Analisis

Idrus Ramli Sebut Habib Lutfi Sebagai Mufsid, Na’dzubillah….

Muhammad Idrus Ramli dan NU Garis Lurus Menyebut Habib Lutfi Sebagai Mufsid, Na’udzubillah min Dzaalik!

Setelah eksisnya sekte Syiah dan Wahabi di Indonesia, sekarang tambah sekte baru lagi yang sama bahayanya dengan pemikiran Khawarij dan mereka ini mendompleng nama besar NU.

 

 

Islam-Institute, Nahdlatul Ulama – Pada era awal Islam, tepatnya pada zaman khalifah al-Rasyidin terdapat sosok Abdur-Rahmân bin Muljam yang dikenal sebagai ahli ibadah. Orang ini gemar berpuasa saat siang hari dan menjalankan shalat malam saat manusia tertidur lelap malam hari. Namun pada akhirnya orang ini Menikam dan membunuh Sayyidina Ali Karromallohu Wajhah setelah Abdur-Rahmân bin Muljam menjadi khawarij dan merasa lebih lurus dari Sayyidina Ali.
Pada zaman sekarang pun ada sekelompok orang Indonesia yang mengaku Ahli Sunnah wal Jamaah yang lurus, namun menikam (dalam bahasa Majaz) Ulama-ulama Indonesia seperti Gus Dur, Prof Quraisy Syihab, KH Said Aqil Siradj juga Ulama-ulama yang lain.

Yang lebih parah lagi kelompok tersebut beberapa jam yang lalu menukil Status FB seorang Ustadz Idrus Ramli telah menikam Mursyid Thariqah Mu’tabarah Sedunia Maulana Habib Lutfi bin Yahya, Nastaghfirullah, Nastaghfirullah, Na’udzubillah, Na’udzubillah min Dzaalik!

Berikut Postingan Kelompok yang mendompleng nama besar NU dan mereka ini menyebut kelompoknya sebagai NU Garis Lurus. Berikut ini postingannya tersebut:

banner gif 160 600 b - Idrus Ramli Sebut Habib Lutfi Sebagai Mufsid, Na'dzubillah....

NUGarisLurus.Com – Ada tokoh yang sangat disegani sebagai mursyid NU dalam thoriqoh muktabar namun pernyataannya sering membela penyimpangan dan sering menyerempet kebathilan -kebathilan agama. Bagaimanakah seharusnya menjadi seorang mursyid? Ini pernyataan Pakar Aswaja NU Center KH. Muhamnad Idrus Ramli melalui facebooknya.

BEDA MURSYID DENGAN MUFSID
Dalam ilmu tashawuf, syarat seorang Mursyid (guru spiritual dalam tashawuf), harus menguasai ilmu syari’ah (tafsir, hadits, akidah, fiqih dan lain-lain) secara mendalam (tabahhur).
Mursyid harus punya kemampuan batin (mukasyafah) untuk mengetahui penyakit hati para muridnya.
Kalau ada orang yang diakui sebagai Mursyid, tetapi tidak bisa membedakan mana ajaran Ahlussunnah Waljamaah, mana Syiah dan lain-lain. Atau terang-terangan membela seorang tokoh yang menyebarkan faham Syiah, itu namanya bukan Mursyid.
Karena orang semacam ini belum bisa memberikan petunjuk kepada dirinya sendiri. Apalagi kepada orang lain.
Orang semacam ini sebenarnya adalah Mufsid, yaitu orang yang menyebarkan kerusakan, baik kepada dirinya, maupun kepada orang-orang yang mempercayainya sebagai Mursyid.

Wallahu Alam

Setelah eksisnya sekte Syiah dan Wahabi di Indonesia, sekarang tambah sekte baru lagi yang sama bahayanya dengan pemikiran Khawarij dan mereka ini mendompleng nama besar NU. (al/tasbihnews/muslimoderat)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker