Berita Fakta

Fakta Wahabi : Kata Ulama Wahabi Abu Jahal CS Lebih Murni Imannya

Oleh Ibnu Mas’ud

ULAMA WAHABI DAN KITABNYA YANG PALING NGACO DAN MENYESATKAN

KITAB “KAIFA NAFHAM AT-TAUHID” [BAGAIMANA KALIAN MEMAHAMI TAUHID] MUHAMMAD AHMAD BASYAMIL TAHUN CETAKAN 1406 H

Muhammad Ahmad Basyamil lahir tahun 1915 M/1336 H. Dia seorang yatimpada usia delapan tahun. Dia adalah ulama wahabi, murid dari Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh, murid dari Abdulloh bin Muhammad bin Hamid, juga murid dari Abdul ‘Azoz bin Abdulloh bin Baz.

Sobat fillah, jika kita membaca kitab tersebut pada halaman 4 [empat], kita akan menemukan ungkapan yang menggambarkan keilmuan si penulis kitab [Muhammad Ahmad Basyamil] dalam mukaddimahnya sbb:

 

Inilah bukti scan kitabnya, Wahabi klaim Abu Jahal CS lebih murni imannya
BACA JUGA:  Prabowo Subianto Berlebaran Bareng Habib Abdurrahman Al-Habsyi

 

 

Terjemahan scan kitab yang berwarna kuning:

“Sesungguhnya pada umumnya umat islam adalah orang-orang bodoh, tidak mengetahui makna hakikat ibadah. Mereka menghadapkan diri dengan ibadanya kepada selain Allah (karena kebodohannya). Maka jatuhlah mereka dalam perbuatan syirik dan keluar dari jalan (agama).”

“Dan hal itu karena mereka menghadapkan diri dengan penuh rasa takut dan khudhu’ [merendahkan diri] kepada kuburan para Nabi, para wali dan para orang-orang sholih, dengan berdo’a dan beristighotsah, memotong hewan dan bernadzar, bertowaf dan menginap dikuburan [karena memuliakan] sebagaimana mereka bertowaf di Ka’bah yang mulia. Dan ini adalah ibadah yang mereka namakan tabaruk [mengambil berkah] dan tawasul [menjadikan perantara].”

 

Namun betapa kagetnya kita setelah membaca kalimat pada halaman 12 tentang “TAUHID ABU JAHAL DAN ABU LAHAB”.

BACA JUGA:  Partai politik Pengusung Ideologi Negara Islam

“Abu Jahal dan Abu Lahab dan orang-orang yang berada dalam agama musyrik mereka, mereka adalah beriman kepada Allah, dan mentauhidkan rububiyahnya, sebagai yang mencipta, yang memberi rizki, yang menghidupkan dan yang mematikan, yang memberi mudhorot & manfaat, mereka tidak menyekutukan Nya dalam hal itu sedikitpun”.

“Aneh dan ganjil, ternyata Abu Jahal dan Abu Lahab lebih banyak tauhidnya kepada Allah dan lebih murni imannya kepada-Nya dari pada kaum Muslimin yang bertawassul dengan para wali dan orang-orang shaleh dan memohon pertolongan dengg perantara mereka kepada Allah. Ternyata Abu Jahal dan Abu Lahab lebih banyak tauhidnya dan lebih tulus imannya dari mereka kaum Muslimin yg mengucapkan “La’ilaha illallah Muhammadar Rasulullah” (tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah)” Wallahu a’lam bish-Shawab

BACA JUGA:  Cerita dalam Sejarah NU, Kenapa NU Ada di Indonesia?

SOBAT FILLAH….. SILAHKAN PELAJARI TERUS KITAB-KITAB WAHABI NANTINYA PASTI KITA MENGETAHUI KEANEHAN AKIDAH WAHABI INI, SEMOGA ALLAH MENJAUHKAN KITA DARI TIPU DAYA AKIDAH TANDUK SETAN TERSEBUT.  AAMIIN…

 

source:

ULAMA WAHABI DAN KITABNYA YANG PALING NGACO DAN MENYESATKANKITAB “KAIFA NAFHAM AT-TAUHID” [BAGAIMANA KALIAN MEMAHAMI…

Dikirim oleh Asimun Ibnu Mas'ud pada 29 Mei 2012

 

 

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Fakta Wahabi : Kata Ulama Wahabi Abu Jahal CS Lebih Murni Imannya
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

27 thoughts on “Fakta Wahabi : Kata Ulama Wahabi Abu Jahal CS Lebih Murni Imannya”

  1. faham jungkir balik , muslimin yang mukmin dibilang musyrik dan kafir , yang kafir ( abu jahal cs.) dianggap mukmin ahli Tauhid astaghfirullahal adzim ………

  2. mas Admin yang semoga dirahmati Allah , mungkin ada baiknya jika ada postingan Artikel tentang ” IBADAH ” seringkali saya melihat fatwa-fatwa ngawur dan ngaco dari kaum wahabi salafi , mungkin penyebabnya adalah kekeliruan dalam memahami apakah Ibadah itu…. tampak jelas jika kaum wahabi / salafi , tidak mampu membedakan apa Itu ibadah , apa itu qurbah dan apa itu tho`ah.

    kutipan komentar akhuna Urang awak ( yang dicopas dari salah satu web wahabi ) :

    Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.

    seperti contoh contoh diatas yang dibawakan oleh akh urang awak , berdo`a , apakah semua do`a adalah Ibadah…….? Meminta apakah semua bentuk permintaan adalah Ibadah,……? Tawakkal ok , takut apakah semua rasa takut adalah Ibadah……? Berharap apakah semua bentuk pengharapan adalah Ibadah……? Menyembelih apakah semua bentuk penyembelihan adalah Ibadah……? Bernadzar apakah semua nadzar adalah Ibadah…..? cinta apakah semua cinta adalah Ibadah , apakah semua ini adalah jenis Ibadah……….? jika ya , maka tidak akan ada seorang Muslimpun dimuka bumi ini , semuanya Musyrik bahkan para pembawa bid`ah tauhid Tiga pun tidak akan ada yang muslim apalagi ahli Tauhid.

    saya melihat kacau balaunya fatwa-fatwa ulama wahabi bagaimana kalangan awamnya jika ulamanya pun seperti itu………? mohon kiranya mas Admin berkenan memposting artikel tentang ” pemahaman Ibadah ” sehingga tidak lagi ada fatwa fatwa ngawur dan ngaco.

  3. Assalamualaikum wr.wb mas Admin , mohon kiranya ada artikel tentang ” makna Ibadah ” seringkali kita melihat fatwa-fatwa ngawur dan ngaco bersumber dari kekeliruan dalam memahami maksud dari kata ” Ibadah ” .

    Bamyak kita melihat orang tidak mampu membedakan apa itu Ibadah ? apa itu Qurbah dan apa itu tho`ah….. seperti yang disampaikan akhuna urang awak yang beliau copas dari salah satu web wahabi berikut kutipannya :

    Urang awak :
    Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.

    contoh contoh diatas yang dibawakan oleh akh urang awak , berdo`a , apakah semua do`a adalah Ibadah…….? Meminta apakah semua bentuk permintaan adalah Ibadah,……? Tawakkal ok , takut apakah semua rasa takut adalah Ibadah……? Berharap apakah semua bentuk pengharapan adalah Ibadah……? Menyembelih apakah semua bentuk penyembelihan adalah Ibadah……? Bernadzar apakah semua nadzar adalah Ibadah…..? cinta apakah semua cinta adalah Ibadah , apakah semua ini adalah jenis Ibadah……….?

    jika jawabannya adalah ….ya , maka tidak akan ada seorang Muslimpun dimuka bumi ini , semuanya Musyrik bahkan para pembawa bid`ah tauhid Tiga pun tidak akan ada yang selamat semuanya musyrik .

    Karena pentingnya masalah ini mohon kiranya mas Admin berkenan memposting artikel tentang ” Makna Ibadah yang benar “

  4. Iman yang mana dipakai umat muslim ini semua yang tidak ada contohnya ok boleh ditolak …..tapi pakai dalil tidak semua harus pakai dalil and saya kira cukuplah bahwa setiap manusia muslim umumnya harus lebih mengenal Tuhannya . Kitabnya . dan rasulnya…..kemudian Baca kitabnya penuh dengan Arti-perjemahan. Tafsirnya -mengapa turun Surat -Ayat- Dibarengi Hadist Nabi Muhammad sebagai penjelasannya…dan lebih banyak membaca -mengaji dgn Buku (kitab) para Ulama 150 Tahun setelah Wafat Rasullalah .itu sudah cukup pembahasannya dan tidak usah di utak atik para generasi Ibnu Tamiyah..Ibnu Qoyiem..Ibnu Abdl Wahab dengan cara pemikiran mereka sendiri dan Ilmunya sendiri yang generasi thn 1800-1900 M.

  5. Janganlah terkejut akan hal ini, cobalah simak firman Allah ta’ala,

    Dalil pertama, Allah ta’ala berfirman,
    قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
    “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10]: 31)

    Dalil kedua, firman Allah ta’ala,
    وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ
    “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. az-Zukhruf : 87)

    Dalil ketiga, firman Allah ta’ala,
    لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
    “Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. al-’Ankabut: 63)

    Dalil keempat, firman Allah ta’ala,
    أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَئِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
    “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. an-Naml: 62)

    Perhatikanlah! Dalam ayat-ayat di atas terlihat bahwasanya orang-orang musyrik itu mengenal Allah, mereka mengakui sifat-sifat rububiyyah-Nya yaitu Allah adalah pencipta, pemberi rezeki, yang menghidupkan dan mematikan, serta penguasa alam semesta. Namun, pengakuan ini tidak mencukupi mereka untuk dikatakan muslim dan selamat. Kenapa? Karena mereka mengakui dan beriman pada sifat-sifat rububiyah Allah saja, namun mereka menyekutukan Allah dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, Allah katakan terhadap mereka,
    وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ
    “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf : 106)

    Ibnu Abbas mengatakan, “Di antara keimanan orang-orang musyrik: Jika dikatakan kepada mereka, ‘Siapa yang menciptakan langit, bumi, dan gunung?’ Mereka akan menjawab, ‘Allah’. Sedangkan mereka dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya.”

    ‘Ikrimah mengatakan,”Jika kamu menanyakan kepada orang-orang musyrik: siapa yang menciptakan langit dan bumi? Mereka akan menjawab: Allah. Demikianlah keimanan mereka kepada Allah, namun mereka menyembah selain-Nya juga.” (Lihat Al-Mukhtashor Al-Mufid, 10-11)

    Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa kaum musyrikin pada masa itu mengakui Allah subhanahu wa ta’ala adalah pencipta, pemberi rezki serta pengatur urusan hamba-hamba-Nya. Mereka meyakini di tangan Allah lah terletak kekuasaan segala urusan, dan tidak ada seorangpun diantara kaum musyrikin itu yang mengingkari hal ini (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat)

    Dan janganlah anda terkejut apabila ternyata mereka pun termasuk ahli ibadah yang mempersembahkan berbagai bentuk ibadah kepada Allah ta’ala.

    Kafir Quraisy Rajin Beribadah
    Anda tidak perlu merasa heran, karena inilah realita. Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah menceritakan bahwasanya kaum musyrikin yang dihadapi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang rajin beribadah. Mereka juga menunaikan ibadah haji, bersedekah dan bahkan banyak berdzikir kepada Allah. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik juga berhaji dan melakukan thowaf adalah dalil berikut.

    Dan telah menceritakan kepadaku Abbas bin Abdul ‘Azhim Al Anbari telah menceritakan kepada kami An Nadlr bin Muhammad Al Yamami telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin Ammar telah menceritakan kepada kami Abu Zumail dari Ibnu Abbas ia berkata; Dulu orang-orang musyrik mengatakan; “LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA (Aku memenuhi panggilanMu wahai Dzat yang tiada sekutu bagiMu). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    وَيْلَكُمْ قَدْ قَدْ فَيَقُولُونَ إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ
    “Celakalah kalian, cukuplah ucapan itu dan jangan diteruskan.” Tapi mereka meneruskan ucapan mereka; ILLAA SYARIIKAN HUWA LAKA TAMLIKUHU WAMAA MALAKA (kecuali sekutu bagi-Mu yang memang Kau kuasai dan ia tidak menguasai).” Mereka mengatakan ini sedang mereka berthawaf di Baitullah. (HR. Muslim no. 1185)

    Mengomentari pernyataan Syaikh Muhammad At Tamimi di atas, Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan bahwa kaum musyrikin Quraisy yang didakwahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kaum yang beribadah kepada Allah, akan tetapi ibadah tersebut tidak bermanfaat bagi mereka karena ibadah yang mereka lakukan itu tercampuri dengan syirik akbar. Sama saja apakah sesuatu yang diibadahi disamping Allah itu berupa patung, orang shalih, Nabi, atau bahkan malaikat. Dan sama saja apakah tujuan pelakunya adalah demi mengangkat sosok-sosok tersebut sebagai sekutu Allah atau bukan, karena hakikat perbuatan mereka adalah syirik. Demikian pula apabila niatnya hanya sekedar menjadikan sosok-sosok itu sebagai perantara ibadah dan penambah kedekatan diri kepada Allah. Maka hal itu pun dihukumi syirik (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

    Dua Pelajaran Berharga
    Dari sepenggal kisah di atas maka ada dua buah pelajaran berharga yang bisa dipetik.

    Pertama; pengakuan seseorang bahwa hanya Allah lah pencipta, pemberi rezki dan pengatur segala urusan tidaklah cukup untuk membuat dirinya termasuk dalam golongan pemeluk agama Islam. Sehingga sekedar mengakui bahwasanya Allah adalah satu-satunya pencipta, penguasa dan pengatur belum bisa menjamin terjaganya darah dan hartanya. Bahkan sekedar meyakini hal itu belum bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan Allah.

    Kedua; apabila peribadatan kepada Allah disusupi dengan kesyirikan maka hal itu akan menghancurkan ibadah tersebut. Oleh sebab itu ibadah tidak dianggap sah apabila tidak dilandasi dengan tauhid/ikhlas (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

    Dengan demikian sungguh keliru anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwasanya tauhid itu cukup dengan mengakui Allah sebagai satu-satunya pencipta dan pemelihara alam semesta. Dan dengan modal anggapan yang terlanjur salah ini maka merekapun bersusah payah untuk mengajak manusia mengenali bukti-bukti alam tentang keberadaan dan keesaan wujud-Nya dan justru mengabaikan hakikat tauhid yang sebenarnya. Atau yang mengatakan bahwa selama orang itu masih mengucapkan syahadat maka tidak ada sesuatupun yang bisa membatalkan keislamannya. Atau yang membenarkan berbagai macam praktek kesyirikan dengan dalih hal itu dia lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Atau yang mengatakan bahwa para wali yang sudah meninggal itu sekedar perantara untuk bisa mendekatkan diri mereka yang penuh dosa kepada Allah yang Maha Suci. Lihatlah kebanyakan praktek kesyirikan yang merebak di tengah-tengah masyarakat Islam sekarang ini, maka niscaya alasan-alasan semacam ini -yang rapuh serapuh sarang laba-laba- yang mereka lontarkan demi melapangkan jalan mereka untuk melestarikan tradisi dan ritual-ritual syirik.

    ‘Kita Kan Tidak Sebodoh Kafir Quraisy’
    Barangkali masih ada orang yang bersikeras mengatakan,“Jangan samakan kami dengan kaum kafir Qurasiy. Sebab kami ini beragama Islam, kami cinta Islam, kami cinta Nabi, dan kami senantiasa meyakini Allah lah penguasa jagad raya ini, tidak sebagaimana mereka yang bodoh dan dungu itu!” Allahu akbar, hendaknya kita tidak terburu-buru menilai orang lain bodoh dan dungu sementara kita belum memahami keadaan mereka. Saudaraku, cermatilah firman Allah ta’ala,
    قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (84) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (85) قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (86) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (87) قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (88) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ (89)
    “Katakanlah; ‘Milik siapakah bumi beserta seluruh isinya, jika kalian mengetahui ?’ Maka niscaya mereka akan menjawab, ‘Milik Allah’. Katakanlah,’Lalu tidakkah kalian mengambil pelajaran ?’ Dan tanyakanlah; ‘Siapakah Rabb penguasa langit yang tujuh dan pemilik Arsy yang agung ?’ Niscaya mereka menjawab,’Semuanya adalah milik Allah’ Katakanlah,’Tidakkah kalian mau bertakwa’ Dan tanyakanlah,’Siapakah Dzat yang di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu, Dia lah yang Maha melindungi dan tidak ada yang sanggup melindungi diri dari azab-Nya, jika kalian mengetahui ?’ Maka pastilah mereka menjawab, ‘Semuanya adalah kuasa Allah’ Katakanlah,’Lantas dari jalan manakah kalian ditipu?.’” (QS. Al-Mu’minuun: 84-89)

    Nah, ayat-ayat di atas demikian gamblang menceritakan kepada kita tentang realita yang terjadi pada kaum musyrikin Quraisy dahulu. Meyakini tauhid rububiyah tanpa disertai dengan tauhid uluhiyah tidak ada artinya. Maka sungguh mengherankan apabila ternyata masih ada orang-orang yang mengaku Islam, rajin shalat, rajin puasa, rajin naik haji akan tetapi mereka justru berdoa kepada Husain, Badawi, Abdul Qadir Al-Jailani. Maka sebenarnya apa yang mereka lakukan itu sama dengan perilaku kaum musyrikin Quraisy yang berdoa kepada Laata, ‘Uzza dan Manat. Mereka pun sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka minta adalah sekedar pemberi syafaat dan perantara menuju Allah. Dan mereka juga sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka jadikan perantara itu bukanlah pencipta, penguasa jagad raya dan pemeliharanya. Sungguh persis kesyirikan hari ini dengan masa silam. Sebagian orang mungkin berkomentar, “Akan tetapi mereka ini ‘kan kaum muslimin” Syaikh Shalih Al-Fauzan menjawab,“Maka kalau dengan perilaku seperti itu mereka masih layak disebut muslim, lantas mengapa orang-orang kafir Quraisy tidak kita sebut sebagai muslim juga ?! Orang yang berpendapat semacam itu tidak memiliki pemahaman ilmu tauhid dan tidak punya ilmu sedikitpun, karena sesungguhnya dia sendiri tidak mengerti hakikat tauhid” (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

    1. @Iwan…..

      Apa yg ada dlam pikiran antum sehingga wantiwanti agar kami jangan terkejut? Sesungguhnya kami tdk terkejut, karena kami tahu antum dan kaum Wahabi salah dalam memahami ayat tsb.

      Antum said:

      Dalil pertama, Allah ta’ala berfirman,
      قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
      “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10]: 31)

      Jawaban kami:
      Coba perhatikan ayat selanjutnya, Allah Swt membongkar kebohongan atas pengakuan mereka (kafirun) tsb, bahwa mereka tdk beriman. Lalu bagaimana kalian bisa sebut mereka bertauhid rububiyyah padahal mereka berbohong dalam pengakuannya tsb? Itu Allah sendiri yg mengatakannya, simaklah ayat selanjutnya, ayat 33:

      كَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

      33. Demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman. (surah / surat : Yunus Ayat : 33)

      =======================================

      Antum said:

      Dalil kedua, firman Allah ta’ala,
      وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ
      “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. az-Zukhruf : 87)

      Jawaban kami:

      Coba perhatikan ayat selajutnya, Nabi Muhammad langsung membantah pengakuan dusta tsb yg didengar Allah Swt, yaitu ayat 88:

      وَقِيلِهِ يَا رَبِّ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ لَا يُؤْمِنُونَ

      Dan (Allah mengetabui) ucapan Muhammad: “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman”. (surat : Az-Zukhruf Ayat : 88)

      Demikianlah sedikit jawaban dari kami, insyaallah kalau ada waktu dan kesempatan akan kami jawab semnuanya. Tapi walaupun hanya dua yg kami jawab, seharusnya bisa membuka wawasan antum bahwa antum telah keliru dalam memahami ayat2 yg antum bawakan di atas. Yang menjawab di atas adalah Allah sendiri dalam ayat2 selanjutnya bukan?

      Semoga hidayah senantiasa menaungi kita semua hingga akhir hayat kita, amin….

      1. Tulisan yg ditanggapi mas Admin di atas adalah artikel Syaikh Wahabi dari Najd, kalau Syaikhnya aja seperti itu, tidak mudeng dununge ayat, lalu bagaimana nasib para pengekornya? sungguh2 kasihan mereka, semoga mereka nantinya menemukan kebenaran yg sebenarnya.

        Lho, aneh lah orang2 yg sudah jelas2 dibilang tidak beriman oleh Allah dan Rasulnya, kok belakangan kaum Wahabi mempromosikan kaum kafir tsb sebagai orang2 bewrtauhid rububiyyah, kok berani2 nya mereka melawan Allah dan Rasul-NYA?

        Yg perlu kalian (Wahabi) sadari adalah bahwa pengakuan kaum kuffar tsb hanya di mulut alias dusta, demikian kawan2 Wahabi ya? Yg bilang Dusta Allah sendiri dalam ayat2 selanjutnya yg kalian kutib di atas. Kasih tahu itu syaikh Shalih Al-Fauzan, biar mudeng.

      2. Dari sini terungkaplah rahasia di balik pembagian Tauhid uluhiyyah, rububiyyah dan asma wasifat. Ternyata mereka punya tujuan agar bisa menjuluki kaum kuffar quraiysy sebagai orang2 bertauhid walaupun hanya rububiyyah. Tapi sayang, mereka selalu ketahuan kalau mau bikin kedustaan, selalu dan sel;alu terbongkar, subhanalloh……

        Ada2 saja cara mereka ini, dalam mempromosikan kebatilan menjadi seakan-akan kebenaran (haq), padahal sdh jelas mereka dijuluki kuffar oleh Allah dan rasulNYA.

    2. @iwan

      kaya’y antum yang terkejut :mrgreen:
      saran saya ngambil ayat buat hujjah jangan sepotong sepotong, jadi sesatkan antum

      @ummati

      mantap…!
      saya tunggu kelanjutan jawabannya..!

  6. Kaum musyrikin masa Rasulullah mengakui bahwa Allah lah yang maha menciptakan.”Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). QS Al Ankabut 61. (SAMPAI DISINI TAUHID RUBUBIYAH) Nyatanya mrk menyembah berhala dgn dalih : “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. QS Az zumar 3. (YANG INI TAUHID ULUHIYAH). Bandingkan dengan Org zaman sekarang yang menyembah Allah lewat kubur.

    1. ente g paham2 juga iyah … ayat alquran yg ente terjemahin dah dijawab

      كَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

      33. Demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman. (surah / surat : Yunus Ayat : 33) seperti penjelasan @admin UMMATI

      Jangan menyebar fitnah terus pak …

    2. Bismillah,

      benarkah kaum musyrikin masa Rosulullo saw mengakui bahwa Alloh maha menciptakan ? perhatikan ayat berikut :

      وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

      Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah : “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS, Luqman : 25)

      benarkah mereka bertauhid (mengesakan) Alloh dalam penciptaan, penolong, pemberi kemenangan dst…? perhatikan ayat-ayat berikut :

      وَجَعَلُواْ لِلّهِ مِمِّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالأَنْعَامِ نَصِيباً فَقَالُواْ هَـذَا لِلّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَـذَا لِشُرَكَآئِنَا فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلاَ يَصِلُ إِلَى اللّهِ وَمَا كَانَ لِلّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَى شُرَكَآئِهِمْ سَاء مَا يَحْكُمُونَ

      Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, Maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. (QS, Al An’am : 136)

      وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آَلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ

      Mereka mengambil sesembahan-sesembahan selain Alloh agar mereka mendapat pertolongan. (QS, Yaasiin : 74)

      وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا

      Dan mereka mengambil sembahan-sembahan selain Alloh, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka (QS, Maryam : 81)

      makanya kalo belajar jangan hanya ayat-ayat yang sesuai selera…

      1. Bismillaah,

        Kang @bu Hilya,

        Sebaiknya, anda menyampaikan tafsiran ulama salaf paling tidak Ibnu Abbas dalam memahami ayat: “Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah : “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS, Luqman : 25)”. Dengan begitu kita menjadi paham apa maksud pengakuan kaum kafir bahwa Allah lah yang menciptakan langit dan bumi.

        Kalau kita mengikuti pendapat kita masing-masing, maka akan terjadi banyak perbedaan yang bisa mengarah pada perselisihan dan permusuhan.

        Wallaahu a’lam.

  7. Uada basi…mas. Ahmadiyah, Ahmad Musadek dll golongan sesat juga ngakunya berdasarkan Al Qur’an dan Hadist, ngaku ahlussunah juga lagi…

    1. @ibn abdul chair
      Lucu juga ente, kan Allah dan Rasulullah bilang, kalau syahadat kunci orang tersebut adalah Islam, kalau bukan Muhammad ibn Abdullah sebagai Rasulullah, maka bukan Islam !!!
      Ahmadiyah dan Ahmad Musadek kan Rasulullah nya bukan Muhammad ibn Abdullah jadi bukan Islam…… masa begini aja ente gak tahu, bagaimana dia bilang “ngakunya berdasarkan Al Qur’an dan Hadist”.

  8. Mang Ucep ente waktu mondok kebanyakan baca qulhu sungsang atau qulhu geni. Ahmadiyah itu tergelincir jadi kafir karena memahami ayat al qur’an “khotamunnabiyyin” bukan dengan pemahaman ulama, tapi dengan pemahaman sendiri. Masak begini aja enggak tahu sih. Apa sih yg gelapin mata ente? hawa nafsu?.

    1. @ibn abdul chair
      Gak apa-apalah ane memang gak ngarti siapa itu Ahmadiyah, Abu Salam alias ahmad mushodiq. Juga gak ngarti apa itu qulhu geni atawa qulhu sungsang, mungkin ente lebih ngarti. Bisa jelasin ke ane ?

  9. Wah……….
    Paling seneng kalo pada debat begini, biar pada lupa sama yg lain, biar pada ketinggalan berita serangan perancis ke Mali, pengungsi muslim rohingya yang dijual di perbatasan Thailand, bombardir israel di Gaza, Cuci otak pemuda muslim di Indonesia dengan paham kebebasan, dan kritikan-kritikan pembenci islam terhadap penerapan syariah islam di aceh……..
    Ayo terusin gontok-gontokan……..
    Ayo terusin saling cela antar golongan…..
    Karena umat islam hanya bisa dihancurkan kalo semua terpecah belah, kalo semua mengklaim dirinya yang benar dan yang lain salah…….
    Ayo saling debat, ayo saling hujat, dan jangan lupa, ayo minta makan minum dan gunakan produk amerika perancis inggris australia, karena dari penjualan produk merekalah israel bisa membeli peluru dan bom untuk membasmi umat islam di gaza, afganistan dan Mali……..
    Oh ya, pesen buat admin, jangan upload perjuangan para mujahid di mali dan afganistan ya, biar ga ada yg tau penderitaan umat islam di sana……..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker