Berita Indonesia

Gus Mus: Dakwah Jangan Mengambil Hak Prerogatif Allah

Gus Mus: Dakwah itu yang sabar, jangan mengambil hak prerogatif Allah, jangan merasa diri besar ….
gusmus4 - Gus Mus: Dakwah Jangan Mengambil Hak Prerogatif Allah

 

Islam-Institute, Jakarta – Dalam kehidupan, kita jangan asal memakai konsep tanpa berpikir lagi tentang bagaimana konsep itu sendiri. Sudahkah kita benar-benar memahami konsep dakwah, konsep kemanusiaan, konsep persaudaraan, konsep amar ma’ruf nahi munkar.

Demikian yang disampaikan KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus dalam pengajian yang diselenggarakan oleh Jama’ah Masjid An-Nur,Tegalsari, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Pengajian yang dihadiri ribuan warga NU dan Muhammadiyah itu dimulai pukul 20.00 WIB, Jumat (11/3).

Gus Mus memaparkan, sekarang ini muncul orang-orang yang merasa dirinya besar dan benar. Ini justru malah mengambil alih hak prerogatif Allah. Berdakwah memang perbuatan yang terpuji, karena mengajak orang pada kebaikan. Berdakwah harusnya ada aturan mainnya, karena hidayah adalah urusan Allah. “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saja tidak bisa mengislamkan pamannya sendiri, Abu Lahab,” lanjut kiai sekaligus penyair ini.

BACA JUGA:  Tak Suka Pancasila dan NKRI Silahkan Pergi dari Indonesia

Mantan Wakil Rais ‘Aam PBNU ini mengungkapkan, hendaknya orang berdakwah itu sabar. Dulu Nabi sangat sabar ketika berdakwah. Nabi tidak menggunakan cara kekerasan meskipun pernah dilempari batu.

Menurut Gus Mus, ada berbagai macam  metode dakwah, yakni bil hikmah, bil mauidhatil hasanah dan adu argumen. Pendakwah, menurutnya, harus memahami hakikat berdakwah.

BACA JUGA:  Gus Mus: Kalau Al-Quran Diterjemahkan Maka Balagohnya Hilang

“Berdakwah itu artinya  mengajak. Ud’u ila sabili robbika (Ajaklah ke jalan Tuhanmu). Dalam ayat tersebut mengapa tidak disebutkan secara jelas sasaran dakwah? Maka, ibarat mau naik bus, pasti orang yang belum naik,” terang kiai asal Rembang ini.

Ia menambahkan, setelah dakwah selanjutnya amar ma’ruf nahi munkar. Gus Mus menyatakan, amar ma’ruf harus dengan cara yang baik pula. Sebab amar ma’ruf merupakan manifestasi kasih sayang di
antara sesama umat Islam.

“Ada macam-macam tingkatan amar ma’ruf, di antaranya dengan lisan, perbuatan  dan hati. Meskipun demikian tergantung kadar kasih sayang orang yang amar ma’ruf. Misalkan seorang ibu akan lebih tanggap jika melihat anaknya memanjat pohon yang licin karena habis terguyur hujan, dibanding ayah, atau pun tetangganya dan orang lain yang kebetulan lewat. Begitupun amar ma’ruf, ” jelas Gus Mus.

BACA JUGA:  Gus Mus Tidak Mundur dari Jabatan Rais Aam PBNU

Sebelumnya, pada pidato sambutan, Wakil Bupati Bantul Abdul Halim meyatakan keresahannya mengenai radikalisme kelompok agama yang muncul di Bantul, yaitu Gafatar. Katanya, Gafatar termasuk kelompok agama yang mempunyai gerakan  dakwah sangat meresahkan bagi kehdupan masyarakat di Bantul. (AL/Ahmad Solkan/Zunus/mm)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker