuk membantah vonis-vonis keliru sehingga berefek fitnah.

BACA JUGA:  Syi'ah Imamiyah, Syi'ah Zaidiyah, Syi'ah Ghulat, Syi'ah Rafidhoh ....

Para ustadz Aswaja tampil unggul dalam hujjah sehingga para ustadz Wahabi selalu tergagap-gagap dalam menanggapi dalil-dalil yang dikemukakan Aswaja. Sederet nama ustadz Aswaja itu antara lain, Ustadz Muhammad Idrus Ramli, Buya Yahya, Tengku Zulkarnaen dan masih banyak lagi yang tidak terkenal.

Semenjak selalu kalahnya mereka dalam beradu hujjah, akhirnya mereka bisa dikatakan tidak berani lagi berdialog tentang persoalan isu-isu Bid’ah dan Syirik. Bisa dikatakan Wahabi itu sudah kalah dalil, tetapi kelihatannya mereka tidak mau sadar atas kekeliruannya. Dan sekarang rupanya mereka justru menjadi rajin mencari kambing hitam.Lalu siapa kambing hitamnya? Tidak lain adalah SYI’AH!

Misalnya kasus di Mesir, kini di sana jika ada seseorang yang tidak mendukung Presiden Mursi maka disebutnya sebagai Syi’ah. Jadi, berapa juta kaum Syi’ah di Mesir, apakah 22 juta sejumlah rakyat yang turun di jalan-jalan di seluruh Mesir menuntut lengsernya presiden Mursi? Padahal Mayoritas rakyat Mesir adalah Aswaja, Syi’ah hanya kaum super minoritas sebagaimana halnya di Indonesia di mana kaum Syi’ah adalah kaum yang super minoritas tetapi dibesar-besarkan oleh kaum Wahabi.

BACA JUGA:  Aqidatul Awam, Kitab Aqidah Ahlussunnah Waljama'ah

Kasus di Suriah, Jika ada orang-orang yang tidak mendukung FSA di Suriah maka disebutnya Syi’ah yang darahnya halal. Padahal rakyat Suriah mayoritas adalah Aswaja. Sebagai buktinya kalau rakyat Suriah adalah Aswaja bisa di lihat siapa yang menjabat mufti agung Suriah. Mereka bertuturut-turut adalah ulama-ulama Aswaja (Sunni), seperti Syaikh Ahmad Kuftaro atau Syaikh Ahmad Muhammad Amin Kuftaro (wafat tahun 2004) yang merupakan ulama Sunni, juga pemimpin tarekat sufi Naqshabandiyah dan termasuk salah satu pendiri Liga Muslim Dunia. Syaikh Ahmad Hassoun Mufti Suriah sekarang, Syaikh Said Ramadhan Al Buti Ulama Sunni terkemuka di Suriah, yang gugur syahid dibom dalam masjid al Iman Damaskus saat mememberikan pelajaran agama?

Jika anda memberitakan berita yang sebenarnya terjadi di Suriah, di mana beritanya merugikan FSA (teroris moderat menurut Barat), ISIS, Jaish al-Islam, Jabhat al-Nusra, Ahrar al-Sham dan kelompok teroris lainnya yang ada di suriah, maka sang penyampai berita pasti akan dituduh sebagai Syiah. Kita tahu siapa di balik kelompok-kelompok teror yang telah membuat warga suriah dibantai sehingga mereka terpaksa jadi pengungsi meninggalkan rumah-rumah mereka, di balik teror itu adalah kaum Wahabi. Intinya, jika kita tidak mendukung Wahabi Salafi maka langsung dituduh sebagai Syi’ah. Seakan ini sudah menjadi rumus pasti akhir-akhir ini.

BACA JUGA:  Fakta Wahhabi: Peran Mr. Hempher dan Campur Tangan Inggris Di Balik Kelahiran Wahabisme

Padahal selain Wahabi dan Syi’ah masih ada satu lagi yaitu Aswaja yang menjadi ummat mayoritas dalam Islam. Di antara ketiga golongan ini tentunya punya kemiripan dalam ajarannya antara satu dan lainnya, karena ajarannya sama-sama bersumber dari satu sumber, yaitu Islam. Ajaran Aswaja (Sunni) ada miripnya dengan Wahabi dan Syi’ah dan sebaliknya.

Tetapi kenapa Wahabi membuat isu seakan-akan di dunia ini cuma ada Wahabi dan Syi’ah? Kenapa di hadapan kaum Syi’ah, Wahabi selalu memakai nama Sunni? Wahabi sedang ber-taqiyah sebagai Sunni? Bukankah Sikap Wahabi bertopeng Sunni ini fitnah besar bagi Sunni?

 

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Tuduhan Sebagai Syi'ah, Fitnah Baru Wahabi Terhadap Umat Islam
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker