Sejarah

Gelar Mayweather Dicabut, Tak Patut Menang Lawan Pac Man

Floyd Mayweather Junior VS Manny Pacquiao, Laga Tinju Terbesar dalam Sejarah Tinju ?

Islam-institute.com – 2 Mei lalu telah berlangsung duel tinjo Pro antara Floyd Mayweather Junior VS Manny Pacquiao untuk memperebutkan sabuk penyatuan gelar juara dunia kelas welter. Dalam duel tersebut akhirnya dimenangi Mayweather secara kontroversial minim kepuasan penonton alias mengecewakan.

Ya, kemenangan kontroversial Mayweather membuat semua yang menyaksikan pertandingan tersebut menjadi terheran-heran, baik mereka yang nonton via layar kaca atau pun mereka yang langsung nonton di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, .

Karena pertandingan yang disebut-sebut sebagai laga tinju terbesar dalam sejarah tinju itu menampilkan secara jelas bagaimana ‘The Money’, julukan Mayweather, selalu kabur dari serangan ‘Pac man’, julukan Pacquiao.

 

 

Benarkah Strategi Mayweather Lebih Efektif?

Bisa dikata tak ada yang menyangka aksi ‘kucing-kucingan’ The Money justru memberinya kemenangan. Padahal aksinya tersebut sangat membosankan dan menyebalkan para penonton di seluruh dunia.

Aakan tetapi, menurut mantan petinju nasional, Henki Silatang, keputusan juri yang memberi kemenangan kepada Mayweather sudah tepat. Henki mengatakan, dalam dunia tinju itu bukan hanya jual beli pukulan, melainkan diperlukan strategi untuk bisa mengalahkan lawan yang berlangsung selama ronde-ronde pertandingan.

Henki Silatang melihat dalam pertarungan yang berlangsung 12 ronde tersebut strategi Mayweather lebih efektif ketimbang Pacquiao. Karakter Mayweather yang disebutnya sebagai petinju boxer yang fokus pada pertahanan dengan sesekali menjual pukulan dinilainya lebih efisien ketimbang Pacquiao.

banner 2 2 - Gelar Mayweather Dicabut, Tak Patut Menang Lawan Pac Man

Gelar Mayweather Dicabut

Akhirnya kemenangan kontroversi The Money tidak berhenti sampai di situ, baru-baru ini diberitakan bahwa Asosiasi Tinju Internasional (WBO) baru saja mencabut gelar tinjunya akibat mempunyai dua gelar dalam satu kelas.

Diberitakan koran the Guardian, Selasa, (7/7), gelar yang disandang Mayweather dicabut lantaran dia tidak memenuhi aturan yang berlaku. Gelar Mayweather lainnya seperti World Boxing Championship (WBC) dan World Boxing Association (WBA) juga terancam dicabut pada Jumat nanti. Hal itu akan dilakukan bila dia tidak mau membayar denda USD 200 ribu (RP 2,6 miliar) sebagai upah pertandingannya melawan Pacman pada 2 Mei silam.

“Komite Organisasi Kejuaraan Tinju Dunia (WBO) sebenarnya tidak memperbolehkan petinju memiliki dua gelar. Dalam kasus Mayweather, dia telah diberi waktu untuk memilih, namun dia tidak mengindahkannya. Akibatnya gelar juara kelas berat WBO dicabut karena dia tidak mematuhi aturan,” ucap WBO dalam pernyataannya, Senin lalu.

Sisi Lain Floyd Mayweather, Sombong dan Suka Pamer

Selain kontroversialnya sebagai pemenang dalam pertandingan tinju termahal dalam sepanjang sejarah, ternyata The Money kerap mendapat sorotan miring terkait sifatnya yang sombong dan suka pamer kekayaan. Majalah Forbes pada tahun 2014 menobatkannya sebagai atlet tinju terkaya sedunia, dengan nilai kekayaan tidak kurang dari Rp 1,2 triliun.

Kekayaan ini membuat Mayweather membiasakan dirinya untuk pamer. Beberapa kali ia memamerkan hartanya di situs jejaring sosial, berharap membuat siapa saja yang melihatnya merasa iri.

Koleksi harta benda terbaru milik Mayweather saat ini pun tak kalah mentereng, yaitu sebuah jet pribadi. Jet yang dipakai sebagai latar belakang dari aneka tunggangan lain miliknya itu, ditaksir berharga lebih dari Rp 200 miliar. (sumber merdeka.com)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker