Berita Fakta

Haji Kok Sama Dengan Perang, Takut Deh Pak Fahri

Foto, detik.com.

(Heran dengan penilaian pak Fahri Hamzah di detik.com tentang haji seperti perang, sehingga Indonesia harus mengirim pasukan. Hah…..?) (lihat di sini).

Maaf pak Fahri.

Kita ingat saat masih kecil, ketika kakek kita berangkat haji, masih menggunakan kapal laut, salah satu petuah yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan oleh penceramahnya adalah untuk merelakan calon jemaah haji yang berangkat ke tanah suci, sebab kita tidak tahu apakah bisa kembali pulang untuk berkumpul dengan keluarga lagi atau tidak. Itu persis seperti melihat mereka hendak berangkat perang yang sulit diharap keselamatannya. Melihat kondisi kala itu, anggapan seperti itu dianggap wajar. Karena memang selain sarana dan transportasi yang ada masih sulit, juga berhadapan dengan sistem anti Islam yang dibangun oleh penjajah Belanda maupun Jepang saat itu.

Lha sekarang….., zaman sudah berubah sama sekali pak.

Jika kita memandang haji dengan menganggapnya sebagai ibadah perang, lantas mengaitkannya dengan personel yang terlatih untuk berperang, missal TNI atau Polri, maka anggapan seperti itu tentu dianggap berlebihan. Sebab, pelaksanaan haji ada di negara orang yang sepenuhnya memiliki sistem yang sangat berbeda. Memasukkan wacana militer ke ranah haji, sama dengan upaya intervensi terhadap sistem yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan.

banner gif 160 600 b - Haji Kok Sama Dengan Perang, Takut Deh Pak Fahri

Tuntutan mengatur pelaksanaan haji secara bersama-sama oleh negara Islam sebenarnya sudah lama pernah dilontarkan oleh Libya dan Iran, dan keduanya adalah negara yang dianggap paling vocal terhadap Saudi. Namun nyatanya Arab Saudi mampu mempertahankan monopoli itu hingga kini. Artinya, tidak ada campur tangan apapun dari luar yang dapat mengganggu ‘kesenangan’ Arab Saudi ini. Sehingga kita harus menyadari, sistem penanganan dan pelaksanaan haji memang idealnya ditangani bersama oleh seluruh umat Islam. Namun perlu diingat, bahwa kedua tanah suci yang ada adalah berada di wilayah hukum negara Arab Saudi yang memiliki sistem tersendiri, dimana persoalan haji menjadi salah satu bagian dari sistem tersebut. Memasuki ranah tersebut adalah sama dengan intervensi terhadap sistem negara. Arab Saudi tentu tidak akan rela diintervensi.

Mungkin pak Fahri berdalih bukan untuk ranah itu, mereka akan ditugaskan hanya untuk fungsi komando dan mengawal orang-orang yang sudah udzur, karena ketuaan akibat terlalu lama menunggu antrean haji.

Jika benar seperti itu, maka wacana petugas haji dari unsur militer juga dianggap terlalu mengada-ada. Sebab, untuk menangani jamaah manula sudah ada sistemnya, mereka akan dipandu menggunakan kursi roda, atau jika tidak memungkinkan, akan diantar menggunakan kendaraan ambulan. Apakah kedua tanggungjawab seperti itu menjadi beban personil dari unsur TNI atau Polri? Apakah keduanya akan dijadikan sebagai pendorong kursi roda dan mengoperasikan ambulan? Sayang sekali.

Sementara untuk menjadi pemimpin (komando), yang diperlukan adalah orang-orang berkualitas secara ahlak maupun dari sisi pengetahuan lapangan. Mereka yang diperlukan adalah orang-orang yang menguasai permasalahan Arab Saudi terutama masalah perhajian. Apalagi petugas lapangan, maka yang diperlukan adalah mereka yang selain memiliki jiwa kepemimpinan juga pengalaman terkait medan haji. Memang tidak menutup kemungkinan, pemimpin tersebut dari unsur TNI-Polri, tapi harus dilihat dari sisi pengalaman medan haji nya, diutamakan bisa berkomunikasi dengan petugas dari Arab Saudi. Sebab kunci semua persoalan masalah haji, adalah sebagian besar ditentukan dengan kemampuan berkomunikasi ini. Untuk sekedar menambah informasi, keberhasilan komunikasi dengan petugas Arab Saudi diperlukan kematangan dua hal, penguasaan Bahasa dan memahami karakter mereka.

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker