Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Suriah

Gencatan Senjata di Aleppo Taktik Licik Teroris

Gancatan senjata di Aleppo – Menlu Rusia mengatakan bahwa gencatan senjata di Aleppo adalah taktik licik kelompok teroris. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Senin mengeluhkan militan Suriah yang licik. Lavrov curiga mereka menggunakan gencatan senjata di Aleppo sebagai tak licik untuk kembali mempersenjatai dan mengumpulkan anggotanya.

Sergey Lavrov berbicara pada sebuah konferensi pers di kota Yekaterinburg bersama Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier. Dia mengatakan bahwa dia menyadari gencatan senjata di Aleppo untuk sementara memungkinkan masuknya bantuan untuk warga sipil. Yakni mereka yang masih terjebak di daerah pertempuran, TASS melaporkan.

Tapi dia juga memperingatkan bahwa gencatan senjata di Aleppo beresiko digunakan oleh militan untuk kembali mempersenjatai dan mengumpulkan anggotanya. Hal biasa terjadi sebagaimana yang telah mereka lakukan di masa lalu.

Moskow yakin bahwa militan Suriah harus menjauhkan diri dari ISIS dan Front Fatah al-Sham. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan pada hari Senin menyusul pembicaraan dengan rekannya dari Jerman.

BACA JUGA:  Oposisi Nasional Suriah: Oposisi Riyadh Sebab Gagalnya Negosiasi

“Kami percaya bahwa masih diperlukan untuk tidak mengizinkan entitas teroris internasional untuk menang di sini. Dan untuk memastikan awal negosiasi sebenarnya dan sejati antara semua pihak di Suriah,” kata Lavrov.

 

sergei lavrov - Gencatan Senjata di Aleppo Taktik Licik Teroris

 

Terkait gencatan senjata di Aleppo, diplomat top Rusia itu juga menunjukkan fakta. Bahwa ada risiko besar dalam menerbangkan bantuan kemanusiaan ke Aleppo. Dia menekankan pentingnya untuk memastikan bahwa bantuan itu tidak jatuh di tangan kelompok teroris.

“Situasi di Aleppo berubah sepanjang waktu,” kata menteri. “Kami melihat risiko yang sangat besar (untuk menerbangkan bantuan kargo kemanusiaan). Bahwa itu tidak selalu mungkin karena kondisi cuaca atau peta perang.” Kata Lavrov menggambarkan situasi gencatan senjata di Aleppo.

BACA JUGA:  Barat dan AS Berusaha Lemahkan Rusia dengan Berbagai cara

“Sementara memecahkan masalah kemanusiaan sangat penting untuk memastikan bahwa teroris tidak mendapatkan bala bantuan dalam hal senjata. Dan orang-orang bersenjata juga amunisi dengan kedok bantuan kemanusiaan,” kata Sergey Lavrov.

“Mereka yang ingin mengirimkan barang tersebut, perlu koordinasi dengan pemerintah Suriah,” kata Lavrov. Dia juga menambahkan bahwa Rusia akan “berkoordinasi dengan PBB” dalam masalah pengiriman bantuan kemanusiaan.

Berharap ‘berkat’ dari gencatan senjata di Aleppo

Sergey Lavrov mengakui bahwa Gencatan Senjata di Aleppo untuk kemanusiaan tiga jam tidak cukup. Gencatan senjata 3 jam yang telah terjadi setiap hari di Aleppo tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga sipil yang terperangkap.

“Tentu saja, itu tidak cukup,” Lavrov setuju. “Untuk membuat jeda ini, kita perlu menyelesaikan semua isu yang beredar. Kami sepakat dengan Amerika Serikat di masa lalu untuk menyatakan 72 jam ‘masa tenang’ yang sedikit memperbaiki situasi kemanusiaan. Tapi jeda ini menjadikan jumlah kelompok teroris semakin membengkak hingga mencapai 7.000 lebih, serta senjata dan amunisi.”

BACA JUGA:  Bashar al-Assad: Tanah Air Ini Milik Kita, Membelanya Adalah Tugas Kita

Lavrov menambahkan bahwa Rusia berharap situasi warga sipil di Aleppo membaik. Meskipun gencatan Senjata di Aleppo hanya 3 jam setiap hari. Diharapkan bisa memperbaiki situasi kurang pangan bagi warga sipil di Aleppo.

“Kami berharap partisipasi Rusia dan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Dan tidak hanya Barat, tetapi juga negara-negara di kawasan. Berpartisipasi dengan PBB untuk meringankan kondisi kehidupan penduduk sipil,” kata menteri Rusia itu.

Walaupun curiga gencatan senjata di Aleppo adalah taktik licik kelompok teroris. Lavrov tampaknya tetap berharap akan terjadinya berbaikan situasi dan kondisi warga sipil berkat 3 jam ‘berkat’ gencatan senjata di Aleppo.

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker