Berita Fakta

Gus Dur Dibilang Kafir Musyrik, Jasad Tetap Utuh Setelah Dikubur Setahun Lebih

Gus Dur Wafatnya Khusnul Khotimah, amin….

Selama ini Gus Dur dikenal sebagai mantan Ketua PBNU, juga  Mantan Presiden RI adalah  sosok yang sangat dikenal di seluruh dunia, baik di Barat dan Timur. Tokoh yang bersahaja ini juga dikenal keshalihannya, sifat kasih sayangnya kepada sesama manusia diakui di seluruh dunia. Dia juga dijuluki Guru Bangsa Indonesia. Walaupun demikian tidak ada manusia yang benar-benar sempurna di mata semua orang. Selalu ada pihak yang membencinya, sampai-sampai ada penganut  sekte agama (Salafy/Wahabi) yang terang-terangan berteriak mengafirkan bahkan memusyrikkan mantan Presiden RI ke-empat ini.

Tapi ingatlah wahai para pembaca yang budiman, ada peribahasa yang mengatakan: Becik Ketitik Olo Ketoro, yaitu yang baik akan terdeteksi dan yang buruk pun akan kelihatan. Terbukti Gus Dur Walaupun dikafir-musyrikkan oleh mereka yg membencinya, tetapi Jasadnya tetap utuh setelah dikubur setahun lebih. Ini membuktikan bahwa Gus Dur bukan seperti yang mereka sangkakan tentang kekafiran dan kemusyrikannya. Karena Jasad tetap Utuh setelah dikubur setahun adalah pertanda Jasad Gus Dur dijaga dari kehancuran oleh sang Mahakuasa Allah Swt.

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah suargo manggone
Utuh mayite ugo ulese

(Saat tiba pada akhirnya
Tidak tersasar roh dan sukmanya
Disanjung Allah surga tempatnya
Utuh mayatnya juga kafannya)

(Bait terakhir  “Syi’ir Tanpo Waton” karya Gus Dur)

fakta inikah maksud dari perkataan Syeikh Nadzim: Ketika dulu ditanya apakah Gus Dur seorang wali apa bukan, beliau (Gus Dur) menjawab lihat saja nanti di akhir hayatnya (setelah meninggal). Kini terbukti, ternyata jasadnya masih tetap utuh setelah dikubur setahun lebih!

 

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=egraIAVDmjw&w=480&h=390]

DOWNLOAD Syi’ir Tanpo Waton

Subhanallah! Makam Gus Dur Ambles, Jasad Masih Utuh

Hujan deras yang mengguyur kota santri Jombang membuat makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang ambles. Yang lebih mengagetkan, jasad mantan presiden ke empat itu masih utuh. Kain kafan yang membungkus jasad Gus Dur masih utuh dan putih.

Zainul, salah satu petugas keamanan pondok mengatakan, amblesnya makam Gus Dur terjadi tiga hari lalu. Saat itu pengunjung makam Gus Dur sedang tinggi-tingginya. Sudah begitu, hujan deras terus mengguyur kawasan Tebuireng. AKibatnya, makam mantan Ketua PBNU tersebut ambles.

BACA JUGA:  Daftar Penerbit Wahabi dari Berbagai Variant Wahabi di Indonesia

Praktis, kejadian itu membuat penghuni Tebuireng kalang kabut. Mereka beramai-ramai melihat kejadian aneh tersebut. Sebuah lubang akibat gerusan air menganga lebar sehingga menampakkan kain kafan pembungkus tubuh tokoh yang dikenal dengan berbagai anekdotnya ini.  “Subhanallah, kain kafan Gus Dur masih utuh. Putih bersih seperti baru,” kata Zainul, Jumat (18/2/2011).

Dia menambahkan, kejadian itu pertama diketahui oleh pedagang asongan yang biasa menjual VCD tentang Gus Dur. Pedagang asongan itu bernama Waldi. “Namanya pak Waldi, ia  melaporkan kejadian itu ke saya yang kebetulan sedang berjaga di pos utara (pos pintu keluar masuk para peziarah),” tambah Zainul.

Zainul menerangkan seketika ia berlari menuju areal makam. Dalam hitungan detik lubang di pusara Gus Dur ini pun segera ditutupi dengan pasir ala kadarnya. Baik penjaga dan pengurus pondok langsung membuat barisan blokade untuk menutupi lubang di pusara Gus Dur. Hal ini dimaksudkan agar peziarah tidak sampai mengambil gambar. Pasalnya, jasad Gus Dur yang sudah setahun lebih dimakamkan masih tetap utuh.

Hanya saja, kabar fenomena langka tersebut terkesan disembunyikan oleh pengurus pondok lainnya. Salah satunya  M.Hasan, salah satu penjaga pos utama pondok pesantren Tebu ireng. Bapak kandung dari Zainul, penjaga yang kali pertama menerima laporan amblesnya makam Gus Dur ini menceritakan, dirinya juga ikut menutupi lubang dimakam Gus Dur tersebut.

Di bawah guyuran hujan itu dia mengaku bersama empat orang yang lain termasuk anaknya Zainul, melihat sesuatu yang ganjil. “Tapi saya gak berani cerita, itu bukan wewenang saya,” kilah Hasan.

Hingga saat ini di lokasi makam Gus Dur sudah diberi pembatas. Hal itu dilakukan agar pengunjung tidak menerobos masuk. Selain itu makam yang ambles tersebut sudah di tutup pasir. Bahkan, segunduk pasir masih tersedia disamping makam tersebut. [but]

Selain Tetap Utuh, Jasad Gus Dur Juga Bersinar

Pasca amblesnya makam KH.Abdurahman Wahid atau Gus dur, keluarga besar almarhum tokoh pluralis langsung menggelar rapat internal. Tidak ada yang tahu isi pembahasan rapat bani Hasyim tersebut. Namun dipastikan rapat ini tidak lepas dari amblesnya makam Gus Dur yang berakibat terlihatnya kain kafan yang masih bersih serta utuhnya jasad Presiden RI ke IV tersebut.

BACA JUGA:  Masjid Ijabah, Tempat Rasulullah Berdoa Tiga Permohonan

Salah satu orang dekat keluarga besar bani Hasyim, Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam) membenarkan jika fenomena langka itu sedang dalam pembahasan internal keluarga.  “Saya sekarang lagi di Jakarta dan keluarga sedang bahas masalah amblesnya makam Gus Dur,” terang Gus Aam yang juga pengasuh ponpes Tambakberas ini, Jumat (18/2/2011).

Gus Aam yang dihubungi via telepon ini juga mengatakan, permasalahan itu sengaja disembunyikan guna mencegah membludaknya kembali para peziarah ke makam pendiri NU itu.

Tidak hanya itu, amblesnya makam Gus Dur yang bertepatan dengan peringatan maulid nabi, Selasa (15/2) lalu, menurut ketua PC.GP.Ansor Jombang ini sebenarnya telah direspon langsung dua putri Gus Dur.

Inayah dan Alissa telah melihat mendatangi pondok pesantren Tebuireng beberapa jam pasca  amblesnya makam Gus Dur tersebut. “Mbak Inayah sudah datang ke Jombang, disusul Mbak Alissa,” tambah Aam mengakhiri pembicaraan.

Kabar tentang kondisi jasad utuh serta kain kafan yang masih putih bersih ternyata telah tersebar ke se antero wilayah. Di kalangan Gusdurian (pengagum Gus Dur) meski masih sedikit terselubung, diakui jika fenomena yang menunjukkan sifat kewalian Gus Dur benar adanya.

“Kami mendengar jika jasad mendiang Gus Dur tidak hanya itu, malah saat ambles, nampak sinar terang muncul dari dalam tanah yang memancar dari jasad beliau (Gus Dur). Dan satu lagi kabar ini sudah menjadi perbincangan hangat di Jakarta,” tutur Munasir Huda salah satu Gusdurian yang tinggal di wilayah Diwek ini.

Namun bagi Huda, hal tersebut bukanlah satu kebohongan belaka jika melihat sepak terjang dan perjuangan Gus Dur selama ini. Ditambah kejadian amblesnya makam hingga terlihatnya jasad Gus Dur yang masih utuh bertepatan dengan peringatan maulid nabi. “Tuhan itu Maha Besar, kalau Tuhan berkehendak apa yang tidak mungkin bisa saja terjadi. Ini menunjukkan sifat kewalian Gus Dur kian kentara,” jelas Huda menambahkan. [but]

Mengapa Jasad Gus Dur Tetap Utuh

Ketika makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang ambles, Selasa (15/2/2011), kain kafannya terlihat tetap putih bersih. Jasadnya masih utuh. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Ahli Geologi Yogyakarta Agus Hendratno pernah menyatakan, dari teori geologi, memang bisa saja jasad manusia yang dikubur akan tetap utuh. Penyebabnya mungkin saja di dalam tanah itu tidak terdapat hewan organik yang bisa mengubah jasad manusia, seperti kulit dan daging menjadi tanah.

BACA JUGA:  Kartanu: Kartu Anggota NU, Keuntungan Jika Anda Punya Kartanu

“Sebenarnya peristiwa utuhnya jenazah masuk lebih kepada urusan spiritual. Tapi kalau mau dikait-kaitkan ke dalam teori geologi, bisa saja di liang lahat itu tidak terdapat hewan organik,” urainya.

KH Said Budairy juga pernah membahas jasad yang diketahui masih utuh walau sudah meninggal beberapa tahun. Menurutnya, jasad itu dilindungi oleh Allah. “Kejadian seperti itu sudah sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan biasanya yang jasadnya seperti itu adalah orang-orang yang hafidz Alquran dan alim,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk melihat kealiman si jenazah bisa dilihat dari perjalanan hidup almarhum. “Dan kalau seperti yang saya dengar kiai itu sebagai orang yang ahli ilmu, itu sudah tidak salah lagi. Berarti kiai itu dilindungi Allah di dalam kuburnya,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, peristiwa jasad utuh memang tidak hanya dialami oleh Gus Dur. Bulan Agustus tahun 2009, warga Tangerang dikagetkan ketika menyaksikan jasad Kiai Abdullah Mukmin masih utuh. Padahal usia jasad tersebut sudah 26 tahun. Kiai Abdullah adalah seorang guru agama. Pada tahun 1950-an, setelah belajar di Darul Ulum, dia ke Makkah selama 25 tahun.

Peristiwa yang sama terjadi di Banjarmasin September 2009. Saat itu makam Murah bin Jamil dibongkar untuk dipindahkan, pihak keluarga kaget, kondisi rangka, kulit, daging rambut dan gigi masih tetap terpasang. Padahal Murah bin Jamil telah meninggal 8 tahun sebelumnya.

“Beliau dikenal orang yang sederhana, baik hati dan perhatian dengan keluarga. Bahkan, beliau sayang dengan masyarakat sekitar,” kata salah satu anggota keluarga, waktu itu.

Di Pekalongan, justru ada jasad yang dikubur lebih dari 30 tahun ternyata masih utuh. Bahkan kain kafan dan talinya tak rapuh. Peristiwa langka ini menggegerkan warga sekitar Pemakaman Umum Kompleks Masjid Al Husein, Kelurahan Jenggot Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, pada bulan Mei 2010. Sayangnya, warga tidak mengetahui nama dan ahli waris dari jenazah tersebut.

Masih banyak kejadian orang meninggal puluhan tahun tetapi jasadnya masih utuh. Sama seperti Gus Dur, mereka adalah orang-orang yang selama hidupnya berlaku baik dan beribadah kepada Allah SWT. [but]

http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2011-02-18/93248/Mengapa_Jasad_Gus_Dur_Tetap_Utuh?

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

343 thoughts on “Gus Dur Dibilang Kafir Musyrik, Jasad Tetap Utuh Setelah Dikubur Setahun Lebih”

    1. Firaun jg tubuhnya masih utuh sampai sekarang tanpa dibalsam, lalu apa bedanya dengan Gusdur? Apakah Firaun juga bisa disebut wali karena tubuhnya tidak hancur? Jadi, baik buruknya seseorang itu tidak dilihat dari tubuhnya hancur atau tidak setelah di kubur tp dilihat dari apakah amalnya sesuai dengan Al-quran dan Assunah atau tidak.

        1. sungguh anda tidak pernah baca AL quran dengan benar dan belajar hadits e situ hanya sujung kukune semut,klo Fir,aun mmg dibuat utuh oleh Allah SWT supaya jd pelajaran buat kita semua ,tp klo GusDur …………………merupakan sebuah jawaban dr orang2 yang mengaku islam tp mengkafirkan orang islam lainya ,wallahu a,lam bishowab

      1. Jangan anda merasa bahwa anda paling mengamalkan ajaran islam sesuai dengan Alqur’an dan Assunah, koreksi diri anda apakah sudah belajar Alqur’an dan Assunah dengan benar, orang seperti anda ini kan ngerti islam disaat anda sudah kuliah/dewasa padahal yang anda pelajari adalah baru kulitnya saja dari agama islam itu sendiri, mbak zweeta, mudah2an anda terhindar dari bahaya karena secara tersirat anda sudah menyamakan wali Allah dengan Fir’aun.

        1. iya betul terlalu menyepelekan kebenaran itu namaanya,..jangankan satu tahun baru dikubur 3jam jasat sudah hancurpun ada kok,..kebetulan kuburan di bongkar untuk keperluan otopsi,jelas keutuhan jasad itu tergantung amalanya selama di dunia,..

    2. SUDAH SUNNATULLAH JASAD YANG MENINGGAL DITERIMA BUMI, KL ADA YANG TIDAK HANCUR HANYA ALLAH YG TAHU DIA BAIK ATAU BURUK, KITA JANGAN BERANDAI-ANDAI, SETAHU SAYA GUS DUR WALAU SERING MENYAKITI UMAT ISLAM DENGAN TINDAK TANDUKNYA, TENTU ADA KEBAIKANNYA, SEPERTI MU’AWIYAH YG DIHUKUMI ULAMA BERADA DI ANTARA SYURGA DAN NERAKA, JADI TUGAS KITA MENDO’AKAN SEMOGA ALLAH MENGAMPUNI DOSA,…………. ITU SAJA

  1. Subhaanalloh….

    Saat ini insya’ Alloh Gus Dur rahimahullah sedang menikmati mengalirnya pahala yang diambil dari pahalanya orang-orang yang pernah menghujat beliau dengan hujatan-hujatan yang keji, dan segala dosa-dosa Gus Dur pun ditransfer kepada orang-orang yang pernah menghujat beliau dengan hujatan yang keji.

    “Orang yang bangkrut dari umatku di hari kiamat adalah orang yang datang dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) mencela kehormatan orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain dan memukul orang lain.” (HR. Muslim)

  2. hati2 talbis iblis mengincar disekitar kita.jng2 kalo si ulil mati dan belum sempat bertobat dari pemahaman liberalnya dan kain kafannya dikuburan msh utuh,disebut wali juga ngga ya…he..he..,(bahkan kalian tkh plural pun tetap dibela,begitulah aqidah shufi,yg tidak ada wala dan baronya)sadarlah…

    1. yaps hati2 talbis iblis dari kaum yg suka membid’ah dholalahkan amalan2 muslim di sekitar kita…waspadalah…wapadalah…

      ilmu akan berpengaruh pd orang yg mempelajari nya,baik kata2,maupun hati, lambat
      laun akan mempengaruhi, cara berfikir bgt pula dengan akhlak nya…

      ya…seperti itu lah yg telah kita baca,lihat dan saksikan beberapa hari ini di ummati2,…seperti…di antara nya tsb di atas @bang toyib,

      pendukung kaum sa-wah, moga2 pelajaran2 ustadz2 kaum antum dapat membuat baik perkataan,dan ucapan serta hati antum,berikut akhlak,bukan yg kami2 saksikan beberapa hari ini,….

    2. @ bang toyib
      hati2 talbis iblis yang suka mengkafirkan,membid’ahkan dan mensyirikkan orang yang tak sefaham dengan mereka bertebaran sekitar kita. anda tau sendiri kan siapa mereka itu? kalo tak tau, jawabnya : Wahabi

    3. Sulitnya memberi pemahaman terhadap orang yang dangkal Agamanya, syareat aja belum matang apalagi haqiqat…Sayang anda belum tahu modaaaar, coba anda bersuluk dan riyadloh..bila perlu istikhoroh untuk melihat haqiqat siapa Gus Dur yang sebenarnya, atau jangan-jangan anda belum mampu beristikhoroh untuk menembus Alam haqiqat..INNAA LILLAAHI WAINNAA ILAIHI ROOJI’UUN, jangan biasa bersu’udzon..saya doakan mudah-mudahan keturunan anda lebih mulia dari keluarga besar KH Hasyim Asy’ari, tapi kayanya mustahilllll yaaah…Karena anda sebagai orang tuanya bukan termasuk orang mulia dan belum termasuk orang yang ikhlas…Wkwkwkwkwkwkwk.

  3. @ bang toyib manusia type nt sejak dahulu zaman para nabi2 selalu ada berfikiran selalu negatif : mukjizat dikira sihir …….selalu berprasangka buruk na’udzubillah …..

  4. Bagi pengunjung yg ingin download Syi’ir Tanpo Waton karya Gus Dur di bawah ini akan lebih mudah jika di komputer antum sudah terpasang IDM (internet download manager). Begitu antum jalankan video ini maka otomatis akan muncul IDM download-nya.

    [youtube=http://www.youtube.com/watch?v=ios6zHvB3JE&w=480&h=390]

  5. Mas Admin,
    Ana sudah berhasil mendownload “sya’ir Tanpo Waton”, dan sudah memutarnya berkali-kali, sungguh amat nikmat dan menyentuh hati. Tapi sayang ana hanya paham sedikit-sedikit saja, maklum ana belum mahir bahasa Jawa. Walaupun Gus Dur bersya’r dengan bahasa Jawa saya bisa sangat menikmatinya, Apakah Mas Admin mengerti bahasa Jawa, kalau mengerti tolong kasih teks terjemahan Sya’ir tsb, ana sangat memerlukannya. Maaf sangat merepotkan antum.

  6. Syi’ir Tanpo Waton

    astagfirullah robbal baroya…

    astagfirulloh minal khootooya…

    robbi zidni ilmannaafii’ah…

    wawaffikni amalansolihah…

    yarosulalloh salammunalaik…

    yaarofiasaaniwaddaaroji…

    atfataiyazi rotal aalaamin…

    yauuhailaljuu diwaalkaromi…

    yauuhailaljuuu diwalkaromi…

    Ngawiti ingsun nglaras syi’iran ….(memulai aku nembang/bernyanyi syi’iran)

    Kelawan muji maring pengeran ….(dengan memuji kepada Tuhan)

    Kang paring rohmat lan kenikmatan ….(yang memberi rohmat dan kenikmatan)

    Rino wengine tanpo petungan 2X ….(siang dan malamnya tanpa hitungan)

    duh bolo konco priyo wanito ….(duh para teman pria dan wanita)

    ojo mung ngaji syareat bloko ….(jangan hanya mengaji sariat saja)

    gur pinter ndongeng nulis lan moco ….(cuma/hanya pandai bercerita, menulis dan membaca)

    tembe mburine bakal sengsoro 2X ….(esok hari bakal sengsara)

    akeh kang apal Qur’an hadise ….(banyak yang hapal Qur’an dan haditnya)

    seneng ngafirke marang liyane ….(senang mengkafirkan kepada orang lain)

    kafire dewe dak digatekke ….(kafirnya sendiri tak dihiraukan)

    yen isih kotor ati akale 2X ….(jika masih kotor hati dan akalnya)

    gampang kabujuk nafsu angkoro ….(gampang terbujuk nafsu angkara)

    ing pepaese gebyare ndunyo ….(dalam hiasan indahnya dunia)

    iri lan meri sugihe tonggo ….(iri dan dengki kekayaan tetangga)

    mulo atine peteng lan nisto 2X ….(maka hatinya gelap dan nista)

    ayo sedulur jo nglaleake ….(ayo saudara jangan melupakan)

    wajibe ngaji sak pranatane ….(wajibnya mengkaji dengan peraturannya)

    nggo ngandelake iman taukhite ….(untuk mempertebal iman tauhidnya)

    baguse sangu mulyo matine 2X ….(bagusnya bekal mulia matinya)

    kang aran soleh bagus atine ….(Yang disebut soleh adalah bagus hatinya)

    kerono mapan seri ngelmune …(karena mapan lengkap ilmunya)

    laku thoriqot lan ma’rifate ….(melalui tarekat dan makrifatnya)

    ugo hakekot manjing rasane 2 X …(juga hakekat meresap rasanya)

    Alquran qodim wahyu minulyo …(Alquran qodim wahyu mulia)

    tanpo tinulis biso diwoco …(tanpa ditulis bisa dibaca)

    iku wejangan guru waskito …(itu petuah guru waskita/mumpuni)

    den tancepake ing jero dodo 2X …(ditancapkan di dalam dada)

    kumantil ati lan pikiran …(menempel di hati dan pikiran)

    mrasuk ing badan kabeh jeroan ….(merasuk dalam badan dan seluruh hati)

    mu’jizat rosul dadi pedoman ….(mukjizat rosul/Al-Qur’an jadi pedoman)

    minongko dalan manjinge iman 2 X …(sebagai sarana jalan masuknya iman)

    kelawan alloh kang moho suci …(Kepada Alloh yang Maha Suci)

    kudu rangkulan rino lan wengi …..(harus merangkul/merapat siang dan malam)

    ditirakati diriyadohi …(ditirakati diusahakan secara ihlas)

    dzikir lan suluk jo nganti lali 2X …(dzikir dan suluk jangan sampai lupa)

    uripe ayem rumongso aman …(hidupnya tenteram merasa aman)

    dununge roso tondo yen iman …(mantabnya rasa tandanya beriman)

    sabar nerimo najan pas pasan …(sabar menerima meski pas-pasan/qona’ah)

    kabeh tinakdir saking pengeran 2X …(semua itu takdir dari Tuhan)

    kelawan konco dulur lan tonggo …(terhadap teman, saudara dan tetangga)

    kang podho rukun ojo dursilo …(yang rukunlah jangan bertengkar)

    iku sunahe rasul kang mulyo …(itu sunnahnya rosul yang mulia)

    nabi muhammad panutan kito 2x ….(nabi Muhammad tauladan kita)

    ayo anglakoni sakabehane …(ayo jalankan semuanya)

    Alloh kang ngangkat drajate …(Allah yang akan mengangkat derajatnya)

    senajan ashor toto dhohire ..(Walaupun rendah secara dhohir)

    ananging mulyo maqom drajate 2X …(namun mulia maqom derajatnya di sisi Allah)

    lamun palastro ing pungkasane …(ketika tutup usia/meninggal di akhirnya)

    ora kesasar roh lan sukmane …(tidak tersesat roh dan sukmanya)

    den gadang alloh swargo manggone …(dirindukan Allah surga tempatnya)

    utuh mayite ugo ulese 2X …(utuh jasadnya juga warna kafannya)

    yarosulalloh salammunalaik…

    yaarofiasaaniwaddaaroji…

    atfataiyazi rotal aalaamin…

    yauuhailaljuu diwaalkaromi…

    yauuhailalzuuu diwalkaromi..

    1. sedikit koreksi @admin pada syair Ngawiti ingsun nglaras syi’iran (memulai/mengawali saya nembang/nyanyi syi’iran )
      gur pinter ndongeng nulis lan moco (hanya/cuma pandai bercerita ,menulis dan membaca )…..

  7. yaa Alloh semoga KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) selalu di sisiMu mendapatkan risqi seperti yang Engkau janjikan Amiin….ya Robbal ‘Alamiin …….

  8. Terimakasih @Mas Admin atas teks dan terjemahan “SYI’IR TANPO WATON”-nnya Gus Dur, tambah nikmat didengar, kandungan ajarannya luar biasa. Ini sudah kehendak Allah Swt, semakin membuktikan Gus Dur memang orang yang ikhlas dalam segala tindakannya selama hidupnya. Kita bisa mencontoh sikap sahaja dan keikhlasan dan juga kesholihannya.

    1. Awakko lah diagiah Rosulullah salallahu’alayhi wasallan Untuak Di tiru… jan salah-salah sanak. namuahlo model gusdur tu yang di agung agungkan, lah jaleh inyo banyak salahnyo. cukup do’akan inyo dapek ampunan.

      1. he..he…ya wis ngonoh lah karepmu @ al farouq sing seneng kowe ndi nek nyong Gus Dur kuwe klebu panutan …..mulane pakai bahasa indonesia ……

  9. Akhirnya Admin memposting juga berita spektakuler ini, maksud saya adalah dengan terungkapnya kebenaran Gus Dur ini menjadi bukti bantahan telak dari Allah Swt atas kekejian Kaum Wahabi yang memvonisnya sebagai kafir/musyrik kepada sosok bersahaja ini. Terbuktilah bahwa kaum Wahabi/Salafy adalah para penghamba Hawa Nafsu. Wallohu a’lam…..

    Terima kasih kepada Admin yang telah men-sharing berita bagus ini.

  10. Kira-kira siapa saja kah yg melihat jasad gusdur masih utuh?
    Apakah ada buktinya?
    1.Yang saya ketahui mayat seorang muslim di bungkus dgn rapi..apa apabila di bilang kainnya masih putih bersih, dari mana bisa terlihat jasadnya?
    Apa kainnya berantakan sedemikian rupa, sehingga kelihatan jasadnya..?
    2.liang kubur biasanya sedalam lebih dari 1 meter?
    Apakah ambles nya tanah makam lebih dari 1 meter sehingga sampai terlihat kain kafannya?
    Mohon pencerahannya..
    Jangan sampai hal ini menjadikan masyarakat kita yg menyukai hal-hal mistis menjadi ramai2 ke makam gusdur kemudian mengkeramatkannya, yg kemudian menjurus ke hal2 yg justru di larang oleh agama..

  11. Jangan terlalu kuatir mereka jadi musyrik Bro, tenang aja, mereka juga punya batasannya kok, mereke juga nggak ingin jadi musyrik, sebab kemusyrikan itu adalah penghalang masuk surga. Intinya percaya aja sama niat baik da para peziarah kubur, toh Nabi Muhammad tidak melarang justru menyuruh kita ziarah kubur. Kalau ada satu dua orang punya niat aneh-aneh dalam ziarah kubur itu wajar, sebab dalam apa pun selalu ada para penyeleweng. Tahu kan maksud ane?

    1. bukankah berdo’a kepada penghuni kubur itu syirik… ada yang bilang “tidak”?

      tempat afdol berdo’a kan banyak! emang ada keutamaan berdo’a dikuburan?

      gara-gara rame berdo’a kekuburan, mesjid jadi sepi tuh.!

      1. Bro al farouq, emangnya ada orang Islam berdo’a kepada penghuni kubur? ente pernah lihat sendiri atau ente salah lihat kaleee?

        Kalau orang mendo’akan penghuni kubur agar diampuni Allah atas dosa-dosanya saya sering lihat tuh, dan itu perintah Rasul Saw, masak nggak tahu ente?

        1. klo cerita dari orang yg gw percayai… memang berdo’a ama penghuninya trus pulang bawa air minum yang udah di proses penjaga makam…

          trus emang ngga bisa mendoain penghuni kubur dari dalam rumah lo?

          mana ada perintah Rosul Klo mau doain Ibumu yang udah meninggal pergi ke kuburnya….

      2. Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

        Ziarah kubur adalah sunnah. Apabila yang diziarahi adalah orang yang memiliki kedudukan di sisi Alloh, maka berdo’a kepada Alloh melalui Washilah orang mulia yang dikubur dan bertabarruk dengannya adalah tidak bertentangan dengan diinul Islaam.

        Silakan antum pelajari sejarah, bagaimana seorang Imam Syafi’i rahimahullah berziarah dan bertabarruk dengan kubur Al Imam Abu Hanifah rahimahullah.

        http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/02/23/imam-syafii-setiap-hari-ziarah-ke-makam-imam-abu-hanifah-dan-tawassul-dengannya-sementara-wahabi-mengatakan-syirik-dan-kufur/#more-136

      3. Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

        Ziarah kubur adalah SUNNAH. Apabila yang diziarahi adalah orang yang memiliki kedudukan di sisi Alloh, maka berdo’a kepada Alloh melalui Washilah orang mulia yang dikubur dan bertabarruk dengannya adalah tidak bertentangan dengan diinul Islaam.

        Silakan antum pelajari sejarah, bagaimana seorang Imam Syafi’i rahimahullah berziarah dan bertabarruk dengan kubur Al Imam Abu Hanifah rahimahullah.
        http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/02/23/imam-syafii-setiap-hari-ziarah-ke-makam-imam-abu-hanifah-dan-tawassul-dengannya-sementara-wahabi-mengatakan-syirik-dan-kufur/#more-136

        1. Sanadnya sendiri gimana Pak Jundu?…Dijelaskan bahwa dalam sanadnya terdapat Umar bin Ishaaq bin Ibrahim, dan statusnya adalah Majhul.

          Bukankah kita harus konsisten dengan perkataan, “Tiada ilmu tanpa sanad”..

          Mohon penjelasannya, barangkali Pak Jundu yang ‘alim bisa menjelaskan keshahihan atsar tersebut. Nuhun Pak..

  12. Mari kita renungkan bait ke-3 dari “Syi’ir Tanpo Waton” karya Gus Dur di atas.

    akeh kang apal Qur’an hadise ….(banyak yang hapal Qur’an dan haditnya)

    seneng ngafirke marang liyane ….(senang mengkafirkan kepada orang lain)

    kafire dewe dak digatekke ….(kafirnya sendiri tak dihiraukan)

    yen isih kotor ati akale 2X ….(jika masih kotor hati dan akalnya)

  13. SENENG YA.., EMNG KALO YANG BERBAU MISTIS KAYA GINI DEMEN BANGET KAYAKNYA,WONG JASADNYA PARA NABI DAN ROSUL JUGA PARA SAHABATNY JUGA AKAN MENJADI TANAH INI UDAH BILANG ABDURRAHMAN WAHID ( GUSDUR ) JAZADNYA UTUH TAU DARI MANA ENTE, MELEBIHI PARA NABI DAN RASUL ALLAH. UDAH TOKOH LIBERAL, PLURALISME LENGKAP SUDAH BANGGA BANGET DENGAN POSTINGAN INI. YA SEMOGA AMAL BAIKNYA DI DUNIA DI TERIMA DI SISI ALLAH DAN DAPAT MERINGAN KESALAHANNYA DI MASA LAMPAU. TAQLID BNGET BERLEBIH LEBIHAN NE. YA ALLAH AMPUNILAH MEREKA SEMOGA TERHINDAR DARI KE SYIRIKAN YANG NYATA YANNG SESAT dan MENYESATKAN!!!

    1. Rangga@

      Gayamu seperti orang bener, tapi ngomongmu ngawur tanpa ilmu. Siapa yg ngajari ente bahwa Nabi dan Rosul akan hancur jadi tanah? Apakah Ustadz2 ente mengajari hal yg sedemikian itu? Kalau jawabnya iya, maka tidak ragu lagi saya katakan kepada ente dan semua Wahabi emang mereka rong-orang sesat yang sesesat-sesatnya. Tapi kalau itu pendapat ente sendiri saya akan memaklumi, sebab itu pasti bersumber dari kejahilanmu sendiri.

      Jawablah: pernyataan ente itu pendapat ente sendirikah atau ajaran ustadz-ustadzmu?

  14. @rangga. Kok benci amat ama gus dur? Artikel diatas tidak ada hubungannya dengan mistik dan syirik, tolong dong jelaskan dimana letak mistik dan syiriknya. Kalau tidak bisa menjelaskannya coba deh belajar 5 tahun lagi apa itu mistik dan syirik

    1. @rangga

      rangga says:
      SENENG YA.., EMNG KALO YANG BERBAU MISTIS KAYA GINI DEMEN BANGET KAYAKNYA,WONG JASADNYA PARA NABI DAN ROSUL JUGA PARA SAHABATNY JUGA AKAN MENJADI TANAH INI UDAH BILANG ABDURRAHMAN WAHID ( GUSDUR ) JAZADNYA UTUH TAU DARI MANA ENTE

      kayak nya ente belum tahu ya hadist nabi :

      Para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, bagaimana shalawat kami ditujukan kepada engkau, sedangkan engkau dalam keadaan hancur (dimakan tanah)?” Atau mereka berkata, “Telah rusak.” Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan bumi memakan jasad para nabi.” (HR. Abu Daud).

      oh bgt ya rangga yg di dpt dr ustadz wahabbi..??

      Nabi Sulaiman ketika sudah mau wafat, dia berpegangan kepada tongkatnya sambil tersenyum memandang jin yang sedang bekerja membangun istana Sulaiman (haikal Sulaiman), termasuk masjidil aqso. Setelah nabi Sulaiman wafat, jin-jin tersebut tidak mengetahui sehingga mereka bekerja terus siang dan malam karena merasa diperhatikan oleh nabi Sulaiman yang tidak bergerak-gerak sambil tersenyum, sampai akhirnya nabi Sulaiman jatuh tersungkur karena tongkatnya keropos dimakan oleh rayap.

      Dan hal tersebut membuktikan bahwa jasad nabi Sulaiman tidak busuk, karena kalau busuk, 2 sampai 3 hari sudah bau, tapi ini bertahun-tahun sampai tongkatnya keropos dimakan rayap dan jatuh tersungkur,..

      Dikisahkan, pada tahun 46 Hijriah atau 667 Masehi atau 43 tahun setelah Perang Uhud, terjadi banjir besar di sekitar Uhud. Setelah banjir itu ditemukan dua jasad yang dipercayai kuat sebagai jasad Hamzah dan Abdullah. “Dari ahli sejarah menyebutkan kedua mayat tersebut masih utuh dan segar. Bahkan ada darah segar yang menetes dari luka di tubuh Hamzah,” kata Robeh.

      Syaikh Nawawi al Bantani dimakamkan di Ma’la, dekat makam istri Banginda Nabi saw, Ummul Mukminin Sayyidatina Khadijah al Kubra. Lama berselang tahun sesudah kewafatan, jasad Syaikh Nawawi al Bantani di Ma’la hendak dipindahkan agar liang lahat bisa dipakai jenazah lain (lazim terjadi di Ma’la), Saat petugas lapangan menggali liang lahat Syaikh Nawawi al Bantani serta-merta menghentikan pekerjaan. Jasad Syaikh Nawawi al Bantani dan kain kafan yang telah bertahun-tahun dikuburkan itu ternyata masih utuh dan segar. Wallaahu a’lam.

      Subhanallah…

      1. Pasti ini BBA, tidak tahu aturan. Sudah dibilang agar pakai NAMA MANUSIA, lagian kalau gak bisa koment bermutu mbok ya gak usah koment kenapa sih?
        Entar kalau didelete Admin jangan protes ya, sebeb ente melanggar aturan, oke?

        Kalau masih terus melanggar berearti memang benar ente dungu kaya kebo!

        1. Pasti kamu Wahabi yang masih tingkat kroconya, kelihatan belum pintar nDALIL. Biasanya kala yg sudah tingkat advance, nDALILnya pintar sekali. Walaupun pada nggak paham apa maksud dalil yg dibawanya. Iya kan, h ehe he….

        2. @rangga

          kalau belum nt belum siap untuk berdiskusi atau ngobrol2 yg bener lebih baik diam deh atau simak aja nggak usah nt ngoceh yg nggak karuan

    2. Rangga@

      Ente bilang: “kok kayaknya gusdur melebihi nabi”

      Masyaallah, pikiran ente terlalu jauh bukti kebodohan ente soal agama, ane tidak sampai terlintas pikiran seperti itu.

      Terus ustadz siapa yg ngajari ente bahwa jasad Nabi dan Rasul hancur jadi tanah? Sebutkan salah satunya ustadz tsb, apakah namanya ada di link ini:

  15. Kiayi Haji Abdurrahman Wahid, mantan Presiden RI yang ke-4 sudah lama saya kenal melalui siaran televisi, koran-koran dan buku-buku yang memuat pemikiran beliau. Namun yang paling berkesan bagi saya adalah saat kami berdua pernah duduk bersama seharian penuh dari pukul 07.00 pagi hari sampai 19.00 malam hari. Kebersamaan kami berlangsung di Riau, tepatnya di kediaman Gubernur Riau, H. M. Rusli Zainal. Ketika itu Gubernur Riau sendiri yang meminta saya untuk menemani Gusdur sebagai ‘pengganti’ tuan rumah, karena Gubernur Riau tidak dapat terus menerus menemani Gusdur.

    Jadilah pertemuan kami itu berlangsung aman, tanpa ada gangguan sedikitpun. Saya masih ingat rombongan Gusdur saat itu lumayan ramai juga, di antaranya adalah Muhaimin Iskandar (sekarang menjadi Menteri Tenaga Kerja RI), dan saudara Lukman Edi (seorang anggota DPR RI). Sepanjang hari itu, kami duduk bersebelahan dan berbicara panjang lebar mulai dari masalah agama, masalah negara, masalah pemimpin-pemimpin Indonesia.

    Ketika membicarakan masalah agama kami terlibat dalam pembicaraan sangat serius. Saat itu kami berkesempatan untuk membuktikan secara langsung kata-kata orang yang banyak saya dengar, yang menyatakan bahwa Gusdur menguasai banyak kitab-kitab klasik. Maka kami membuka dialog dengan mencuplik kitab-kitab klasik yang pernah kami baca mulai dari karangan Imam As Syafi’i, Imam Harmaini, Imam Al Ghazali, Imam Ibnu Katsir, dan lain-lain. Apa yang terjadi…? Gusdur ternyata bukan hanya mahir mengimbangi pembicaraan mengenai berbagai permasalahan yang kami kemukakan, namun dengan mahir beliau malah membacakan matan-matan semua persoalan tersebut dalam bahasa Arab yang asli, tepat seperti isi kitab yang asli. Tidak dapat kami pungkiri bahwa saat itu hati kami bergetar, kagum, heran, juga bahagia. Yakinlah kami bahwa Allah benar-benar Maha Kuasa dan telah menciptakan hamba-hambaNya dengan berbagai kelebihan. Subhanallah…

    Ketika membahas kepemimpinan nasional, Gusdur dengan disertai humor-humor kocak sana sini menjelaskan dan berdiskusi dengan kami tentang banyak hal. Satu yang sangat kami catat kuat dalam ingatan kami bahwa tidak pernah sekalipun terucap kata-kata jelek yang bersifat mempersalahkan seorangpun dari pemimpin nasional kita. Ketika membahas Pak Harto, nada ucapan beliau berubah menjadi sangat lembut dan serius. Saat itu Gusdur berkata dan kami masih ingat benar, beliau berucap begini: “Pak Harto sebagai seorang pemimpin nasional telah memberikan contoh sebuah pekerjaan yang terencana dan terukur. Program beliau direncanakan rapi dan diukur setelah waktu pelaksanaan berakhir.” Kemudian beliau berdiam berapa saat. Kemudian beliau tertawa kecil seraya berkata sambil tertawa: “laahha kalo saya, kerja kapan inget, terus saya buat saja..”

    Kesan saya saat itu muncul, sebagai orang Jawa asli, Gusdur terbiasa dengan sikap dan adab orang Jawa, mikul nduwur yaitu menghormati orang yang lebih tua. Beliau jujur dan humoris. Jujur dalam arti tidak menyembunyikan kelemahan dirinya.

    Pertemuan kami berjalan manis. Kami hanya berpisah beberapa menit saat waktu sholat Dzuhur dan Ashar tiba, untuk kemudian duduk kembali di meja yang sama. Ada beberapa keistimewaan Gusdur yang saya yakin muncul dari indera keenam beliau. Ketika beliau bertanya kepada kami: “Sampeyan itu kan orang Medan, kok kata Gubernur tadi, sampeyan orang Riau?” Kemudian kami menjelaskan bahwa ibu kami adalah orang Riau dari Rokan Hilir, Bagan Siapi-api. Namun kemudian beliau berkata: “Rumah sampeyan di Klender, sampeyan buat pengajian malam senin di Klender, terus sampeyan begini…sampeyan begitu..” yang kesemuanya tepat dan benar. Paling aneh adalah saat kami katakan bahwa kami akan pulang pukul 17.00 dengan pesawat Mandala, saat itu beliau berkata kepada saya dengan tegas: “Ndak, sampeyan pulang dengan saya naek Garuda jam 7 (malam).” Menanggapi ucapan itu kami diam saja sebab di tangan kami sudah ada tiket Mandala pukul 5 sore rute Pekanbaru-Jakarta.

    Ternyata pesawat Mandala delay sampai pukul 21.00, maka jadilah kami bertukar pesawat naik Garuda Indonesia bersama dengan Gusdur. Ada satu nasehat beliau kepada kami yang akan tetap kami ingat. “Negeri Riau adalah negerinya orang-orang Naqsyabandi. Dan dari sini telah muncul seorang wali besar Syaikh Abdul Wahab Rokan. Sampeyan musti jaga negeri ini, jangan dibiarkan begitu saja apalagi ibunya sampeyan orang asli negeri ini.” Saat itu beliau pegang tangan saya dan saya pun menjawab dengan rasa haru: “Iya Gus, saya pasti akan menjaga negeri saya ini.”

    Sekarang Gusdur telah berpulang bertemu dengan Sang Pencipta Yang Maha Tinggi. Setelah sebelumnya memandang dengan bashirah beliau kedatangan sang kakek tercinta, Ulama Besar pendiri NU untuk mendampingi beliau di alam barzakh. Kami berdoa semoga beliau nyaman berdekatan dengan Kakek dan Bapak beliau di tanah Jombang, Pesantren keluarga besar Syaikh Asy’ari.

    Selamat jalan Gusdur…Nasehat panjenengan senantiasa akan kami ingat sebagai kenangan manis antara orangtua kepada anaknya. Assalamu’alaika…

    tengkuzulkarnain.net/index.php/artikel/index/72/Selamat-Jalan-Gusdur

  16. He he he…. Bang Akabar Caniago ini bikin kaget aja sih? Kirain pengalaman pribadi antum sendiri, eh nggak tahunya….. he he he? Mantab deh, memang demikianlah Gus Dur.

    Renungan dari Gus Dur, Syi’ir Tanpo Waton bait kedua dari bawah:

    ayo anglakoni sakabehane …(ayo jalankan semuanya)

    Alloh kang ngangkat drajate …(Allah yang akan mengangkat derajatnya)

    senajan ashor toto dhohire ..(Walaupun rendah secara dhohir)

    ananging mulyo maqom drajate 2X …(namun mulia maqom derajatnya di sisi Allah)

    Masyaallah, luar biasa!

    1. akeh kang apal Qur’an hadise ….(banyak yang hapal Qur’an dan haditnya)

      seneng ngafirke marang liyane ….(senang mengkafirkan kepada orang lain)

      kafire dewe dak digatekke ….(kafirnya sendiri tak dihiraukan)

      yen isih kotor ati akale 2X ….(jika masih kotor hati dan akalnya)
      coba nt resapi @sekarsidan

    2. @ sekarsidan
      Wahabiyun dan dinasti saud pengikut iblis ! soalnya selalu pro yahudi(israel) yang iblis.
      beda dengan iran yang syi’ah – yang kalian bencinya minta ampun sama bencinya wahabi dengan Aswaja yang asli – berani menentang amerika dan zionis israel.

    3. mending kang apal quran hadise
      seneng ngafirke liyane

      timbange ngangkat wong dadi wali
      tapi konco rakete yahudi

      wakakakakak….

      syiah iran = kafir
      nggak jauh beda sama dinasti saudi, negara kafir paling islami sedunia
      wakakakaka

  17. @ sekarsidan
    hati-hati kalo nulis / ngomong

    Diriwayatkan dari Abu Dzar al-Ghifari ra katanya: Beliau mendengar Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang memanggil seseorang dengan kafir atau menyatakan musuh Allah, padahal sebenarnya tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali kepada dirinya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

    walisetan itu musuh Allah… kalo ternyata Gus dur dimata Allah bukan musuh, maka tuduhan itu kembali ke ente berarti entelah yang walisetan… ente harus memperbaharui syahadat ente lagi…

    1. @ sekarsidan
      mendingan hitler daripada Wahabiyun dan Dinasti Saud yang menjadikan yahudi sebagai musuh, kebalikannya wahabiyun dan dinasti saud menjadikan yahudi sebagai kawan, maklum Ibnu Abd Wahab dan Dinasti Saud masih keturunan muawiyah yang yahudi.

      1. @ sekarsidan,
        Mungkin anda lebih baik menggaji lagi yang lebih dalam , dalam artian luas. Ilmu itu tidak semua ditampakkan oleh Alloh SWT. Jadi jangan jakikan emosi dan kebencian kepada mahluk Alloh akan menjadikan anda di benci Si Pencipta mahluk tersebut…
        lebih baik Serahkan semua urusan Kepada Alloh semata….

        1. orang yang nggak ngaji saja tahu, kalau gus dur itu babu setianya shimon peres, kekafirannya nggak jauh beda seperti Raja Fahd atau Raja ABdullah dari saudi, yang babunya Bush dan Obama….eits…dinasti saudi itu negara kufur…ingat itu baik2

      2. ya ente ga mungkin naik hajji, khan dikuasai dan dipegang Wahabi yang ente benci, makanya mikir kenapa Allah SWT takdirkan Wahabi yang menjaga kota Suci Umat Islam, AGAR TIDAK DIKOTORI OLEH KHURAFAT DAN DAJJAL GUSDUR GURU LUH!!!

        1. Mbah Redhy, orang yg antum komentari itu ngomong apa ya? Kok sulit dipahami? Mungkin karena tidak sesui kenyataan jadi sulit dimengerti apa maksud dia sebenarnya. Wah, bener lucu lan nggilani khas koment2 Wahabiyyun lainnya. Asal mangap tuh istilah ngomongnya, he he

  18. Gusdur antek2 israel alias yahudi,pemimpin jaringan islam liberal! pelindung kaum nasrani,ane masih inget kala wkt kerushan diambon dulu,wkt sitibo mau dihukum mati,eh dia bela2in musuh:) ,jika benar Allah swt mengangkat derajatnya setelah mati,mending gw pindah ke jil dah,lebih bebas tanpa aturan2.hey.. admin jng bilng gw wahabi yah! gw koment begini! sbb gw udh muak ama sepak trjng almrhm yg ngobok2 umat islam dgn plurarl via jil.demi allah..1000X Gw bukan wahaby.

    1. apa2 yang kita anggap baik menurut hawa nafsu kita belum tentu baik di Mata Alloh ,dan apa2 yang menurut kita jelek / buruk belum tentu jelek di hadapan Alloh …..@ dalijo ,@ sekarsidan berhentilah berprasangka dan menuduh yang belum tentu benar ….apa antum lebih tau daripada Yang Maha Tahu ?????

    2. lebih baik tanya kalo nggak ngerti sepak terjangnya ke kyai2 yg lain,
      jangan sembarangan ngomong ya tong…hati2 tong,…mau ente 1000x bukan wahaby itu kt ente dan hanya Allah yg tau,…dan bgt pula dgn sepak terjanya beliau hanya Allah yg tahu tong…

    3. @ Dalijo
      Janganlah anda itu memandang segala sesuatu dari satu sudut pandang saja, hal itu akan menjadikan anda mudah berburuk sangka kepada mahluk Alloh, sebab berburuk sangka kepada mahluk-NYA saja sudah berarti berburuk sangka kepada Alloh SWT. Dan lagi di Organisasi NU dan pondok pesantren trasional sudah diwanti wanti agar berhati hati terhadap pemikiran yang liberal. Terima kasih.

  19. dalijo, Kalau enete bukan Wahabi opo maneh Mas, ada yang lain toh yg ngomongnya sprti ente selain Wahabi? Wahabi kan anti Tasawuf jadi kalau ngomong tidak pakai timbangan akal, tapi pakai hawa nafsu. Ini renungkan Syi’ir Tanpo Watonnya Gus Dur:

    duh bolo konco priyo wanito ….(duh para teman pria dan wanita)
    ojo mung ngaji syareat bloko ….(jangan hanya mengaji sariat saja)
    gur pinter ndongeng nulis lan moco ….(akibatnya pandai bercerita, menulis dan membaca)
    tembe mburine bakal sengsoro 2X ….(esok hari bakal sengsara)

  20. aslmlkm wr wb,slm ukhuwah tuan2 soal masalah pak Kyai Gusdur jawaban yg tepat cuman Alloh saja yg tahu!!! soalnya kebenaran beritanya masih simpang siur… toh foto jazad aslinya tidak ada hanya skedar kabar/cerita, klo pun benar “SUBHANALLOH.., ALLOH SWT KUASA TUAN”, tp klo ternya berita trsbut tdk benar…! tidak semua berita mengungkap kejanggalan dibalik peristiwa itu. semua pasti ada hikmahnya,bi idznillah! mungkin ini bisa jd refrensi slnjutnya tuan2:

  21. Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

    Tidak patut bagi seorang yang sudah bersyahadat untuk mempergunjingkan saudara-saadaranya baik yang masih hidup maupun sudah wafat.

    Dalil:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al Hujuraat : 11)

    Buat saudaraku baik Ahlussunnah Wal Jamaah maupun kaum Taimiyyun/Wahabiyyun: Utamakan akhlak dan akal di dalam berdiskusi. Jangan sampai kita lupa bahwa kita ummat Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam yang menjunjung tinggi akhlak…

    1. bang toyib@

      Ini jawaban Gus Dur dalam Syi’ir Tanpo Waton, renugkan bang toyib….

      akeh kang apal Qur’an hadise ….(banyak yang hapal Qur’an dan haditnya)

      seneng ngafirke marang liyane ….(senang mengkafirkan kepada orang lain)

      kafire dewe dak digatekke ….(kafirnya sendiri tak dihiraukan)

      yen isih kotor ati akale 2X ….(jika masih kotor hati dan akalnya)

    2. @ bang toyib
      yang ansharussyirik itu, Tauhid tiga(trinitas)faham tauhidnya pengikut wahabi yang menganggap Allah bertempat, berbentuk seperti mahluk ciptaanya.

    3. @ bang toyib
      yang ansharussyirik itu, tauhid tiga(trinitas) tauhidnya faham wahabi yang menganggap Allah bertempat dan berwujud seperti mahkluk ciptaannya.

  22. ada dua kemungkinan..
    1. mungkin karena kekaromahannya… [mungkin]

    2. mungkin karena kesesatannya. Jasad Firaun, sampai sekarang juga masih utuh lho..
    wallahu alam
    tinggal dibuktikan dari kehidupannya di dunia saja.

    1. apakah andi hendra juga ingin menyamakan seorang Gusdur yang muslim ber Syahadat dengan Fir`aun yang kafir dan mengaku sebagai Tuhan ?

    2. Dari redaksi koment anda , anda lebih menekankan pada sisi yang kedua. Sarankami Jangan lah memandang sesuatun dari sisi buruknya saja, akan dapat mengelapkan mata hati anda……….

  23. Subhanallah..
    Emang kita di wajibkan khusnudzon dan utamakan akhlaq kepada sesama muslim..
    Tapi kalo masi ada aja yang menghina, gak kaget ana, yang jelas2 mulia seperti Rasulallah pun masi banyak yang menghina dan meremehkan.. bukan orang kafir aja yang gitu, yang ngakunya muslim pun gitu..naudzubillah

  24. Asep, Fir’aun utuh karena dibalsem. Kalau penemuan-penemuan mayat para shalihin sudah dikubur puluhan tahun mayatnya masih segar, bahkan sayyidina Hamzah panman Nabi Saw masih mengucurkan darah segar saat ditemukan puluhan tahun setelah kewafatannya di Uhud.

    Beda Mas Asep, fir’aun diawetkan secara rekayasa manusia, untuk menjadi bukti seperti itulah kentaannya manusia yg pernah ngaku sebagai Tuhan. Sementara kaum Shalihin Awet Jasadnya tidak hancur setelah dikubur berathun-tahun sebagai bukti keshalihannya.

  25. Yg jls sy dengar sndr dr Gus Dur klu beliau sesungguhnya berjuang demi kejayaan Islam dinegeri ini. Tp bnyk yg tdk paham.

    1. Untuk memahami sesuatu memang sangat perlu dan harus memiliki ilmu yang luas gak cukup yang tersirat saja. Jadi mari kita berdoa kepada Alloh agar dapat menerima Ilmu NYA dengan mudah dan tidak dipersulit……

  26. Yang jelas, Gus Dur itu orang Muslim sejati yg Shalih, tapi orang-orang Wahabi suka salah paham, ini disebabkan cara pandang yg berbeda. Pengikut Wahabi itu paling demen melihat dhohirnya saja, padahal secara dhohir pun Gus Dur juga sudah jelas kshalihannya. Kesaksian Tengku Zulkarnaen yg dicopas Bang Akbar Caniago di atas bisa dilihat dan dibaca, semoga anak-anak Wahabi bisa tahu gambaran sosok Gus Dur yg sebenarnya.

  27. klarifikasi,”blm pernah ana mendengar seorangpun ustd salafy mengkafirkan atau memurtad kan abdurrahman wahid,tapi yg di ingkari adalah ajaran pluralis dan liberalisnya,secara dzahir orang yg mengatakan semua agama benar,berarti ia telah melakukan kekufuran.sementara yg ana tau dari media ustd Abubakar Baa’syir lah yg baru berani mengatakan abdurrahman wahid telah melakukan kekufuran.

  28. Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

    @al farouq:

    Ziarah kubur adalah SUNNAH. Apabila yang diziarahi adalah orang yang memiliki kedudukan di sisi Alloh, maka berdo’a kepada Alloh melalui Washilah orang mulia yang dikubur dan bertabarruk dengannya adalah tidak bertentangan dengan diinul Islaam.

    Silakan antum pelajari sejarah, bagaimana seorang Imam Syafi’i rahimahullah berziarah dan bertabarruk dengan kubur Al Imam Abu Hanifah rahimahullah.
    http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/02/23/imam-syafii-setiap-hari-ziarah-ke-makam-imam-abu-hanifah-dan-tawassul-dengannya-sementara-wahabi-mengatakan-syirik-dan-kufur/#more-136

  29. Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

    tanggapan untuk al farouq:

    Ziarah kubur adalah SUNNAH. Apabila yang diziarahi adalah orang yang memiliki kedudukan di sisi Alloh, maka berdo’a kepada Alloh melalui Washilah orang mulia yang dikubur dan bertabarruk dengannya adalah tidak bertentangan dengan diinul Islaam.

    Silakan antum pelajari sejarah, bagaimana seorang Imam Syafi’i rahimahullah berziarah dan bertabarruk dengan kubur Al Imam Abu Hanifah rahimahullah.
    http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/02/23/imam-syafii-setiap-hari-ziarah-ke-makam-imam-abu-hanifah-dan-tawassul-dengannya-sementara-wahabi-mengatakan-syirik-dan-kufur/#more-136

  30. Oh ya bang toyib, ane pernah terlibat diskusi dengan anak-anak Wahabi mereka bilang Gus Dur kafir dan penyembah kuburan. Maksudnya penyembah kuburan itu musyrik apa musyrik? kok pada seneng ya para penganut wahabi itu menyebut kaum muslimin yg ziarah kubur sebagai musyrik? Jangan-jangan ajaran wahabi sendiri yg mengajarkan kemusyrikan, supaya nggak ketahuan kemusyrikannya maka mereka menuduh pihak lain sebagai orang-orang musyrik. Benar tidak analisasa sa sa… saya ini?

  31. antum jangan samaratakan salafynya ustd.abu,ustd aman dng salafynya ustd.hakim,ustd.yazid meseka mengkafirkan dng ilmu.adapun ziarah ,diperintahkan oleh rasulullah,dng tujuan hanya untuk mendo’akan ahli kubur dan sbg pengingat kematian.dan bukan tmpt meminta2,atau tawashul.

    1. @bang toyib nt apa udah tau tatacara /rukunnya bertawasul ????? coba ana mohon diberitahu sehingga nt punya pendapat kalau tawasul itu ngga boleh di Islam …..nuwun

    2. Bang , saran kami coba baca dan pahami dalil dalil yang dipakai orang orang selain anda , tentunya dengan hati jernih dan bersih tanpa ada emosi dan kebencian semata, niatkan lah semat mata mencari kebenaran . Dan tentunya kalu tidak sependapat mbok ya jangan disalahkan atau kasarnya merasa paling benar, mari semuanya kita serahkan pada Alloh SWT yang menilai….anad pasti tahu hakikat kebenaran itu ada pada……( jawab sendiri)

  32. @miranda
    salafy tdk prnah mngkafirkan orang yg ziarah kubur. antum dpt prnyataan dmna klo saafy mengkafirkan orang yg iarah kubur?

    antum mngatakan
    ” jgan2 ajaran wahabi mgajarkan kesyirikan”
    coba tunjukan kpd ana ajaran salafy yg mgajarkan kesyirikan?

    1. fadil@

      Kalau salafy wahabi di Radio dan internet suka mendakwahkan dan mengajari audien bahwa peziarah dizebut penyembah kuburan, maksud penyembah kuburan itu musyrik atau syirik?

      Yang satunya ya? Begini kalau di salafy Wahabi ada ajaran tauhid tiga (trinitas), terus ditambah aqidahnya aqidah tajsim wa tasybih, itu termasuk benih kesyirikan atau kemusyrikan itu sendiri?

  33. Luar biasa Gus Dur. Udah meninggal saja masih asyik buat bahan diskusi.
    Anak2 wahabi tahu nggak ya, kalau Gus Dur lah satu-satunya tokoh Islam yang mampu membuat Raja Fahd tertawa terpingkal-pingkal setelah puluhan tahun tidak pernah tertawa he he he he he he.

  34. Wah, bukan mabah rendy tp MBAH REDHY. Kisah panjangnya sy agak lupa tp ini terjadi ketika Gus Dur jd Presiden dan berkunjung ke Arab Saudi.

  35. Abu Nawas dari Baghdad adalah
    manusia terlucu di dunia…
    Gus Dur yang pernah menimba
    ilmu di Baghdad sepertinya telah
    menyerap ilmu si Abu Nawas.
    Maka jadilah Gus Dur adalah
    Presiden Paling Lucu di dunia.
    Guyonannya sangat cerdas
    mengandung kritik dan
    renungan.
    Dengan mengingat beliau akan
    mengobati kerinduan kita pada
    Bapak Bangsa.
    Cerita Lucu Gus Dur.
    Fenomena “Gila Gus Dur
    Konon, guyonan mantan
    Presiden Abdurrahman Wahid
    selalu di tunggu-tunggu oleh
    banyak kalangan, termasuk
    presiden dari berbagai negara.
    Pernah suatu ketika, Gus Dur
    membuat tertawa Raja Saudi
    yang dikenal sangat serius dan
    hampir tidak pernah tertawa.
    Oleh Kiai Mustofa Bisri (Gus Mus),
    momentum tersebut dinilai
    sangat bersejarah bagi rakyat
    Negeri Kaya Minyak, “Kenapa ?”.
    Tanya Gus Dur.
    “Sebab sampeyan sudah
    membuat Raja ketawa sampai
    giginya kelihatan. Baru kali ini
    rakyat Saudi melihat gigi
    rajanya”. Jelas Gus Mus, yang
    disambut gelak tawa Gus Dur.
    Melekatnya predikat humoris
    pada Presiden RI yang keempat
    itu pun sempat membuat
    Presiden Kuba “Fidel Alejandro
    Castro Rus” penasaran. Suatu
    ketika, keduanya berkesempatan
    bertemu.
    Seperti yang diceritakan oleh
    mantan Kepala Protokol Istana
    Presiden Wahyu Muryadi pada
    tayangan televisi, Fidel Castro
    bertanya kepada Gus Dur
    mengenai joke teranyarnya.
    Dijawablah oleh Gus Dur, “Di
    Indonesia itu terkenal dengan
    fenomena “Gila”.
    Fidel Castro pun menyimak
    pernyataan mengagetkan
    tersebut.
    “Presiden pertama dikenal gila
    wanita. Presiden kedua dikenal
    dengan gila harta. Lalu,
    ,presiden ketiga dikenal gila
    tekhnologi, “. Tutur Gus Dur yang
    kemudian terdiam sejenak.
    Fidel Castro pun semakin serius
    mendengarkan lanjutan cerita.
    “Kemudian, kalau presiden yang
    keempat, ya yang milih itu gila”.
    Celetuk Gus Dur.
    Fidel Castro pun diceritakan
    terpingkal-pingkal mendengar
    dagelan tersebut. (rhs).
    “Sate Babi”
    Suatu ketika Gus Dur dan
    ajudannya terlibat percakapan
    serius :
    Ajudan : “Gus, menurut Anda
    makanan apa yang haram ?”.
    Gus Dur : “Babi.”.
    Ajudan : “Yang lebih haram
    lagi ?”.
    Gus Dur : “Mmmm…babi
    mengandung babi”.
    Ajudan : “Yang paling haram ?”.
    Gus Dur : “Mmmm…nggg…babi
    mengandung babi tanpa tahu
    bapaknya dibuat sate babi !”.
    [Di sarikan dari Buku Kumpulan
    Humor Gusdur (Berisi Humor
    cerdas dari Gus Dur dan Humor-
    Humor Kiai Kondang Jawa-
    Madura) , Burhani. MS , ZAHRA
    JOMBANG].
    04 Januari j

  36. Mbah Redhy@

    Mungkin cerita yg seperti ini Mbah Redhy, ketika itu, Gus Dur masih jadi presiden, dan baru pulang dari kunjungan kenegaraan ke Saudi Arabia.

    Besoknya, koran-koran memuat foto pertemuan Gus Dur dengan Raja Fahd bin Abdul Aziz Al-Saud, atau Raja Saudi Arabia. Dalam foto itu, Raja Arab tersbut terlihat ngakak sampai giginya terlihat.

    Ada yang bertanya kepada Gus Dur, kalau nggak salah adiknya Gus Dur sendiri “Gus Dur, kok bisa membuat Raja Fahd tertawa sampai ngakak. Apa sih yang diobrolkan Gus Dur kepadanya?” tanya seorang adik Gus Dur.

    Gus Dur menjawab dengan lucu. Katanya, di pemerintahan Gus Dur saat itu ada orang Arab yang dipilihnya jadi menteri, bahkan di posisi strategis yaitu sebagai menteri luar negeri, dia adalah Alwi Shihab. Kepada Raja Fahd, Gus Dur mengatakan, Alwi Shihab itu pintar sebagai akademisi, dan pemberani dalam segala hal, kecuali satu hal.

    Lalu Raja Fahd bertanya, “Kecuali apa?”

    “Alwi nggak berani beristri lebih dari satu seperti orang Arab lainnya, hahaha….,” Jawab Gus Dur sambil ngakak diikuti ngakanya Raja Arab tersebut.

  37. @ mba mira
    pembagian tauhid mnjdi 3 bukanlah kesyirikan,karna tdk memalingkan seorang hamba dari beribadah kpd selain Allah sedikitpun juga.
    1.tauhid rububiyah : mentauhidkan Allah dalam rubbubiyahnya,sprti mnciptakan,mmbeeri rezki,mnghidupkan & mematikan..
    apakah keyakinan sprti ini anda sebut dgn syirik?

    2.Tauhid Uluhiyah : mentauhidkan Allh dlm beribadah,yaitu hanya beribadah kpd Allah saja.
    apakah ini anda sebut syirik juga??

    3. Tauhid asma’ wa sifat : menetapka apa2 yg Allah tetapkan atas diri Nya,baik itu dgn nama ataupun sifat,yang telah di kabarkan dlm Al Qur’an dan hadits yg shahih dan mensucikanNya dari segala aib dan kekurangan.
    apa yg seprti ini anda juga katakan syirik???

    1. @. Fadil
      maaf ikut nimbrung , sampai pada tahapan awal yang di jawab fadil , pembagian Tauhid belum bermasalah , namun pada Tahap berikutnya terjadilah kesalahan fatal.

      sebab Paham bathil dari pembagian tiga Tauhid melazimkan mereka mengatakan , bahwa yang memasukkan seseorang ke dalam Islam adalah mengakui tauhid uluhiyyah, bukan tauhid rububiyyah.

      Jadi menurut mereka bahwa keimanan itu tak ada hubungannya dengan tauhid rububiyyah? Jadi bila seseorang berkata bahwa hujan itu turun karena bintang, maka hal itu tak membatalkan keimanan?

      Jika seseorang mengi’tiqadkan bahwa yang menyembuhkan itu adalah obat, maka hal itu tak membatalkan keimanan?

      inilah salah satu kesalahan Fatal pembagian Tauhid ala Wahabi.

  38. Masya Alloh Kesyirikan yang nyata, ketahuilah khusnul khotimah tidak dipandang dari hal demikian, tiada dalil syar’i yang menunjukan jasad utuh adalah wali, kecuali para Nabi dan Rasul, yang telah diberitahukan kepada umatnya bahwa jasad para Nabi tetap utuh adapun manusia meskipun utuh tapi bukan menjadi sandaran bahwa yang bersangkutan wali, toh JASAD FIR’AUN JUGA UTUH JADI FIR’AUN WALI GITU? ALLOHUYAHDIK

    1. wkkwk….antum tahu nggak beda nya?
      jika antum mmg berilmu tak akan bicara spt itu,
      apa lagi ane org awam, nggak berani sembarangan,…

      beda jasad firaun yg utuh dgn jasad org muslim yg di pendam dan masih utuh,??
      jika firaun,tanya sm ahli purbakala,atau sejarah aja ntar tahu,…
      jika manusia muslim tanya yg ahli agama…
      tahu kan beda nya..?? jika tahu pastilah nggak ngemeng bgt ya bang??

    2. Bro LDI, kalau bikin qiyas itu yg sesuai dong, Fir’aun jasad utuh karena dibalsem untuk dijadikan mumi, sedangkan orang-orang shalih jasadnya utuh karena asli bukan sebab dibalsem.

      Ini ada cerita Mas Prass di atas, ane copas aje di sini:

      Dikisahkan, pada tahun 46 Hijriah atau 667 Masehi atau 43 tahun setelah Perang Uhud, terjadi banjir besar di sekitar Uhud. Setelah banjir itu ditemukan dua jasad yang dipercayai kuat sebagai jasad Hamzah dan Abdullah. “Dari ahli sejarah menyebutkan kedua mayat tersebut masih utuh dan segar. Bahkan ada darah segar yang menetes dari luka di tubuh Hamzah,” kata Robeh.

      Syaikh Nawawi al Bantani dimakamkan di Ma’la, dekat makam istri Banginda Nabi saw, Ummul Mukminin Sayyidatina Khadijah al Kubra. Lama berselang tahun sesudah kewafatan, jasad Syaikh Nawawi al Bantani di Ma’la hendak dipindahkan agar liang lahat bisa dipakai jenazah lain (lazim terjadi di Ma’la), Saat petugas lapangan menggali liang lahat Syaikh Nawawi al Bantani serta-merta menghentikan pekerjaan. Jasad Syaikh Nawawi al Bantani dan kain kafan yang telah bertahun-tahun dikuburkan itu ternyata masih utuh dan segar. Jadi bukan Nabi dan Rasu aja yang bisa utuh jasadnya walaupun dikubur sudah bertahun-tahun. Banyak kejadian seperti ini yg dilamai mayit-mayit orang shalih. Kalau di kalangan Wahabi tidak ada cerita seperti ini sebab Wahabi langka orang shalih, kalau orang tholeh (rusak) banyak. Wallaahu a’lam.

      Subhanallah…

    3. @ LDIQS
      Yang syirik nyata, adalah faham tauhid tiganya wahabi(trinitas) yang menganggap Allah bertempat dan berwujud seperti mahluk ciptaanNya, itulah tauhidnya kaum wahabi seperti ente.

  39. @LDIQS. Anda katakan kesyirikan yg nyata. Adakah menganggap seorang itu wali atau bukan sebuah kesyirikan? Apakah menganggap jasad utuh sebagai tanda kewalian adalah kemusyrikan? Kenapa anda gampang mengatakan musyrik, apakah anda tidak memahami arti musyrik, sehingg sesuatu pendapat yg anda anggap salah menjadi musyrik? Bisakah anda jelaskan kepada saya mengapa artikel diatas berhubungan dgn musyrik?

    1. Dian th@

      si @LDIQS di blognya mengiklankan dirinya mengadakan bimbingan agama, bisa makin kacau nih orang kurang ilmu seperti dia ngadain bimbingan agama, bisa sesat menyesatkan seperti Wahabi-wahabi yang lain hobynya menyesatkan orang.

  40. aku nggak heran kalau krotjo2 antek wahabi seperti Rangga dan lainnya berani mengecam,mensyirikkan,mengkafirkan sesama muslimin yg tidak sepaham dengan paham mereka. Wong ulamanya saja sering kafirkan muslimin, apalagi si krotjo2 ini yg belum paham syariat dengan benar!!!
    Kalau mau dalil yg akuraat ttg ziarah kubur, kehidupan ruh2 manusia,pengambilan barokah pada para wali/sholihin dll, klik nih site bagus http://www.everyoneweb.com/tabarruk,atau beli buku yg berjudul kamus syirik. Jadi kita tidak asal ngawur menuduh orang muslim seenaknya sendiri.

  41. Mohon maaf, kalau kami tidak sulit untuk menyikapi paham wahabi, mudah mudahan tidak dituduh syiah. Kami memakai perkataan sayyidina Ali Kwh, dalam menyikapi kaum Khowariij yaitu perkataan yang benar tetapi tujuan atau penempatannya yang salah. mohon maaf sebelumnya.

  42. Baarakallohufikum @ untuk abah asra

    Iman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala yakni menetapkan nama-nama dan sifat-sifat yang sudah ditetapkan Allah untuk diri-Nya dalam kitab suci-Nya atau sunnah rasul-Nya dengan cara yang sesuai dengan kebesaran-Nya tanpa: Tahrif (penyelewengan), Ta’thil (penghapusan), Takyif (menanyakan bagaimana?), dan Tamsil (menyerupakan). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:
    Allah mempunyai asmaaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjaklan. (Al A’raaf: 180)

    Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An Nahl: 60)

    Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Asy Syuura: 11)

    Dalam perkara ini ada dua golongan yang tersesat, yaitu:

    1. Golongan Muaththilah, yaitu mereka yang mengingkari nama-nama dan sifat-sifat Allah atau mengingkari sebagiannya saja. Menurut perkiraan mereka, menetapkan nama-nama dan sifat itu kepada Allah dapat menyebabkan tasybih (penyerupaan), yakni penyerupaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhluk-Nya.

    Pendapat ini jelas keliru karena:

    a. Sangkaan itu akan mengakibatkan hal-hal yang bathil atau salah, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan untuk diri-Nya nama-nama dan sifat-sifat, serta telah menafikan sesuatu yang serupa dengan-Nya. Andaikata menetapkan nama-nama dan sifat-sifat itu menimbullkan adanya penyerupaan, berarti ada pertentangan dalam kalam Allah serta sebagian firman-Nya akan menyalahi sebagian yang lain.

    b. Kecocokan antara dua hal dalam nama atau sifatnya tidak mengharuskan adanya persamaan. Anda melihat ada dua orang yang keduanya manusia, mendengar, melihat, dan berbicara, tetapi tidak harus sama dalam makna-makna kemanusiaannya, pendengarannya, penglihatannya, dan pembicaraannya. Anda juga melihat beberapa binatang yang punya tangan, kaki, dan mata, tetapi kecocokannya itu tidak mengharuskan tangan, kaki, dan mata mereka sama.Apabila antara makhlluk-makhluk yang cocok dalam nama atau sifatnya saja jelas memiliki perbedaan, maka tentu perbedaan antara Khaliq (Pencipta) dan makhluk (yang diciptakan) akan lebih jelas lagi.

    2.Golongan Musyabbihah, yaitu golongan yang menetapkan nama-nama dan sifat-sifat, tetapi menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhlulk-Nya. Mereka mengira hal ini sesuai dengan nash-nash Al Qur’an, karena Allah berbicara dengan hamba-Nya dengan sesuatu yang dapat dipahaminya.

    Anggapan ini jelas keliru ditinjau dari beberapa hal, antara lain:

    a. Menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhluk-Nya jelas merupakan sesuatu yang bathil, menurut akal maupun syara’. Padahal tidak mungkin nash-nash kitab suci Al Qur’an dan Sunnah rasul menunjukkan pengertian yang bathil

    b. Allah Ta’ala berbicara dengan hamba-hamba-Nya dengan sesuatu yang dapat dipahami dari segi asal maknanya. Hakikat makna sesuatu yang berhubungan dengan zat dan sifat Allah adalah hal yang hanya diketahui oleh Allah saja.

    Apabila Allah menetapkan untuk diri-Nya bahwa Dia Maha Mendengar, maka pendengaran itu sudah maklum dari segi maknanya, yaitu menemukan suara-suara. Tetapi hakikat hal itu dinisbatkan kepada pendengaran Allah tidak maklum, karena hakikat pendengaran jelas berbeda, walau pada makhluk sekalipun. Jadi perbedaan hakikat itu antara Pencipta dan yang diciptakan jelas lebih jauh berbeda.

    Apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan tentang diri-Nya bahwa Dia bersemayam di atas Arasy-Nya, maka bersemayam dari segi asal maknanya sudah maklum, tetapi hakikat bersemayamnya Allah itu tidak dapat diketahui.

    untuk Arumi , anda buka al Qur’an Yunus : 95, ini dalil diabadikanya jasad fir’aun oleh Alloh

    Dienul Islam telah menetapkan bahwa tabarruk merupakan salah satu bentuk ibadah yang mulia. Sehingga tak ayal lagi banyak kaum muslimin yang menunaikannya. Akan tetapi, para pembaca, suatu ibadah tentunya tidak akan diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan barakah tersebut tidak teraih melainkan dengan terpenuhinya dua syarat mutlak :
    1. Sudahkah ibadah itu dilandasi dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala ?
    2. Sesuaikah amalan itu dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ?
    Dalam mewujudkan dan memperkokoh syarat pertama, hendaklah seseorang meyakini bahwa barakah itu hanya datang dari sisi Allah Ta’ala. Dialah Dzat yang memiliki kesempurnaan, keagungan, dan keluasan barakah.
    maka tabaruk wali yang telah wafat adalah syirk apalagi tabaruk kepada orang yang dianggap wali lantaran jasad nya tak dimakan cacing, padahal fir’aun pun jasadnya Alloh abadikan akan tetapi kami tidak menyamakan jasad seorang muslim dengan fir’aun. ibrohnya disini adalah jasad utuh bukan vonis orang itu di surga atau dineraka sampai datang dalil syar’i yang menerangkanya. seperti dalam QS YUNUS :92 ALLOH MENGABADIKAN JASAD FIR’AUN DAN DI CEBURKAN KENERAKA ini ada nashnya.

    syukron http://www.qaulan-sadida.blogspot.com bulan ini membahas “MEMBONGKAR LISAN PICIK ABU SALAFY”.

    1. @. LDI

      anda mengatakan : maka tabaruk wali yang telah wafat adalah syirk apalagi tabaruk kepada orang yang dianggap wali lantaran jasad nya tak dimakan cacing.

      mana dalilnya ? ngomong syirik kok asal ceplos …. ?

  43. pro kontra dalam memandang suatu masalah adalah lumrah, manusiawi. yang tidak lumrah adalah bila dalam meng”konter” suatu pendapat sampai lepas kontrol. padahal dilihat dari keangkuhan kalimatnya kayak-kayaknya orang-orang “alim”. hal yang aneh, sebagai orang alim kok bisa membenci orang sampai sedemikian rupa, sampai ke ubun-ubun. nabi musa tatkala dititahkan menghadap ke firaun, itupun diperintahkan berbicara yang santun, lemah lembut. padahal semua orang tahu siapa itu firaun. lha, sesama kita, sama-sama baca sahadat, kok cakar-cakaran bahkan ada yang sampai bunuh-bunuhan. astaghfirulahaladzim! ada kata bijak, barangkali dapat direnungkan bersama: ahbib habibaka haunamma ‘asa an yakuuna baghidhaka yaumamma. abghidh baghidhaka haunamma ‘asa an yakuuna habibaka yaumamma. artinya kurang lebih, cintailah kekasihmu sewajarnya, siapa tahu suatu saat bakal menjadi musuhmu. bencilah musuhmu sewajarnya, siapa tahu suatu saat bakal menjadi kekasihmu. lihat gus dur, terhadap musuh-musuh politiknya beliau tetap bergaul dengan santun meski lawan-lawannya telah melengserkan dari kursi kepresidenan. seorang gus dur dapat membedakan antara hablum minallah dengan hablum minannas sehingga beliau enjoy bergaul dengan siapa saja, termasuk orang-orang israil sesama penganut agama samawi.

    1. muhnan rais, ane sepakat dg antum. Demikianlah seharusnya, tapi mana bisa ya, sebab para wahabi itu kalau sudah marah selalu tampak aslinya yg bengis dan kejam. Halal darah kaum muslimin yg bukan wahabi.

      Adapun gus duru yg kontroversial, menurut ane biasa aja kok, normal-normal aja dan bahkan dia bisa gaul dengan siapa aja, baik kpd orang yg membencinya demikian jg kpd orang2 yg mencintainya. Yah pkpknya normal deh, tapi kalau ada yg salah paham dengan ketokohan dia sbg pejuang pluralisme, ane sendiri pun tidak sepakat dg gus dur. Jangan-jangan yg dimaksud gus dur adalah pluralitas yg diperjuangkan, tentu hal ini adalah keniscayaan dan tidak bisa diingkari sebab pada zaman Nabi Saw masyarakatnya jg mengandung pluralitas (kemajemukan) yg memang sudah sunatullah.

      Maaf kalau ane salah, silahkan dikoreksi.

  44. Untuk Ahmadsyah.semoga Alloh Memberkahi antum.

    Kami berhuznudzan kepada anda, insya ALloh anda telah membaca hingga tuntas tulisan kami diatas, akan tetapi anda seperti membaca tulisan kami hanya sekilas sehingga anda berkata dalam pertanyaan kepada kami yakni :

    “mana dalilnya ? ngomong syirik kok asal ceplos …. ?”

    Kalau sekiranya anda membaca dan memahami syariat tabaruk lihatlah perkataan kami diatas kami mengatakan :

    “Dienul Islam telah menetapkan bahwa tabarruk merupakan salah satu bentuk ibadah yang mulia. Sehingga tak ayal lagi banyak kaum muslimin yang menunaikannya. Akan tetapi, para pembaca, suatu ibadah tentunya tidak akan diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan barakah tersebut tidak teraih melainkan dengan terpenuhinya dua syarat mutlak :
    1. Sudahkah ibadah itu dilandasi dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala ?
    2. Sesuaikah amalan itu dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ?

    Maka asal tabaruk adalah syari’at dan tabaruk kepada wali yang wafat disyariatkan atau tidak? maka kamilah yang menanyakan dalil ke anda?

    SEBAB ASAL HUKUM DALAM AGAMA ADALAH HARAM KECUALI DENGAN DATANG NYA DALIL.

    shalat, sedekah dst syariat karna ada dalil.
    tabaruk, tawasul ada yang syariat dengan dalil, dan tabaruk serta tawasul haram kepada yang telah wafat dan termasuk syirk yang nyata. kami meminta dalil dari anda dan bukti dari anda apakah bersujud kepada kubur tidak dinyatakan syirk? wa subhanalloh sedangkan kita diperintahkan mentauhidkanNYA.

    1. @. LDI
      mengharamkan dan menghalalkan suatu amalan itu Harus ada dalilnya dan anda mengharamkan Tabarruk dengan yang sudah meninggal tanpa menyebutkan daLIL PENGHARAMANNYA ?

      bukan kah anda sendiri nyatakan jika Tabarruk adalah hal yang Masyru` tapi kemudian anda klasifikasi sendiri bahwa Tabarruk itu ada yang haram bahkan Syirik , pengklasifikasian ini mana dalilnya ?

      LDI , yang mengharamkan dan mensyirikkan Tabarruk itu anda , kok nanya dalilnya sama saya ? ini pernyataan anda : ” tabaruk serta tawasul haram kepada yang telah wafat dan termasuk syirk yang nyata.” nah saya tanya sama LDI mana dalilnya kok malah balik nanya ?

      LDI jangan linglung ah…. ?

      1. oh ya LDI satu lagi neh sekalian , apakah LDI menyamakan TAbarruk dengan Sujud kepada kuburan ?

        sebab LDI menanyakan Dalil, ” kami meminta dalil dari anda dan bukti dari anda apakah bersujud kepada kubur tidak dinyatakan syirk ?

        ldi sejak kapan Tabarruk sama dengan sujud kekuburan ?

  45. @ahmadsyah. Baarakallohufikum

    wahai ahmadsyah antum hendaknya belajar dulu klasifikasi hal-hal yang disyariatkannya tabaruk,yakni
    1.tabaruk dari ucapan, dzikir kepada ALloh
    2. tabaruk dengan tempat contoh masjid, madinah, mekkah dll

    maka orang yang menyembah kuburan yakni mereka menganggap bahwa kuburan tersebut penuh berkah, maka ia tabaruk kepada kuburan dan sujud kepada kuburan tersebut, padahal pada hakikatnya kuburan bukan tempat yang disyariatkan untuk di tabaruki

    Tabaruk Yang Disyariatkan
    A. Bertabaruk Dengan Ucapan Dan Perbuatan
    Banyak ucapan, perbuatan, serta keadaan yang diberkahi jika seorang hamba yang Muslim melakukannya untuk mencari kebaikan dan barakah melalui sebab tersebut dengan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia akan mendapatkan kebaikan dan barakah itu sesuai dengan niat dan kesungguhannya, jika tidak ada penghalang syar’i yang menghalanginya.

    Di antara ucapan-ucapan yang mengandung barakah adalah dzikir kepada Allah dan membaca Al Qur’an. Tidak tersamar lagi bagi seorang Muslim bahwa dengan dzikir dan membaca Al Qur’an seorang hamba dapat memperoleh kebaikan serta barakah yang banyak. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    Sesungguhnya Allah memiliki para Malaikat yang biasa berkeliling di jalan mencari orang-orang yang berdzikir. Jika mereka mendapatkan suatu kaum yang berdzikir kepada Allah, mereka pun saling memanggil : “Kemarilah pada apa yang kalian cari (hajat kalian).” Maka para Malaikat pun menaungi mereka dengan sayap mereka sampai ke langit dunia. Lalu Allah ‘azza wa jalla bertanya kepada para Malaikat itu sedangkan Allah Maha Tahu : “Apa yang diucapkan para hamba-Ku?” Para Malaikat menjawab : “Mereka bertasbih, bertakbir, bertahmid, dan memuji Engkau.” Allah bertanya : “Apakah mereka melihat Aku?” Para Malaikat tersebut menjawab : “Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat Engkau.” Allah bertanya lagi : “Bagaimana sekiranya jika mereka melihat Aku?” Para Malaikat menjawab : “Sekiranya mereka melihat Engkau, niscaya mereka tambah bersemangat beribadah kepada-Mu dan lebih banyak memuji serta bertasbih kepada-Mu.” Allah bertanya : “Apa yang mereka minta?” Para Malaikat menjawab : “Mereka minta Surga kepada-Mu.” Allah bertanya : “Apakah mereka pernah melihat Surga?” Para Malaikat menjawab : “Sekiranya mereka pernah melihatnya, niscaya mereka lebih sangat ingin untuk mendapatkannya dan lebih bersungguh-sungguh memintanya serta sangat besar keinginan padanya.” Allah bertanya : “Dari apa mereka minta perlindungan?” Para Malaikat menjawab : “Dari neraka.” Allah bertanya : “Apakah mereka pernah melihatnya?” Para Malaikat menjawab : “Tidak, demi Allah, mereka belum pernah melihatnya.” Allah bertanya : “Bagaimana kalau mereka melihatnya?” Para Malaikat menjawab : “Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka tambah menjauh dan takut darinya.” Allah berfirman : “Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.” Seorang di antara Malaikat berkata : “Di antara mereka ada si Fulan yang tidak termasuk dari mereka (orang-orang yang berdzikir), dia hanya datang karena ada keperluan.” Allah berfirman : “Tidak akan celaka orang yang duduk bermajelis dengan mereka (majelis dzikir).” (HR. Bukhari)

    Dari hadits ini diketahui betapa agung barakah dzikir tersebut, ia mengandung pengampunan dosa-dosa dan jaminan masuk Surga. Bukan hanya bagi orang-orang yang berdzikir saja, tetapi juga mencakup orang yang duduk bersama mereka. Sedangkan membaca Al Qur’an termasuk jenis dzikir yang paling agung. Di dalamnya terdapat barakah dunia dan akhirat yang tidak ada yang mampu menghitungnya kecuali Allah ‘azza wa jalla. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya dia akan datang di akhirat nanti memberi syafaat kepada orang-orang yang membacanya.” (HR. Muslim)

    Di samping ucapan-ucapan ada pula perbuatan yang mengandung barakah jika seorang Muslim ber-iltizam dengannya dalam rangka ber-ittiba’ (mengikuti) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia akan mendapat barakah yang agung dengan ijin Allah. Termasuk di antaranya Thalabul ‘Ilmi (menuntut ilmu) serta mengajarkannya dan juga shalat berjamaah. Demikian pula maju ke medan tempur untuk meraih keutamaan mati syahid di jalan Allah. Hal ini merupakan amal yang mengandung barakah yang tidak ada yang lebih agung daripadanya kecuali barakah iman dan barakah kenabian dan kerasulan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Orang yang mati syahid memiliki enam keutamaan di sisi Allah yaitu : Dia diampuni pada awal penyerangannya, diperlihatkan tempat duduknya di Surga, dilindungi dari adzab kubur, merasa aman dari ketakutan yang dahsyat, diletakkan di atas kepalanya mahkota kehormatan yang permatanya lebih baik daripada dunia beserta isinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan (diberi ijin) memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya.” (HR. Tirmidzi dari Miqdam bin Ma’dikarib, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi 2/132)

    Di samping ucapan dan perbuatan, keadaan-keadaan yang diberkahi antara lain : Makan bersama dan dimulai dari pinggir, serta menjilat jari (setelah makan), dan makan secukupnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Berkumpullah kalian menikmati makanan dan sebutlah nama Allah, kalian akan diberkahi padanya.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Abi Dawud)

    Juga beliau bersabda :“Barakah itu akan turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari pinggir dan jangan dari tengah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Abu Dawud)

    Beliau juga memerintahkan untuk menjilat jari karena seseorang tidak tahu mana di antara makanan itu yang mengandung barakah.

    Beliau juga bersabda :“Takarlah makanan itu, kalian akan diberkahi padanya.” (HR. Bukhari)

    Semua ucapan atau perbuatan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, kemudian dilakukan seorang hamba dengan ikhlas dan mutaba’ah (mengikuti Sunnah) niscaya akan menjadi penyebab turunnya barakah.

    B. Bertabaruk Dengan Tempat
    Allah menjadikan barakah pada beberapa tempat di muka bumi. Barangsiapa mencari barakah pada tempat tersebut, niscaya dia akan mendapatkannya dengan ijin Allah, jika dia beramal dengan ikhlas dan mutaba’ah. Tempat-tempat tersebut antara lain :

    1. Masjid-masjid

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tempat yang paling dicintai Allah di suatu negeri adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling dibenci Allah dalam suatu negeri adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim)

    Bertabaruk dengan masjid bukan dengan mengusap tanah atau temboknya. Karena tabaruk adalah perkara ibadah maka harus sesuai dengan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencari barakah melalui masjid-masjid adalah dengan i’tikaf di dalamnya, menunggu shalat lima waktu, shalat berjamaah, menghadiri majelis-majelis dzikir di sana, dan perkara-perkara yang disyariatkan lainnya. Adapun perkara ibadah yang tidak disyariatkan tidak akan mendatangkan barakah, bahkan termasuk perbuatan bid’ah.

    Di antara masjid yang memiliki keistimewaan tambahan dalam hal barakah adalah : Masjidil Haram, Masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Masjidil Aqsa, dan Masjid Quba’. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Shalat di masjidku ini lebih baik seribu kali daripada shalat di masjid yang lain kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dalam riwayat lain ada tambahan :

    “Dan shalat di Masjidil Haram lebih afdlal seratus kali daripada shalat di masjidku ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Sabda beliau pula : “Tidak boleh dilakukan perjalanan (jauh) kecuali kepada tiga masjid, yaitu masjidku ini, masjidil haram, dan masjidil aqsa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Beliau bersabda tentang masjid Quba’ : “Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu datang ke masjid Quba’ dan shalat padanya dengan satu shalat maka baginya seperti pahala umrah.” (HR. Ahmad, Hakim, An Nasa’i, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah)

    2. Kota Makkah, Madinah, dan Syam

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Makkah : “Demi Allah, engkau (Makkah) adalah bumi Allah yang paling baik dan paling dicintai-Nya. Sekiranya aku tidak diusir darimu, tidaklah aku akan keluar.” (HR. Ahmad, Hakim, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah)

    Demikian pula Madinah dan Syam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan : “Barangsiapa menginginkan kejelekan terhadap penduduknya (Madinah), Allah akan menghancurkannya sebagaimana melelehnya garam dalam air.” (HR. Muslim)

    “Berbahagialah penduduk Syam.” Kami bertanya : “Kenapa?” Beliau menjawab : “Sesungguhnya para Malaikat Allah Yang Maha Rahman membentangkan sayap mereka di atasnya.” (HR. Ahmad, Hakim, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir)
    Sehingga orang yang bermukim di Makkah, Madinah, atau Syam dengan mengharap barakah Allah ‘azza wa jalla pada tempat tersebut, baik dalam hal tambahan rezki atau dihindarkan dari fitnah, berarti dia telah diberi taufiq untuk mendapatkan kebaikan yang banyak. Adapun kalau seorang hamba bertabaruk dengan mengusap tanah, batu-batuan, tembok dan pepohonannya, atau dengan mengambil tanahnya untuk dicampur dengan air dan dijadikan obat atau yang semisal itu, maka dia justru mendapatkan dosa karena mengamalkan bid’ah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah bertabaruk dengan cara seperti itu.

    3. Arafah, Muzdalifah, dan Mina

    Ketiga tempat tersebut juga termasuk diberkahi karena banyak kebaikan yang turun kepada manusia di tempat-tempat tersebut berupa pengampunan dosa dan pembebasan dari neraka serta pahala yang besar sebagai barakah ber-ittiba’ kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula wuquf (menetap) di tempat tersebut pada waktu yang disyariatkan.

    C. Bertabaruk Dengan Waktu
    Allah subhanallahu wa ta’ala mengkhususkan beberapa waktu dalam hal keutamaan dan barakah.

    Barangsiapa memilih waktu-waktu tersebut untuk melakukan kebaikan padanya serta bertabaruk dengan menjalankan amal-amal yang disyariatkan pada waktu tersebut, niscaya dia akan memperoleh barakah yang agung. Seperti bulan Ramadlan, Lailatul Qadar, sepertiga malam terakhir, hari Jum’at, Senin, Kamis, bulan-bulan Haram, dan 10 hari bulan Dzulhijah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadlan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu Surga dibuka dan pintu-pintu neraka Jahim ditutup serta setan dibelenggu pada bulan tersebut. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang terhalang (mendapatkan kebaikannya) maka sungguh ia terhalang (dari kebaikan yang banyak).” (HR. Ahmad dan dijayidkan oleh Al Albani karena syawahidnya dalam Misykah Al Mashabih)

    Adapun barakah yang Allah jadikan pada bulan Ramadlan antara lain berupa berupa pengampunan dosa, tambahan rezki bagi seorang Mukmin, pendidikan (jiwa), serta pahala yang besar di sisi Allah.

    Adapun Lailatul Qadar, keadaannya sangat agung sebagaimana firman Allah : “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (Al Qadr : 3)

    Karena agungnya barakah pada malam tersebut sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan : “Berjaga-jagalah (untuk mendapatkan) Lailatul Qadr pada bilangan ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan.” (HR. Bukhari)

    Termasuk waktu yang diberkahi pula adalah 10 hari bulan Dzulhijah sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Tidak ada amal pada hari-hari (lain) yang lebih afdlal daripada 10 hari bulan Dzulhijah ini.” Mereka para shahabat pun bertanya : “Tidak pula jihad?” Beliau bersabda : “Tidak pula jihad, kecuali seseorang yang keluar menyabung nyawa dan hartanya dan tidak kembali sedikitpun.” (HR. Bukhari)

    Keutamaan hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) bagi orang yang berhaji telah dimaklumi. Allah membanggakan orang-orang yang wuquf di ‘Arafah kepada para Malaikat-Nya selama mereka datang semata-mata untuk mencari ampunan. Sedangkan berpuasa bagi yang tidak haji akan mendapatkan barakah yaitu diampuninya dosa-dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ … dan puasa pada hari ‘Arafah, aku berharap kepada Allah untuk mengampuni setahun yang lalu dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

    Adapun hari Jum’at, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam Surga dan dikeluarkan dari Surga. Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim)

    Adapun sepertiga malam terakhir, ketika Allah turun ke langit dunia, turun pula barakah yang agung bagi orang yang berdoa dan minta ampun pada waktu tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman : “Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Siapa yang minta kepada-Ku, Aku akan memberinya, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku, Aku akan mengampuninya.” (HR. Bukhari)

    Mencari barakah pada waktu-waktu tersebut harus dengan cara yang telah disyariatkan oleh Allah dan sesuai dengan bimbingan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau seorang hamba mencari barakah pada waktu-waktu tersebut dengan amal yang tidak disyariatkan niscaya dia tidak akan diberi taufiq untuk mendapatkan barakah tersebut.

    Demikian pula barakah terdapat pada beberapa jenis makanan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti minyak zaitun, susu, al habbatus sauda’ (jinten hitam), madu, air zam-zam, dan kurma.

  46. MAKA dari itu bertaqwalah anda kepada ALloh dan kepada kaum muslimin hendaklah mempelajari tauhid dengan sebenar-benarnya dimulai dari :
    Apa makna Laailahailallah?
    apa konsekwensi lailaahailallah?
    lalu apa makna syahadat kepada Nabi Muhammad dan konsekwensinya?
    dan seterusnya agar kita tak terjebak di lembah kesyirikan,

    maka Tabaruk atau mencari barakah serta waktu dan tempat yang berkaitan dengannya termasuk perkara akidah yang sangat penting. Hal ini dikarenakan sering terjadi perbuatan ghuluw (berlebih-lebihan) di dalamnya.

    Perbuatan itu dapat menjerumuskan banyak orang ke dalam perbuatan bid’ah, khurafat, dan syirik, dulu maupun sekarang. Bukankah orang-orang jahiliyyah terdahulu beribadah kepada berhala-berhala disebabkan mereka mengharap barakah dari berhala-berhala, kuburan-kuburan dan wali-wali tersebut?

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan : “Dari sinilah orang-orang munafik memasukkan ke dalam Islam perkara bid’ah tersebut. Sungguh yang pertama kali mengada-adakan agama rafidlah adalah seorang zindiq Yahudi yang pura-pura menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya untuk merusak agama kaum Muslimin, sebagaimana Paulus merusak agama kaum Nashara … . Akhirnya muncullah bid’ah syiah yang merupakan kunci terbukanya pintu kesyirikan. Ketika para zindiq itu merasa kuat, mereka memerintahkan membangun tempat-tempat ibadah di atas kuburan dan menghancurkan masjid-masjid dengan alasan tidak boleh shalat Jum’at dan jamaah kecuali di belakang imam yang ma’shum … .” (Majmu’ Fatawa 27/16).

    wallohu’alam
    Jakarta, orang yang senantiasa butuh pengampunanNya
    al Faqir Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan AL Bykazi =semoga ALLOH merahmati dan Mengampuninya beserta orang tuanya dan guru-gurunya-

    ===Lajnah DAkwah Islam Qaulan Sadida===

    1. Lajnah Dakwah Islam Qaulan Sadida,
      hati-hati jangan terlalu getol sedikiit2 ngatain syirik kepada ummat Islam yg rajin tabarruk, tawassul, dan ziarah kubur. Sebab bisa-bisa antum sendiri yg musyrik tapi tidak menyadarinya. Karena apa, di rumah atau di masjid pun orang-orang bisa saja hatinya melantur jadi musyrik. Sebaliknya walaupun antum melihat seseorang itu rajin ziarah, tawassul, tabarruk tapi hatinya mentauhidkan Allah Swt.

  47. saya (maaf saya lebih suka pakai bahasa lokal bukan berarti saya alergi dengan sebutan “ana-antum”) melihat bahwa yang didiskusikan adalah masalah lama. menurutku masalah lama tak perlu digali lagi, tak akan ada habisnya. mengapa? karena masing-masing punya hujjahnya sendiri. dulu masalah yang sama diperdebatkan antara nu dan muhamadiyah, kini antara aswaja dengan wahabi. antara nu dan muhamadiyah sudah ada saling pengertian, kok sekarang mencuat lagi. hari gini kok masih berkutat pada masalah kuburan. kita harus malu sama syiah dan ahmadiyah. kini mereka sudah menguasai tehnologi bergengsi – nuklir. seyogyanya kita menyingkirkan monopoli kebenaran yang pada gilirannya menumbuhkan sifat tawadhu. tak jarang orang yang merasa paling benar merasa hanya dirinyalah yang patut masuk surga. wahai teman, cobalah cacah berapa anggota sekte anda? paling cuma jutaan. andaikan hanya sekte anda yang masuk surga, alangkah mubadzirnya ALLAH menciptakan surga seluas bumi dan langit. padahal seluas pulau nusakambanganpun lebih dari cukup untuk menampungnya. wallahu ‘alamu bishawab!

  48. LDI
    Pertanyaan simpel dan sederhana anda jawab dengan panjang lebar melelahkan , ldi pertanyaan saya sederhana Mana dalilnya jika bertabarruk dengan yang sudah meninggal itu Haram dan Musyrik ? kok jawabannya panjang dan muter-muter ?

    LDI anda mengaku menda`wahkan Tauhid , tapi sebenarnya anda sendiri terjatuh dalam kemusyrikan , tidak sadarkah anda jika sesungguhnya yang kalian Da`wah kan adalah Kemusyrikan ?

    LDI apakah anda benar benar mengatas namakan sebuah LAJNAH atau anda sebagai Pribadi ? sangat disayangkan Jika sekelas Lajnah yang tentu banyak orang didalamnya tidak mampu menjawab pertanyaan sederhana dan simpel , malah berbelit-belit seperti yang bingung dan linglung , dan sangat disayangkan kalian sendiri justru terjebak dalam kemusyrikan itu sendiri. Sadar kah…. ?

  49. muhnan rais@

    Saya sepakat Mas, barakallohu fik.

    Tapi kalau ada yg macam-macam kepada kaum muslimin sampai ngata-ngatain musyrik, ahlul bid’ah, bahkan kafir, maka saya akan mencoba menjelaskan apa yang saya pahami tentang Islam ini yang rahmatan lil alamin. Rasulullah Saw sangat menginginkan seluruh Ummat beliau masuk surga, jadi jangan macam-macam bikin kisruh di tengah ummat Islam. Terutama kaum Salafy Wahabi saya ingatkan, dakwah antum bisa menyebabkna tersebarnya fitnah di tengah ummat Islam.

  50. @ ahmadsyahid

    Kami telah terbayang sebelumnya akan jawaban anda,saya yang membantah anda bernama Abu Usaamah sufyan al Bykazi, salah satu redaksi qaulan sadida

    bantahan kami hanya sedikit dan tentu akan pahit bila ahli bid’ah membacanya sebab belum semua dalil kami ucapkan, kesedikitan bantahan kami diatas cukup untuk mematahkan syubhat kuburiyyun .

    yang mana HUJJAH /DALIL Kalian adalah LEMAH, LEBIH LEMAH DARI SARANG LABA-LABA,
    pernyataan akhy ahmad ini adalah pernyataan FRUSTASI setelah bantahan /hujjah sampai padanya, Kami sudah jelaskan dengan gamblang dari mulai apa itu tabaruk, klasifikasi tabaruk apa aja, definisi tabaruk syar’i dan tak syar’i kami telah jelaskan semua jika igin lebih lengkap. kita bertemu DEBAT 4 MATA, Duduk di perpustakaan kami, anda menukil kitab apa, tinggal ambil di kanan kiri kursi kita, ini lebih baik dari pada anda membeo di Komentar ini, tentu bukan tempatnya.

    BERMINAT UNTUK BERTEMU SAYA WAHAI AHMADYAHID?
    HP SAYA :0896 5234 7893 ( SUFYAN )

    Untuk para kaum muslimin perlu dicamkan.

    MENGHUKUMI SESEORANG BERBUAT SYIRK, BUKAN BEARTI KAMI MENGKAFIRKAN INDIVIDU, DEMI ALLOH MENGKAFIRKAN INDIVIDU ITU HAK NYA PARA ULAMA…

    DAN SANGAT BERAT DALAM MENGHUKUMI SEOARNG MUSLIM KAFIR, WALLOHI BErat AKhukum fillah, SEBAGAIMANA IMAM AHMAD BIN HANBAL TIDAK MENGKAFIRKAN PERNYATAAN KUFUR ‘ALQUR’AN MAKHLUK’, Beliau tidak mengkafirkan secara individu, tapi beliau menyatakan barang siapa yang mengatakan AL Qur’an Makhluk KAFIR”.

    INI SECARA UMUM BUKAN ORANG PERORANG, ADAPUN ORANG PERORANG NYA SERAHKAN PADA ALLOH, TAPI PERBUATANYA ADALAH PERBUATAN KUFUR.

    MAKA BEGITU JUGA ORANG YANG MENYEMBAH KUBUR KAMI TIDAK MENGKAFIRKAN INDIVIDU ORANG NYA. DEMI ALLOH TIDAK DAN BUKAN HAK KAMI, TAPI DARI SEGI PERBUATANYA KUFUR.

    KAMI ULANGI ORANG YANG MELAKUKANNYA BELUM TENTU MURTAD DARI ISLAM. ITU HAK NYA ALLOH DAN PARA ULAMA, ADAPUN SECARA UMUM ORANG YANG MELAKUKAN KESYIRIKAN IA KEKAL DI NERAKA sebagaimana Nabi bersabda “kesalaahan umatku diampuni kecuali yang berbuat syirk.(HR MUSLIM).

    UNTUK AHMAD SYAHID KAMI TUNGGU ANDA UNTUK BERDEBAT LANGSUNG DENGAN KAMI.

    KAMI HARAP ANDA JANGAN SEPERTI ABU SALAFY DIAJAK DEBAT LANGSUNG MALAH TIDAK BERANI. semoga Allloh memberkahi kita semua.amin

    1. LDI , capek deh… muter-muter terus…. jawab simpel bisa kan…? Mana Dalilnya Jika Tabarruk dengan yang suda meninggal itu Haram dan Musyrik ? jangan muter-muter terus donk ? atau memang anda tidak bisa Jawab .. ?

      anda menganggap telah membantah pernyataan saya, pernyataan saya yang mana yang sudah anda bantah.. ? yang ada adalah anda tidak mampu menjawab pertanyaan simpel dan sederhana yang saya ajukan, jangan mengalihkan persoalan donk.. ?

      saya kira anda Frustasi karena tidak bisa menjawab pertanyaan saya , sampai-sampai anda Nantang debat empat mata , apa untungnya bagi saya … (cuma empat mata yang menyaksikan…? saya lebih tertarik debat terbuka disaksikan banyak mata dan telinga seperti dalam Blog tercinta ini atau anda ngeri Hujjah anda akan mudah terpatahkan… ?

      LDI alias abu usaamah alias Sufyan , kenapa anda begitu gemar mencela : Penyembah Kubur dan Kuburiyyin , untuk siapakah pernyataan anda tujukan , apakah anda menganggap penziarah Kubur adalah Penyembah Kuburan ? Keji dan kerdil sekali otak dan daya fikir anda Jika seperti itu pemahaman anda terhadap Para Penziarah Kubur

      Pantas jika sejarah mencatat pembantaian keji yang dilakukan oleh kaum Wahabi terhadap peziarah Kubur Sayidina Husen RA , abu Usamah pun ternyata terdoktrin demikian A`udzu Billah Min dzalik.

      Untuk abu Usaamah alias Sufyan melihat beberapa komentar anda yang banyak muter-muter dan tidak nyambung , sedikitpun saya tidak tertarik diskusi langsung dengan anda soalnya terlalu banyak muter-muter sama Ga nyambungnya, tapi jika anda berminat ketemu saya ini no hp saya 081220839333.

      SAYA HARAP ANDA TIDAK SEPERTI PENYEBAR ALIRAN SESAT LAINNYA YANG HANYA BERANI SEMBUNYI SEMBUNYI CUMA EMPAT MATA LAGI.
      semoga Allah merahmati kita semua amien ya robbal alamin.

  51. @Lajnah Dakwah Islam Qaulan Sadida

    Abu Usaamah sufyan al Bykazi, ente termasuk Salafy Wahabi yg mana kok ngeyel amat kalau diskusi? Gak usah nantang2, gaya ente di sini juga sudah kelihatan berbelit-belit gitu kok. Coba jawab saja pertanyaan Ahmad Syahid di atas, tidak usah banyak cincong. Banyak cincong itu menunjukkan kejahilan yg nyata dalam diskusi.

    Ente termasuk Salafy Sesat yg mana, salafy cap Yamani, salafy cap Sururi, salafy cap Haroki, salafy cap Turotsi, salafy cap Ghuroba, salafy cap Wahdah Islamiyyah, salafy cap MTA, Salafy cap Persis, Salafy cap Ikhwani? Salafy Sesat semuanya tapi ngaku palin bener di antara sesama Salafy. Di man akal ente heh???!!!

    Klik

  52. Kenapa salafy wahaby selalu ngajak diskusi empat mata ? di tempat mereka ? dengan referensi dari perpustakaan mereka ? otomatis buku yang ada pun pasti dari penerbit mereka yang sudah dirubah dari karangan dan pemahaman penulis aslinya.

    Kenapa ga mereka yang datang aja ke pesantren – pesantren aswaja seperti Lirboyo Kediri, dll ?

    Sebenarnya diskusi di internet seperti ini adalah sarana dan pilihan terbaik dalam masalah waktu, tenaga, kemudahan mencari referensi, dan manfaatnya pun bisa diambil oleh semua orang.

    1. pa abu , ahli Bid`ah kayak sekte wahabi ga bakal berani ngedatengin Ahlu Sunnah apalagi yang ada di pesantren-pesantren , mereka hanya berani ngedatengin orang-orang awam saja , lihat aja (kapasitas) LDI seorang anggota redaksi Lajnah kok cuma muter muter aja mbulet.

  53. Lajnah Dakwah Islam Qaulan Sadida,
    Ana sarankan anda jangan hanya membaca buku2nya yang dicetak,ditulis dan dirubah oleh sekte kalian (salafi/wahabi)saja, baca tuh buku2 lainnya yang mengupas tuntas paham akidah wahabi/salafi tentang tawassul,tabarruk, makna majlis dzikir dll.
    Jangan selalu enak ngomong ghuluw (berebih-lebihan) kalau ada orang bertabarruk atau bertawassul kepada para wali/sholihin. Anda harus mengetahui ghuluw yang gimana yang dilarang oleh syariat, jadi tidak ngomong/tulis seenaknya saja.

    Tuh klik http://www.everyoneweb.com/tabarruk bab 9 mengenai tawassul/tabarruk atau bab 8 tentang maulidin Nabi saw atau bab 4 mengenai bid’ah, bab 6 mengenai majlis dzikir, bab 2 mengenai paham wahabi/salafi dan masih banyak lainnya.Disana ditulis dengan dalil2 yg jelas dan tegas mengenai masalah diatas, termasuk dalil2 dari Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim sendiri(ulama2 yang sangat digemari dan ditonjolkan oleh sekte wahabi/salafi).

  54. @ Ahmadsyahid.

    Ana telah sebutkan ada tabaruk syari’at, adapun lawan dari tabaruk syari’at adalah tabaruk bid’ah yang sebagian umat muslim melakukan nya dengan meminta berkah lkepada orang yang wafat,ini perbuatan kufur,, jika antum minta dalil nya ?
    HENDAKNYA ANTUM TAMATKAN USHUL FIQH DALAM AGAMA

    KAIDAH USHUL FIQH DALAM AGAMA MENGATAKAN ” asal dari segala ibadah ADALAH HARAM Kecuali jika ada DALILNYA”

    maka PERBUATAN ANDA BERTABARUK DENGAN ORANG YANG TELAH WAFAT Itu membutuhkan dalil maka kami tanyakan pada anda Mana dalil disyari’atkanya tentang bolehnya bertabaruk pada ornag yang telah wafat?

    Bayangkan kiranya AGAMA Ini dibuat secara bebas tanpa dalil maka berapa juta syari’at yang dibuat buat manusia,, bukankah anda ingat hadist Ibnu abbas ketika melihat seseorang bersin lalu berkata “Allohuma shali ala muhammad alhamdulillah” perbuatan ini di tegur oleh ibnu abbas dengan berkata “kami juga bersholawat pada rasululloh tapi jika bersin ucapkanlah alhamdulillah(tanpa ada tambahan sholawat)

    MAKA DARI SINI KAMI KATAKAN KEPADA ANDA, KAMI JUGA MEYAKINI TABARUK ADA YANG SYARIAT, TAPI TABARUK KEPADA ORANG WAFAT TIDAK DISYARI’ATKAN, kareana HUKUM ASAL DALAM IBADAH ADALAH HARAM MAKA KAMI KATAKAN PADA ANDA
    “MANA DALIL DIBOLEHKAN TABARUK PADA ORANG WAFAT”?

    INGATLAH KAIDAH “LAU KAANA KHAIRAN LASABQUNA ILAIHI”
    KALAU KIRANYA APA YANG ANDA LAKUKAN BAIK, TABARUK PADA ORANG WAFAT ITU BAIK, TENTU MEREKA(RASULULLOHDAN PARA SHAHABATNYA) MELAKUKANNYA> SEKARANG MANA BUKTI PARA SHABAT NABI TABARUK KEPADA MANUSIA TERMULIA NABI MUHAMMAD KETTIKA TELAH WAFAT?

    DALAM agama ini kita harus mempelajari ilmu ushul,

    INILAH Penerapan Hadist Rasululloh bersabda “Barang siapa yang membuat perkara baru dalam agama kami maka tertolak”(HR MUSLIM)

    Rasululloh bersabda “Jauhilah perkara-perkara yang baru karna setiap perkara yang baru dalm agama adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah Sesat setiap kesesatatn tempatnya dineraka”

    lihatlah bertawasul dengan orang wafat saja tidak boleh apalagi tabaruk!!

    ”Ya Allah dahulu kami biasa bertawasul kepadaMu dengan Nabi kami,lalu Engkau turunkan hujan kepada kami.Sekarang kami bertawasul kepadaMu dengan paman Nabi kami.Oleh karena itu,turunkanlah hujan kepada kami.”Kata rawi.”Masyarakat lalu dituruni huajan.” [Bukari no.1010 Kitabul Istisqo]

    1. he he he LDI baru nongol , baru dapet copasnya ya ? kok masih muter-muter aja seh ? pertanyaannya kan simpel mana dalilnya Jika Tabarruk dengan yang sudah Wafat itu syirik dan Kufur ? kok bawain Kaidah tentang Bid`ah seh ? kalo ga nemu dalilnya bilang aja ga ada Dalilnya ga usah muter-muter terus , dan berarti LDI telah memusyrikkan dan mengkafirkan tanpa Hujjah.

      oh ya saya koreksi kaidah yang LDI sampaikan itu Kaidah Fiqhiyah bukan Kaidah Ushul Fiqh mohon bedakan antara qoidah fiqhiyyah dengan Kaidah Ushul Fiqh , karena memang Mabhastnya berbeda.

    2. he…he,….he….. mas Syahid SEJARAH TERULANG . @ LDI ana pengin nanya ada nggak ya dalilnya biar KENTUT KITA ISLAMI ??????????

  55. sEKALI LAGI DIGARIS BAWAHI :

    KAMI JUGA MEYAKINI TABARUK ADA YANG SYARIAT, TAPI TABARUK KEPADA ORANG WAFAT TIDAK DISYARI’ATKAN, kareana HUKUM ASAL DALAM IBADAH ADALAH HARAM MAKA KAMI KATAKAN PADA ANDA
    “MANA DALIL DIBOLEHKAN TABARUK PADA ORANG WAFAT”?

    INGATLAH KAIDAH “LAU KAANA KHAIRAN LASABQUNA ILAIHI”
    KALAU KIRANYA APA YANG ANDA LAKUKAN BAIK, TABARUK PADA ORANG WAFAT ITU BAIK, TENTU MEREKA(RASULULLOHDAN PARA SHAHABATNYA) MELAKUKANNYA> SEKARANG MANA BUKTI PARA SHABAT NABI TABARUK KEPADA MANUSIA TERMULIA NABI MUHAMMAD KETTIKA TELAH WAFAT?

    kami yakin ahmadsyahid orang yang MALAS MEMBACA KITAB BUKTINYA BANTAHAN PANJANG DIMINTA RINGKAS, PARA ULAMA MENUNTUT ILMU BUKAN DENGAN RINGKASAN AHMAD SYAHID.
    tapi dengan berguru.

    1. penjelasan LDI cenderung panjang lebar namun sayang tidak nyambung dengan yang ditanyakan , jadinya debat kusir deh.. ?

      Tabarruk LDI yakini juga adalah Ibadah Masyru`ah , ini sudah pengakuan bolehnya Tabarruk , kok masih nanya mana Dalilnya , lantas pertanyaan saya Mana dalil Larangan nya , dalil pengklasifikasiannya mana ?

  56. @sodiq albaz

    KAMI Tidak mengenal Salafy Yamani, Salafy Sururi, Turotsi dan lainya,
    yaMengenal penentuan berdasarkan zaman untuk menerangkan permulaan madzhab Salaf.

    Dan pendapat penting masalah ini bermacam-macam juga, serta terbagai menjadi empat pendapat :

    [1]. Di antara para ulama’ ada yang membatasi makna Salaf yaitu hanya para Shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja.
    [2]. Di antara mereka ada juga yang berpendapat bahwa Salaf adalah para Shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Tabi’in (orang yang berguru kepada Shahabat).
    [3]. Dan di antara mereka ada juga yang berkata bahwa Salaf adalah mereka yang hidup pada 300 tahun pertama.

    Dan pendapat yang benar dan masyhur, yang mana sebagian besar ulama’ ahli sunnah berpendapat adalah pendapat ketiga. Yang dimaksud Salaf dari sisi waktu adalah masa utama selama 300 tahun (1 H – 300H) yang telah diberi persaksian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam.
    ini manhaj salaf yang kami kenal.

    Adapun salaf dikelompokan yamani, sururi , haroki itu BID’AH YANG DIBUAT-BUAT MUSUH DAKWAH INI UNTUK MEMECAH BELAHKAN DAKWAH YANG MULIA INI.

    adapun WAHDAH ISLAMIYYAH MEREKA BUKAN MENGATNUT MANHAJ SALAF MEREKA ADALAH HIZBIYYIN SAMA SEKALI SETITIK PUN TAK ADA HUBUNGAN DENGAN DAKWAH YANG MULIA INI, Begitu juga IKHWANI, JIKA MEREKA MENGAKU BERJALAN DIATAS MANHAJ SALAF,
    TAPI HAKIKATNYA SEPERTI KALIAN MENGAKU SYFI’IYYAH NAMUN PADA HAKKIKATNYA JAUH DARI PERJALANAN IMAM SYAFI’I DALAM MENEMPU AGAMA INI.

    ‘SEMUA ORANG MENGAKU PUNYA HUBUNGAN DENGAN LAYLA AKAN TETAPI LAYLA TIDAK MENGENALNYA”. wallohua’lam

    1. LDI@

      He he he ehm…. , saya merasa lucu aja dengan antum. Kenapa lucu, sebab saya menyimak cara dan gaya diskusi antum dg Mas Syahid sama persis dg yang lain-lain yg merasa kenal dg Laila. Saya yaqin antum juga sama seperti yg lainnya yg merasa kenal dg Laila tapi sayang Layla pun tak kenal dg antum.

      Sebab Layla ternyata hanya mau kenal dan jatuh cinta kepada satu-satunya yg mencintainya. Oh Layla, oh Layla….!

  57. @ahmadsyahid
    Berdiskusi 4 Mata lebih ilmiyyah dan lebih jentel dibanding diskusi forum, yang menimbulkan sifat-sifat ujub dan maunya menang sendiri dengan akal bukan dengan nash, yang hanya diskusi kusir sbagaimana di komentar-komentar anda saat ini dan sebelumnya.

    saya telah menerangkan dari nash Qur’an sunnah, dibantah dengan Akal anda yang hanya bisa bicara “antum muter muter aja, antum jawabnya gag ini gag itu” hanya kata-kata itu yang keluar dari anda. mana ucapan qur’an ? mana ucapan sunnah? yang keluar dari lisan kalian?

    demi Alloh kalian bisanya hanya membeo saja dan syubhat kalian lemah, lebih lemah dari sarang laba-laba, Namun kalian tak menyadarinya.

    Semoga ALloh menjaga Agama ini dengan orang-orang muwahidun.

    Abu Usaamah Sufyan BIn Ranan Al BYKAZI

    1. LDI mahamin Nash gak pboleh ake akal/otak ya ? terus ditaro dimana ayat afala Ta`qilun afala Tatadabarunnya ? mau mahaminnya pake apa kalo ga pake otak dan akal ? ada-ada saja LDI neh ga boleh pake akal hemmmm,

      jadi ketahuan neh siapa sebenarnya yang membeo dan siapa yang syubhatnya kuat, dan dalilnya lemah , lebih lemah dari sarang laba-laba, Namun tidak menyadarinya. pantes wong ga pake Otak he he he..

  58. @ahmad syahid.

    anda tidak mudeng juga, HUKUM IBADAH DALAM AGAMA ADALAH HARAM KECUALI DENGAN DALIL, ANDA MENSYARIATKAN DIBOLEHKANYA TABRUK DENGAN ORANG WAFAT MANA DALILNYA?

    CONTOH : GANJA.
    APAKAH SANG PECANDU GANJA SEENAKNYA NANYA DALIL “MANA DALIL LARANGAN GANJA DI ALQUR’AN DAN SUNNAH?

    JUSTRU TIDAK ADA DALIL MELARANG GANJA SECARA UTUH. TAPI ADA DALIL UMUM YAKNI SETIAP YANG MEMABUKAN ADALAH HARAM, BEGITU JUGA ANDA TABRUK MENURUT ANDA BOLEH SEDANGKAN IBADAH HARAM TANPA DALIL, KARNA ANDA MEMBOLEHKAN TABARUK PADA ORANG YANG WAFAT MAKA MANA DALILNYA? BUKAN ANDA YANG MENANYAKAN PADA KAMI, TAPI KAMILAH YANG BERTANYA PADA ANDA ?

    Wallohi antum nuntut ilmu saja yang dalam.

    1. nah disinalah domain Ilmu Ushul Fiqh berbicara Qiyas tapi bukankah Kalian menolak Qiyas ? kok sekarang dipakai ? cuma sayang masih salah dan rancu dalam mempraktekkannya , terbukti bicara dalil Umum Ganja Tapi dalil Umum Tabarruk LDI masih nanya ? gimana neh orang disangkanya dirinya sudah berilmu coba LDI Introspeksi diri , kok tidak konsisten dan muter-muter .

      haramnya ganja karena dalil Umum atau asal demikian juga Tabarruk ada dalil umumnya , lalu mana Larangannya ? ga ada kan ? ga usah memaksakan pengharaman Tabarruk dengan dalil Umum Soal Bid`ah , karena ada dalil Umum soal Tabarruk ,

      dalil umum soal Bid`ah itu hanya bisa diterapkan pada perkara yang sama sekali tidak ada Dalilnya baik bersifat Umum maupun Khusus , sudah fahamkah LDI dengan Manhajul Istinbat seperti ini ?

  59. @ahmad

    Seperti itukah anda membantah?

    dan ana tidak mau membahas kedudukan akal dalam islam, karna butuh penjelasan yang panjang.
    khawatir antum salah paham. ana sudah katakan telepon ana ketemu dengan ana kita diskusi.

    ana seperti berbicara dengan orang yang buta huruf, yang suka ngeyel kata-kata sedangkan alqur’an dan sunnah kami jelaskan sedangkan anda membalasnya dengan ucapan anak kecil.

    1. @. LDI
      seperti inikah anda berdiskusi ? mengalihkan pokok persoalan kepada pertemuan 4 mata ? dari awal saya sudah bilang jika saya tidak tertarik untuk debat atau diskusi jika hanya empat mata apa Untungnya , saya lebih suka diskusi jika banyak mata dan telinga yang menyaksikan barangkali saja ada manfaatnya bagi yang lain , lagi pula saya juga sudah kasih no HP saya , kenapa anda ga pernah Hubungi ?.

      saya seperti berbicara dengan orang yang merasa dirinya A`lim dan dalam Ilmunya namun ternyata yah… seperti begini muter-muter terus , katanya A`lim , anggota Lajnah Da`wah kok menjawab pertanyaan anak kecil saja kerepotan atau memang tidak mampu ?.

  60. BERDEBAT KUSIR HANYA MEMBUAT KAMI KEHABISAN WAKTU. DAN KALIAN MEMBANTAH NYA TIDAK ILMIYYAH KECUALI HANYA DENGAN KATA-KATA ORANG BODOH YANG TIDAK TAU ILMU. KAUM MUSLIMIN BISA MEMBEDAKAN KAMI MENGATAKAN PERKATAAN ALLOH, PERKATAAN ROSUL. DAN PARA SHAHABAT SERTA PENJELASAN ULAMA TAPI HANYA DIBANTAH DENGAN KALIMAT “MUTER-MUTER, GAG PUNYA OTAK” DLL KALIMAT KALIMAT YANG TAK SEBANDING DENGAN APA YANG TELAH KAMI KATAKAN.

    UNTUK SELANJUTNYA. HUBUNGI ANA DI NOMOR YANG TELAH ANA SEBUTKAN KARNA ANDALAH YANG MENGAJAK JIDDAL.

    SUNGGUH KAMI INGAT SYAIR IMAM SYAFI’I “BIARLAH KALIAN MENGATAKAN APA SAJA DEMI MENJATUHKAN KEDUDUKANKU.. SESUNGGUHNYA TIDAK PANTAS SINGA MELADENI ANJING”

    BEGITU JUGA ANA (SUFYAN) MENGATAKAN” SILAHKAN ENGKAU MENGATAKAN KADZA WA KADZA INI DAN ITU, UNTUK MENJATUHAKAN KEDUDUKANKU, SUNGGUH TAK PANTAS SINGA MELADENI ANJING” WALOHU’ALAM

    1. he he he ….singa Ompong kali yah .. he he he , LDI yang ngajak debat itu ente nih kata-kata nt : UNTUK AHMAD SYAHID KAMI TUNGGU ANDA UNTUK BERDEBAT LANGSUNG DENGAN KAMI.

      waduh , udah singa Ompong , pikun lagi , saking tuanya kali yah …

    1. Ya Mas Abu, sok benar dan sok gagahnya itu yg nggak nguati ya? Padahal Mas Syahid juga sudah kasih No HP, telepon aja kenapa kan gampang. Dasar pengecut tapi sok jago itulah Wahabi.

      Jujur dan obyektif, saya nilai Mas Syahid lebih unggul dar sisi ilmiyahnya.

      1. terimakasih mas Abu dan mas Sodiq albaz , saya yakin kita semua (aswaja) hanya mengingkan Stop pembid`ahan , pemusyrikan dan pengkafiran terhadap Muslimin yang berbeda pandangan dengan Wahabi , disamping juga Agar Ummat bisa membandingkan Aqidah Wahabiyah Al- Mujassimah dengan Aqidah Ahlu Sunnah Wal-jama`ah , sehingga tidak ada lagi Ummat yang terjerumus dalam Tajsim dan Tasybih ala Wahabi yang jelas dekat dengan Kekufuran.

  61. @ AHMAD SYAHID

    ANDA HARUS MEMBEDDAKAN ANTARA MUJASIMMAH DENGAN PENETAPAN.
    memang hanya orang yang berhati lurus yang mengetahui mana pembawaan dalil dan mana pembawaan hawa nafsu. perlu diketahui asma’ wa shifat Yaitu beriman terhadap segala apa yang terkandung dalam Al-Qur’anul Karim dan hadits shahih tentang sifat-sifat Allah yang berasal dari penyifatan Allah atas DzatNya atau penyifatan Rasulullah .

    Beriman kepada sifat-sifat Allah tersebut harus secara benar, tanpa ta’wil (penafsiran), tahrif (penyimpangan), takyif (visualisasi, penggambaran), ta’thil (pembatalan, penafian), tamtsil (penyerupaan), tafwidh (penyerahan, seperti yang.banyak dipahami oleh manusia) .

    Misalnya tentang sifat al-istiwa ‘ (bersemayam di atas), an-nuzul (turun), al-yad (tangan), al-maji’ (kedatangan) dan sifat-sifat lainnya, kita menerangkan semua sifat-sifat itu sesuai dengan keterangan ulama salaf. Al-istiwa’ misalnya, menurut keterangan para tabi’in sebagaimana yang ada dalam Shahih Bukhari berarti al-‘uluw wal irtifa’ (tinggi dan berada di atas) sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah . Allah berfirman,

    “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11)

    Maksud beriman kepada sifat-sifat Allah secara benar adalah dengan tanpa hal-hal berikut ini:

    1. Tahrif (penyimpangan): Memalingkan dan menyimpangkan zhahir-nya (makna yang jelas tertangkap) ayat dan hadits-hadits shahih pada makna lain yang batil dan salah. Seperti istawa (bersema-yam di tempat yang tinggi) diartikan istaula (menguasai).

    2. Ta’thil (pembatalan, penafian): Mengingkari sifat-sifat Allah dan menafikannya. Seperti Allah berada di atas langit, sebagian ke-lompok yang sesat mengatakan bahwa Allah berada di setiap tempat.

    3. Takyif (visualisasi, penggambaran): Menvisualisasikan sifat-sifat Allah. Misalnya dengan menggambarkan bahwa bersemayamnya Allah di atas ‘Arsy itu begini dan begini. Bersemayamnya Allah di atas ‘Arsy tidak serupa dengan bersemayamnya para makhluk, dan tak seorang pun yang mengetahui gambarannya kecuali Allah semata.

    4. Tamtsil (penyerupaan): Menyerupakan sifat-sifat Allah de-ngan sifat-sifat makhlukNya. Karena itu kita tidak boleh mengatakan, “Allah turun ke langit, sebagaimana turun kami ini”. Hadits tentang nuzul-nya Allah (turunnya Allah) ada dalam riwayat Imam Muslim.

    Sebagian orang menisbatkan tasybih (penyerupaan) nuzul ini kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ini adalah bohong besar. Kami tidak menemukan keterangan tersebut dalam kitab-kitab beliau, justru sebaliknya, yang kami temukan adalah pendapat beliau yang mena-fikan tamtsil dan tasybih.

    5. Tafwidh (penyerahan): Menurut ulama salaf, tafwidh hanya pada al-kaif (hal, keadaan) tidak pada maknanya. Al-Istiwa’ misalnya berarti al-‘uluw (ketinggian), yang tak seorang pun mengetahui bagai-mana dan seberapa ketinggian tersebut kecuali hanya Allah.

    6. Tafwidh (penyerahan): Menurut Mufawwidhah (orang-orang yang menganut paham tafwidh) adalah dalam masalah keadaan dan makna secara bersamaan. Pendapat ini bertentangan dengan apa yang diterangkan oleh ulama salaf seperti Ummu Salamah x, Rabi’ah guru besar Imam Malik dan Imam Malik sendiri. Mereka semua se-pendapat bahwa, “Istiwa’ (bersemayam di atas) itu jelas pengertian-nya, bagaimana cara/keadaannya itu tidak diketahui, iman kepadanya adalah wajib dan bertanya tentangnya adalah bid’ah.”

    Maksudnya bertanya tentang bagaimana cara/keadaan istiwa’. Karena sang penanya bertanya kepada imam Malik, “Bagaimana Tuhan kita bersemayam?” Lalu Imam Malik menjawab bahwa bertanya tentangnya adalah bid’ah (tentang cara/keadaan bersemayam). Juga karena Imam Malik berlihat kepada si penanya, “Al-Istiwa’ (bersemayam di atas) itu jelas pengertiannya, bagaimana kemudian dia berkata, ‘Bertanya tentangnya adalah bid’ah? Ini tentu tidak!” %

    1. @ .LDI
      ganti topik diskusi neh ? ok ga apa apa , biar jelas apakah Wahabiyah Mujassimah atau bukan.
      Telah bersepakat Ulama baik salaf maupun Kholaf atas kufurnya orang yang berI`tiqod (berkeyakinan) bahwa Allah ada pada arah tertentu , sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Al-hafidz Al-Iroqi begitu juga dengan Abu hanifah , malik Syafi`I dan Abul Hasan Al-asy`ari serta Al- baqilani seperti yang disebutkan mala ali al-qori dalam syarah Misykah j 3, hal 300 cetakan darul fikr.

      inilah keyakinan Ulama Islam baik salaf maupun Kholaf dan inilah Aqidah Ummat Islam di Hijaz , indonesia , malaysia , india , banglades , pakistan , turki , maroko , Syam , mesir , yaman , irak , sudan , afrika , dagistan , bukhoro , azer baizan , samarqond , dan lainnya mereka meytakini Jika Allah ada tanpa tempat , arah dan bagaimana , adapun Wahabi meyakini keserupaan tuhan dengan makhluknya dengan penjisiman sang maha pencipta Allah subhana hu wata`ala menyerupai aqidah dan pemikiran Yahudi wal-iyadzu Billah.

      apakah anda juga berkeyakinan jika Allah pada arah tertentu ? seperti langit atau Arsy ? jika ya , apa pendapat LDI dengan Ijma` Ulama yang menyatakan: Kafir hukumnya jika meyakini Allah berada di arah tertentu ? seperti disebutkan dalam kutipan diatas .

      1. Nih dalil dari Al Qur’an ya mas..kalo Allah itu di atas..atas itu arah apa gak?

        Berkata Ibnu Ishaq, “Diceritakan kepada saya oleh Ismail bin Abu Khalid dari Abu Ishak dan Barra, katanya, ‘Rasulullah saw. biasa melakukan salat ke arah Baitulmakdis dan sering melihat ke langit menunggu perintah Allah.’ Maka Allah pun menurunkan, ‘Sungguh, Kami sering melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke arah kiblat yang kamu sukai. Maka palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam!'” (Q.S. Al-Baqarah 144).

        Monnggo mas tanggapannya.!!

          1. Heheheheh,,,itu dari al Qur”an saudaraku, sekarang ane tanya dalil ente yang bilang Allah itu ada Tanpa Arah Dan Tempat..

          2. he…he…he…. juga saudaraku @ Budi /rglwe….ya udahlah kalau nt yakin Alloh itu di langit ……berarti dulu Neil Amstrong nglewatin Alloh ngga Bud ?????wah bisa ketemu dong kalau orang punya uang ????? carter jet untuk ketemu Alloh he…he….he…

          3. budi : firman Allah subhanahu wa ta`ala sudah sangat jelas : Laiista kamistlihi Syai ( tidak ada suatu pun yang menyerupainya) , fala Tadribu Lillahi amstal (janganlah kalian membuat permistalan bagi Allah), walam yakun lahu kufan ahad(tidak ada baginya badingan yakni serupa).
            sesuai dengan Hadist shahih dari Imran bin hushain rodiallahu anhuma berkata : bersabda Rosulallah SAW bahwa Allah pada azal ( keberadaan tanpa permulaan ) dan belum ada sesuatupun selainnya HR. bukhori : 2953
            dan Hadist yang diriwayatkan oleh Abu hurairah bahwa Nabi SAW bersabda : ” engkaulah Adhzahir ( yang segala sesuatu menunjukkan akan keberadaannya) , tidak ada sesuatu diatasmu , dan engkaulah Al-bathin ( yang tidak dapat dibayangkan) tidak ada sesuatu dibawah-mu HR. muslim : 4888.
            Sesuai dengan pernyataan Imam ali bin abi tholib ra, : sesungguhnya Allah menciptakan Arys untuk menampakkan kekuasaannya , bukan untuk menjadikannya TEMPAT bagi Dzatnya (al-farq bainal firoq hal. 256)
            semoga budi tersadarkan

        1. Kenapa Menengadahkan Tangan ke Langit Saat Berdoa?
          ============================

          Salah satu ulama Al Azhar, Al Muhaddits Syeikh Ahmad bin Shiddiq Al Ghumari Al Maghribi (1380 H) telah menyebutkan alasan kenapa disyariatkan menengadahkan tangan ke langit saat berdoa. Dalam beliau, Al Manhu Al Mathlubah fi Istihbabi Raf’i Al Yadaini fi Ad Du’a` ba’da As Shalawati Al Maktubah (hal.61), beliau mengatakan,”Jika ada yang mengatakan,’kalau Allah Ta’ala terbebas dari arah, lantas kenapa menengadahkan tangan ke langit saat berdoa?’”

          Beliau menjawab pertanyaan itu dengan jawaban Imam At Thurthusi (529 H), ulama Malikiyah dari Iskandariyah, yang termaktub dalam Ithaf As Sadah Al Muttaqin, syarah Ihya Ulum Ad Din (5/34,35). Dalam jawaban itu, At Thurthusi memberikan dua jawaban:
          Pertama: Hal itu berkenaan dengan masalah ubudiyah, seperti menghadap kiblat saat melaksanakan shalat, dan meletakkan kening ke bumi saat sujud, yang juga mensucikan Allah dari tempat, baik itu Ka’bah maupun tempat sujud. Sehingga, seakan-akan langit merupakan kiblat saat berdoa.

          Kedua : Karena langit adalah tempat turunnya rizki, rahmat dan keberkahan, sebagaimana hujan turun dari langit ke bumi. Demikian pula, langit merupakan tempat para malaikat, dimana Allah memutuskan maka perintah itu tertuju kepada mereka, hingga mereka menurunkannya ke penduduk bumi. Ringkasnya, langit adalah tempat pelaksanaan keputusan, maka doa ditujukan ke langit.
          Jawaban At Thurtusi di atas sejatinya merujuk kepada jawaban Al Qadhi Ibnu Qurai’ah (367 H), saat ditanya oleh Al Wazir Al Muhallabi (352 H), seorang menteri Baghdad yang amat dekat dengan para ulama. Dimana suatu saat Al Muhallabi menanyakan,“Saya melihatmu menengadahkan tangan ke langit dan merendahkan kening ke bumi, di mana sebenarnya Dia (Allah Ta’ala)?
          Ibnu Qurai’ah menjawab,”Sesungguhnya kami menengadahkan tangan ke tempat-tempat turunnya rizki. Dan merendahkan kening-kening kami ke tempat berakhirnya jasad-jasad kami. Yang pertama untuk meminta rizki, yang ke dua untuk menghindari keburukan tempat kematian. Tidakkah engkau mendengar firman Allah Ta’ala (yang maknanya),”Dan di langit rizki kalian dan apa-apa yang dijanjikan.” (Ad Dzariayat: 22). Dan Allah Ta’ala berfirman (yang maknya),”Darinya Kami ciptakan kalian, dan padanya Kami kembalikan kalian.” (Thaha: 55).
          _______________________
          Dinukil dari Al Manhu Al Mathlubah fi Istihbabi Raf’i Al Yadaini fi Ad Du’a` ba’da As Shalawati Al Maktubah, Maktab Al Mathbu’at Al Islmiyah, cet 2 (2004) dengan tahqiq Syeikh Al Muhaddits Abdu Al Fattah Abu Ghuddah.

          http://almanar.wordpress.com/2010/04/26/kenapa-menengadahkan-tangan-ke-langit-saat-berdoa/#more-242

    2. Beriman kepada sifat-sifat Allah tersebut harus secara benar, tanpa ta’wil (penafsiran), tahrif (penyimpangan), takyif (visualisasi, penggambaran), ta’thil (pembatalan, penafian), tamtsil (penyerupaan), tafwidh (penyerahan, seperti yang.banyak dipahami oleh manusia) .

      Tanpa takwil ? Coba anda pelajari lebih lanjut tentang Al Quran dan bagaimana tafsir salaf…. maka akan anda dapati bahwa sebagian salaf menakwil makna-makna yang samar dalam Al Quran.

      Misalnya tentang sifat al-istiwa ‘ (bersemayam di atas), an-nuzul (turun), al-yad (tangan), al-maji’ (kedatangan) dan sifat-sifat lainnya, kita menerangkan semua sifat-sifat itu sesuai dengan keterangan ulama salaf. Al-istiwa’ misalnya, menurut keterangan para tabi’in sebagaimana yang ada dalam Shahih Bukhari berarti al-’uluw wal irtifa’ (tinggi dan berada di atas) sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah . Allah berfirman,

      “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11)

      Maka disini Imam Bukhari menakwil istiwa adalah tinggi dan berada diatas sesuai kebesaran dan keagungan Allah. berarti Imam Bukhari menakwil, dan tinggi dan diatas sesuai kebesaran dan keagungan itu adalah bukan makna indrawi tetapi mazasi.

  62. LDI , masih sakit gigi apa ? eh iya lupa singanya ompong masa sih sakit gigi.. he he he .. yang ada singanya Ga ngerti Qoulnya Imam Malik ra, soalnya otak singa seh he he he ….

  63. ahmadsyahid@

    Terus berjuang bela ASWAJA Mas dari kedholiman Wahabi, saya insyaallah akan terus menyimak dan ikut belajar di sini. Saya juga berterima kasih kepada Ummati yg telah memberikan kesempatan kepada komentator ikut berjuang bersama Ummmati. Syukron n matur nuwun atas semuanya.

  64. @ AHMAD DKK

    KENAPA Kami tidak berkoment lagi, mungkin harap dimaklumi, karna penuntut ilmu tidak berhak terusterusan berjidal kusir, seperti orang-orang yang membela bida’. jika kami berjidal kusir terus, maka tiada waktu lagi untuk belajar dan belajar,adapun melayani blog rendahan seperti ini bukan menjadi prioritas bagi kami, karna kami mengetahui akal sakit menerpa mubtadi yang kotor hati nya, sehingga ia jauh dari kebenaran. sedikit kami menjawab ahmad ini bertaubatlah anda kepada Alloh semoga anda tidak termasuk mubatdi’in di akhir hayat anda,

    Al Auza’i, Seorang Alim di Negeri Syam di Masanya Berbicara Mengenai Keyakinannya

    Abu ‘Amr Abdurrahman bin ‘Amr Al Auza’iy mengatakan, “Kami dan pengikut kami mengatakan bahwa Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘Arsy-Nya. Kami beriman terhadap sifat-Nya yang ditunjukkan oleh As Sunnah.” (Dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Kitab Al Asma’ wa Ash Shifat. Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 136)

    Al Auza’i juga ditanyakan mengenai firman Allah Ta’ala (yang artinya), ‘’Kemudian Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy-Nya”. Al Auza’iy mengatakan, “Allah berada di atas ‘Arsy-Nya sebagaimana yang Dia sifati bagi Diri-Nya.” (Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 137)

    Muqothil bin Hayyan, Seorang Alim di Negeri Khurosan dan Sezaman dengan Al Auza’i Meyakini Keberadaan Allah di Atas

    Ketika Muqothil membicarakan ayat (yang artinya), “Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya”, beliau mengatakan, “Allah tetap berada di atas ‘Arsy-Nya, sedangkan ilmu-Nya yang senantiasa bersama makhluk-Nya.” (Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad bin Hambal dalam kitab As Sunnah. Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 137. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini hasan)
    Muqothil berkata pula, “Allah-lah yang lebih memahami firman-Nya: huwal awwalu wal akhiru … (Allah adalah Al Awwal dan Al Akhir …). Makna Al Awwalu adalah sebelum segala sesuatu. Al Akhir adalah setelah segala sesuatu. Azh Zhohir adalah di atas segala sesuatu. Al Bathin adalah lebih dekat dari segala sesuatu. Kedekatan Allah adalah dengan ilmu-Nya. Sedangkan Allah sendiri berada di atas ‘Arsy-Nya.” (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dengan sanadnya hingga Muqotil. Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 137)

    Seorang Alim Besar Negeri Khurosan, Abdullah bin Al Mubarok Menyatakan Allah Berada di Atas Langit Ketujuh

    Dari ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq, dia berkata, “Aku berkata kepada Abdullah bin Al Mubarok, bagaimana kita mengenal Rabb kita ‘azza wa jalla. Ibnul Mubarok menjawab,
    ?? ?????? ??????? ??? ???? ??? ???? ??? ???? ??????? ??? ????? ?? ?????
    “Rabb kita berada di atas langit ketujuh dan di atasnya adalah ‘Arsy. Tidak boleh kita mengatakan sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang Jahmiyah yang mengatakan bahwa Allah berada di sini yaitu di muka bumi.” Kemudian ada yang menanyakan tentang pendapat Imam Ahmad bin Hambal mengenai hal ini. Ibnul Mubarok menjawab, “Begitulah Imam Ahmad sependapat dengan kami.” (Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 139. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shohih)

    Pakar Hadits Terkemuka yang Memiliki Kitab Hadits Tershohih Sesudah Al Qur’an Meyakini Ar Rahman Menetap Di Atas Langit

    Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il yang terkenal dengan Imam Bukhari di akhir Al Jami’ Ash Shohih-nya dalam Kitab Bantahan terhadap Jahmiyyah, beliau berkata mengenai firman Allah Ta’ala,
    ??????? ???????? ????? ????????
    “Dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air.” (QS. Hud : 7)
    Abul ‘Aliyah mengatakan bahwa maksud dari ‘istiwa’ di atas langit’ adalah naik. Mujahid mengatakan mengenai istiwa’ adalah menetap tinggi di atas ‘Arsy.

    Abu Zur’ah menyatakan bahwa ulama mana saja yang dia temui mengakui bahwa Allah Ta’ala berada di atas ‘Arsy-Nya

    Abdurrahman bin Abi Hatim berkata bahwa Abu Zur’ah ditanyakan mengenai aqidah Ahlus Sunnah dalam ushulud din dan apa yang dipahami oleh para ulama di berbagai negeri dan apa yang mereka yakini :
    Yang kami ketahui bahwa ulama di seluruh negeri di Hijaz, ‘Iraq, Mesir, Syam, Yaman; mereka semua meyakini bahwa Allah Tabaroka wa Ta’ala berada di atas ‘Arsy-nya terpisah dari makhluk-Nya sebagaimana yang Allah sifati dan tanpa kita ketahui hakikatnya. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu. (Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 188. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shohih)

    Syaikh Abdul Qodir Al Jailani juga Meyakini Allah Beristiwa’ yakni Menetap Tinggi di Atas ‘Arsy-Nya

    Syaikh Abdul Qodir Al Jailani mengatakan, “Keyakinan bahwa Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy-Nya telah disebutkan dalam setiap kitab suci yang Allah turunkan pada para nabi.” (Fathu Robbil Bariyyah bi Talkhishil Hamawiyyah, hal. 33)

    Masih banyak lagi perkataan-perkataan ulama-ulama besar dan pakar hadits lainnya mengenai keyakinan Allah berada di atas langit yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Jika pembaca ingin mengetahui secara lebih detail mengenai perkataan para ulama yang bersaksi bahwa Allah di atas langit, silakan baca di Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar yang ditulis oleh Adz Dzahabiy dan Itsbat Sifatil ‘Uluw yang ditulis oleh Ibnu Qudamah Al Maqdisy.

    buku3

    Keyakinan Allah Di Atas Seluruh Makhluk-Nya adalah Ijma’ Ahlus Sunnah

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

    “Ahlus Sunnah telah bersepakat bahwa Allah Ta’ala berada di atas ‘Arsy-Nya. Tidak ada satu orang pun dari Ahlus Sunnah meyakini bahwa Allah tidak berada di atas ‘Arsy-Nya. Tidak mungkin seorangpun dapat menukil dari mereka (bahwa Allah tidak berada di atas ‘Arsy, pen) baik dalil nash (dalil tegas yang cuma mengandung satu makna saja) atau dalil zhohir (dalil yang mengandung makna lebih kuat, namun masih mengandung makna lainnya yang lemah).” (Fathu Robbil Bariyyah, hal. 33-34)

    Al Awza’iy mengatakan, “Kami dan para tabi’in mengatakan, “Allah Ta’ala menyebut keberadaan-Nya di atas ‘Arsy-Nya. Kami pun mengimani hal sebagaimana yang terdapat pada As Sunnah mengenai sifat-sifat-Nya”.”

    Masih Al Awza’iy, beliau juga mengatakan, “Setelah nampak pendapat Jahm (pemimpin kelompok Jahmiyah) yang menafikan (meniadakan) sifat Allah dan sifat ‘uluw (ketinggian), namun manusia perlu mengetahui bahwa jalan ulama salaf tidaklah demikian. Para salaf telah menyelisihi paham Jahm (paham Jahmiyah).” (Fathu Robbil Bariyyah, hal. 28)

    Inilah bahayanya orang yang menyelisihi keyakinan ini, karena dia telah menyelisihi ijma’ (kesepakatan) Ahlus Sunnah. Yang menyelisihi ijma’ ini akan mendapat ancaman yang keras sebagaimana firman Allah Ta’ala,

    ?????? ????????? ?????????? ???? ?????? ??? ????????? ???? ???????? ??????????? ?????? ??????? ?????????????? ????????? ??? ???????? ?????????? ????????? ????????? ????????
    “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”(QS. An Nisa’ [4] : 115).

    Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) mereka.

    Insya Allah pada kesempatan selanjutnya, kita akan melihat dalil lainnya yang menunjukkan bahwa Allah berada di atas seluruh makhluk-Nya.

    Semoga Allah senantiasa memberi taufik dan hidayah kepada kita sekalian.

    Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala wa alihi wa shohbihi wa sallam.

    1. Tak ada satu orang pun dari Ahlus Sunnah meyakini bahwa Allah tidak berada di atas ‘Arsy-Nya. Tidak mungkin seorangpun dapat menukil dari mereka (bahwa Allah tidak berada di atas ‘Arsy, pen) baik dalil nash (dalil tegas yang cuma mengandung satu makna saja) atau dalil zhohir (dalil yang mengandung makna lebih kuat, namun masih mengandung makna lainnya yang lemah).” (Fathu Robbil Bariyyah, hal. 33-34)

      Al Awza’iy mengatakan, “Kami dan para tabi’in mengatakan, “Allah Ta’ala menyebut keberadaan-Nya di atas ‘Arsy-Nya. Kami pun mengimani hal sebagaimana yang terdapat pada As Sunnah mengenai sifat-sifat-Nya”.”

      Masih Al Awza’iy, beliau juga mengatakan, “Setelah nampak pendapat Jahm (pemimpin kelompok Jahmiyah) yang menafikan (meniadakan) sifat Allah dan sifat ‘uluw (ketinggian), namun manusia perlu mengetahui bahwa jalan ulama salaf tidaklah demikian. Para salaf telah menyelisihi paham Jahm (paham Jahmiyah).” (Fathu Robbil Bariyyah, hal. 28)

      Wahai wahabi, kami adalah Ahlussunah, yang menetapkan sifat Istiwa Allah di atas Arsy, sebagaimana ayat Al Quran, dan kami tidak meyerupakan Allah dengan mahluk, dengan meyakini Allah bertempat atau berdiam di atas Arsy, kami juga tidak meyakini Allah berarah diatas atau dibawah, karena makna diatas yang kami pahami adalah makna ketingian derajat dan kedudukan Allah atas mahluknya bukan ketinggian yang berhubungan dengan arah ataupun jarak, karena mustahil Allah diliputi oleh arah dan jarak sedangkan Dia lah yang menciptakan arah dan jarak. Sesungguhnya telah Ijma Ulama Ahlussunah sebagaimana sabda nabi bahwa Allah, tidak ada sesuatupun sebelum Dia, tidak ada sesuatupun bersamaNya dan dialah yang menciptakan sesuatu itu. maka arah, tempat, adalah ciptaan-Nya. maka pahamilah dengan sejujur-jujurnya.

  65. INGAT SYAIKHUL ISLAM ABDUL QODIR JAILANI BERLEPAS DARI AQIDAH KALIAN :

    Syaikh Abdul Qodir Al Jailani juga Meyakini Allah Beristiwa’ yakni Menetap Tinggi di Atas ‘Arsy-Nya

    Syaikh Abdul Qodir Al Jailani mengatakan, “Keyakinan bahwa Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy-Nya telah disebutkan dalam setiap kitab suci yang Allah turunkan pada para nabi.” (Fathu Robbil Bariyyah bi Talkhishil Hamawiyyah, hal. 33). ‘

    Abu USAAMAH SUFYAN BIN RANAN AL BYKAZI

    1. LDI , silahkan pindah ke link yang ditunjukkan mas Prass , ato ke Artikel ” sekte wahabi berdusta atas nama Abu hanifah “

    2. Kami semua Ahlussunah menetapkan bahwa Allah Istiwa diatas Arsy…… tapi kami semua tidaklah memahami makna istiwa itu secara zhahir, yaitu menetap, duduk atau bersemayam, tapi kami meyakini bahwa Allah yang lebih tahu maknanya dan kami cenderung kepada takwil yang sesuai dengan keagungan Allah daripada cenderung meyerupakan Allah dengan mahluk, karena sifat menetap, duduk atau bersemayam itu adalah sifat-sifat mahluk, dan sifat-sifat itu adalah sifat yang mengandung kelemahan yang mustahil Allah bersifat lemah.

    3. Wahai LDII kami semua menetapkan Istiwa Allah diatas Arsy, tetapi kami sekali lagi katakan tidak memahaminya sebagaimana yang kalian pahami. maka perkataan Syekh Abdul Qodir yang benar adalah : “Keyakinan bahwa Allah ISTIWA di atas ‘Arsy-Nya telah disebutkan dalam setiap kitab suci yang Allah turunkan pada para nabi.” (Fathu Robbil Bariyyah bi Talkhishil Hamawiyyah, hal. 33). MENGARTIKAN TINGGI DIATAS ARSY TIDAKLAH MASALAH KARENA TINGGINYA ADALAH TINGGI DERAJAT DAN KEDUDUKANNYA KARENA DIA MAHA TINGGI. TAPI MENGATAKANNYA MENETAP YANG BERARTI MENDIAMI ATAU BERTEMPAT, ITU ADALAH PERNYATAAN YANG ABSURD DAN ALLAH TIDAK SEPERTI MAHLUKNYA YANG MEMBUTUHKAN TEMPAT DAN ALLAH YANG MENCIPTAKAN TEMPAT, MAKA ALLAH SEBELUM MENCIPTAKAN YANG NAMANYA TEMPAT DIA TIDAK BERTEMPAT DAN DIA SEKARANG SEBAGAIMANA DIA DAHULU.

  66. @ahmad syahid

    jazakumullohu khairan, kami menerima nashihat kepada siapapun untuk kebenaran, karna sesama muslim diperintahkan untuk saling nashihat menashihati, dan lebih ilmiyyah hendaknya kita ketemu, jika kita ketemu insya Alloh lebih ilmiyyahlebih ilmiyyah,

    antum bawa bukti nyata melalui kitab ilmiyyah atas tuduhan anda kepada ahlussunnah “jika ahlussunnah berdusta atas nama imam ABu Hanifah rahimahulloh” dengan bukti riil,

    syukur syukur anda membawa kitab imam abu hanifah yang ada perkataan beliau, agar ketahuan dimana letak dustanya,

    jika hanya di internet semua orang bisa berkata, anak ingusan saja pun bisa tapi kami butuh bukti riil , dan kami pun membawa kitab-kitab para ulama agar antum mengetahui dan sekalian belajar, maka kita ketemu lebih ahsan. wallohulmusta’an

    1. LDI@

      Maksudnya ketemu antum itu gemana? Apakah semacam debat terbuka yg disaksikan oleh banyak orang dan diliput wartawan? Kalau ya, ana usul supaya diadakan di Hotel Sofyan cukup menampung 500 orang, di gedung Pasca Sarjana di UIN Syarif Hidayatullah, atau di tempat terbuka lainnya. Atau digelora Bung Karno.

    2. LDI , bisakah anda menceritakan Proses penamaan Wahabiyah jadi Ahlu Sunnah…. ?

      dari Wahabiyah menjadi muhammadiyah berubah jadi Muwahidun berubah lagi jadi Salafiyun nah sekarang jadi ngaku Ahlu Sunnah ceritain dong prosesnya….?

  67. @ARYO PATI

    kenapa mesti di tempat terbuka? gag ada hubungan nya di tempat terbuka, para ulama terdahulu berdebat 4 mata, jika debat terbuka tiada mashlahatnya, apa karna takut di cekokin dalil sehingga anda berani nya di tempat banyak orang.

    @AHMAD SYAHID
    anda mengalihkan pembicaraan. anda tidak beda dengan Abu Salafy atau emang anda 1 orang banyak nama, AHMAD SYAHID = ABU SALAFY = BANCI BID’AH = PENGECUT.

    MUSIBAH… KASIHAN DEMI ALLOH,. ANDA KASIHAN SEKALI.. KASIHAN JIDDAN WALLOHI.. SEMOGA ALLOH MEMBERKAHI ANDA.

    1. he…he….he….Alhamdulillah …..terbukalah ASLINYA LDI ……salam semoga nt dapat hidayah ………wahai saudara2ku semua begitulah kalau muslim namun tidak menjalani RUKUN IHSAN katanya paling mengikuti SUNAH ????? ITTIBA Rosul ????? paling banyak menguasai hadist ????? kok BEGITU AHLAKNYA ??????? naudzubillah summa naudzubillah……..

    1. budi , kalo mau diskusi yang focuss donk biar ada hasilnya , satu persatu persoalan diselesaikan , jangan loncat-loncat , ok bud…?

  68. LDI@

    Nah, terbuka kedok nt, ternyata nt SETAN yg berkedok Lajnah Dakwah Islam. Kalimat nt mencerminkan meamang sebenarnya nt SETAN, orang berilmu tidak akan ngomong murahan seperti itu.

    Kalau saya masih awam bisa dimaklumi ngomong murahan, tapi nt membawa Nama Lajnah Dakwah Islam, akhlaknya bejat bernafsu setan. Na’udzubollah mindzalik, jangan nurun ke anak cucu kaum muslimin, amin….

    1. mas mamo dan mas Baihaqi , setelah kedok LDI terbuka sebenarnya LDI ini siapa… ? ” singa bukan ” mas…. ? atau…. ? he he he….

  69. @LDI

    janganlah anda menantang debat dengan tim ASWAJA (AS, MCG cs), karena kemungkinan besar anda akan menjadi bulan-bulanan beliau-2 ini. Hal ini disebabkan referensi ilmu anda hanya dari ulama itu-itu saja (Ibnu Taimiyah, Bin Baz, Albani, ibnul Qoyim cs), jadi tidak akan cukup kuat untuk menghadapi debat ilmu dengan tim ASWAJA (yang referensi ilmunya jauh lebih banyak).

    Saya khawatir nantinya anda kalah debat, anda menjadi dendam kesumat, dan ujung-ujungnya anda mengirimkan paket buku ke tim ASWAJA, isinya tentu saja …BOOMMMMMM.

    Jadi lebih baik berdebat disini saja, anda marah pun hanya terlihat dari tulisan anda saja yang ngalor ngidul dan tidak akan menimbulkan dampak buruk bagi yang lain.

    Dengan komentar anda yang ngalor ngidul, saya malah banyak mendapat manfaat, karena teman-teman ASWAJA akan selalu setia memaparkan berbagai dalil yang anda minta plus sumber rujukannya. Jadinya saya banyak menyerap ilmu teman-teman ASWAJA tanpa saya harus meminta kepada beliau-beliau.

    Mohon maaf kalo ilmu dari teman-teman wahabi mah saya sisihkan dulu tidak saya ambil, takut sudah diedit (dishohihkan) oleh Albani cs, nantinya malah yang dhoif jadi shohih dan yang shohih jadi dhoif.
    Tapi jarang juga sich teman wahabi mengeluarkan dalil-dalil, yang terjadi biasanya teman-2 wahabi mah minta dalil ke teman-teman ASWAJA, kemudian oleh mereka di copas (copy paste) dan dijadikan hujjah di blog yang lain.

    Mudah-mudahan dengan banyaknya ilmu yang mengalir dari Tim ASWAJA, sedikit demi sedikit otak teman-2 wahabi mulai dicuci dan dibersihkan dari faham-2 sesat yang membelenggunya, dan hatinya akan mulai bangun dan bangkit dari ketertiduran yang panjang. Karena teman-2 wahabi mah lebih banyak menggunakan otaknya, sedangkan hatinya belum termanfaatkan (tertidur lelap).

  70. Semakin top dan mencerahkan bro. Dari sini tampak sekali ketidakkosistennya dulur2 wahabi.
    Kelompok wahabiyun gemar mencaci ilmu kalam tapi kok komen2 diatas bersentuhan dengan ilmu kalam. Yang jelas ga imbang lawan grup ASWAJA.

    Lagian sumber rujukan dulur2 wahabi ya itu-itu aja dari dulu. Kok ga pernah sesekali membuka hati mempelajari sumber dari kitab lain biar otaknya ga kerdil, kayak katak dalam tempurung

  71. @LDI
    Anda beri makalah-makalah mengenai tabarruk, gue ingin tanya bagaimana mengenai makalah2,berikut ini, apakah semuanya dhoif, palsu atau ulama anda akan memutarbalik maknanya sampai sesuai dengan pahamnya? Tolong pencerahan anda dan jawaban yang jelas tentang riwayat2 dibawah ini.Syukron.

    Peti Tabut yang diambil berkahnya, bisa menenangkan hati dan selalu menang dalam peperangan
    ?Dalam surat al-Baqarah ayat 248 Allah swt telah mengisahkan tentang pengambilan berkah Bani Israil terhadap Tabut (peti) yang didalamnya tersimpan barang-barang sakral milik kekasih Allah, Nabi Musa as. Allah swt berfirman:
    “Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman”.

    Az-Zamakhsari dalam menjelaskan apa saja barang-barang yang berada di dalam peti itu menyatakan: “Peti itu adalah peti Taurat. Dahulu, sewaktu Musa berperang (melawan musuh-musuh Allah) peti itu diletakkan di barisan paling depan sehingga perasaan kaum Bani Israil merasa tenang dan tidak merasa gunda…adapun firman Allah yang berbunyi ‘dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun’ , berupa sebuah papan bertulis, tongkat beserta baju Nabi Musa (as) dan sedikit bagian dari kitab Taurat” (Lihat Tafsir al-Kasyaf jilid 1 halaman 293).

    Mengenai Tabut itu, Ibnu Katsir didalam kitab Tarikh-nya mengetengahkan keterangan yang ditulis oleh Ibnu Jarir sebagai berikut:
    “Mereka ?yakni ummat yang disebut dalam ayat diatas? setiap berperang melawan musuh selalu memperoleh kemenangan berkat tabut yang berisi Mitsaq (Taurat). Dengan tabut yang berisi sisa-sisa peninggalan keluarga Nabi Musa dan Nabi Harun itu Allah swt. menciptakan ketenangan bagi mereka dalam menghadapi musuh. Selanjutnya Ibnu Katsir mengatakan, bahwa Tabut itu terbuat dari emas yang selalu dipergunakan untuk mencuci (membersihkan) hati para Nabi”. (Al-Bidayah Wan-Nihayah jilid II hal. 8).

    ? Dalam Tafsir-nya Ibnu Katsir juga mengatakan, bahwa didalam Tabut itu berisi tongkat Nabi Musa, tongkat Nabi Harun, dua buah lembaran Taurat dan pakaian Nabi Harun. Sementara orang mengatakan didalam Tabut itu terdapat sebuah tongkat dan sepasang terompah.(Tafsir Ibnu Katsir, jilid I hal. 313).

    ? Al-Qurthubi mengatakan: “bahwa Tabut itu diturunkan Allah kepada Nabi Adam as. dan disimpan turun-temurun hingga sampai ketangan Nabi Ya’qub as., kemudian pindah tangan kepada Bani Israil. Berkat tabut itu orang-orang Yahudi selalu menang dalam peperangan melawan musuh, tetapi setelah mereka berbuat durhaka kepada Allah, mereka dapat dikalahkan oleh kaum ‘Amaliqah dan tabut itu berhasil dirampas dari tangan mereka (kaum Yahudi)”. (Tafsir Al-Qurthubi jilid III/248).

    Tabarruk dari rambut Rasulallah saw yang telah wafat dan bisa sebagai penyembuh penyakit.
    – Utsman bin ‘Abdullah bin Muwahhab menuturkan; “Keluargaku menyuruh aku datang kepada Ummul Mu’minin Ummu Salamah membawa air dalam sebuah mangkuk. Ia keluar membawa wadah air terbuat dari perak. Di dalamnya terdapat beberapa guntingan rambut Rasulallah saw. Ketika itu orang yang menderita sakit mata atau penyakit lainnya mengirim pesuruh kepadanya membawa wadah (makhdhabah), yang lazim digunakan untuk mencelupkan sesuatu. ‘Utsman bin Abdullah berkata lebih lanjut: ‘Aku mencoba melihat apa yang berada didalam genta, ternyata kulihat ada guntingan-guntingan rambut berwarna kemerah-merahan’ ”. (HR. Bukhori dalam kitabnya Al-Libas bab Mayudzkaru Fisy-Syaib).

    Imam Al-‘Aini mengatakan, bahwa keterangan mengenai soal diatas tersebut, sebagai berikut: “Ummu Salamah menyimpan sebagian dari guntingan rambut Rasulallah saw., yang berwarna kemerah-merahan, ditaruh dalam sebuah wadah seperti genta. Banyak orang diwaktu sakit bertabarruk pada rambut beliau saw. dan mengharap kesembuhan dari keberkahan rambut tersebut. Mereka mengambil sebagian dari rambut itu lalu dicelupkan ke dalam wadah berisi air, kemudian mereka meminumnya. Tidak lama kemudian penyakit mereka sembuh. Keluarga ‘Utsman mengambil sedikit air itu, ditaruh dalam sebuah wadah dari perak. Mereka lalu meminumnya dan ternyata penyakit yang mereka derita menjadi sembuh. Setelah itu mereka menyuruh ‘Ustman mencoba melihat dan ternyata dalam genta itu terdapat beberapa guntingan rambut berwarna kemerah-merahan”. (Lihat ‘Umdatul-Qari Syarh Shahih Al-Bukhori jilid 17 hal. 79).

    – Sewaktu Muawiyah akan wafat, ia mewasiatkan agar dikuburkan dengan baju, sarung dan selendang juga sebagian rambut Nabi. (Lihat: Kitab al-Ishobah jilid 3 halaman 400, Kitab Tarikh Damsyiq jilid 59 halaman 229 dan Kitab as-Sirah al-halabiyah jilid 3 halaman 109)

    – Sewaktu Umar bin Abdul Aziz hendak meningal dunia, ia membawa rambut dan kuku Nabi seraya berkata: “Jika aku mati maka letakkan rambut dan kuku ini pada kafanku” (Lihat: Kitab at-Thobaqoot jilid 5 hal.406 tentang [tarjamah] Umar bin Abdul Aziz).

    – Baluran mayat (Hanuth) jenazah Anas bin Malik terdapat sejumput misik dan selembar rambut Rasulullah. (Lihat: Kitab at-Thobaqoot jilid 7 halaman 25 tentang [tarjamah] Anas bin Malik)

    – Dari Abdullah bin Muhib, beliau berkata: “Istriku menyuruhku untuk pergi ke Ummu Salamah dengan membawa gelas berisikan air –dengan pegangan tangan Israil seukuran tiga jari– dan terdapat didalamnya sepotong rambut Nabi. Jika terdapat seseorang yang terkena mata (penyakit ‘ain .red) ataupun sesuatu (yang lain) maka akan dikirim kepadanya alat pemacar (pewarna rambut .red). Kemudian kulihat dengan berjinjit, ternyata di situ kudapati terdapat rambut merah”. (Kitab Shohih al-Bukhari jilid 7 hal. 207).

    – Dari Abdullah bin Muhib, beliau berkata: “Istriku menyuruhku untuk pergi ke Ummu Salamah dengan membawa gelas berisikan air –dengan pegangan tangan Israil seukuran tiga jari– dan terdapat di dalamnya sepotong rambut Nabi. Jika terdapat seseorang yang terkena mata (penyakit ‘ain .red) ataupun sesuatu (yang lain) maka akan dikirim kepadanya alat pemacar (pewarna rambut .red). Kemudian kulihat dengan berjinjit, ternyata di situ kudapati terdapat rambut merah”. (Kitab Shohih al-Bukhari jilid 7 hal. 207).

    Jika rambut Rasulallah saw. seperti rambut kebanyakan orang, mengapa para tokoh Salaf Sholeh mengharapkannya, bahkan menghendaki rambut itu dikubur bersamanya sewaktu meninggal dunia, untuk pengobatan dan lain sebagainya? Apakah itu juga tergolong perbuatan ghuluw (berlebih-lebihan) sehingga bisa menjatuhkan orang dalam kesyirikan? Benarkah para tokoh Salaf-Sholeh melakukan kesyirikan? Apakah riwayat-riwayat yang telah dikemukakan dan berikut ini yang jelas berkaitan dengan Tabarruk semuanya dhoif/lemah, maudhu’, palsu ?walaupun diriwayatkan oleh pakar-pakar hadits?, karena berlawanan dengan paham madzhab salafisme?

    Dalil Tabarruk dari Pusara (Kuburan) Rasulallah saw:
    ? Dawud bin Abi Shaleh mengatakan: “Suatu saat Marwan bin Hakam datang ke Masjid (Nabawi). Dia melihat seorang lelaki telah meletakkan wajahnya di atas makam Rasul. Kemudian Marwan menarik leher dan mengatakan: ‘Sadarkah apa yang telah engkau lakukan?’. Kemudian lelaki itu menengok kearah Marwan (ternyata lelaki itu adalah Abu Ayyub al-Anshari ra) dan mengatakan: ‘Ya, aku bukan datang untuk seonggok batu, aku datang di sisi Rasulallah’. Aku pernah mendengar Rasulallah bersabda: ‘Sewaktu agama dipegang oleh pakarnya (ahli) maka janganlah menangis untuk agama tersebut. Namun ketika agama dipegang oleh yang bukan ahlinya maka tangisilah’ ”. (Lihat: Mustadrak ala as-Shohihain karya al-Hakim an-Naisaburi Jilid: 4 hal.560 Hadits ke-8571 atau Wafa’ al-Wafa’ karya Samhudi Jilid: 4 hal.1404).

    ? Juga riwayat semacam itu bisa dirujuk didalam kitab-kitab: Ibnu Hibban dalam shahihnya, Imam Ahmad (5:422), Tabarani didalam Mu`jam al-Kabir (4:189) dan didalam ‘Awsat’ disahkan oleh Haithami dalam al-Zawa’id (5:245), Al-Hakim dalam Mustadrak (4:515), Al-Dhahabi menshahihkan juga, al-Subki didalam Shifa’ al-Siqam halaman 126, Ibnu Taimiyyah dalam al-Muntaqa 2:261f, Haithami dalam al-Zawa’id 4:2). Hadits di atas (dari Hakim an-Naisaburi) telah dinyatakan keshohihannya oleh adz-Dzahabi. Sehingga tidak ada seorang ahli hadits lain yang meragukannya.
    Atas dasar hadits diatas maka, as-Samhudi dalam kitab Wafa’ al-Wafa’ jilid: 4 halaman: 1404 menyatakan bahwa; “jika sanad haditsnya dinyatakan baik (benar) maka menyentuh tembok kuburan (makam) tidak bisa dinyatakan makruh”. Nah, jika hukum makruh saja tidak bisa ditetapkan apalagi hukum haram, sebagai perwujudan dari perbuatan syirik sebagaimana yang ‘dihayal kan’ oleh madzhab Salafi (baca: Wahabi).

    Hadits diatas itu jelas menunjukkan disamping ziarah kepada Rasulallah saw. juga pengambilan barokah dari makam Rasulallah saw. Ziarah kubur dengan tujuan pengambilan barokah semacam itu tidaklah mengapa, bukan tergolong syirik ataupun bid’ah sebagaimana yang dianggap oleh kaum Wahhabi. Bila tidak demikian mengapa Abu Ayyub ra. tidak cukup beri salam dan berdo’a kepada Allah swt. tanpa di iringi dengan menempelkan wajahnya diatas pusara Nabi saw.? Dalam konteks riwayat itu juga tidak jelas di sebutkan apa penyebab teguran Marwan terhadap Abu Ayyub. Ada banyak kemungkinan di sini. Yang jelas bukan karena syirik atau bid’ah, karena kalau benar semacam itu niscaya Marwan akan tetap bersikeras melarang perbuatan Abu Ayyub tersebut. Bila orang ingin menjalankan Amar makruf nahi munkar tidak perduli siapa yang berbuat (baik itu sahabat maupun bukan sahabat) harus dicegah perbuatan munkarnya. Lalu mengapa Marwan menghentikan tegurannya ketika melihat bahwa yang melakukannya adalah Abu Ayyub?

    Adapun teguran Marwan jelas tidak bisa disamakan dengan teguran para muthowwi’ (rohaniawan Wahhabi) di sekitar tempat-tempat suci di Saudi Arabia. Karena muthowwik itu dengan jelas langsung menvonis syirik, bukan karena rasa khawatir syirik, tidak lain karena kesalahan mereka dalam memahami dan mempraktekkan kaidah Syadzudz Dzarai dan dalam menentukan tolok ukur antara Tauhid dan syirik.
    Bila apa yang dilakukan Abu Ayyub al-Anshari ?seorang sahabat besar Rasulallah? itu tergolong perbuatan syirik (sebagaimana paham kaum Wahabi) maka mungkin- kah seorang sahabat besar semacam beliau melakukan perbuatan syirik atau akan berbuat sesuatu yang mengakibatkan kekufuran atau kesyirikan? Sudah Tentu Tidak Mungkin! Beranikah golongan pengingkar menyatakan bahwa Abu Ayyub al-Anshari pelaku syirik karena tergolong penyembah kubur (quburiyuun)?

    ? Abu Darda’ dalam sebuah riwayat menyebutkan: “Suatu saat, Bilal (al-Habsyi) bermimpi bertemu dengan Rasulallah. Beliau bersabda kepada Bilal: ‘Wahai Bilal, ada apa gerangan dengan ketidak perhatianmu (jafa’)? Apakah belum datang saatnya engkau menziarahiku?’. Selepas itu, dengan perasaan sedih, Bilal segera terbangun dari tidurnya dan bergegas mengendarai tunggangannya menuju ke Madinah. Bilal mendatangi kubur Nabi sambil menangis lantas meletakkan wajahnya di atas pusara Rasul. Selang beberapa lama, Hasan dan Husein (cucu Rasulallah) datang. Bilal mendekap dan mencium keduanya”. (Tarikh Damsyiq jilid 7 halaman: 137; Usud al-Ghabah karya Ibnu Hajar jilid: 1 hal. 208; Tahdzibul Kamal jilid: 4 hal. 289, dan Siar A’lam an-Nubala’ karya Adz-Dzahabi jilid: 1 Halaman 358)

    Bilal menganggap ungkapan Rasulallah saw. dalam mimpinya sebagai teguran dari beliau saw., padahal secara dhohir beliau saw. telah wafat. Jika tidak demikian, mengapa sahabat Bilal datang jauh-jauh dari Syam menuju Madinah untuk menziarahi Rasulallah saw.? Kalau Rasulallah benar-benar telah wafat ?sebagaimana anggapan golonganpengingkar bahwa yang telah wafat itu sudah tiada? maka Bilal tidak perlu menghiraukan teguran Rasulallah itu. Apa yang dilakukan sahabat Bilal juga bisa dijadikan dalil atas ketidakbenaran paham Wahabisme –pemahaman Ibnu Taimiyah dan Muhamad bin Abdul Wahhab– tentang pelarangan bepergian untuk ziarah kubur sebagaimana yang mereka pahami tentang hadits Syaddur Rihal.
    Walaupun mimpi tak dapat dijadikan dalil untuk memecahkan hukum syariat, namun mimpi dapat dijadikan dalil sebagai manakib, sejarah dan lainnya. Misalnya mimpi orang kafir atas kebangkitan Nabi saw, maka tentunya hal itu dijadikan dalil atas kebangkitan Nabi saw. Dan masih banyak riwayat mengenai kisah mimpi para Rasul dan para sahabat Nabi saw, yang diakui oleh para imam yang meriwayatkannya, dan tidak mengingkarinya.Tentunya hal itu menjadi dalil bagi kita, tentang kebenaran riwayatnya.

    ? Mu’adz Ibnu Jabal dan Bilal (ra) datang kemakam Nabi duduk menangis dan mengusapi mukanya dengan tanah itu. (Ibnu Majah 2:1320).
    ? Ibnu Hamlah menyatakan: “Abdullah bin Umar meletakkan tangan kanannya di atas
    pusara Rasul dan Bilal pun meletakkan pipinya di atas pusara itu”. (Lihat: Wafa’ al-Wafa’ Jilid: 4 Halaman: 1405)

    ? Imam Ahmad ibn Hanbal; dalam kitab al Jami’ fi al ‘Ilal wa Ma’rifati ar-Rijal. menyatakan kebolehan menyentuh dan meletakkan tangan di atas makam Nabi Muhammad s.a.w, menyentuh mimbarnya dan mencium makam dan mimbar tersebut apabila diniatkan untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan bertabarruk.

    Atas dasar hadits-hadits tadi akhirnya as-Samhudi menyatakan dalam kitab Wafa’ al-Wafa’-nya (jilid: 1 Halaman: 544) bahwa; “Mereka (para sahabat) dan selainnya (Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in) sering mengambil tanah dari pusara Rasulallah. Aisyah (ummul mukminin) ra. membangunnya dan menutup pusara itu dengan terali. Dikatakan: ‘Ditutup olehnya (Aisyah) karena menghindari habisnya tanah pusara dan kerusakan bangunan di atasnya’ ”.

    Antar Para Sahabat pun Saling Bertabarruk:
    ? Imam an-Nawawi dalam kitab “al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab” (jilid 5 hal. 68) dalam Kitabus-Shalat dan dalam Babus-Shalatul-Istisqo’ yang menukil riwayat bahwa Umar bin Khatab telah meminta do’a hujan melalui ‘Abbas (paman Rasulallah) ?sebagaimana yang telah kita kemukakan sebelumnya? dengan menyatakan: ‘Ya Allah, Dahulu jika kami tidak mendapat hujan maka kami bertawassul kepada-Mu melalui Nabi kami, lantas engkau menganugerahkan hujan kepada kami. Dan kini, kami bertawassul kepada-Mu melalui paman Nabi-Mu, maka turunkanlah hujan bagi kami. Kemudian turun lah hujan’. (Ibnu Hajar juga menyatakan bahwa; Abu Zar’ah ad-Damsyiqi juga telah menyebutkan kisah ini dalam kitab sejarahnya dengan sanad yang shahih).

    ? Dalam kitab yang sama diatas, disebutkan bahwa Muawiyah telah meminta hujan melalui Yazid bin al-Aswad dengan mengucapkan: “Ya Allah, kami telah meminta hujan melalui pribadi yang paling baik dan utama di antara kami (sahabat, red). ‘Ya Allah, kami meminta hujan melalui diri Yazid bin al-Aswad. Wahai Yazid, angkatlah kedua tanganmu kepada Allah’. Ia mengangkat kedua tangannya diikuti oleh segenap orang (yang berada disekitarnya). Maka mereka dianugerahi hujan sebelum orang-orang kembali ke rumah masing-masing”.

    ? Ibnu Hajar dalam kitab ‘Fathul Bari’ (Syarah kitab Shohih al-Bukhari) pada jilid 2 halaman 399 dalam menjelaskan peristiwa permintaan hujan oleh Umar bin Khatab melalui Abbas, menyatakan: “Dapat diambil suatu pelajaran dari kisah Abbas ini yaitu, dimustahabkan (sunnah) untuk meminta hujan melalui pemilik keutamaan dan kebajikan, juga ahlul bait Nabi”.

    ? Ibnu Atsir dalam kitab ‘Usud al-Ghabah’ (Jilid: 3 Halaman: 167) dalam menjelaskan tentang pribadi [tarjamah] Abbas bin Abdul Mutthalib pada nomor ke-2797 menyatakan: “Sewaktu orang-orang dianugerahi hujan, mereka berebut untuk menyentuhi Abbas dan mengatakan: ‘Selamat atasmu wahai penurun hujan untuk Haramain’. Saat itu para sahabat mengetahui, betapa keutamaan yang dimiliki oleh Abbas sehingga mereka mengutama- kannya dan menjadikannya sebagai rujukan dalam bermusyawarah”.

    Jenazah dan Kuburan/Pusara Ulama yang Diambil Berkah:
    ? Kuburan Bilal al-Habsyi –seorang sahabat besar dan muadzin Rasulallah– yang berada di Damaskus (Syiria) adalah salah satu dari manusia mulia kekasih Allah dan Rasul-Nya yang selalu diziarahi dan diambil berkah oleh banyak dari kaum muslimin. Bukan hanya kaum muslim awam saja yang mencari berkah darinya, namun para Waliyullah pun turut berdo’a dan mengambil berkah darinya. (Lihat: Rihlah bin Jubair halaman: 251)

    ? Kuburan Abu Ayyub al-Anshari (di Istanbul, Turki) juga termasuk yang di ambil berkahnya. Al-Hakim an-Naisaburi menjelaskan: “Mereka bertekad, menziarahi dan mencari berkah hujan jika ditimpa kekeringan.” (Lihat: al-Mustadrak ‘ala as-Shohihain jilid: 3 halaman: 518 atau Ibnu al-Jauzi dalam Shofwah al-Shofwah jilid: 1 hal. 407)

    ? Makam sahabat besar Suhaib ar-Rumi juga termasuk yang dicari berkahnya. Bahkan as-Samhudi sendiri pernah mencoba tanah kuburannya untuk mengobati demam. Begitu juga dengan kuburan Hamzah bin Abdul Mutthalib –paman Nabi dan penghulu para syahid– dimana as-Samhudi menukil ucapan az-Zarkasyi yang menyatakan: “Tanah makam Hamzah di ambili oleh orang-orang untuk pengobatan”. ( Wafa’ al-Wafa’ jilid 1 hal. 69).

    ? Salah seorang sahabat Rasulallah saw. yang bernama Abu ‘Amr Sa’ad bin Muadz al-Anshari ?yang dalam kitab Siar A’lam an-Nubala jilid 1 halaman 279 disebutkan bahwa kematiannya menyebabkan ‘Arsy goncang? kuburan- nya menjadi salah satu tempat pengambilan berkah. Disebutkan bahwa salah seorang telah mengambil tanah pekuburannya kemudian membawanya pergi. Setelah lama ternyata berubah menjadi misik. (Lihat: Wafa’ al-Wafa’ karya as-Samhudi jilid 1 halaman 115)

    ? Makam Umar bin Abdul Aziz salah seorang khalifah dari Bani Umayyah (wafat tahun 101 H) menjadi sasaran pencari berkah. Hal ini sebagaimana yang diceritakan oleh adz-Dzahabi. (Tadzkirah al-Huffadz jilid 1 hal. 339).

    ? Pusara salah seorang cucu Rasulullah yang bernama Imam Ali bin Musa ar-Ridho yang kuburannya berada di Thus juga menjadi obyek ziarah dan pencarian berkah. Abu Bakar Muhammad bin Muammal mengatakan: “Ketika kami keluar bersama Imam ahli Hadits Abu Bakar bin Khuzaimah beserta ‘Adilah Abi Ali ats-Tsaqofi yang disertai dengan beberapa orang syeikh kita yang ingin menziarahi Ali bin Musa ar-Ridho di kota Thus. Beliau mengatakan: ‘Aku melihat betapa penghormatan, kerendahan dan perendah- an dirinya –yaitu Ibnu Khuzaimah– terhadap kuburan itu hingga kami heran dibuatnya’ ”. (Tahdzib at-Tahdzib karya Ibnu Hajar al-Asqolani jilid 7 hal. 339)

    ? Abdullah bin al-Haddani yang terbunuh (syahid) pada ‘hari Tarwiyah’ di tahun 183 H juga merupakan salah seorang yang kuburannya menjadi obyek pencarian berkah kaum muslimin. Mereka mengambil tanah pekuburannya. Tanah itu ibarat misik yang kemudian mereka taburkan di baju mereka. (Lihat: Hilliyatul Auliya karya Abu Na’im al-Isbahani jilid: 2 halaman: 258 atau kitab Tahdzib at-Tahdzib karya Ibnu Hajar al-Asqoilani jilid: 5 halaman: 310)

    ? Kuburan Ma’ruf al-Karakhi pun termasuk yang dicari berkahnya oleh kaum muslimin. Ibnu al-Jauzi dalam hal ini menyatakan: “Kuburannya terletak di Baghdad nampak menonjol dan diambil berkahnya. Ibrahim al-Harbi mengatakan: ‘Kuburan Ma’ruf adalah obat yang mujarab’ ”. (Lihat: Shofwah al-Shofwah Jilid: 2 Halaman: 324)

    ? Kuburan al-Khidr bin Nashr al-arbali (wafat tahun 567 H) seorang ahli fikih dari mazhab Syafi’i kuburannya dijadikan tempat pencarian berkah. Ibnu Katsir dalam menukil ungkapan Ibnu Khalkan mengatakan: “Kuburannya diziarahi, dan aku telah menziarahinya lebih dari sekali. Kulihat orang-orang mengerumuni kuburannya dan mencari berkah darinya”. (Lihat: al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir jilid: 12 halaman: 353)

    ? Kuburan Nuruddin Mahmud bin Zanki (wafat tahun 569 H) –beliau adalah pejuang dan penguasa negeri Syam (Lihat: al-Bidayah wa an-Nihayah Jilid: 12 Halaman: 306)- juga termasuk yang dicari berkahnya. Ibnu Katsir dalam hal ini menyatakan: “Kuburannya berada di Damaskus yang selalu diziarahi, digelayuti jendelanya, diberi minyak wangi dan dicari berkahnya setiap saat” (Lihat: al-Bidayah wa an-Nihayah Jilid: 12 Halaman: 353)

    ? Kuburan Imam al-Bukhari (pemilik kitab Shohih) pun tidak luput dari pencari berkah dari kaum muslimin. As-Subki dalam menjelaskan wafat beliau, menyatakan: “Adapun tentang tanah (kuburan), mereka telah meninggikan tanah kuburannya sehingga nampak menonjol. Sampai-sampai para penjaga tidak mampu menjaga kuburan tersebut. Kami telah melupakan diri kami sendiri, lantas kami menyerbu kuburan tersebut bersama-sama. Hingga sulit bagi kami untuk sampai kekuburan tersebut.” (Lihat: Thobaqoot as-Syafi’iyah jilid: 2 halaman: 233 atau kitab Siar A’lam an-Nubala karya adz-Dzahabi jilid: 12 halaman: 467)

    Dan masih banyak lagi kuburan lain yang menjadi pusat ziarah mau pun pencarian berkah yang terdapat di berbagai negara seperti; Irak, Syiria, Mesir, Pakistan, Yordania, Yaman, Iran, Indonesia, Malaysia, Singapore dan negara-negara lainnya. Kuburan-kuburan itu adalah pusara-pusara para kekasih Ilahi yang diperbolehkan bagi setiap muslim untuk menziarahinya dan mencari berkah darinya, berdasarkan syariat Islam yang diajarkan oleh Rasulallah melalui sahabat-sahabat mulia beliau, yang menjadi sandaran kesepakatan ulama Ahlusunnah dalam memberikan fatwa legalitas bertabarruk.

    Jika hal tersebut tetap dinyatakan oleh golongan pengingkar sebagai perbuatan ghuluw, syirik, maka apa kata mereka ketika melihat kuburan dan jenazah Ahmad bin Hanbal yang diakui,berikut ini, sebagai Imam hadits madzhab Salafisme dan jenazah Ibnu Taimiyah diperlakukan sama semacam itu oleh kelompok dari mereka sendiri?

    Ibnu Hanbal: Kuburan Imam Ahmad bin Hanbal (wafat tahun 241 H) nampak menonjol dan masyhur menjadi tujuan ziarah para penziarah dan tempat pencarian berkah. (Lihat: Mukhtashar Thabaqoot al-Hanabilah halaman: 14)

    Ibnu Taimiyah: Ibnu Katsir mengisahkan: “Dalam menghantar (tasyi’) jenazah nya orang-orang berbondong-bondong hingga iringan jenazahnya memenuhi jalanan. Semua orang menyerbunya dari segala penjuru sehingga kerumunan kian bertambah ramai. Mereka melempar sapu tangan dan sorban mereka di atas keranda guna mengambil berkah. Kayu-kayu keranda jenazah banyak yang putus akibat terlampau banyak orang yang bergelayutan. Mereka juga meminum air bekas memandikan jenazahnya untuk mencari keutamaan (tayammun)….mereka bersedia membeli sisa-sisa kayu bidara (sidir, bekas memandikan jenazah) dan membagi-baginya diantara mereka…dan bahkan dikatakan bahwa; ‘Benang yang diberi air raksa (zibaq) yang diletakkan pada jasadnya untuk menghalau kutu-kutu pun mereka beli dengan harga seratus lima puluh dirham”. (Lihat: al-Bidayah wa an-nihayah jilid: 14 hal. 136 atau pada kitab al-Kuna wa al-Alqob jilid: 1 hal.: 237).

    Jika pencari berkah dari kuburan dan dari jenazah (orang mati) adalah syirik atau bid’ah, maka penziarah kubur Imam Ahmad bin Hanbal semuanya para ahli bid’ah dan kaum musyrik. Lebih kasihan lagi pengantar jenazah Ibnu Taimiyah, betapa tidak, karena para pengantar jenazahnya berebutan untuk mengambil barokah dari keranda, minum air bekas memandikan jenazah beliau dan lain sebagainya.

    Dari riwayat-riwayat yang telah dikemukakan ini dan masih banyak riwayat yang tidak dikemukakan disini dapat kita ambil pelajaran untuk menjawab anggapan orang-orang seperti al-Jadi’ dalam kitabnya yang berjudul “At-Tabarruk; ‘Anwa’uhu wa Ahkamuhu” halaman: 261 dan as-Syatibi -dalam karyanya yang berjudul ‘al-I’tisham’ jilid 2 hal.: 9, dimana keduanya sepakat bahwa; ‘Tabarruk hanya diperbolehkan kepada diri dan peninggalan Rasulallah saja’. Hal itu karena mereka beralasan bahwa Rasulallah tidak pernah memerintahkannya. Selain itu, alasan lainnya adalah; ‘Tidak ada riwayat yang menjelaskan legalitas prilaku semacam ini’ (tabarruk kepada pribadi selain Nabi). Bahkan as-Syatibi menyatakan bahwa; ‘Barang-siapa yang melakukan hal itu maka tergolong bid’ah, sebagaimana tidak di perbolehkannya mengawini perempuan lebih dari empat’.

    Telah jelas riwayat-riwayat diatas membuktikan bahwa para Sahabat telah mengambil berkah kepada sesama sahabat yang dianggap lebih utama dari sisi ketakwaan. Entahlah mengapa al-Jadi’ dan as-Syatibi tidak pernah menemukan riwayat-riwayat semacam itu?. Lagi pula, jika bertabarruk kepada sahabat adalah bid’ah, mengapa sahabat Umar telah bertabarruk kepada Abbas? Apakah khalifah Umar telah melakukan Bid’ah, karena melakukan satu perbuatan yang Rasulallah saw. tidak pernah memerintahkan dan mencontoh kannya? Beranikah orang menvonis sahabat seperti Umar bin Khatab (khalifah kedua) sebagai ahli Bid’ah?

    Walaupun Rasulallah saw. tidak pernah memerintahkannya tetapi bukan berarti otomatis bertabarruk selain kepada beliau saw. itu sebagai amalan bid’ah, haram dan sebagainya. Mengapa justru al-Jadi dan as-Syatibi berani melarang nya?, sedangkan Rasulallah saw. sendiri tak pernah melarangnya !

    Aku sarankan para pembaca utk lebih mendetail dan menjawab apa yang ditulis oleh (LDI) bisa klik http://www.everyoneweb.com/tabarruk.
    Disitus ini menjelaskan semua komentar dari paham sekte wahabi/salafi ttg tawasul/tabarruk ,baik utk orang yang masih hidup maupun yang sdh wafat, tahlil/yasina, ziarah kubur, jawaban dan uraian para sahabat,para pakar islam mengenai ayat yang menjelaskan Allah beristiwa atau ayat2 mutasyabihaat antara lain Allah mempunyai wajah, tangan, kaki, jari dll, Wallahua’lam.

  72. fuck you….
    semua perlu bukti ,,,,cing………….
    sekarang kg ada bukti yg otentik ,,,
    REKAM DONG….
    NNN KALAU ae ngiAT MA Mata kpal sendiri baru ane PERCAYA,,,,,
    bongkar lagi berani KAGA KALO GKK BERANI BIAR SNI GUE YG BONGKAR TUH makamnya mbah suuuuuu GUSDUR LAKNATULLAHI’ALAYHI AAMIIN………………….

  73. ada link menarik nih :

    beginilah jadinya kalau kebiasaan mengkafirkan di piara, mungkin sama yang bersangkutan ( elbaadei ) dimaafkan, tetapi apakah dimaafkan oleh Allah SWT ? Bukankah ada hadits dari Nabi SAAW ? Pada waktu aktivis salafy itu mengkafirkan elbaradei, cuma ada dua pilihan, elbaradei memang kafir atau aktivis salafy itu yang kafir? sekarang terbukti elbaradei seorang muslim, maka akhirnya vonis itu jatuh ke diri aktivis salafy sendiri…

  74. Kenapa ya kita senang mengkafirkan antara golongan yang satu dengan golongan yang lain, padahal masing-masing golongan tidak ada yang dijamin kebenarannya oleh Allah atau barang kali yang kita pertentangkan oleh Allah dibenarkan semuanya.

    1. gus nura ini sepertinya Wahabi yg menyamar, he he he…. cari dukungan padahal memang yg hobby mengkafirkan itu hanya Wahabi. Saya aja baru dibilang K-A-F-I-R oleh anak Wahabi, lihat ini buktinya

        1. gus nura@

          Tentunya ajaran agama ini untuk diamalkan sebatas kekampuan, akan tetapi kalau ada yg nantang debat ya tak ada salahnya ane layani sampai sejauh kemampuan juga. Selebihnya ane serahkan kepada Allhu Robbi warobbukum al-a’la….

          Ngomong-ngomong dari kalimat Nte yg khas mereka tidak salah lagi, Nte memang Wahabi ngaku atau tidak ngaku.

      1. hehehe, bukan mas Baihaqi aja mas, tapi semua muslim yang tidak mengakui pembagian tauhidnya Wahabi. Kalau saya ambil sisi berbaik sangkanya, mungkin maksudnya kita bisa kafir kalau tidak mengakui keilahiyan, rubbubiyah dan tidak mengakui sifat dan nama Allah. Adakah seorang muslim yang seperti itu, tentu tidak ada bukan… kecuali orang munafik.

  75. klo saya nilai kedua belah pihak sangat berlebihan dlm berargument. Yang pertama sangat mudah menyalahkan org lain bahkan mudah men-takfir dan tabdi’. Padahal jika pihak yg dituduhnya tdk spt yg ia tuduhkan maka akan kembali kepada dirinya. Yang kedua juga berlebihan dlm menilai seseorang. Jangan terlalu mengkultuskan seseorang seolah org tsb benar semua dan tdk ada salahnya. Gus Dur juga manusia yg tdk luput dari salah. Siapa yg membela mati2an Ahmadiyah? Siapa yg membela goyang ngebornya Inul? Siapa yg bilang Al-Qur’an adalah kitab suci paling porno sedunia? itulah Gus Dur. Karenanya kita gunakan kacamata yg netral saja dalam beragama. Jangan mudah takfir org lain dan jngan terlalu juga dalam menghormati seseorang. Baik buruknya org yang menilai adalah Allah.

    1. @abinayla, Gus Dur juga manusia yg tdk luput dari salah. anda benar…. tapi mungkin kita bisa memberikan prasangka yang baik kepada apa yang dituduhkan kepada beliau dan saya sudah menemukan jawababnnya setelah saya cross chek terhadap berita dan pembelaan pengikut serta takwil saya terhadap perbuatan dan pernyataan gus dur.

      Siapa yg membela mati2an Ahmadiyah? Yang dibela Gus Dur bukanlah ajaran Ahmadiyah, tetapi Gus Dur berusaha membela hak-hak pengikut Ahmadiyah sebagai seorang manusia agar tidak dianiaya dan dizhalimi oleh orang-orang atas nama agama.
      Siapa yg membela goyang ngebornya Inul? Gus Dur tidaklah menghalalkan goyang ngebor hanya Gus Dur meminta orang-orang yang menghujat Inul bersikap adil.
      Siapa yg bilang Al-Qur’an adalah kitab suci paling porno sedunia? Gus Dur tidak mengatakan begitu, ucapan Gus Dur itu dipotong-potong, maksudnya adalah, bila otak manusia itu udah ngeres (berpikiran jorok) maka Al Quran pun bisa dibilang Kitab suci yang porno karena disitu ada ayat tentang menyusui dan bidadari misalnya.

      Demikian saudaraku, mungkin sikap saya subjektif, tapi daripada kita salah menilai seseorang apalagi ulama, maka berprasangka baik itu jelas lebih baik.

      1. @Dianth,
        Saya sangat sependapat, jika ucapan seorang Gus Dur hanya dipahami secara parsial, tidak utuh, maka yang ada adalah kesalahpahaman seperti bbrp hal yang disebutkan tadi. Dalam hal ini, pelajaran yang bisa dipetik adalah jika ucapan seorang saja yang dipahami secara parsial dan tekstual bisa mengarah pada kesalahpahaman, maka bagaimana dengan firman Ilahi dan Sunnah Nabi yang Mulia dan Agung? sudah seharusnya dipahami secara utuh, dipahami asbab nuzul dan asbab wurud nya, tidak diartikan secara parsial dan tekstual semata.

      2. Dianth@

        Terima kasih atas pencerahannya tentang Gus Dur, selama ini saya juga termasuk yg salah paham dg ucapan Gus Dur. Setelah penjelasan dar Mas Dianth saya jadi tahu duduk perso’alannya.

        akeh kang apal Qur’an hadise ….(banyak yang hapal Qur’an dan haditnya)

        seneng ngafirke marang liyane ….(senang mengkafirkan kepada orang lain)

        kafire dewe dak digatekke ….(kafirnya sendiri tak dihiraukan)

        yen isih kotor ati akale 2X ….(jika masih kotor hati dan akalnya)

        GUS DUR SYI”IR TANPO WATON, mantab…. Mohon maaf Gus Dur….

  76. Ente benar akhi Dianth, kita tidak boleh boleh berprasangka negative dalam Islam terlebih lagi pada orang yang sudah wafat. Sesungguhnya saya juga Nahdliyyin yg sangat berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah Waljamaah. Dan saya sangat menentang pada pemikiran2 yang sekarang tumbuh subur di kalangn umat Islam yg dimotori generasi mudanya, yakni pemikiran yg mengusung ideologi Sepilis (Sekularisme,pluralisme dan liberalisme). Kita tdk perlu lagi membahas Gus Dur karena beliau sudah berada di alam yg berbeda dan mendapatkan balasan dari semua amal semasa beliau hidup di dunia. Secara personal saya appreciate pada beliau tapi secara pemikiran, maaf, saya sangat tdk sependapat dengan beliau dalam banyak hal yg tentunya anda sudah tahu sendiri bagaimana cara beliau berfikir. Inilah perbedaan…dan itu rahmat. Kita baru akan mengetahui baik buruknya amal seseorang nanti di akhirat….Syukron katsir….

  77. @LDI,
    tolong dong, penjelasan dan jawaban yang tegas dan jelas dari anda atas tulisanku tgl. 30 Maret 2011 pukul 3:30 am, mengenai tabarruk/tawassul| Syukron

  78. gus dur gak bener itu ya ayyuhal ikhwan !!!!!!!. ana juga berpaham ahlus sunnah wal jamaah, asy-ariyah maturidiah. kalau pengin tahu persis siapa itu gus dur, + nurcholis majid. coba antum silaturahim ke Hb Riziq Syihab, M.A; antum akan tau di mana sikap fatal atau gak benernya gus dur (atau minimal dengerin rekaman ceramah2 Hb Riziq dlm bentuk MP3 maupun VCD yg sdh banyak beredar di masyarakat). Main stream para Kiyai dan Habaib yang istiqamah dalam memegang prinsip2 tauhid ahlus sunnah wal jamaah, serta istiqamah dalam ibadahnya, tidak satupun yang menyatakan bahwa Gus Dur adalah seorang yang beres !!!!!!!!. KH Abdullah Faqih_Langitan, Hb Hamid B Abdullah Alkaf, Hb Musthofa B Abdullah Alaydrus, dan masih banyak para Habaib lainnya, serta ratusan Kiyai baik maulai dari Jawa Timur s/d DKI; tidak satu-pun yang mengatakan bahwa GUS DUR adalah seorang yang Beres !!!!!!!!

  79. mas bram@

    Mas Bram jangan adu domba sesama ASWAJA, gak akan mempan Bro. Coba sekarang cek lagi ke Habib Rizieq siapa tahu beliau tidak seperti itu lagi. Terbolak-baliknya hati adalah kekuasaan Allah semata-mata….

  80. sudah ku bilang…klo yg komentar itu wahaboy…jangan direken/ ojo digape..soalnya comment-nya ra mutu blassssss….tidak mencerdaskan…

  81. @mas bram

    Nama besar seorang ulama yang nt sebutin itu mengatakan Gus Dur ga beres bukan jaminan kebenaran apa yg dikatakan. Saya justru punya data valid dari seorang ulama ndeso yg ga tenar blas di tanah air tetapi sangat bermutu tinggi dari sisi kealiman dan kearifannya. Beliau mengatakan Gus Dur yang sebenarnya.

  82. Fenomena yg menimpa Gus Dur hanya Allah yang tau,Dalam dunia sufi ketika meninggal dikenal istilah yaitu,kering contoh dekat jasadnx firaun,bengkak seperti kebanyakan jasad yg lain dari bengkak tersebut kemudian membusuk dan dimakan cacing dan yang terakhir adalah lenyap. Tapi perlu dipahami lenyapnya jasad ketika sdh masuk lubang kubur,inilah yg dituju oleh mukmin sejati. Lenyapnya jasad untuk menghadap Illahi Rabbi.

  83. Assalamu’alaekum.
    Sungguh sangat memalukan !
    Allah tidak menyukai berbantah2an sesama sodara seiman. Kalu terus2 merasa diri paling pintar maka PERANG bisa terjadi,dan ternyata PERANG sudah dimulai.
    Ma’af sodara2ku, hanya mengingatkan Gus Dur pernah berucap ” AL- QURAN ADALAH KITAB YANG PALING PORNO ” hehehe ,ma’af sy tidak mau berdebat dengan sodara seiman tapi silahkan merenungi kata2 yg di ucapkan seorang yg bergelar kiyai macam gus dur. Direnungkan saja dengan Akal yg sehat dan jiwa yg besar.pantas kah tidakah.
    Kalo kita merasa diri plg benar ya MAKA ISLAM AKAN HANCUR DENGAN ISLAM ITU SENDIRI. INGAT! Islam tidak akan Hancur oleh kaum kafir non islam .
    Sudalah silahkan ditelaah ucapan gus dur diatas dan jangan berpikiran macam2 ke sy.
    DO’A KAN SAJA AGAR GUS DUR MENDAPAT TEMPAT YG LUAS DISISI ALLAH ,SEBAGAI MANUSIA BIASA BELIAU JUGA PASTI ADA DOSA YG TDK DISADARI. LA KITA YG MASIH HIDUP ,PANDAI2LAH MEMBAWA DIRI WALAUPUN HAFAL QU’RAN DAN HADIS TETAPI BILA TIDAK PANDAI MEN”TAWADUK”KANNYA PERCUMA SAJA to ? Subahanallah …. MARI BERDO’A BUAT KITA SEMUA SEMOGA MENDAPAT RAHMAT DAN HIDAYAH-NYA SERTA BIMBINGAN-NYA. Tidak baik berkeras2san hati sesama saudara. Bila ada yg sesat ya ajak diskusi dgn cara2 yg baik ,bila tidak bisa diajak baik2 ya harus sabar … Lain waktu diajak diskusi lg smp menunggu wkt yg tepat ,bila masih juga tdk mau diajak kompromi ya haruslah berdiskusi kp pemerintah bagaimana solusinya bubarkan atau tinggalkan saja. Gitu deh .
    Ma’af kalau ada kata2 yg tidak berkenan.
    HATI2 JUGA PADA KAUM KAFIRUN YG SUKANNYA MEMPEROPOKASI UMAT MUSLIM,SEHINGGA MEREKA SENANG BILA MUSLIM TO MUSLIM RAME .
    SALAM DAMAI. ISLAM ITU INDAH LOH !…….. JENGAN DIRUSAK KEINDAHAN ITU ……
    WASSALAM….

    1. Wa3alaikum salaam warahmatullah
      DO’A KAN SAJA AGAR GUS DUR MENDAPAT TEMPAT YG LUAS DISISI ALLAH
      Amiin

  84. Assalamu’alaikum
    Salam kenal
    Kadang-kadang kita masih bersikap seperti anak kecil yang menolak minum obat dikala sakit dengan pemahaman sepihak, bahwa obat itu pahit rasanya, tanpa mengetahui bahwa sesungguhnya dengan obat tersebut sakit dapat disembuhkan.
    Saya hanya mengingatkan saja buat teman-teman ASWAJA dan diri saya pribadi tentunya, bahwa dalam menyampaikan penjelasan-penjelasan mohon dengan niat yang tulus untuk menebarkan kasih sayang Allah, siapa tahu dengan cara ini Allah memberikan hidayah-Nya kepada hamba-hambaNya.
    Sebagaimana saya telah dipaksa untuk memahami lebih dalam ilmu-ilmu Allah dengan timbulnya fitnah-fitnah yang seperti ini.

    1. Salim,

      Bisa antum sebutkan yg mana yg antum anggap fitnah? Mudah-mudahan ane bisa memberi penjelasan lebih detailnya.

    2. @salim
      alaikumussalaam
      1. iya, coba sebutin yang mana yang fitnahnya….
      2. kalo julukan penyembah kubur, tidak bertauhid, dll itu fitnah ga ya..????

      1. He..he… salah sangka ya??
        Adanya aqidah-aqidah baru seperti trinitas tauhid, penjulukan penyembah kubur, menjustikasi seseorang dengan sebutan kafiriyun, memanipulasi (mengurangi sebagian artikel)karya-karya ulama besar yang menjadi hak ciptanya, bukankah itu fitnah?? atau saya salah dalam memahami istilah “fitnah”, mohon dikoreksi ya..
        Saya memahaminya begini saudaraku, teman-teman ASWAJA sudah begitu gemes dengan cara-cara diskusi dan gaya bahasa teman2 SAWAH begitu kan? atau saya yang salah sangka? Sehingga ketika saya menulis dengan gaya bahasa saya (yang tidak mempunyai latar belakang nyantri) menjadi agak kaget, he..he…
        Ya ndak apa-apa, makanya saya hanya semata mengingatkan untuk meluruskan niat.

        1. 1. Kalo masalah fitnah seperti aqidah baru trinitas tauhid, penjulukan penyembah kubur, menjustikasi seseorang dengan sebutan kafiriyun, memanipulasi (mengurangi sebagian artikel)karya-karya ulama besar yang menjadi hak ciptanya, ente tanya aja sama wahabi.
          2. Kalo masalah cara-cara diskusi dan gaya bahasa teman2 SAWAH, juga tanya aja sama wahabi. Mereka itu mencontoh siapa ya dalam berdakwah / berdiskusi ? Kayaknya gada contohnya dari Nabi SAAW dan golongan salaf deh… malah bertentangan, sehingga bisa dimasukkan ke bid’ah dolalah…

  85. Siapa pun Gus Dur, jangan sampai kita mengikuti apa yg lahir dari Gus Dur. Sebagaimana saya juga salah satu pengagum Al-Hallaj, tetapi saya tdk begitu saja mengikuti zhahiriyah beliau. Yang penting adalah memahami apa yg bathin dari beliau2 ini. Beliau2 ini tdk menghendaki kita utk mengikuti beliau2 secara zhahir, tetapi memahami beliau2 ini secara bathin dan rahasia2 di balik apa2 yg zhahir dari perbuatan dan perkataan beliau.

    Ada yg mengatakan bahwa hadits2 itu seperti hutan belantara yg menyesatkan. Sehingga kita tidak boleh memahami hadits2 secara serampangan. Begitu pula apa2 yg zhahir dari beliau2 ini, jangan dipahami secara tekstual saja, tetapi pahami makna yg tersembunyi dari apa2 yg zhahir. Dan ini sulit dilakukan oleh orang kebanyakan. Maka demi keamanan orang kebanyakan dikatakanlah bahwa al-Hallaj, Syaikh Sitti Jenar, dan juga Gus Dur ini sebagai sesat.

    Kalau sampai dikatakan bahwa mereka ini orang benar dihadapan khalayak umum, dikhawatirkan, mereka akan mengikuti semua perbuatan dan perkataan al-Hallaj, Gus Dur, dan Syaikh Sitti Jenar secara serampangan tanpa pemahaman yg benar. Maka akan banyak orang yg berkata, “Anal Haqq” dengan pemahaman bahwa Allah itu manunggal dengan manusia, maka hal ini bukanlah yg dimaksud oleh Al-Hallaj atau pun Syaikh Sitti Jenar.

    Syaikh Abdul Qadir Jailani pernah berkata, “Jika aku hidup pd masa Al-Hallaj, maka aku akan membelanya.” Karena beliau memahami makna perkataan al-Hallaj. Tetapi orang awam hendaknya jangan ikut2an al-Hallaj. Karena kebanyak mereka tak memahami dg benar apa itu wihdatul wujud yg benar. Saya pun mengakui Wihdatul Wujud, tetapi tidak seperti wihdatul wujud yg dipahami secara keliru oleh orang kebanyakan. Harap dipahami.

    1. Terimakasih pencerahannya Ustadz, memang kebanyakan pada salah paham tetapi ada juga yg memang cari gara-gara secara sengaja menyalah-pahami Gus Dur akibat kebencian yg membabi-buta….

  86. @artikelislami

    Betul dan setuju. Memang umat Islam di negeri ini pada umumnya sangat mudah menuduh seseorang hanya dari yg tampak lahirnya saja dan malah tidak melakukan tabayun dulu.

    Tp saya mempunyai data dan fakta yang shahih kok siapa itu Gus Dur dan juga KH. Agil Siradj yang juga saat ini banyak dituduh aneh-eneh oleh sebagian kalangan muslim Indonesia

  87. zweeta :
    Firaun jg tubuhnya masih utuh sampai sekarang tanpa dibalsam, lalu apa bedanya dengan Gusdur? Apakah Firaun juga bisa disebut wali karena tubuhnya tidak hancur? Jadi, baik buruknya seseorang itu tidak dilihat dari tubuhnya hancur atau tidak setelah di kubur tp dilihat dari apakah amalnya sesuai dengan Al-quran dan Assunah atau tidak.

    Betul..betul..

  88. Saya sependapat dg Zweta.. Firun utuh juga jazatnya …Manusia cuma bisa munghukumi dlohirnya saja .. Gusdur sering melontarkan kalimat-pendapat dll.. yg menyimpang dr islam

    1. @neri
      gusdur sering melontarkan kalimat-pendapat dll…yang menyimpang dr islam

      ==========================================================================

      islam yang seperti apa mer ?

  89. saudara2 kekasih Allah, bisalah merasa tp jangan merasa bisa. Kebenaran mutlak milik Allah, anda semua tdk pny hak atas hal tsb.

  90. hati2 klo menilai seseorang, boleh jadi orang yang anda hina itu sangat mulya di sisi Allah, tanda2 orang yang sombong salah satunya adalah merasa bahwa dirinya benar dan menganggap orang lain salah..padahal SOMBONG ITU HANYA MILIK ALLAH.. kata nabi tidak akan masuk surga orang yng dalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sekecil biji zdarroh.. masalah gus dur wali atau bukan hanya Allah yang tau.. toh gak ada yang diruginkan… Shaikh Abdul Qadir Jilani berkata, “Barangsiapa meng-kritik seorang wali, Allah akan menyebabkan (menjadikan) qalbunya layu.” makanya hati2 saudaraku.. kita ini sama2 islam.. mbok ya oo sama2 menghormati aja.. jangan sampe orang diluar islam menertawakan kita… ALLAHU AKBAR..

      1. @ sekarsidan
        ketika israel yg yahudi membantai dan menjajah palestina, pernahkah arab saudi negara panutan wahabiyun membantu saudara kita palestina ?

        setau saya dinasti saud malah berakrab ria dengan amerika dan israel, pangkalam militer amerika pun ada di saudi. itu bisa dimaklumi karena nenek moyangnya dinasti saud adalah muawiyah yang yahudi yang membantai anak cucu Rosulullah alias nenek moyang dinasti saud memang pembenci Nabi, itu diteruskan sampai sekaran.

  91. apakah mnolak UU anti pornografi pantas diucapkan oleh seorang tokoh agama?
    trus juga menghina al Qur’an sebagai kitab suci terporno di dunia?
    apakah ini tokoh agama yang harus kita teladani…
    trus reaksi antum semua, kitab suci antum dhina bagaimana?
    trus apa yang akan kita katakan kepada anak2 kita klo seorang tokoh ulama mendukung pornografi?

    1. @ifan

      Makanya jangan jadi korban media mas, ane dapat penjelasan langsung dari orang terdekat Gus Dur bahwa banyak ucapan Gus Dur dipelintir media sehingga menjadi opini jelek di publik.

  92. saudaraku.. bukankah kita diajarin untuk tetap khusnuzdon sesama mahkluk Allah…
    saya masih belum yakin apa yang dituduhkan seorang tokoh agama seperti gus dur. yang sangat mendasari ialah gusdur merupakan tokoh organisasi agama yang sangat berpengaruh dan terbesar di Indonesia… masak iyaa se orang gusdur tidak tau mana yang halal mana yang haram, mana yang baik untu kemaslahatan umat mana yang enggak,,, kok rasanya tidak mungkin.. apa kitanya yng memang tingkat keilmuannya masih kurang sehingga kita kurang bisa menterjemahkan kata2 ISYAROH yang dikeluarkan oleh gusdur.. APAKAH Harusnya kita bisa mengaca terhadap apa yang telah terjadi pada Nabi Muasa as, yakni pertemuan antara Nabi Musa dan Nabi Khidir yang akhirnya mereka berpisah gara-gara Nabi Musa tidak bisa memahami apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir, selain itu Nabi Musa juga tidak sabar akan hal-hal yang dirasa janggal dan aneh, wallahu a’lam… sadaraku yang se islam AYO BERSATULAH.. bagi yang suka tahlil dll silahkan monggo, bagi yang gk suka ya silahkan sama2 menghormati..semuanya punya dasar keyakinan masing-masing,.. karna PERBEDAAN ITU SUATU RAHMAT..BERSATULAH SAUDARAKU..

  93. assalamualaikum…

    mudah2an kita dlm menilai/mengomentari sesuatu tak seperti apa yg di ada di tembang di atas :

    gur pinter ndongeng nulis lan moco ….(cuma/hanya pandai bercerita, menulis dan membaca)
    tembe mburine bakal sengsoro 2X ….(esok hari bakal sengsara)

    wassalamualaikum…

      1. tak lupa dalam pelaksanaan amalan syariat agama kita…yang wajib dan sunnah,dan istiqomah dalam pelaksanaan nya,yg lainnya..seiring waktu berjalan dengan keistiqomahannya…

  94. Salam.
    Seru nih,,
    Sy mau kasih koment buat AhmadSyahidCs (Aswaja).: Kata2 anda kasar,bahkan Rajasinga(siphilis) anda sematkan pada LDI,. Sebelumnya kalimat2 yg mencemooh AS lontarkan pd LDI,.Kata2 spt itu tidak mencerminkan kebeningan jiwa anda, hati anda telah terkotori dg KEBENCIAN thd kaum WAHABI.Bukankah Muhammad mengajarkan dlm berdebat dg cara yg lembut/baik2??? Muhammad telah meletakkan dasar dan memberi contoh yg baik,kok kalian gak memakai, sementara anda mengaku Umatnya Muhammad??? Contoh dong Muhammad,dia manusia Agung yg pernah terlahir di dunia ini, jangan mencontoh yg lain kalau memang anda mengaku pengikutnya. Andai menurut anda kaum Wahabi menyimpang,maka luruskan dg cara yg diajarkan Muhammad :baik,halus,lembut,bukan spt itu. Anda membuang waktu dan pikiran hanya krn anda tdk spaham. Kalau lawan debat berbicara dg santun,ya jawablah dg santun spt yg di contohkan Rosul,. Anda lebih kasar dr LDI, bahkan anda terkesan Kampungan dan kaya Preman. Sy yg Atheis saja mengakui Muhammad manusia terhebat yg pernah lahir dimuka bumi kok,cuma sy tdk sepaham ttg Ketuhanan.Ttp ajaran Islam (yg diajarkan Muhhamad)menurut sy adalah yg terbaik dibandingkan dg ajaran agama yg lain.
    COBA APAKAH TDK LEBIH BAIK ILMU2 KEAGAMAAN KALIAN,KALIAN MANFAATKAN UNTUK MENANGKIS TUDUHAN DAN FITNAH KAUM KRISTEN DI BLOG2 YG MAKIN BERTEBARAN MENGHINA DAN MEMFITNAH ISLAM DAN RASULNYA??? Agama kalian diobok-obok oleh kaum kafir (yg ini bener2 kafir/Non Muslim yg membenci anda2),eh kalian malah sibuk berantem sesama Muslim. Mana perkaranya itu2 aja. Liat dong skala prioritas,mana yg hrs didahulukan,.
    Skian dulu JANGAN SALING BERANTEM LG, YG PUNYA SORGA ITU ALLAH KALIAN,BUKAN KALIAN, ISTIGHFAR DAN MINTA PETUNJUK,SEBAB BLM TENTU KALIAN BENAR MENURUT ALLAH KALIAN.
    Salam.
    (Kpd: Aswaja & wahabi : doakan smoga hati sy terbuka untuk menjadi Muslim)

  95. @atheis, ini masalah essensial (tauhid) harus diluruskan, nggak kebalik tuh??? ente udh berani mencelah orang, Aswaja telah diajarkan oleh guru2 untuk bersopan santun terhadap kaum muslimin, dan tegas terhadap kaum kafir,!!!

  96. ATHEIS@

    he he he…. Nte Wahabi nyamar jadi ATHEIS, awas kebablasan jadi Atheis beneran, nyaho sendir Nte, he he ehe…

    1. tanggapan :
      saya sih prasangka baik aja… sama agama kan ga boleh lo prasangka buruk… tapi aneh ya… ada golongan yang mengaku paling ngerti agama tetapi hatinya prasangka buruk terus kepada sesama muslim… hatinya hasad …..
      masalah di baptis,masalah gus dur bela inul ngebor, dll….
      coba aja tanya dulu sama orang kristen, ritual baptis itu apa seperti itu? setahu saya, bayi yang lahir dibaptis tuh dimandikan, terus dikasih makan apa… terus dikasih nama baptis….jangan2 cuma fitnah… kaya tahlilan niru ritual hindu… eh ditanyakan ke orang hindu, kayaknya gada ritual 1 harian, 7 harian…. berarti wahabi tukang fitnah… tapi ga pernah minta maaf….masalah bela inul ngebor juga begitu… beliau kan bukannya membela kemaksiatan… beliau cuma ga suka keributan, pas ditanya apakah goyang inul mengundangan maksiat, beliau jawab, ” darimana saya tahu… saya aja belum liat, kan ga bisa liat..he..he..”

      masalah Habib Rizieq itu dimana ? beliau menghina gus dur? terus ente ngomporin aswaja ? gitu ? dasar tukang kompor, pemecah belah ummat… ente ga nyadar ya… Habib itu cuma menghina ( kata ente )… la wahabi / golongan ente malah lebih parah… mengkafirkan…. bukan cuma gus dur, ulama2 top juga dikafirkan… ngaca bos…ngaca…

    2. jo…jo…., fitnahmu itu akan membawa kesengsaraan bagi dirimu sendiri, videomu itu bukan pembaptisan, coba tanyakan pada suadara kita yang beragama kristen, apa seperti itu yang dinamakan pembaptisan, jangan keminter jo !!!

  97. Benar @ abah zahra, org hanya melihat kulit luarnya saja, adakah ulama2 Aswaja mengkafirkan sesama kaum muslimin?????

  98. @paijo
    kalo bener gusdur dibaptis, boleh tau ga nama baptisnya? kalo katolik kan nama baptisnya ditambah akhiran “US” seperti Antonius, Hendrikus, Stephanus, Xaverius, dll…. kalo Gus Dur nama baptisnya apa donk, kalo bener dibaptis, atau cuma fitnah doank seperti biasa ???

  99. @paijo:
    Itu bukan dibaptis, tapi didoai. Kan uamat Nasara katanya doa nya manjur, bisa sembuhin orang lumpuh segala, katanya..
    Sehingga dari propaganda itulah umat Nasara merasa punya kartu AS & menjadikannya lahan Kristenisasi

    Dan hal itu bukan merendahkan martabat Gus Dur, malah meruntuhkan martabat mereka.
    Nyatanya didoai segitu banyak umat Nasara, sampe datangin dari AS segala, Gus Dur g sembuh tuh.

    Sebenarnya ente bangga, karena tindakan Gus Dur itu menepis ‘kesaktian’ kaum Nasara, sehingga laju Kristenisasi tidak menggila.

    Kok mikirnya jauh amat, sampe katain Gus Dur yg tidak-tidak.
    Mikir itu yg simpel aja, tapi dalam, tepat, dan mengena.
    GITU AJA KOK REPOT ^_^

  100. emang paidjo ga bisa mikir ! bisanya hanya terima doktrin, makanya ada video spt itu dia merasa udah punya sejnjata ampuh untuk memfitnah gusdur. Apa sih yang udah dapat dilakuin sama paijo ? jangankan buat negara buat tetangganya aja belum tentu… ya ga jo ? jangan-2 kamu sama tetangga-2mu ga mau kumpul karena tetanggamu ga sepaham ama kamu ?? coba mikir dulu paijo…..

  101. @PAIJO

    Kasihan sekali nt dan sungguh kasihan sekali……hidup sekali aja di dunia kok hatimu nt penuhi dengan prasangka-prasangka buruk kepada sesama muslim/mukmin.
    Kalau hatimu penuh dengan prasangka-prasangka buruk terhadap kaum muslim lainnya, artinya dirimu itu bodoh dan hatimu memang kotor. Pantaskah hati yang kotor itu menghadap Yang Maha Suci?
    Apalagi yg nt prasangkai buruk itu ulama besar. Ane tuh 1000 persen ga percaya sama semua tuduhan kaum wahabi terhadap Gus Dur karena ane memperoleh informasi super valid mengenai Gus Dur dan Gus Dur jauh dari semua tuduhan ngawur dan gila dari kaum SAL WAH.

  102. yang baik akan jelas terlihat……………
    pun sebaliknya…………….
    orang klo sdh KADHUNG KISINAN (terlanjur malu) akan mengatakan yang jelek2…. nyadar to mas wahaby…………???? ojo kongkiren…..
    akuilah……….

  103. Becik ketitik olo ketoro, kebaikan Gus Dur suda dikenal sejak masih hidupnya, dan setelah meninggalnya pun bahkan semakin kelihatan kebaikan-kebaikannya. Kebaikan adalah amal shalih bagi orang beriman. Orang beriman itu kudu mesti harus beramal kebaikan, baik kebaikan horizontal maupun kebaikan vertikal, nah gitu lho para sedulur, paham kan? Gitu aja repot…..

  104. dari jaman rosulullah jaman waly berda’wah jgn cuma dimasjid orang udah bnyk tau apa itu kebenaran kalo perlu ke israel kegereja itu level atas brurr mau dibaptis atau dikotori hewan lagi sholat iman kudu tetap.

  105. GUSDUR PADA MASA PEMERINTAHANYA MAU MEMBUKA HUBUNGAN BILATERAL DENGAN NEGARA ISRAEL, APA ITU GA DISEBUT ANTEK-ANTEK ZIONIS.
    GUSDUR PERNAH BILANG BAHWA AL-QUR’AN ADALAH KITAB PORNO.
    SUNGGUH IRONIS SEKALI

    HANYA INI UNTUK SEKEDAR PELAJARAN BAGI KITA SEMUA.

    1. @Mas PUTRA
      anda tidk bisa langsung menuduh Gus Dur antek zionis hanya gara2 mau membuka hubungan bilateral dengan Israel….. ide Gus Dur itu hanya sebagai pancingan untuk menumbuhkan rasa Nasionalisme dan serta rasa persatuan dalam hati umat Islam, toh itu cm sekedar wacana, dan tidak mungkin akan benar2 dilakukan ……

      Tentang ucapan Gus Dur bahwa Al-Qur’an adalah Kitab Porno, anda hanya melihat dan mendengar info yang sepotong, maksud saya anda harus melihat konteks pembicaraan sewaktu seminar itu dalam masalah apa, jangan menilai dari kalimat yang sepotong2……

      Gus Dur sudah meninggal alngkah baiknya kita mendoakan beliau, semoga dosanya diampuni, diperberat amalan baiknya….. kirim faikah yuk!!!!

      ilaa arwahi Abdurrohman Wahid bin Wahid Hasyim bin Hasyim Asy’ari Al Fatihah…..

    2. membuka hubungan dengan Israel baru wacana aja, dan posisinya sebagai presiden, bukan mengeluarkan fatwa, …. diributin…. kalo Al Bani jelas…. malah menyuruh rakyat Palestina menyerahkan tanah dan negerinya ke Israel…. bahkan mengatakan rakyat Palestina kurang ilmu agama… malah menyalahkan Hamas yg membela tanah air…… udah gitu pake fatwa segala… pake dalil yang ga pas penggunaannya….

  106. Kalo mau perang mungkin kudu buka hubungan dulu soalnya kita kadang perlu pake internet buatan dia bahkan senjata buatan dia kalo perlu pergi haji pake kapal temuan dia kali..al-qur’an begitu lengkap porno artinya apa ya.lagi juga jgn cuma perang prioritasnya menyadarkan seperti cara rosulullah

  107. Jasad Fir’aun tidak hancur karena di Balsem dengan ramuan2 khusus, sebagai contoh Barus. barangkali ramuan2 untuk jasad Fir.aun itu mengandung zat tertentu yang dlm ilmu kimia disebut FORMALDEHID dengan nama dagang yang umum yaitu FORMALIN….

    lha kalo jasad Almarhum Gus Dur ya mosok diolesi disunti pake Formalin???? ya jelas tidak ….. sehingga jika sebelum dikubur jasad Almarhum Gus Dur tidak mendapatkan treatmen khusus seperti penyuntikan formalin, terus logika ilmiah mana yg bisa mengatakan itu hanya kebetulan dan sifatnya alamiah????? sedangkan secara alami jasad manusia yang telah mati akan mulai membusuk dalam waktu 2 hari….. jelas itu karena kehendak Allah SWT sebagai renungan bagi kita yang masih hidup bahwa seburuk2nya perbuatan m,anusia ketika hidup tidak bisa kita jadikan pegangan untuk menilai bahwa nantinya dia akan mati kafir atau mati su;ul khotimah …..

    umpamanya Bani Saud yang sekarang berkuasa di Saudi Arabia, mungkin buruk dimata sebagian besar umat muslim karena sangat dekat dengan zionis, bahkan dicurigai merupakan keturunan Yahudi….. tp jika Allah berkehendak, bisa saja nanti sebelum meninggal Raja saudi yang sekarang berkuasa nantinya akan pindah aqidah menjadi ASWAJA serta mengambil jalan SUFI dan menjadi Waliyullah di akhir hayatnya…….

    siapa tau?????

    1. @assabil
      tepat sekali bang, dan jika Allah berkehendak, bisa saja nanti setelah sering membaca artikel dan berdiskusi di ummati, wahabiyyin dan ustadz” nya akan meniggalkan paham wahabi dan pindah aqidah menjadi ASWAJA .

      siapa tau ?????

  108. DASAR ORANG-ORANG SEKULER.. PAHAM NASIONALIS YANG BENER-BENER DARI YAHUDI DIBELA..
    PARAH..
    INI ORANG-ORANG SEKULER YANG NGAKU-NGAKU ORANG NU

  109. sudahlah wahai saudara2 ku…mari kita bersatu padu..ingat tujuan kita untuk mengabdi kepada Allah dan menjadi khilafah di muka bumi ini..yg kini dikuasai ornag2 kafir..mari kita bangkit dan bersatu..cukuplah al-quran dan hadist rasullullah sebagai tauladan…

  110. Subhanallah,

    Sebuah kenyataan bahwa KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) adalah mantan Ketua Umum PBNU dan Presiden RI ke 4.
    Bahkan orang-orang yang amat sangat membenci dan antipati terhadap Gus Dur pun tetap menyebut nama beliau dengan sebutan “GUS” .

    itulah kalau Allah SWT berkehendak untuk meninggikan “derajat” sesorang.
    Wallohu a’lam.

  111. Kira2 setahun setelah lengser, saya mendengar sendiri dari penjelasan Gus Dur. Bahwa beliau itu mempunyai cita2 yg sangat mulia dan besar. Beliau bercita-cita ingin menjadikan umat Islam di Indonesia jaya dan disegani serta menjadi teladan di dunia.

    Sayang sekali, orang2 disekitarnya ndak paham padahal sesama muslim malah menuduh kafir dan yg lain-lain.

  112. alquran adalah kitab suci yang paling porno……
    inilah perkataan wali kita yang sangat hebat….
    hingga matipun ndak hancur jasadnya…
    heeee…heee..heee

    1. klo ngomong asal ,mungkin kupinge lg budek jd ga denger semua yg dikatakan oleh Gusdur denger pas setengah2 makanya klo nyimak itu yg bener jgn kayak anak kecil makan mentah2 yg didepanya dasar idiot

  113. derajat seorang wali hanya bisa dilihat oleh seorang yang mempunyai kewalian
    oleh sebab itu bagi yg ga setuju ya jgn komen yang aneh2 sesama muslimin jgn saling mengkafirkan ,ingat perkataan seperti itu bisa kembali kepada yg mengucapkan
    apa anda ga ngiri klo nanti mati didoakan ratusan ribu orang seperti almarhum Gusdur yg insyallah pahala setiap hari mengalir kepada beliau ,,,,..

  114. klo ngomong asal ,mungkin kupinge lg budek jd ga denger semua yg dikatakan oleh Gusdur denger pas setengah2 makanya klo nyimak itu yg bener jgn kayak anak kecil makan mentah2 yg didepanya

  115. Ane ga tertarik masalah Abdurrahman wahid alias Dur, ane ga pke Gus, karena itu sebutan mulia untuk ulama NU, Dur itu ga pantes dapat sebutan Gus.
    Orang-orang dah tau sifat Dur seperti apa. Sifatnya seperti apa sudah tau..
    Klao emang Dur itu banyak pengikutnya dah pasti dekrit presiden yg dia keluarkan pasti berhasil, kenyataannya tidak.
    Maaf tidak boleh menjelekkan org yg sudah meninggal kecuali hanya untuk pelajaran bagi umat yang akan datang.
    Wallahualam..

    1. @AUA

      Ga ngaruh ente mau panggil almarhum dengan sebutan apapun. tetap aja jutaan warga dunia menghormati beliau.
      tetap aja ente tertarik untuk membahas Gusdur, buktinya ente komentar ttg beliau. wong raja arab saudi aja tertarik ngundang Gusdur pada waktu itu. Lha ini ente yang cuma namanya aja yang ke arab-araban koq jelek”:in Gusdur…… xi xi xi…..

      Kalo ane sebagai warga negara Indonesia bangga pernah punya presiden seperti
      Ir. Soekarno dan KH Abdurrahman Wahid. Kalo ente ? ah paling ente bangganya sama raja arab saudi kaleeee……

  116. Mas Abu, “GUS” salah satu panggilan kehormatan dalam tradisi Islam Jawa Timur. Kalau di Jawa Barat, ada panggilan, “Ajengan”, “Mama”, atau “Aang”. Di NTB, ada panggilan “Tuan Guru” dsb. Semua itu semata-mata bentuk penghormatan terhadap keilmuan tokoh yang bersangkutan, dan panggilan tersebut adalah bentuk pengakuan dari masyarkat yang merasa diayomi oleh beliau-beliau. Tidak satupun dari mereka meminta untuk dipanggil seperti itu. Panggilan tersebut tidak butuh keabsahan dan pengakuan dari orang-orang yang tidak menyukainya, ya seperti mas Abu ini. Insya Allah, tanpa pengakuan pun, beliau, para Alim, para Ulama yang jasa dan pengorbanannya sudah terekam dalam benak bangsa, tidak berkurang derajatnya karena tidak diakui oleh Mas Abu dan yang sepaham dengan Mas Abu. Karena yang meninggikan dan merendahkan, hanya kehendak dan kuasa Allah SWT.

  117. gus dur diturunin bukan ama rakyat dia mampu memhancurkan berhala kepresidenan yang kebal kritik.dia berani melawan koruptor tanpa pandang bulu yang mampu menurunkan presiden jika dilawan ya kalo mau bertahan jadi presiden pelihara koruptor aja pasti banyak yang bela. keberaniannya menularkan para pemerang koruptor yang dulu masih aa uu ga tegas

  118. warisannya keberaniannya hidup sepanjang masa, kontroversinya membuat orang harus mencari kebenaran sejati.dia tidak mengatakan saya paling benar tapi tidak ada kebenaran mutlak bagi setiap individu

  119. Ngomong sama orang-orang Wahabi kok benar2 tak ada nyambung ya? Mungkin dasar keilkmuan yg berbeda, kalau Wahabi itu ilmunya dari syetan makanya hawanya panas karena memancarkan api. Lihat dan buktikan sendiri muka-muka/wajah orang Wahabi tak ada yg menyejukkan kalau dipandang, maklum hawanya panas memancarkan api di raut wajahnya.

    Nah, dari segi fisik aja kelihatan ya? Coba lihat wajah habib Nunzir, habib Umar atau Ustadz Arifin Ilham, A’a Gym dll yg bukan Wahabi, semua wajahnya sejuk menyemburatkan angin sejuk surgawi.

    Afwan… ini hanya analysa, sebaiknya wahabi tidak usah marah sama saya ya? Introspeksilah dan latihlah bibirmu untuk tersenyum, hem hm hm…

  120. Sudahlah kalian jangan saling kecam, toh yang di masalahkan sudah mati (gusdur maksudnya) dan selama ini gusdur tidak ada manfaatnya cuma bikin umat Islam marah jadi apa lagi yang mau di debatkan cari dosa saja
    lebih baik cari ilmu islam yang benar dengan dalil yang benar-benar shohih dan jangan dari katanya akhirnya seperti kerbau yang ditindik hidungnya dan ikut saja tanpa tau dalil tapi kalau diajak bicara agama seperti yang paling tahu.

    1. @fian
      wahabi slogannya kembali ke Al Qur’an dan Sunnah tapi dalil dan sunnah diputarbalikkan supaya sesuai dengan paham menyimpang wahabi serta untuk menghantam dan mengkafirkan fihak2 yang tidak sefaham dengan mereka, syaik2nya lebih diikuti dan dimuliyakan ketimbang Nabi Muhammad SAW. apa itu yang dinamakan Salafy yang mengikuti salafus shalih dan me-ngaku2 ASWAJA.

  121. Memang para pengikut Wahabi itu seperti kerbau dicucuk hidungnya, terlalu taqlid buta kepada Syaikh Albani dan kroco-kroconya. Seharusnya yg diikuti itu adalah AlQur’an dan AlSunnah, tetapi kalau Wahabi yg diikuti Syaikh-syaikhnya yg rata-rata jahil masalah agama. Makanya para pngikutnya juga rata-rata jahil, ngomong asal ngomong sehingga saya p[un ikut-ikutan gaya jahil Wahabi. Yah, buat ngimbangi kejahilan mereka , kwk kwk kwk kwk ….

  122. ha.ha.ha.lagi lagi wahabi terjebak pahamnya yaitu mengangap orang yang sudah wafat(rosulullah) harus dibuang jauh2 tak bisa menjadi contoh teladan

  123. kalo memang mungkin yang harus di buang jauh – jauh imamnya wahabi(cuma bikin umat islam marah) karena sudah tidak ada manfaatnya sesuai keyakinannya/wahabi karena gus dur lebih baik darinya bagi saya loh/ga maksa tapi tidak bagi iblis,syetan dan …(entar mungkin juga dikit lagi nongol di komentarnya hus sus keluar keluar)

  124. Sudah saatnya saya turun dari pertapaan untuk menghancurkan wahabi : ,wahabi adalah mazhab resmi diarab saudi, orang2 wahabi di indonesia pun sangat taqlid buta terhadap arab saudi, orang goblok pun tau bahwa arab saudi adalah sahabat terdekat dari amerika yang dikendalikan yahudi, sudah jelaslah disini bahwa dibelakang wahabi/salafi bercokol yahudi, wahabi/salafi tidak mengakui kewalian Gus Dur karena yahudi merasa kebakaran jenggot karena keakraban Gus Dur dengan Simon Peres, padahal Ibnu Taimiyah imam wahabi/salafi sendiri mengakui adanya wali qutb, wali afdal dan wali autad didalam kitab Majmulfatawanya, untuk wahabi/salafi buka lagi deh kitab2 imam kalian sendiri.

  125. GUSDUR ITU UDAH KAFIR,LIHAT AJA BUKTINYA TANAH AJA ENGAK MAU MENGURAY JASADNYA,KALAU ORANG YANG SOLEH TANA MAU MENGURAY JASADNYA,SEMOGAH AZAB ALLAH SELALU BERSAM GUSDUR&KELUARGANYA,AMIN

    1. @ zil
      saya percaya jasad zil nanti jika udah mati akan diterima oleh tanah, cepat mengurai dan mengeluarkan bau harum yang busuk, dan nerakapun akan menerima dengan tersenyum si zil dan semua pengikut wahabi, yang merasa paling nyunnah, paling benar dan paling islami dibandingkan semua orang islam.

    2. @zil
      Ente gak pernah baca buku hadist ya? telah banyak jasad para ulama bahkan para orangpun banyak.
      Dalam hadist shahih : “Diharamkan bumi memakan jasad para Nabi” (HR. Bukhari).
      Waullahua’alm, jasad Gus Dur, contoh yang baru (14 januari 2012) seorang istri (ibu sugiyem – 34 th) di Bondowoso jasadnya 30 tahun tidak termakan, bahkan kain kafannya masih utuh. selidik cerita : dia selalu menuruti dan taat kata suami dan tidak pernah menyakiti hati para tetangganya.
      Jadi jelas buat yang awan untuk mengkaji diri, Allah sudah memberi peringatan atas azab Kubur.

      Belajar dan Baca buku yang banyak zil, supaya ente gak keliru sama agama sendiri, apa kitab ente dah berubah jadi injil atau taurat.

    3. Masya Alloh zil dgan ucapan anda, apa anda bisa membuktikan secara nyata kalo GUS DUR & SELURUH KELUARGANYA adalah orang KAFIR?
      Apakah anda bersedia & berani disumpah dibawah AL QUR’AN & disaksikan oleh para kyai & para santri serta habaib seluruh Indonesia untuk mengatakan bahwa GUS DUR & KELUARGANYA adalah orang KAFIR?
      semoga ALLAH berkenan mengampuni dosa” anda & juga dosa” orang yang telah menuduh GUS DUR & KELUARGANYA adalah orang KAFIR

  126. Wahabi lucu ya?
    Masa’ ulama yg utuh jasadnya, dibilang gak diterima sama tanah…

    Jadi inget kuburan sahabat Rasulullah Saw yg dijamin ahli surga oleh Rasulullah Saw, tau kan Anas bin Malik Ra?
    Oleh wahabiyyun kuburan Anas bin Malik hendak dihancurkan, dipacul2…jasadnya hendak dibakar…tapi tercium bau harum dr kuburannya..yg katanya Wahabiyyun itu rekayasa setan. Akhirnya tidak jd dibongkar, tapi hendak dihancurkan dg dinamit..untungnya dinamit yg dipasang tidak mau meledak.
    Putus asa, akhirnya cuma kubahnya saja yg dihancurkan…

    Itulah pertanda orang yg shaleh dijaga jasadnya oleh Allah Swt…

    Begitu pun dg jasad Imam Nawawi Albantani yg ketika dipindahkan ternyata jasadnya masih utuh.

  127. @zil, antum telah menuduh Gusdur dan keluarganya kafir..na’udzubillah! antum harus mempertanggungjawabkan perkataan antum di akhirat kelak. kalo tuduhan itu tidak terbukti (fitnah) berarti cap kafir dan do’a itu akan berbalik pada antum. Alloh Maha Tahu..!

  128. Ralat :
    Maaf, untuk tanggapan saya di atas saya ralat, jasad sahabat Nabi Saw yg hendak diledakkan bukan Anas, melainkan Ibnu Abbas Ra.

    Mohon maaf atas kekhilafan saya.

  129. Emank Allah pernah berfirman kalo jasadnya utuh itu orang suci yang dijaga jasadnya?
    Fir’aun itu jasadnya utuh….apa fir’aun suci?

  130. Faith.. KEBENARAN HANYALAH MILIK ALLOH
    sedikit kami lampirkan keterangan yang saya COPY PASTE untuk sekedar menjadi renungan kita bersama.. betapa utuhnya jasad para sholihin dan syuhada’ serta hafidzul qur-an adalah karomah yang diberikan Alloh swt. terhadap hambanya yang sholih.. silahkan mas fait menelaahnya dengan hati ikhlas… dan kami aswaja tidak pernah mengatakan bahwa “UTUHNYA JASAD MERUPAKAN TOLOK UKUR SEBUAH KEBENARA” , kami hanya mengatakan bahwa hal itu adalah bukti kesholehan jenazah tersebut sewaktu hidup di dunia.. yang menjadi pertanyaan kami kepada mas fait adalah :
    1.DENGAN DASAR APA ANDA MENYAMAKAN KEJADIAN TERSEBUT DENGAN UTUHNYA JASAD FIRAUN KAFIR..???
    2.APAKAH ANDA MENGAKUI BAHWA QIYAS JUGA MERUPAKAN SALAH SATU SUMBER HUKUM SETELAH AL QUR-AN DAN AL HADIST???
    3.METODE QIYAS MENURUT PANDANGAN ANDA ITU BAGAIMANA??
    4.APAKAH SETIAP HAL DIJELASKAN SECARA RINCI OLEH AL QUR-AN DAN ALHADIST??
    5. AL QUR-AN ITU UNIVERSAL APA TDK??
    silahkan anda perhatikan, amati, renungkan dengan hati ikhlas..
    “Kesaksian” Bumi tidak memakan jasad para
    “Syuhada”
    Waktu terjadi banjir di madinah, kuburan 70
    orang keluarga perang uhud itu kena banjir,
    mayatnya timbul keluar, masih utuh karena
    dikubur dipasir. Sampai banjir surut, darahnya
    masih mengalir harum. Terus dikubur lagi, tapi
    sudah tidak ditandai nama nama mayat tsb,
    yang ditandai karena dikenali cuma 2, yaitu
    Hamzah karena diketahui dadanya bolong dan
    jantungnya tidak ada karena telah dimakan
    oleh hindun, badannya tinggi besar. Jasadnya
    masih berdarah, dan harum, bahkan
    tangannya masih menutup lukanya dilambung
    yang terkena tombak, yang masih keluar darah,
    walaupun sudah beberapa ribu tahun. Dan
    yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz karena
    diketahui kuping dan hidungnya terpotong-
    potong karena diikat benang. Kedua orang
    inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud.
    Jadi kalau sekarang kita berziarah ke gunung
    uhud, hanya ada 2 nisan saja.
    Hadis mengatakan jasad para nabi dan rasul
    tidak dimakan oleh tanah, dan hal ini
    dibuktikan Al qur’an sebagaimana yang
    terdapat dalam kisah nabi Sulaiman AS. Nabi
    Sulaiman ketika sudah mau wafat, dia
    berpegangan kepada tongkatnya sambil
    tersenyum memandang jin yang sedang bekerja
    membangun istana Sulaiman (haikal Sulaiman),
    termasuk masjidil aqso. Setelah nabi Sulaiman
    wafat, jin-jin tersebut tidak mengetahui
    sehingga mereka bekerja terus siang dan
    malam karena merasa diperhatikan oleh nabi
    Sulaiman yang tidak bergerak-gerak sambil
    tersenyum, sampai akhirnya nabi Sulaiman
    jatuh tersungkur karena tongkatnya keropos
    dimakan oleh rayap.
    Sebagaimana yang telah kita ketahui, tongkat
    raja pasti kalau disini diserupakan dengan kayu
    jati, yang keras, atau kayu cendana, tapi kalau
    disana namanya kayu Kokaa, keistimewaannya
    karena mampu untuk menahan serangan dari
    sihir. Allah meletakkan barokah dimana Allah
    mau, kadang di air, kadang di kayu, dan salah
    satunya kayu kokaa seperti tongkat nabi
    Sulaiman dan tongkat nabi Musa, sehingga jin
    pun tidak berani.
    Dan hal tersebut membuktikan bahwa jasad
    nabi Sulaiman tidak busuk, karena kalau busuk,
    2 sampai 3 hari sudah bau, tapi ini berpuluh-
    puluh tahun sampai tongkatnya keropos
    dimakan rayap dan jatuh tersungkur. Setelah
    itu para jin baru tahu bahwa nabi sulaiman
    telah wafat sambil berkata, “Ah, seandainya
    kami tahu tentang hal hal yang gaib, pasti kami
    tidak akan meneruskan perintah dari nabi
    Sulaiman ini, sungguh kami terhina gara gara
    hal ini (bahwa mereka tidak mengetahui
    tentang hal yang gaib) sehingga tidak
    menyadari bahwa Nabi Sulaiman telah wafat”,
    Inilah yang menyebabkan, satu dalil yang
    shohih dari pada Al qur an, bahwa keyakinan
    kita sebagai Ahlus sunnah wal jam’ah akan
    jasad nabi dan rasul tidak hancur dimakan
    tanah dan tidak busuk. Dan hal ini bukan
    tahyul (kurafat), karena ini adalah iman yang
    shohih berdasarkan penjelasan dari Al qur an
    dan sunnah rasul, dan ada dalil dalil yang
    mendukung hal tersebut.
    Bisakah jasad kita tidak dimakan oleh tanah?,
    Bisa kalau kita sholeh, hafiz Al quran, mati
    syahid, atau kita istiqomah dalam agama
    sampai mati, “Innalladziina qoolu robbunallah
    tsummas taqoomu tatanazzalu alaihimul
    malaaikah alla takhoofu wala tahzanu, wa
    absyiruu bil jannatil latii kuntum tuu ‘aduun.”
    “sesungguhnya bagi orang orang yang telah
    mengatakan, Rob kami adalah Allah, kemudian
    mereka istiqomah didalamnya, maka kami akan
    menurunkan kepada mereka malaikat malaikat,
    tidak akan ada ketakutan dan kegelisahan pada
    diri mereka, dan kabarkanlah kepada mereka
    akan surga yang telah dijanjikan” (surah
    haamiim assajadah).
    Nabi Muhammad adalah manusia pilihan
    (mustofa), dipilih, mukhtar, dan bukan
    sembarang manusia, sebab dari sekian miliar
    manusia yang ada di bumi, beliaulah yang
    dipilih Allah untuk menjadi nabi penutup,
    khotamun nabiyyin, sayyidul anbiya’ wal
    mursaliin, penghulunya para rasul dan nabi,
    sayyidul ‘anam, sayyidul bani adam, penghulu
    seluruh manusia dari nabi adam sampai hari
    kiamat.
    Jadi Nabi Muhammad saw itu agung,
    pangkatnya tertinggi, walaupun ia sama dengan
    nabi dan rasul yang lain, “Laa nu farriqu baina
    ahadim min rusulih,..” Allah tidak membeda
    bedakan antara rasul yang satu dengan yang
    lain, tetapi Allah berhak untuk memberikan
    kelebihan antara satu rasul dengan rasul rasul
    yang lain,
    Sebuah “Kesaksian” 1.400 tahun dikubur, Jasad
    Para Syuhada tetap Utuh
    Dr Thariq As-Suwaidan dalam kasetnya yang
    berharga, “Qisshatun Nihayah”, yang dinukil
    secara langsung dari Syaikh Mahmud Ash-
    Shawaf menyebutkan peristiwa besar yang
    dialami oleh sebagian ulama dalam penguburan
    ulang sebagian sahabat yang gugur syahid di
    perang Uhud.
    Bagaimana mereka menyaksikan para sahabat
    setelah 1400 tahun berlalu, bagaimana jasad
    mereka seperti sedia kala tanpa perubahan,
    tanpa pembusukan. Sebagai bukti nyata atas
    kebenaran berita gembira dari Nabi
    Muhammad SAW kepada para syuhada, bahwa
    bumi tidak memakan jasad mereka.
    Berikut adalah sebagian dari kaset pembicaraan
    Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa
    tersebut.
    “Syaikh Mahmud Ash-Shawaf telah
    menyampaikan kepada kami bahwa dia adalah
    salah seorang yang diundang dari kalangan
    ulama besar untuk pemakaman ulang para
    sahabat yang gugur syahid di perang Uhud di
    kompleks kuburan syuhada Uhud, pekuburan
    yang terkenal. Karena diterjang banjir, maka
    sebagian jasadnya muncul ke permukaan. Para
    ulama diundang untuk mengubur ulang para
    sahabat tersebut.
    Beliau berkata” Di antara orang yang aku
    kuburkan adalah Hamzah, badannya besar,
    kedua telinga dan hidungnya terpotong,
    perutnya terbelah, dia meletakkan tangannya
    diatas perutnya. Ketika kami menggerakkannya
    dan mengangkat tangannya, darahnya
    mengalir. Aku menguburkannya bersama
    sahabat-sahabat lainnya yang gugur syahid di
    Uhud.”
    Dr Thariq As-suwaidan berkata,” ini adalah
    perkara yang terbukti secara mutawatir dan
    dengan mata kepala. Semoga Allah
    menyampaikan kita semua ke derajat para
    syuhada. Syaikh Mahmud telah menyampaikan
    kepada kami tentang aroma harum misk yang
    berasal darinya ketika darah mengalir dari
    jasad Hamzah.”
    Subhanallah, setelah 1400 tahun lebih, betapa
    agungnya Engkau ya Allah. Alangkah besarnya
    kekuasaan-Mu, Maha suci Engkau. Betapa
    utamanya, betapa mulianya, Allah
    memberikannya kepada para syuhada. Jika
    seperti itu kemuliaan jasadnya yang terpendam
    di perut bumi yang tak seorangpun melihatnya,
    lalu bagaimanakah dengan kemuliannya di
    surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
    Selamat bagi yang telah melihat sahabat mulia
    ini, Hamzah bin Abdul Mutthalib paman
    Rasulullah SAW.
    Pertanyaan : Benarkah jasad Rasul tidak
    hancur ?
    Jawab: Pernah terjadi pada zaman Sultan
    Sholahuddin Al Ayyubi, ketika perang Salib,
    orang Kristen mengirim 2 orang anggotanya
    yang berwajah seperti orang Arab, datang ke
    Madinah dan tinggal serta bergaul dengan
    orang-orang Madinah. Dan pada suatu hari,
    sang Penguasa Madinah bermimpi bahwa telah
    datang Rasulullah kepadanya dan meminta
    kepadanya untuk menyelamatkan jasad beliau
    dari 2 orang yang ditunjukkan wajahnya.
    Setelah mimpi tersebut berkali kali dialaminya,
    akhirnya beliau memanggil seluruh warga
    Madinah untuk berkumpul dan bersalaman
    kepadanya satu persatu.
    Akhirnya setelah diketahui, kedua orang
    tersebut ternyata telah membuat suatu
    terowongan yang mengarah ke makam Nabi
    Muhammad dan berencana untuk mencuri
    jasad beliau karena mereka berkeyakinan kalau
    jasad Nabi tidak hancur dan setelah jasad
    tesebut dicuri oleh mereka, maka pasukan
    Islam akan menyerah. Setelah diketahui hal
    tersebut, maka kedua orang Kristen itu
    akhirnya dihukum pancung, dan Raja Mesir
    waktu itu menyuruh pemerintah Madinah
    untuk membuat batasan berupa campuran
    beton dan perunggu jauh kedalam tanah untuk
    melindungi jasad Nabi Muhammad dan
    keempat sahabatnya dari pencurian.
    Ust.Tengku Zulkarnaen

  131. Saudara kaum Muslimin & Muslimat semuanya.
    Mari kita berhenti untuk saling menghujat, aku benar dan kamu salah.
    Sesungguhnya kebenaran yang mutlak hanya pada Allah semata.
    Jika kita mengatakan si A Kafir tapi bilamana dimata Allah si A ternyata orang yang shaleh, maka kitalah yang akan menjadi Kafir dimata Allah.
    Mohon lebih berhati – hati.
    Islam tidak akan mampu ditumbangkan oleh bangsa manapun, agama manapun kecuali dari Islam itu sendiri.
    Wassalam,
    Deddy Suryana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker