Berita Arab Saudi

Inggris Kecam Arab Saudi Atas Eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr

Para Politisi Inggris mengecam Arab Saudi atas eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr. Eksekusi mati terhadap ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr telah menimbulkan kekhawatiran bahwa keponakannya bernama Ali al-Nimr juga akan segera diesekusi mati.

 

Islam-Institute, LONDONArab Saudi yang telah mengeskusi mati Ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr, mendapat hujatan deras termasuk dari para politisi Inggris dan oragnisasi HAM Internasional. Eksekusi yang dilakukan kerajaan Arab Saudi itu kepada seorang ulama, Sheikh Nimr al-Nimr pada Sabtu (2/1) kemarin, hanya atas kesalahan yang dituduhkan kepadanya sebagai penghasut kerusuhan.

Politisi partai Buruh Inggris, Hillary Benn mengatakan bahwa “adalah kesalahan besar” bagi Arab Saudi karena melaksanakan hukuman mati terhadap ulama Muslim Syiah Sheikh Nimr al-Nimr, di antara 47 orang yang dieksekusi dalam satu hari tersebut.

Kelompok HAM Internasional, Reprieve, mengatakan bahwa tiga orang lain yang terlibat dalam protes anti-pemerintah termasuk di antara yang tewas, termasuk juga dua orang yang masih remaja ketika ditangkap. Kelompok HAM ini mengatakan bahwa David Cameron tidak boleh pura-pura buta atas tindakan kejam Arab Saudi terhadap eksekusi mati ini.

banner gif 160 600 b - Inggris Kecam Arab Saudi Atas Eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr

Kelompok HAM Reprieve, mengatakan bahwa sheikh Nimr al-Nimr, Ali al-Ribh, Mohammad Shioukh dan Mohammad Suweimal, ke-4 orang ini semua ditangkap pada 2012 menyusul keterlibatan mereka dalam protes anti-pemerintah. Al-Ribh masih berusia 18 th ketika ia ditahan, sementara Shioukh setahun lebih tua.

Pemimpin Partai Demokrat Liberal, Tim Farron, menanggapi berita tentang eksekusi terhadap Sheikh Nimr tersebut, dengan menggambarkan hukuman mati sebagai sesuatu yang “menjijikkan” serta menyerukan Perdana Menteri Inggris untuk berbuat lebih dalam menekan pemerintah asing menghapuskan hukuman mati.

“Saya benar-benar mengutuk Arab Saudi atas eksekusi terhadap 47 orang, termasuk ulama Syiah terkemuka Sheikh Nimr al-Nimr. Hukuman mati adalah benar-benar menjijikkan dan Perdana Menteri perlu menghadapi ‘sekutu’ kami itu dan memberitahu mereka bahwa hukuman mati itu salah.

Maya Foa, direktur tim hukuman mati di Reprieve, mengatakan bahwa Arab Saudi telah mengeksekusi lebih dari 150 orang selama 2015, banyak diantara mereka dihukum mati hanay karena pelanggaran non-kekerasan. Dan di tahun baru 2016 ini, Saudi sudah melakukan sesuatu yang mengerikan dengan mengeksekusi hampir 50 orang di dua hari pertama tahun 2016.

“Hari ini berita mengerikan, dengan hampir 50 dieksekusi dalam satu hari, menunjukkan 2016 bisa lebih buruk,” ungkap Foa sebagaimana dikutip Press Association pada hari Minggu (3/1) kemarin.

Eksekusi mati terhadap ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr telah menimbulkan kekhawatiran bahwa keponakannya Ali al-Nimr juga akan segera diesekusi mati. Remaja Syiah tersebut baru berusia 17 tahun ketika dia ditangkap atas tuduhan yang sama.  (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker