Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Arab Saudi

Foto Petir Menyambar Crane di Masjidil Haram Tidak Asli

Foto Petir Menyambar Crane di Masjidil Haram Adalah Hasil Rekayasa Photoshop

Arab Panorama mengutip keterangan pakar telematika Timur Tengah yang mengatakan bahwa foto sambaran petir itu hasil rekayasa photoshop, tidak asli.

Islam-institute.com, MEKKAH – Ibadah Haji tahun ini mengalami gangguan akibat tragedi rubuhnya alat berat crane di Masjidil Haram, Mekkah, pada Jum’at sore 17.10 (11/9/2015) waktu Arab Saudi. Sebelum tragedi rubuhnya crane ini terjadi, angin kencang dan terdengar suara petir yang menggelegar selama sekitar satu jam melanda Mekkah. Angin kencang juga telah menumbangkan banyak pohon di jalan-jalan dan membuat kaca lobi hotel pecah.

Namun yang unik dari peristiwa ini, adanya foto petir menyambar crane yang beredar, yang memperlihatkan sambaran petir pada alat berat tersebut hingga menyebabkan derek itu jatuh. Para pakar telematika pun mempertanyakan keaslian foto tersebut.

BACA JUGA:  Haji Mabrur Hanya 6 Orang dari 600 Ribu Orang Berhaji

Situs berbahasa Arab Panorama mengutip keterangan pakar telematika Timur Tengah yang mengatakan bahwa foto sambaran petir itu hasil rekayasa photoshop, tidak asli. Mungkin kita akan bertanya-tanya kenapa harus direkayasa? apa kepentingannya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini semakin menarik kita untuk mengetahui, siapa pemilik konsorsium yang memenangkan tender perluasan dan pembangunan Masjidil Haram?

Tentu, pemilik konsorsium ini yang paling bertanggung jawab atas insiden rubuhnya derek di Masjidil Haram, dan punya kepentingan untuk mengalihkan dari kesalahan prosedur keselamatan kerja kepada peristiwa alam.

Mengutip sumber Pers Saudi yang melaporkan bahwa perusahaan “Nesma” adalah salah satu perusahaan yang dimiliki Mohammed putra Raja Arab Saudi. Perusahaan Nesma adalah konsorsium yang mengambil alih tender perluasan Masjidil Haram setelah sebelumnya dipegang oleh Co Bin Laden.

BACA JUGA:  Foto Hoax Raja Salman Angkat Korban Crane Masjidil Haram

Inilah sebabnya, kenapa gambar sambaran petir beredar luas di sosial media yang menjadi penyebab jatuhnya alat berat crane. Seorang aktivis Saudi dalam akun “Twitter” nya menulis, bahwa Mohammed bin Salman telah mengintruksikan penyebaran “gambar rekayasa petir” di media maupun koran-koran Arab Saudi, untuk menunjukkan bahwa petir adalah penyebab kecelakaan itu.

Tapi kalau kita lihat video detik-detik jatuhnya crane secara teliti, maka tidak satu pun petir yang terlihat muncul dan menyambar crane hingga menyebabkannya jatuh. Sementara itu, Departemen Meteorologi telah memperingatkan tentang akan datangnya badai dan hujan lebat yang disertai angin kencang, tapi ternyata kontraktor mengabaikan hal itu.

BACA JUGA:  Kenapa Arab Saudi Rugi Milyaran Dolar Atas Boikot Iran ?

Sebelumnya pemerintah pada bulan Ramadhan teleh meminta pihak perusahaan untuk memindahkan alat berat selama pelaksanaan ibadah haji, namun pihak perusahaan menolak hal itu dengan alasan tingginya biaya transportasi.

Emir Mekkah pun mengakui adanya kesalahan dalam pemasangan crane dan kurang mengambil langkah-langkah keamanan untuk pencegahan jatuhnya crane.

Itulah sebabnya kenapa harus ada foto petir menyambar yang membuat crane rubuh dan menimpa  jamaah haji, padahal itu disebabkan oleh kesalahan perusahaan bukan peristiwa alam. Tentu ini dilakukan untuk menyelamatkan Deputi Putra Mahkota dari kecaman umat Islam sedunia.

Sebenarnya peristiwa seperti ini juga bukan pertama kalinya, sebelumnya runtuhan beton juga telah menewaskan enam orang pekerja yang berkerja pada proyek yang sama. (al/MM/Panorama/Arn)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker