Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Fikih Sunnah

Ibadah Smart: Membiasakan Menjaga Wudhu di Bulan Ramadhan

Dengan kebiasaan menjaga wudhu, suara bakiak/sandal Sahabat Bilal sudah terdengar di Sorga padahal waktu itu Sahabat Bilal masih hidup di dunia.

Menjaga Wudhu: Marhaban yaa Ramadhan…. Alhamdulillah, bulan suci yang spesial dan penuh berkah yang kita rindu akan segera datang. Marhaban yaa Ramadhon….

Insyaallah, besok hari Senin, 1 Agustus 2011 M, kita akan sudah mulai menjalani ibadah puasa Ramadhon. Oleh sebab itu, kami ucapkan: “Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1432 H / 2011 M.  Semoga kita diberi ketabahan dan kekuatan, afiat atau kesehatan dan mendapat keberkahan dari Allah swt. Yaitu berkah di dunia dan akhirat, amin….”

wudhu - Ibadah Smart: Membiasakan Menjaga Wudhu di Bulan Ramadhan
Wudhu: CC BY-NC-ND by zuki12

Ingat ya, ada satu pesan penting dari kami buat kita semua. Untuk memperoleh cahaya/hidayah Ilahi, jangan lupa kita sebaiknya selalu dengan ihlas menjaga wudhu terus-menerus.  Agar dzikir-dzikir dalam keseharian di tengah kesibukan kita jangan sampai dalam keadaan batal wudhu. Sebagaimana para SUFI yang selalu menjaga wudhu dalam kesehariannya walaupn di luar bulan Ramadhon.  Syukur-syukur kita nanti setelah Ramadhon bisa meniru para SUFI dalam menjaga Wudhunya.

BACA JUGA:  Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7

Eh, ternyata kebiasaan menjaga Wudhu juga kebiasaan yang dilakukan Sahabat Bilal bin Rabbah.  Dengan kebiasaan menjaga wudhu,  suara bakiak/sandal Sahabat Bilal sudah terdengar di Sorga padahal waktu itu Sahabat Bilal masih hidup di dunia. Nabi Saw pernah berkata kepada Sahabat Bilal:  “Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisik langkahmu….”

BACA JUGA:  Haji Mabrur Hanya 6 Orang dari 600 Ribu Orang Berhaji

Lalu Nabi Saw menanyakan kepada Sahabat Bilal ibadah apa yang dilakukannya sehingga suara langkahnya sudah terdengar di Surga. Ternyata rahasianya, Sahabat Bilal menjaga Wudhu dan Shalat Sunnah Wudhu. Subhanallah, wal hamdulillah, Allahu Akbar.

Oleh karena itu, mari menjaga wudhu jangan sampai kita hidup dalam keadaan berhadats, terkecuali wanita-wanita yang berhalangan. Semoga Allah meridhoi kita semua, amin….

BACA JUGA:  Membaca Al-Quran di Kuburan Itu Tidak Haram, Tidak Bid'ah

Oh ya, tak lupa kami MOHON MAAF KEPADA ANTUM SEMUA,  baik yang PRO maupun yang  KONTRA dengan UMMATI PRESS.  Syukron, jazaa kumullohu  khoiron katsiiron, amin.

Hasbunallaahu wa ni’mal wakiil, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘aziim….

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

31 thoughts on “Ibadah Smart: Membiasakan Menjaga Wudhu di Bulan Ramadhan”

  1. Termakasih, postingan sedikit tapi mantab. bgmana prakteknya menjaga wudhu itu? Apakah setiap “keluar angin” lalu cepat2 wudhu lagi?

    ana ternyata salah selama ini ikut2an menganggap Sufi sesat, padahal ternyat mereka punya kebiasaan istimewa menjaga wudhu. Tapi apakah hal ini benar demikian bahwa sufi selalu menjaga wudhu?

    1. Memang benar demikian, Mas alhaqi. Kami melihat sendiri kakek-nenek kami, begitu juga ayah-ibu kami. Mereka selalu menjaga wudhu, selalu berdzikir dalam kesehariannya, baca Qur’an, baca Shalawat, melakukan rutin shalat tahajjud, shalat dhuha, dan tak pernah meninggalkan shalat wajib 5 waktu. Bahkan saat mereka sakit berat pun tetap menjalankan kewajiban shalat semampunya. Mereka adalah orang-orang yg lurus, benar dan ihlas dalam beribadah.

      Yg dimaksud Sufi sesat itu adalah Sufi palsu/gadungan. Sufi yg asli adalah seorang mukmin yg shalih.

  2. Yg sy tahu, sufi itu bukanlah orang yg sembarangan. Seorang sufi sejati itu rata2 hafal hadist beserta sanad dan matannya minimal seribu hadist, jg menguasai minimal seribu tafsir Al Qur,an. Kaum sufi adalah org2 yg mengkaji Islam bkn sekedar mengaji doang. Para sufi itu berjalan dgn syari’at, tariq’at, hakikat, hingga sampai ke ma’rifat, dan terus berulang sampai hingga ajal menjelang. Kemampuan yg diluar akal sehat yg tdk jarang tampak pada seorang sufi itu karna Allah mencitai meraka, dan inilah yg sering disalah artikan oleh golongan selain ASWAJA!!
    Syukron.

  3. amalan ringan tapi berat dalam praktiknya. hanya orang2 yg sabar, yang memiliki kemantapan hati, rasa takut dan pengharapan atas pahala dan ridha Allah saja yang istiqamah menjalankannya. semoga kita bisa…

  4. Puasa itu Untuk allah dan allahlah yang akan mebalasnya… artkel yang sangat membangun. Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahuwata`ala.

  5. nah gitu dong ummati, artikelnya menyejukkan,semoga terus berlanjut.mohon maaf juga kpd semuanya baik aswaja maupun shufi dari tulisan saya yg tdk berkenan.

  6. Alhamdulillah….
    Dari seringnya menshare artikel2 ummatipress ini jg blog2 n website aswaja lainnya ke akun facebook dan twitter saya akhirnya mulai banyak dari teman2 aswaja maupun yg salafy/wahaby saya semakin tercerahkan dan bahkan ada beberapa teman2 saya yg sebelumnya menganut paham wahaby/salafy itu mendafatkan hidayah kembali kepangkuan aswaja.
    Semoga amal amalan mulia teman2 yg membela aswaja lewat dunia maya mendapatkan sebaik-baiknya berkah oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW hingga di akhirat kelak.

    Barakallah hu fik

    Syukron.

      1. Alhamdulillh,…tsumma Alhamdulillah ummati aktif lagi…
        moga2 Allah memberikan keberkahan pada para pembaca2 ummati press semua,terlebih pada para kru ustadz2 nya…amiin..

  7. Alhamdulillah para pejuang aswaja senantiasa berdakwah dengan toleransi yang sangat tinggi dengan pijakan dakwah kultural, dengan landasan :
    1. QS An-Nahl ayat 125 : “Serulah ( manusia)ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.
    2. QS.Ali Imron ayat 159 :”Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”.
    3. Pesan Rasulullah SAW saat mengutus Abu Musa al Asy-ary dan Mu’adz bin Jabal berdakwah : “Mudahkanlah, jangan mempersulit. Berilah kabar gembira, jangan membuat mereka (obyek dakwah) lari” (HR. Muslim)
    Hal itu yang saya dapatkan dari para guru saya, para ustadz dan para kyai aswaja dan tentu saja dari para pejuang aswaja di blog ini, spt : Kang Ahmad Syahid, Abah Asra, akhi diant, supernova, dll.
    Semoga Allah senantiasa meridloi setiap gerak langkah kalian. Amin……………..
    .

    1. Adapun menggunakan al-Mashalih al-Mursalah sebagai dalil untuk mendukung pendapat bid’ah ini yang dijadikan sebagai jalan untuk mengkafirkan kaum muslimin dan mengeluarkan mereka dari agama Islam adalah perbuatan yang sia-sia dan merupakan penggunaan metode ilmiah yang salah. Itu karena al-mashalih al-mursalah digunakan pada hal-hal yang tidak diakui atau ditolak oleh syari’at. Dan tauhid tidak termasuk hal itu.

      Wallahu subhanahu wa ta’ala a’lam

      Saya ambil dari Jawaban Dewan Fatwa Dar Al-Iftaa | ??? ??????? ???????

      1. Lebih lengkapnya,

        Pembagian tauhid menjadi tiga bagian, yaitu tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa shifat adalah pembagian baru yang tidak pernah dinyatakan oleh para salafush shaleh. Yang pertama kali membagi tauhid menjadi tiga bagian tersebut-berdasarkan pendapat yang masyhur-adalah Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullah. Kemudian orang-orang setelah beliau mengambil dan mengikuti pembagian tersebut. Secara ringkas, maksud dari pembagian tauhid tersebut adalah bahwa yang dimaksud dengan tauhid rububiyah adalah mentauhidkan Allah dalam perbuatan-perbuatan-Nya. Sedangkan tauhid uluhiyah adalah mentauhidkan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba-Nya. Kedua tauhid ini jika dinyatakan bersama-sama maka masing-masing memiliki arti yang berbeda, tetapi jika dinyatakan secara sendiri-sendiri maka memiliki arti yang sama. Dengan kata lain, setiap pembagian itu mengandung makna bagian yang lain jika berdiri sendiri, tetapi memiliki makna tersendiri jika bersama-sama. Sehingga, tauhid uluhiyah mengandung makna tauhid rububiyah, dan tauhid rububiyah menunjukkan tauhid uluhiyah. Lalu muncul tuduhan bahwa tauhid rububiyah saja tidak cukup dalam beriman, karena kaum musyrikin pun meyakini adanya tauhid rububiyah.

        Pernyataan bahwa tauhid rububiyah saja tidak cukup dalam keimanan seseorang adalah pendapat ahli bid’ah yang bertentangan dengan ijmak kaum muslimin sebelum datangnya Ibnu Taimiyah. Kebatilan sebuah dalil (al-lazim) menunjukkan kebatilan apa yang ditunjukkannya (al-malzum). Maka jika kaum musyrikin tidak mengakui tauhid uluhiyah maka tidak boleh dikatakan bahwa mereka mengakui tauhid rububiyah, karena al-malzum menjadi ternafikan dengan ternafikannya al-lazim. Dan sebaliknya, jika disepakati bahwa kaum muslimin mengakui adanya tauhid rububiyah maka tidak boleh dikatakan bahwa mereka tidak memiliki tauhid uluhiyah. Karena kedua tauhid itu saling berkaitan sebagaimana dijelaskan.

        Para ulama telah membantah pendapat ini dan menjelaskan kesalahannya. Mereka mengatakan bahwa pendapat ini pendapat yang salah dan tidak berpijak pada dalil. Perkataan setiap orang dapat diambil dan ditinggalkan kecuali perkataan Nabi saw..

        Adapun menggunakan al-Mashalih al-Mursalah sebagai dalil untuk mendukung pendapat bid’ah ini yang dijadikan sebagai jalan untuk mengkafirkan kaum muslimin dan mengeluarkan mereka dari agama Islam adalah perbuatan yang sia-sia dan merupakan penggunaan metode ilmiah yang salah. Itu karena al-mashalih al-mursalah digunakan pada hal-hal yang tidak diakui atau ditolak oleh syari’at. Dan tauhid tidak termasuk hal itu. Ilmu tauhid merupakan salah satu bagian agama yang telah sempurna dijelaskan dan merupakan kenikmatan paripurna bagi kaum muslimin. Menambah atau mengurangi sesuatu darinya adalah salah satu bentuk bid’ah yang paling besar dan berbahaya bagi kaum muslimin. Ini adalah bid’ah yang berbahaya dalam lapangan akidah yang wajib dijauhi dan ditolak oleh kaum muslimin dengan segala cara setelah kita menyaksikan bersama akibat-akibat negatif dalam umat ini yang ditimbulkannya.

        Wallahu subhanahu wa ta’ala a’lam

        Referensi :

        -Jawaban Dewan Fatwa Dar Al-Iftaa
        -Dar Al-Iftaa | ??? ??????? ???????

        Kayaknya saya salah tempat posting di sini hehehe, boleh di hapus admin postingan-postingan di halaman ini.

          1. oke mas, sebenarnya masalah pembagiannya itu saya masih belajar dan belum berani membenarkan atau menyalahkan. tapi yang salah adalah Pernyataan bahwa tauhid rububiyah saja tidak cukup dalam keimanan dan menjadi jalan untuk mengkafirkan kaum muslimin.

            Wallahu ta’ala a’lam

            saya sebenarnya takut membahas ilmu tauhid.

          2. saya lebih memilih yang murni dari Nabi saw. tanpa pembagian-pembagian tersebut. ilmu tauhid merupakan salah satu bagian agama yang telah sempurna dijelaskan dan merupakan kenikmatan paripurna bagi kaum muslimin. perkataan setiap orang dapat diambil dan ditinggalkan kecuali perkataan Nabi saw..

            Wallahu ta’ala a’lam

  8. Ya pokoknya setiap kita batal ya langsung wudhu lagi, demikian seterusnya setiap hari sepanjang tahun. Kudu istiqamah …………..

  9. Nah, ini templatenya sudah lumayan punya. Sekedar saran, mungkin bisa dipertimbangkan mengaktifkan 3-column daripada 2-column dan menambah lebar content-column sekitar 750px (wide template design), supaya lebih nyaman secara web readability dan visibility?

    Mohon maaf atas kecerewetan saya, hehehe, saya cuma ingin menikmati Ummati Press, salah satu blog favorit saya, senyaman-nyamannya. Salam ;).

    1. Salam, Kang Syahid…

      Tentang buku2 firoq, Ana baru dapet beberapa buku, boleh ku antum coba dicari…

      ِAl-Mausu`ah Al-Muyassarah fil Adyan wal madzahib wal ahzab Al-mu`ashirah, karya Dr. Mani` bin Hamad Al-Jahni, Percetakan Darunnadwah Al-Alamiyah.

      Mausu`ah Al-Firaq wal Madzahib fil alam Al-Islami, Wizarotul Awqaf, Al-Majlis Al-A`la li Asy-Syu`un Al-Islamiyah, Cairo.

      ِAl-Farq baina Al-Firaq, karya Abu Manshur Al-Bagdadi, di sini==> http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=114533

      ِAl-I`tisham, Karya Imam Syathibi, di sini==> http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=22557

      Semoga bermanfaat…. Afwan…

    2. Ahmad Syahid@

      Betul Mas Ahmad Syahid, tampilan yang dulu memang lebih simpel dan tidak membingungkan. Sedangkan tampilan yang sekarang agak bikin keder karena banyak kolomnya.

      Syukron atas usulannya, masih terus dalam proses pembenahan.

  10. Saya pernah melihat beberapa orang tetapi tidak ditempat dan masa yang sama yang mereka itu sentiasa dalam keadaan berwudhu’.
    Subhanallah! Wajah mereka bersih berseri dan kelihatan muda walaupun usia melebihi separuh abad. Mereka tidak menngunakan kosmetik hanya mengamalkan sentiasa berwudhu dan mereka adalah orang2 yang taat beragama.

  11. All Aswaja n Salafi n Wahabi, Ane mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin Mohon lahir batin, kalau ada salah kata dengan tulisan ane mohon maaf yang sebesar-besarnya.
    Semoga tulisan-tulisan diblog ini selalu bermanfaat untuk kita semua. Amiiiin.

  12. khusus untuk mas ummati pemilik blog dan semua pengunjung bolg ini baik yang setuju maupun yang tidak setuju saya haturkan MOHON MAAF LAHIR BATIN, MINNAL ‘AIDIN WALF’AIZIN, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432, SEMOGA AMALAN KITA DI BULAN SUCI NAN PENUH BERKAH TERCERMIN DI 11 BULAN KEDEPAN. AMIIIIIEEEN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker