Salafi Wahabi

H. Mahrus Ali Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?

H. Mahrus Ali: Mau Ittiba’ Rasul Shalat Pakai Sandal Jepit!

Mahrus Ali – Kelompok Wahabi pecah; satu dengan lainnya saling menyesatkan, bahkan saling mengkafirkan. Salah satu sub sektenya adalah Ajaran Mahrus Ali dengan kelompoknya yang memandang shalat di atas ubin (tempat yang dikramik) atau semacamnya adalah bid’ah sesat. Mereka mengatakan di zaman Rasulullah; masjid nabi berlantaikan tanah, dan Rasulullah serta para sahabatnya shalat di atas tanah.

Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari ajaran bid’ah dlalalah yang dirintis  ‘MUJTAHID’  Wahabi semacam H. MahrusAli (Orang wahabi biasanya anti memakai  gelar Haji di depan namanya karena dianggap bid’ah).

shalat di tanah pakai sandal jepit ajaran mahrus ali3 - H. Mahrus Ali Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?

 

Di bawah ini adalah Foto-foto Eksklusif  salah satu Gaya Shalat Wahabi yang dipraktekkan Oleh H. Mahrus Ali dan jama’ahnya. Sosok wahabis yang pernah mengaku sebagai matan Kiyai Nu ini rupanya ingin berlagak jadi Mujtahid abad ini. Seperti inilah hasil ijtihad dari seseorang yang yang tidak memenuhi persyaratan sebagai Mujtahid.

Mestinya orang setengah awam itu tidak perlu berijtihad sendiri cukup jadi muqallid saja lebih selamat dari membuat amalan ibadah bid’ah (dlalalah).  Apalagi ibadah Shalat pastinya sudah ada contoh dari Nabi jangan sampai membuat gaya baru. Ini mungkin bisa menjadi contoh amalan bid’ah (dlalalah) yang nyata, bagaimana komentar anda?

H Mahrus Ali 1 - H. Mahrus Ali Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?

banner gif 160 600 b - H. Mahrus Ali Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?

 shalat pakai sandal ajaran mahrus ali 1 - H. Mahrus Ali Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?

shalat pakai sandal ajaran mahrus ali 8 - H. Mahrus Ali Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?

  shalat pakai sandal ajaran mahrus ali 9 - H. Mahrus Ali Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?

 shalat pakai sandal ajaran mahrus ali 6 - H. Mahrus Ali Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?

http://www.facebook.com/album.php?aid=239926&id=351534640896

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

196 thoughts on “H. Mahrus Ali Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?”

  1. subhanallah , seperti inikah sosok Mahrus Al`i Asalafy al-wahaby, yang pernah ngaku jadi kiayi NU ?
    he he tampangnya sih boleh, pake gamis dan berjenggot, tapi subhanallah : tidak sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu, mau tidak mau, orang jahil akan selalu meninggalkan keta`atan, dan mengerjakan kemaksiatan, karena sungguh dia tidak tahu apa itu ketaatan yang ALLAH perintah, dan dia tidak tahu, apa itu maksiat yang ALLAH larang, dia tidak akan keluar dari kegelapan kecuali dengan cahaya Ilmu.
    inilah salah satu contoh , kenapa tidak bermadzhab itu Haram bagi orang awam, apalagi cuma dapet copas dan baca buku terjemahan, sungguh jauh dari cahaya ilmu.

    wahai wahaby/salafy yang anti madzhab, akan seperti itulah keadaan kalian jika terus ngeyel tidak bemadzhab. Naudzu Billahi min dzalik !.

  2. Lumayan keren juga nih tampangya yang mengaku mantan orang NU, acak2an, persis kayak gembong2 teroris nusantara yg telah d eksekusi he he he…
    Sungguh kasihan orang2 yg menganggap kesesatan sebagai cahaya, dan menganggap cahaya sebagai kesesatan.
    Mudah2an keluarga sahabat dan anak cucu kita senantiasa dijauhkan dari sekte imporan ini amiiin….

  3. Makanya mas ahmadsyahid & soul sick, saya sebagai orang NU jadi sangat malu jika saja benar “mantan Kiai NU” (walaupun mantan) profilnya seperti itu, sama sekali nggak mencerminkan sosok seorang Kiai.

  4. gimana islam mo mau kalo begini…dah dikasih kemudahan malah melakukan yang aneh2 dan menyulitkan diri sendiri, sakit jiwa!!!

  5. ITTIBA ROSUL……..harusnya jangan ada kancing , jahitan ( waktu itu blom ada tkg jahit ), sekalian cari ONTA untuk kalau naik Haji ……….aneh , apa mungkin biar dikira orang terasing ??? bangga karena ASING ….??? he…he…he ….aku rasa hanya kedangkalan dalam memahami ajaran2 ISLAM …..

    1. ali @

      Pertanyaanmu itu salah, gemana jawabnaya?

      Hukum Islam itu ada lima: wajib, sunnat, haram, mubah, makruh. Bid’ah itu bukan hukum, makanya ngaji yang bener, cari guru yang bener biar kalau tanya bisa bener. Kamu bikin pertanyaan aja salah, mau ikut-ikutan. Nyimak aja dulu, nanti kalau sudah dapat ilmunya baru ikutan. Utazmu aja suruh datang ke blog ini sekalian biar ketahuan ilmunya seperti apa? Ilmunya benar apa menyimpang dari kesepakatan ulama muktabar?

      Coba perbaiki dulu pertanyaanmu biar bisa dijawab, oke ya?

      1. katanya cara hikmah, pasti sdr kita itu tersinggung, mngkn anda juga perlu perbaiki kata2nya, cara baik-baik sajalah biar kita sama2 saling hargai, begitu…

  6. mas arumi kayaknya kita perlu sedikit sabar neh ngadepin kawan-kawan wahabi/salafi sebab biasanya biarpun mereka akademisi tapi soal agama mereka minim kayak saya, jadi kalo disikapi dengan sabar mudah-mudahan kita semua pada dapet hidayah dan pencerahan, amien.

  7. ahmadsyahid @

    Sok pinternya itu gemesin banget Mas Syahid, dia nanya tapi ngeless. Tapi ngelesnya salah, ya saya bilang salah aja Mas biar lugas, sukur kalau bisa sadar dengan kesalahannya.

    Tapi Thanks banget atas nasehat Mas Syahid agar saya sabar. Saya termasuk ngefans kepda Mas Syahid, atas sharing-sharing-mu selama ini bikin saya jadi tambah ilmu. Syukron jazaakallahu khoiron katsiro….

  8. … beberapa waktu lalu ke toko buku, ada 2 atau 3 buku tulisan H Mahrus Ali terpampang di dekat pintu masuk … wah bikin reseh aja pikir sy waktu itu … tetapi setelah membaca blog ini apalagi lihat tulisan tentang H. Mahrus ini kesimpulannya tidak ada yang perlu dikhawatirkan he3x…. Buat pengasuh blog … mantap isinya!!

  9. hebat yah yang m photo. bisa dekat close up juga. ha ha ha propaganda terbalik. begini eni ni kalau para politikus sudah kalah berdebat dari segi dalil. yang keluar akhirmya propaganda. wallahu bima kanu ta’maluuna khobiiro. www. si markus seperti yang sedang di photo oleh wartawan aja. ce illah pake pasang pose segala. ha ha ha dasar.

  10. Mau tahu tentang dasar landasan salat KH Mahrus ali , klik saja ke www. Mantankyainu.blogspot.com. Dan memang ada buku karyanya : Ternyata Rasulullah SAW menjalankan salat wajib di atas tanah . Mau tahu hubungi saja ke 03192153325. – 08819693849.Kamu akan mendapat ilmu banyak dan bermanfaat yang biasanya tidak kamu duga . Lebih baik baca bukunya dulu baru menyimpulkan .

  11. Jangan di pandang dari segi facenya , tapi ilmunya dan keterangannya dalam buku – buku KH Mahrus ali akan lebih baik . Kalau facenya okey lalu keterangannya penuh dengan kekeliruan , alangkah ruginya para orang awam . Ingin tahu face yang menarik bintang – bintang film tuh holiwood deh . Jangan ngawur dong.

    1. Aiman @

      Anda Aiman atau Mahmud? Pakai nama aja beda-beda padahal orangnya sama?

      Begini Mas, yang namanya mantan Kiyai tentu nggak ada baiknya. Lihat aja sepak terjangnya, menebar fitnah Islam di mana-mana, dan bisa mempengaruhi orang-orang awam seperti Aiman atau Mahmud ini. Buktinya Pak Mahrus nggak berani debat terbuka dengan anak-anak NU Jember? Malah dia mengajukan KH Mu’ammal Hamidi (Wahabi kok Pakai KH?) untuk menghadapi anak-anak NU, yg ternyata Mu’ammal bukanlah orang yang mempunyai kapabilitas dalam keilmuan Islam. Apalagi Mahrus Ali? Kalau dia memiliki Ilmu tentu tidak akan menjadi mantan Kiyai, pada paham nggak? Lihat Videonya di sini

      Daripdada mantan Kiyai, masih jauh lebih baik mantan maling, mantan pendeta, mantan orang kafir…. Pada paham para sedulur? He he he ….

    2. Rosulallah memang sholat diatas tanah tidak ada yang salah dengan sholat diatas tanah , hanya ketika menyatakan bahwa Sholat diatas selain tanah adalah Bid`ah dolalah inilah masalahnya, tapi bagus juga berarti makhrus ali konsisten dengan pemahaman Bid`ahnya (meskipun faham bid`ahnya salah kaprah),konsekwensi dari pernyataan diatas bahwa sholat diatas selain tanah adalah Bid`ah sesat , berarti dia juga secara implisit menyatakan bahwa seluruh kaum muslimin yang tidak sholat diatas tanah adalah sesat, inilah inti masalahnya dan tidaklah menyatakan seperti itu kecuali maaf ” orang Jahil”.

      1. Maaf sedulur semuanya, kalau dia nggak jahil mana mungkin jadi mantan Kiyai?

        Kalau Pak mahrus itu Orang berilmu seperti kata Mas Aiman, mana mungkin jadi mantan Kiyai?

  12. Saya pernah dengar dari Ust Mahrus ali kisah mengapa tidak datang di AUla pasca sarjana. Ketika Usman sebagai ketua panitia mengundang Ust Mahrus ali ke rumah beliau , ternyata beliau menyatakan sanggup datang setelah mengkaji buku membongkar kebohongan buku mantan kiyai NU – kira – kira tiga bulan lagi . Tapi maaf , dapat seminggu sudah di umumkan bahwa debat terbuka akan di selenggarakan sepuluh hari lagi . Sudah tentu ini mengecewakan. Mengapa pihak panitia tidak konfirmasi kepada Ust Mahrus lagi , apakah pada tanggal itu bisa hadir aaaatau tidak . Ini etika buruk ketika mengundang seorang nara sumber. Sudah tinggal kan masalah itu. Kini telah terbit buku sesat tanpa sadar sebagai jawaban buku LBM Jember membongkar kebohongan buku mantan kiyai NU itu . Ternyata isinya buku LBM Jember penuh dengan hadis palsu, lemah dan sengaja membikin kedustaan publik . Yg penting jawablah apa yang ada dlm buku sesat tanpa sadar itu dan sampai saat ini buku itu banyak di buat pegangan kalangan MUhammadiyah , Salafi , NU yang moderat. Kalau pak Mahrus sebagaimana anda tuduhkan maka bukunya akan berhenti dan tidak laku lagi dikalangan salafi, Muhammadiyah atau NU moderat . Silahkan kunjungi www. mantan kyainu.blogspot.com. Bahkan cd pengajiannya berjumlah 35 cd juga di gandrungi mereka. Silahkan dengar atau hubungi 03192153325. – 08819693849

  13. @ aiman

    saya mau tanya sampeyan…
    1.apa sampeyan sholatnya juga memakai sandal japit…???
    2.apakah menurut sampeyan orang sholat yang tidak memakai alas kaki termasuk bid’ah…???

    …………????????………….????????………????????

  14. Biasanya Rasul menjalankan salat wajib mengenakan sandal , dan sujud di tanah , lalu mana dalilmu Rasul dan para sahabatnya menjalankan salat wajib di sajadah ? bacalah buku karya Mahrus ali ternyata Rasul menjalankan salat wajib di tanah tanpa sajadah dan dengarkan cd pengajiannya agar kamu bisa mendengar dari orangnya langsung.

    1. Silahkan aja kamu shalat pakai sandal dan langsung sjud di tanah, he he he he … dah a ah, ngantuk, mau tidur lagi nih. Eh, hati-hati sandalnya kena tai ayam ya?

  15. Aiman @

    Namanya juga orang sesat, pasti ada aja alasannnya. Namanya juga orang menyesatkan, pasti aja rekayasa kebohongannya. Tantangan debat terbuka itu masih berlaku buat Mahrus Ali, mana buktinya? Sampai sekarang nggak berani menjawab langsung ke LBM Jember? Dia udah ditangi sama pak Thobary Syadzily, lihat jawabnya khas orang-orang pengecut. Nih baca ceritanya pak Thobary yg sdh ketemu langsung

    Itu ada fotonya Pak Thobary lagi duduk bareng Mahrus Ali yg sedang tanda tangan membuktikan dia pengecut kecut. Sama sepertimu suka pakai ganti-ganti nama kalau kepojok dlam diskusi.

    Selama ini belum baca berita mahrus Ali ya? Belum baca kok sdh komentar…? Orang kayak gitu jadi idolamu, pantas aja kamu mirip-mirip dia ?!

  16. @aiman …..nt muridnya pak mahrus ya…..kayaknya ngotot banget maslah CD ….he…he ….kalau ana njualin berapa % nih komisi …?????

  17. Ust Mahrus Sudah bilang bahwa apa yang di tuklis oleh wartawan blog ini tidak akurat dan banyak keliru . Ingat kepada ayat :
    ??????????? ????????? ????????? ???? ????????? ??????? ???????? ????????????? ???? ????????? ??????? ??????????? ???????????? ????? ??? ?????????? ??????????
    Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu

    Ust Mahrus ali bilang : Saya tidak pernah takut di kampung saya, kok di bilangi ketakutan, takut ama siapa. Jadi itu fitnah yang keji boleh ditanyakan langsung kepada penghuni kampung saya. Bagaimana takut buku barunya juga terbit tentang tauhid. Apalagi di katakan , Ust Mahrus ali benci kepada kitab – kitab syafiiyah. Seluruh kitab kuning boleh di baca dan ambillah yang cocok dengan quran dan hadis yang valid. Lalu di katakan Ust Mahrus tidak bisa mantik . Pada hal beliau sering mengajar mantik di pondok atau di rumahnya . Bagaimana orang tidak mengerti mantik bisa berani ,engarang buku yang penuh dengan keberanian menyampaiakn kebenaran dan ingin mengubur bid`ah dan syirik yang sekarang telah mengakar dan membudaya. Itu omongan kosong belaka. Silahkan kunjungi http://www.mantankyainu.yahoo.co.id atau telp. 03192153325 -08819693849 . Kalau ingin debat terbuka , silahkan , tapi yang mengadakan pemerintah, aman dan di siarkan ke seluruh indonesia.

    Said bin Yazid Alazdi berkata :
    ???????? ?????? ???? ??????? ??????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ????????? ???????? ??? ?????????? ????? ?????? *
    Aku bertanya kepada Anas bin Malik ra : Apakah Rasulullah S.A.W. menjalankan salat dengan mengenakan dua sandalnya ?”. Beliau menjawab :’ya “. muttafaq alaih Ibnu Abu Aus berkata :
    ????? ?????? ?????? ?????????? ???????? ????????? ??????? ?????? ??? ?????????? ??????????? ?????????? ????????? ???????? ??????? ??????? ?????? ?????? ???????? ????????? ???????? ??? ?????????? *
    Terkadang nenekku melakukan salat , lalu berisarat . Aku memberikan kedua sandalnya ,lalu berkata :” Aku melihat Rasulullah S.A.W. menjalankan salat dengan dua sandalnya HR Ibnu Majah Hadis sahih , kata penyusun kitab Zawaid .

    1. aiman@

      Kalau antum kenal Mahrus Ali, saya tanya neh, foto orang serem itu benar-benar Mahrus Ali atau orang lain? Kalau ternyata itu benar fotonya Mahrus Ali, kenapa mukanya nggak menunjukkan orang yang ikut Sunnah Nabi? Setahu aku Wajah pengikut Sunnah Nabi itu tampak manis. Walaupun tidak tampan, tapi kelihatan manis enak dipandang, begitulah pengikut sunnah nabi. Tapi kalau Mahrus Ali itu kelihatan serem atau manis?

  18. Salat tanpa sajadah tapi langsung ke tanah
    Ibnu taimiyah berkata :
    ??????? ????? ?????????? ??? ???? ???? ???? ????????????? ?????????? ??? ??????????? ????? ?????????????? ???? ????????? ????? ????? ????????? ???????????? ?????? ???????? ??????? ??????? ????? ????????? ?????????? ??????????? ????? ??????? ???? ???????? ????? ???????? ????????? ? ??????? ???? ?????? ?????? ?????????? ???? ???????????? .
    Bila Nabi S.A.W. dan sahabat –sahabatnya melakukan salat dengan sandalnya dan tidak mencopotnya tapi mereka pakai diatas tanah dan mereka gunakan untuk salat , bagaimana orang bisa punya anggapan bahwa Nabi S.A.W. menggunakan sajadah yang di hamparkan ke tikar atau lainnya ,lalu melakukan salat dengannya . Hal ini tidak akan di lakukan oleh seorangpun diantara sahabat Majmuk Fatawal kubro karya Ibnu Taimiyah , juz 22

  19. Dalil salat di tanah tanpa sajadah.
    Abu Said Al Khudri ra berkata:
    ??????? ????????? ?????????? ?????? ????? ????????? ??????? ???? ??????? ????????? ??????????? ?????????? ?????????? ??????? ??????? ?????? ?????? ???????? ????????? ???????? ??? ???????? ?????????? ?????? ???????? ?????? ???????? ??? ?????????? *
    Ada awan lalu menurunkan hujan hingga air mengalir dari atap yang terdiri dari pelepah kurma. Qamat di bacakan, aku melihat Rasulullah saw bersujud ditanah yang berair, aku melihat tanahnya menempel ke dahinya . Muttafaq alaih ,Bukhori 669

    Bila tanah basah seperti itu , para sahabat dan Rasul tidak mengenakan tikar , sajadah atau lainnya . Sudah tentu hal ini menunjukkan pentingnya sujud di tanah.

    1. he….he…mas Aiman kayaknya nt kembali ke jaman batu ya …. kalau nt ittiba secara kontekstual harusnya nt jangan main iternet dah …….menurut saya mas Aiman Rosululloh memberi contoh ada yang menjadi wajib hukumnya pasti ada hadistnya buat sandaran , ada yang contoh yang tidak menjadi wajib , sunah hukumya melihat situasi dan kondisi waktu itu ….nt tau toh kalau sunah hukumnya bagaimana . ya kalau spt nt aku ngga yakin deh apa iya nt bajunya ngga ada kancing bajunya jaman Rosul blom ada pabrik kancing baju dan bajunya blom di jahit lho ….dan tanah disana cenderung pasir apa harus import pasir dari arab untuk sholat ????? sangat dangkal nt memahami ilmu agama cari guru yang lain lah untuk perbandingan …

    2. Aiman,

      Sunnah itu bukan sesuatu yang wajib untuk dilakukan. Yang wajib pun kita melaksanakan sesuai kadar kemampuan atau tepatnya kalau syarat-syaratnya terpenuhi. Nah, bagaimaan dengan yang Sunnah? Begini Mas Aiman, kalau kita tidak menjalankan SUNNAH, itu bukan berarti kita ahlul bid’ah sebagaimana yang didoktrinkan oleh Wahabi. Sebab sebagai muslim, kita tidak akan mampu mengikuti sunnah Nabi secara keseluruhan, tapi sebaiknya kita berusaha mengikuti sebanyak-banyaknya sunnah-sunnah Rasul SAW.

      Jadi kalau saya umpamanya tidak memanjangkan jenggot, tidak mengatungkan celana, bukan berarti saya sebagai ahlul bid’ah sebagaimana antum suka menjuluki Ummat Islam sebagai ahlul Bid’ah. Sebab mereka tidak ikut sunnah berjenggot atau bercelana ngatung (Nabi Pakai Celana Ngatung ya), tapi ummat Islam mengikuti sunnah-sunnah yang lainnnya, misalnya puasa senin-kamis, bersiwak, merapikan kuku, menyingkirkan duri di jalan, berdzikir, shalat tahajjud, berdo’a, menikah, membaca Qur’an, bershalawat, mengurus anak yatim, mencintai orang miskin. Dan masih banyak sejali sunnah-sunnah Nabi, kita akan dapat pahala mengikuti sunnah-sunnah Nabi.

      Tapi tidak otomatis kita jadi ahlul bid’ah kalau kita tidak mengikuti sebagian sunnah-sunnah Nabi Saw. Bahkan demi keselamatan kita boleh melanggar sunnah Nabi. Contohnya begini, kalau kita turun dari kendaraan, sunnahnya adalah mendahulukan kaki kanan, betul nggak Mas Aiman? Tapi demi keselamatan kita, boleh kita mendahulukan kaki kiri. Umpamanya antum turun dari bus umum dengan mendahulukan kaki kanan karena ikut sunnah Nabi, kira-kira apa yang akan terjadi, Mas Aiman? Antum akan terjatuh bergulingan Mas, coba deh kalau nggak percaya, apalagi kalau turunnya diburu-buru dan busnya masih berjalan pelan seperti kebiasaan bus umum. Banyak kejadian orang jatuh terguling gara-gara mendahulukan kaki kanan.

      Pelajaran apa dari contoh sederhana itu? Kita boleh menyalahi sunnah pada sikon tertentu, sebab sunnah itu bukan hal wajib. Jadi jangan sembarangan menuduh orang lain sebagai ahlul bid’ah, karena bisa jadi yang antum tuduh bid’ah itu ternyata menjalankan sunnh-sunnah yang lainnya yang tidak antum ketahui.

      Begitu juga shalat sujud di tanah tanpa alas, kalau mengikuti ijtihadnya Mahrus Ali, terus masjid-masjid yang sudah ada, ubinnya mau diurug pakai tanah? Sebab bukankah Wahabi memandang kalau tidak ikut sunnah Nabi disebut ahlul bid’ah? Mau nggak kira-kira syaikh-syaikh wahabi Saudi mengurug lantai masjid-masjidnya dengan tanah? Bukankah mereka harus mengikuti sunnah Nabi Saw jika tidak mau disebut ahlul bid’ah? Please, renungkan Mas Aiman.

  20. @aiman
    tolong jangan kata….ibnu taymiah dll,…dst yg hadist nya pun nggak di sebut,…
    tolong coba langsung bawain aja ,misalnya hadist shohih….dst…dlm kitab….bgt.
    langsung hadist shohih nya…
    dari semua semua nya tak ada yang ane tanya aiman,contoh nya begini :
    aku lihat rasulullah shoalat……di tanah tanpa……,begitu krn yg bisa kita ambil tuk jd contoh yg jelas…,spt sholatlah engkau sbg aku sholat,dst…lalu hadist berkaitan dgnnya banyak dan jelas,….bukan nya hadist yg mana banyak penafsiran lain dgn nya..

  21. Keterangan Abu Faris terkesan akal – akalan . Pada hal agama ini , harus menggunakan dalil.
    Imam Bukhori membikin bab :
    ???? ????????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ????????? ????????? ???? ?????????? ???????????? ?????? ????????? ????? ?????? ???????? ????? ????????? *
    Nabi SAW mengajari umatnya lelaki atau perempuan dengan apa yang diajarkan oleh Allah kepadanya tidak menggunakan pendapat atau perumpamaan .
    Keterangan anda itu sama dengan ilmu saya yang lalu sebelum kenal dengan Ust Mahrus ali . Ya begitulah kebanyakan ilmu yang di warisi dari leluhur. Keterangan anda itu bertentangan dengan hadis :
    ?????????? ???? ????????? ????????? ?????????? ?????????? ?????? ???????????? ?????????? ???????????
    Bumi di jadikan tempat sujud dan alat suci ( untuk tayammum )Setiap lelaki yang menjumpai waktu salat , salat lah ( di tempat itu ) ………Muttafaq alaih
    Muaiqib ra berkata :
    ????? ??? ????????? ???????? ?????????? ?????? ???????? ????? ??? ????? ???????? ???????????
    Rasulullah saw, bersabda tentang seorang lelaki yang meratakan debu di tempat sujudnya . Beliau bersabda : “Bila kamu harus melakukannya cukup sekali “. Muttafaq alih
    LIhat , dan pahamilah dengan hati yg bersih , tidak mengikuti ajaran golongan atau leluhurmu atau ajaran lingkungan lainnya akan jelas bahwa sarat tempat sujud adalah tanah sebagaimana para sahabat menjalankan salat . Kapan Rasul menjalankan salat wajib di sajadah , mana dalilnya

    1. Maz Aiman yg bingung…,

      Maaf Maz, kelihatannya you tahu dan hapal banyak hadits? good lah itu, tapi tidak cukup hanya tahu dan hapal Maz, faham apa maksud hadits itu juga sangat penting. Begitu juga tahu bagaimana aplikasinya juga sangat penting, untuk tahu aplikasinya kita butuh guru Maz, bukan asal lihat hadits terus dipahami secra tekstual, makanya perlu guru tidak cukup hanya buku atau internet. Guru juag masih perlu diteliti, siapa gurunya guru tsb? Jangan sampai berguru kepada guru yg berguru kapada syetan.

      Apa yg saya katakan di atas memang tidak nyebut dalilnya, itu adalah aplikasi dari dalil-dalil baik Al-Qur’an atu Hadits. Allah mengingatkan kita supaya mengupayakan ketaqwaan sesuai kadar kemampuan kita, wattaqullaha mastatho’tum, al-ayat…..

      Jangan berlebih-lebihan, cukup kita lihat apa yg dicontohkan para pendahulu kaum mukminin kita ikuti. Mencoba mengikuti Rasulullah Saw tanpa melihat contoh dari guru-guru kita, bisa jadi kita malah mengarang sendiri. Islam ini diajarkan secara turun temurun melalui contoh dari para pendahulunya.

      Malah kalau tidak ikut para pendahulu, itu namanya terputus dari mata rantai estafet ajaran Islam. Kalau hanya ikut teks Hadits, maka jadinya seperti yang dilakukan oleh mr. mahrus ali tsb, yang mana orang tersebut sekarang juga sudah jadi idolamu. Shalat tanpa alas langsung di tanah sungguh tak ada yg salah asalkan tempatnya suci dari najis, tapi saya sungguh merasa kasihan dengan orang yg menganiaya diri sendiri….

    2. Aiman @

      Shalat pakai sandal jepit, kalau musim penghujan gemana Mas Aiman? Sandal jadi nggedibel dengan lumpur nggak, kan itu jadi repot? Mungkin itulah salah satunya alasan kenapa ada istilah menganiaya diri sendiri oleh Abu Fariz yang merasa kasihan dengan jemaat antum.

      Gemana kalau nggak pakai sandal jepit, tentunya kalau konsisten dengan ajarannya Mahrus Ali, jawabnya tidak ada lain kecuali bid’ah!!! shalat gak pakai sandal bid’ah, he he he he he….. repot kan? Shalat pakai alas/sajadah bid’ah, masuk neraka, rasain! He he he he…. Jadi repot kan hasil ‘ijtihad’ Mahrus Ali? So’alnya dia itu orang setengah awam sudah berani berijtihad, hasilnya repot deh.

      1. Shalat pakai sajadah memang bid’ah, tapi bid’ah khasanah. Sajadah adalah sabagian bukti bahwa bid’ah khasanah itu ada. Wahabi menganggap tidak ada bid’ah khasanah, tapi faktanya ada?

        Kalau shalat pakai sandal jepit itu bidngah, zaman Nabi tak ada sendal jepit! Lihat itu foto-foto di atas, sungguh kasihan, kaum muslimin dikerjain Mahrus Ali seperti itu.

  22. Bila anda katakan , kalau begitu seluruh kaum muslimin sesat , maka saya bisa mengatakan kebanyakan manusia yang hidup di bumi ini sesat kecuali sedikit . Lihat ayat sbb :
    ?????? ?????? ???????? ???? ??? ????????? ?????????? ???? ??????? ????? ???? ???????????? ?????? ???????? ?????? ???? ?????? ???????????
    Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
    Allah berfirman :
    ????????? ???????????? ??? ???????????
    Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Maksudnya mayoritas manusia awam dalam hal agama. Thur 47
    Ayat tsb menunjukkan kita harus menyelisihi kebanyakan orang karena mereka telah mengikuti hawa nafsu , kepentingan dan setan bukan ayat dan hadis

    1. Aiman @

      Antum bilang: “Bila anda katakan , kalau begitu seluruh kaum muslimin sesat,….”

      Saya katakan: Tidak ada orang yg ngomong seperti itu kecuali antum sendiri. Antum ngomong sendiri, antum jawab sendiri. Atau antum sedang mengigau mungkin? Bangun, bangun… bangun Mas Aiman.

      Komentar-komentar di atas semuanya saya baca, tidak ada yng ngomong seperti itu kecuali antum sendiri.

    2. “Sesungguhnya ummatku tidak akan bersepakat atas kesesatan, maka bila kamu melihat ada perbedaan pendapat, maka berpegang teguhlah dengan pendapat mayoritas ulama.”

      (HR. Ibnu Majjah dari Anas Bin Malik)

          1. Fulan @

            He he he he… saya bermaksud memperjelas aja, dan antum memperjelas lagi. Semoga bisa menjadi lebih jela buat semuanya.

            Salam kenal….

    3. banyak orang mengatakan berbagai dalil/hadist namun tidak paham maksud dan tujuan dalil / hadist itu sendiri …..@ mas Aiman …..mentafsirkan ayat Alloh tidak seperti membaca /mentafsirkan buku majalah …….BANYAK YANG TERSURAT DAN YANG TERSIRAT …..hati2 lah saudaraku jangan mengikuti nafsu syetan ……salam

  23. Arumi
    Shalat pakai sandal jepit, kalau musim penghujan gemana Mas Aiman? Sandal jadi nggedibel dengan lumpur nggak, kan itu jadi repot? Mungkin itulah salah satunya alasan kenapa ada istilah menganiaya diri sendiri oleh Abu Fariz yang merasa kasihan dengan jemaat antum.
    Pertanyaan anda ini telah di jawab dlm hadis sbb :
    724.Abu Said menuturkan: “Kami pernah beri’tikaf pada sepuluh hari pertengahan di bulan Ramadhan. Pada pagi hari kedua puluh, beliau saw berpidato kepada kami: “Aku diperlihatkan bahwa malam Qadar terjadi, tetapi aku lupa atau aku dilupakan kepadanya. Karena itu, carilah pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir dan aku melihat seolah-olah aku bersujud di atas air dan tanah. Barangsiapa yang beri’tikaf bersama Rasulullah saw, maka kembalilah.”
    Kami kembali bei’tikaf dan tidak melihat sepotong awanpun di langit. Tiba-tiba datanglah awan dan turunlah hujan sampai air menetes dari atap masjid yang terbuat dari pelepah pohon kurma. Ketika shalat diiqamatkan, maka aku lihat Rasulullah saw bersujud di atas air dan tanah sampai aku lihat di dahi beliau saw terdapat bekas tanah.” (Bukhari, 32, Kitab Fadlu Lailatul Qadr, 2, bab mencari Lailatul Qadar pada malam tujuh terakhir di bulan Ramadhan).

    Allu`lu` wal marjan 343/1 al albani berkata : Sahih
    Lihat dlm keadaan telah hujan, dan tempat sujud ber air Rasul dan para sahabatnya masih langsung sujud ke tanah tanpa sajadah atau tikar , apakah kita ini sudah cocok dengan hadis itu , bila belum siapakah teladan anda dalam salat ?

    1. Aiman@

      Anggaplah shalat bersandal tanpa sajadah dan apa yg antum sampaikan tentang hadits-hadits itu benar, tapi apakah dalam pemahaman hadits-hadits itu untuk diterapkan dalam praktek sehari-hari shalat lima waktu? Kalau shalat tidak pakai sajadah sambil pakai sandal itu untuk dipraktekkan secara harian, lalu bagaimaan antum memandang ummat Islam yg shalat pakai sajadah dan tidak pakai sandal?

      Lalu kenapa sejak zaman dahulu baru ada seorang Mahrus Ali yg mempelopori shalat tidak pakai sajadah sambil pakai sandal, apakah ulama-ulama Islam sejak zaman dahulu sampai sekarang shalatnya salah karena pakai sajadah dan tidak pakai sandal?

      Berdasar klaim antum tersebut di atas ada dua kemungkinan,
      1 – Para Ulama salah dalam memahami hadits itu
      2 – atau mungkinkah antum yg salah dalam memahami maksud hadits di atas?

      Silahkan jawab Ust Aiman, ingat jawabnya sertakan dalil hadits shohih ya, karena antum bilang hanya mau gunakan hadits shohih.

    2. Aiman@

      Di atas itu saya tanya so’al sandal jepit, ente jawab tentang sujud, gemana sih? Dipikir dulu dong kalau mau jawab, sudah kena belum jawabannya.

      Ah, pasti ente bukan ustafz, ente hanya kacungnya Mahrus Ali, jawabannya asal mangap. Tapi saya maklum, ente COPAS dari blognya Mahrus Ali. Eh, blognya pak mahrus kok hitam amat sih, mana tulisannya? Ternyata kalau mau baca harus diblock dulu, he he he he…. Cocok deh kalau untuk blog suara kesesatan. Sesat identik dengan gelap, hitam, tidak jelas, he he heh…..

  24. Abu Faris menulis .
    Jangan berlebih-lebihan, cukup kita lihat apa yg dicontohkan para pendahulu kaum mukminin kita ikuti. Mencoba mengikuti Rasulullah Saw tanpa melihat contoh dari guru-guru kita, bisa jadi kita malah mengarang sendiri. Islam ini diajarkan secara turun temurun melalui contoh dari para pendahulunya.
    Perkataan anda itu mirip dengan perkataan orang yang menolak dalil sebagaimana ayat sbb :
    ??????? ???? ????????? ??????????? ???????? ???????????
    Mereka menjawab: “(Bukan karena itu) sebenarnya Kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian”.
    Jadi jejak leluhur itu sangat berpengaruh dan mampu untuk mengarahkan jalan perkembangan kebudayaan dan akidah suatu bangsa tanpa koreksi terlebih dahulu , apakah bertentangan dengan ajaran Allah atau tidak ? Bahkan bila mereka syirik , maka cucunya juga ikut syirik. Nabi Nuh pernah berkata :
    ??????? ????? ????? ??? ?????? ????? ????????? ???? ????????????? ?????????

    Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
    Karena itu ikutilah dalil , jangan ikut leluhur

    1. Aiman @

      Wah, kacau deh, Islam bisa rusak jadinya kalau pakai dalil seenaknya. Saran saya, bacalah penjelasan para ulama tentang ayat tsb.

      Ayat itu seharusnya ditujukan kepada orang-orang kafir musyrik kok kamu arahkan kepada kaum Muslim Mukmin?

  25. Abdullah Said
    Shalat pakai sajadah memang bid’ah, tapi bid’ah khasanah
    Mana dalilmu , siapa tahu mengenakan sajadah adalah bid`ah dholalah . Bukankah Imam Malik membuang sajadah yang di letakkan di masjid Medinah , lalu berkata : Apakah kamu tidak tahu bahwa sajadah adalah bid`ah . Bila hasanah mengapa Imam malik membuangnya. Maaf kita harus saling berwasiat tentang kebenaran agar kita lurus dan selamat. Lihat buku karya Mahrus ali , ternyata Rasul menjalankan salat wajib di atas tanah atau telp 03192153325 – 08819693849. Kunjungi www. mantankyainu.blogspot.com

    1. Aiman @

      Otakmu di dengkul sih, jadi memahami hadits malah bikin sengsara diri sendiri dan pengikut. Shalat sdh enak di masjid pakai sajadah kok malah milih langsung di tanah tanpa sajadah, itukah jadinya Antum bilang sesat kepada yg shalat pakai sajadah? Cobalah otakmu taruk di jidat lagi biar bisa tertib kalau mikir….. Saya tahu rupanya antumh kepingin ngikuti orang-orang badui Arab yg senang shalat di tanah tanpa alas. Tidak masalah sih, yg masalah itu antum memvonis sesat kepada orang yg shalat di masjid pakai sajadah.

  26. mamo cemani gombong menulis :

    banyak orang mengatakan berbagai dalil/hadist namun tidak paham maksud dan tujuan dalil / hadist itu sendiri …..@ mas Aiman …..mentafsirkan ayat Alloh tidak seperti membaca /mentafsirkan buku majalah …….BANYAK YANG TERSURAT DAN YANG TERSIRAT …..hati2 lah saudaraku jangan mengikuti nafsu syetan ……salam
    Perkataanmu sama dengan perkataanku dulu ketika aku masih dlm link ahli bid`ah dan syirik. Sekarang saya robah dan saya ikut ayat :
    ???????? ?????????? ???????????? ?????????? ?????? ???? ?????????
    Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
    Jadi isi al quran itu mudah di pahami oleh orang awam dan alim , tidak begitu sulit.

    1. oke @ mas Aiman klo dianggap mudah bagaimana AKU arti dalam AL Quran Dan KAMI dalam Al Quran talong kalau anda jelaskan bagi saya orang awam itu sulit mas . pengertian saya orang awam AKU artinya sendiri KAMI artinya Jamak . mohon penjelasannya Ustadz Aiman . makasih …..contoh dalam surah Al Lail ayat 12 dan ayat 13 ,14 ,

    2. maaf tambahan mas Aiman dalam surah Al Maun ayat 4 , 5 orang yang dimaksud lalai dalam sholatnya itu yang bagaimana ????

  27. Hadis yg di ketengahkan fulan itu aslinya begini
    Bercerita kepada kami Al abbas bin Usman Addimasyqi , bercerita kepada kami al walid bin Muslim , bercerita kepada kami Muan bin Rifa`ah Assalami , bercerita kepada kami Abu Kholaf Al a`ma berkata : Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda :
    ????? ???????? ??? ?????????? ????? ????????? ??????? ?????????? ??????????? ???????????? ???????????? ??????????? *
    Sesunggunya Umatku ( bukan para mujtahid ) tidak akan berkumpul di atas kesesatan . Bila kamu melihat hilaf , maka ikutilah kepada kumpulan terbanyak .
    Hadis tsb lemah sekali karena seluruh perawinya lemah yaitu Al abbas bin Usman Addimasyqi perawi yang selalu berkata benar tapi sering keliru, Al walid bin Muslim yang sering menambah hadis , Muan bin Rifa`ah assalami yang lemah dan sering memursalkan hadis , Abu Kholaf yang ditinggalkan oleh ulama
    Jadi ma`af kita hanya berlandaskan hadis sahih . dan saya bukan ingin menang menangan tapi menyampaikan ilmu . Lihat di buku Ust Mahrus terbitan latasyuk press atau dengarkan CD pengajiannya Telp o3192153325

  28. @aiman
    thanks,tuk antum tuk hadist, nya..

    tapi mohon maaf aiman bagi ana sunnah rasul dgn tidak beralaskan sajadah (tuk sholat) hanyalah salah satu sunnah saja,atau
    di antara yg lainya masih banyak sekali sunnah yg dpt kita kerjakan,dan mungkin tak perlu di sebutkan disini saking banyak nya,
    dan juga aiman apakah dlm sholat2 wajib dan sunnah baik di rumah ataupun di luar rumah antum melaksanakan seperti itu? apakah kalau hny sdg berjamaah dgn ust.makhrus ali saja?
    ane hanya khawatir pada zaman rasul jarang adanya nazis2 yg bertebaran kesana kesini dan di bandinkan dgn zaman sekarang yg kita sendiri ngak tahu, sepintas bersih oke,tapi telah tercemar nazis, apalagi di tanah tuk masa saat ini…,
    yg dengan sajadah aja masih kita waspada apalagi dgn langsung ketanah tuk masa kini…jikalau ada sesuatu hal…okelah,
    tapi jika tidak apakah tidak lebih baik pakai sajadah?
    dan bagi ana sunnah rasul dgn tidak beralaskan sajadah (tuk sholat) hanyalah salah satu sunnah saja di antara sunnah2 lainnya yg banyak itu,
    thanks,…

  29. Saliq menulis :
    @ aiman
    rosululloh pertama kali melakukan sholat itu langsung di hadapan alloh..
    nah..pakai sendal jepit ngga’…?
    apa yang anda tulis itu , apakah maksudnya Rasul melakukan salat di hadapan Allah di langit itu , mana dalilnya ? Dan saya belum menjumpainya . Kita di perintahkan untuk mengikuti sesuatu yang berdalil . Allah berfirman :
    ????? ?????? ??? ?????? ???? ???? ?????? ????? ????????? ??????????? ???????????? ????? ????????? ????? ?????? ??????????

    Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya . Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Isra` 36
    kelirulah orang yang mengikuti ajaran karangan akal dan tiada dalilnya dari Al quran maupun hadis .

  30. Ummati menulis :
    Lalu kenapa sejak zaman dahulu baru ada seorang Mahrus Ali yg mempelopori shalat tidak pakai sajadah sambil pakai sandal, apakah ulama-ulama Islam sejak zaman dahulu sampai sekarang shalatnya salah karena pakai sajadah dan tidak pakai sandal?
    Kalau memang mereka mengenakan alas tikar , sajadah atau karpet, bisakah di benarkan? Dan mana dalilnya ? Saya tidak menjumpainya. Kebenaran tetap benar dimana dan kapanpun sekali Ust Mahrus saja yang menjalankan. Dan kesalahan tetap salah di manapun dan kapanpun sekalipun jutaan orang yang menjalankan .
    Pertanyaan anda itu mirip dengan ayat :
    ????????? ????????? ?????? ???????? ??????????? ?????? ????? ????? ??????? ????????
    Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”,
    Itulah perkataan kaum Tsamud yang sesat kepada nabinya yaitu Nabi Saleh . Nabi saleh sekalipun sendirian benar dan puluhan ribu kaum Tsamud di binasakan karena salah . Sekarang ini dan kapan saja , orang jujur itu sedikit dan banyak yang dusta atau berkata demi kepentingan belaka . Semoga kita selalu bersabar dlm memegang kebenaran.

    1. Pasti malas lah Ummati menanggapi jawaban Aiman, asal jawab aja. Saya jadi ingat kaum Saminiyah di daerah Blora Jateng, persis seperti Aiman kalau ditanya orang, jawab sebisanya asal njeplak aja yng penting jawaban. Untung aliran Saminiyah sdh musnah, tak ada penerusnya. Generasinya sudah pada bisa pakai akal pikiran, jadi sudah pada sadar.

    2. Masuk akal kalau pendidikan Salafy/Wahabi menghasilkan sosok-sosok seperti Mas Aiman, bersikap mendikte karena sdh terlanjur tertanam persepsi dalam benaknya bahwa Salafy adalah kebenaran mutlaq satu-satunya. Sikap ini cenderung mengabaikan kenyataan ada yang lebih benar di depan mata.

      Contah, sampai saat ini masih banyak di kalangan Salafy Wahabi membenarkan anggapan bumi itu datar karena yang mengatakan demikian adalah tokoh besar Salafy/Wahabi bin Baz. Inilah akibatnya karena taklid buta.

      Contah lagi, lihat jawaban Aiman di atas yg asal-asalan tapi menurutnya pasti sudah pas sebagai jawaban. Akibat jawaban itu menyamakan Ummati dengan Kaum Tsamud, dan Mahrus Ali sebagai Nabi Shalih. Welleh, welleh…..!

      Dengan pongah Aiman berkata: “Dan kesalahan tetap salah di manapun dan kapanpun sekalipun jutaan orang yang menjalankan.” Jadi maksudnya Ummat Islam salah karena nggak sama ibadahnya dengan Mahrus Ali dan Aiman?

  31. mamo cemani gombong menulis :
    oke @ mas Aiman klo dianggap mudah bagaimana AKU arti dalam AL Quran Dan KAMI dalam Al Quran talong kalau anda jelaskan bagi saya orang awam itu sulit mas
    maaf tambahan mas Aiman dalam surah Al Maun ayat 4 , 5 orang yang dimaksud lalai dalam sholatnya itu yang bagaimana ????
    pertanyaan mu itu sudah di jelaskan dlm ilmu Nahwu yg di ajarkan di pondok pesantren. Di mana kalimat Nahnu itu kadang untuk mutakallim ma`al ghoir ya`ni kami dengan beberapa orang . Kadang artinya satu dan di namakan muaddhim nafsah – ya`ni untuk mengagungkan diri. Tanyakan pada guru Nahwu atau temanmu yang pernah mondok di pesantran aswaja akan tahu.
    Untuk surat al ma`un tadi maksudnya mengabaikan salat . Bukan tidak husyu dlm salat. Semoga anda di arahkan kepada kebenaran dan bisa menjalankannya dan selamat dari bid`ah dan syirik .

    1. terima kasih doanya mas @Aiman …….he…he…. begitu mudah akal nt lalai maksudnya mengabaikan shalat … BUKAN TIDAK KHUSUK dalam shalat ….itu kan menurut akal nt mas ….terus bagai mana dgn yang shalat tapi tidak khusuk ????? Apa itu bukan lalai menurut nt ? kan ada jelas TANPA KHUSUK TANPA KEMENANGAN …..tanya dalil ? kan Al Quran mudah masa blom sampai ke bab itu ??? lalu khusuk menurut nt itu seperti apa ???? dan bagai mana memaknai Hadist SHALAT ITU MI’RAJ ORANG MUKMIN ?? makasih jawabannya mas

  32. Prass menulis :
    dan bagi ana sunnah rasul dgn tidak beralaskan sajadah (tuk sholat) hanyalah salah satu sunnah saja di antara sunnah2 lainnya yg banyak itu,
    thanks,…
    Semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu . Bila apa yang anda katakan itu benar , mana dalilnya yang menunjukkan bahwa Rasul pernah menggunakan alas sajadah waktu menjalankan salat wajib . Allah berfirman :
    ???? ?????? ????????? ???????(156)???????? ????????????? ???? ???????? ??????????
    Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar. Shoffat 156.
    Bila tiada dalil tanda kekeliruan.

    1. @aiman
      kaya nya antum nggak mudeng yg ane katakan,
      dan bagi ana sunnah rasul dgn tidak beralaskan sajadah (tuk sholat) hanyalah salah satu sunnah saja di antara sunnah2 lainnya yg banyak itu,
      thanks,…
      sunnah 2 rasul lainnya banyak sekali aiman,tak perlu ane sebutkan…
      dan juga salah satu nya itu dgn yg tak beralaskan sajadah,
      yaitu yg nt lakonin itu..
      sedankan lainnya…seabrek2 aiman,kalopun ane nggak lakonin yg nt jalanin skr ini bukan tak berarti ane tak lakonin / melakukan sunnah rasul yg lain,..
      luaskanlah pengertian kefahaman antum…

  33. Pras menulis .
    @aiman
    thanks,tuk antum tuk hadist, nya..
    ane hanya khawatir pada zaman rasul jarang adanya nazis2 yg bertebaran kesana kesini dan di bandinkan dgn zaman sekarang yg kita sendiri ngak tahu, sepintas bersih oke,tapi telah tercemar nazis, apalagi di tanah tuk masa saat ini…,

    Bila ada najisnya kita tidak melakukan salat di situ Kita cukup berpegangan hadis sbb:
    ????????? ???????????? ?????????? ??????? ??????????? ???? ???????? *
    Dimana saja kamu menjumpai waktu salat telah tiba , salatlah dan bumi adalah tempat sujudmu BUkhari 3172
    ?????? ?????? ????? ?????? ??? ??????????? ???? ??????? ???? ????? ??????? : ??????? ??? ??????? ?????????? ??? ???????? ????? ????? ?????????
    Sungguh Ibnu Hazem ( lahir 353 , wafat 456 H ) dalam kitab Al Muhalla telah mengutip pernyataan Atho` bin Abu Robah haram melakukan salat di masjid kecuali diatas tanah
    Saya hanya menyampaikan , dan Allah yang menghisap amal perbuatan kita.

    1. @aiman
      nt say :Dimana saja kamu menjumpai waktu salat telah tiba , salatlah dan bumi adalah tempat sujudmu BUkhari 3172,

      tidak cukuplah berpegangan dengan hanya hadist tsb,krn di situ juga tak menunjukkan adanya kamu berwudhu/bersuci sdngkan kan dalam sholat kita harus bersuci walau dengan tayammun,pakaian yg di kenakan suci dr nazis dll.. jadi banyak lah faktor aiman…
      jadi masa kamu langsung sholat aja tanpa adanya wudhu,he..he..
      dan pengertian shalatlah dan bumi adalah tempat sujud kamu bukanlah pengertian yg apa adanya tekstual, secara otomtis nt akan menghubungkannya dgn hadist2 lain,jika sholat kita pasti akan cari arah kiblat dulu,tanya kanan kiri mana arah kiblat,
      wudhu br kita sholat,..
      jika hanya berpegangan pd ayat tsb, apakah antum sholat tak berwudhu tak tak pakai arah kiblat,dan tak takut akan adanya nazis yg menempel di baju nt ?

  34. @aiman,
    antum mengatakan :Sungguh Ibnu Hazem ( lahir 353 , wafat 456 H ) dalam kitab Al Muhalla telah mengutip pernyataan Atho` bin Abu Robah haram melakukan salat di masjid kecuali diatas tanah.

    jadi antum berpendapat spt itu ya….he..he…
    ya kalau begitu silahkan antum membawakan langsung hadist shohih rasululloh tentang haramnya melakukan shalat di masjid memakai sajadah,krn ane belum ketemu,
    tak usah pendapat a,b,c,..silahkan…ane mau tahu ustadz aiman..

  35. mamo cemani gombong menulis :
    he…he….ana mengomentari bukan pada nt bro …..satu lagi kesukaan SYETAN…..berprasangka buruk ….@ mas Aiman mana dari komen ana yang langsung bilang nt sesat ??? disini tempatnya komen , tukar ilmu ….
    Bila sesat menurut dalil , katakan saja sesat. Bila dalilnya mengatakan sesat , kita tidak boleh mengatakan benar. Begitu juga kebalikannya. Bacalah buku mantan kiyai nu terbitan La tasyuk press atau Hikmah perdana, http://www.mantankyainu.blogspot.com

  36. Prass menulis :
    jadi antum berpendapat spt itu ya….he..he…
    ya kalau begitu silahkan antum membawakan langsung hadist shohih rasululloh tentang haramnya melakukan shalat di masjid memakai sajadah,krn ane belum ketemu,
    tak usah pendapat a,b,c,..silahkan…ane mau tahu ustadz aiman..
    semoga Allah memberikan petunjuk kepada mu dan kita ke jalan yang benar , jalan para rasul . Salat di tanah itu perintah Rasulullah SAW sebagaimana hadis :
    ????????? ???????????? ?????????? ??????? ??????????? ???? ???????? *
    Dimana saja kamu menjumpai waktu salat telah tiba , salatlah dan bumi adalah tempat sujudmu Bukhori 3172 , Sahih Ibnu Hibban 120/3 Sunan kubro 376/6 Fathul bari 409/6 Fadhoil baitil maqdis 48/1 , Hasyiyah sindi 32/2
    Suatu perintah menurut kitab – kitab Syafiiyah atau kitab asnal matholib :
    ???? ??????? – (? 3 / ? 1)
    ??????????? ??????????? ?????? ???? ???????
    Perintah sesuatu adalah melarang lawannya . Asnal mathalib 1/3
    Bila kita di perintahkan untuk bersujud ke tanah , maka kita di larang bersujud ke sajadah atau karpet. Dan mana dalilnya untuk salat wajib di atas sajadah. Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah menjalankan salat wajib di atas sajadah setahu saya. Kurang jelas masuk http://www.mantankyainu.blogspot.com

    1. @aiman
      he..he..ane minta hadist shohih aiman bukan kata a,b,c…he..he….
      nggak ketemu ya….yg ane minta,oooh ternyata…nggak ada ya…

  37. mamo cemani gombong

    erima kasih doanya mas @Aiman …….he…he…. begitu mudah akal nt lalai maksudnya mengabaikan shalat … BUKAN TIDAK KHUSUK dalam shalat ….itu kan menurut akal nt mas ….terus bagai mana dgn yang shalat tapi tidak khusuk ????? Apa itu bukan lalai menurut nt ? kan ada jelas TANPA KHUSUK TANPA KEMENANGAN …..tanya dalil ? kan Al Quran mudah masa blom sampai ke bab itu ??? lalu khusuk menurut nt itu seperti apa ???? dan bagai mana memaknai Hadist SHALAT ITU MI’RAJ ORANG MUKMIN ?? makasih jawabannya mas
    Maaf wahai saudaraku ! Apa yang saya tulis arti sahun itu mengabaikan salat adalah pendapat Ibnu Abbas , lihat dlm kitab aisarut tafasir dan pendapat dan Imam Atha` bin Dinar , lihat dlm kitab tafsir Ibnu katsir .
    Kalimat sahun an sholatihim adalah mengabaikan atau mengerjakan salat di luar waktunya . Tapi bila sahun fii sholatihim , maka artinya bisa tidak husyu` dlm salat. Ini pengertian bahasanya.
    Untuk salat mi`raj orang mukmin pernah saya temui di kitab Ihya` namun di sana di katakan , tiada asalnya atau palsu.

    1. masya Alloh …..berani sekali anda mengatakan perkataan Rosululloh palsu …..ok lah kita mengurangi debat ya ….kalo memang pemahaman nt spt itu silahkan lah ….nah bagaimana anda memaknai HR Bukhari ” Buatlah perutperutmu lapardan Qolbu qolbumu haus dan badan badanmu telanjang , mudah mudahan qolbu kalian bisa melihat Alloh di Dunia ini ” ……coba anda ma’nai mas Ustad ….

  38. Ujang Akma
    Contah, sampai saat ini masih banyak di kalangan Salafy Wahabi membenarkan anggapan bumi itu datar karena yang mengatakan demikian adalah tokoh besar Salafy/Wahabi bin Baz. Inilah akibatnya karena taklid buta.
    Kita tidak boleh taklid buta ,
    Imam Ahmad berkata : .
    ??? ???????????? ????? ???????? ????? ???????????? ????? ????????????? ;
    Jangan ikut kepadaku ,atau Imam Malik , Tsauri atau Syafii

    Ali ra berkata :
    ??? ?????? ???????? ??????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ????????? ???????? ?????? *
    Aku tidak akan meninggalkan sunah Nabi S.A.W. karena perkataan orang “.
    HR Bukhari 1563. Kurang jelas , bacalah buku – buku karya Ust Mahrus ali atau telp 03192153325.

    1. Aiman n Mahrus Ali @

      Saya tahu kalian berdua sedang kasak kusuk ngomongin diskusi ini. Berhubung ini diskusi bebas bas bas, saya juga mau tanya seperti pertanyaan Mas Salik.

      Apakah Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad shalatnay pakai sandal jepit? Apakah juga tidak pakai sajadah atau alas? Ataukah shalat mereka juga langsung di tanah? Silahkan dijawab dgan serius, sebab ini pertanyaan sangat serius.

      Eh, ada tambahan sedikit pertanyaan, kenapa blognya mantan kiyai itu hitam gelap, apakah itu mewakili suara kegelapan kalian?

  39. @ aiman
    sampeyan kebanyakan bacot..BLA..BLA..sok paling ngerti hadist.
    gini aja..ini pertanyaan saya singkat dan mudah:

    APAKAH IMAM BUKHORI SHOLATNYA MAKE SANDAL JEPIT…????

    1. sabar broooo jangan terpancing …he…he… santai aja …he..he…nanti kalau capek kan maaf …….bacotnya / cocote / lambene diam …he…he….sabar ….sabar ….kang saliq ….

  40. he..he…sabar ya kang saliq… tersenyum aja lebih baik,
    memang bnyk gak nyambung,tanya a jawab b, arah nya ke c jawab nya f, ya sudah memang begitu adanya dr sananya,apa mau di kata,ya mudah2an jawaban kang saliq di jawab sesuai dgn apa yg di tanya…
    ya kalo kita mau sambungin lagi ttg sunnah nya pake penutup kepala,kopyah, yg mana gambar di atas bnyk jemaah nya h.mahrus nggak pake kopyah padahal salah satu sunnah lainnya eh malah di tinggalkan,he..he.. ane khawatir nggak nyambung lagi,he..he…

  41. saya copas
    kebohongan dari profil http://www.mantankyainu.blogspot.com/ seperti di bawah ini:

    H. MAHRUS ALI
    Lokasi: Waru-Sidoarjo : Jawa TImur : Indonesia
    Mengenai Saya
    Kiai Haji Mahrus Ali seorang Mantan Kiai NU. Lahir di Dusun Telogorejo Desa sidomukti Kecamatan Giri Kabupaten Gresik Propinsi Jawa Timur, tepat pada tanggal 28 Desember 1957 M. Setelah menamatkan pendidikan di Madrasah MI-NU sidomukti ( 1970/1971), beliau meneruskan belajar di Ponpes langitan Tuban, Jawa Timur selama 7 tahun.hingga pada tahun 1977 beliau dikirim oleh KH. abdullah Faqih ke bangil untuk mengajar di Ma’had Yapi-Bangil, setelah itu melanjutkan studi ke mekkah, Saudi Arabia. tepatnya di Jama’ah Tahfizhil Qur’an. Di Makkah Beliau berguru kepada Syeikh Yasin al-fadani seorang ahli sanad hadits, yang sanadnya bersambung dari guru ke guru sampai ke Rasulullah dan memperoleh ijazah sanad dari Syeikh Yasin al-Fadani untuk ribuan kitab-kitab hadits dan fiqih.

    Blog Saya
    Anggota Tim
    MANTAN KYAI NU
    ===================================================================================

    he..he..he..ojo gelem di apusi..

  42. o mamo cemani gombong
    o naaaaah…… harus nya nt impor pasir dari mekah dong @mas Aiman …..biar sesuai dgn nabi n sahabat ……apa udah nt lakuin ????
    Apakah bila tayammum , kamu impor dari mekkah sana dan bila salat , kamu impor tanah dari Mexiko ? Lucu sekali anda . Salat di tanah langsung bukan ajaran Ust Mahrus ali , tapi ajaran nabi dan para sahabat . Jangan salah pengertian , lalu salat di sajadah ajaran Rasul dan salat di tanah ajaran Ust. Mahrus ali . Memang manusia itu suka kesalahan dan benci kebenaran . Allah berfirman :
    ?????? ??????????? ?????????? ????????? ???????????? ????????? ??????????
    Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu. Zukhruf 78

  43. Jabir
    He he he he… pada mau aja dikerjain sama Aiaman yg jelas-jelas ngawur dalam memahami matan hadits? Pemahamannya nggak gitu-gitu amat kali?
    Komentarku ( Aiman ) .
    Mana yng ngawur ? Mana yang salah dlm memahami ayat .Jawablah dengan dalil dan bisa memberikan manfaat.

  44. Arumi
    mamo cemani gombong@
    Ha ha ha ha…., Mas Mamo, jangan ikuti gaya Wahabi yang gemar tanya yang aneh-aneh tentang MANA DALIL-nya.
    Komentarku ( Aiman )
    Kalau memang itu , gaya wahabi , maka benarlah wahabi dan keliru musuh – musuhnya . Gaya itu sudah tepat dengan ayat :
    ???? ??????? ????????????? ???? ???????? ??????????
    Katakanlah: “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar”. Namel 64
    Musuh wahabi dlm hal di atas menyalahi ayat dan termasuk musuh Allah dan kekasih setan yang mengaku lebih benar. Jadi kembalilah kepada dalil dan jangan kembali kepada ajaran golongan manapun . Kurang jelas, telp 03192153325.

  45. Arumi menulis :
    Apakah Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad shalatnay pakai sandal jepit? Apakah juga tidak pakai sajadah atau alas? Ataukah shalat mereka juga langsung di tanah? Silahkan dijawab dgan serius, sebab ini pertanyaan sangat serius.
    . ?????? ?????? ????? ?????? ??????????? ???? ????????? ?????? ?????? ???????????? ?????? ?????????? ???????? ??????? ?????????? ??????? ???? : ?????? ?????? ??????????? ???? ????????? ??????? : ????? ??????? ????? ?????? ????????????? ??? ??????????? ???????? .
    Sungguh telah di kisahkan bahwa Abd rahman bin Mahdi ketika datang ke Medinah menggelar sajadah , lalu Imam Malik memerintah agar di tahan ( dipenjara ) . Di katakan kepadanya : “ Dia adalah Abd Rahman bin mahdi “
    Imam Malik menjawab :” Apakah kamu tidak mengerti bahwa menggelar sajadah dimasjid kami adalah bid`ah “.

  46. Rasulullah SAW bersabda :
    ????????? ?????????? ??????????? ??? ?????????? ??? ??????????? ????? ??????????? *
    Berbedalah dengan orang yahudi . Sesungguhnya mereka tidak melakukan salat dengan sandal atau khufnya . HR Abu Dawud 652
    Imam Syafii pernah meriwayatkan hadis dlm kitab karyanya Al um sbb :
    ????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????? ??????? ????? ?????? ???? ????????? ???????? ???? ?????????
    Sesungguhnya Rasulullah SAW memerintah kepada seorang lelaki yang bersujud hendaklah menekankan wajahnya ke tanah ( bukan karpet , tikar , sajadah atau keramik ). Al Um 136/1
    Sudah tentu imam Syafii tidak akan menyelisihi hadis riwayatnya dan bersujud ke tanah , apalagi gurunya Imam Malik membid`ahkan sajadah.
    ???? ??????? – (? 1 / ? 136)
    ??????? ?????????????: ???????? ???????? ??????????? ????? ???????? ???????????? ????? ?????????? ?????? ????????????
    Imam Syafii berkata : dia dudiuk sebentar , lalu berdiri dengan berpegangan tanah ( atau menekannya ) bukan dengan dua lututnya . Tuhfatul fuqaha` 136/1.

  47. Madzhab Imam Hambali .
    Dlm kitab ulama madzhab hambali ada keterangan sbb :
    ?????? ???? ???? – (? 2 / ? 230)
    ???????? ????? ?????????? ???????? ???? ????????? ????????? ? ?????????? ” ??????? ??????? ” ???????? ?????? ???????????? ???????? ????????? ????? ????????? ???????? ??????
    Ibn Qasim ( salah satu tokoh madzhab Hambali ) mengutip keterangan : Makruh menyingsingkan pakaian , karena Rasulullah SAW bersabda : Sentuhkan ke debu – debu ( tanah ) . Sebagian ulama menyebutkan hikmah larangan agar rambutnya ikut sujud ( menyentuh tanah ) . Al furu` libni Muflih 230/2
    Imam Ahmad adalah murid Imam Syafii .

  48. Madzhab hanafi tentang salat di tanah langsung tanpa sajadah
    ???????? ?????? ??????????? ????????? ???? ???????? ????? ??????????? ???? ?????? ???????? ???? ???????????? ?????????????????.???????? ???? ?????? ????? ?????? ???????????? ?????? ????????? ?????????? ?????? ????? ?????? ????????? ??? ????????.
    ??????? ?????????????: ??? ????????.?
    ???? ??????? 135/1
    Adapun sunah sujud , sebagian di antaranya hendaklah bersujud dengan dahi ( langsung ke tanah ) tanpa penghalang seperti sorban dan kopiah. Tapi bila bersujud atas lipatan sorbah yang masih merasakan kekerasan tanah , maka di perbolehkan , demikian di sebutkan oleh Muhammad dlm al aatsar . Imam Syafii berkata : Tidak boleh ( tapi harus langsung sujud ke tanah ) Tuhfatul fuqoha` . 135/1.

  49. Anda menulis :
    Eh, ada tambahan sedikit pertanyaan, kenapa blognya mantan kiyai itu hitam gelap, apakah itu mewakili suara kegelapan kalian?
    Apakah warna hijau di blog tsb kamu anggap hitam gelap , ber arti bukan blognya yang gelap tapi pandangannya yang tidak tepat. Baik , bila seorang komunis membikin blog dengan warna cerah apakah idealismenya akan menjadi cahaya ? Ini pemikiran terbalik sebagaimana ayat :
    ???????? ??????? ???????? ????? ???????? ??????? ??????? ??????? ???????? ????? ??????? ???????????
    Maka apakah orang yang berjalan terjungkel di atas mukanya itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus? Al mulk 22. Bacaalah buku – buku karya Mahrus ali , kamu akan mendapat ilmu baru yang tak terkira sebelumnya atau dengarkan cd pengajiannya , kunjungi websitenya mantankyainu.blogspot.com

  50. saliq menulis :
    @ aiman
    sampeyan kebanyakan bacot..BLA..BLA..sok paling ngerti hadist.
    gini aja..ini pertanyaan saya singkat dan mudah:
    APAKAH IMAM BUKHORI SHOLATNYA MAKE SANDAL JEPIT…????
    Jawabanku ( Aiman )
    Sudah tentu , Imam Bukhari membikin bab :
    Waktu Salat.

    ???? ?????????? ??? ?????????? *
    Bab salat dengan sandal .
    ???????? ?????? ???? ??????? ??????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ????????? ???????? ??? ?????????? ????? ?????? *
    Aku ( Said bin Yazid Al azdi ) bertanya kepada Anas bin Malik ra: Apakah Rasulullah saw, menjalankan salat dengan mengenakan dua sandalnya ?”. Beliau menjawab :’ya “ Muttafaq alaih , Sahih Hadis ini riwayat Bukhari dan Muslim dan keduanya juga mengenakan sandal ketika melakukan salat . Kalau muslim di Indonesia memang tidak mengenakan sandal , karena tidak mengikuti tuntunan dan termasuk bid`ah sekali atau salat salatan . Bila di tanya di akhirat , ikut siapa kamu salat akan di jawab ikut markuat.

  51. prass menulis
    he..he…sabar ya kang saliq… tersenyum aja lebih baik,
    memang bnyk gak nyambung,tanya a jawab b, arah nya ke c jawab nya f, ya sudah memang begitu adanya dr sananya,apa mau di kata,ya mudah2an jawaban kang saliq di jawab sesuai dgn apa yg di tanya…
    Komentarku ( Aiman )
    Mana jawaban ane yang tidak nyambung . Saya menjawab salah satu materi yang di anggap penting dan saya tinggalkan menjawab
    perkataan yang emosional dan kayaknya keawaman . Di samping banyak tulisan saya takut di cut. Coba bila tidak di potong , akan saya kasih keterangan agak banyak dan rasional sekali .

    1. @aiman,
      antum mengatakan :Sungguh Ibnu Hazem ( lahir 353 , wafat 456 H ) dalam kitab Al Muhalla telah mengutip pernyataan Atho` bin Abu Robah haram melakukan salat di masjid kecuali diatas tanah.

      jadi antum berpendapat spt itu ya….he..he…
      ya kalau begitu silahkan antum membawakan langsung hadist shohih rasululloh tentang haramnya melakukan shalat di masjid memakai sajadah,krn ane belum ketemu,
      tak usah pendapat a,b,c,..silahkan…ane mau tahu ustadz aiman..

      coba antum bawakan langsung hadist nya jangan yg ane nggak tanya kalo mau nyambung…
      wkwkwk…

    2. he….he…he….mas Aiman meninggalkan perkataan KEAWAMAN…..???? kalau ana nanya hadist Bukhori termasuknya KEAWAMAN ya mas jadi nggak di jawab ???? NGGAK dijawab apa ngga bisa jawab mas …..ngaku aja ……malu2in santrinya pak Mahrus…..

    3. Saudara Aiman:

      Apakah sudah ada tulisan antum di sini yang di di-cut? Ini juga sekaliguus pertanyaan bagi para penganut Wahabi yang lainnya. Justru komentar kalian yg sudah masuk kotak spam yang masih bisa diselamatkan dengan segala hormat kami munculkan. Kecuali yg sudah masuk kotak AKISMET, kami belum tahu caranya. Demikian saudara Aiman, kami tidak ingin mengikuti gaya Wahabi yang hoby meng-cut/mendelete apa saja yang tidak sesuai hawa nafsunya.

      Kami hanya mendelete tulisan komentar yang porno, jorok, kelewat kasar dan kejam. Sejak blog ini publish, baru ada 4 kasus deleted. Itu pun dengan amat sangat terpaksa kami lakukan.

      Kami maklum dengan kekuatiran Anda, sebab kalian biasa melakukan hal-hal yang demikian.

  52. Prass menulis lagi :
    ya kalo kita mau sambungin lagi ttg sunnah nya pake penutup kepala,kopyah, yg mana gambar di atas bnyk jemaah nya h.mahrus nggak pake kopyah padahal salah satu sunnah lainnya eh malah di tinggalkan,he..he.. ane khawatir nggak nyambung lagi,he..he…
    Mana dalilnya pakai kopiah itu sunnah , apalagi kopiah hitam . Bila orang Indonesai mengenakan kopiah, maka orang mexxico akan mengenakan topi koboy ketika salat . Hadis Rasulullah SAW mengenakan sorban redaksinya kacau. Dan ini perlu keterangan banyak , nanti dulu , saya hawatir di cut sama admin . Dengarkan cd pengajian Ust Mahrus atu kunjungi http://www.mantankyainu.blogspot.com
    Boleh telp 03192153325.

    1. Tentang kebiasaan Rasul dan para sahabat memakai penutup kepala/peci/kopyah,imamah atau dasar hukum pemakaian penutup kepala/peci/kopyah,imamah untuk muslim baik di saat shalat maupun dalam kegiatan keseharian nya…
      —————————————————-
      1.Rasul saw menceritakan kemuliaan dan tingkatan para syuhada, lalu beliau mengangkat kepala beliau saw dan terjatuh peci beliau saw dari kepalanya (Musnad Ahmad dan Sunan Imam Tirmidziy)

      2.Khalid bin Walid ra dalam peperangan Yarmuk, lalu ia mencari cari pecinya, dan tidak kunjung jumpa, maka peperangan berlangsung dan ia terus mencari pecinya hingga ia menemukannya, dan peci

      itu sudah usang, ia berkata : Aku hadir saat Rasul saw mencukur rambutnya, dan kutaruh sehelai rambut beliau saw dipeci ini, dan sejak itu aku selalu menang dalam peperangan (Ma’jamul Kabir oleh Imam Attabraniy)

      3.diantaranya : Ibn Umar ra jika berwudhu ia mengangkat pecinya dan membasahi rambutnya (Sunanul Kubra oleh Imam Albaihaqi)

      4.dari Said bin Abdillah bin Dhirar ra berkata : Aku melihat anas bin Malik keluar dari kakus dengan peci putihnya, lalu mengusap pecinya. (Mushannif Ibn Abdurrazzaq)

      5.berkata Hisyam bin Urwah ra, kulihat Zubair ra melakukan tawaf dan ia memakai peci (Akhbar Makkah oleh Imam Al Faakihiy)

      berikut hadits bahwa Rasul saw memakai imamah (sorban di kepala:

      6. dari Amr bin Umayyah ra dari ayahnya berkata : Kulihat Rasulullah saw mengusap surbannya dan kedua khuffnya (Shahih Bukhari Bab Wudhu, Al Mash alalKhuffain).

      7. dari Ibnul Mughirah ra, dari ayahnya, bahwa Rasulullah saw mengusap kedua khuffnya, dan depan wajahnya, dan atas surbannya (Shahih Muslim Bab Thaharah)

      8. para sahabat sujud diatas Surban dan kopyahnya dan kedua tangan mereka disembunyikan dikain lengan bajunya (menyentuh bumi namun kedua telapak tangan mereka beralaskan bajunya krn bumi sangat panas untuk disentuh). saat cuaca sangat panas. (Shahih Bukhari Bab Shalat).

      9. Rasulullah saw membasuh surbannya (tanpa membukanya saat wudhu) lalu mengusap kedua khuff nya (Shahih Muslim Bab Thaharah)

      10.Al-Hasan Al-Bashriy -rahimahullah- berkata dalam menceritakan kebiasaan sahabat dalam memakai songkok dan imamah,“Dahulu kaum itu (para sahabat) BERSUJUD pada SURBAN, dan SONGKOK (peci), sedang kedua tangannya pada lengan bajunya”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150) secara mu’allaq dengan shighoh jazm, Abdur Razzaq dalam Al-Mushonnaf (1566)]

      11..Abdullah bin Sa’id-rahimahullah- berkata,
      “Aku lihat pada Ali bin Al-Husain ada sebuah songkok putih buatan Mesir”. [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (24855)]

      Al-Albani berkata: “Menurut pendapatku, sesungguhnya sholat dengan tidak memakai
      tutup kepala hukumnya adalah makruh. Karena merupakan SESUATU YANG SANGAT
      DISUNNAHKAN, jika seorang muslim melakukan sholat dengan memakai busana islami
      yang sangat sempurna, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits: “Karena
      Allah paling berhak untuk dihadapi dengan berias diri.” (Permulaan hadits di
      atas adalah: “Jika salah seorang dari Kalian mengerjakan sholat, maka hendaklah
      dia memakai dua potong bajunya. Kerna sesungguhnya Allah paling berhak dihadapi
      dengan berias diri.”).

      Diriwayatkan oleh al Thahawi di dalam Syarh Mas’aani al Aatsaar ( I / 221 ), al
      Thabarani dan al Baihaqi di dalam al Sunan al Kubra ( II / 236 ) dengan kualitas
      sanad yang hasan. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Majma’ al Zawaaid (
      II / 51 ). Lihat juga al Silsilah al Shahihah nomor 1369.

      TIDAK MEMAKAI PENUTUP KEPALA BUKAN MERUPAKAN KEBIASAAN BAIK yang dikerjakan oleh
      para ulama salaf, baik ketika mereka berjalan di jalan maupun ketika memasuki
      tempat-tempat ibadah. Kebiasaan tidak memakai tutup kepala sebenarnya (adalah)
      TRADISI YANG DIKERJAKAN OLEH ORANG2 ASING. Ide ini memang SENGAJA
      DISELUNDUPKAN KE NEGARA2 MUSLIM ketika mereka melancarkan kolonialisasi.
      Mereka MENGAJARKAN KEBIASAAN BURUK dan sayangnya malah diikuti oleh umat Islam.
      Mereka telah mengesampingkan kepribadian dan tradisi keislaman mereka sendiri.
      Inilah sebenarnya pengaruh buruk yang dibungkus (dengan) sangat halus dan tidak
      pantas, untuk merusak tradisi umat Islam dan juga tidak bisa dijadikan sebagai
      alasan untuk memperbolehkan sholat tanpa memakai tutup kepala.

      Adapun argumentasi yang memboleh (kan) membiarkan kepala tanpa tutup, seperti
      yang dikemukakan sebagian rekan-rekan kami, para kelompok pembela sunnah di
      Mesir adalah dengan mengqiyaskannya kepada busana orang yang sedang memakai baju
      ihram ketika melaksanakan ibadah haji. Ini adalah qiyas terburuk yang mereka
      lakukan dan yang pernah kami saksikan. Bagaimana hal ini bisa terjadi, sedangkan
      tidak menutup kepala ketika ihram adalah syi’ar dalam agama dan termasuk dalam
      manasik yang jelas tidak sama dengan aturan ibadah lainnya.

      Seandainya qiyas yang mereka lakukan itu benar, pasti akan terbentur juga dengan
      pendapat yang menyatakan tentang kewajiban untuk membiarkan kepala agar tetap
      terbuka ketika ihram. Karena itu merupakan kewajiban dalam rangkaian ibadah
      haji. (Tamaamul Minnah fii al Ta’liiq ‘alaa Fiqh al Sunnah halaman 164-165),

      Tidak pernah disebutkan sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah
      Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak memakai tutup kepala ketika sholat, kecuali
      hanya ketika ihram. Barangsiapa yang menyangka beliau pernah tidak memakai
      ‘imamah ketika sholat selain pada saat melakukan ihram, maka dia harus bisa
      menunjukkan dalilnya. Dan yang benar itulah yang paling berhak untuk diikuti.
      (al Diin al Khaalish ( III / 214 ) dan al Ajwibah al Naafi’ah ‘an al Masaail al
      Waaqi’ah halaman 110).

      cukuplah hadits Nabi saw : “Barangsiapa yg tak menyukai sunnahku maka ia bukan golongangku” (Shahih Bukhari).

      @aiman silahkan antum munculkan hadist ttg rosul sholat tak memakai penutup kepala…

  53. @aiman
    nt say :Dimana saja kamu menjumpai waktu salat telah tiba , salatlah dan bumi adalah tempat sujudmu BUkhari 3172,

    tidak cukuplah berpegangan dengan hanya hadist tsb,krn di situ juga tak menunjukkan adanya kamu berwudhu/bersuci sdngkan kan dalam sholat kita harus bersuci walau dengan tayammun,pakaian yg di kenakan suci dr nazis dll.. jadi banyak lah faktor aiman…
    jadi masa kamu langsung sholat aja tanpa adanya wudhu,he..he..
    dan pengertian shalatlah dan bumi adalah tempat sujud kamu bukanlah pengertian yg apa adanya tekstual, secara otomtis nt akan menghubungkannya dgn hadist2 lain,jika sholat kita pasti akan cari arah kiblat dulu,tanya kanan kiri mana arah kiblat,
    wudhu br kita sholat,..
    jika hanya berpegangan pd ayat tsb, apakah antum sholat tak berwudhu tak tak pakai arah kiblat,dan tak takut akan adanya nazis yg menempel di baju nt ?

    nah coba ente baca2 lagi aiman nyambung nggak sama koment ente di atas…
    sama yg ane bilang itu ???

    1. jawabnya besok ya mas Prass (mewakili Aiman ) …soalnya ana mbahas dulu ama teman2 ini aja laptopnya gantian ……he….he…..

  54. mamo cemani gombong menulis :
    …..masa sholat MI’RAJ nya orang mikmin dikira hadist palsu ,…..kalau dilayanin dgn ilmu jadi emosi makanya kita pakai cara yang lain biar hasilnya sama NGLOYOOOOR paling …..he….he….
    Siapa yang mengatakan sholat mi`rajnya orang mukmin hadis sahih , tambah keliru loo . Orang yg pernah belajar tahu , itu hadis palsu .

  55. Mungkin arah pandangan Mamocemani itu di kira dahulu tidak ada kertas dan itu ajaran dari guru – guru ahli bid`ah dan syirik , dan begitulah ajaran di sekolah dan pesantren mereka dan memang segitulah ilmu murid dan gurunya . Enaknya kita harus kembali kepada ayat yang menjelaskan bahwa kertas waktu nabi itu sudah ada sebagaimana ayat :
    ?????? ?????????? ???????? ???????? ??? ????????? ??????????? ????????????? ??????? ????????? ???????? ???? ????? ?????? ?????? ???????
    Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang yang kafir itu berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. Al an`am 7
    Jadi keliru orang yang bilang saat itu tiada kertas .

    1. @ kasmadi …Alloh menurunkan wahyu bukan kitab ….nggak ada tulisannya langsung diterima Nabi SAAW ….bukan Alloh menurunkan kitab kayak yang diomongin temen nt Aiman itu …..tanya dalil ????? sama p mahrus tuh dalilnya ada kali ….

  56. aiman@.
    sepertinya anda begitu ngotot , begitu kekeh Sholat langsung diatas tanah , silahkan tidak ada yang salah dengan Sholat langsung diatas tanah , hanya ada beberapa pertanyaan yang perlu saya sampaikan tolong dijawab, sebab nanti kita akan diskusikan masalah ini satu persatu.

    1. apakah setiap Perintah (amr) dalam Qur`an maupun Hadist hukumnya Wajib untuk diikuti ?

    2. Sholat langsung diatas tanah, masuk dalam Syarat atau Rukun Sholat ?

    3. dari beberapa Hadist yang anda bawakan tentang Sholat langsung diatas tanah berupa Khobar atau Amr ?

    4. bagaimana anda menyikapi Hadist-hadist lain yang menceritakan bahwa Rosulallah juga pernah beberapa kali Sholat tidak langsung diatas Tanah ?

    5. tolong dijawab dengan jujur , ketika anda bepergian apakah anda Sholat dimasjid yang umumnya dikeramik atau anda malah Sholat ditempat parkir yang tentunya pada saat ini banyak yang basah dan kotor karena musim hujan ?

    tolong dijawab ya ?.

  57. mamo cemani gombong
    sabar broooo jangan terpancing …he…he… santai aja …he..he…nanti kalau capek kan maaf …….bacotnya / cocote / lambene diam …he…he….sabar ….sabar ….kang saliq ….
    Komentarku :
    Mulut orang mukmin itu berbicara benar dan beradab tidak seperti mulut iblis . Allah berfirman :
    ???????? ???????? ????????? ?????????? ??????????? ?????????? ?????????? ??????????? ??????????? ????????????? ?????? ??????? ??????? ???????? ????????? ???? ???????

    “Kepada Allah-lah naiknya Segala perkataan Yang baik (yang menegaskan iman dan Tauhid, untuk dimasukkan ke Dalam kira-kira balasan), dan amal Yang soleh pula di angkatnya naik (sebagai amal Yang makbul – Yang memberi kemuliaan kepada Yang melakukannya).” (al-Fatheer: 10)
    Hanya perkataan baik yang layak di hadapkan kepada Allah.

    1. @ hasbi makasar …….jahat mana ngatain syirik , ahlul bid’ah , musrik , bahkan sekarang iblis …he…he… klau ana kan cuma bilang bacot / cocote / lambene ….emang nt nggak punya bacot …he…he….

    2. @Hasbi makasar jahat mana dgn ngatain sesama muslim sbg ahlul bid’ah , musyrik, kafir ,…..dgn mengatai bacote ,cocote , lambene ,..????? emang ada apa dgn ngomong begitu ???? kan cuma sesama manusia adabnya kalau nt udah urusannya agama ????

  58. Prass menulis lagi :
    ya kalo kita mau sambungin lagi ttg sunnah nya pake penutup kepala,kopyah, yg mana gambar di atas bnyk jemaah nya h.mahrus nggak pake kopyah padahal salah satu sunnah lainnya eh malah di tinggalkan,he..he.. ane khawatir nggak nyambung lagi,he..he…
    Mana dalilnya pakai kopiah itu sunnah , apalagi kopiah hitam . Bila orang Indonesai mengenakan kopiah, maka orang mexxico akan mengenakan topi koboy ketika salat . Hadis Rasulullah SAW mengenakan sorban redaksinya kacau. Dan ini perlu keterangan banyak , nanti dulu , saya hawatir di cut sama admin . Dengarkan cd pengajian Ust Mahrus atu kunjungi http://www.mantankyainu.blogspot.com
    Boleh telp 03192153325.

    1. Hasbi makasar @

      Dasar Wahabi, kuatir amat dicut. Emangnya blog Wahabi, kalau ada tulisan nggak sesuai selerenya langsung nggak ditampilkan atau didelte? Setahu saya, blog ASWAJA nggak seperti itu deh.

      Lihat blog Abu Salafy, blog Salafy Tobat, dan di blog ini. Semuanya ramai dengan komentar yang aneh-aneh dari Wahabi. Coba bandingkan dgan blog Wahabi yng komentarnya seragam, itu karena koment yang nggak sesuai hawa nafsu Wahabi didelete. Tidak usah mengelak, sebab ini juga pengalaman saya, komenter saya sulit menembus moderasi blog-blog WAHABI. Saya jadi kapok ke blog Wahabi, hanya sia-sia, kalian terlalu protektif, bagi saya sungguh sangat menyebalkan.

    2. lainnya lagi tambahan di atas,
      tantang penting nya arah kib’lat dan najis di sandal,yg mana jwb aiman tak menyingggung nya sama sekali…

      Tafsir Ibnu Katsir Surah Al Baqarah ayat 144

      Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

      Tafsir Ibnu Katsir

      Ali bin Thalhah berkata dari Ibnu Abbas, “Masalah yang pertama kali dinasakh dalam Al-Qur’an ialah masalah berkiblat (ke Baitul Maqdis).” Yaitu, tatkala Rasulullah saw. berhijrah ke Madinah yang mayoritas penduduknya adalah Yaliudi, maka Allah menyuruhnya agar berkiblat ke Baitul Maqdis. Kaum Yahudi pun senang. Rasulullah berkiblat ke sana selama 10 bulan. Akan tetapi, Rasulullah mencintai kiblatnya Ibrahim, oleh karenanya’dia berdoa kepada Allah Ta’ala dan menengadah ke langit. Maka Allah menurunkan ayat,
      “Sesungguhnya Kami melihat wajahmu menengadah ke langit …. Maka palingkanlah wajahmu ke arahnya”,

      yakni ke arah Masjidil Haram. Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan bahwa Rasulullali saw. bersabda,”Ka’bah merupakan kiblat bagipenghuni Masjidil Haram. Masjidil Haram merupakan kiblat bagi penghuni Tanah Haram. Dan Tanah Haram merupakan kiblat bagi umatkuyang menghuni bumi dari timur sampai barat.”

      Dalam hadits Nuwailah binti Muslim dikatakan, “Ketika orang-orang berada dalam masjid Bani Haritsah, dan niereka menghadap ke Ka’bah sebagai pengganti Baitul Maqdis karena ada seseorang yang memberitahukaii pengalihan kiblat ke Ka’bah, Nuwailah berkata, ‘Seseorang dari Bani Haritsah menceritakan kepadaku bahwa Nabi saw. bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada perkara gaib.'”

      Firman Allah,
      “Di mana pun kamu berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya.”
      Maksudnya, Allah Ta’ala menyuruh untuk menghadap ke kiblat dari segala penjuru bumi: timur, barat, utara, dan selatan. Tidak ada satu perkara shalat pun yang dikecualikan dari perintah ini selain shalat sunnah ketika bepergian. Dalam kondisi demikian, tubuh seseorang dapat menghadap ke mana saja, namun hatinya tetap menghadap kiblat. Demikian pula dalam kondisi perang yang berkecamuk: seseorang dapat shalat dengan cara apa saja. Sama halnya dengan orang yang tidak mengetahui arah kiblat. Dia mendirikan shalat berdasarkan ijtihadnya, walaupun ijtiliadnya itu salah, karena Allah tidak membebani seseorang melainkan menurut batas kesanggupannya.

      Masalah, mazhab Maliki menjadikan ayat,
      “Maka palingkanlah wajahmu ke arahnya”
      sebagai dalil bahwa orang yang shalat harus melihat ke depan, bukan ke tempat sujudnya. Karena dengan menghadap tempat sujud berarti sedikit membungkuk yang akan mengurangi kesempurnaan berdiri. Namun, mayoritas ulama mengatakan bahwa seseorang harus melihat ke tempat sujudnya karena hal ini lebih kuat untuk mewujudkan ketundukan dan kekhusyukan, di samping ada hadits yang meriwayatkannya.

      Firman Allah Ta’ala,
      “Dan sesungguhnya orang-orang yang telah diberi Alkitab benar-benar mengetahui bahwa hal itu adalah benar dari Tuhannya.”

      Maksudnya, sesungguhnya kaum Yahudi yang mengingkari perbuatanmu menghadap Ka’bah dan keberpalinganmu dari Baitul Maqdis mengetahui bahwa Allah akan mengarahkanmu ke Ka’bah, sebab dalam kitab mereka terdapat sifat dan penjelasan ihwal Rasulullah saw. beserta umatnya. Namun, Ahli Kitab menyembunyikan hal itu di antara mereka lantaran hasud, kafir, dan ingkar. Oleh karena itu, Allah mengancam mereka dengan firman-Nya,
      “Sekali-kali Allah tidak lalai terhadap apa yang mereka kerjakan.”

      bulughul maram- imam ibnu hajar atsqolani,..

      Hadits ke-63
      Amir Ibnu Rabi’ah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Kami pernah bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dalam suatu malam yang gelap, maka kami kesulitan menentukan arah kiblat, lalu kami sholat. Ketika matahari terbit ternyata kami telah sholat ke arah yang bukan kiblat, maka turunlah ayat (Kemana saja kamu menghadap maka disanalah wajah Allah). Riwayat Tirmidzi. Hadits lemah menurutnya.

      Hadits ke-64
      Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Ruang antara Timur dan Barat adalah Kiblat.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dikuatkan oleh Bukhari.

      Hadits ke-66
      Dalam riwayat Abu Dawud dari hadits Anas Radliyallaahu ‘anhu : Apabila beliau bepergian kemudian ingin sholat sunat, maka beliau menghadapkan unta kendaraannya ke arah kiblat. Beliau takbir kemudian sholat menghadap ke arah mana saja kendaraannya menghadap. Sanadnya hasan.

      Hadits ke-70
      Dari Abu Said Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mendatangi masjid hendaklah ia memperhatikan, jika ia melihat kotoran atau najis pada kedua sandalnya hendaklah ia membasuhnya dan sholat dengan mengenakannya.” Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.

      wallahu a’lam..

    1. rombongan ….wah……warnet di sana LARIS MANIS….. ALKHAMDULILLAH ada yang dapat berkah berkat UMMATI UMMATI ……

  59. Prass menulis :
    tidak cukuplah berpegangan dengan hanya hadist tsb,krn di situ juga tak menunjukkan adanya kamu berwudhu/bersuci sdngkan kan dalam sholat kita harus bersuci walau dengan tayammun,pakaian yg di kenakan suci dr nazis dll.. jadi banyak lah faktor
    Irham berkata : Tentu sudah di kaji dulu sebelum Ust Mahrus mengeluarkan buku karyanya Ternyata Rasulullah SAW menjalankan salat di tanah . Bahkan di tanah arab masih banyak kalangan badui yang menjalankan salat langsung di atas tanah sekalipundi sana termasuk negara kaya.

      1. @irham

        tidak cukup irham hanya mengambil satu hadist/ayat ttg sholat, yg mana di atas tsb (Dimana saja kamu menjumpai waktu salat telah tiba , salatlah dan bumi adalah tempat sujudmu Bukhori 3172 ,) hanya menjelaskan tentang keutamaan sholat seseorang yg tepat pd waktunya, sdngkan ayat lain atau hadist2 yg menhubungkan nya di antaranya,ayat2 lainya tentang sholat:

        “Hai orang-orang yang beriman , apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…”(Q.S Al-Maidah:6)

        Ayat yang mulia ini mewajibkan wudhu untuk shalat, menjelaskan anggota yang wajib dibasuh dan diusap didalam berwudhu, dan memberi pembatasan tempat-tempat anggota wudhu. Kemudian Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam menjelaskan cara dan sifat berwuhu melalui ucapan dan perbuatan beliau dengan penjelasan yang cukup.

        hadits lainnya:
        (Yang) Artinya : “Beliau membasuh kedua tangan hingga lengan beliau.” (Dikeluarkan dari hadits Nuaim bin Al-Mujammir (578)[21/158])

        lainnya:
        Artinya ; “ Dua telinga termasuk kepala.”
        (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ad-Daruqhutni dan lainnya) (Dikeluarkan oleh Abu Dawud (134)[1/72]; Tirmidzi (37)[1/53]; Ibnu Majah (444)[262] dan Ad Daruqutni (353)[1/108

        Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam mengurutkan wudhu beliau sebagaimana cara ini dan beliau bersabda :

        (Yang) Artinya : “ Ini adalah wudhu yang Allah tidak akan menerima shalat kecuali dengannya.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan lainnya) (Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dari hadits Ibnu Umar (419)[1/250];Abu Ya’la didalam Al Musnad nomor (5598); dan Ad Daruqutni (257)[1/83

        Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman di akhir ayat wudhu,

        ??? ??????? ??????? ?????????? ?????????? ???? ?????? ???????? ??????? ??????????????? ??????????? ?????????? ?????????? ??????????? ???????????

        Artinya : “ Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur (Al-maidah 6)

        Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda :

        Artinya : “Dan tidaklah menjaga wudhu kecuali orang yang beriman. (Dikeluarkan dari hadits Tsauban oleh: Ahmad (22429) [5/355]; Ibnu Majah (278) [1/178] dan dikeluarkan pula oleh imam yang lainnya dari shahabat lain.)

        nah kalo jawaban aiman di atas tsb berati….??

    1. dasarnya mana anda ngomong begitu @ irham badui shalat di atas tanah ???? emang nt pernah kesana ???? lalu bagaimana disekeliling kabbah ??? apa masih tanah yang buat sujud ???? kalaupun badui masih begitu apa bisa di jadikan hukum kebenaran ????

      1. he he mas mamo kayaknya irham belum pernah naik Haji atau ke arablah ,dia ga tahu kalo masjidil Harom makkah dan masjid Nabawi Madinah begitu juga masjid Quba dan masjid Qiblatain semuanya pake batu pualam dan marmer terus dihampari permadani yang indah dan mahal.
        Rupanya makhrus ali dan pendukungnya lebih meng utamakan Rumah mereka ketimbang Rumah Allah iiiiih pelit banget.

        1. iya mas Syahid ….he…he…ini malah ustadz Aiman semalam nggak OL …ngloooyooor kali yah ….kemarin tak ulur2 kayaknya garang bgt semua yang komen dibabat habis ….giliran ketemu mas Syahid langsung di kasih pertanyaan yang berat2 ,…..diam …nggak tau ntar malam …..mas Syahid udah OL lagi tambah MANTAAAB Mas …..

    1. @Bibi …teman2 sebetulnya nggak niat debat …..meluruskan kajian2 yang keliru ….kalau udah disampaikan kan udah tinggal mereka mau ngga menerima kebenaran …..rata2 sih ngloooyooor tanpa permisi ….kami berharap mereka insaf ….megitu @ Bibi ……

  60. Spy gak ada yang disalahkan, bisa gak disimpulkan begini :
    Shalat di atas tanah tanpa alas (sajadah) tpi pakai sandal boleh.
    Shalat di atas tanah dg alas (sajadah)tpi tanpa alas kaki juga dibolehkan.
    Maksudku jgn ada yg membid’ahkan lagi. Gimana setuju?.
    Bukankah bobot shalat itu tergantung dari khusuknya?.

  61. Kalau ulama-ulama kita melihat kesalahan pada sholat H Mahrus Ali tentu mereka sudah menyatakan pendapat mereka.

    Sholat di atas tanah ataupun batu memang ada yang merawikannya.

    Kemudian setelah itu sholat diatas hamparan batu

    As-Samhûdî di dalam kitab Wafâul Wafâ menyebutkan sebuah hadits bahwa ‘Umar bin Khattâb ketika membangun kembali masjid Rasulullâh Saw, ia bertanya : ” kami tidak tahu dengan apakah kami harus hampari masjid ini? Seseorang berkata padanya : ” Hamparilah dengan batu-batu kerikil “. Umar berkata : ” Ini adalah wadî atau lembah yang penuh berkah dan aku mendengar bahwa Rasulullâh Saw bersabda: ” Batu-batu kerikil adalah batu yang penuh berkah * (Lihat Wafâul Wafâ bi akhbâr dârul Mustafâ, jilid 1, hal. 473.)

    dan seterusnya sampai masa kini kita sholat diatas sajadah.

    Jadi tidak perlu diperdebatkan , yang terpenting adalah tidak saling mensesatkan atau saling mengkafirkan.

    Mengapa kita berdebat ?

    Silahkan baca tulisan kami pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/02/02/terjemahkan-saja/

  62. Bingung sholat pakai sandal.Mendingan lepas saja sandalnya dan sholatlah di tanah-lapang dan pakai baju ikram. bingung… sory orang awam.

  63. Ping-balik: Buku-buku Sesat Buatan Para Aktifis Wahabisme di Indonesia « UMMATI PRESS
  64. Haduuuh emang jaman ya,,,udah kejungkir jumpalitan,,,ngapain ngurusin perbedaan,,,drpd ndebatin gt,,,mendingan liatin kaum nasrani,,,yg sedang menggrogoti keimanan umat muslim,,,

  65. Shaleh ali/Mahrus Ali@

    Ane mau tanya neh, pada bulan Maret 2008, tim LBM NU Jember mengajak Antum CS untuk berdialog dan berdebat secara terbuka di IAIN Sunan Ampel Surabaya kenapa Mahrus Ali tidak berani nongol? Apakah karena antum merasa yakin bahwa dalil-dalil yang dimiliki Mahrus Ali sangat lemah sekali dan tidak akan mampu bertahan di arena perdebatan ilmiah? Kalau merasa berada dalam kebenaran kenapa Mahrus Ali tidak berani memperjuangkannya? Itu namanya Mahrus Ali omong kosong alias membual seperti kebanyakan orang-orang bodoh yg merasa berilmu, benar kan?

  66. masalah debat di IAIN , mengapa panitia hianat, di suruh nunggu tiga bulan lagi untuk mengkaji buku LBM NU Jember ” Membongkar ……..” tapi dapat sepuluh hari sudah di umumkan debat terbuka akan di hadiri oleh Mahrus ali. Bacalah buku kesesatan debat terbuka kiyai NU di IAIN terbitan laa tasyuk press.

    1. Baiklah Pak Saleh Ali/Mahrus Ali@

      Ana maklum dg alasan antum CS, sebagai penganut aliran sesat seperti antum-antum memang sudah biasa berbohong karena memang itulah modal kalian. Inilah saya tunjukkan faktanya bahwa kebohongan adalah modal dasar yg kalian andalkan:

      Pada bulan Maret 2008, tim LBM NU Jember mengajak Mahrus Ali untuk berdialog dan berdebat secara terbuka di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Hasilnya, dengan berbagai alasan Mahrus Ali tidak siap datang. Sesudah itu, beberapa kali ia diajak dialog di Universitas Diponegoro Semarang, kemudian di Universitas Brawijaya Malang, ia juga tidak siap. Dan terakhir dia diajak dialog di masjid di sebelah rumah tempat tinggalnya, ternyata ia tidak datang. Kenapa Mahrus Ali tidak berani berdialog terbuka dengan para ulama, karena ia merasa yakin bahwa dalil-dalil yang dimilikinya sangat lemah sekali dan tidak akan mampu bertahan di arena perdebatan ilmiah yang terbuka.

      Pak Mahrus Ali, ajakan debat terbuka tsb masih berlaku sampai hari ini dan seterusnya. Apakah sekarang antum sudah siap menghadapi debat tsb? Kalau antum siap Tim LBM NU jember akan datang ke Masjid tempat antum tinggal. Jawablah jika antum siap, biar jawaban antum bisa saya sampaikan ke TIM LBM NU Jember.

      Threat ini bisa menjadi sebagai buktinya.

  67. Dulu telah di umumkan di situs PBNU kepada seluruh kiyai yang merasa tidak enak dengan keterangan Ust Mahrus ali di dalam bukunya silahkan berdialog dengannya di rumah beliau satu persatu . Sampai sekarang tiada orang yang datang. Kalau mengajak debat dengan beliau sungguhan , kata beliau , silahkan ,asal pemerintah yang mengadakan, bukan golongan dan dialognya di sebarluarkan ke seluruh Indonesia melalui seluruh media massa. Namun harus satu persatu . Jangan Ust Mahrus seorang diri , lalu di debat dengan sepuluh atau dua puluh kiyai.

    1. Miftah@

      Miftah, nte mengaigau atau bicara kok nggaj jelas?

      Ini koment Wong Ko Lutan, baca biar jelas bagi nte:

      Wong Ko Lutan berkoment: “Ana maklum dg alasan antum CS, sebagai penganut aliran sesat seperti antum-antum memang sudah biasa berbohong karena memang itulah modal kalian. Inilah saya tunjukkan faktanya bahwa kebohongan adalah modal dasar yg kalian andalkan:

      Pada bulan Maret 2008, tim LBM NU Jember mengajak Mahrus Ali untuk berdialog dan berdebat secara terbuka di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Hasilnya, dengan berbagai alasan Mahrus Ali tidak siap datang. Sesudah itu, beberapa kali ia diajak dialog di Universitas Diponegoro Semarang, kemudian di Universitas Brawijaya Malang, ia juga tidak siap. Dan terakhir dia diajak dialog di masjid di sebelah rumah tempat tinggalnya, ternyata ia tidak datang. Kenapa Mahrus Ali tidak berani berdialog terbuka dengan para ulama, karena ia merasa yakin bahwa dalil-dalil yang dimilikinya sangat lemah sekali dan tidak akan mampu bertahan di arena perdebatan ilmiah yang terbuka.

      Pak Mahrus Ali, ajakan debat terbuka tsb masih berlaku sampai hari ini dan seterusnya. Apakah sekarang antum sudah siap menghadapi debat tsb? Kalau antum siap Tim LBM NU jember akan datang ke Masjid tempat antum tinggal. Jawablah jika antum siap, biar jawaban antum bisa saya sampaikan ke TIM LBM NU Jember.

      Threat ini bisa menjadi sebagai buktinya.”

  68. Tentang undangan di Universtas Diponegoro Jawa tengah , Ust Mahrus bilang : Belum pernah menerimanya.
    Untuk undangan Universitas Sriwijaya Malang ,Ust Mahrus tidak berjumpa dengan pengundangnya , bahkan surat di berikan keluarga di rumah, lalu mangkir .
    Setelah itu , ada anak muda telpon ke Ust. Mahrus dan dia bilang bahwa panitiya yang mengadakan ini adalah kelompok Aswaja. Lantas Ust Mahrus bilang : ” Saya tidak akan datang bila kelompok aswaja atau NU yang mengundang. Sudah cukup pengalaman di IAIN , dimana audien dan panitianya tidak adil dalam memberikan penilaian terhadap dialog . Kekeliruan di LBM di anggap benar dan kebenaran Pak Muammal di anggap keliru . Bacalah buku karya Uts Mahrus tentang kesesatan kiyai NU dlm dialog di IAIN.
    Untuk undangan di Gedongan masjid dekat dengan desa Ust Mahrus, pengundangnya adalah bukan panitia tapi perorangan dengan di sertai ancaman kalau tidak hadir akan di pidanakan , bukunya di suruh menarik dari peredaran , dan di minta kerugian materi dll.
    Karena undangan seperti itu tidak etis dan ust Mahrus males datang. Di samping itu , panitianya dari kalangan pengurus NU.
    Bila mau serius , silahkan di adakan dialog terbuka dengan cara baik . Pemerintah pusat sebagai panitianya , keamanan terjamin dan di sebarkan melalui seluruh media massa. Dan satu persatu.
    Begitulah apa yang pernah saya dengar dari Ust Mahrus .

    1. kalo muhammad ali dan ustad makhrus ali ingin tetap solat langsung diatas tanah dengan sendal jepitnya silahkan-silahkan saja bahkan kalo kalian mau sholat diatas kotoran hewan yang dagingnya halal silahkan saja itukan khilaf furu`iyyah kenapa harus dibesar-besarkan….? yang jadi masalah justru ustad makhrus ali mengatakan sesat (Bid`ah)ketika ada yang sholat tidak langsung diatas tanah , apa ustad makhrus ali ingin top dan populer…? sah-sah saja jika memang ingin mencari sensasi dan popularitas tapi tolong caranya yang baik , jangan jadikan khilaf furu`iyyah sebagai modal untuk menyesatkan orang lain.

      1. Saya kutip sedikit dari blog mantan kiyai NU sbb:
        Ber arti anda ini ngerti ilmu dalam golongan anda saja , anda perlu belajar lagi tentang ilmu di luar firqah atau kelompok anda. Apakah kamu anggap saya menyatakan seperti bukan untuk kemaslahatan orang banyak ? Tujuan saya adalah agar masarakat tahu bahwa salat di karpet , koran , sajadah adalah bid`ah yang tertolak sebagaimana hadis :
        ???? ???????? ??? ????????? ????? ??? ?????? ?????? ?????? ?????
        Barang siapa mengada-ngadakan sesuatu dalam urusan agama yang tidak terdapat dalam agama maka dengan sendirinya tertolak ( Bila ingin amal perbuatan di terima lakukan amalan yang berdalil .
        . ?????? ?????? ????? ?????? ??????????? ???? ????????? ?????? ?????? ???????????? ?????? ?????????? ???????? ??????? ?????????? ??????? ???? : ?????? ?????? ??????????? ???? ????????? ??????? : ????? ??????? ????? ?????? ????????????? ??? ??????????? ???????? .
        Sungguh telah di kisahkan bahwa Abd rahman bin Mahdi ketika datang ke Medinah menggelar sajadah , lalu Imam Malik memerintah agar di tahan ( dipenjara ) . Di katakan kepadanya : “ Dia adalah Abd Rahman bin mahdi “
        Imam Malik menjawab :” Apakah kamu tidak mengerti bahwa menggelar sajadah dimasjid kami adalah bid`ah “.
        Jadi jelas bahwa menggelar sajadah itu bid`ah , para sahabat dan Rasulullah SAW tidak pernah menjalankan salat wajib dengan sajadah . terus apakah kamu tidak ikut Rasulullah SAW dalam hal salat ini . Bila kamu katakan ada tuntunannya , mana dalilnya . Apakah kamu ingin menyesatkan orang banyak atau berkata jujur kepada mereka ? Bila saya katakan mengenakan sajadah ketika melakukan salat wajib boleh , saya ambil dalil dari mana ? jelas tidak akan saya jumpai .

        1. bagaimana dengan
          ???? ????? ??? ???????????? ??????? ???????? ?????? ????????? ???????? ???? ?????? ????? ????????? ???? ?????? ???? ???????? ???? ???????????? ?????? . ????? ????? ??? ???????????? ??????? ????????? ????? ???????? ????????? ???????? ???? ?????? ????? ???? ???????? ???? ?????? ???? ???????? ???? ????????????? ??????

          Inilah dasar pembagian bid’ah. HR. Muslim

    2. Muhammad ali@

      Cukuplah jawabannya dengan apa yg dikatakan oleh Al-Imam Asy-Syathibi dalam al-I’tisham: “Jangan berharap mereka (ahli bid’ah Salafy Wahabi/Mahrus Ali) akan berdialog dengan seorang alim yang pakar dalam ilmunya.”

      1. Saya telah mencari pernyataanmu di buku yang anda sebutkan ternyata tidak ada. Mohon di tampilkan arabnya agar mudah di lacak

      2. Jangan bohong , kasihan pembaca wahai Baihaqi , Tampilkan arabnya , sudah di cari di kitab I`tishom sama teman – teman ternyata kamu kibuli saja. Tidak ada kalimat tersebut

          1. Silahkan tampilkan arabnya agar bisa di cek oleh para pembaca. Dan jangan menipu diri dan orang banyak. Kasihan kamu dan mereka kamu sesatkan

          2. Miftah/mahrus ali/muhammad ali@

            Ingat, kitab Al-I’tishom adalah kitab tebal, mungkin kalian sulit menemukannya akibat kalian ditunggangin hawa nafsu. Jadi bukan saya yg bohong, jika saya bisa hadirkan teks arabnya, apakah kalian mau berjanji menutup pesantren kalian yg sesat menyesatkan Ummat?

          3. Ane Setuju dengan pendapat kang Baihaqi, mereka ( Mahrus Ali CS ), mengedepankan (menjadikan Imam ) nafsu mereka. dan mereka sama sekali tidak mengenal Nabinya

          4. Untuk Harris
            Ahli bid`ah itu kenal dengan nabi yang ajarannya sudah di robah oleh tokoh – tokohnya, lalu mereka ngaku benar , pada hal mereka tertipu . Ulama menjuluki ahli bid`ah adalah ahlul ahwa`. Pengikut hawa nafsu laksana hewan saja.
            ????? ????????? ????? ????????? ????? ???????? ????????? ?????? ???? ?????? ???????????? ? ?????? ????? ??? ??????? ????? ??????????
            Syaikh Abu Ishak berkata : ” Kesaksian ahlul ahwa` ( pengikut hawa nafsu ) tidak di terima , sekalipun tidak berdakwah terhadap kebid`ahannya ( Al Muntaqa 4/4 )

          5. Baihaqi ! sekali lagi kamu bohong . kami memiliki kitab digital dan aslinya mudah sekali untuk di lacak. Sungguh kasihan pembaca NU yang kamu tipu seperti itu.Barang kali tidak bisa menulis kecuali kebohongan. Mukmin tidak akan bohong. Sedang karakter orang kafir pendusta sebagaimana ayat :
            ???????? ????????? ????????? ????????? ??? ??????????? ???????? ??????? ??????????? ???? ?????????????
            Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. ( Annakhel 105 ).
            Anda katakan :
            apakah kalian mau berjanji menutup pesantren kalian yg sesat menyesatkan Ummat?
            Komentarku ( Miftah ) :
            Biasa sekali,penentang risalah menyesatkan kepada para rasul dan orang – orang yang ikut kepadanya, lihat saja ayat ini :
            ??????? ?????????? ??????? ????? ????????? ???????????(32)????? ?????????? ?????????? ??????????
            .Dan apabila mereka melihat orang-orang mu’min, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”,padahal orang-orang yang berdosa itu tidak diutus untuk penjaga bagi orang-orang mu’min. Muthaffifin 32-31
            Urusan tempat pendidikan itu bukan urusan saya, tapi kedustaanmu memalukan kalangan NU.

  69. Kami ada pertanyaan tentang gambar-gambar di atas, mereka yang sholat tanpa sajadah. Coba perhatikan, mengapa mereka tidak melepas sandal ketika sholat ? Kalau kepala mereka tidak beralas, kenapa kaki mereka beralas ketika sholat ?

    1. Jika Allah sudah mentakdirkan orang untuk sesat, maka liatlah mereka.. teramat jelas kesesatan mereka dan tak perlu di nadhor lagi..

      1. Penentang risalah sudah tertutup hati dan pikirannya lalu kebenaran di sesatkan . Lihat ayat :
        ??????? ????????? ???????? ?????????? ????????? ???? ????? ??????? ??? ?????????? ???????? ?????? ???? ?????????? ???? ?????????????? ????? ?????? ???????
        Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya dia (Al Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama”. Ahqaf 11

        1. Saya benar-benar heran dg dalil-dalil yg kalian gunakan untuk nyerang orang lain tapi kok arahnya bisa secara otomatis menuju ke Mahrus Ali dan CS-nya. Ini benar-benar ajaib!

        2. Apakah Anda tahu ketika sayyidina Ali mendatangi kaum khawarij, kaum tersebut menggunakan dalil Al Quran untuk orang kafir ditujukan kepada sayyidina Ali. Dan saya pikir sangat persis dengan kelakuan Anda.

          1. Tepat sekali Mas Farid, itulah yg saya maksudkan, makanya saya bilang otomatis balik ke Mahrus Ali CS. Sama dg Sayyidina Ali dibilang kafir oleh Khowarij maka tuduhan itu otomatis balik ke Khowarij.

    2. Saya kutip jawaban Ust. Aiman yang lalu di blog ini.
      Mana dalilnya pakai kopiah itu sunnah , apalagi kopiah hitam . Bila orang Indonesai mengenakan kopiah, maka orang mexico akan mengenakan topi koboy ketika salat . Hadis Rasulullah SAW mengenakan sorban redaksinya kacau. Dan ini perlu keterangan banyak , nanti dulu , saya hawatir di cut sama admin .

      1. dasar wahabi tukang cut n delete, belum apa-apa sudah tuduh cut pada ADMIN.

        Tapi terus terang, dari kalimat nte aja sudah mencerminkan nte ini kelompok sesat yg sekaligus menyesatkan.

    3. Ada hadis sbb :

      ???????????? ?????????? ?????? ???????? ??????? ??????????? ?????? ?????????? ???????? ??????? ?????? ?????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????? ???????????? ?????? ???????????? ??????? ???????? ???????? ?????? ???????? ?????????????? ????? ????? ??????? ?????????????? ?????? ??????? ???? ???????????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ?????????
      Orang yang mati sahid ada empat : Seorang lelaki mukmin ,imannya baik ,berjumpa dengan musuh ,lalu membenarkan Allah hingga dibunuh .Itulah orang yang akan dipandang oleh manusia di hari kiamat .Dia mengangkat kepalanya hingga kopyah hajinya jatuh
      Perawi berkata : “ Aku tidak mengerti ,kopyah haji Umar atau Nabi SAW yang jatuh . Imam Tirmizi sendiri menyatakan hasan nyeleneh .Aku berkata : Hadis lemah karena ada Ibnu lahiah yang hilang hafalannya karena tulisannya terbakar .
      Kami tidak pernah menjumpai hadis sahih yang menjelaskan bahwa para sahabat dan Nabi SAW mengenakan kopyah haji putih atau lainnya.

      1. Miftah@

        Nte mau omong apa gak jelas. nte mahrus ali kan, pantas nte gak berani debat dengan M.Idrus Ramli dari LBM NU Jember. Itu tantangan untuk mahrus ali berlaku selamanya, kalian gemana masih belum berani maju juga. Saya jamin kalian tidak akan berani sampai malaikat izroil menjemput kalian. Ahli bid’ah seperti kalian tidak akan penya nyali debat di depan umum, pasti! Dijamin tidak akan berani!!!

        Lha nte bahasanya kacau akyak gini kok berani debat pastinya akan dibikin bulan-bulanan sama anak-anak NU dong. Jika antum berani menghadapi anak-anak NU Jember baru nte terusin koar-koar di sini. Kalau gak berani saya sarankan hentikan koar-kora nte sekalian di blog ini, hanya ngotori blog ini saja.

    4. Jawabannya ada pada pernyataan Ali Radhiyallahu Anhu, jika akal yang digunakan untuk memahami agama tentunya bagian bawah kasut lebih berhak diusap ketika wudhu.
      Jangan menolak dalil dengan akal atau kalian akan tergelincir dalam penyakit syubhat, jika tidak menemukan jawabannya berarti hati dan akalmu telah terselubungi kegelapan wahai saudaraku, bertobatlah itu lebih baik jika kamu mengerti.

  70. Ahli bid’ah seperti Mahrus Ali dan CS-nya dijamin tidak akan berani debat secara terbuka di depan publik. Dijamin dan garansi!!! Sampai kapan pun tidak akan berani!!!

  71. Dar buku-bukunya yg sudah saya baca, menunjukkan dia tidak mengerti akan kedudukan suatu permasalahan agama, hal ini akan membuat dia muda digiring menuju lubang yg digalinya sendiri (tentang masalah agama).

  72. Menurut cerita para tetangganya, memang Mahrus Ali adalah orang yg sesat dan menyesatkan Ummat Islam. Makanya dia tidak berani keluar rumah kletika di jalan-jalan banyak orang yg dikenalnya. Kalu nongkrong di warung kopi depan balai desa, dia menunggu keadaan sepi. Kalau banyak orang dia akan menghindar. Oleh karena itulah dia tidak akan berani debat di depan publik, kapasitasnya tidak mencukupi untuk tam[pil di depan umum.

  73. bahkan menurut berita yg sangat terpercaya, ketika mertuanya sakit Mahrus Ali cuek bebek, ini menunjukkan bahwa Mahrus Alai bukan orang Sholeh tapi justru toleh (bejat).

  74. [QUOTE=cumigambreng;305893]Apakah ahlus sunnah di sini dalam solatnya selalu menggunakan sandal dengan alas nya tanah ??[/QUOTE]
    Shalat dengan/tanpa memakai sandal itu sunnah berdasarkan hadits Nabi saw :

    “Apabila salah seorang dari kalian shalat, maka hendaknya ia memakai kedua sandalnya atau ia lepaskan di antara kedua kakinya, dan jangan ia mengganggu orang lain dengan kedua sandalnya.” (HR. Al-Hakim 1/259, ia berkata, “Shahih di atas syarat Muslim.” Disepakati oleh Adz-Dzahabi. Syaikh Al-Albani dalam Ashlu Shifati Shalatin Nabi 1/108 berkata, “Hadits ini memang sebagaimana yang dikatakan oleh keduanya.”)

    Shalat dengan memakai sandal boleh selama terbebas dari najis :

    [font=traditional arabic][size=5]?????????? ??????? ??????????? ???????? ???? ???????? ???? ????? ????????? ???? ????? ???????? ???? ????? ??????? ???????????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ??????????? ???????? ????????? ????? ???? ?????????? ??????????? ????????? ??? ??????? ??????? ??????????? ???????? ??????????? ????? ????? ????????? ???????? ????????????? ????? ??????? ??????? ??????? ????? ?????????? ??????????? ???????????? ???????? ???????????? ?????? ?????? ????? ????? ??????? ????????????? ??????????? ????? ????????? ????????[/size][/font]
    Telah menceritakan kepada kami Yazid berkata; telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Abu Na’amah dari Abu Nadhr dari Abu Sa’id Al Khudri berkata; “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat kemudian melepas sandalnya dan orang-orang pun ikut melepas sandal mereka, ketika selesai beliau bertanya: “Kenapa kalian melepas sandal kalian?” mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, kami melihat engkau melepas sandal maka kami juga melepas sandal kami, ” beliau bersabda: “Sesungguhnya Jibril menemuiku dan mengabarkan bahwa [color=red]ada kotoran di kedua sandalku[/color], maka jika di antara kalian mendatangi masjid hendaknya ia membalik sandalnya lalu melihat apakah ada kotorannya, jika ia melihatnya maka hendaklah ia gosokkan kotoran itu ke tanah, setelah itu hendaknya ia shalat dengan mengenakan keduanya.” (HR. Ahmad)

    Mewajibkan shalat harus pakai sandal juga merupakan kekeliruan.

  75. Inilah surat pernyataan Mahrus Ali yang sejujurnya kepada Kyai Thobary. Mahrus mengatakan bahwa penggunaan istilah “Mantan Kiai NU” bukan berasal dari dia sendiri. Tetapi itu merupakan pilihan dari pihak penerbit “Laa Tasyuk” yang terlalu dipaksakan demi untuk mengeruk keuntungan pribadi lewat buku2 tulisan Mahrus Ali yang diterbitkannya. Untuk lebih jelasnya lagi kami salin kembali surat pernyataan Mahrus Ali di bawah ini:

    “MANTAN KYAI NU BUKAN PILIHAN SAYA DAN SAYA SUDAH BILANGKAN KEPADA WARTAWAN AULA, SAYA MINTA AGAR DIGANTI TAPI SAYA TIDAK MAMPU”

    TGL 15 DZULHIJJAH 1431 H

    WASSALAM

    MAHRUS

    lihat link ini dari kompasiana

    saya pikir semua ini adalah akal2an penerbit untuk best seller… ini salah satu kutipan itu…

    Terserah pendapat temen2 yang lain.

  76. kawan2 Aiman slalu mengarahkan kita ke blognya… ternyata aiman adalah seorang blogger yang butuh adsense (uang dollar)… trus apakah rosul mengajarkan mas aiman untuk belajar sampai browsing ke internet… harusnya mas aiman ke Cina… dalil dan hadits mana yang menyebitkan kalo mas aiman belajar internet… TOLONG TUNJUKKAN PADA KITA…

  77. Xiiiiiiii ….. Mahrus Ali Dah SESAT …..Yang NGIKUTI IKUT SEAT ….sendal cpot habis dari kandang ayam ….apalagi dari kandang babi najis tuh …..

  78. Xiiiiiiii ….. Mahrus Ali Dah SESAT …..Yang NGIKUTI IKUT SESAT ….sendal dicopot habis dari kandang ayam ….apalagi dari kandang babi najis tuh …..

  79. subhanalloh, na’udzubillahhi mindzalik…pada hal yang dinamakan AHLUL BID’AH adalah termasuk pengikut Yth. H.Mahrus Ali tsb, mereka gencar mengatakan bid’ah padahal mereka tidak sadar kalau justru mereka yang AHLUL BID’AH karena mereka pastinya sudah pernah menggunakan motor, sepeda, mobil, dan lain2 alat transportasi yang ada pada Zaman skrg, yang pada zaman baginda nabi Muhammad SAW alat2 transportasi tsb tdk ada, apakah itu bukan BID”AH namanya…..hayohhhhhh….

  80. jujur dari hati nurani sy gak mau klo ikut sholat spt itu kan kotor pakaian kita biarpun ada yg nganggap itu yg paling benar,gak mau ah mending di Masjid dan Mushollah yg bersih bukan tanah

  81. ustadnya kok tidak keren sama sekali bahkan seperti menakutkan ya….Habib Mundzir coba lihat baik foto maupun aslinya kan keren he.he.he…

  82. sebenarnya, zaman nabi memang lantai masjid dan rumah itu tanpa ubin. Mereka sholat di masjid juga dg alas kaki, tidak dilepas di luar sebagaimana ummat nabi Musa. Jadi benarlah bahwa ubin di Masjid itu bid’ah, dan melepas sandal di luar masjid adalah bid’ah. Tetapi masalhnya, apa ini mau dibilang bid’ah dholalah? padahal para wahhabi pun melakukannya. Nah, berarti para wahhabi itu menyetujui bid’ah hasanah yg satu ini. kecuali al-mukarom(beng) Mahrus Ali

  83. artikelislami @

    Nah, itulah masalahnya Ustadz, apa iya mau dibilang bid’ah dholalah? Mungkin kasus ini bisa menjadi bagaimana bid’ah hasanah itu dilakukan oleh 99,9% kaum muslimin di seluruh dunia.

  84. Aduh! Sepatutnya makin banyak belajar semakin bijaksana tapi menjadi sebaliknya pada pak Hj. Ali ini.

    Dia mungkin tak sedar baju yang dia pakai itupun bidaah.

    Benernya tidak ada ayat yang sesuai bagi kumpulan ini melainkan SESAT. Gurunya ini SESAT dalam KEILMUAN.

    Ane sarankan kepada sahabat2 di Indonesia eloklah mulai sekarang patungan untuk perusahaan perdagangan UNTA dan KUDA. Mungkin jemaah Wahhabi ga mahu lagi naik mobil kerana itu juga bidaah. Jadi mungkin mereka akan bertukar kepada UNTA atau KUDA.

    Wahhabi semakin hari semakin kedepan dalam mempamirkan kesesatan mengalahkan SYIAH.

    Lihatlah di Malaysia dan Singapura yang pengikut Wahhabi sedikit sudah melahirkan sekte berlainan. Si Rasul Dahri SLM(sesat lagi Menyesatkan) dengan sektenya. Begitu juga di Malaysia. Lain pimpinan lain sektenya. Kalau di Indonesia lagi banyak perpecahannya. Di dunia lagi banyak.
    Mereka bukan saja berpecah tetapi saling vonis-memvonis, saling mengkafirkan santara mereka. Masing-masing pimpinan mahi menjadi Jagoan (hasilnya Jagoan Tengit)
    Peperpecaan sekte dan saling mentakfirkan dikalangan mereka nampakya lebih hebat ketimbang Syiah.

    Kepada pengikut Wahhabi yang awam bukalah mata hati kalian. Bertanyalah kepada diri mengapa keadaan ini berlaku?

    Tidak lain kerana mereka menyusuri jalan yang gelap dengan menitipkan slogan KEMBALI KEPADA QURAN DAN SUNNAH!
    Mana mungkin orang yang mengikut sunnah dan quran berpecah begitu banyak. Mana mungkin orang yang mengikut Sunnah dan Quran mentakfirkan saudaranya yang bersyahadah?

    Bila mereka menyusuri jalan gelap masing-masing mencari cahaya. Bila dilihat cahaya berkelip terus disambarnya, tiba2 cahaya itu padam kerana cahaya itu dari buntut kelip=kelip saja(kelip2=serangga yang bercahaya) Mereka merasa sudah dapat cahaya tanpa mereka sedari mereka masih dalam kegelapan.

    Mereka tidak mengikut “HIGHWAY” seperti ASWAJA dimana highwaynya sudah siap dengan peraturan, papan tanda, garisan lampu dan bermacam lagi yang telah dibuat perintisnya IMAM 4 MAZHAB yang di ambil ilmu dari ensigneur2 yang menerima ilmu dari ensigneur2 sebelum yang
    menerima ilmu dari ENSIGNEUR ASAL iaitu MUHAMMAD BIN ABDULLAH, RASULULLAH s.a.w. Semua mazhab yang 4 dalam ASWAJA ada Highway masing2 jadi dalam keadaan biasa tiada
    yang tersasar. Kalau ada yang tersasar juga itu kasus luar biasa seperti pemandu mabuk-alkohol atau nakorba, tiada permit memandu – tiada ilmu dan mentalnya kontaminat.

    Wahhabi ini sebenarnya mengikut siapa? Kalau mengikut Ibnu Taimiyah yang hayat kehidupannya (kalau tak silap) 661H sehingga 728.Tarikh ini jauh kebelakang dari 1mam 4 mazhab. Pastinya keilmuannya sudah jauh berkurangan dari Imam 4 Mazhab.
    Adakah si Wahhabi ini mengikut Muhammad Abdil Wahab? Dia ini lagi jauh jaraknya. Berbeda dengan Ibnu Taimiyah sudah 600 tahun, kalau dengan dengan Imam 4 mazhab bisa dikira sendiri. Ibni Wahhab ini tidak di akui Ilmunya oleh bapaknya sendiri Sheikh Abdil Wahab seorang Qadhi di Najd. Begitu juga saudara kandungnya Sheikh Sulaiman Abdil Wahab Abdil Wahab, sorang ilmuan tidak mengiktiraf malah menentang adiknya ini dengan lisan dan penulisan sehinggakan Muhammad Abdil Wahhab mahu membunuhnya.Selain keluarga sendiri guru-guru Muhammad Abdil Wahhab juga menolak fahamannya. Pada ketika itu hampir keseluruhan Ilmuan Islam menolak fahamannya melainkan antek2 Saud.
    Dikatakan Muhammad Abdil Wahhab mengikut ajaran Ibnu Taimiyah tapi banyak pula ajaran Ibnu Taimiyah yang di engkarinya.

    Kepada pengikut Wahhabi insaflah dan bertaubatlah. Ketahuilah sejarah terbinanya fahaman ini. Selidiki susur galur keilmuan Muhammad Abdil Wahab dan juga karektor peribadinya. Lahirnya Wahhabi ini bukanlah atas dasar taqwa tapi fulus, kuasa,kemegahan(gold,power and glory)
    Rakyat di Saudi Arabia pun tidak semua mengikut tokoh sesat ini.Sahabat saya memondok di Mekah dan pesantrenya bermazhab Syafie.
    Dalil naqli memadai sebenarnya kepada mereka yang berfikir. Kalau dalil aqli lagi banyak.Rasanya cukuplah dahulu setakat ini untuk mereka yang mahu berfikir. Yang ga fikirin terpulang kerana kuburnya masing-masing. Tuhanpu sudah awal2 siapkan surga dan neraka.

  85. Astaghfirulloh,……..
    Inikah cermin umat Islam di era sekarang
    Inikah Umat yang mengaku mengikuti Al-Quran Dan As-sunnah
    Apakah ini orang-orang islam,orang yang selalu menghujat saudara seagamanya hanya karena beda pendapat
    Orang yang mempertahankan pendapatnya dengan menghina dan menjatuhkan orang lain…..Ya Alloh……..Berikanlah petunjukmu kepada kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker