FPI Tidak Terdaftar dalam Administrasi Pemprof DKI Jakarta

Jokowi Heran, Kenapa FPI Tidak Terdaftar Tapi Dibiarkan Ada di Jakarta

Berita ini adalah bagian dari fakta Indonesia. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi masyarakat ilegal di Jakarta. Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) yang mengetahui hal ini mempertanyakan pembiaran tersebut.

“Siapa yang bilang? (Kemendagri). Kenapa dibiarin?” tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/10).

FPI

Dia menambahkan, setelah dirinya menjabat sebagai presiden, maka tidak ada organisasi masyarakat yang berbuat anarkis. Sebab Jokowi siap menggebuk ormas-ormas yang merugikan.

“Kalau tindak anarkis jelas, gebuk penegakan hukum. Siapapun yang anarkis digebuk,” tegas Jokowi.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi masyarakat ilegal di Jakarta. Hal ini lantaran FPI tidak terdaftar dalam administrasi Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

“Dari koordinasi kami dengan DKI memang FPI belum terdaftar,” kata Direktur Ketahanan Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kemendagri Budi Prasetyo di Jakarta. Rabu (8/10).

Budi mengatakan hal ini dapat berdampak pada pemberian sanksi terhadap segala sesuatu yang dilakukan FPI. Sanksi tersebut diberikan oleh Pemprov DKI.

Namun demikian, Budi menyatakan FPI secara nasional merupakan organisasi legal.

“FPI pusat sudah terdaftar di Kemendagri,” ungkap dia.  (al/merdeka.com)

 

author
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "FPI Tidak Terdaftar dalam Administrasi Pemprof DKI Jakarta"