Berita Suriah

Ibukota Khilafah ISIS Dihancurkan Para Pilot Tentara Suriah

Raqqa, Ibukota Khilafah ISIS Dihancurkan Para Pilot Tentara Suriah yang Pemberani

 

Sebelum penyerangan ke setiap target akan diperiksa dengan sangat hati-hati sehingga infrastruktur sipil tidak akan menjadi sasaran serangan. Ketika pangkalan udara Hama menerima tugas untuk mengeksekusi sebuah target, pilot tentara Suriah berebut dan bersaing satu sama lain mengenai siapa yang lebih dulu akan terbang untuk menjalankan misi penyerangan tersebut.

 

Islam-Institute, DAMASKUS – Kepahlawanan tentara Suriah sebenarnya sudah terbukti sejak 2011 di mana mereka harus berhadapan dengan musuh negara yang bergaya teroris. Baru-baru ini orang-orang di luar Suriah menyaksikan langsung bagaimana tentara Suriah berebut melaksanakan tugas membasmi musuh negara. Beberapa wartawan Rusia meliput dari dekat aksi Angkatan Udara Suriah di pangkalan udara Hama yang terletak di dekat kota Hama.

Situs Sputnik di Rusia melaporkan bahwa jet-jet tempur milik pemerintah Suriah yang dioperasikan dari Hama membawa misi ke seluruh bagian negeri Suriah. Operasi serangna dimana untuk bagian Utara meliputi provinsi Idlib dan Hama, bagian timurnya meliputi daerah yang diklaim sebagai ibukota “khilafah ISIS,” yaitu kota Raqqa, dan bandara yang terkepung Deir Ezzur, serta di selatannya meliputi daerah di mana kota kuno Palmyra  yang eksotis sebagai warisan dunia berada.

BACA :  Mahasiswa Suriah Berterima Kasih Pada Rusia & Presiden Assad

Para militan teroris telah berkali-kali berusaha menguasai pangkalan militer Hama. Mereka kerap meluncurkan rudal kesana. Sementara para wartawan Rusia dan Suriah mendengarkan bunyi ledakan dan kepulan asap hitam, para tentara Suriah tanpa ketakutan seolah tak terjadi apa-apa menjelaskan kepada wartawan Rusia bahwa beginilah ledakan akibat roket atau ranjau terjadi.

Para tentara Suriah mengumpulkan mortir dan pistol buatan yang biasa digunakan para militan untuk menyerang pangkalan udara dan menjadikan itu sebagai “hadiah” di pintu masuk pangkalan udara militer tersebut.

Hama merupakan salah satu dari 15 pangkalan udara militer di Suriah. Lima dari pangkalan itu ada di tangan para militan. Satu pangkalan lagi, Deir Ezzur, sebenarnya masih beroperasi namun telah dikepung selama tiga tahun. Sebelumya pangkalan udara militer Kuweires di dekat Aleppo juga dikepung ISIS, tetapi serangan besar-besaran oleh tentara Suriah telah mengakhirinya pada hari Selasa kemarin.

Pangkalan udara Hama dihiasi dengan banyak bukit buatan yang digunakan sebagai hanggar. Pangkalan udara itu terlihat seperti sebuah desa dimana Hobbit dari film The Lord of the Rings berasal. Suriah tidak perlu membangun pemanas untuk hanggar lagi dalam iklim yang hangat ini. Mereka menyimpan dan memperbaiki pesawat di gudang-gudang bawah tanah yang dapat menahan tembakan.

BACA :  Anggota ISIS Ungkap Kehidupan di Bawah Kekuasaan ISIS
banner gif 160 600 b - Ibukota Khilafah ISIS Dihancurkan Para Pilot Tentara Suriah

Sebuah “bukit” ada yang berisi pesawatl MiG-21 atau MiG-23, pesawat legendaris Soviet yang memulai layanan di tahun 1950-an dan 1960-an.

Seorang pilot yang menyebut pesawatnya “sang kekasih” memuji Mikoyan-Gurevich MiG-21 sebagai mesin yang sangat handal, kuat dan aman. Ia melakukan 4 serangan mendaddak perhari tergantung dari tugas yang harus ia lakasanakan.

“Kami terbang untuk suatu misi setelah kami menerima data intelijen mengenai lokasi para milisi, gudang amunisi, perlengkapan militer atau mortir berada,” jelasnya. “Tugas utama kami adalah untuk bisa menghentikan para wahabi takfiri dari menghancurkan negara kami.”

Pilot-pilot Suriah aman jika mereka terbang pada ketinggian yang lebih tinggi dari 4,5 kilometer tetapi mereka sering mempertaruhkan hidup mereka pada ketinggian yang lebih rendah untuk untuk presisi yang lebih tepat. “Pilot kami adalah pahlawan sejati,” ungkap seorang komandan setempat.

Pada tanggal 4 November, sebuah pesawat Suriah dari pangkalan udara Hama ditembak jatuh saat terbang di ketinggian rendah di atas wilayah yang dikuasai oleh para pemberontak. Pilot yang telah berhasil menyerang itu berusaha menjaga pesawat dari terjatuh sebisa mungkin namun tidak berhasil sampai ke pangkalan udara Hama. Tentara Suriah kemudian menemukan puing-puing pesawat dan jasad sang pilot.

BACA :  Rumah Sakit Israel Dibanjiri Para Teroris Suriah yang Terluka

Pilo-pilot tentara Suriah selalu mengkoordinasikan upaya-upaya kontra-terorisme mereka dengan rekan-rekan Rusia melalui pusat informasi gabungan. Target kemudian dialokasikan antara pilot Rusia dan Suriah. Jika pilot Rusia dan Suriah beroperasi di daerah yang sama, mereka terbang pada ketinggian yang berbeda.

Sebelum penyerangan ke setiap target akan diperiksa dengan sangat hati-hati sehingga infrastruktur sipil tidak akan menjadi sasaran serangan. Ketika pangkalan udara Hama menerima tugas untuk mengeksekusi sebuah target, pilot tentara Suriah berebut dan bersaing satu sama lain mengenai siapa yang lebih dulu akan terbang untuk menjalankan misi penyerangan tersebut.

Juru bicara Angkatan Darat Suriah, BrigJen. Ali Mayhoub mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir Angkatan Udara Suriah telah melakukan hampir 100 seranagn mendadak dan menghantam target di provinsi Hama, Homs, Idlib, Aleppo, Deir Ezzur, Raqqa dan distrik Damaskus. Mereka menghancurkan lima benteng militan, tiga pusat komando, puluhan kendaraan, serta gudang-gudang amunisi.”  (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker