Salafi Wahabi

Firanda, Fitnah dan Tipu Daya Gaya Salafi Wahabi (2)

Firanda lagi-lagi Berdusta Atas Nama Ulama, Ibnu Hajar Jadi Korban Kedustaan Firanda

Firanda sebagaimana para Wahabiyyin yang lain, bencinya kepada kuburan benar-benar sulit ditolong. Saking bencinya sampai-sampai Firanda (Wahabi)  dengan sepenuh hawa nafsunya melarang shalat di masjid yang masjid itu terdapat kuburan. Padahal masjid-masjid di Jakarta banyak terdapat kuburan di dekatnya. Dalil yang menjadi andalan mereka melarang shalat di masjid yang terdapat kuburan adalah: “Jangan jadikan kuburan sebagai masjid”.

Ujung-ujungnya  dan yang menjadi  intinya adalah mereka sangat benci kepada peziarah kubur dan menyebut para peziarah kubur itu sebagai Penyembah Kuburan. Jangankan terhadap kuburan para Sholihin, bahkan kepada kuburan Nabi Saw pun ummat Islam dilarang menziarahinya. Ziarah kubur diidentikkan dengan kesyirikan sehingga mereka dengan kejahilannya menyebut para muslim peziarah sebagai orang-orang musyrik (Penyembah Kuburan), na’udzu billah mindzaalik.

Nah di bawah ini adalah bantahan dari Ibnu Abdillah Al Katiby atas artikel Firanda yang penuh dusta tentang seputar kuburan. Yuk, kita simak dusta-dusta Firanda yang dikoreksi secara ilmiyyah oleh seorang Pembela Ajaran Islam dari Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA) ….

ustadz firanda 3 - Firanda, Fitnah dan Tipu Daya Gaya Salafi Wahabi (2)

Penipuan Firanda Terhadap Umat dan Kedangkalannya di dalam Memahami Nash Hadits dan Ucapan Para Ulama  (Bag. II)

 

Oleh: Ibnu Abdillah Al Katiby

Pada artikel sebelumnya kita sudah ketahui sedikit dari banyaknya penipuan dan kedangkalan Firanda serta penyalahgunaannya terhadap ucapan-ucapan para ulama dan hadits-hadits Nabi Saw. Kali ini kelanjutan dari penipuan dan penyalahgunaannya terhadap ucapan ulama dan hadits Nabi Saw sebagai sanggahannya kepada habib Mundzir Al-Musawa.

Firanda berkata :

Ibnu Hajar Al-Haitami (salah seorang ulama besar dari madzhab As-Syafiiah yang dikenal juga sebagai muhaqqiq madzhab setelah zaman Ar-Rofii dan An-Nawawi) telah menjelaskan bahwa pendapat yang menjadi patokan dalam madzhab As-Sayfii adalah dilarangnya membangun di atas kuburan para ulama dan sholihin.

Dalam Al-fataawaa Al-Fiqhiyah Al-Kubroo Ibnu Hajar Al-Haitami ditanya :

وما قَوْلُكُمْ فَسَّحَ اللَّهُ في مُدَّتِكُمْ وَأَعَادَ عَلَيْنَا من بَرَكَتِكُمْ في قَوْلِ الشَّيْخَيْنِ في الْجَنَائِزِ يُكْرَهُ الْبِنَاءُ على الْقَبْرِ وَقَالَا في الْوَصِيَّةِ تَجُوزُ الْوَصِيَّةُ لِعِمَارَةِ قُبُورِ الْعُلَمَاءِ وَالصَّالِحِينَ لِمَا في ذلك من الْإِحْيَاءِ بِالزِّيَارَةِ وَالتَّبَرُّكِ بها هل هذا تَنَاقُضٌ مع عِلْمِكُمْ أَنَّ الْوَصِيَّةَ لَا تَنْفُذُ بِالْمَكْرُوهِ فَإِنْ قُلْتُمْ هو تَنَاقُضٌ فما الرَّاجِحُ وَإِنْ قُلْتُمْ لَا فما الْجَمْعُ بين الْكَلَامَيْنِ؟

“Dan apa pendapat anda –semoga Allah memperpanjang umar anda dan memberikan kepada kami bagian dari keberkahanmu- tentang perkataan dua syaikh (*Ar-Rofi’I dan An-Nawawi) dalam (*bab) janaa’iz : “Dibencinya membangun di atas kuburan”, akan tetapi mereka berdua berkata dalam (*bab) wasiat : “Dibolehkannya berwasiat untuk ‘imaaroh kuburan para ulama dan solihin karena untuk menghidupkan ziaroh dan tabaaruk dengan kuburan tersebut”. Maka apakah ini merupakan bentuk kontradiksi?, padahal anda mengetahui bahwasanya wasiat tidak berlaku pada perkara yang dibenci. Jika anda mengatakan perkataan mereka berdua kontradiktif maka manakah yang roojih (*yang lebih kuat)?, dan jika anda mengatakan : “Tidak ada kontradikisi (*dalam perkataan mereka berdua)”, maka bagaimana mengkompromikan antara dua perkataan tersebut?  (Al-Fataawaa Al-Fiqhiyah Al-Kubro 2/17)

Maka Ibnu Hajr Al-Haitami Asy-Syafii rahimahullah menjawab :

الْمَنْقُولُ الْمُعْتَمَدُ كما جَزَمَ بِهِ النَّوَوِيُّ في شَرْحِ الْمُهَذَّبِ حُرْمَةُ الْبِنَاءِ في الْمَقْبَرَةِ الْمُسَبَّلَةِ فَإِنْ بُنِيَ فيها هُدِمَ وَلَا فَرْقَ في ذلك بين قُبُورِ الصَّالِحِينَ وَالْعُلَمَاءِ وَغَيْرِهِمْ وما في الْخَادِمِ مِمَّا يُخَالِفُ ذلك ضَعِيفٌ لَا يُلْتَفَتُ إلَيْهِ وَكَمْ أَنْكَرَ الْعُلَمَاءُ على بَانِي قُبَّةِ الْإِمَامِ الشَّافِعِيِّ رضي اللَّهُ عنه وَغَيْرِهَا وَكَفَى بِتَصْرِيحِهِمْ في كُتُبِهِمْ إنْكَارًا وَالْمُرَادُ بِالْمُسَبَّلَةِ كما قَالَهُ الْإِسْنَوِيُّ وَغَيْرُهُ التي اعْتَادَ أَهْلُ الْبَلَدِ الدَّفْنَ فيها أَمَّا الْمَوْقُوفَةُ وَالْمَمْلُوكَةُ بِغَيْرِ إذْنِ مَالِكِهَا فَيَحْرُمُ الْبِنَاءُ فِيهِمَا مُطْلَقًا قَطْعًا إذَا تَقَرَّرَ ذلك فَالْمَقْبَرَةُ التي ذَكَرَهَا السَّائِلُ يَحْرُمُ الْبِنَاءُ فيها وَيُهْدَمُ ما بُنِيَ فيها وَإِنْ كان على صَالِحٍ أو عَالِمٍ فَاعْتَمِدْ ذلك وَلَا تَغْتَرَّ بِمَا يُخَالِفُهُ

“Pendapat yang umum dinukil yang menjadi patokan -sebagaimana yang ditegaskan (*dipastikan) oleh An-Nawawi dalam (*Al-Majmuu’) syarh Al-Muhadzdzab- adalah diharamkannya membangun di kuburan yang musabbalah (*yaitu pekuburan umum yang lokasinya adalah milik kaum muslimin secara umum), maka jika dibangun di atas pekuburan tersebut maka dihancurkan, dan tidak ada perbedaan dalam hal ini antara kuburan sholihin dan para ulama dengan kuburan selain mereka. Dan pendapat yang terdapat di al-khoodim (*maksud Ibnu Hajar adalah sebuah kitab karya Az-Zarkasyi, Khodim Ar-Rofi’i wa Ar-Roudhoh, wallahu a’lam) yang menyelisihi hal ini maka lemah dan tidak dipandang. Betapa sering para ulama mengingkari para pembangun kubah (*di kuburan) Imam Asy-Syafii radhiallahu ‘anhu dan kubah-kubah yang lain. Dan cukuplah penegasan para ulama (*tentang dibencinya membangun di atas kuburan) dalam buku-buku mereka sebagai bentuk pengingkaran. Dan yang dimaksud dengan musabbalah –sebagaimana yang dikatakan Al-Isnawiy dan yang ulama yang lain- yaitu lokasi yang biasanya penduduk negeri pekuburan. Adapun pekuburan wakaf dan pekuburan pribadi tanpa izin pemiliknya maka diharamkan membangun di atas dua pekuburan tersebut secara mutlaq. Jika telah jelas hal ini maka pekuburan yang disebutkan oleh penanya maka diharamkan membangun di situ dan haurs dihancurkan apa yang telah dibangun, meskipun di atas (*kuburan) orang sholeh atau ulama. Jadikanlah pendapat ini sebagai patokan dan jangan terpedaya dengan pendapat yang menyelisihinya.

(al-Fataawaa al-Fiqhiyah al-Kubroo 2/17)

Jawaban :

Lagi-lagi Firanda menipu umat dengan menukil ucapan imam Ibnu Hajar al-Haitami Rahimahullah. Firanda berasumsi dan membuat kesimpulan yang salah dengan ucapan Imam Ibnu Hajar tersebut bahwa beliau melarang membangun di atas kuburan para ulama dan sholihin.

Benarkah Imam Ibnu Hajar berpendapat seperti itu ? Jawabannya sunnguh tidak sama sekali.

Mari kita simak penjelasannya :

Ketika seseorang bertanya kepada imam Ibnu Hajar tentang kesepakatan Imam Nawawi dan Imam Rafi’i terhadap kemakruhan membangun di atas kuburan namun di kesempatan lain Imam Nawawi dan Imam Rafi’i bersepakat Dibolehkannya berwasiat untuk ‘imaaroh kuburan para ulama dan solihin karena untuk menghidupkan ziaroh dan tabaaruk dengan kuburan tersebut, apakah dua ucapan ini saling kontradiksi ?

Imam Ibnu Hajar menjawab :

الْمَنْقُولُ الْمُعْتَمَدُ كما جَزَمَ بِهِ النَّوَوِيُّ في شَرْحِ الْمُهَذَّبِ حُرْمَةُ الْبِنَاءِ في الْمَقْبَرَةِ الْمُسَبَّلَةِ

“Pendapat yang umum dinukil yang menjadi patokan -sebagaimana yang ditegaskan (*dipastikan) oleh An-Nawawi dalam (*Al-Majmuu’) syarh Al-Muhadzdzab- adalah diharamkannya membangun di kuburan yang musabbalah (*yaitu pekuburan umum yang lokasinya adalah milik kaum muslimin secara umum).

Sanggahan :

Kalimat al-Maqbarah al-Musabbalah inilah yang dibuang pemahamannya oleh firanda. Ia hanya sekedar menulis dan menukil namun pemahaman yang dimaksud oleh imam Ibnu Hajar ditolaknya mentah-mentah. Maka firanda telah menyalahgunakan ucapan imam Ibnu Hajar al-Haitami.

Dalam madzhab Syafi’I Rahimahullah ada beberapa hukum membangun bangunan di maqbarah (pekuburan).

Yang pertama hukum al-bina (bangunan) di tanah kubur milik sendiri, maka hukumnya ada ulama yang mengatakan makruh dan ada juga yang berpendapat jawaz (boleh/tidak makruh).

Imam Ibnu Hajar membolehkan membangun semisal qubbah bagi kuburan orang sholeh bahkan beliau menilai itu sebuah qurbah (pendekatan diri kepada Allah).

Yang kedua hukum al-bina di pekuburan musabbalah (pekuburan yang telah dibiasakan oleh warga untuk mengubur warga setempat yang meninggal), maka hukumnya diperinci :
– Jika si mayat yang dikubur itu orang biasa, maka hukum membangun sesuatu di atas kuburan tsb adalah haram dan wajib dihancurkan.

– Jika si mayat yang dikubur itu orang sholeh, maka hokum membangun sesuatu di atas kuburan tersebut hukumnya boleh. Ada pula yang berpendapat tidak boleh dan ini dipelopori  oleh imam Nawawi dan diikuti imam Ibnu Hajar al-Haitami.

Simak penjelasan berikut ini :

banner 2 2 - Firanda, Fitnah dan Tipu Daya Gaya Salafi Wahabi (2)

Imam Nawawi berkata :
ويكره تجصيص القبر، والبناء والكتابة عليه، ولو بني في مقبرة مسبلة هدم

“ Dan dimakruhkan memplester kuburan juga makruh membuat tulisan (selain untuk nama pengenal, pent) atasnya. Dan apabila membangun suatu bangunan di pekuburan musabbalah, maka bangunan itu dihancurkan “.

(Minhaj ath-Thalibin: 1/360)

Dalam kitab yang lain imam Nawawi berkata :

قال أصحابنا رحمهم الله : ولا فرق فى البناء بين أن يبنى قبة أو بيتا أو غيرهما ، ثم ينظر فإن كانت مقبرة مسبلة حرم عليه ذلك ، قال أصحابنا ويهدم هذا البناء بلا خلاف… وإن كان القبر فى ملكه جاز بناء ما شاء مع الكراهة ولا يهدم عليه

“ Berkata sahabat-sahabat kami Rahimahumullah “ Tidak ada perbedaan di dalam bangunan antara bangunan qubbah, rumah atau selainnya. Kemudian dilihat, jika pekuburan itu pekuburan musabbalah, maka semua itu diharamkan.

(Al-Majmu’: 5/260)

Beliau juga berkata dalam kitab tahdzibnya :

ودفن فى البقيع ـ يعنى إبراهيم ابن رسول الله ـ وقبره مشهور ، عليه قبة فى أول البقيع

“ Dan dimakamnkan yakni Ibrahim putra Rasulullah Saw di pekuburan Baqi’, kuburannya masyhur dan di atasnya dibangun qubah pada saat permulaan Baqi’ “

(Tahdzib Al-Asma juz 1 hal : 116)

Asy-Syaikh Al-Faqih al-Malibari berkata :

(وكره بناء له) أي للقبر ، (أو عليه) لصحة النهي عنه بلا حاجة كخوف نبش أو حفر سبع أو هدم سيل. ومحل كراهة البناء إذا كان بملكه. فإن كان بناء نفس القبر بغير الحاجة مما مر أو نحو قبة عليه بمسبلة وهى ما اعتاده أهل البلد الدفن فيها ، عرف أصلها ومسبلها أم لا ، أو موقوفة حرم وهدم وجوبا لأنه يتأبد بعد انمحاق الميت ، ففيه تضييق على المسلمين بما لا غرض فيه.
وقال البجيرمي: واستثنى بعضهم قبور الأنبياء والشهداء والصالحين ونحوهم.

“ Makruh hukumnya membuat bangunan bagi kuburan berdasarkan Hadits Nabi Saw yang shahih, Tanpa ada keperluan seperti takut dibongkar orang, ata hewan buas atau hancur karena banjir. Letak kemakruhan membangun bangunan di atas kuburan adalah jika tanhnya milik pribadi. Jika membangun itu tanpa ada keperluan seperti yang berlalu atau semisal qubah di pekuburan musabbalah yaitu kebiasan warga mengubur mayat setempat di tanah itu baik diketahui asal dan musabbilnya atau tidak, atau pekuburan wakaf, maka hukumnya haram dan wajib dirobohkan sebab bangunan itu akan tetap ada walaupun si mayat sudah hancur sehingga menyebabkan penyempitan tempat pada warga muslim lainnya yang bangunan itu tidak ada tujuannya “

Al-Imam al-Bujairomi berkata “ Sebagian ulama mengecualikan juga pembangunan kuburan milik para nabi, syuhada, orang-orang shalih dan sejenisnya “.

(I’aanah at-Thoolibiin II/136)

Al-‘Allamah asy-Syeikh Ibrahim al-Baijuri Rahimahullah pula berkata:

فيكره البناء عليه إن كان في غير نحو المقبرة المسبلة للدفن فيها وإلا حرم سواء كان فوق الأرض أو في باطنها ، فيجب على الحاكم هدم جميع الأبنية التي في القرافة المسبلة للدفن فيها وهي التى جرت عادة أهل البلد بالفن فيها لأنه يضيق على الناس ، ولا فرق بين أن يكون البناء قبة أو بيتا أو مسجدا أو غير ذلك ، ومنه الأحجار المعروفة بالتركيبة ، نعم استثناها بعضهم للأنبياء والشهداء والصالحين ونحوهم.

“ Maka dimakruhkan membangun di atas kuburan jika di selain pekuburan musabbalah. Dan jika di pekuburan musabbalah (atau mauqufah), maka haram hukumnya, baik di atas tanahnya atau di dalamnya. Maka wajib bagi hakim untuk merubuhkan seluruh bangunan yang ada di pekuburan musabbalah, (musabbalah) yaitu kebiasaan warga setempat untuk mengubur mayat di dalamnya. (keharaman hal) karena akan membuat penyempitan tempat bagi calon mayat lainnya. Tidak ada perbedaan antara bangunan bentuk qubah, rumah, masjid atau lainnya. Di antaranya juga bangunan yang dikenal dengan susunan batu berbentuk segi empat di sekitarnya. Ya, sebagian ulama mengecualikan (artinya boleh dan tidak haram) membangun bangunan di kuburan para Nabi, syuhada, orang sholeh dan semisal mereka “.

(Hasyiyah al-Baijuri ‘ala Ibn Qasim: 1/381)

Imam Ibnu Hajar al-Haitami berkata :

( ولو بنى ) نفس القبر لغير حاجة مما مر كما هو ظاهر أو نحو تحويط أو قبة عليه خلافا لمن زعم أن المراد الثاني وهل من البناء ما اعتيد من جعل أربعة أحجار مربعة محيطة بالقبر مع لصق رأس كل منها برأس الآخر بجص محكم أو لا لأنه لا يسمى بناء عرفا والذي يتجه الأول لأن العلة السابقة من التأبيد موجودة هنا ( في مقبرة مسبلة ) وهي ما اعتاد أهل البلد الدفن فيها عرف أصلها ومسبلها أم لا ومثلها بالأولى موقوفة بل هذه أولى لحرمة البناء فيها قطعا قال الإسنوي واعترض بأن الموقوفة هي المسبلة وعكسه ويرد بأن تعريفها يدخل مواتا اعتادوا الدفن فيه فهذا يسمى مسبلا لا موقوفا فصح ما ذكره ( هدم ) وجوبا لحرمته كما في المجموع لما فيه من التضييق مع أن البناء يتأبد بعد انمحاق الميت فيحرم الناس تلك البقعة.

“ (Seandainya membangun) di atas kuburan tanpa hajat seperti yang berlalu (khawatir dicuri, atau digali binatang buas, pent) atau membuat pagar atau qubah, berbeda dengan pendapat yang mengatakan maksud adalah yang kedua, dan apakah bangunan batu segi empat yang mengelilingi kuburan juga termasuk katagori bangunan ? karena itu bukan dinamakan bangunan secara umum, namun pendapat yang dipilih adalah yang pertama (masuk kategori bangunan, pent) karena illatnya yaitu pengekalan terdapat dalam hal itu. (Di pekuburan musabbalah) yaitu apa yang ditradisikan warga setempat untuk mengubur mayat di sana walaupun musabbil dan asalnya diketahui atau tidak, semisal itu juga terutama tanah pekuburan wakaf karena keharaman membangun di dalamnya secara pasti. Al-Asnawi berbede pendapat, beliau mengatakan bahwa pekuburan wakaf juga disebut pekuburan musabbalah dan sebaliknya dan telah dating definisinya bahwa bahwa musabbalah adalah yang masuk juga tanah mawat (tak ada pemiliknya) yang dibiasakan mengubur mayat, maka ini disebut pekuburan musabbalah bukan wakaf.  Maka sah apa yang beliau sebutkan. (Maka dirobohkan) hukumnya wajib karena keharamannya sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Majmu’. Disebabkan akan mempersempit tempat bagi lainnya dan bangunan akan terus ada setelah hancurnya mayat sehingga tanah itu mencegah yang lainnya.
(Tuhfah al-Muhtaj bab Janaiz juz 3 hal : 198)

Dalam kesempatan lain di bab wasiat beliau berkata :

وإذا أوصى لجهة عامة فالشرط أن لا يكون معصية .. الى أن قال وشمل عدم المعصية القربة كبناء مسجد ولو من كافر ونحو قبة على
قبر عالم في غير مسبلة

“ Dan jika ia berwasiat secara umum, maka syaratnya adalah bukan hal yang diharamkan….(hinga beliau berkata, pent) “ Dan masuk juga perkara selain haram yaitu al-Qurbah (ibadah yang mendekatkan diri pada Allah) seperti membangun masjid walaupun dari orang kafir, juga semisal qubah di atas kuburan di pekuburan selain musabbalah “.

(Tuhfah al-Muhtaj kitab al-Washoya)

Sayyid Thahir bin Muhammad Al-Alawi mengomentari ucapan imam Ibnu Hajar tersebut sebagai berikut :

وإنما جعل ابن حجر وغيره القبة على الولي في غير المسبلة والموقوفة قربة لأن العلماء نصوا على أن تمييز العالم والصوفي حياً وميتاً مطلوب أخذا من قوله في حق نساء النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم ( يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا
يؤذين ) وقد علمت أن القبة من عصور وقرون عليهم وعلى الأنبياء ( عليهم السلام )

“ Sesungguhnya Ibnu Hajar dan selainnya menjadikan qubah bagi (kuburan) seorang wali di pekuburan selain musabbalah sebagai bentuk qurbah, karena para ulama menetapkan bahwa membedakan orang alim dan shufi baik masih hidup ataupun sudah wafat (dari yang lainnya) adalah mathlub (dituntut) mengambil hokum (qiyas) dengan firman Allah Swt mengenai para istri Nabi Saw :

يا أيها النبي قل لأزواجك وبناتك ونساء المؤمنين يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يُعرفن فلا يُؤذين

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “.
Dan kamu telah mengetahui bahwa qubah sudah ada sejak dari masa ke masa dari para wali dan para Nabi ‘alaihimu salam “.

Kesimpulan :

– Jawaban imam Ibnu Hajar al-Haitami kepada si penanya adalah berkaitan pembangunan yang ada di tanah kuburan yang musabbal (bukan milik pribadi).

– Adapun tanah kuburan milik pribadi maka beliau dan imam Nawawi serta yang lainnya menghukuminya makruh itu pun jika tidak ada hajat, jika ada hajat seperti khawatir dicuri, atau digali binatang buas atau kebanjiran, maka hukumnya boleh alias tidak makruh. Seperti yang telah dijelaskan di atas.

– Imam Nawawi dan Ibnu Hajar sepakat dibolehkannya membangun qubah di kuburan Nabi, syuhada, wali dan orang sholeh di pekuburan selain musabbalah dan mauqufah sebagaimana telah berlalu penjelesannya.

– Maka Firanda telah menyalah gunakan ucapan imam Nawawi dan imam Ibnu Hajar tentang hal ini bahwa Firanda mengklaim kedua imam tersebut melarang membangun di atas kuburan para ulama dan sholihin. Dan seolah ingin membuat kesan bahwa kedua ulama besar tersebut berpaham wahhabi.

Namun terbukti semua anggapan Firanda salah, dan saya tidak tahu mengapa Firanda berbuat demikian. Entah memang sengaja menipu umat dari maksud yang sebenarnya atau memang Firanda dangkal pikirannya di dalam memahami ucapan para ulama dan hadits-hadits Nabi Saw. Wallahu a’lam….

Bersambung….

(Ibnu Abdillah Al-Katibiy)
Kota santri, 09. 12. 2011

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

102 thoughts on “Firanda, Fitnah dan Tipu Daya Gaya Salafi Wahabi (2)”

  1. Masyaallah, ternyata Firanda itu benar2 pendusta yg mulutnya menyemburkan api neraka. Bagaimana bisa Firanda itu mempelintir 360 derajat ucapan para Ulama seperti dibongkar dalam artikel di atas. Terima kasih Mas Admin, tak lupa juga syukron katsiiir kepada penulis artikel Ustadz Ibnu Abdillah Al Katiby. Tersu berjuang membela Ahlussunnah Wal Jama’ah dari serangan Virus Wahabi yg menyesatkan Ummat Islam.

  2. Kayaknya firanda taklid sama si al bani.. yg teriak2 demo nuntut “TURBAH”/”MAQBAROH” Rosulullah Muhammmad SAW dikeluarkan dari masjid Nabawi. Baca kitab al bani « TAHDZIRUS SAJID » Innalillah.. mungkin itulah sebabya akhirnya al bani kuwalat Rosulullah shg kedoknya nulis kitab2 hanya tuk dpt real banyak… terbongkar !! Baca perseteruan al bani dg muridnya gara2 rebutan fee (honor) cetakan kitab dr penerbit..

      1. Eh. Ndul.. ente dah baca kitab2 sial bani di mktbh syamela belon? Ane dah baca hamper smuanya lho?? Mknya ente klw baca tu jgn TERJEMAH!!! Baca aslinya yg BHS ARAB.. biar nte gk dibohongi ame senior2 ULAR SAWAH..
        Eh, ente tau gak.. klw sial bani jg katakan “ istri2 nabi bs berZINA??” Inna lillaaaaaaaaaaah..
        Ane baru mw crita ja dah ngempeet ndul.. nauzubillah!! Betapa kurang-ajar n bid’ahnya sial BANI tu..tega2nya ente mash bela2in sial BANI..

  3. Firanda kok diladenin, gelarnya sih S2 tapi nalarnya masih TK, loncat cara mikirnya. Berpikirnya tidak tertib, makanya salam dalam kesimpulannya tentang masalah kuburan. Malah yg parah hasil kesimpulannya justru memfitnah ulama bahkan ajaran Islam pun jadi korban fitnah firanda.

    Syukron Mas Admin, juga Ustadz Ibnu Abdillah Al Katiby ajiiib dah ….

  4. Alhamdulillah, satu lagi kedustaan dan kejahilan Firanda terbongkar sampai sampai sejelas-jelasnya. Bagaimana seorang sarjana S2 kok jahil dalam memahami agama? Atau kesalahannya karena mengambil ilmu dan pemahaman dari sumber yg salah? Oh…. Wahabi kasihan semoga pada sadar setelah tahu kejahilan ustyadz2 Wahabi

    1. Mas Admin, Buat aja judul “Dimanakah letak Surga dan Neraka menurut Aswaja-mu”
      Sebenarnya sudah jelas sangat2 berbeda antara Wahabi dan Asy’ariyah Martudiyah atau sejenisnya dari segi Akidah utama yaitu Tauhid.
      Wahabi mengenal Tauhid mencakup Rububiyah, Ulluhiyah dan Asma’ Wa Sifat, apabila tidak ada salah satunya maka KAFIR masuk Neraka KEKAL.
      Asy’ariyah (Sufi) mengenal Tauhid Sifat 20.. atau lebih dikenal dengan istilah
      “20 IN 1” (DUA PULUH DALAM SATU).

      1. @abu umar
        ente minta aja sama firanda aja.
        Baca kitab Al Mi’raj karangan Imam Qusyairy atau Al Mi’raj karangan Imam At Tarmizi, jelas tuh disitu. atawa ente baca buku wahabi karangan -Al Bani yang judulnya Neraka tidak kekal, – Hartono jaiz judulnya : Neraka dan surga tidak kekal ?.

          1. @abu umar
            Iya, baca tuh dikitab itu, nti ente ngarti, gak nanya2 lagi surga neraka!!! atau surga neraka milik ente apa, sampai ente umpetin.

      2. ee.. kang bu mar ni komen2 kok mlh kliatan O’ON nya.. ente SAWAH kan?
        1. kata imam ente si BIN TAImiYAH..neraka tu gk kekal..
        2. diskusi ttg sifat 20 m tauhid 3in1 tu dah selesei di artikel (1).
        dua poin ni dah ane kupas tuntas di komen2 ane di artikel 1. jd jgn o’om ya… klw jd SAWAH tu yg serius..jgn SAWAH JADI2an..

      3. Abu Umar@

        Sifat 20 itu bukan tauhid, antum kok gak paham-paham sih?

        Sebagai orang Islam dan beriman sudah otomatis tertanam dalam hatinya bahwa Allah itu Rabb dan Rabb itu Allah yg memiliki sifat-sifat sebagaimana Allah mensifati diri-NYA. Nte jangan jadi orang sesat seumur hidup Abu Umar. Jadi tauhid itu tidak perlu dibag-bagi kaya kelakuan Wahabi. Kita sebagai ummat Islam sudah paham tentang tauhid, dan sifat 20 puluh itu bukan tauhid, ngarti antum sekarang? Sifat 20 itu ilmu untuk mengenal Allah, Malaikat dan Rasul2Nya agar kita paham dan mengerti sehingga benar dalam praktek bertauhid. Sehingga dg Ilmu sifat 20 kita bisa tahu secara pasti bagaimana beratauhid yg benar, tidak terjerumus dalam kemusyrikan karena tahu secara pasti batasan-batasannya. Paham antum sekarang? Kalau belum paham juga, tolong minum jus kurma dulu biar encer otaknya, biar gak beku terus.

        1. Shohih mBak Aryati, jadi sifat 20 itu bukan tauhid seperti yg dipelinitir oleh uatzdz2 Wahabi/salafy yg ditularkan ke pengikut2nya. Kasihan bener mereka ditipu mentah2 oleh ustadz2 mereka.

          Makanya mereka dg kebodohannya itu sering bertanya: Memangngnya sifat Allah cuma 20? Dikemanakan itu sifat2 yg lain?” Jelas ini pertanyaan bodoh karena tidak tahu apa itu sifat 20 yg memang jelas2 bukan sifat Allah. Mungkin mereka mengasosiasikan sifat 20 dg Asama Wa Sifat versi Wahabi. Oh, ini jelas tidak ada hubungannya dong?

          Untuk lebih jelasnya silahkan klik link ini: http://ummatipress.com/2011/06/25/aqidatul-awam-kitab-aqidah-ahlussunnah-waljamaah-bebas-virus-wahabi/

          Dan ini ana Copas sedikit dari link tsb:

          50 AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

          Oleh: Thobary Syadzily

          Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah terdiri dari 50 aqidah, di mana yang 50 aqidah ini dimasukkan ke dalam 2 kelompok besar, yaitu:

          1. Aqidah Ilahiyyah (عقيدة الهية) dan

          2. Aqidah Nubuwwiyah (عقيدة نبوية)

          Adapun Aqidah Ilahiyyah terdiri dari 41 sifat, yaitu:

          a. 20 sifat yang wajib bagi Allah swt: wujud (وجود), qidam (قدم), baqa (بقاء), mukhalafah lil hawaditsi (مخالفة للحوادث), qiyamuhu bin nafsi (قيامه بالنفس), wahdaniyyat (وحدانية), qudrat (قدرة), iradat (ارادة), ilmu (علم), hayat (حياة), sama’ (سمع), bashar (بصر), kalam (كلام), kaunuhu qadiran (كونه قديرا), kaunuhu muridan (كونه مريدا), kaunuhu ‘aliman (كونه عليما), kaunuhu hayyan (كونه حيا), kaunuhu sami’an (كونه سميعا), kaunuhu bashiran (كونه بصيرا), dan kaunuhu mutakalliman (كونه متكلما).

          b. 20 sifat yang mustahil bagi Allah swt: ‘adam (tidak ada), huduts (baru), fana’ (rusak), mumatsalah lil hawaditsi (menyerupai makhluk), ‘adamul qiyam bin nafsi (tidak berdiri sendiri), ta’addud (berbilang), ‘ajzu (lemah atau tidak mampu), karohah (terpaksa), jahlun (bodoh), maut, shamam (tuli), ‘ama (buta), bukmun (gagu), kaunuhu ‘ajizan, kaunuhu karihan, kaunuhu jahilan (كونه جاهلا), kaunuhu mayyitan (كونه ميتا), kaunuhu ashamma (كونه أصم), kaunuhu a’ma (كونه أعمى), dan kaunuhu abkam (كونه أبكم).

          c. 1 sifat yang ja’iz bagi Allah swt.

          Aqidah Nubuwwiyah terdiri dari 9 sifat, yaitu:

          a. 4 sifat yang wajib bagi para Nabi dan Rasul: siddiq (benar), tabligh (menyampaikan), Amanah, dan fathanah (cerdas).

          b. 4 sifat yang mustahil bagi para Nabi dan Rasul: kidzib (bohong), kitman (menyembunyikan), khianat, dan baladah (bodoh).

          c. 1 sifat yang ja’iz bagi para Nabi dan Rasul.

          *****

          I. DALIL-DALIL SIFAT WAJIB BAGI ALLAH SWT:

          1. Dalil sifat Wujud (Maha Ada): QS Thaha ayat 14, QS Ar-Rum ayat 8, dsb.

          2. Dalil sifat Qidam (Maha Dahulu): QS Al-Hadid ayat 3.

          3. Dalil sifat Baqa (Maha Kekal): QS Ar-Rahman ayat 27, QS Al-Qashash ayat 88.

          4. Dalil sifat Mukhalafah lil Hawaditsi (Maha Berbeda dengan Makhluk): QS Asy-Syura ayat 11, QS Al-Ikhlas ayat 4.

          5. Dalil sifat Qiyamuhu bin Nafsi (Maha Berdiri Sendiri): QS Thaha ayat 111, QS Fathir ayat 15.

          6. Dalil sifat Wahdaniyyat (Maha Tunggal / Esa): QS Az-Zumar ayat 4, QS Al-Baqarah ayat 163, QS Al-Anbiya’ ayat 22, QS Al-Mukminun ayat 91, dan QS Al-Isra’ ayat 42-43.

          7. Dalil sifat Qudrat (Maha Kuasa): QS An-Nur ayat 45, QS Fathir ayat 44.

          8. Dalil sifat Iradat (Maha Berkehendak): QS An-Nahl ayat 40, QS Al-Qashash ayat 68, QS Ali Imran ayat 26, QS Asy-Syura ayat 49-50.

          9. Dalil sifat Ilmu (Maha Mengetahui): QS Al-Mujadalah ayat 7, QS At-Thalaq ayat 12, QS Al-An’am ayat 59, dan QS Qaf ayat 16.

          10. Dalil sifat Hayat (Maha Hidup): QS Al-Furqan ayat 58, QS Ghafir ayat 65, dan QS Thaha 111.

          11 & 12. Dalil sifat Sama’ (Maha Mendengar) dan Bashar (Maha Melihat): QS Al-Mujadalah ayat 1, QS Thaha ayat 43-46.

          13. Dalil sifat Kalam (Maha Berfirman): QS An-Nisa ayat 164, QS Al-A’raf ayat 143, dan QS Asy-Syura ayat 51.

          Dua puluh sifat yang wajib bagi Allah tersebut di atas dibagi kepada 4 bagian, yaitu:

          1. Sifat Nafsiyyah. Artinya: Sifat yang tidak bisa difahami Dzat Allah tanpa adanya sifat. Sifat Nafsiyyah ini hanya satu sifat, yaitu: sifat wujud.

          2. Sifat Salbiyyah. Artinya: Sifat yang tidak pantas adanya di Dzat Allah swt. Sifat Salbiyyah ini jumlahnya ada lima sifat, yaitu: Qidam, Baqa, Mukhalafah lil Hawaditsi, Qiyamuhu bin Nafsi, dan Wahdaniyyah.

          3. Sifat Ma’ani. Artinya: Sifat yang tetap dan pantas di Dzat Allah dengan kesempurnaan-Nya. Sifat Ma’ani ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, dan Kalam.

          4. Sifat Ma’nawiyyah. Artinya: Sifat yang merupakan cabang dari sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawyyah ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Kaunuhu Qadiran, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu ‘Aliman, Kaunuhu Hayyan, Kaunuhu Sami’an, Kaunuhu Bashiran, dan Kaunuhu Mutakalliman.

          *****

          II. DALIL-DALIL SIFAT JA’IZ BAGI ALLAH

          a. QS Al-Qashash ayat 68

          b. QS Al-Imran ayat 26

          c. QS Al-Baqarah ayat 284

          CATATAN PENTING:

          Pokok-pokok Ilmu Tauhid (مبادئ علم التوحيد):

          1. Definisi Ilmu Tauhid (حده):

          Ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Sifat yang wajib bagi Allah ada 20 sifat dan sifat yang mustahil ada 20 sifat serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. Begitupula sifat yang wajib bagi para rasul ada 4 sifat (sidiq. tabligh, amanah, dan fathanah) dan sifat yang mustahil ada 4 sifat (kidzb / bohong, kitman / menyembunyikan, khianat, dan bodoh) serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. 50 sifat ini dinamakan “Aqidatul Khomsin / عقيدة الخمسين “. Artinya: Lima puluh Aqidah.

          2. Objek atau Sasaran Ilmu Tauhid (موضوعه): Dzat Allah dan sifat-sifat Allah.

          3. Pelopor atau Pencipta Ilmu Tauhid (واضعاه): Imam Abul Hasan Al-Asy’ari (260 H – 330 H / 873 M – 947 M ) dan Imam Abul Manshur Al-Mathuridi ( 238 – 333 H / 852 – 944 M ).

          4. Hukum Mempelajari Ilmu Tauhid (حكمه): Wajib ‘ain dengan dalil ijmali (global) dan wajib kifayah dengan dalil tafshili.

          5. Nama Ilmu Tauhid (اسمه): Ilmu Tauhid, Ilmu Ushuluddin, Ilmu Kalam dan Ilmu ‘Aqa’id.

          6. Hubungan Ilmu Tauhid dengan Ilmu-ilmu lain (نسبته): Asal untuk ilmu-ilmu agama dan cabang untuk ilmu selainnya.

          7. Masalah-masalah Ilmu Tauhid (مسائله): Sifat-sifat wajib, mustahil, dan ja’iz bagi Allah swt dan para Rasul-Nya.

          8. Pengambilan Ilmu Tauhid (استمداده): Diambil dari Al-Qur’an, Al-Hadits, dan akal yang sehat.

          9. Faedah Ilmu Tauhid (فائدته): Supaya sah melakukan amal-amal sholeh di dunia.

          10. Puncak Mempelajari Ilmu Tauhid (غايته): Memperoleh kebahagian, baik di dunia maupun akherat dan mendapat ridha dari Allah swt serta mendapat tempat di surga.

          Wallahu a’lam…..

  5. Ga ada fungsinya ente bahas itu.. Tauhidnya aja beda?
    Jika tauhid ente salah, mesipun ente tahlilah jutaan kali, mauludan jutaan kali, atau bahkan kekuburan jutaan kali. Sia2 tuh semua amalan.. Karena sudah jelas divonis KAFIR dan masuk neraka Kekal.

    1. ee.. kang bu mar ni komen2 kok mlh keliatan O’ON nya.. ente SAWAH kan? 1.menurut imam ente bin TAImiYAH.. neraka tu tdk kekal. jd org kafirpun gk kekal di neraka.. .
      2.SAWAH yg memvonis oRg yg mauludan dg VONIS kafir.. SAWAH itulah yg O’ON n KAFIR kwadrat.. meski menurut si taimiyah gk kekal di neraka.. krn neraka gk kekal..
      pahammm.. mknya nk jd SAWAH yg serius ..jgn SAWAH JADI2AN..

  6. yo’i.. mungkin mas dul gi safar.. safar al afkar mksudnya.. ane ingat, klw gak salah.. skali gi klw gk salah.. dlm dunia sufi ada “didikan jiwa”?”training qolbu yg di sebut hijrah. napak tilas sunnah rosul hijrah dr makkah ke madinah.. ni disebut hijroh al badan..mknya klw di teliti, kebanyakan guru sufi sll brpindah2 tmpat dlm brdakwah. klw gk bisa, ya hijrah al fikr.. sbg aplikasi dr ayat..”siiru fil ardli Fan dzurru..” jg hadist'” tafakkaru fi Kholqillah, wa la tatafakkaru fillah”..
    tuk Ikhwan wahabiyun, tentu saja qt do’ain..semoga mrk menemukan “jalan kbenaran”… amin..

  7. buat rekan-2 aswaja, saya mau tanya perhial artikel : fakta Bicara!!! Khulafurrasyidin dan Imam Syafi’i Menganjurkan Majelis Maulid Nabi Saw, disitu ditampilkan ->>> .” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii), saya perlihatkan artikel tsb kpd teman saya yg wahabi, dia masih belum puas dan minta dijelaskan siapa periwayatnya? shahih gak..kata dia begitu, ada yg bisa bantu ???? afwan & terima kasih sebelumnya…

          1. Kang ucep…nuhun sangat…wah dah dibantu lagi dikasih link-nya, semoga pahala berlimpah buat Kang Ucep & keluarga, serta rekan-2 ummati…amiiin

  8. @bdul..menurut wahabbiun…(dlm “Kayfa Nafham at Tauhid”)

    Abu Jahal dan Abu Lahab serta mereka yang seagama dengannya dari orang-orang musyrik; mereka semua adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mentauhidkan-Nya,… mereka tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.

    Abu jahal dan Abu Lahab lebih lebih banyak mentauhidkan Allah dan lebih lebih murni keimanannaya terhadap-Nya dari pada orang-orang Islam yang bertawassul dengan para wali dan orang-orang saleh dan mencari syafaat dengan jalan mereka kepada Allah.

    Abu jahal dan Abu Lahab lebih lebih banyak mentauhidkan Allah dan lebih lebih murni keimanannaya dari pada mereka orang-orang Islam yang mengucapkan “La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah”.

    tuntas sudah kpercayaan wahabbiun ini….

    1. Betul Mas Prass, kepercayaan Wahabi memang sudah tuntas dan jelas ikut ajaran syetan, dan Abu Jahal dan Abu Lahab yg tauihidnya lebih murni daripada muslim yg bertawassul ternyata adalah tokoh-tokoh Tauhid bagi Wahabi . Na’udzu billah min Wahabi….

  9. aneh……kenapa ulama di makkah dan madinah di bilang kafir, sesat dan tidak ber-ilmu, sedang Allah saja menjaga kota suci tsb dr kerusakan aqidah agama. pertanyaan yg sederhana dan sesuai hati nurani, sekarang mana ulama yg jahil, ulama yg dr kota suci yg Allah jamin kemurnian aqidah atau ulama yg di luar mekkkah dan madinah. sungguh aneh ulama tempat di mana Allah turunkan agama ini, malah di ingkari, sedangkan dr luar kota suci malah di ikuti. kalo ulama mekkah dan madinah sesat dan kafir tentu dr dulu Allah sdh menghancurkanya. tetapi yg di azab malah daerah di mana terdapat ulama model habib munzir.

    wallahu a’lam

    1. Ulama Makkah n Madinah itu banyak sekali, ada ualama Wahabi pendukung pemerintahan Arab Saudi, ada ulama yg bukan Wahabi yg adanya di luar pemerintah alias rakyat biasa. Kalau yg ulama Wahabi ya jelas sesat menyesatkan karena mereka adalah agen dan penegak daripada Tanduk Syetan. Ada dalilnya lho tentang Tanduk setan ini, Rasulullah yg mengatakannya.

      1. Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban Nabi SAW pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: « Dan dari Najed, wahai Rasulullah »,… beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: “Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.”, Dalam riwayat lain DUA TANDUK SYAITAN. Tafsir ulama…tanduk pertama si Musailamah yg ngaku2 nabi.. tanduk kedua.. Muhamad bin ABD. WAHAB (imam nya Ular SAWAH) krn ciri2nya persis spt sabda rosulullah..

  10. rekan2 aswaja, afwan mau merepotkan lg, ada teman wahabi saya tanya lagi, mana dalil kita harus bermahzab? krn Nabi SAW tidak mencontohkan atau memerintahkannya, setahu saya memang tdk ada, tp pentingnya mahzab sbg tuntunan kita memahami Quran dan Hadist spy ga salah, dasarnya wahabi kan dikit2 dalil, dikit2 harus yg dicontohkan Nabi SAW, mohon penjelasan dan arahannya, terima kasih sebelumnya…

    1. @nasrulloh

      maaf sekedar sharing mas,…

      Allah berfirman dalam al-Qur’an:
      فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (الأنبياء [21]: 7)
      Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (QS. Al-Anbiya’ [21]: 7)
      Ayat ini menegaskan bahwa bagi siapa saja yang tidak tahu tentang sesuatu maka bertanyalah kepada orang yang membidanginya. Lebih tegas lagi dijelaskan dalam ayat berikut:
      وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ (النساء [4]: 83)
      Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang yang ingin mengetehui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka. (QS. an-Nisa’ [4]: 83).

      Menurut para ulama, ayat ini menegaskan bahwa orang yang bisa melakukan istinbath (menggali hukum dari sumbernya) hanyalah orang yang memiliki keahlian berijtihad)

      di zaman sekarang ini,masih adakah..??

      oleh karenanya imam nawawi pun menjelaskan,..

      “Dan tidak boleh bagi si awam itu bermazhab dengan mazhab salah seorang daripada imam-imam di kalangan para sahabat r.anhum dan selain daripada mereka daripada generasi-generasi yang terawal, walaupun mereka lebih alim dan lebih tinggi darjatnya berbanding dengan (ulama’) selepas mereka; ini adalah kerena mereka tidak meluangkan masa sepenuhnya untuk mengarang ilmu dan meletakkan prinsip-prinsip asas dan furu’nya. Maka tidak ada bagi salah seorang daripada mereka sebuah mazhab yang telah dihalusi, dianalisis dan diperakui. Hanyasanya, (ulama’2) yang datang selepas mereka yang merupakan pendokong mazhab para sahabat dan tabien lah yang melakukan usaha meletakkan hukum-hukum sebelum berlakunya perkara tersebut; yang bangkit menerangkan prinsip-prinsip asas dan furu’ mereka seperti (Imam) Malik dan (Imam) Abu Hanifah dan selain dari mereka berdua.”

      @nasrulloh..
      biasanya pertanyaan mereka akan merembet lagi ke ptanyaan jika kita bmadzhab syafii,b bermadzhab hambali,..dst lalu abu bakar wa umar ibn khottob, bermadzhab apa..?abu hurairah,dst bmadzhab apa..he..he…

      1. @Mass Prass, terima kasih banyak atas penjelasannya yg sangat bermanfaat, semoga temen wahabi saya bisa ngerti, kemudia dia juga tetep tanyaaaaa terus perawi dr isi kitab : kitab“al ni’mah Al kubro ‘ala al-’aalam fi maulid sayyid walad aadam” karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafi’i mengenai para sahabat Nabi SAW dan para ulama salafus sholeh mengenai maulid Nabi SAW, mohon bisa dijelaskan….

        1. @nasrullah
          Pada kitab “al ni’mah Al kubro ‘ala al-’aalam fi maulid sayyid walad aadam” karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafi’i”, memang pengarang tidak menyebutkan sanadnya, tapi mungkin dibalik pertanyaannya, mungkinkah seorang Imam yang bernama Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafi’i” berdusta dengan mengarang buku tersebut.
          Ane berkeyakinan bahwa pengarang adalah orang yang terpercaya dalam ilmu dan gak mungkin dia mengarang dengan asal jeplak, karena pengarang pasti takut “barang siapa mengatas namakan aku, maka dia telah menyiapkan tempatnya dinekara”. Gak kaya wahabiyun yang mengubah atau memalsukan kitab2 ulama klasik.

          Dalam Buku “Al Habib Muhammad Rasulullah” pengarang “Syeikh Abu Bakar Al Jazairi” dikatakan :
          – Apa yang disampaikan oleh Zaid bin Arkam ra, ketika ia berkata, “Rasulullah saw bersabda “Aku memohon kepada kalian dengan nama Allah swt dan aku bersumpah dengan namaNya kepada kalian agar menjaga Ahlu Baitku”. (Al Mu’jamul Kabiir lith Thabrani -jilid V hal.183 no.5027)
          – Perkataan Beliau Rasulullah kepada Ibnu Abbas ra : “Demi zat yang jiwaku ditanganNya, tidaklah Iman memasuki hati seseorang laki-lakibsehingga ia mencintaimu semata karena Allah dan RasulNya. Barangsiapa menyakiti pamanku, maka ia telah menyakiti hatiku. Sebab paman seseorang itu, tidak lain adalah seperti ayahnya.” (Musnad Ahmad bin Hanbal Jilid IV hal 165, Sunan Thirmidzi no. 3758 dishahihkan oleh albani dalam Dha’iif Al Jaami’ish Shaghiir no. 6112).
          -Perkataan beliau Rasulullah saw tentang Usamah bin Zaid dan Al Hasan bin Ali ra : “Ya Allah, sesungguhnya aku mencintai mereka, maka cintailah keduanya.” (Musnad Ahmad bin Hanbal jilid V hal. 210).
          -Perkataan Abu Bakar as shiddiq ra : “Jagalah muhammad saw karena ahlu baitnya” (Shahih bukhari No. 3713)

          Firman Allah swt dalam Al Ahzab : 56 : “Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya bershalawat untuk Nabi”

  11. @admin dan lainnya mungkin bisa bantu saya , perawi dr isi kitab : kitab“al ni’mah Al kubro ‘ala al-’aalam fi maulid sayyid walad aadam” karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafi’i mengenai para sahabat Nabi SAW dan para ulama salafus sholeh mengenai maulid Nabi SAW, mohon bisa dijelaskan….karena temen wahabi saya selalu nanya itu terus, mohon bantuannya, terima kasih.

  12. @nasrullah.
    1.ane lom temukan sanad “atsar” khulafaur rosyudin ttg maulid nabi sbgmn disebutkan dlm kitab “an ni’matul kubro” . krn atsar yg demikian trkadang hanya bs ditemukan dlm kitab2 yg makhtut(trtulis di prpustakan2) tp gak Matbu’ (trcetak). Eh, kitab2 ulama yg lom tercetak tu lbh banyak drpd yg dah tercetak lho…. tp juga lom ditemukan adanya NASH al qur’an/hadist/atsar dr shahabat yg melarang kegiatan mengenang “maulid Nabi SAW”. Klwpun toh misalnya atsar tsb dlm kitab “an ni’matul qubro” tu gak shohih, namun peringatan mauled nabi mustanbat (di gali) dr hadist yg nanti ane sebutkan.
    2.Banyak ibadah yg dilakukan hampir 100% muslimin tidak ada nash qur’an –hadistnya. Contoh:bacaan sholawat yg diajarkan nabi SAW tu hanya menyebut “allahumma sholli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad”. Lalu dari mana para ulama ahlus sunnah, wahabiyah dan firqoh islam yg lain mmberi tambahan “wa Shohbihi”dlm sholawat?? Tentu saja “tambahan kata wa shohbihi” ini (meski logikanya Bid’ah) mustanbat kan??? Coba suruh si wahabi cari dalil shahih ttg tambahan kata “wa shohbihi” dlm sholawat..??
    3.Tntang kebaikan dilaksanakannya peringatan mauled di ambil dari hadist.. “suatu ketika Nabi SAW pd bulan ‘asyura mendapati kaum yahudi melaksanakan puasa. lalu Nabi brtanya pd shahabat,”kenapa mereka berpuasa”. Shabat mnjawab”mereka berpuasa karena mmperingati selamatnya Nabi Musa ketika dikejar Fir’aun(menyeberangi laut merah)”. Nabi menjawab,”kami lebih layak (merayakannya) dr pd mereka (yahudi).” Dr hadist ni.. nabi tdk melarang kita tuk peringati selamatnya nabi musa AS dr kejaran fir’aun. Lalu bagaimana dg mmperingati “kelahiran nabi Muhammad SAW” yg lbh mulia dr pada nabi Musa AS?. Dlm ilmu ushul ini disebut dg dalil AULAWIYAH.. klw peringati selamatnya nabi musa saja baik kok.. apalagi dengat kelahiran nabi Muhammad??
    4.Tidak pernah ditemukan adanya hadist, atsar shabat-tai’in dan para ulama yg menentang adanya peringatan mauled Nabi SAW. Jd beliau2 SUKUT (mendiamkan). Menurut ilmu ushul.. sukut smacam ini menjadi dalil “tidak terlarangnya” suatu hal..
    5.Pada suatu ketika Imam As Subki (yg diakui sebagai ulama yg mncapai derajat MUJTAHID MUTLAK oleh mayoritas kalangan islam) sedang berkumpul dg para ulama.. saat tu ada seorang penyair yg melantunkan alunan pujian pd nabi. Dlm syairnya, Penyair minta para hadirin berdiri sbg penghormatan atas kelahiran Nabi. Saat itulah seketika imam as subki berdiri dan diikuti semua ulama yg hadir di majlis tersebut dr berbagai madzhab, tnpa da seorangpun yg ingkar.. apa yg dilakukan as subki n para ulama tsb diakui sebagai termasuk hujjah peringatan mauled krn kredibilitas imam as subki yg di akui kapasitas keulamaannya oleh mayoritas ulama..
    6.Bibit pemBID’AHan perayaan mauled mulai tumbuh sejak munculnya bin taimiyah.. lalu bibit tu mati… kemudian diangkat lagi oleh bin abdil wahab al mubtadi’…
    7.Jadi.. yg mmbid’ahkan peringatan maulid.. pd dasarnmya taklid pd MUH BIN ABD WAHAB n bukan IKUT pd SALAFUS SHALIH (shahabat,tabiin n imam mdzhab 4).
    Sekian..mhn ma’af bila da khilaf .. smg bermanfaat..

    1. @Kang AL WABAH-I (no al wahabi ), subahanalloh, alhamdulillah atas penjelasannya, menjadi lebih terang hati saya, terima kasih banyak kang atas ilmu & info yg bermanfaatnya….smg pahala berlimpah untuk akang & keluarga…amiiin

  13. Maaf ane mau nanya lagi nih, krn dapet komentar temen wahabi ane gini : “Wahabi tdk brmadzhab krn tdk ada printahnya dr Allah dan Rasulullah selain itu imam syafii berkata “setiap orang hrus bermadzhab kpd Rasulullah dan mengikutinya. Apapun sesuatu yang aku katakan berasal dr Rasulullah tapi kenyataanya berlawanan dg ucapan Rasulullah maka ucapan Rasulullah itulah yang benar dan itulah pendapat saya” (Riwayat Hakim dg sanad bersambung kpd Imam Syafii, Tarikh Damsyiq-Ibnu Asakir. ……..mohon bisa dibantu menjelaskan lagi…maaf jika merepotkan

  14. @ nasrullah…
    Komen ane.. » pernyataan si wahabi tsb yg mengatakan bhw wahabi tidak bermadzhab adl SALAH n brrti dia gk tau sejatinya wahabi. Krn.. dlm fikih, sbgmana di cetuskan oleh muhamad bin abd. Wahab (pndiri wahabi), wahabi bermadzhab HANBALI. Ibnu taimiyah n ibnu qoyyim n bin abd wahab smw HANBALIY. Yg prtama mncetuskan ide anti madzhab adl AL BANI n pengikutnya.

    1. oww begitu yah kang, berarti merekapun tidak bisa nerima pemahaman MAW, IBn Taimiyah , mungkin mereka lebih memilih mengikuti al-bani, mungkin diantara mereka pun banyak perpecahan x yah, yg saya tau ada salafy sururi, yamani dll, semua kadang saling menjatuhkan…komen akang yg ini : “Krn.. dlm fikih, sbgmana di cetuskan oleh muhamad bin abd. Wahab (pndiri wahabi), wahabi bermadzhab HANBALI. Ibnu taimiyah n ibnu qoyyim n bin abd wahab smw HANBALIY” ada di mana penjelasan detilnya yah Kang???

      1. @nasrullah
        Wahabiyun suruh baca Buku “Fathul Majid” yang katanya kitab benteng tauhid wahabi ada disitu jelas-jelas bahwa MAW bermadzhab Hambali, seperti ayahnya.
        Kalau Utsaimin jelas-jelas tidak bermadzhab seperti dibukunya yang pernah ane komen/tulis diatas.

  15. @ nasrullah…
    – Al bani mmbid’ahkan bin baz n bin utsaimin dlm prsoalan bersedekap stlh ruku’
    – bin baz n utsaimin mmbid’ahkan al bani krn mengatakan “allah melingkupi bumi dr berbagai arah”
    -Al bani mmbid’ahkan smw muslimin yg tarawih 23 Rakaat..
    -al bani mmbid’ahkan org yg brwudlu dg air lbh dr stengah liter (pdhl faktanya klw al bani wudlu di damaskus, dia jg sprt kebanyakan orang)
    – al bani mmbid’ahkan bin taimiyah yg mngatakan alam qodim bin nau’

    1. yo’i mas TEMON… mrk pd sembunyi dilubang2 prsembunyian mrk. biasa.. mrk kan KUPER.. kyk katak dlm tempurung.. senjata yg diandalkan cuma 2 kata “bid’ah n Kafir”. klw diajak debat terbuka…yaa sembunyi.. tuh suara mrk mendesis..denger mas?

  16. waduuuh kok ulamanya saling membid ahkan yah? apa merasa paling benar diantara mk yaahhh?? kalo ada info lengkap n detilnya boleh tuh kang…biasalah imi temen2 wahabi ane kan maunya yg detil2 ….kaya ptugas klurahan hehehehe….

  17. Maaf minta penjelasan lagi….saya dapat feeback dr teman wahabi saya, gini katanya : “ulama salaf dahulu lebih mengutamakan hadits nabi dlm selruh msalah agama sprti prkataan imam Syafei kpd imam Ahmad “kalian lbih tahu tentang hadist dan para perawinya dari pada aku. apabila suatu hadits itu sahih,beritahukanlah kpdku biar dimanapun orangnya,apakah di kufah,bashrah,atau syam sampai aku pergi menemuinya”(ibnu abi hatim, Adabu Asyafii 94-95) smentara aswaja mengemas pemahaman bhw aqidah hrs imam asyari,fiqih imam yg 4 dan mempelajari tasawuf seolah olah hal itu adalah sebuah firman dari langit. Ana tanya apkah imam asyari lbih baik aqidahnya dr rasululah dan sahabatnya?”

    Mohon bisa dijelaskan….

  18. @nasrullah..
    Lho..pa ulama aswaja jg gk mndahulukan hadist nabi? Klw sekte wahabi ngaku mndahulukan hadis nabi.. knp diantara mereka saling membid’ahkn? Knp al bani justru mngkafirkan imam bukhori yg pakarnya hadist? Knp al bani mmbid’ahkan org yg traweh 23 rokaat trmasuk imam syafi’i? apkh sekte wahabi lbh pandai dr imam syafi’i? knp hamper smw pakar hadist dibid’ahkan?

    Trkait akidah asyairoh…knp dibid’ahkan stlh rentang 600 th n dipegang mayoritas ahlu sunnah-ahlul hadis? At thobroni, an nawawi, ibnu hajar, as-subki..dll apakh kurang pakar dlm hadis? Apakh mayoritas muslimin dlm rentang 600 th trmasuk ulama2nya ahlu bid’ah?

    Apakah akidah albani yg mngatakan allah melingkupi bumi dr brbagai arah, aqidah bin baz yg mngatakan allah punya bayang2(ditentang bin utsaimin), akidah bin taimiyah yg katakan neraka tdk kekal n alam qodim bin nau’ (ditentang al bani).. dll lbh baik dr pd akidah nabi?

    Dg fatwa 2 wahabi yg katakan smw muslimin yg gk spaham adl kafir…ohhh betapa sepinya sorga krn hanya dihuni oleh segelintir sekte wahabi? Itupun gk smw wahabi, krn diantara mrk jg saling membid’ahkan??

    1. ane memang blm jawab apa-2 kepada dia, minta tambahan ilmu dulu dari rekan-2 aswaja spy ga salah jawab, maklum kang mrk-2 memang susah kalo mrk minta dalil, saya kasih, akan mental lg ke pertanyaan lain tanpa mau mengakui dalil yg saya tunjukkan, ampe temen saya tadi bilang,”kalo gw yg debat sama dia, dah gw hajar dia…” hehehe ane bilang sabar fren, mrk memang selalu gitu, mrk akan keluar komen-2 yg mulai kasar, biarin aja, brarti mrk kelihatan sifat aslinya….

      1. Yah.. begitulah wahabi.. sll minta dalil, tp klw dikasih menolak! Sbnrnya, mrk taw gak ya dalil2 ttg tatacara sholat, nikah, haji, dll..dalil scr detail. Mmpukan mrk mngumpulkan qur’an-hadis trkait, lalu mentarjihnya? Atw hanya taklid pd seorang imam?? Kwajiban qt mnjelaskan, adapun hidayah adl milik allah…

  19. 1.“ulama salaf dahulu lebih mengutamakan hadits nabi dlm selruh msalah agama sprti prkataan imam Syafei kpd imam Ahmad “kalian lbih tahu tentang hadist dan para perawinya dari pada aku. apabila suatu hadits itu sahih,beritahukanlah kpdku biar dimanapun orangnya,apakah di kufah,bashrah,atau syam sampai aku pergi menemuinya”(ibnu abi hatim, Adabu Asyafii 94-95).
    Jawab : memang benar salafusshaleh memegang sabda2 Nabi saw, juga Aswaja harus mendahulukan sunnah Hadist Nabi saw.
    2.”smentara aswaja mengemas pemahaman bhw aqidah hrs imam asyari,fiqih imam yg 4″
    Jawab : Kata ASWAJA dicetus oleh Imam Abul Hasan Asy’ariy (230 H) dilanjutkan oleh Imam Maturidi (333 H), tentang Madzhab asy’ariyah dapat dipilih salah satu, bukan empat2 nya, agar tidak rancu dalam memutuskan dalil. tidak seperti MAW, albani dan utsaimin yang selalu bertentangan antara ketiganya, bahkan mereka bertiga mengkafirkan satu sama lain karena bertahan dalam satu buah hadist. contohnya ane dah komen diatas.
    3. “mempelajari tasawuf seolah olah hal itu adalah sebuah firman dari langit.”
    jawab : Itu kata2 celaan wahabiyun tentang tasawuf, kalau dilihat kata tharekat ada dalam ayat2 Al Qur’an, kata tharekat berarti “Jalan yang lurus”, ayat Al Qur’an ada 9 yaitu : Surat An Nisa’ : 168 dan 169, Surat Thaha : 63, 77 dan 104, Surat Al Mukminun : 17, surat Al Qaaf : 30 dan surat Al Jin : 11 dan 16.
    Sedangkan tasawuf adalah bidang ilmu yang mempelajari tafskiyatun Nafs (Pembersihan hati) menuju Tharekat (Jalan yang Lurus), kata tasawuf ada sejak berkembangnya ilmu-ilmu pada jaman Ustmaniyah (abad 1-2 H).
    Pada jaman utsmaniyah banyak dipelajari bidang2 ilmu Islam, bahkan Al Geb atau Al Jabar, ilmu Falaq atau Astronomi dll.
    Jadi bohong besar wahabi bilang tasawuf bukan dari Islam. Ilmu tasawuf sesuai kehidupan nyata Rasulullah saw.
    4. “Ana tanya apkah imam asyari lbih baik aqidahnya dr rasululah dan sahabatnya?”
    Jawab : Ini lagi kata2 yang dilontarkan wahabiyun. Ini berbanding terbalik pada kenyataan kata “MAW lebih mengetahui kalimat Tauhid La Illa Ha ilallah dari pada para Nabi”. (Lihat kajian Salafytobat tentang MAW tentang tauhid).

    Demikian yang bisa ane bantu, kalau bisa undang aja ke blog ummati ini, biar bisa share gitu.

    1. Kang ucep makasih atas tambahannya, sebgai pelengkap, meski mrk pasti akanj terus mrasa kekurangan atau memutar balikkan fakta, nanti akan saya undang dia ke ummati supay lbih terang & lunak hatinya….insya Alloh….semoga pahala berlimpah dari Alloh SWT untuk rekan-2 ummati semua….amiin

  20. @Kang Ucep, Kang Al-Wabah & rekan ummati lainnya, mohon bisa ditanggapi lagi feedback dr teman wahabi saya di bawah, sayapun sudah ajak dia gabung di ummati tapi lom ada tanggapan, atau silahkan add FB saya : Nasrull Winka Rooney Fergusson , di wall saya saya share artikel dr mutiarazuhud ttg membicarakan bid’ah, jumlah komen sdh lebih dr 60 komen antara saya & dia, berikut komen dr temen saya :

    “kang Nasrul jwban sya trhdap tduhan kpd Syaikh Albani, Syaikh bin Baz dan Syaikh Utsaimin adalah “Maha suci Engkau ya Allah, ini adalah dusta yang besar” skrang ana minta bukti di kitab manakah mereka menulis sperti itu, halaman berapa? Slnjutnya om nas jika tasawuf adlah ajaran Rasulullah kita substitusi kpd prktaan Imam Syafii shrusnya tdk mrobah arti “kalau seorang belajar ajaran Rasulullah di waktu pagi maka pd waktu siang dia telah menjadi orang dungu” ini mustahil. Jika shrusnya di awalnya ada kalimat “jika orang belajar fiqih saja dst.,” ini adlah tambahan dr pembela tasawuf krn tdk mungkin org bisa blajar fiqih saja, ktika orang belajar fiqih ia hrs blajar bhsa arab, alquran, alhadits dll bhkan ktika ia belajar fiqih ia akan blajar tauhid (sbgimna bcaan shalat).
    “wahai orang2 yg beriman jika seseorang yg fasik datang kepdamu membawa suatu berita, mka telitilah kebenarannya, agar kamu tdk mencelakakan suatu kaum krn kebodohan, yg akhirnya kmu menyesali perbuatanmu
    itu”(Alhujarat,6)”

    Mohon penjelasannya, terutama dia minta bukti kitab-2 kekisruhan antar ulamat wahabinya…

    1. @nasrulloh

      Mereka berani berdusta atas nama imam Syafi’i untuk mencela ajaran tasawuf yang mereka anggap sesat. Hanya bermodalkan taqlid buta pada orang-orang yang mereka anggap paling benar dan bermodalkan ilmu yang pas-pasan.

      Mereka mencela ajaran tasawuf dengan mencomot perkataan imam Syafi’i yang mereka anggap bahwa imam Syafi’i juga mencela ajaran tasawuf dan para penganutnya, tanpa mau mempelajari makna yang sebenarnya.
      Mereka menukil ucapan imam Syafi’i dari imam Baihaqi dalam kitabnya Manaqib Asy-Syafi’i. Seandainya mereka mau jujur, maka mereka juga harus menampilkan komentar imam Baihaqi terhadap perkataan imam Syafi’i tersebut dan tidak membuangnya. Namun karena tujuan mereka untuk mengelabui umat dari makna yang sebenarnya, mereka tak lagi peduli pada kejujuran dan amanat.

      Berikut komentar beliau stelah menampilkan perkataan imam Syafi’i tsb dalam kitab beliau Manaqib Asy-Syafi’i juz 2 halaman 207 :
      Aku katakan (Imam Al Baihaqi menjelaskan maksud perkataan Imam As Syafi’i tersebut): ” Sesungguhnya yang dimaksud imam Syafi’i adalah orang yang masuk dalam tasawuf namun hanya cukup dengan nama bukan dengan makna (pengamalan), merasa cukup dengan simbol dan melupakan hakekat shufi, malas bekerja, membebankan nafkah pada kaum muslimin tapi tidak peduli dgn mereka, tidak menjaga haq-haq mereka, tidak menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah, sebagaimana beliau menyifati hal ini di tempat yang lainnya. (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)

      Inilah yang dimaksud oleh imam Syafi’i, maka jelas bahwa beliau tidak mencela ajaran tasawuf dan penganutnya.

      Dan cukup perkataan imam Syafi’i berikut ini dalam bentuk bait syi’ir untuk membungkam hujjah mereka :
      “Jadilah kamu seorang ahli fiqih yang bertasawuf jangan jadi salah satunya, sungguh dengan haq Allah aku menasehatimu.

      Jika kamu menjadi ahli fiqih saja, maka hatimu akan keras tak akan merasakan nikmatnya taqwa. Dan jika kamu menjadi yang kedua saja, maka sungguh dia orang teramat bodoh, maka orang bodoh tak akan menjadi baik “. (Diwan imam Syafi’i halaman : 19)

      Imam Syafi’i : ”Saya bersama orang sufi dan aku menerima 3 ilmu:
      1. Mereka mengajariku bagaimana berbicara.
      2. Mereka mengajariku bagaimana meperlakukan orang dengan kasih dan hati lembut.
      3. Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf.
      (Kashf al-Khafa and Muzid al-Albas, Imam ‘Ajluni, Jilid. 1, hal. 341)

      Dalam Diwan (puisi) Imam Syafi’i, nomor 108 :
      “Jadilah ahli fiqih dan sufi Jangan menjadi salah satunya Demi Allah Aku menasehatimu”.
      “Jadilah kamu seorang ahli fiqih yang bertasawuf jangan jadi salah satunya, sungguh dengan haq Allah aku menasehatimu.
      “Jika kamu menjadi ahli fiqih saja, maka hatimu akan keras tak akan merasakan nikmatnya taqwa. Dan jka kamu menjadi yang kedua saja, maka sungguh dia orang teramat bodoh, maka orang bodoh tak akan menjadi baik “. (Diwan imam Syafi’i halaman : 19).

      Demikian mas @nasrulloh.

      1. @kang ucep, terima kasih kang atas tambahannya, kemudian juga buat @kang Al-wabah, minta bukti mengenai komen nya ” Apakah akidah albani yg mngatakan allah melingkupi bumi dr brbagai arah, aqidah bin baz yg mngatakan allah punya bayang2(ditentang bin utsaimin), akidah bin taimiyah yg katakan neraka tdk kekal n alam qodim bin nau’ (ditentang al bani).. dll lbh baik dr pd akidah nabi?”

        pasti temen wahabi saya ini akan teruuuss menuntut hal di atas….buat kang ucep & lainnya pun silahkan juga menampilkannya….

        1. 1.Utsaimin mmvonis “sesat “ bin baz dlm soal “bayangan Allah”.
          Dlm Web resminya http://www.binbaz.org.sa/mat/4234 bin baz bilang “ Benar (Allah punya bayangan), sebagaimana itu disebutkan dalam hadits. Dalam sebagian riwayat dengan redaksi “Fi Zhilli ‘Arsyihi”,… dst

          Utaimin membantah Ibnu Bas; dalam “Syarh al Aqidah al Wasithiyyah”, j. 2, h. 136,
          “Sabda Rasulullah “La Zhilla Illa Zhilluh” artinya “Tidak ada bayangan kecuali bayangan yang diciptakan oleh Allah”. Makna hadits ini bukan seperti yang disangka oleh sebagian orang (Ibnu Bas) bahwa bayangan tersebut adalah bayangan Dzat Allah, ini adalah pendapat SESAT, karena dengan begitu maka berarti matahari berada di atas Allah… dst
          2.albani kafirkan at tujwaairy + bin baz
          at tujwaairy + bin baz menyatakan “allah menciptakan adam sbgamna BENTUK ALLAH”
          albani mengkafirkan. Download link PENTAKFIRAN ALBANI pd mrk brdua…http://albrhan.org/portal/index.php?show=sounds&op=download&id=339
          wah..klw diterangkan smw di sini entar postingan ni dikategorikan spamama mas admin krn trlalu banyak..

          soal tasawuf lihat postingan mas ucaep ttg pndapat imam syafii di FIRANDA 1
          afwan..

        2. @nasrulloh
          “akidah bin taimiyah yg katakan neraka tdk kekal n alam qodim bin nau’ (ditentang albani).. dll lbh baik dr pd akidah nabi?”
          jawab : Judul kitab : Raf’ul Astar li lbthali Al Qailin bi Fana’ An-Nar, Penulis Muhammad bin Ismail AI Amir fu-Shan’ani, Muhaqiq : Muhammad Nashirudin Al Albani, Penerbit : Al Maktab Al Islami.

          Jelas-jelas dibab kritikan, albani menetang Ibnu Taymiyah.

    1. @nasrulloh
      Dalam Fathul Majid hal xx-xxi : Suatu hari syeikh Muhammad minta izin kepada amir utsman untuk merobohkan kubah kuburan Zaid bin al khatab, saudara Umar bin al Khatab ra, maka amir utsman pun setuju dan karena khawatir syeikh muhammad akan mendapat perlawanan dari penduduk setempat maka beliau mengirim bala tentara berjumlah 600 orang untuk mengawal syeikh muhammad. Maka kubah kuburan yang dalam waktu yang lama telah menjadi berhala itupun kemudian hancur oleh kedua tangan syeikh muhammad sendiri….
      Menurut suatu berita, sejumlah orang2 shalih datang kepada istri amir muhammad bin su’ud dan menyampaikan kepadanya tentang syeikh muhammad… Katanya “sambutlah dengan gembira ghanimah yang agung ini, ghanimah yang Allah bawakan kepadamu, yaitu seorang laki-laki yang menyeru kepada Allah, menyeru kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah saw”.

      Kalau mau bukti nyata di link blog yang pernah ane komen tentang saksi mata dari cucu Imam Nawawi al bantani atas kekejaman Wahabi.

      Demikian mas @Nasrulloh mereka bangga dengan membongkar dgn membawa pasukan, mana mungkin kalau gak gebukin orang dengan membawa pasukan.

  21. @nasrullah
    Fase2 akidah al bani :
    1.Allah “bertempat di arsy ”. bisa dibaca di muhtashor al ‘ulwu krya Adz zahabi tahkik albani
    2.Allah disemua langitkrn langit melingkupi bumi, mk allah di atas bumi dr brbagai arah. Ni bisa dibaca di “munadloroh bainal al bani wa azzamzami”(perdebatan albani n zamzami). Tuk download bs di klik2 digogle’
    3.Albani taubat dr akidah2 tsb n kmbali pd akidah “allah tak brtempat “.link http://www.indonesiaindonesia.com/…/50416-la-prova-di-ibn-taymiyya atw klik2 digogle’

    Akidah bin taimiyah ttg “neraka tidak abadi” yg ditntang albani bisa dibaca dikitab “IBTHOLU ADILLATI FANA’I AN NAR” krya as son’ani tahkik albani. Bs dibuka di maktbh syamila

  22. @Kang Ucep & Al-wabah, saya sudah share & forward ke temen wahabi saya, biasanya dia jawabnya lama, bisa seharian, mungkin ber-tabayyun dulu x yah, kadang dia jawab tapi dg pertanyaan lg…haduuuh, tapi ga apa-2 selama ada rekan-2 ummati yg telah banyak bantu saya….terima kasih semuanya…

  23. wissss to…… 1000 ulama wahabi debat ama 1000 ulama aswaja juga gak bakalan ada yang menang atau ngalah….. kita cukup doa’in aja para wahabi tuh dapet hidayah dari gusti allah, wissssss..ojo diladeni…..karep mereka mau bilang apa

    1. @abi fali
      “wis thooo..1000 ulama wahabi debat ama 1000 ulama aswaja gak bakalan ada yg menang ngalah”

      ane,”he..he.. soalnya klw pak wahab-i mw kalah … ngacir dulu atw ganti pmbahasan.. atau.. atau…”

      abi fali,”kita doain ja para wahabi tu dpt hidayah… wiiisss..ojo diladeni..dst”

      ane,” he..he..he..MANTAF MAS ABI!!!”

  24. Kebenaran bukan berasalkan debat, tetapi kebenaran berdasarkan Quran dan Hadist.
    Marilah kita melihat/koreksi ‘amal kita sudah sesuaikah dengan Quran dan Hadist daripada membahas yang tidak ada ujungnya. Marilah kita ikhlas beribadah karean Allah SWT semata bukan karena kepentingan kel;ompok ataupun organisasi. Karean diakhirat kita tidak pernah ditanya perkelompok ataupun ikut ornasisasi apa.
    Kalau terjadi perbedaan kembalikan ke Allah dan RosulNya ( An Nisaa’ 59).
    Semoga islam jaya
    Wassalam

    1. Justru karena Aswaja dan Wahabi sama-sama berdasar Al Qur’an dan Sunnah maka perlu debat. Untuk dicek bersama-sama siapa yg lebih shahih dan rajih. Terbukti Wahabi selalu KO dalam pembuktian. So, Wahabi itu cuma klaim-klaim doang tanpa mampu membuktikan kebenaran yg dklaimnya.

    2. benar sekali, semua kembali kepada Qur’an & Hadist yg telah dijelaskan oleh para ulama-2 terdahulu ssampai sekarang yg bersanad kepada Nabi saw, bukan ulama-2 yg menerjemahkan isi Qur’an & hadist dg logika sendiri….supaya kita jangan salah menerima & salah langkah

  25. Dear Akhi…

    Ustadz Firanda bukan tukang tipu, dan bukan Wahabi, beliau bermanhaj Salafi yang selalu dikaitkan2kan dengan Wahabi.
    Wahabi menurut pandangan Salafi adalah Khawarij, dimana pemahaman Wahabi sudah lebih dahulu ada sebelum Muhammad Abdul Wahab lahir dibumi ini.

    Kalau itu dikaitkan dengan MAW, harusnya pemahamannya bukan Wahab(i), tetapi harusnya Muhammad(i), karena namanya MAW bukan Wahab, melainkan Muhammad.

    Seharusnya teman-teman disini juga tidak taqlid buta terhadap Ustadz dan Pemahamannya. Selediki dahulu dasar pemahaman dari golongan tertentu dan jangan langsung mengambil kesimpulan terhadap suatu golongan tertentu.

    Setelah saya melihat, mendengar dari berbagai Ustadz2 yang berada di sekitar Ustadz Firdan, secara diam2, insya Allah yang dibawakan isi darii materi yang disampaikan tidak pernah meng KAFIR kan golongan tertertentu, bahkan mereka terkesan hati hati sekali dalam menggunakan kata kata kafir.

    Jujur isinya lebih menentramkan hati dibandingkan teman teman yang selalu comment dengan bahasa yang kurang pantas menurut saya.

    Terima Kasih

  26. @Dodol :

    Wah saudara ini rupanya belum mengerti kaidah Bangsa Arab yang memanggil seseorang didasarkan pada kunyahnya / orang tua / Bapak / Kakek dan seterusnya. Kalau tidak mengerti, bagaimana saudara akan mengajukan dalil bak seorang pandai agama, sedang bahasa dan budayanya tidak saudara kenal.

    Istilah Wahabi memang diambil dari nama kunyah dalam hal ini Bapaknya. Jadi Muhammad bin Abdul Wahab maka nama tenarnya adalah Wahab.

    Saya beri contoh lagi, Imam Syafi’i Ra. Nama lengkap berikut nasabnya adalah Muhammad ibn Idris ibn Abbas ibn Utsman ibn Syafi’i ibn Saib ibn Ubaid ibn Abdi Yazid ibn Hasyim ibn Muththalib ibn Abdi Manaf ibn Qushay ibn Kilab ibn Murrah ibn Kaab ibn Lu’aiy ibn Ghalib ibn Fihir ibn Malik ibn Nadhar ibn Kinanah, tapi nama beliau dinisbahkan kepada kunyah atau leluhurnya, Syafi’i. Mazhabnyapun disebut Mazhab Syafi’iyyah bukan Muhammadiyah.

    Jadi ungkapan saudara sangat jauh panggang dari api.

    Kebenaran hakiki hanya milik Allah
    Hamba Allah yang dhaif dan faqir
    Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

  27. al-Fataawaa al-Fiqhiyah al-Kubroo itu kitabnya ust. firanda ta???
    .
    ( jika tidak ) ko cuma yang di koment perkataan yang ada dalam kitab itu, teruss yang sesuai dengan judul posting dimana???
    .
    katanya ingin menjelaskan penipuan yang dilakukan ust. firanda??
    ko gak dipaparkan perkataan ust firanda yang salah dan dimana ust firanda berkata?????
    .
    pas baca judul menarik, pi setelah masuk danmembaca saya bingung, letak pendustaan yang dilakukan ust firanda itu yang mana??apakah ustd firanda tidak menulis secara lengkap(memotong) perkataan ibnu hajar rakhimahullah atau gimana??
    jika seandainya pemahamannya yang salah, seharusnya ditulis ust firanda berpehaman seperti ini, dia berkata di . . . . dg perkataan . . . ., dan yang benar . . . . . .( versi si pembantah)
    kalau gitu kan enak, kita bisa mengecek langsung pihak yang yang dibantah, kalau cuma sepihak itu ndak enak bang admin
    .
    saya baca komentnya hampir 90%yg komen adalh yg pro, dan yang kontra hmpir tdk ada.
    ada 2 kemungkinan
    1.memank yg kontra tdk koment
    2.admin menghapus koment yang kontra
    .
    yang mana nih bang admin???
    .

    1. didieks@

      1)- Kami jelaskan bahwa kami tidak pernah menghapus koment secara sengaja kecuali koment bermuatan pornografi, dan komentar anda ini hanya berdasar PRASANGKA BURUK semata-mata.

      2)- Anda mengaku sudah baca postingan tetapi komentar anda menggambarkan anda sama sekali tidak paham terhadap apa yg ada di postingan, atau mungkin anda terlalu cepat membaca sehingga tidak bisa paham tapi merasa paham dan langsung komentar secara justikatif yg sangat menyesatkan pembaca.

      terima kasih atas koment, walaupun hanya komentar yg benar-benar ngawur.

      1. wahabi sudah biasa ngawur kok Mas Admin, di mana2 selluu seperti itu, maklum…. belum apa-apa sdh merasa paling benar. contoh dididks ini, sombong sekali pahal nggak paham!

        Oh ya, mas tolong diposting masalah Suriah terakhir, kabarnmya banyak kota2 hancur akibat ngawurnya mujahidin2 yg tak lain adalah gerakan para muthowa Wahabi, dan senjatanya dibiayai pemerintah Wahabi Saudi.

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker