Sosok & Tokoh

Gus Dur Dicintai Banyak Orang, Ada Apa dengan Gus Dur?

Gus Dur, mengapa begitu banyak mencintainya? Dulu, saat Gus Mus, panggilan populer dari KH.A. Mustofa Bisri, memberikan wejangan di acara Haul Gus Dur ke-2 di Taman Bungkul Surabaya. Ada pertanyaan yang beliau lontarkan. Mengapa begitu banyak orang yang mencintai Gus Dur?

Di mana-mana ada Haul Gus Dur. Kemudian Gus Mus mengemukakan jawabannya. Hal ini karena belau mencitai manusia.  Tanpa memandang suku, dan agama. Bahkan terhadap orang yang membencinya sekalipun.

Gus Mus kemudian menjlentrehkan pengalaman beliau saat bersama Gus Dur bertemu seorang pejabat tinggi. Lalu pejabat itu menjelek-jelekkan orang yang dianggapnya membenci dan memusuhi beliau. Apa yang dilakukan beliau saat itu?  Bukannya beliau mendukung ucapan pejabat tersebut. Sebaliknya beliau berusaha menutupi kejelekan orang yang dicemooh.

 

BACA JUGA:  Percetakan Al-Quran Kemenag Rp 28 Miliar Terbengkalai

GUS+DUR+DAN+GURU+IJAI - Gus Dur Dicintai Banyak Orang, Ada Apa dengan Gus Dur?

 

Pelayat Kematian Gus Dur Tak dapat Dihitung

Dalam kehidupan sehari-hari, mantan presiden RI itu tidak pernah membatasi jam bertamu yang akan datang ke tempat beliau. Siapapun dia. Suatu saat beliau pernah menemui orang yang datang tetapi hanya ingin melihat wajah beliau. Praktis ada pemandangan lucu jika tamu tidak bicara, hanya melihat saja.

Dalam sejarah, pemakaman tokoh yang banyak dihadiri oleh banyak pelayat adalah Presiden Mesir Gammal Abdul Nasher. Sekitar sepuluh juta. Kemudian Gus Dur yang tidak dapat dihitung, karena sampai detik ini masih mengalir.

BACA JUGA:  Wahabi dan Ironisme Pemahaman Bid’ah (Bagian Terakhir)

Gus Dur, walaupun tanpa mengobral dalil ”Walakod karromna bani Adam”. Akan tetapi benar-benar memahami bahwa Allah memulyakan bani Adam. Dan beliau mempraktekkannya.

Kemudian Gus Mus juga memberi pencerahan, bahwa pemahaman kaum beragama itu sebagaimana seseorang dalam jenjang pendidikan. Ada yang pemahaman agamanya baru tingkat PAUD, ada yang baru setingkat TK. Lalu pemahaman agama setingkat abak SD, SMP, dan SMA. Ada orang yang tingkat pemahaman agamanya setingkat Perguruan Tinggi.

BACA JUGA:  ISLAM NUSANTARA : INSPIRASI DAN SOLUSI UNTUK PERADABAN DUNIA

Salah satu contoh, orang Islam yang ke mana-mana menyalahkan orang lain atau Mencari permusuhan. Dia masih dalam tahap pendidikan TK atau SD. Kita tidak boleh membenci mereka, tetapi memaafkan dan memperlakukannya dengan baik.

Pada tulisan ini saya ingin menambahkan. Dalam wafatnya KH Abdurrahman Wahid seakan masih hidup. Jargon-jargon. Syiiran dan yang berkaitan dengan belau terus membuncah di masyarakat. Bahkan setiap akan adzan lima waktu, di daerah Surabaya dan sekitarnya. Syiir Asal Wathon seakan terbang di atas rumah melalui cahaya suara.

Arif Khunaifi

Simpan

Simpan

Simpan

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker