Berita Timur Tengah

GP Ansor Tolak Deklarasi Anti Syiah di Purwakarta

GP Ansor Tolak Deklarasi Anti Syiah di Purwakarta Karena Berpotensi Munculnya Konflik Timur Tengah di purwakarta

Ancaman potensi konflik yang timbul dari gerakan Anti Syiah. Tidak hanya sekedar soal gerakan keagamaan. Konflik Timur Tengah seharusnya menjadi pelajaran karena dipicu oleh hembusan yang kencang Anti Syiah.

Islam-Institute, PURWOKARTA – Gerakan Pemuda (GP) Anshor Purwakarta meminta Polres Purwakarta agar tidak mengeluarkan izin digelarnya deklarasi anti-syiah di Purwakarta, yang rencananya akan digelar pada Jumat (13/11/2015).

Ketua GP Anshor Purwakarta Anwar Nasihin mengatakan, konflik syiah – sunni merupakan konflik Timur Tengah. Konflik Syiah – Sunni di Timur Tengah telah menewaskan ratusan ribu umat Islam dan menghancurkan kota-kota di Suriah, Irak dan lainnya. Dengan digelarnya deklarasi itu di Purwakarta, sama saja dengan menghadirkan konflik Timur Tengah di Purwakarta.

BACA :  NU Deklarasikan GP Ansor Najd, Tempat Munculnya Wahabi Salafi

“Maka dari itu, GP Anshor Purwakarta menilai, polisi harus mengkaji apakah layak izin itu dikeluarkan untuk deklarasi anti Syiah,” ujar Anwar Nasihin di Purwakarta, Minggu (8/11/2015).

banner gif 160 600 b - GP Ansor Tolak Deklarasi Anti Syiah di Purwakarta

Apalagi, kata Anwar, telah ada surat edaran Kapolri tentang ujaran kebencian (hate spech. Dalam edaran tersebut, polisi dituntut untuk responsif pterhadap gejala-gejala yang berpotensi menimbulkan tindak pidana ujaran kebencian.

BACA :  Untuk Bebaskan 10 Sandra WNI, GP Ansor Siap Ke Filipina

“Dan di Perbup Nomor 70 Tahun 2015 Tentang Desa Berbudaya juga mengatur soal larangan ceramah yang profokatif,” ujar Anwar.

Ia memahami fenomena gerakan anti-syiah ini menyangkut soal pemahaman umat Islam terhadap keyakinannya terhadap Tuhan.

“Kami menganggap soal keyakinan itu sudah urusan masing-masing. Karenanya, tidak ada satu komunitas pun yang berhak menentukan komunitas lain itu sesat atau apapun,” ujarnya.

BACA :  Kekejaman ISIS Hukum Para Wanita di Mosul dengan Penjepit Besi

Selebihnya, apa yang ia sampaikan menekankan pada ancaman potensi konflik yang timbul dari gerakan Anti Syiah. Tidak hanya sekedar soal gerakan keagamaan. Konflik Timur Tengah seharusnya menjadi pelajaran karena dipicu oleh hembusan yang kencang Anti Syiah.

“Gerakan ini bukan gerakan ideologis, tapi gerakan politik. Dan pertanyaannya, apa kita mau ada konflik timur tengah di tiap daerah. Dan yang pasti, ini mengancam persatuan dan kesatuan negara,” ujar dia. (AL/SFA/MM)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker